TONGGAK
James T Kirk dan S'chn T'gai Spock adalah kepunyaan Gene Roddenberry dan untuk versi yang lebih baru J.J. Abrams – Paramount, dan juga didasarkan dari Star Trek Into Darkness novelization dari Alan Dean Foster
Rate K+, family/friendship
Tonggak adalah fanfiksi dua bagian, satu berasal dari Star Trek: Future Begins, dan satu lagi berasal dari Star Trek Into Darkness. Keduanya bisa dibaca terpisah.
-o0o-
WARNING: Attention Fujoshi/Fudanshi, fiksi ini dibuat dengan niat genre Family/Friendship. Hints BL hanyalah ilusi mereka yang radar fujoshi/fudanshi-nya kelewat kenceng #nyengir
II
"Kau menyelamatkan jiwaku—" Kirk bergumam, menatap sahabatnya.
"Kau menyelamatkan jiwaku, Captain, dan jiwa seluruh crew, dan—"
"Spock, sudahlah. Terima kasih—"
Hanya ada McCoy di sana menyaksikan segalanya, dan ia nyaris tak percaya pada apa yang diucapkan Spock.
"Sama-sama, Jim!" 1)
McCoy di seberang yang lain, menyeringai mendengarnya.
"Baiklah, untuk sementara semua berjalan lancar. Aku tinggalkan dulu kalian berdua ya!" sahutnya. Memandang sekilas pada semua grafik, semua pada kondisi optimal. Tak akan ada kelainan, mudah-mudahan. Lalu berjalan ke arah pintu, dan menutup pintu dari luar.
Hening sejenak.
"Jadi, kau bisa mengalahkannya?" Kirk menatap Spock dengan pandangan yang tak bisa disembunyikan: kagum.
"Well, mungkin—hanya kebetulan."
"Orang Vulcan tak mengenal kebetulan, Spock! Kau seharusnya yang mengatakan itu padaku!"
Bibir Spock membentuk senyum, tipis saja, tak jelas terlihat, tapi sinar matanya berbinar. "Aku setengah Vulcan dan setengah manusia, Jim, dan saat itu belahan diriku yang manusia-lah yang mendominasi—"
"Ceritakan padaku, Spock, apa yang terjadi?" Kirk antusias, "Apa mereka mengirimmu ke Vengeance?"
Spock menggeleng. "Vengeance jatuh ke permukaan. Khan mengatur agar jatuh menimpa Enterprise, tetapi saat itu kita baru saja bisa mengangkasa lagi, sehingga luput. Vengeance hanya sedikit menyerempet. Tak banyak berpengaruh—"
Wajah Kirk tak sabar ingin mendengar lanjutannya.
"Vengeance jatuh, Jim, dan ia membawa korban sangat banyak—"
"Akademi?"
"Sebagian dari gedung Akademi, dan banyak gedung di sekitarnya. Dimulai dari pulau Alcatraz—"
"Alcatraz?"
"Tak ada lagi pulau Alcatraz, Jim, sudah lenyap." Saat ini yang mendominasi diri Spock adalah belahan dirinya yang Vulcan karena ia tetap tenang saat bercerita, walau Kirk banyak menyela.
"Dan kau?"
"Seperti kuduga, Khan masih tetap hidup. Melalui pemindaian, bisa diketemukan ia berada di mana, tetapi kita tidak bisa mentransfernya ke atas. Jadi aku turun—"
"—dan kau menghajarnya! Yeah! Aku harus minta catatan perawatanmu hari itu pada Bones, biar kulihat sendiri seberapa serunya perkelahian itu—"
"Jim, please—"
"Ayolah, aku kan ingin tahu! Oya, mending kucari kamera lalu lintas—"
"Tidak mungkin."
"Tidak mungkin? Sudah dihapus?"
Spock menghela napas. Susah untuk berbicara dengan satu makhluk antusias seperti Kirk ini, mudah-mudahan ia tidak harus berhadapan dengan lebih dari satu di saat bersamaan. "Tidak bisa dicapai dengan kamera lalu lintas darat. Ia melarikan diri dengan kendaraan anti-gravitasi pengangkut sampah—"
"Woohoo! Di udara? Itu seru!"
"Jim, please—"
"Ehm. Baiklah. Jadi, kau menangkapnya?"
"Er, sebenarnya aku sudah berniat untuk membunuhnya," sahut Spock lirih.
Tajam pandangan Kirk menatapnya, seakan berbicara: 'kau berniat membunuhnya? Demi aku?'
"Lalu, mengapa kau tak membunuhnya?"
"McCoy menemukan bahwa kau bisa diselamatkan, dengan menggunakan darah Khan. Uhura dikirim utk memberitahu, dan di sinilah sekarang kau berada—"
Mata Kirk menerawang. "Di sinilah sekarang aku berada," ulangnya, "sedang Khan, di mana ia sekarang?"
"Mereka membekukannya kembali. Bersama 72 cyrotube lain, disimpan di suatu tempat yang aku sendiri juga tak tahu."
Pelan Kirk mengangguk. "Mungkin lebih baik begitu. Hingga suatu saat nanti, entah kapan—"
Kembali antusias, ia kembali bertanya, "Dan Enterprise, bagaimana kabarnya?"
Mata Spock berbinar-binar saat ia mengucapkannya, "Sedang menjalani perbaikan. Scott hampir bisa dibilang tidur di dok, ia 24 jam berada di Enterprise. Crew lain juga bergiliran mengecek perbaikan. Tak usah khawatir, Jim!"
"Aku juga mau ke—"
"Tentu. Segera setelah kau dibolehkan duduk di kursi roda, kami berniat menerbangkanmu ke dok, untuk menjenguk Enterprise—"
Wajah Kirk menampilan raut tak percaya. "Sungguh? Kalian benar-benar membaca pikiranku!"
Spock berdiri, "Ucapkan sendiri terimakasih pada mereka—" dan ia membuka pintu.
Masuklah wajah-wajah yang sangat Kirk kenal betul: Sulu. Chekov. Uhura. Marcus. Scotty bersama Keenser, dan di ujung, McCoy, berusaha menampilkan wajah kesal tapi tak berhasil, dan sebagai gantinya malah seulas cengiran. "Seharusnya hanya dua penjenguk tiap kali masuk, tapi baiklah, pengecualian hanya hari ini saja—"
Kirk berbinar-binar menerima kunjungan mereka, dan bengong saat Uhura membawa sebuah mangkuk besar bertutup, dan mangkuk-mangkuk lain yang lebih kecil.
"Kita harus rayakan," sahutnya antusias, "—lagipula Scotty mengatakan, perbaikan Enterprise sudah melewati 50% dan kemajuannya pesat sekali. Itu harus dirayakan!"
Scott mengangguk dan mengacungkan jempolnya, "Kau akan segera menengoknya, Jim!"
Uhura membuka mangkuk besarnya.
Seperti—seperti pasta gigi?
Tepatnya seperti adonan belum matang mungkin ya?
Ew!
"Ini enak!" sahut Uhura, "Ini makanan khas di Swahili, namanya Ugali. Terbuat dari tepung jagung, gurih! Tadinya aku mau membawakan sesuatu yang lebih keras untuk merayakan hari ini, tetapi karena McCoy bilang kau hanya bisa makan makanan halus, jadi kubawakan Ugali ini!"
Dan ia mengisi mangkuk-mangkuk kecil itu, membagikannya pada semua, dan sekali lagi meyakinkan semua kalau Ugali itu enak!
"Untuk Kirk! Untuk Enterprise!" sahutnya sambil mengangkat mangkuk.
"Untuk Enterprise," sahut Kirk, perlahan mengangkat mangkuk juga.
"Untuk Enterprise!"
"Untuk Enterprise!"
FIN
AN:
1) Star Trek Into Darkness, hlm 307, penerjemahan bebas
