Disclaimer : Shingeki no Kyojin a.k.a Attack on Titan punya Isayama sensei *sembah sujud*

Eren punya saya:3*dihajar rivaille-loh?*

Ini pertama kalinya saya membuat fanfic. Jadi mohon maaaapppp sebesar-besarnya sebesar oppai titan Annie-eeh *blush* kalo bahasanya kacau, OOC banget, serta garingkriuk kriuk, typo bertebaran~

Sekali lagi gomen ne kalo bahasanya ngaco banget. So, happy reading minna! Jangan lupa ripyuw yaa

.

.

.

FLASHBACK

"Diam, Eren!"

Sejenak aku terdiam. Terkejut karena teriakannya. Namun aku berusaha untuk tenang dan kembali menjelaskannya.

"Mungkin kau salah orang, aku tidak pernah bertemu deng-"

"Mmm.."

Tiba-tiba saja Mikasa mengecup bibirku. Entah kenapa, tapi aku merasakan sesuatu yang sangat damai. Air matanya menetes, mengalir membasahi pipinya. Lalu ia melepaskan kecupannya dariku dan mengusap air matanya.

"Ma-Maafkan aku Eren!" katanya sambil berlari menjauhiku.

Aku hanya diam terpaku. Entah kenapa perasaan ini seperti membawaku ke dunia lain, dunia yang penuh dengan kedamaian dan tentu saja, cinta.

.

Tiba-tiba saja kepalaku terasa sangat sakit. Seperti dipukul oleh titan hingga hampir hancur. Kuputuskan untuk berbaring sebentar.

'' Eren.. lihat! Itu adalah gerbang utama Maria! ''

'' Ya.. akhirnya kita dapat kembali kesini..''

'' Aku penasaran apa yang ada di luar sana. Aku dengar di sana banyak makhluk-makhluk aneh.. tapi jika mereka menembus dinding, aku janji akan selalu melindungimu! Heeheee!''

''Jangan bodoh, akulah yang akan melindungimu, Mikasa!''

Teeeeengggg... Teeeeeng...

Hah? Apa yang aku mimpikan?! K-kenapa ada Mikasa? Ini semakin membingungkan..

'' Eren, sedang apa kau?''

'' Oh? Ini, aku sedang melihat peta. Ada apa, Mikasa?''

'' E-ehh.. mm.. A-aku minta maaf!''

''Minta maaf untuk apa?'' Aku sedikit terkejut dengan perkataannya.

'' Aku minta maaf untuk yang... waktu itu''

Kulihat mukanya semakin merah. Tangannya bergerak menutupi mukanya dan menahan malu.

''Tidak apa-apa.. aku tahu perasaanmu. Akulah yang harus minta maaf.. ''

Perlahan aku memegang tangannya dan memeluknya dengan hangat. Sekilas aku mengingat sedikit memori bersamanya yang dulu hilang... terlintas gambaran seorang gadis kecil yang berjuang keras... berjuang untuk bertahan hidup di dunia yang kejam ini. Rasanya aku ingin selalu memeluknya seperti saat ini dan tidak akan melepaskannya. Aku tidak tahu kenapa, tapi aku merasa kalau dia adalah orang yang paling penting bagiku.

- BERSAMBUNG -

GAAAAHH~~~ Aku gatau harus gimana, well akhirnya jadi juga ._.

review please? (/^o^)/