Sekedar Diary Biasa

Disclaimer = Aoyama Gosho
Pairing = Shinichi x Ran


"Sonoko ada-ada saja. Bisa-bisanya meninggalkan HP di cafe seperti itu" batin Ran. Ran pun melihat jam di layar ponsel itu.

"Waah, sudah jam 9 saja. Aku tulis diary di kamar dulu deh" ujar Ran.

Dear diary...

Hari ini Sonoko mengajakku ke suatu cafe, namanya cafe Morriz. Tujuan dia sih hanya untuk melihat-lihat laki-laki keren. Lalu ada seorang pelayan yang sangat ceroboh yang menumpahkan lemonade ke atas rokku. Namanya Kudo Shinichi. Memang sih dia terlihat cool, tapi aku masih sedikit kesal dengan kecerobohannya tadi, ah biarlah. Lagipula sudah baik dia mau mengembalikan ponsel Sonoko yang tertinggal disana kan? Gak masalah buatku.

"Hufft selesai juga menulis diarynya" kata Ran sambil menutup buku diary berwarna coklatnya itu, "sekarang aku harus tidur" pikirnya. Ia pun menyikat gigi lalu segera tidur.

"APA? KAU SUDAH MENEMUKAN PONSELKU?! DIMANA?!" teriak Sonoko di rumah Ran.
"Iya, kemarin pelayan yang ceroboh itu datang kesini dan mengembalikan ponselmu. Nih" ujar Ran sambil menyerahkan ponselnya.
"Syukurlah, ini ponsel penting untukku. Aku harus berterimakasih padanya! Ayo, kita kesana lagi!" kata Sonoko sambil menarik tangan Ran.
"Hah? Kembali kesana lagi?" kata Ran yang sudah tidak didengar Sonoko lagi. Ran pun hanya pasrah.

"Mana yah pelayan yang kemarin" ujar Sonoko sambil melihat sekeliling.
"Selamat siang, kami cafe Morriz akan memberikan pelayanan yang terbaik. Mau pesan apa, nona?" tanya orang dibelakang mereka berdua.
"Loh, kamu pelayan yang kemarin? Kami mencarimu sedari tadi!" kata Ran senang.
"Ahh kalian yang kemarin. Ada apa?" tanya Shinichi heran.
"Temanku Sonoko ingin mengucapkan terimakasih padamu" kata Ran sambil menunjuk Sonoko.
"Ohh jadi nama gadis berambut pendek ini Sonoko. Hal mengembalikan HP itu tak masalah, sudah kewajibanku sebagai pelayan" kata Shinichi sambil tersenyum.
"Bagaimana kalau kau bekerja di cafe milikku saja? Kebetulan itu hadiah kelulusanku..." kata Sonoko berharap.
"Hmm bagaimana yah?" Shinichi bingung.
"Sudah terima saja. Karena cafe Sonoko belum ada pelayannya kamu pasti bisa segera naik pangkat, Shin" ujar Ran.
"Baiklah. Awal bulan depan aku akan bekerja di cafe milikmu Sonoko. Sekalian cari pengalaman" jawab Shinichi senang.

1 bulan kemudian...

"Namanya cafe LaKawaii... Disini Ran akan menjadi asistenku, karena aku belum tentu sempat mengurus cafe ini. Ya, aku harus belajar mengenai perusahaan Suzuki juga karena akulah generasi penerusnya. Jadi, urusan cafe ini kupercayakan pada Ran. Shinichi, kamu harus bekerja dengan baik!" ungkap Sonoko panjang lebar.
"Ba-baik! Akan saya lakukan semampu saya!" jawab Shinichi tegas.
"Ran, aku masih harus bertemu paman Jirokichi untuk urusan keluarga nih, kutinggal ya" ucap Sonoko.
"Baik, serahkan padaku" jawab Ran enteng.
Sonoko pun langsung pergi dari tempat itu.

"Hey, Shinichi, bagaimana? Kau suka cafe ini?"
"Y-ya, tentu saja!"
"Kau orangnya pekerja keras juga ya... Apa tidak ada yang mengurusmu? Kau tidak memiliki pacarkah?"
Shinichi tersentak kaget.
"Ehhh... Saya kan masih muda, jadi memang belum punya pacar... Dan tipe saya memang pekerja keras" kata Shinichi gagap.
"Tidak usah gugup begitu. Kamu kan kepala pelayan disini, tidak apa-apa kalau bercanda dengan bosnya... Hehehe" kata Ran santai.

Malam harinya...

Dear diary...

Hari ini aku dan Shinichi mulai bekerja di cafe Sonoko. Shinichi ternyata orangnya pekerja keras dan sangat sangat tidak mudah diajak bercanda. Orang yang membosankan, tapi sikapnya itu sangat lucu dan unik! Besok kuharapkan akan jadi istimewa, apalagi 1 minggu lagi hari ualngtahunku...


Selesai juga chapter 2 nya... Komen ya guys~