Kali ini saya meluruskan semua review nih, dan arigatou banget review nya sangat membantu :)

Pertama, dan yg paling utama adalah soal OOC...

Kan, di awal saya udh kasih peringatan, 'bagaimana jika pertemuan shinichi dan ran SANGAT BERBEDA dengan cerita aslinya?'

Jadi, memang banyak OOC, tp masalah pairing, semuanya gk OOC kok :D jadi #ShinRanForever ;)

Dan masalah kedua, ceritanya pendek dan alurnya ngebosenin,,

Itu gomennasai banget, soalnya saya author baru... Jadi inspirasinya juga belum terlalu banyak... Pengalamannya juga...

Semoga di chap 4 ini, saya bisa setidaknya memperbaiki chap-chap sebelumnya yang jelek :D


Sekedar Diary Biasa

Disclaimer = Aoyama Gosho
Pairing = Shinichi x Ran


"Shinichi sangat berbeda hari ini" batin Ran.

Hari itu Shinichi sangat sering menelepon, dan selalu sembunyi-sembunyi. Layaknya mata-mata, pikir Ran. Tapi semua dugaan itu sirna, saat sore harinya Shinichi membawa 3 orang remaja untuk deperkenalkan padaku.

"Kenalkan, Ran, ini Shiho, Sera dan Eisuke. Mereka ini ingin mencoba mencari pengalaman di cafe ini" kata Shinichi.

Aku melihat Shiho lebih dahulu. Kelihatannya gadis yang menyeramkan, seperti pelit senyum. Lalu Sera, dia ini sangat bertolak belakang dengan Shiho. Dari tadi senyam senyum terus, sangat periang. Eisuke, perawakannya berantakan, tadi saja hampir tergelincir.

"Hmm,, bagaimana ya? Sera bisa kutugaskan untuk waitress, Shiho untuk koki saja, ya? Dan Eisuke..."

"Jadi tukang bersih-bersih juga tidak apa-apa!" kata Eisuke tersenyum riang.

"Ba-baiklah... Jadi kalian boleh mencari pengalaman di cafe ini. Semoga berhasil!" kataku sambil berusaha tersenyum.

Lalu terlihat, Shinichi kelihatan berbicara rahasia dengan mereka, sebelum mereka semua pulang untuk mempersiapkan diri besok.

Dear diary...

Hari ini cafe kedatangan 3 pegawai baru. Shiho, Sera dan Eisuke. Mereka punya ciri khas yang berbeda-beda, aku yakin kami semua akan mewarnai cafe ini. Sonoko sangat jarang datang belakangan ini, kudengar dia sedang liburan keluarga di London, baru pulang 3 hari lagi. Shinichi juga aneh, dia terlihat menyembunyikan rahasia bersama 3 orang remaja itu. Ya, sudahlah, toh ini tak merugikaanku juga...

Keesokannya mereka benar-benar datang untuk bekerja. Tak disangka masakan gadis seram itu enak juga. Lebih tak disangka lagi lelaki ceroboh itu bisa mengerjakan tugasnya dengan sangat baik. Seperti keajaiban saja.

Aku pun tak ambil pusing. Aku juga kerjakan tugasku yaitu mengawasi mereka semua. Kerja mereka baik sekali. Pasti kalau mereka melamar di cafe lain akan langsung diterima. Tapi,,, Shinichi. Dia semakin aneh. Sangat aneh. Aku tak mengerti mengapa ia hari ini murung sekali.

Beberapa hari setelahnya, mereka berempat mengajakku pulang bersama. Namun, aku dibawa ke atas bukit.

"Ada apa ini?" tanyaku.

"Ran, hari ini hari terakhir aku bekerja" kata Shinichi.

Apa? Kenapa? Kok bisa? Pikirku.

"Pasti kau bertanya-tanya ya? Setelah ini aku akan pergi ke London, tempat orangtuaku berada. Doakan aku ya" kata Shinichi lagi.

"Aku titipkan Ran pada kalian bertiga ya" kata Shinichi pada Shiho, Sera dan Eisuke.

"SEBENARNYA ADA APA INI? KALIAN MEMPERMAINKANKU YA?" tanyaku marah. Aku tidak suka dibuat bingung.

"Ran, ketahuilah, Shinichi menyukaimu" kata Shiho lantang.

"Ia dipaksa orangtuanya pergi ke London untuk melanjutkan pendidikan lebih lagi" dilanjut Eisuke.

"Maka ia memanggil kami sahabatnya saat SMU agar menggantikannya menjagamu dan menemanimu disini" kata Sera.

"Shi-Shinichi..." kataku lirih. Apa aku juga menyukainya? Aku tidak tahu!

"Ran..." kata Shinichi, loh? Seperti belum selesai mengucapkan. Tiba-tiba...

"Happy birthday,,, happy birthday..." loh? Suara Sonoko! Jangan-jangan...

"Happy Birthday Ran-chan!" semuanya serentak meneriakkan itu. Aku kaget! Mengapa aku bisa tidak sadar kalau mereka hanya mengerjaiku?!

"Kami berhasil melarutkan suasana ya? Kau tidak curiga sama sekali akan kejadian aneh ini" kata Shinichi dengan senyum bangganya.

"Kalian ini, acting kalian pintar sekali sih?!" kataku kesal.

"Tapi, aku memang benar-benar menyukaimu Ran" kata Shinichi.

"Ya, aku juga menyukaimu" ucapku spontan begitu mengingat dia selalu bisa membuatku bahagia.

"Yeaayy! Kita ditraktir makan dan peje!" teriak Sonoko. Ampun deh Sonoko...

"Hari ini hari terindah dalam hidupku. Terima kasih teman-teman" ucapku senang dan terharu.

THE END


SELESAI! Aku memang pengen tamatin aja fic ini, soalnya alurny udh gk jelas :D semoga akhirnya membahagiakan menurut kalian ya :)