Idiot By Anaphalis Javanica
Chapter 4
'Kusarankan kau segera menyingkir Uchiha.' Batin Gaara.
-0-
"Hei Gaara." Sapa Shikamaru yang sudah berada dibelakang Gaara pagi itu.
"Ada apa?" tanya Gaara
"Besok ada pertandingan basket melawan Amegakure High School, bagaimana ini? Kita belum punya pemain tambahan." Terang Shikamaru yang sedang berjalan bersama Gaara menuju ke kelas.
"Hn. Jam berapa memangnya?" tanya Gaara.
"Pulang sekolah."
"Nanti kita urus, pulang sekolah kita latihan." Kata Gaara, Shika mengangguk mengerti kemudian Shikamaru berbelok meninggalkan Gaara karena kelasnya sudah berbeda arah sampai disini.
-0-
Ino sangat senang melihat Hinata sudah bisa hadir, mereka telah berbincang ria karena jam pelajaran kedua kini sedang kosong. Tiba-tiba Hinata merasa ingin sekali bertemu dengan orang yang baru beberapa hari ini hadir didalam kehidupannya. Padahal baru tadi pagi ia berpisah. Perasaan apa sebenarnya ini, itulah yang ada didalam pikiran Hinata.
"Ino, aku pergi dulu yah." Kata Hinata, Ino hanya mengangguk.
Hinata berjalan ke kelas 3A, ya 3A kelas Sasuke berada. Entah apa yang sedang mendorong Hinata untuk bertemu dengan Sasuke. Hinata melihat semua koridor di kelas 3 sedang sepi tidak ada orang. Mungkin pelajaran semuanya ada hari ini.
'Ahh itu dia.' Batin Hinata menatap gemas tulisan 3A itu.
Hinata berjalan cepat melewati jendela kaca disamping pintu. Ia agak berjinjit melihat guru siapa yang sedang mengajar.
'Guru Iruka, yes!' batin Hinata ceria. Hinata tau bahwa guru Iruka adalah guru yang mengajarkan pelajaran Bahasa Jepang yang tidak pemarah dan selalu menjelaskan. Dan benar saja Hinata melihat Guru Iruka sedang membelakanginya didalam karena tengah menjelaskan.
Hinata agak susah melihat karena ia harus berjinjit agar dapat melihat didalam. Jendelanya kecil mungkin panjangnya 60 cm dan lebarnya 70 cm dan letaknya agak tinggi, itulah yang membuat Hinata harus bersusah payah menahan keseimbangan badannya agar lama bertahan dari berjinjit.
Hinata melihat Sasuke dibangku agak belakang. Hinata bagaikan orang gila memanggil-manggil Sasuke dari luar jendela. Dan Sasuke melirik sekilas 'Eh?' batinnya melihat sesuatu dijendela dan benar saja, ada orang dan orang itu adalah Hinata! Sasuke melotot melihat apa yang dilakukan Hinata sekarang.
'Kurang kerjaan!' batin Sasuke. Ia menatap tajam Hinata kemudian menyuruh Hinata pergi. Hinata menggeleng-geleng tidak mau dari luar. Sasuke makin cemas takut guru Iruka melihat aksi Hinata.
Gaara bingung melihat orang disampingnya banyak bergerak tidak seperti biasanya. Gaara kemudian berhenti dari acara membacanya dan melirik Sasuke. Gaara menatap kearah pandangan Sasuke yang menuju jendela didepan. Gaara juga melotot tidak percaya.
'H-hinata?!' batin Gaara melihat aksi nakal Hinata mengganggu Sasuke belajar.
"BRAAAKK."
Sasuke sweatdrop melihat Gaara yang tiba-tiba menggebrak meja. Hinata juga kaget kemudian ia menunduk agar tidak ketahuan.
"Apa yang kau lakukan Gaara?" tanya Iruka-sensei berhenti menjelaskan
"Aku ingin ke wc." Kata Gaara dingin
'Hah kalau kau ingin ke wc tidak usah melakukan hal bodoh itu. bilang saja kau kebelet!' batin Sasuke menggeleng-geleng.
"Silahkan Gaara." Kata Iruka sambil tersenyum.
Gaara-pun beranjak keluar ketika sudah diluar, ia melihat Hinata sedang menyengir tidak jelas. Gaara menutup pintu kelasnya rapat.
"Apa yang kau lakukan disini Hinata-chan?" tanya Gaara.
"A-ano i-itu.." Hinata tidak tau harus bilang apa dia kini benar-benar malu kedapatan seniornya yang sangat hebat basket ini, yang sering ia soraki kalau ada pertandingan.
"Sebaiknya kau ke kelasmu Hinata-chan." Kata Gaara. Hinata hanya mengangguk kemudian pergi meninggalkan Gaara.
'Shit.' Gaara menendang tembok didepannya. Untung saja tembok didepannya ini bukan kelasnya melainkan tembok lab yang berhadapan dengan kelas 3A dan sedang kosong, kalau iya, mungkin orang didalamnya akan terkaget-kaget mendengar gempa dadakan.
Gaara kemudian masuk kembali kedalam kelasnya. Ia menatap tajam Sasuke, Sasuke tidak memperdulikan tatapan itu. ia terus saja kepikiran Hinata. Ketika Gaara duduk ia berusaha menahan tangannya untuk tidak melakukan hal bodoh didepan banyak orang. Tanganya terus terkepal menahan amarah yang memuncak.
"Kringgg...Kringgg...kringgg." bel istirahat berbunyi, semua murid berhambur keluar. Sasuke juga keluar, ia ingin menemui Hinata dan memarahinya. Gaara tetap diam tak bergeming ditempatnya.
'Apa yang dilakukan gadis bodoh itu!' batin Sasuke ditengah jalan menuju kelas Hinata. Sesampainya ia dikelas Hinata, ia masuk saja. Semua murid perempuan langsung tertegun melihat Sasuke, pangeran baru. Sasuke menarik lengan Hinata keluar. Semua orang kaget dengan ulah Sasuke, begitupun Hinata. Sasuke menggiring Hinata ke belakang Sekolah.
"Kau benar-benar sakit." Ucap Sasuke.
"Apa yang tadi kau lakukan? Kau gila." Lanjutnya.
"Aku tidak tau apa yang membuatku begitu tadi. Gomen." Kata Hinata
"Hah lain kali jangan bertingkah bodoh seperti itu." ucap Sasuke, Hinata mengangguk. Sasuke menempelkan telapak tangannya kekening Hinata.
"Sepertinya demammu sudah turun." Kata Sasuke.
"Mungkin." Kata Hinata polos.
"Kalau begitu kembali kekelasmu." Ucap Sasuke
"Siap Komandan!" Hinata berteriak bagaikan prajurit, ia juga hormat.
"Hah berlebihan." Kata Sasuke malas, Hinata hanya cekikikan saat meninggalkan Sasuke.
-0-
"Maaf Hinata, kali ini aku tidak bisa pulang. Aku harus latihan chers. Besok ada pertandingan." Ucap Ino, Hinata menyayangkan.
"Kamu latihan dimana?" tanya Hinata.
"Dilapangan basket didalam ruangan." Kata Ino
"Oh bagaimana kalau aku menunggumu?" usul Hinata.
"Bagaimana dengan Sasuke?" tanya Ino
"Tenang, kau duluan saja kelapangan." Kata Hinata dan Ino hanya mengangguk.
Ino dan Hinata kini berpisah, Ino ke lapangan basket di dalam gedung dan Hinata pergi kelapangan parkir.
"Hah kau lama sekali keong!" teriak Sasuke dari dalam mobil.
"Maaf maaf." Hinata mendekati jendela dipintu mobil yang tengah terbuka. Hinata kini berada didepan Sasuke yang tengah duduk didalam mobil sambil menggerutu tidak jelas. Hinata menopangkan pipinya dijendela sambil menatap Sasuke dengan tatapan sangat imut.
"Apaa?" kata Sasuke malas , ia mengetahui modus Hinata.
"Aku ingin melihat Ino latihan." Kata Hinata.
"Cih merepotkan sekali kau Nona." Ucap Sasuke, Hinata memanyunkan bibirnya dan berdiri tegap sambil melipat tangannya didepan dada.
"Iya, iya! Aku menurut! Kirimkan pesan dulu ke bibi Hana." Kata Sasuke. Hinata tersenyum ceria dan mengangguk. ia kemudian memeluk Sasuke dari luar. Dan Sasuke terkaget-kaget dengan ulah bocah ini yang tidak bisa ditebak.
"L-lepaskan, bingkainya kejeduk kepalaku!" Sasuke menahan sakit saat kepalanya tertarik keluar jendela dan membentur bingkainya.
"M-maaf hehe." Hinata melepaskan pelukannya terhadap kepala Sasuke itu. Kini Sasuke keluar dari mobil dan menaikkan kaca jendelanya yang terbuka. Kemudian Sasuke menguncinya.
"Ayoo.." Hinata sangat ceria, ia tidak sadar menggenggam tangan besar milik Sasuke lalu diayun-ayunkan depan belakang. Sasuke menatap Hinata yang sangat senang itu, Sasuke tersenyum sekilas kemudian beralih melihat kedepan.
'Inikah kebahagiaan?' batin Sasuke.
-0-
"Inooo." Teriak Hinata dibangku penonton. Ino berbalik kemudian melihat Hinata yang sedang melambai-lambaikan tangannya, Ino-pun balik melambai-lambaikan tangannya. Ino melihat Hinata sedang bersama Sasuke, tapi Sasuke sepertinya sangat malas dan hanya duduk diam sambil melipat kedua tangannya.
Gaara yang ada disitu juga melihat Hinata dan Sasuke, karena juga mendengar teriakan Hinata. Ia benar-benar frustasi! Dimana ada Hinata disitu ada Sasuke. Dia ingin segera menghabisi anak itu. Gaara melempar kasar bola basket ke ringnya dan masuk, walaupun itu lemparan super keras.
Shikamaru dan Kiba menggeleng-geleng melihat ulah Gaara yang kalau sedang mood buruk akan terlihat seperti raja iblis.
"Waah, kak Gaara hebaat." Hinata berteriak ketika melihat lemparan Gaara itu masuk. Gaara yang sedang minum itu langsung menyeringai senang, inilah yang disukai Gaara. Sasuke hanya menatap bosan melihat tingkah bodoh Hinata.
"Kau suka basket eh?" tanya Sasuke dari belakang. Hinata hanya mengangguk tanpa berpaling dari gerak Gaara.
'Cih. Rambut merah itu seakan terus menuntut untuk menantang.' Batin Sasuke yang tidak suka dengan tatapan gaje yang selalu dilemparkan Gaara kedirinya.
Sasuke terus menatap Hinata yang tengah bersorak semangat itu, 'heh dia lupa dengan sakitnya' batin Sasuke.
"Sebenarnya kau kemari untuk melihat Ino latihan atau Gaara eh?" tanya Sasuke. Kini Hinata berbalik memandang Sasuke dengan senyuman anak-anak. Sasuke memutar bola matanya malas. Seharusnya dia tidak termakan dengan wajah imut Hinata tadi. Lihat, sekarang dia menjadi obat nyamuk. Sasuke terus menatap wajah ceria Hinata yang sedang keasikan lompat didepan pagar pembatas penonton. Ia tanpa sadar ikut tersenyum.
'Kalau kau tersenyum karena basket, akan kulakukan itu.' batin Sasuke.
-0-
"Makasih yah Hinata, Sasuke-senpai mau mengantarku pulang." Ucap Ino
"Hn." Sasuke bergumam iya. Kemudian Sasukepun menggas mobil Honda Jazz itu berlalu dari rumah Ino.
"Aku lapar." Kata Sasuke.
"Ngh?" Hinata menengok Sasuke.
"Kalau begitu kita harus cepat pulang." Kata Hinata.
"Kau ada less hari ini heh?" tanya Sasuke.
"Kalau aku ada less, tidak mungkin aku mau menonton Ino." Kata Hinata ceria.
"Ino atau Gaara heh?" gombal Sasuke.
"Ish apaan!" Hinata menabok ria Sasuke. Sasuke hanya menghindar sambil menyetir.
"Ampun ampun!" kata Sasuke akhirnya Hinata berhenti dari ulahnya.
"Kita ke Daiwa." Lanjut Sasuke.
"D-daiwa? Tidak usah! Aku tidak bawa uang Sasuke!" Hinata tidak mau ke Daiwa karena ia tau itu restourant dan hotel paling mahal dan terelite di Jepang bahkan terelite ke 21 di dunia.
"Siapa yang memintamu membayar heh?" tanya Sasuke, pertanyaan itu membuat Hinata nyengir kuda.
-0-
Sasuke dan Hinata telah sampai di Daiwa, ia memberikan kunci mobil Honda Jazz itu kesupir pengganti.
"H-hei, kenapa kau tidak memarkirkannya sendiri? Ini akan lebih mahal lagi! Kau ini boros." Ucap Hinata dibelakang Sasuke. Sasuke hanya menyengir setan mendengar perkataan Hinata.
"Kau type calon istri yang baik Hinata." Kata Sasuke saat didalam lift yang akan menuju kelantai empat itu. Hinata memblushing mendengar ucapan Sasuke.
"A-apa maksudmu!" Hinata terbata dan mencoba menghilangkan perkataan Sasuke dari pikirannya.
"Suami manapun akan sangat senang mempunyai istri yang bisa mengatur keuangan dengan baik." Kata Sasuke tenang.
"Juga akan senang mempunyai istri yang pintar berteriak, pintar mengusil, pin~" kata kata Sasuke dipotong Hinata.
"H-hentikan!" Kini Hinata sesak sendiri.
"Kau malu eh?" kini Sasuke mengerjai Hinata, Hinata hanya berjalan keluar karena lift sudah terbuka dan meninggalkan Sasuke yang masih dilift itu. Sasuke suka dengan gaya Hinata itu, hahaha.
"Ah Tuan, selamat datang kembali." Kata wanita pencatat itu.
"Mana pacar Tuan?" tanyanya sambil tersenyum geli.
"Ini." Sasuke menunjuk Hinata.
"Wah, pacar Tuan cepat sekali tumbuh yah." Kata wanita pencatat itu dan Sasuke mengangguk
'Apa maksudnya? Mungkin Hanabi.' Hinata membatin.
"Kau mau apa heh?"tanya Sasuke.
"Aku mau makanan yang kau bawa kemarin bersama Hanabi." Jawab Hinata.
"Aku pesan semua makanan yang seperti kemarin." Ucap Sasuke
"Dan juga panggilkan bosmu." Lanjut Sasuke, wanita itu mengangguk dan Hinata? Dia kebingungan sendiri.
Kini Sasuke dan Hinata duduk dikursi yang sama seperti saat Sasuke dan Hanabi datang kesini.
"Hei pantat ayam." Sapa Sai a.k.a Om Sasuke. Sasuke memberi tanda agar tutup mulut. Sai mengerti.
"Ya Zombie." Kata Sasuke tanpa Om didepan Zombie.
"Hinata, perkenalkan ini Sai temanku. Dia pemilik Daiwa." Kata Sasuke bohong bahwa Sai adalah temannya.
"Ya itu benar (bohongnya =3=) ." Kata Sai dengan senyuman andalannya. Hinata hanya mengangguk.
"Mana pacarmu yang kau bawa kemarin?" tanya Sai yang sudah duduk.
"Dia sibuk dengan calon mertuaku. Hahahaha." Sasuke tertawa
"Jadi siapa Nona ini?" tanya Sai
"Kakak Iparku, hahaha."
Hinata yang mendengar itu langsung menendang kaki Sasuke, Sasuke langsung berhenti tertawa dan memandang horror ke Hinata.
"Namaku Hinata Hyuuga." Ucap Hinata sambil tersenyum. Sai juga membalas senyum Hinata dengan senyuman over parah! Abaikan! Kini pesanan Sasuke telah tiba. Sai pamit dulu karena ada kepentingan lain.
"Kau hebat Sasuke, bisa berteman dengan pemilik Daiwa." Ucap Hinata yang sedang memakan lahap pastanya. Sasuke tidak menggubris perkataan Hinata, kini ia benar-benar kelaparan karena belum makan dari tadi waktu jam istirahat.
"Darimana kau mengenalnya?" Hinata lagi-lagi menanyakan hal tidak penting
"Kau mau kujodohkan dengan dia hah?" kata Sasuke marah karena diganggu makan. Hinata langsung menggeleng-geleng cepat. Setelah selesai makan, Sasuke dengan berkedok "Aku kekasirnya dulu, mau bayar." Itu langsung meninggalkan Hinata menuju kekasir dan bukannya malah membayar, Sasuke malah minta dibuatkan lagi 3 porsi pasta yang sama dan dibungkus. 'Hah dasar Sasuke' batin Author menggeleng-geleng.
"Ayo." Sasuke memanggil Hinata pulang. Hinata mengikuti Sasuke.
"Kau membungkuskan mamaku lagi?" tanya Hinata tidak percaya.
"Ini untuk calon mertuaku, kau urusi dirimu." Ucap Sasuke sambil mengejek Hinata.
"Huft Hanabi benar-benar beruntung mempunyai calon suami sepertimu." Ledek Hinata
'Beruntung eh? Benarkah?' batin Sasuke.
-0-
Kini Sasuke dan Hinata telah sampai dirumah, Sasuke duluan masuk dan
'DEG.'
'S-sakura?!' Sasuke melihat Sakura sedang duduk berbincang-bincang dengan bibi Hana. Hinatapun juga terheran-heran dengan wanita berambut pink itu.
"Sasuke!" teriak Sakura senang, Sakura langsung menghambur memeluk Sasuke.
'DEG.'
Hati Hinata terasa nyeri dan sesak melihat pemandangan itu. ia kemudian berjalan cepat meninggalkan mereka bertiga. Saat Hinata sudah ada didalam kamarnya, ia berjalan gontai ke ranjangnya. Ia menjatuhkan dirinya dilantai sambil berusaha menahan air matanya namun nihil, ia tak mampu. Hinata menarik bantal domonya dan membenamkan wajahnya dibantal itu sehingga suara isakannya tidak terlalu kedengaran.
Sasuke yang melihat Hinata berjalan pergi meninggalkannya itu langsung droop seketika.
'H-hinata.' Batin Sasuke memanggil Hinata.
To be continued sfx : Haru-haru by BIGBANG
Author minta reviewnya. Itu menjadikan semangat author bertambah x)
saran dan kritik sangat diterima.
