Innocent of Snow
.
Pairing : KyuBum x KyuMin
Disclaimer : OOC, typo(s), BL, Fast, Abal-abal, Bored, RnR
Warning : Tidakkah kalian tau bila Tuhannya cerita adalah author? Jadi, jangan hujat amoree ne *DitimpukSendal
.
.
Musim terus berganti, waktu terus bergulir, bahkan degup jantung pun masih terus berdetak. Semua tetap sama, tak ada yang berubah meskipun masih tampak terlihat layaknya stalker. Ya, begitulah hari-hari yang kerap Kyuhyun jalani. Ia tak pernah bosan mengikuti aktivitas Kibum walau namja tampan itu takkan bisa mengingatnya. Kyuhyun gila? Ya.. bisa kalian katakan ia memang namja pabo, babo, ataupun gila.. ia takkan peduli dengan cemoohan orang-orang. Dia akui memang akan hinaan tersebut, semua benar! Ia telah buta, Kyuhyun telah buta akan cintanya yang sepihak..itu yang mereka katakan! Tapi ia yakin, ini bukanlah cinta sepihak..Kibumnya juga mencintainya, Kibumnya selalu merindukannya, dan yang terpenting.. dari hati yang terdalam, Kibumnya tidak melupakannya.
Tak ubahnya hari ini. Rintik kehidupan kerap menggelitik mereka yang tengah beraktivitas. Uap dingin yang menyapapun tak luput dari jangkauan kita. Ya, kini musim gugur telah datang dan Kyuhyun masih tetap berada didekat Kibum. Lihat saja namja pucat tersebut yang tengah memandang Kibum. Senyum manisnya terkembang saat Kibum menatap kearah Kyuhyun. Kyuhyun melambaikan tangannya girang, namun Kibum lansung melengos.
Kini mereka tengah berada di Kona Beans. Mereka memang tengah duduk berdampingan secara tak lansung, apabila kaca besar ini tak terpasang diantara mereka. Kyuhyun selalu duduk ditempat favoritnya, tapi tidak dengan Kibum. Tempat favoritnya bukan lagi tempat yang kini Kyuhyun duduki, ia lebih memilih duduk diluar bersama dinginnya hari yang berlalu. Para pegawai bahkan Siwon sering memintanya untuk duduk didalam, mengingat udaranya yang cukup dingin. Kibum menolak halus dengan mengatakan bila ia menyukainya. Mereka tak mampu lagi untuk membujuk Kibum, bosan mungkin selalu mendapat jawaban yang sama setiap ditanya. Namun, hanya para pelanggan yang singgah kerap memandangnya aneh. Bagaimana tidak? Disaat semua orang lebih memilih meja didalam kafe, mengingat udara diluar yang cukup dingin..Kibum malah memilih untuk berehat diluar.
"Pelayan…"panggil Kibum. Mereka mungkin tak mendengar, namun acungan tangannya yang menjulang tinggi mampu menarik perhatian mereka.
"Biar aku saja.." halang Kyuhyun saat seorang pelayan hendak menghampirinya. Diambilnya nampan, beserta buku menu dari genggaman pegawainya.
"Tapi tuan.." bantahnya ragu.
"Ah..sudah, kau urus saja pelanggan lain. Biar Kibum hyung aku yang urus."
Pegawai tersebut mengerti dan membiarkan Kyuhyun melesat menghampiri Kibum. Ia tersenyum riang saat Kibum menatapnya datar. Earphonenya masih terpasang, menutupi kedua daun telinganya. Kibum segera menatap Kyuhyun yang berada disampingnya. Ia seolah tak peduli akan senyuman bodoh Kyuhyun. "Americano dan juga Gelato…"
"Gelato?" bingung Kyuhyun. Kibum mengangguk pasti. Kebingungan Kyuhyun bukan disebabkan bila ia tak mengetahui makanan apa itu, ia tau..sangat tau. Gelato, es krim khas italia dengan topping buah sebagai pelengkapnya. Gelato memang tersuguh dietalase kafenya, bahkan menjadi primadonanya di Kona Beans. Tapi? Lihatlah cuaca! Ini tengah musim gugur, bahkan hujan masih mengguyur Seoul! Dan Kibum malah ingin memakannya dihari yang salah?
"Tapi hyung.. ini musim gugur dan udaranya cukup dingin, kenapa kau ingin memakan es krim?"
"Hyung?"
"Oh, maafkan saya. Tapi apa anda tidak salah? Cuaca hari ini sedang tidak baik untuk memakan es krim. Tapi anda malah ingin mencobanya? Apa anda tak ingin mencoba menu kami yang lain? Misalnya Tiramisu atau Strawberry Cup Muffin?" Kibum menggeleng dan bersikukuh ingin dengan menunya.
"Apa lagi yang anda tunggu?" tanya Kibum jutek saat Kyuhyun masih terpekur ditempatnya. Kyuhyun melesat kedalam namun pandangannya masih terarah pada sosok Kibum yang kembali hanyut dalam alunan lagu di earphonenya. Ia sedih melihat Kibum saat ini, terlihat terkucilkan dari kehidupan sosialnya..bahkan tampak terlihat jelas kini, saat ia seorang yang duduk diluar kafe. Ia hanya diam dengan tatapan kosongnya memandang rintik hujan yang masih mengeroyok bumi dengan angkuhnya, berbanding terbalik dengan mereka yang tampak asyik menikmati alunan lagu dan juga celotehan satu sama lain dengan hangatnya didalam. Kibumnya, semakin sendiri!
'Aku termangu memandang langit malam. Saat ini mereka terlihat indah, bintang-bintang saling hidup berkelompok sehingga membentuk suatu gugusan yang berarti. Namun satu yang tampak beda. Ia kecil tak bercahaya, aku bergumam 'Kau dan aku sama..'' (Kibum)
Kibum Pov
Aku disini duduk sendiri! Tapi aku salah, aku tidak sepenuhnya sendiri. Lihatlah hujan saat ini yang saling beradu menemaniku. Bahkan udara dinginpun ikut duduk bersamaku. Aku aneh? Bisa kalian katakan itu, karena inilah duniaku. Dunia yang sebenarnya tidak aku inginkan, dunia yang sebenarnya sangat aku benci. Aku cemburu! Aku cemburu dengan sekelompok orang-orang yang duduk dibelakangku. Mereka terlihat damai, mereka terlihat hangat.. dan yang pasti, mereka terlihat bahagia. Tidak sepertiku dan juga teman-temanku.
Aku ingin! Sangat ingin! Tidak pantaskah aku menjadi egois saat ini Tuhan? Aku sudah lelah dengan jalan ini, hidup sendiri dan harus melupakan semuanya. Tidak! Bukan ingatanku yang terlupakan, tapi wajah mereka yang aku lupakan. Aku bukan tak ingin mengingat mereka, aku lelah..aku lelah untuk menggali ingatanku akan mereka, dan hasil yang kudapat? Nol.
"Americano dan juga Galeto, sesuai pesanan anda tuan.." seru seseorang. Aku menoleh, Jujur! Aku masih bingung siapa gerangan namja pucat tersebut. Aku ingat apa yang aku pesan, tapi apakah dia yang melayaniku tadi? Tapi terserahlah..
Aku mengambil pesananku dan meletakkannya dihadapanku. Segelas Americano hangat dan juga galeto yang dingin, sungguh berbanding terbalik bukan? Itulah yang aku suka, tapi aku juga bingung kenapa aku menyukainya. Aku menuangkan seperempat americanoku keatas galeto yang memuncak itu dengan sadisnya. Kulirik namja itu yang tampak terkejut dengan apa yang kulakukan. Aku tak peduli dengan apa yang ia fikirkan tentang hal bodoh yang kulakukan, toh aku juga yang membayar. Aku juga bingung dengan apa yang aku lakukan ini, naluriku yang menginginkannya.
"Hyung…itukan?" ujarnya. Aku heran, kenapa ia memanggilku hyung? Apa kami punya suatu ikatan? Bilapun ada, maafkan aku..aku tak bisa mengingat wajahmu. Tak ku pedulikan ia, lalu aku menyuap 'AmerLeto'hingga penuh membasahi rongga mulutku. Aku terkesima dengan apa yang kulahap. Rasanya pun tak kalah segarnya walau harus mendapat kecaman konyol dari orang yang melihatnya. Lihatlah dia, namja pucat tersebut masih saja berdiri kaku memandang kearahku, tampaknya ia juga menganggapku aneh! Tubuhnya tampak sedikit bergetar dan lansung meninggalkanku dengan seribu pertanyaan.
'Americano dan juga Galeto. Kau tau kan hyung, Americano rasanya sedikit pahit? Dan juga Galeto yang rasanya sangat manis? Itulah warna kehidupan kita hyung. Terkadang kita merasa hidup ini pahit untuk dilalui, namun terkadang hidup juga terasa manis.. Bukankah jalan hidup kita sama dengan rasa mereka? Tapi coba kau campurkan Americano kedalam galeto hyung. Mereka terasa seimbang bukan? Kau tau maksudnya hyung? Walau hidup yang dilalui terasa sulit,tapi kau harus tetap tersenyum agar kesulitan itu tertutupi dengan senyuman yang kau ukir, dan lama-kelamaan senyuman itu akan abadi untukmu' (Kyuhyun)
Kibum End
Author Pov
Kyuhyun terduduk lemas diruang ganti pegawainya. Memang sedikit aneh saat kenapa seorang pemilik kafe melarikan dirinya diruang ganti pegawainya. Kyuhyun menangis, ia menangis disana. Ia menekuk kedua kakinya dan menangis layaknya anak kecil. Siwon melihatnya dan lansung duduk disamping adik tiri kesayangannya tersebut. Dirangkulnya adiknya sayang. Kyuhyun tak menolak, dan kembali menangis sedih dalam rangkulan kakaknya itu. "Heii captain, kenapa kau begitu cengeng saat ini?"tanya Siwon dengan nada bergurau.
"Bukannya kau sudah terbiasa? Tapi kenapa sekarang kau malah menangis disini?" tanya Siwon lembut. Kyuhyun menggeleng manja, dan Siwon hanya tersenyum melihat sifat Kyuhyun yang kini seolah manja.
"Ini.." ujar Siwon seraya memberinya sebuah pot kecil dengan bunga kecil berwarna biru cerah tumbuh disana. Kyuhyun membenarkan posisi duduknya dan meraih pot kecil tersebut. "Ini aku temukan ditempat Kibum duduk tadi" sambung Siwon.
"Ini?"
"Bunga Forget me Not kan?" tanya Siwon. Kyuhyun tak lansung menjawab, ia segera melesat keluar bersama pot kecil tersebut. Dipandangnya lepas seluruh penjuru kafe mencari sosok Kibum. Namun ia kesulitan, pengunjung kafenya ramai hingga ia tak lansung mencapai sosok tersebut.
"Ia sudah pergi Cho..Ada apa?" tutur Siwon yang berdiri disampingnya.
"Dia tidak melupakanku hyung, Kibum hyung masih ingat tentangku.. "
"Eh?"
'Hyung..aku ingin menunjukkan sesuatu padamu..'
'Apa?'
'Ini..'
'Bunga lagi?'
'Iya..tapi bunga ini istimewa hyung..'
'Istimewa? Semua bunga kau bilang istimewa..'
'Ini jauh lebih istimewa hyung. Dari namanya saja sudah istimewa. Nama bunganya Forget me not, hyung'
'Forget me not?'
'Iya.. sungguh istimewa bukan? Filosofi dari bunga inipun sangat romantic. Bunga ini mempunyai maksud untuk tidak saling melupakan hyung. Jadi, mulai hari ini.. bunga ini adalah lambang cinta kita, dan kau tak usah takut bila nantinya kau melupakanku atau aku melupakanmu..Bunga ini dan juga cinta kita harus tetap tumbuh bersama hyung..'
Kibum terpekur dibangku taman kota, masih dengan kebiasaannya yang selalu mendengarkan lagu yang sama dari earphonenya. Ia bersender, menikmati setiap kata yang ia dengar. Tak dihiraukannya udara dingin yang menyelimuti tubuhnya. Hanya dia seorang disini duduk menyendiri, sedangkan kebanyakan orang lebih senang untuk bersantai ditempat yang hangat. Angin dingin masih saja menggoda kulit putih tersebut, dan siempunya seolah tak tergoda dan tetap berdiam disana.
"Annyeong…" sapa seorang namja. Dan dapat diketahui siapa namja tersebut, Kyuhyun a.k.a Cho Kyuhyun yang menyapa Kibum. Ia menyerahkan rangkaian bunga Arbor Vi sama seperti hari-hari yang lalu.
"Selamat Tahun baru hyung…" celoteh Kyuhyun riang. Kibum tak lansung menyambutnya, ia hanya menatap Kyuhyun dengan tatapan dinginnya.
"Bunga ini melambangkan persahabatan. Kau ingin kita berteman?" Kyuhyun mengangguk cepat dengan senyum merekahnya.
"Kita tak bis~" belum sempat Kibum menyelesaikan kalimatnya, Kyuhyun lansung memotongnya.
"Kau namja aneh, aku tau itu. Kau selalu dikucilkan oleh kehidupan sosialmu, aku juga tau itu. Kau ingin menyangkal bila orang normal sepertiku tidak boleh berteman dengan namja aneh sepertimu? Kau terlalu kejam hyung…" celoteh Kyuhyun dengan segala kemungkinan perkataan yang akan Kibum ucapkan. Kibum terdiam, namun manik-manik kelamnya tampak berkaca-kaca. Ia menggigit bibir bawahnya dalam seperti hendak menangis.
"Tapi tetap tak bisa.." lirih Kibum. Kyuhyun tersenyum, ia meraih tangan Kibum dan meletakkan bunga tersebut kedalam genggaman Kibum.
"Kau tunggu disini hyung, aku akan kembali. Dan ingat, sebelum aku kembali jangan lupakan aku ne. Ingat! Namaku Cho Kyuhyun! Cho Kyuhyun..Ingat itu hyung. Tolong kau tunggu aku ne.." tuturnya dengan berjalan mundur, dan seperkian detik kemudian ia melesat dengan berlari meninggalkan Kibum seorang.
Kibum memandang bunga yang Kyuhyun berikan dengan tatapan sendunya. Didekapnya erat bunga tersebut didepan dadanya. "Maafkan aku Cho, aku tak bisa berjanji bila kau kembali nanti aku akan mengingatmu. Aku tak bisa walau aku terus berusaha..Terima kasih untuk saat ini kau membuatku merasa berarti mempunyai seorang teman walau hanya dalam hitungan detik"
Dan dapat dipastikan, seperkian detik berikutnya saat beberapa orang menyapanya ingatan akan sosok Kyuhyun lenyap.
'Hyung.. kenapa kau benci dengan orang-orang?'
'Aku tidak membenci mereka, tapi aku tidak suka..'
'Itu sama hyung.. bahasanya saja yang berbeda'
'Benarkah?'
'Ahhaa.. ternyata hyung yang kusayangi punya sisi bodoh juga..Kau jangan seperti itu hyung, biar bagaimanapun kau jangan tidak menyukai mereka'
'Kenapa? Mereka sering mengataiku aneh..'
'Biarkan saja mereka berkata demikian, yang jelas kau jangan demikian..'
'Kenapa? Semua butuh alasan Cho'
'Semua orang butuh yang namanya orang lain, tak ada orang yang tak membutuhkan orang lain. Contohnya saja saat kita meninggal. Bila kau tak membutuhkan orang lain, siapa yang akan mengubur jasadmu? Apa kau yang akan mengubur jasadmu sendiri hyung? Tidakkan? Iya kalau aku masih ada disampingmu, nah kalau aku yang mati duluan? Ahhaa…'
'Tapi mereka duluan yang tak menyukaiku..'
'Kau anggap saja mereka tengah mencemburui kesempurnaanmu, dengan kata lain mereka itu mengagumimu hyung…'
Kyuhyun tengah mengatur nafasnya yang tersengal-sengal, didepan sebuah toko bunga disebrang jalan tempat Kibum duduk menunggunya. Ia tersenyum lebar memandang Kibum walau posisi duduk namja dingin tersebut tengah membelakanginya. Kibum memang masih duduk termangu disana dengan kembali mendengar earphonenya. Dan tanpa menunggu lama, Kyuhyun lansung melesat memasuki toko bunga tersebut.
"Aku ingin bunga untuk kekasihku.." ucapnya masih dengan nafasnya yang tersengal. Pelayan bunga yang menanggapi permintaan Kyuhyun hanya tersenyum lebar dan melesat menuju rangkaian bunga mawar merah dan memberikannya kepada Kyuhyun.
"Bukan ini.. Bukan bunga mawar yang kuinginkan! Forget me Not. Berikan aku bunga itu, Ppalli.." pintanya harap. Pelayan tersebut segera melesat dan memberikan Kyuhyun bunga yang dipintanya, Kyuhyun tersenyum kecil ketika bunga itu tersenyum manis memandangnya. Begitu kebahagiaan yang tak akan ia lupakan, dan tentunya Kibumnya juga tak akan melupakannya.
"Jarang sekali ada orang yang meminta bunga itu ditahun baru. Tapi anda meminta itu..Kekasih anda pasti bahagia mendapat bunga itu" puji Pelayan toko bunga tersebut. Kyuhyun mengangguk dengan senyum merekahnya menanggapi pernyataan positif dari pelayan itu. Setelah ia membayar, Kyuhyun segera melesat untuk menghampiri Kibum yang masih duduk disebrang jalan. Kyuhyun tersenyum dan sesekali memandang bunga tersebut dengan senyum merekahnya.
"Hyung… aku harap dengan adanya bunga ini, untuk kedepannya kau takkan melupakanku. Jadi, ingatlah Cho Kyuhyun mu ini hyung…" ucapnya monolog.
Cinta adalah sesuatu yang jauh
Jika aku melihatnya, hatiku sakit dan airmata jatuh
Jadi aku akan meninggalkanmu, cintaku
Untuk cinta..Selamat tinggal, Selamat tinggal, Selamat tinggal..
Kyuhyun hendak menyebrang, namun rambu jalan masih menunjukkan warna merah dan mengharuskannya untuk berhenti. Ia tetap bersabar, dengan senyum merekahnya memandang rangkaian bunga itu. Sesekali ia berceloteh, seakan tengah saling bercerita bersama bunganya. Kyuhyun masih menunggu dengan sabar, dan sesekali memandang kekasihnya yang masih duduk mendengarkan earphone ditelinganya walau mobil-mobil yang kerap menghalau pandangannya untuk melihat kekasihnya itu, Kyuhyun masih bisa melihat kekasihnya yang masih diam tersebut.
Jangan lupakan aku..
Bahkan jika aku harus hidup untuk kedua kalinya
Hatiku hanya untuk mencintaimu..
Saat aku menyembunyikan air mata sedihku untuk satu sebab
Aku akan pergi, tapi tolong ingat aku..
Tiing..
Lampu sudah berganti menjadi hijau, dan dengan hati yang riang Kyuhyun segera menghampiri Kibumnya. Ia tersenyum riang dan memandang bunga tersebut, senyumnya terkembang jauh lebih lepas dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya. Kebahagiaan yang ia dapat hari ini, jauh lebih indah..Kibumnya mendengarnya untuk setia menunggu. Apa dengan kata lain Kibumnya masih mengingatnya?
Tinn..Tinnn…
Kyuhyun menoleh kearah suara klakson mobil yang mengarah padanya. Ia tersadar dari bayangan semu yang ia harap, dan..
Brakk…
Jangan lupakan aku..
Yang meninggalkan tanpa berkata 'Aku Mencintaimu'
Lebih mudah untuk pergi ketika kau mencintai dirimu sendiri
Selamat tinggal, selamat tinggal, selamat tinggal..
Pengendara mobil yang mengetahui bila ia telah menabrak seseorang, berusaha kabur agar terhindar dari amukan orang-orang yang melihat jelas kejadian tersebut. Bukan salah Kyuhyun, ini jelas salah pengendara tersebut. Kyuhyun tak memperdulikan kebisingan yang mulai mengganggu pendengarannya. Ia masih menggenggam pot kecil bunganya yang telah retak dengan bersimbah darah darinya. Kyuhyun berusaha berdiri masih menggenggam pot kecil bunganya. Walau tak sempurna untuk berdiri, Kyuhyun masih tersenyum menatap Kibum yang masih duduk ditempatnya awal. Ditepisnya semua tangan yang berusaha membantunya, dan juga tak mengindahkan seruan mereka untuk membawa namja pucat itu ke rumah sakit.
"Hyung.." lirihnya. Liquid bening itu mengalir dengan indahnya. Bukan liquid bening yang ia hasilkan, derai airmatanya telah terkontaminasi dengan darah yang juga ikut mengalir dari dahinya. Satu langkah, hanya satu langkah ia bisa bertahan dan setelahnya..
Brakk…Brakk..
Kyuhyun tersungkur bersama dengan pot kecilnya. Bunga itu jatuh terkulai sama halnya sepertinya. Kyuhyun tersenyum pahit, saat harapannya juga tak mampu bertahan sepertinya kini. Kyuhyun menangis, masih berusaha untuk merangkak untuk mendatangi Kibum. "Hyung.." lirihnya sedih.
"Tuan… anda jangan bergerak dahulu, pihak medis akan segera datang kemari. Saya mohon diamlah terlebih dahulu" seru seorang namja. Kyuhyun tak peduli. Walau langkahnya tertatih, Kyuhyun tetap mencoba menggapai Kibum. Bukan hanya kepalanya yang ikut mengeluarkan darah, bahkan mulutnya juga ikut mengeluarkan darah segar.
"Tuan… tolong dengarkan kami, anda mengalami luka dalam saat ini. Tolong berhenti" seru mereka. Sejenak Kyuhyun terdiam saat sesuatu yang basah menghujaminya.
Salju pertama diawal tahun…
Jangan lupakan aku
Bahkan jika aku hidup seribu tahun
Aku akan menjadi orang bodoh yang hanya mencintaimu
Aku sangat iri dengan ponselmu karena itu ada disebelahmu sekarang
Jika hanya ada satu orang yang mengasihimu didunia ini
Itu aku, tolong ingat bahwa itu aku..
[Translate 'Don't Forget Me – Huh Gak']
Kyuhyun semakin tersenyum lirih saat salju-salju tersebut bergilir menghujaninya. Ia tak dapat lagi membendung tangisnya melihat kekasihnya yang masih duduk diam bersama earphone ditelinganya. Dadanya sesak, Kyuhyun merasa tercekat dengan deru nafas dan juga detak jantungnya.
'Inikah waktuku Tuhan?'
Kyuhyun semakin menggenggam bunga yang tak bersama sarangnya itu dengan sedih. Ia berusaha meneriaki nama kekasihnya tersebut melalui hati, tapi apa gunanya? Kibum melesat pergi tanpa mengetahui apa yang terjadi dibaliknya.
Kyuhyun tersenyum, kepalanya terjatuh bersama dengan langkah Kibum. Ia masih tersenyum memandang kepergian Kibum yang tampak bahagia. Perlahan, genggaman bunga tersebut merenggang dari pegangannya. Detak jantungnya semakin melemah diiringi pandangannya yang mulai mengabur. Kyuhyun masih konsisten dengan senyumannya mengantar kepergian Kibum. Kyuhyun bergumam 'Hiduplah yang damai hyung, hiduplah sebahagia mungkin bersama mereka yang mencintaimu..'
'Aku hanya bisa menemanimu sampai disini hyung,, Tuhan ingin aku menemuinya kini hyung, maafkan aku.'
'Aku berjanji, aku akan tetap menjagamu bersama Tuhan dihatimu selamanya..'
Penglihatannya semakin kabur, dengan detak jantungnya yang semakin melemah. Kyuhyun tak mampu lagi untuk tertolong walau sirine ambulan telah berdenging mendekatinya. Kyuhyun telah pergi, bersama kenangan dan juga harapan untuknya. Tak ada raut sedih saat ia pergi. Potretnya tampak teduh walau sudah terhiasi cat merah yang menguar dari tubuhnya. Kyuhyun telah pergi selamanya. Tak ada lagi celoteh riang darinya. Tak ada lagi sikap manja yang selalu dirindukan orang ada lagi tingkah nakal lucu dimuka bumi ini. Tak ada lagi, yang setia menjadi penguntit untuk kekasihnya sendiri. Dan tak ada lagi yang akan menemani hidup kekasihnya. Ia telah pergi, seiring salju pertama yang dicintai kekasihnya.
'Cho..kenapa kau ingin bersamaku? Aku rasa tak ada yang istimewa dari diriku?'
'Eh? Kau itu manis hyung, pintar, menggemaskan, lucu, semuanya aku suka darimu..'
'Kau kira aku hewan peliharaan…'
'Ehhe… Aku juga tak tau mengapa aku menyukaimu'
'Lalu? Kenapa kau ingin bersamaku? Ingat! Aku ini namja yang membosankan'
'Aku tau itu, untuk itu aku bersamamu'
'Kau tak konsisten! Tadi kau bilang tak tau, sekarang kau mempunyai alasan. Kau aneh'
'Aku memang namja yang aneh, hyung. Jadi apa salahnya bila sesama orang aneh untuk bersama?'
'Hah, bosan berbicara denganmu Kyu..'
'Ahhaa.. dari nadamu, tampaknya kau merajuk hyung? Sudahlah, bila kau ingin jawaban akan kuberikan sekarang.'
'Apa? Ayo katakan'
'Aku ingin bersamamu, itu atas saran Tuhan. Tuhan bilang padaku bila kau namja yang baik untukku. Tuhan berpesan, aku harus menemanimu seumur hidupmu karena kau adalah ladang kebahagiaanku. Tuhan juga mengatakan padaku, bila aku bersamamu bukan hanya aku yang merasa kebahagiaan..tapi kau juga akan merasa apa itu bahagia hyung..'
'Lalu jika kau dipanggil Tuhan? Aku sendiri lagi jadinya?'
'Tidak! Aku dan juga Tuhan akan tetap mengawasimu dan menjagamu diatas sana. Tenang saja, kau takkan sendiri hyung..jadi, jangan berfikir yang tidak-tidak ne'
Kibum merasa sesuatu menjatuhinya. Dipandangnya langit, ia tersentuh bahwa itu adalah salju pertama diawal tahunnya. Ia menengadahkan kedua tangannya keatas, menangkap setiap bulir saju yang jatuh menghampirinya. Kibum sedikit tersenyum, ya..kini ia memang bisa mengekspresikan emosinya. Dingin salju yang menghujaninya, Kibum merasa bahagia..karena salju pertama adalah hal yang ia sukai. Ia beranjak dari duduknya dengan gumpalan salju yang mulai mencair ditelapak tangannya dan beranjak pergi tanpa mengetahui keberadaan Kyuhyun yang mengenaskan dibelakangnya.
.
.
.
END
Hiks..hiks..amoree ampe sesak sendiri ngetiknya. Begitu tragis! **Please!jangan menghujat amoree dengan ending begini** kalo ada yang nanya kenapa endingnya gini, coba kalian buka semua logika kalian n pasti nemuin dech kenapa? *Aduh, lansung dech para readers pusing mikirinnya**
Cukup! Cukup di ff ini nasib abang Kyu begitu tragis, amit-amit dah kalo ampe kebawa kedunia nyata *Lansung dech para sparkyu ngancem amoree**
Thanks bebuangett..buangeett dech buat para readers yang setia ngikutin ff abal amore ni. Walau Cuma 3 chap, tapi cukup kan untuk menguras air mata kalian? Ihihi..
