Fieldtrip
Pairing: RomWoo, JunTK
Rating: T (bisa berubah)
Disclaimer: C-CLOWN belongs to Yedang Ent., their family, and God. Sunggyu belongs to Woolim Ent., his family, and God.
Warning(s): Typo(s), Sho-ai, OOC, AU, horrible storyline
note(s): ide murni dari otakku, kalau ada kesamaan jalan cerita, itu hanya kebetulan. Di sini, membernya ditulisnya pake nama asli, bukan stage name. Jadi Taemin sm Minwoo itu bukan Taemin SHINee atau Minwoo Boyfriend.
DLDR! NO BASH OR FLAME!
.
.
.
"Huh, kenapa mesti aku? Padahal biasanya aku jago." gerutu Minwoo. Ia berjalan dengan lesu seraya membawa wadah berisi beras. Ia berjalan memasuki hutan, menuju sungai masih terus menggerutu.
Mengapa Minwoo menggerutu?
Flashback
"Baiklah, sekarang sudah hampir malam. Silahkan kalian memasak makan malam. Makan malam kali ini adalah kare." terdengar gerutuan hampir dari seluruh murid. Well, kare memang makanan yang kelewat standar untuk kemping. "Yang mengeluh akan terkena detensi seperti Barom dan kelompoknya."
Seketika langsung hening.
"Ya, hyung! Kenapa hanya namaku yang disebut?!" keluh Barom mendengar teman-temannya hanya disebut sebagai anggota kelompoknya, bukannya nama mereka masing-masing. Menurutnya, itu membuat harga tirinya turun di depan Minwoo.
"Diam atau kutambah hukumanmu."
"Aku akan diam, hyung." Hanya butuh satu kalimat untuk menaklukkan Yu Barom yang keras kepala dan tempramental. Tepuk tangan yang meriah untuk Kim Sunggyu.
"Good, sekarang kalian silahkan membagi tugas. Ada yang mencuci beras, ada yang memasak dan lainnya. Kalau kerannya penuh, kalian boleh mencuci beras di sungai, tapi hati-hatilah. Selamat bekerja!" Dengan itu, diakhirinya penjelasan singkat itu. Minwoo dan kelompoknya berdiri melingkar dan melakukan suit untuk menentukan siapa yang mencuci beras.
"Kawi bawi bo!"
4 anggota termasuk Jaejoon keluar, menyisakan Minwoo, ketua kelompok-Donghyun-, dan anggota OSIS-Jinyoung-. Mereka saling bertatapan sebelum memulai lagi.
"Kawi bawi bo!"
Gunting,
Gunting,
Kertas.
"Yayyyy!"
"AGHHH!" Sepertinya pemilik suara itu sudah tidak perlu ditanyakan lagi.
Flashback End
"Seingatku, dulu aku cukup jago dalam suit." Minwoo memiringkan kepalanya bingung. Ia mengabaikannya dan kembali berjalan. Ke-8 keran di dekat tempat kemping mereka penuh dan antri, karena itu dengan sangat terpaksa dia mengambil uangnya di sungai. Ia akan mencucinya di tempat kemping saja.
"Yah, apanya yang dekat?" Gerutunya. Ia sudah berjalan selama 20 menit tapi belum menemukan sungai. Ia terus berjalan hingga matanya melihat pantulan cahaya berwarna kebiruan di depan. "Ah, itu dia!"
Minwoo segera berlari menghampiri sungai itu. Ia duduk di pinggir sungai, menciduk air itu ke dalam wadah.
"Hei." Seseorang mendudukkan dirinya di samping Minwoo.
"Ah, Jun-hyung. Apa yang kau lakukan? Kau tidak memasak?" Minwoo tersenyum seraya bertanya. Kangjun balas tersenyum dan menggelengkan kepalanya. "Wae?"
"Anggota kelompokku semuanya yeoja kecuali aku dan Seokjin. Dan mereka melarangku dan Seokjin untuk memasak, alasannya 'namja tampan seperti kalian tidak pantas untuk memasak, ini tugas kami para yeoja'." ucap Kangjun diakhiri dengan helaan nafas berat. Minwoo terkekeh, memukul pundak Kangjun. "Yah! Wae?!"
"Tidak. Kau masih sama seperti dulu, tidak suka diperintah." Melihat senyuman Minwoo, refleks Kangjun mendekatkan wajahnya. "H-hyung.."
"Ah, mian.." Kangjun langsung menjauh. Keduanya terdiam dalam suasana yang canggung.
"Hyung/Minwoo." ucap mereka bersamaan. Kangjun dan Minwoo saling melihat satu sama lain sebelum tertawa. "Kau duluan/kau duluan."
Lagi, mereka tertawa.
"Kau duluan, Jun-hyung." ucap Minwoo. Kangjun mengangguk sementara Minwoo mendengarkan.
"Aku minta maaf.. Tiba-tiba eommaku sakit keras di Cina, sehingga aku harus berada di sana selama beberapa bulan. Aku baru mengetahuinya setelah kita, ehm, putus. Dan aku berangkat seminggu kemudian. Mianhae." ucap Kangjun. Minwoo tersenyum lembut dan menggelengkan kepalanya. Ia lalu menyandarkan kepalanya di bahu Kangjun, sembari menutup matanya.
"Gwaenchana, hanya seharusnya kau memberitahuku waktu itu. Tapi, setidaknya kau bukannya menghindariku. Syukurlah~" ucap Minwoo senang.
"Minwoo-ah.."
"Hm, wae?"
"Pernahkah kau berpikir tentang kita lagi? Untuk mencobanya lagi, kita berdua?" pertanyaan Kangjun yang tidak to-the-point, membuat Minwoo sedikit bingung.
"Maksudmu?"
"Aku masih menyukaimu."
"Oh." Hanya itu reaksi Minwoo. Ia tidak mengerti, apa yang harus ia lakukan? Mantannya yang dulu memutuskannya memintanya kembali. Ugh! Rasanya ia ingin mati saja memikirkannya! Lebih dari 3 tahun, ia berusaha melupakan Kangjun. Dan sekarang, baru bertemu selama 3 jam saja, dia sudah menyatakan perasaannya. Entah Minwoo kesal, sedih, kecewa, atau malah sedikit... gembira?
"Em, sepertinya aku lebih nyaman dengan Jun hyung sebagai sahabatku ketimbang pasangan. Karena itu, jeongmal mianhae.."
Minwoo menundukkan kepalanya. Tidak dapat dipungkiri, ia masih mempunyai perasaan terhadap Kangjun tapi hanya sedikit. Seperti hanya 5-10% saja.
Ia lebih merindukannya, Kangjun yang dulu. Hyung yang selalu ada di dekatnya dan selalu membantunya. Hyung yang jago menyanyi dan memiliki wajah tampan. Hyung yang diluarnya terlihat cool dan keren, tetapi sebenarnya cukup sifatnya cukup absurd dan random. Ia lebih suka itu semua ketimbang Jun hyungnya yang berusaha membahagiakannya dengan cara-cara yang romantis.
"Ah, geuraeyo? Baiklah." ucap Kangjun.
"Hyung, aku memang menolakmu. Tapi jangan sampai kau pergi dan menjauhiku seperti dulu. Ingat! Kau hyungku yang paling berharga dan paling kusayangi!" Kangjun tersenyum lalu merangkul pundak Minwoo.
"Tidak akan. Mianhae, Minwoo-ah." Kangjun mengangkat dagu Minwoo, membuat mereka bertatapan. Ia mendekatkan wajahnya, namun Minwoo menghentikannya. "Terakhir kali, Minwoo-ah."
"Ah, nde." ucap Minwoo sebelum Kangjun menciumnya lembut.
.
.
.
"Agh! Ini melelahkan!" Barom merebahkan tubuhnya di dalam tendanya yang sudah didirikan. Taemin mengikutinya, berbaring di samping Barom.
"Kau tidak mencari Minwoo?" Pertanyaan Taemin membuat Barom langsung melompat bangun.
"MINWOO CHAGI~!"
"Seharusnya tidak kuingatkan." keluh Taemin.
.
.
.
"Jaejoonnie, kau melihat Minwoo chagi?" tanya Barom. Jaejoon yang sedang memasak kari, menatapnya dengan pandangan jijik.
"Jangan panggil aku seperti itu, itu menjijikan. Dan sejak kapan Minwoo hyung menjadi namjachingumu?" tanya Jaejoon kesal. Well, sebenarnya ia cukup kesal dengan Barom yang selalu mengganggu Minwoo hyungnya.
"Sejak aku menyukainya."
Jaejoon facepalm.
"Dia baru kembali dari mencunci beras. Tuh, sekarang dia sedang reunian dengan Jun hyung." Jaejoon menunjuk Minwoo yang sedang mengobrol dengan Kangjun di depan tenda.
"Jun? Siapa dia?"
"Kau tidak tahu?" pertanyaan Jaejoon dijawab dengan gelengan Barom. Entah kenapa Barom mempunyai firasat tidak enak. "Dia Kangjun, dulu sempat pindah ke Cina dan baru kembali kemarin. Dia hyung kesayangan Minwoo."
Oh tidak, firasatnya bertambah tidak enak.
"Ah, dia juga mantan namjachingu Minwoo hyung."
Ah, betul.
TBC
Akhirnya chapter dua selesai \(-w-)/!
Aku lagi nggak ada ide... Aku lg males baca ff, soalnya aku lagi tergila-gila sama Kuroko no Basuke apalagi AkaKise~ / jadi mungkin feel di chapter ini agak kurang.
RnR, annyeong!
