Our Kids
Cast ::
SM Town Member With The Kids.
Jaeyeon = 18 yo – Soohee, Myungjin, Henmi = 17 yo – Moon, Houry, Shinoo = 15 yo – Minyoung, Jaeyoung, Kiki, Adrea, Chanyoo, Chansoo, Jinhyun, Taeho = 14 yo – Minkyung, May, Ray, Sun, Kyunghee, Wun, Ken = 13 yo – Kimi, Juny, Joon, Hoon, Zizi, Fai, Yean, Hyon, Zang, Xing = 12 yo – Ino, Qi = 7 yo – Sunyoung, Junyoung, Eunyoung = 1 yo
Genre ::
Romance, Friendship, Family.
Rating ::
T
Summary ::
Disclaimer ::
© SM Entertainment. Our Kids & Oc's © Brie APel.
Warning :::
MPERG! YAOI! YURI! DLDR! OOC!.
A/N ::
Annyeong!
Brie balik lagi~ Gomawo buat yang dah review~
Brie saranni baca SM Town Kids Profile dulu ya~
.
.
Chapter 2
.
.
.
"Nde~ Ajhussi kan sudah tau siapa kami~ Jadi sekarang beritahu siapa kau!" seru Jaeyeon kesal.
"Ish, kau galak sekali persis seperti Umma~" ucap namja itu.
"Chankama! Kau bilang Umma? Jangan bilang kau Food Monster itu!" seru Jaeyeon sambil menunjuk namja itu.
"Julukan yang bagus Jung Jae Yeon!" seru namja tampan itu sambil mengeluarkan Evil Smirk-nya. Jaeyeon memekik senang.
"OPPA!" serunya dan memeluk namja itu yang balas memeluk Jaeyeon erat.
"Mwo?! Oppa?!" pekik ke tujuh adik Jaeyeon.
.
.
"Bagaimana keadanya Kim Uisa?" tanya Nona Jung pada Kim Uisa yang baru saja memeriksa Ino.
"Deman berdarah, Saya anjurkan Ino-shii dirawat dirumah sakit" ucap namja paruh baya itu. Nona Jung menatap Ino yang sedang dipeluk Kimi.
"A-anni~ I-ino t-tidak m-mau dirumah sakit~" ucap Ino dengan lemah, ia menenggelamkan tubuhnya dalam pelukan Kimi.
"Bisakah Ino hanya dirumah saja Uisa?" tanya Kimi tanpa melepaskan pelukanya pada Ino. Sang Uisa tersenyum.
"Boleh saja, tapi kalau tiga hari panas Ino tidak turun, Ino harus dirawat ne~" Ino terlihat berpikir sejenak sebelum menganggukan kepalanya.
"Nde~" Kim Uisa tersenyum dan membereskan barang-barangya.
"Jung-shii, Ige" Kim Uisa menyerahkan secarik kertas resep pada Nona Jung.
"Nde, Gomawo Kim Uisa~" Kim Uisa menepuk pundak Nona Jung kemudian berjalan keluar kamar Ino. Nona Jung mengantarkanya.
"Jangan lupa dia harus tetap makan, banyak minum air putih dan minum obatnya" Nona Jung menganggukan kepalanya. Nona Jung membukakan pintu, ia dan Kim Uisa terkejut saat seorang namja hendak mengetuk pintu.
"Oh, Nona Jung~ Annyeong~" sapa namja berwajah malaikat itu.
"L-leeteuk-shii~" gagap Nona Jung.
"Annyeong Leeteuk-shii~" sapa Kim Uisa.
"Annyeong Kim Uisa~ Kenapa anda ada disini? Apa ada yang sakit?" tanya Kangin yang ada disebelah Leeteuk. Nona Jung dan Kim Uisa saling pandang.
"Sebaiknya kalian masuk kedalam, Kim Uisa masih ada urusan~" ucap Nona Jung. Kim Uisa menganggukan kepalanya.
"Saya permisi dulu~" Kim Uisa membungkukan badannya dibalas oleh Nona Jung dan juga yang lain.
"Siapa yang sakit?" tanya Luhan setelah mobil Kim Uisa pergi dan mereka masuk kedalam rumah yang sepi.
"Dimana anak-anak kenapa sepi sekali?" tanya Minho.
"Duduk lah dulu, aku akan panggilkan anak-anak" ucap Nona Jung.
Mereka menuruti perkataan Nona Jung dan duduk disofa juga dilantai yang beralaskan karpet. Sedangkan Nona Jung berjalan menuju lantai dua dimana kamar anak-anak berada. Namun hanya satu kamar yang dituju Nona Jung. Yaitu kamar Ino.
Tak butuh waktu lama untuk member SM Town mendengarkan suara berderap dari arah lantai dua.
"UMMA! APPA!" seru Moon dan Wun. Moon dan Wun langsung berlari menuju Kangin dan Leeteuk lalu memeluknya.
"Papa! Mama!" seru Houry dan langsung memeluk kaki Zhoumi.
"Umma! Appa!" seru Minyoung dan Minkyung. Sungmin merentangkan tangganya dan langsung diterjang oleh dua gadis cantik itu.
"Hei jagoan Appa!" seru Minho sambil memeluk Taeho yang ada dalam pelukan Taemin. Taeho mencium pipi Minho dan Taemin bersamaan.
"Hwee! UMMA! APPA!" tangis Hoon dan Joon dalam pelukan Baekhyun dan Chanyeol.
"Annyeonghaseyo Ummadeul~ Appadeul~" sapa Adrea sambil membungkukan badannya sebelum tubuhnya masuk dalam pelukan hangat Siwon.
Xiumin terlihat mencari-cari sesuatu. Kai yang ada disampingnya juga.
"Ino? Kimi? Odiga?" tanya Xiumin pada anak-anak kecil itu.
"Mereka disini~" ucap Nona Jung sambil mengendong Ino yang terbungkus selimut.
"U-umma~" Lirih Ino dengan mata yang berkaca-kaca. Xiumin langsung berlari menuju Nona Jung dan mengambil alih mengendong Ino yang dibalas pelukan erat dari Ino.
"Appa~" Kai tersenyum sambil memeluk Kimi.
"Gwencana?" tanya Kai.
"Ino sakit~" jawab Kimi.
"Jinja?" seru Xiumin terkejut.
"Kenapa?" tanya Kris.
"Ino sakit~" ulang Kimi.
"Zizi dan Fai mana?" tanya Tao cemberut.
"Fai masih ada latihan wushu, dan Zizi menemani~" ucap Nona Jung.
"Yean dan Hyon?" tanya Luhan.
"Yean ikut menemani Fai latihan, dan Hyon~ Ya begitulah~" ucap Zang yang ada didalam pelukan Lay.
"Jaeyeon, Soohee, Myungjin dan Henmi ada jam tambahan~" ucap Nona Jung saat Jaejoong, Heechul, Eunhyuk dan Henry membuka mulut mereka hendak bertanya.
Mereka akhirnya bercengkrama bersama melepaskan rasa rindu mereka. Xiumin masih setia memeluk Ino sambil menyuapinya dengan bubur.
Nona Jung tersenyum, ia merindukan suasana seperti ini.
'Seandainya Shean ada disini~' batinnya sambil menatap foto keluarga yang sangat besar yang ada diruang santai.
Tok.. Tok.. Tok...
Nona Jung bergegas menuju pintu dan membukanya.
"Annyeong Nona Jung~" sapa namja tinggi yang lengannya dipeluk oleh Jaeyeon.
"Ah, Changmin-shii~ Annyeong~"
"Annyeong Ajhumma!" seru Soohee, Myungjin, Henmi, Zizi, Fai, Yean dan Hyon dibelakang Changmin dan Jaeyeon.
"Masuklah, ada yang mencari kalian~" ucap Nona Jung sambil memiringkan tubuhnya.
"Mommy!" Zizi langsung berlari menuju Tao dan memeluknya, Tao memutar-mutar tubuh Zizi.
"Annyeong Umma~ Appa~ Ajhumma~" sapa Jaeyeon membungkukan badannya pada member SM Town sebelum memeluk Jaejoong erat.
"Loh Kok kalian bisa sama Changmin?" tanya Eunhyuk yang memeluk Myungjin.
"Aku bertemu mereka saat mereka menuggu taksi~" jawab Changmin sambil merebahkan dirinya dikarpet. Jaeyoung langsung menuju Changmin dan duduk diatas perut Changmin. "Appo!" seru Changmin yang disambut tawa yang lain.
"Fai?" panggil Tao pada Fai yang dengan cueknya berjalan menuju kamarnya tanpa mengucapkan salam.
"FAI WU!" seru Kris saat melihat putrinya itu tidak mengucapkan salam pada Mommy-nya. Fai menghentikan langkahnya di anak tangga kesekian. Menanti lanjutan ucapan Kris. Namun beberapa menit, Kris tak kunjung membuka suara. Akhirnya Fai melangkahkan kembali kakinya menaiki tangga. Dan hal terakhir yang didegar oleh mereka adalah bantingan pintu.
"Wu Zi Fan!" seru Kris hendak menyusul Fai saat Nona Jung menahanya.
"Dia lelah Kris~ Biarkan saja dia~" ucap yeojya yang masih terlihat cantik itu. "Kalian juga istirahat lah~" lanjutnya.
"Baik, Nona Jung benar, sebaiknya kita istirahat" ucap Hangeng. Yang lain menganggukan kepala mereka setuju. Mereka akhirnya membubarkan diri.
.
.
"Shit!" Fai membanting tas sekolahnya ke sembarang arah. Lalu menghempaskan tubuh penatnya diatas kasur. "Sial!" Fai memukul kasur yang ia tiduri kesal. Kesal pada dirinya sendiri.
Tok.. Tok.. Tok..
"Zi~" Fai mendengar suara seseorang, dan hanya seseorang yang memanggilnya dengan nama Zi.
"Masuk tidak dikunci, Hye!" Tak butuh waktu lama untuk pintu kamar Fai yang dibagi bersama Zizi juga Juny terbuka dan menampilkan yeojya manis berwajah oriental.
"Kau tak apa Zi?" tanya yeojya cilik itu. Fai menganggukan kepalanya.
"Shi de~" Fai membalikan tubuhnya menjadi tengkurap.
"Hei, kau belum mandi dan belganti baju~" ucap yeojya itu dan mencoba menarik lengan Fai.
"Jangan gangu Hyehan!" ucap Fai sambil menepis tangan gadis bernama Hyehan atau Yean.
"Ish, Mandi dulu Zi!" Yean kembali menarik lengan Fai. Dan terjadi tarik menarik antara dua gadis itu. Hingga Yean terjatuh didada Fai. Fai tidak menyia-yiakan kesempatan, membalikan posisi mereka hingga Yean ada dibawahnya.
"Kau kalah Oh Hye Han~" bisik Fai ditelinga Yean.
"L-lepathkan a-aku~" wajah Yean memerah melihat posisi mereka.
"Kenapa aku harus melepaskanmu~" Fai menghembuskan nafasnya pada telinga Yean. Yean merutuk sifat pervet dan jahil yang dimiliki Fai.
"Kyyaaaaa!" seruan itu membuat Fai mengangkat wajahnya dan menatap seorang yeojya berwajah mirip dengannya berambut kecoklatan. Zizi Wu. Yean yang tau Fai lengah langsung mendorong tubuh Fai dan berdiri dari tempat tidur Fai.
"Weisheme?" tanya Tao yang ikut mengantar Zizi kekamarnya.
"Meiguanxi" jawab Fai dengan nada dingin dan bergegas menuju kamar mandi. Tao menatap sedih punggung Fai yang menjauh.
"Mommy~" panggil Zizi, Tao menatap Zizi dan tersenyum sambil mnegelus rambutnya.
"Masuklah, kau ganti baju dan kemudian ajak Fai makan malam~" ucap Tao. Zizi menganggukan kepalanya.
Zizi memandang punggung Tao yang menjauhi kamarnya dan Fai juga Juny. Zizi dan Tao tak tau bahwa Fai yang ada didalam kamar mandi sedang menahan tangisnya.
'Duibuqi~ Mama~' lirih Fai.
.
.
"Ino~ Makan lagi ne~" bujuk Xiumin pada Ino. Ino yang ada dipangkuan Xiumin mengelengkan kepalanya.
"Min~" Xiumin mengalihkan pandanganya pada pintu kamar yang terbuka dan menampilkan sosok Kai yang membawa bungkusan dan juga segelas air.
"Annyeong Umma!" seru Kimi yang juga datang bersama Kai.
"Annyeong chagi~" Xiumin mengecup pipi cubby Kimi.
"Umma~ Ino juga~" protes Ino sambil menunjuk pipinya. Kai dan Kimi terkikik, sedangkan Xiumin mencium pipi putri bungsunya itu.
"Sekarang Ino minum obat dulu ne~" Kai memberikan beberapa butir obat ditanganya. Ino menutup mulutnya sambil mengeleng-gelengkan kepalanya.
"Ayo minun obat dulu chagi~" bujuk Xiumin. Ino kembali mengelengkan kepalanya.
"Anni~" ucap Ino yang terendam tangan yang menutup mulutnya.
"Ino~ Minun obat dulu~ Atau kau mau tidur di rumah sakit?" ucap Kimi menakut-nakuti. Ino mengelengkan kepalanya.
"Obatnya pahit~" keluh Ino.
"Ino kalau mau minum obat nanti Appa penuhi satu permintaan Ino~" tawar Kai. Ino terlihat berpikir.
"Jinja? Appa mau penuhi permintaan Ino?" tanya Ino antusias, Ia membuka bekapan tanganya dan menatap Kai berbinar. Kai menganggukan kepalanya.
"Nde~ Tapi Ino harus minum obat dulu~" Kai menyodorkan telapak tanganya yang berisi obat. Ino menganggukan kepalanya. Kemudian Ino mengambil obat itu dan meminumnya dengan wajah menahan rasa pahit, Xiumin mengelus punggung Ino sedangkan Kimi memasang wajah jijik melihat adiknya kepahitan.
"Anak Pintar~" puji Kai setelah Ino meminum obatnya. Ia meletakan gelas yang sudah kosong di meja. Dan kemudian mencium kening Ino yang masih terasa panas.
"Ino sudah minum obat~ Sekarang Appa harus turutin permintaan Ino~" ucap Ino riang menangih janjinya.
"Nde~ Appa tidak ingakar janji Chagi~ Sekarang Ino mau apa?" tanya Kai sambil mengambil alih Ino kepangkuannya. Ino berpikir sambil mengembungkan pipinya, Kimi yang gemas menusuk-nusuk pipi Ino.
"Ino mau Appa dance Girlband!" serunya riang.
"Mwo? Dance girlband?" Kai melebarkan matanya saat Ino menganggukan kepalanya. Xiumin dan Kimi menahan tawa mereka. "T-tapi chagi~"
"Appa kan sudah janji~" Ino kembali mengembungkan pipinya, kebiasaanya saat kesal.
"Ayo Jjonggie~ Kau kan sudah janji~" Xiumin menatap Kai jahil, ia mengambil alih Ino kembali dan memeluknya.
"Chagi~ Yang lain ne~ Jangan girlband~" bujuk Kai. Ayolah, masa seorang Kim Jong In harus menari girlband? Apa kata Sehun? #lol#
"Anni, Appa kan tadi sudah janji~" Kimi menahan tawanya saat melihat wajah memelas Kai.
"Arra~" jawab Kai masih dengan wajah memelasnya. Ino memekik girang, ia meraih Mp3 player-nya dan mulai mencari lagu apa yang akan Kai ikuti dancenya. Kai langsung menuju pintu dan menguncinya, antisipasi kalau-kalau ada member lain yang melihatnya melakukan dance girlband.
YEAH!
Yeah HA!
SI SI SISTAR
(brave sound)
Why are you playing these games (WHY)
(Why are you playing these games) (FOOL)
Why are you playing these games (STUPID)
(Why are you playing these games)
(To Keep)
Keep our head up cuz we're mighty Sistar (YEAH)
You just blow your chance
I'm sorry sorry mister
head up to the sky (YEAH)
cuz we're mighty Sistar (HA)
hanbeon deo SISTAR SISTAR
We're mighty SISTAR
Amureohji aneun cheok haeboryeo aereul sseobwado
Nae chingudeureun nunchi chaego nareul dallaene (I'M ALL RIGHT)
Eojjeomyeon joha
Naneun jeongmal neoman johahaettdeon
Shinganeul nohabeorigo shipeo
I don't cry cry
Naman saranghanda nal yeopguri kokkok jjilleonohko
Ijewa tteonagamyeon modeun ge da geumanini
Na honja apa
Neon jeongmal nappa
Eonjenga gapa jul geoya
Nae sangcheo modu da
Na jeongmal hwagana
Wae jakku gajigo nora
Jinjja michil geo gata
Na jinjja whagana
Neon ajik sarangeul molla
Oh baby sogi teochyeo nunmuri heureune
(babe babe baby babe)
Nikkajitge mwonde
(babe babe baby babe)
Wae nareul apeuge hae
(babe babe baby babe)
Nikkajitge mwonde
Nae nune nunmul namyeon ni nunen pinunmulna
Stop trippin' nareul gatgo non neon keep slippin (ooh cuz I'm a bi-)
Baramgi seokkin ni maltu yeogijeogi yeokkin neonseonsu
Wae iri wae iri wae iri neon geuri geuri geuri
Number 1 cheater niga neomu miwogomin
Haneun nae moseubi shireonaman (oh~)
Naman saranghanda nal yeopguri kokkok jilleonohko
Ijewa tteonagamyeon modeun ge da geumanini
Na honja apa
Neon jeongmal nappa
Eonjenga gapa jul geoya
Nae sangcheo modu da
Na jeongmal hwagana
Wae jakku gajigo nora
Jinjja michil geol gata
Na jinjja whagana
Neon ajik saranghaemolla
Oh sogi teochyeo nunmuri heureune
(babe babe baby babe)
Nikkajitge mwonde
(babe babe baby babe)
Wae nareul apeuge hae
(babe babe baby babe)
Nikkajitge mwonde
Nae nune nunmul namyeon ni nunen pinunmulna
Saranghaettdan mal deoneun hajima
Ije na-ege maldo geoljima
Imi kkeutnan irira hajiman
Neo ttaeme neo ttaeme nalgal badaseo jamdo mot ja
A ONE TWO THREE FOUR
(OH WOOW OH WOW WOW)
Keep our head up cuz we're mighty Sistar (YEAH)
You just blow your chance
I'm sorry sorry mister
Keep our head up to the sky (YEAH)
cuz we're mighty Sistar (HA) (OH WOW)
hanbeon deo SISTAR SISTAR
We are mighty SISTAR
ONE
Ino dan Kimi bertepuk tangan saat Kai menyelesaikan dancenya. Berbeda dengan Xiumin yang malah menyembunyikan wajahnya dibalik punggung Ino. Sesekali Xiumin akan mengintip Kai yang sedang dance lagu salah satu girlband terkenal di Korea Selatan itu. Dan wajahnya memerah. Karena menurutnya dance Kai sangat.. er Sexy~ Oh, lihatlah, Kai mengunakan celana pendek dan juga baju tanpa lengan. Membuat otot tangannya terlihat jelas.
Xiumin mengelengkan kepalanya membuang pikirannya yang entah kemana itu. Tanpa Xiumin sadari ternyata Kai menyeragai evil saat tau Xiumin menatapnya dengan wajah yang bersemu merah.
Kai yang telah selesai dengan dancenya kemudian mendekati Ino dan berbisik pada putri bungsunya itu. Kimi dan Xiumin menatap dua orang itu bingung.
"Jinja?" seru Ino yang membuat Kimi dan Xiumin penasaran. Kai menganggukan kepalanya, Ino tersenyum lebar dan bertepuk tangan. Ia kemudian menatap Xiumin. "Umma~" panggilnya dengan nada yang cute. Xiumin bisa melihat serangai tercipta dibibir Kai dan firasatnya bilang itu tidak baik.
"Nde chagi~"
"Umma~ Ino mau Umma dan Appa dance Trouble Maker~" ucapnya dengan wajah imut yang berbinar-binar.
"Mwo?!" Xiumin menatap horor Ino yang tersenyum lebar dan Kai yang seragainya makin lebar. Sedangkan Kimi, ia membuka mulutnya terkejut, namun kemudian ia ikut menatap memohon pada Xiumin.
"Ayo Umma! Kami juga ingin melihat Umma dan Appa dance Trouble Maker!" seru Kimi semangat.
"Ayo Min~" Kai mengulurkan tangganya pada Xiumin yang wajahnya sudah sangat memerah. Oh ayo lah dance Trouble Maker? Yang benar saja!
Kimi dan Ino terus memohon pada Xiumin, akhirnya dengan berat hati Xiumin menerima uluran tangan Kai. Membuat dua putrinya itu memekik senang. Ino langsung mencari playlist lagu Trouble Maker dan memutarnya.
[Kai] ni nuneul bomyeon nan Trouble Maker
[Xiu] ni gyeote seomyeon nan Trouble Maker
[Kai] jogeumssik deo deo deo
[Xiu] galsurok deo deo deo
[KaiXiu] ijen nae mameul nado eojjeol su eobseo
[KaiXiu] niga nareul itji motage
jakku ni apeseo tto
ni mam jakku naega heundeureo
beoseonal su eopdorok
ni ipsureul tto humchigo meolli daranabeoryeo
nan Tro ble!
Trouble! Trou! Trouble Maker!
Trouble Maker!
Trouble Maker!
Trouble Maker!
Trouble Maker!
[Rap : Xiu] ni mameul kkaemulgo
domangchil geoya goyangicheoreom
neon jakku andari nal geoya
nae apeuro wa eoseo hwanaeboryeom
nae seksihan georeum
ni meori soge baldongeul geoneun
eungeunhan seukinsip eolgure bichin
mot chama jukgetdan ni nunbit
[Kai] galsurok gipi deo ppajyeodeureo
alsurok niga deo mame deureo Baby
amuraedo ni saenggage chwihaennabwa Lady
I never never never stop!
[KaiXiu] niga nareul itji motage
jakku ni apeseo tto
ni mam jakku naega heundeureo
beoseonal su eopdorok
ni ipsureul tto humchigo meolli daranabeoryeo
nan Tro ble!
Trouble! Trou! Trouble Maker!
Trouble Maker!
Trouble Maker!
Trouble Maker!
Trouble Maker!
[Kai] eotteoke neol nae mame
damadul su inneunji ([Xiu] Trouble Maker)
[Kai] geunyang nae mami ganeundaero ijen
[KaiXiu] I never never stop!
meomchul su eobseo
[KaiXiu] niga nareul itji motage
jakku ni apeseo tto
ni mam jakku naega heundeureo
beoseonal su eopdorok
ni ipsureul tto humchigo meolli daranabeoryeo
nan Tro ble!
Trouble! Trou! Trouble Maker!
Trouble Maker!
Trouble Maker!
Trouble Maker!
Trouble Maker!
Kai dan Xiumin mengakhiri lagu dengan saling pandang. Dan membuat dua putri mereka itu bersorak senang.
Ya mari kita biarkan moment keluarga ini. ^_^
.
.
Taemin dan Taeho sedang duduk diatas kasur sedang mengerjakan tugas sekolah milik Taeho sambil sesekali bercanda. Minho yang duduk dibawah sambil menonton TV tidak terganggun dengan kegiatan kedua orang yang dicintainya itu.
"Umma~" panggil Taeho pelan, ia sudah hampir menyelesaikan tugasnya.
"Nde? Waeyo Taeho chagi?" Taemin merapikan anak rambut Taeho, ia tersenyum menatap wajah anaknya yang begitu mirip dengan Minho.
"Kapan aku punya adik?" Taemin menghentikan jari-jarinya yang memainkan rambut Taeho. Bahkan Minho pun tidak berfokus pada TVnya lagi begitu mendengar pertanyaan Taeho.
Minho dan Taemin tahu betul keinginan putra tunggal mereka itu. Sejak Taeho bisa bicara, ia selalu menanyakan kapan ia punya adik. Bukannya Minho dan Taemin menolak memberikan adik untuk Taeho, namun sepertinya Tuhan belum menjawab permintaan Taeho.
"Hei~ Kenapa kau selalu bertanya seperti itu? Bukan Taeho sudah punya banyak adik disini?" Minho meninggalkan acara TVnya dan bergabung bersama Taemin dan Taeho.
"Ish, tentu saja beda Appa!" seru Taeho kesal, ia menatap Minho cemberut.
"Apa bedanya" Minho mencubit hidung mancung Taeho, membuat namja empat belas tahun itu mempoutkan bibirnya.
"Kan kalau punya adik sendiri, kalau yeojya cantiknya kayak Umma~ Kalau namja tampanya kayak Taeho!" Taeho menepuk dadanya bangga.
"Hei, harusnya kalau namja itu tampan seperti Appa!" protes Minho, ia meraih tubuh Taeho dan mengelitiknya. Taeho tertawa.
"Anni! Taeho yang tampan!" seru Taeho sambil cekikikan dan berusaha melepasakan pelukan Minho.
Taemin hanya tersenyum kecil melihat interaksi Taeho dan Minho. Diam-diam Taemin merasa bersalah karena belum bisa mewujudkan keinginan Taeho.
"Umma! Taeho lebih tampan kan dari Appa!" seru Taeho yang masih belum lepas dari pelukan Minho. Taemin menatap dua namja berwajah mirip itu sambil tersenyum. Ia mengelurkan tanganya untuk meraih Taeho kepelukanya.
"Tentu saja..." Taemin memberikan jeda "Lebih tampan Umma!" Taemin mencubit hidung Taeho gemas.
"Mwo? Anni! Umma itu cantik~ Bukan tampan~" protes Taeho sambil menatap Taemin dan menyentuh kedua pipi Taemin. Taemin tertawa dan mengesekkan hidungnya dengan hidung mancung Taeho. Minho mendekat dan mengecup kening Taemin dan Taeho bergantian. Taemin dan Taeho balas mengecup pipi Minho.
Tok.. Tok.. Tok..
"Taeho Oppa?" panggil Kimi dari depan pintu kamar 2Min. Taeho segera melepaskan pelukan Taemin dan menghampiri Kimi.
"Waeyo?" Taeho tersenyum manis pada Kimi.
"Hm.. Aku disuruh memanggil Taeho Oppa, Taemin Umma dan Minho Appa untuk makan malam~" jawab Kimi sambil memainkan ujung bajunya. Taeho tersenyum dan mengelus pucuk kepala Kimi.
"Umma~ Appa~ Kita diajak makan malam~" ujar Taeho sambil menatap kedua orang tuanya yang sedang berangkulan.
"Nde~ Kau duluan saja dengan Kimi~" Taemin tersenyum saat melihat wajah Kimi yang merona. Taeho hanya menganggukan kepalanya.
"Kajja Seokkie-ah~" Taeho mengulurkan tanganya dan disabut oleh Kimi, keduanya berjalan bergandengan tangan.
"Sepertinya kita akan besanan dengan Kai~" ucap Minho sambil memandang Taemin yang melamun menatap pintu yang baru saja dilalui Taeho. Minho tahu istrinya itu pasti memikirkan perkataan Taeho.
"Hei~ Jangan terlalu memikirkan perkataan Taeho~" Taemin mendesah berat kemudian menyandarkan kepalanya pada pundak tegap Minho.
"Aku.. Aku hanya merasa gagal Hyung~" Minho mengecup pucuk kepala Taemin.
"Kau tidak gagal Minnie~ Kita juga sudah berusaha kan~" Minho memeluk tubuh Taemin, dan Taemin merapatkan tubuhnya pada tubuh Minho.
Minho mengelus punggung Taemin. Ia tidak mungkin menyalahkan Taemin, mereka selama ini juga terus berusaha untuk mewujudkan keinginan Taeho dan juga orang tua mereka.
"Hei~ Minnie-ah~ Bagaimana kalau~ Malam ini~ Kita mencoba lagi~" Minho mendesah ditelinga Taemin. Taemin mengangkat wajahnya dan menatap bingung Minho.
"Maksudnya Hyung?" Minho menyeragai lebar, kemudian ia mengarahkan bibirnya menuju telinga Taemin.
"Kau tau maksudku Minnie-ah~" Minho mengigit telinga Taemin membuat namja mungil itu memekik kaget. Dan saat itu juga mengerti dengan maksud Minho. Ia mendorong wajah Minho dari lehernya.
"No! Malam ini aku mau tidur dengan Taeho!" Taemin segera bangkit dan melempar mehrong pada Minho. Minho hanya tertawa saja melihat wajah Taemin yang memerah.
'Setidaknya kau tersenyum lagi Minnie-ah~' batin Minho sebelum menyusul Taemin.
.
.
"Kalian Tau? Mereka itu dibuang oleh orang tua mereka!"
"Mwo? Yang benar saja!"
"Iya! Mereka tinggal di satu tempat penitipan anak sejak mereka lahir!"
"Tapi mereka pernah bilang kalau orang tua mereka orang terkenal!"
"Ish, itu bohong! Kalau orang tua mereka terkenal, kenapa mereka harus dititipkan ditempat penitipan?"
"Iya ya?"
"Mungkin saja orang tua mereka sibuk, makanya mereka dititipkan?"
"Ish, kan sudah ku bilang, mereka dititipkan sejak mereka lahir! Apa namanya kalau bukan dibuang?!"
.
"FAI?!"
Fai membuka matanya gusar, ia menatap sekeliling. Ada Zizi yang menatapnya cemas.
"Weisheme?" tanya Zizi. Fai mendudukan dirinya. Ternyata ia tertidur tadi setelah mandi dan berganti baju.
"Meiguanxi" jawab Fai, ia melangkah menuju kamar mandi untuk membasuh wajahnya.
"Shi ma?" tanya Zizi lagi sambil mengikuti Fai kekamar mandi.
"Shi de" jawab Fai. Zizi menatap Fai tak percaya.
"Shi ma? Tapi kau tadi berkeringat dan gelisah?" Fai berjalan keluar dari kamar mandi dan kembali merebahkan tubuhnya kekasur.
"Aku. Baik. Baik. Saja!" Fai menekan setiap ucapanya, dan Zizi tau kalau Fai pasti akan marah, akhirnya Zizi hanya diam dan duduk disamping Fai.
Tok.. Tok.. Tok..
"Fai? Zizi?" panggil seseorang yang mereka kenali sebagai Mommy mereka.
"Shi de, Mom?" jawab Zizi sambil menghampiri pintu kamar dan membukanya.
"Makan malam~ Fai mana?" tanya Tao sambil melihat kedalam kamar Zizi dan Fai juga Juny. Begitu melihat kedalam kamar ia melihat gundukan selimut yang Tao yakini adalah Fai.
"Sepertinya Fai tidur Mom" jawab Zizi yang juga menatap gundukan selimut Fai.
"Eh? Tapikan dia belum makan?" Tao menatap khawatir pada Fai.
"Nanti dia bangun sendiri kalau lapar Mom"
Tao mendekati tempat tidur Fai. Ia menatap Fai yang memejamkan matanya, tidur. Tao mengelus rambut hitam Fai sambil tersenyum. Ia menundukan badannya dan mengecup kening Fai.
"Miss you Fai~" Zizi terseyum pada Tao yang kembali berjalan menuju dirinya. Keduanya lalu menutup pitu dan meniggalkan Fai.
Tepat saat pintu tertutup, Fai membuka matanya yang sudah mengembun. Dan setitik air mata jatuh dari pelupuk matanya.
Fai menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya.
'Miss you too Mom~'
.
.
TBC
.
.
choi jiyeon :: Nde, ini dah lanjut~ Gomawo dah review~
Anasthasya Baby Pooh :: iya, Ino adiknya Kimi. Kan kemarin itu diakhir Kai sama Suho babak belur dihajar sama TaekWook and member EXO, ya hasilnya Ino dan Qi. Biar lebih jelas lihat SM Town Kids Profile aja~ Gomawo dah review~
MinGee :: hehehe, iya brie juga gak nyangka~ Gomawo dah review~
ZiTao99 :: ini dah lanjut~ Gomawo dah review~
Rin Rin Kim ChenMin EXOtic :: haha, tebakan kamu benar! #ngasih piring# Gomawo dah review~
Riyoung Kim :: ini dah lanjut~ Gomawo dah review~
restu. nawang :: bukannya Fai gak senang ikut turnamen tapi karena ada sesuatu yang buat Fai jadi kayak gitu~ kayaknya dicapter ini dah ada jawabannya~ Ini dah lanjut~ Gomawo dah review~
HyunieWoo :: annyeong~ iya tau tu semenya mesum semua~ #plak# ini dah lanjut~ Gomawo dah review~
ajib4ff :: yap tebakan kamu bener~ haha tebakan kamu hampir bener~ tunggu aja kelanjutan hub KrisTao ma Fai ya~ ini dah lanjut~ Gomawo dah review~
Twins Ra :: Hallo~ Thank You for visit~ Ini dah lanjut~
Sekali lagi makasih buat yang udah review~
^_^ Pyong!
