Our Kids
Cast ::
SM Town Member With The Kids.
Jaeyeon = 18 yo – Soohee, Myungjin, Henmi = 17 yo – Moon, Houry, Shinoo = 15 yo – Minyoung, Jaeyoung, Kiki, Adrea, Chanyoo, Chansoo, Jinhyun, Taeho = 14 yo – Minkyung, May, Ray, Sun, Kyunghee, Wun, Ken = 13 yo – Kimi, Juny, Joon, Hoon, Zizi, Fai, Yean, Hyon, Zang, Xing = 12 yo – Ino, Qi = 7 yo – Sunyoung, Junyoung, Eunyoung = 1 yo
Genre ::
Romance, Friendship, Family.
Rating ::
T
Summary ::
Disclaimer ::
© SM Entertainment. Our Kids & Oc's © Brie APel.
Warning :::
MPERG! YAOI! YURI! DLDR! OOC!.
A/N ::
Annyeong!
Brie balik lagi~ Gomawo buat yang dah riview~
Brie saranni baca SM Town Kids Profile dulu ya~
.
.
Chapter 3
.
.
Pagi yang tenang dirumah besar yang dihuni oleh para member SM Town berserta keluarga mereka. Jam masih menunjukan pukul 06.30 AM KTS.
Didapur sudah ada beberapa orang yang berkutat dengan peralatan dapur.
Nona Jung, Leeteuk, Sungmin, Jaejoong, Ryeowook, Key, Xiumin, Luhan, D.O, Lay, Hyoyeon dan Victoria. Dua belas orang itu sedang memasak sarapan untuk seluruh orang yang ada dirumah itu. Sesekali akan terdengar suara tawa dari mereka, atau obrolan ringan.
"Annyeong!" seru para penghuni lainnya yang mulai duduk dimeja makan. Para chef membalasnya salam mereka sambil tetap sibuk dengan masakan mereka.
"FAI!" seru Zizi yang berlari di tangga.
"Zizi? Kenapa?" tanya Tao menatap putrinya bingung.
"Fai tidak ada dikamar!" serunya.
"Oh, itu~"
"Dimana Fai, Jinhyun Oppa?" tanya Zizi panik.
"Dia sudah berangkat sejak jam enam pagi~" jawab Jinhyun yang dibalas tatapan tak percaya dari anak-anak lain.
"MWO?!"
"Ish! Kenapa teriak-teriak sih?!" kesal para orang tua.
"Fai?"
"Bangun?"
"Pagi?"
"Dan?"
"Sudah?"
"Berangkat?"
"MUSTAHIL!" seru para anak-anak lagi.
"Memangnya kenapa? Mungkin saja Fai ada tugas~" Tao masih menatap bingung anak-anak lain. Mereka mengelengkan kepala mereka.
"Anni~ Fai itu sama seperti Kris Appa!" Kris mendelik tajam pada Minkyung.
"Iya! Sama-sama susah dibangunkan!" lanjut YeolDae Twins. Para orang tua tertawa mendengarnya, sedangkan Kris mengerutu.
"Ah, mungkin Fai ada latihan pagi!" seru Zizi dan Yean bersamaan.
"Bisa jadi~ Seminggu lagi akan ada turnamen. Jadi bisa saja Fai latihan" jawab Nona Jung menegahi, ia kemudian menuju sebuah laci meja dan menyerahkan sebuah undangan pada Kris.
"Turnamen Wushu? Fai ikut?" seru Tao riang.
"Dan kami diminta datang?" Kris menatap Nona Jung yang mengagukan kepalanya.
"Ini turnamen ke tiga Fai. Dan dia adalah peserta termuda dari SM Art School" para orang tua berdecak kagum dengan prestasi Fai.
"Er.. Saeng! Saatnya kita berangkat!" seru Jaeyeon sambil menunjuk jam klasik besar yang menunjukan pukul 07.30 AM KST.
"MWO?!" seru para anak-anak keget saat melihat jam. Para orang tua lagi-lagi menutup telinga mereka. Dan tanpa sarapan mereka segera menuju mini bus mereka.
"Ya! Tunggu dulu! Ini bekal Kalian!" seru Leeteuk, Sungmin, Jaejoong, Ryeowook, Key, Xiumin, Luhan, D.O dan Lay sambil membawa masing-masing dua kotak bekal besar dan menyerahkan pada Moon, Minkyung, Jaeyeon, Sun, Zizi, Kimi, Yean, Juny dan Chansoo.
"Kami Berangkat!" seru para anak-anak sambil melambaikan tangan mereka dan mobil pun meningalkan rumah besar itu.
.
.
Peluh yang bercucuran tak membuat niat gadis dua belas tahun itu untuk berhenti. Sudah lima jam lamanya ia terus melatih gerakan Wushu-nya. Walaupun tanpa lawan, Fai terus saja berlatih.
"Fai!" seruan itu tak membuat Fai menghentikan latihanya. Gadis berwajah persis dengan Fai itu mengehentakan kakinya kesal. Ia berjalan mendekat dan berdiri satu meter dari Fai yang sedang berlatih dengan pedang. Fai menghentikan ujung pedangnya tepat diujung hidung Zizi. Namun Zizi tak terlihat takut.
"Apa yang kau lakukan?!" seru Fai marah, Ia hampir saja melukai saudari kembarnya. Zizi menatapnya tajam.
"Aku yang harusnya bertanya seperti itu!" seru Zizi, entah kemana sifat polos dan paniknya. Seolah semua sifat itu tidak pernah ada di diri Zizi.
"Apa maksudmu?!" seru Fai.
"Kau tau apa maksudku Wu Zi Fan!" seru Zizi.
"Aku tak mengerti apa yang kau ucapkan Wu Zi Yin!"
"Mama!"
Fai yang hendak berjalan menjauhi Zizi menghetikan langkahnya.
"Ini tentang Mama! Kau sudah menyakitinya! Kau membuatnya menangis!"
Tubuh Fai bergetar. Ia merasakan perasaan sesak didadanya. Dan itu semua karena ucapan Zizi yang mengatakan ia membuat orang yang telah melahirkanya bersedih.
Fai menjatuhkan tubuhnya kelantai. Ia memegang kepalanya yang berdenyut. Mengingat semua yang entah bagaimana ia bisa melihat semua yang Tao lakukan untuknya dan Zizi.
Fai meremas rambutnya kesakitan. Ia merasakan sesak yang semakin membuatnya tak bisa bernapas.
"FAI!"
Fai membuka matanya. Ia menatap sekelilinya dan melihat Zizi juga saudaraya yang lain sedang mengelilinginya. Zizi terlihat menangis dan memeluknya.
"Syukurlah~ Akhirnya kau bangun juga~" Zizi menangis dipelukan Fai yang menatap bingung sekelilingnya.
"A-apa yang terjadi?" tanya Fai bingung, ia mencoba duduk.
"Kau pingsan, Kau telalu memforsir diri" ucap mentor Fai. Fai memejamkan sejenak matanya, ternyata yang dilihatnya adalah mimpi.
.
"Fai! Ayo kita berkumpul, tadi Ummadeul membawakan banyak makanan!" seru Zizi. Fai menatap kembaranya itu.
"Nde, kau duluan saja~ Aku mau ke toliet dulu~" Fai melangkahkan kakinya menuju arah yang berlawanan dengan Zizi.
.
Fai bersenandung kecil sambil bejalan menuju tempat para Eonni, Oppa dan Dongsaengnya berada. Tempat yang berada dibelakang SM Art School, tempat yang cukup sepi, dan menjadi markas untuk ia dan saudara-saudaranya.
Sesekali ia tersenyum dengan rencana yang ia susun setelah pulang sekolah nanti. Ia ingin segera pulang dan memeluk Mommy-nya. Mengingatnya saja sudah membuat Fai tersenyum sendiri.
Tap.
Langkah kaki Fai terhenti beberapa meter dari tempat biasa ia dan saudaranya berkumpul. Seperti deja vu, ia kembali melihat segeromblan anak-anak yang membuatnya jadi membenci keluarganya, terlebih orang tuanya.
"Kau yakin?"
"Iya Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri!"
"Ugh! Sangat menjijikan!"
"Iya, kenapa juga ada orang seperti itu?"
"Pantas saja kalau anak-anaknya juga abnormal! Orang tuanya saja seperti itu!"
Fai mengepalkan tanganya. Ini sudah keterlaluan! Fai yang tak ingin mendengar lebih jauh lagi memilih meninggalkan tempat itu, melupakan tujuannya untuk berkumpul bersama saudara-saudaranya yang lain.
Tanpa Fai sadari salah seorang dari anak-anak itu menatap Fai dan menyeragai.
'Kena kau'
.
.
Bunyi tombol yang ditekan berkali-kali terdengar disebuah kamar. Tiga orang berbeda usia terlihat serius dengan benda persegi yang mengeluarkan suara yang cukup berisik. Tiga orang itu duduk dilantai beralaskan karpet bersandar pada pinggiran tempat tidur. Lalu seorang namja terlihat duduk diatas tempat tidur dan memainkan rambut salah satu dari tiga orang itu.
"Selesai!" pekik namja manis itu membuat tiga orang lainnya menghentikan permainan mereka dan menatap sang namja manis.
"Apa yang selesai Minimie?" tanya namja tampan yang duduk disebelah dua yeojya cantik. Sungmin hanya tertawa kecil, ia meraih cermin dan menunjukan pada ketiga orang tersebut.
"Lihat~ Aku sudah menata rambut kalian~" ucap Sungmin dengan riang. Ia menempatkan cermin didepan Kyuhyun, Minyoung dan Minkyung.
"Mwo?! Ya! Cho Sung Min! Kenapa kau menata rambutku begini?!" protes Kyuhyun, menatap dirinya dicermin. Minyoung dan Minkyung menahan tawa mereka.
"Kenapa?" Sungmin memiringkan kepalanya imut. "Kan bagus Kyu~" Sungmin mempoutkan bibirnya merajuk. Kyuhyun mengaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Iya sih~ Tapi gak pake ikat YoungKyung juga kali~" ucap Kyuhyun sambil melepaskan ikatan berwarna warni milik Minyoung dan Minkyung. Sungmin meringis sedangkan kedua putrinya tertawa terpingkal-pingkal.
.
.
Didalam sebuh ruangan, telrihat empat orang. Dua namja dewasa, satu namja muda dan satu yeojya. Keempatnya sedang asyik dengan sesuatu ditangan mereka. Sebuah benda berbentuk persegi panjang dan terdapat berlembar-lembar kertas. Ya keempat orang itu sedang membaca. Keluarga Choi. Itulah mereka.
"Mom!" seru sang namja muda.
"Yes Ken?" sahut sang Mommy.
"Yang ini bagaimana cara mengerjakannya?" tanya Ken sambil menghampiri Kibum dan menyerahkan bukunya.
"Ah.. Ini begini..." Ken menganggukan kepalanya saat Kibum menjelaskan cara menyelesaikan soal yang ditanyakan Ken.
"Dad" panggil sang yeojya.
"Yes Adrea?" sahut sang Daddy.
"Can You Translate it?" Kemudian sang Daddy menjelaskan apa yang ditanyakan oleh Adrea.
"Thank You Daddy~" ucap Adrea setelah Siwon selesai menjelaskan.
Tok.. Tok.. Tok..
Keempat kepala itu mengalihkan pandangan mereka pada pintu kamar yang diketuk.
"Ken-ie! Adrea Eonni!" seru seseorang didepan pintu, Ken bergegas menuju pintu dan membukanya.
"Waeyo May Nuna?" tanya Ken.
"Yang lain sudah menunggu~" ucapnya. Ken membulatkan bibirnya.
"Adrea Nuna! Saat kumpul!" seru Ken dan langsung pergi mengikuti May.
"Ah, nde!" seru Adrea, ia membereskan bukunya. Siwon dan Kibum menatap Adrea bingung.
"Kalian mau kemana?" tanya Siwon.
"Mau main" jawab Adrea, setelah selesai membereska bukunya ia segera berlari keluar kamar.
"Main? Sebesar itu masih main?" seru Siwon. Kibum mengelengkan kepalanya dan merapikan buku-buku Ken.
"Umur mereka masih belasan Wonnie, wajar kalau mereka masih suka bermain" ucap Kibum. Siwon hanya menganggukan kepalanya.
.
.
Di dapur Nona Jung sedang membuat minuman dan cemilan. Ia membuka lemari pendingin untuk mengambil buah-buah segar. Saat menutup pintu lemari pendingin, Nona Jung menatap sebuah kalender yang tertempel dipintunya.
"Sekarang Tanggal 31 Maret, berarti bulan depan Ulang Tahun Shean~" ucap Nona Jung entah pada siapa.
"Nuna Jung?" panggil seseorang dibelakangnya, Nona Jung membalikan badannya dan tersenyum saat melihat sosok Jungmo sedang membawa tiga botol susu.
"Nde? Waeyo Jungmo-shii?" tanya Nona Jung sambil membawa buah-buahan yang tadi diambilnya dan meletakannya diatas meja dapur.
"Anni, Aku mau membuat susu untuk Young Twins. Apa yang Nuna lihat?" tanya Jungmo sambil menuju tempat Nona Jung tadi berdiri.
"Kalender~" Jungmo membulatkan bibirnya. Ia pun melihat kalender itu, dan dahinya berkerut saat melihat banyak angka yang dilingkari dengan spidol berwarna merah pada bulan April.
"Banyak juga yang ulang tahun bulan April" komentarnya, lalu Jungmo mulai membuat susu untuk ketiga bayi kembarnya.
"Dan berurutan~" lanjut Nona Jung. Jungmo menganggukan kepalanya.
"Tanggal 4 Hyukkie dan Kimi, tanggal 7 Siwon, tanggal 8 Jay-Hyung dan Jonghyun, tanggal 11 Houry, 12 Sehun, 14 Jino, 15 May, 18 Jessica, 19 Mimi-Ino-Qi, 20 Luhan dan 21 Adrea~" Jungmo menyebutkan semua orang yang berulang tahun pada bulan April sambil menyeduh susu dalam botol.
"Kau lupa satu~" koreksi Nona Jung.
"Nde? Nugu?" tanya Jungmo.
"Shean~" Jungmo menepuk keningnya saat Nona Jung menyebutkan nama itu.
"Ah, iya, Bocah Lumba-lumba itu juga!" serunya. Nona Jung tertawa mendengar julukan Jungmo untuk Shean.
"Ah~ Andai Shean ada disini saat ulang tahunnya~" harap Nona Jung dengan nada sedih. Jungmo menatap Nona Jung. Ia tahu seberapa rindunya Nona Jung dengan Shean, bahkan yang lain juga merasakan hal yang sama.
"Nde~ Berharap saja Shean ada disini tahun ini~" ucap Jungmo. Nona Jung tersenyum dan menganggukan kepalanya.
.
"Loh anak-anak mana?" tanya Siwon, ia menatap ruang santai yang hanya berisikan para orang tua, anak-anak tak ada yang kelihatan, kecuali si Young Twins.
"Waeyo Siwonnie?" tanya Leeteuk.
"Anak-anak dimana Hyung?" tanya Siwon sambil mendudukan diri di sofa yang masih kosong.
"Entahlah, kami tak melihatnya" jawab Kyuhyun yang dianggukki oleh yang lain.
"Mana anak-anak?" tanya Luhan yang baru bergabung.
"Kami tidak tau~" jawab Key.
"Katanya tadi main? Kok sepi?" heran Lay.
"Ada apa?" tanya Nona Jung yang muncul dari dapur bersama Jungmo, Nona Jung membawa nampan berisi minuman dan juga cemilan.
"Anak-anak dimana Nuna?" tanya Minho.
"Loh bukannya diatas?" ucap Jungmo.
"Anni, mereka tidak diatas Hyung~" jawab Kibum.
"Oh, mungkin mereka sedang latihan~" ucap Nona Jung santai.
"Latihan apa Eonni?" tanya Seohyun.
"Menari dan menyanyi, seperti kalian"
"Jinja?" seru mereka, Nona Jung menganggukan kepalanya.
"Aku mau lihat!" seru Tao semangat. Yang lain menganggukan kepalanya.
"Dimana ruangannya?" tanya Kangin.
"Hm, kalian ikut aku, akan ku tunjukan sesuatu pada kalian" ucap Nona Jung, ia berjalan menuju lemari kunci dan mengambil kunci bernomor 93. Setalahnya ia berjalan duluan menuju lantai atas dan diikuti yang lain.
.
.
.
Seorang yeojya berpenampilan modis, bertubuh tinggi, berambut pirang kemerahan, keluar dari pintu kedatangan luar negri. Ia menarik sebuah koper berukuran besar. Kaca mata hitam bertenger indah di pangkal hidung mancungnya.
Ia berjalan menuju jendela besar yang menunjukan pemandangan kota. Ia tersenyum.
"Akhirnya aku pulang juga~" gumanya. Ia kemudian menarik kopernya keluar dari bandara.
Ia kembali tersenyum melihat hiruk pikuk bandara. Aneh memang tersenyum saat melihat keramaian. Namun ini lah yang dirindukan oleh yeojya tersebut.
Kemudian yeojya tersebut memanggil taksi. Setelah menyebutkan tujuannya, yeojya itu memandang keluar jendela menikmati perjalannya.
"Bogoshipoyo~" lirihnya saat melihat hamparan laut yang sangat luas.
.
.
[All] (Remember me)
I'm in da da da danger pinocchio!
Remember me
[Jaeyeon] Aw!
[Soohee] Eodiboja ilgeoboja ne mameul teoreoboja
Emeraldeu humchyeobageun nundongja seureukseureuk
[Chansoo] Meoributeo balkkeutkkaji seukaenhae jingjingwingwing
Kallalboda chagapge geu kkeopjil beotgyeonae
[All] Nan jigeum Danger
[Henmi] Hangyeop dugyeop peseuchyuricheoreom yalpgeyo
[All] Danger
[Henmi] Seumyeodeureo teum sai kkulcheoreon
[All] Neoneun pinocchio
[Jaeyeon] Neo bakke moreuneun naega dwaesseo
Aseuraseul witaewitae shijakdweneun syo
[All] Ttaratttarat ttatttatta jjaritjjarit halgeoda
Gunggeumseongiye neo (Jaeyeon: Ttak kkomjjangmara neo)
Jogakjogak ttattatta kkeonaebogo ttattatta
Mame deulge neol dashi joriphalgeoya
[All] I'm in da da danger [Soohee] pinocchio
Remem mem member me [Soohee] pinocchio!
[Minkyung] Remember me
[Henmi] Naneun uisa seonsaengnimeun anya
Geunyang neol algo shipeo
Neoran mijiye daeryuge balgyeonja kolleombeoseu
[Jaeyeon] Shimjangi mak ttwieo ttwieo
Nae mameureotteoke hae
Eoril jeogapparang satteon inhyeongcheoreom
[All] Nan jigeum Danger
[Chansoo] hanip duip makarongboda dalgeyo
[All] Danger
[Chansoo] Deumyeodeureo teum sai syareureuk
[All] Neoneun pinocchio
[Soohee] Neo bakke moreuneun naega dwaesseo
Aseuraseul witaewitae
Shijakdweneun show show show
[All] Ttaratttarat ttatttatta jjaritjjarit halgeoda
Gunggeumseongiye neo (Jaeyeon: Ttak kkomjjangmara neo)
Jogakjogak ttattatta kkeonaebogo ttattatta
Mame deulge neol dashi joriphalgeoya
[Minkyung] Anhoye miro hemaetji geugeon neol yeolgi wihan Key
Matrix deopin kkeopjireul beotgyeonae
Oh I just wanna tell you I'm in danger now
[All] I'm in danger in danger
Remember me danger
[Soohee] Nuga bwado neon wanbyeokhan geol
Neoneun dashi taeyeonangeoya ooh whoa
[Jaeyeon] Ja ije ipsure sumeul bureo neo eo
Kkumkkwo watjana pinocchio~
[All] Ttaratttarat ttatttatta jjaritjjarit halgeoda
Gunggeumseongiye neo (Jaeyeon: Ttak kkomjjangmara neo)
Jogakjogak ttattatta kkeonaebogo ttattatta
Mame deulge neol dashi joriphalgeoya
[All] Ttaratttarat ttatttatta (Jaeyeon: Gunggeum tu seongi)
jjaritjjarit halgeoda (Jaeyeon: Kkom jjangma)
Gunggeumseongiye neo (Jaeyeon: Ttak kkomjjangmara neo)
Jogakjogak ttattatta (Jaeyeon: Jogakjogak) busyeobogo ttattatta (Jaeyeon: Mame deulge)
Mame deulge neol dashi joriphalgeoya
[Soohee & Chansoo] Remember me
Tepuk tangan mengema didalam ruangngan yang dikelilingi oleh kaca. Kelima gadis itu tersenyum dan saling highfive karena berhasil menyelesaikan latihan mereka.
"Oke siapa selanjutnya?" seru Jaeyeon yang sedang mengusap keringatnya.
"Kami!" seru lima namja.
[Jihyun]ireol ttaerul pomyeon na eoriginun hangabwa
Nunape dogudo eojjihal jul molla
[Kiki] eotteohkedul sarangul sijanhaku inunji
Saranghanun saramdul malhaejwoyo
[Taeho] eonjenga gunyeo sonul jaba bulnal ulkkayo
[Jinhyun] kamun dunun wie kiss hanun naldo wajulkkayo
[All] Hello, hello
[Qi] narumdaero yongkirul naesseoyo
[All] Hello, hello
[Kiki] jamsi yaeginhallaeyo
[All] Hello, hello
[Jinhyun] naega jom seotuljin mollado
[All] Who knows eojjeom urin
[Taeho] jal dwiljido molla
[Hyon] naega dagaseoya hanunji
Jom deo gidaryeoya hanunji
[Jinhyun] modu darun marul
Hanun gedeo eoryeowo
[Qi] bogi boda nuni nupayo
[Kiki] ireonil nan hunchi anhayo
Nae marul mideojweoyo
[Taeho] amureohji anhage kunyeorul anul narul kkayo
[Kiki] saenggakhan daeru modu irwijindan mal mideoyo
[All] Hello, hello
[Jinhyun] narumdaero yonggirul naesseoyo
[All] Hello, hello
[Qi] jamsi yaeginhallaeyo
[All] Hello, hello
[Taeho] naega jom seotuljin mollado
[All] Who knows eojjeom urin
[Jinhyun] Cheoumun anijyo sasil malhajamyeon
Sarangdo ibyeoldo haebwajyo
[Kiki] Hajiman eoreowoyo imarul mideojweoyo
[Jonghyun] Gudaenun dallayo
[All] Hello, hello
[Hyon] ibanen narul dakeolkeyo
[All] Hello, hello
[Qi] ooh yeah baby baby baby girl
[All] Hello hello
[Jinhyun] jingumun eotteolji mollado
[All] Who knows eojeom urin
[All] hello, hello
([Hyon] nae kyeotul maemdon ku sigandurul gyesok)
[Qi] ooh yeah
([Hyon] ku eoddeon kibbum kwado bigyo mos hae
No More Gudaerul ijen byohyeon halsu eobku)
[Kiki] jamsi yaeginhallaeyo
([Hyon] nae sonul jabnun damyeon
Never let you go)
[Jinhyun] jingumun eotteolji mollado
([Hyon] ireon ge sarangimyeon jeoldae an nohachyeo)
[All] Who knows uri duri
[Kiki] unmyeongilji molla
[All] Hello hello
"Hyon-ah! Kau tadi terlambat satu ketukan!" seru Kimi setelah lagu selesai.
"Jinja?" seru Hyon tak percaya.
"Ne! Di bagian akhir tadi!" seru Kimi lagi.
"Oke siapa selanjutnya?" tanya May.
"Kami!" seru YeolDae Twins. Kimi, Ino, Zizi dan Yean ikut berdiri.
"Tunggu! Kalian mau yang versi apa?" tanya Ken yang ada di dekat tempat pemutar kaset.
"China!" seru YeolDae Twins, Ken menganggukan kepalanya dan mulai memutar music.
[Hoon] hao xiang, shen me dou bu dong de hai zi yi yang, chun zhen
chong sheng, na ge mei li de shun jian
[Zang] shuang yan, bi shang you zheng kai hai pa zhe yi qie zhi shi meng
liu lian, wo jiu zhen cheng zhan zai ni mian qian, ke wang de dao ni shi xian
[Xing] zhi shi xiang he ni yi qi zou, liang ge ren yong tong yang de bu diao xie zou, yi ci jiu zu gou
[All] dang wo cheng zuo zhe feng (hey)
[Joon] zai ni de shi jie xiang luo yeah
[All] bai se de feng
[Zang] zai ni shen bian huan rao zhe
ni wen wo lai zi na li, xiao zhe hui da shi mi mi
[All] zhi yao shi ni he wo yi qi zou xia qu
[Xing] tian tang zai sui shi he sui di (tian tang zai sui shi he sui di)
[Hoon] Yeah
[Xing] dui wo lai shuo ni bi tian shi hai can lan yao yan
ru guo, you shui dui ni bu yi, wo yi ding bu yun xu
[Hoon] fang fu, di yi qi jin ru yi dian yuan de tan te bu an, rang wo
[Zang] mei tian zhi shi wang zhe ni, xin li yi zhi xiang zhe ni
[Xing] suo sui de chen ai he sha li, wo bu hui rang na xie shang hai kao jin ni
yong yuan shou hu ni, I'm eternally in love
[All] wei ni dang xia kuang feng
[Hoon] shen wei ni de shou hu zhe
[All] yong yuan you wo
[Joon] jiu suan shi jie dou leng mo
[Hoon] mei ci ni tong ku wei qu, wei ni hui ba lei ca qu
[All] ru guo shi ni he wo, bu guan zai na li
[Xing] tian tang shi sui shi he sui di
[Hoon] ai shang le ni de wo, zai ye mei you di fang ke hui tou
chi bang yi jing bu zai yong you, yong heng de sheng ming bei duo zou, oh no
[Xing] ke wo yi ran gan jue xing fu wei yi de li you
yin wei wo de yong heng xian zai jiu shi ni, eternally in love
[All] dang wo cheng zuo zhe feng
[Hoon] zai ni de shi jie jiang luo yeah
[All] bai se de feng
[Xing] zai ni shen bian huan rao zhe, oh you
[Hoon] ni wen wo lai zi na li
[Xing] xiao zhe hui da shi mi mi
[All] zhi yao shi ni he wo, yi qi zou xia qu
[Hoon] tian tang zai sui shi he sui di
"Ya! Yean! Kau salah! Harusnya kau seperti ini dan ini!" seru Kimi lagi, ia mencontohkan gerakan yang seharusnya dilakukan Yean.
"Aithh~ Aku capek~" keluh Yean. Kimi mengomel-ngomel tak jelas.
"Ya sudah, sekarang siapa?" tanya Jaeyeon.
"Capek Nuna/Eonni~" keluh mereka, Jaeyeon mengelengkan kepalanya. Ia menatap sekelilingnya.
"Hm, baiklah satu kali lagi, sekarang giliranku ku Soohee, Moon, Minyoung, Jaeyoung, Adrea, May, Henmi dan Sun" ucap Jaeyeon.
"Waaa!" seru para namja dan terlihat segar mendegar nama-nama yang disebutkan oleh Jaeyeon.
"Lagu apa Eonni?" tanya Sun. Jaeyeon menghampiri tempat pemutar musik dan melihat-lihat lagu apa yang akan diputarnya.
"Ah ini saja!" serunya.
"Oke siap-siap diposisi!" seru May.
Kesembilan gadis itu membentuk posisi lurus. Ken mulai menyetel lagunya.
[Jaeyeon] Junhaejoogoshipuh seulpeun shigani dah heutujin hooehya deullijiman
[Sun] Noonul gamgo neukkyubwa oomjigineun maeum neoreul hyanghan naenoonbicheul
[Soohee] Teukbyulhan gijugeul gidarijiman noonapeh sun oorieh guchingileun
[Adrea] Alsoo umneun miraeramyeon bakkooji annah pogihalsoo ubsuh
[Moon] Byunchianneul sarangeuro jikyujwo sangchueebeun nae maeumkkaji
[Minyoung] Shisunsogesuh naneun piryo ubsuh meomchwujyuh beorin ishigan
[All] Saranghae neol ineukkim idaero geuryuwatdun hemaeimeh kkeut
Isesang sogesuh banbokdweneun seulpeum ijen annyeong
Soomanneun alsoo umneun gilsogeh heemihan bicheul nan jjojaga
Unjekkajina nuh hamkkehaneungeoya dashi mannan naeh segyeh
May melakukan solo dance, membuat yang melihatnya bersorak gembira.
[Jaeyoung] Teukbyulhan gijugeul gidarijiman noonapeh sun oorieh guchingileun
[Jaeyeon] Alsoo umneun miraewa bakkooji annah pogihalsoo ubsuh
[Henmi] Byulchianeul sarangeuro jikyujwo sangchueebeun nae maeumkkaji
[May] Shisunsogesuh naneun piryo ubsuh meomchwujyuh beorin ishigan
[All] Saranghae neol ineukkim idaero geuryuwatdun hemaeimeh kkeut
Isesang sogesuh banbokdweneun seulpeum ijen annyeong
Soomanneun alsoo umneun gilsogeh heemihan bicheul nan jjojaga
Unjekkajina nuh hamkkehaneungeoya dashi mannan oorieh
[Sun] Irogeh kkamanbam holloh neukkineun
[Soohee] Geudaeyeh boodeuruoon soomgyuree
[Jaeyeon] Isongan ddaeseuhangeh gamgyuoneun modeun nayeh ddullim junhallae
[All] Saranghae neol ineukkim idaero geuryuwatdun hemaeimeh kkeut
Isesang sogesuh banbokdweneun seulpeum ijen annyeong
Neol saenggangmanhaedo nan ganghaejyuh ooljiangeh dowajwo
Isoonganeh neukkim hamkke haneungeoya dashi mannan oorieh
.
"Keren!" pekik tertahan orang-orang yang ada dibelakang kaca satu arah. Ya, para orang tua melihat kegiatan anak-anak mereka di ruangan sebelah yang terdapat kaca satu arah yang dapat melihat kearah ruangan latihan.
"Tak disangka mereka bisa mengikuti gerakan kita" seru Hyoyeon takjub.
"Hebat!" seru Baekhyun.
"Hei lihat! Mereka mau menari lagi!" seru Leeteuk.
.
"Waaa! Eonnideul hebat!" seru Ino sambil bertepuk tangan.
"Hei sekarang giliran kami!" seru Myungjin. "Chanyoo, Ray, Kyunghee, Wun, Taeho, Joon, Hoon dan Hyon! Kajja!" seru Myungjin lagi, yang namanya disebut langsung maju, Myungjin menuju kearah Ken dan mengatakan lagu apa yang akan diputarkan.
"Mwo?! Jinjayo Hyung?" seru Ken tak percaya.
"Nde! Palliwa!" Seru Myungjin, ia mendekat kearah para dongsaengnya dan berbisik pada delapan namja itu.
"MWO!" seru Chanyoo, Ray, Kyunghee, Wun, Taeho, Joon, Hoon dan Hyon.
"Sudah ikuti saja!" seru Ken sambil cekikikan. Dan delapan namja itu hanya pasrah.
(All) Jeone aldeon naega anya brand new sound
Saerowojin nawa hamkke one more round
dance dance dance 'Till we run this town.
NunaNuna Ill be Ill be down down down
Kesembilan namja itu mulai menari mengikuti gerakan diselengi tawa dari Ken dan yang lain. Sedangan para orang tua melongo, beda lagi dengan para yeojya tepatnya member SNSD yang malah gemas dengan kesembilan namja itu.
[Ray]oh Nuna najombwa nareul jom barabwa
[Myungjin]cheoeumiya ireon nae maltu hah
[Taeho]meorido hago hwajangdo haetneunde
[Kyunghee]wae neoman neoman moreuni
[Joon]dugeundugeun gaseumi tteollyeowayo
Jakkujakku sangsangman haneungeoryo
[Hoon]eotteoke hana kotdaenopdeon naega
[Myungjin] malhagosipeo
[All] Oh Oh Oh Nunareul saranghae
Ah Ah Ah a mani manihae
[Chanyoo]sujubeuni jebal utjimayo
[Joon]jinsimini nollijido marayo
[All] tto babogateun malppunya
(All) Jeone aldeon naega anya brand new sound
saerowojin nawa hamkke one more round
dance dance dance 'Till we run this town.
NunaNuna Ill be Ill be down down down
[Kyunghee]Nuna jamkkanman jamkkanman deureobwa
[Chanyoo]sujupdan yaegineun malgo
[Hoon]dongsaengeuroman saenggakhajin mara
[Hyon]1nyeon dwien huhoehal geol
[Wun]mollamolla naemameul jeonhyeomolla
nunchieopsi jangnanman chineungeoryo
[Hyon]eotteoke hana i cheoreopneun sarama
[Ray]deureobwa jeongmal
Oh Oh Oh Nunareul saranghae
Ah Ah Ah a mani manihae
[Taeho]sujubeuni jebal utjimayo
[Myungjin]jinsimini nollijido marayo
[All]tto geureomyeon na uljido molla –
(oh-oh-oh)
(All) Jeone aldeon naega anya brand you style
mwonga dareun oneulmaneun tteugeoun nal
down down ireojima hwaman na
Nuna Nuna idaeroneun no no no no
[Kyunghee]tell me girl girl love it (it it it it ah -)
Hoon dan Joon mengacak-acak rambut Kyunghee, Taeho mengelitiki perut Kyunghee. sedangkan Kyunghee membuat pose ingin memukul yang menganggunya.
Oh Oh Oh Nunareul saranghae
Ah Ah Ah a mani manihae
Oh Oh Oh Oh Oh Oh Oh Nunareul saranghae
Taeho mengerakan tanganya seperti dalam gerakan lagu SHINee – Julliet.
Ah Ah Ah Ah Ah Ah Ah a mani manihae tto babogateun malppunya –
Oh Oh Oh Oh
Ah Ah Ah Ah
Oh Oh Oh Oh Oh Oh Oh Nunareul saranghae
Ah Ah Ah Ah Ah Ah Ah a mani manihae
Oh Oh Oh Oh Oh Oh Oh Nunareul saranghae
Ah Ah Ah Ah Ah Ah Ah a mani mani
"Hahah, keren!" seru Jaeyeon.
"Aku jadi themangat lagi!" seru Yean.
"Bagaimana kalau kita battel?" tanya Ken.
"Bosan~" keluh YeolDae Twins.
"Hm, bikin yang baru aja~" ucap Adrea.
"Apanya?" tanya Moon. Adrea tersenyum misterius, lalu berjalan menuju ujung cermin.
"Kita battel sama mereka" ucapnya sambil menyentuh tobol yang ada diujung cermin, dan tak lama cermin ditempat latihan itu terbuka dan..
Bruk!
"Appo~" keluh Baekhyun, Chanyeol, Sooyoung, Yoona, Taeyeon, Amber, Donghae, Eunhyuk, Yoochun dan Kangin yang terjatuh saat cermin terbuka.
"UMMA! APPA! AJHUMMA!" seru anak-anak saat melihat orang tua mereka dan juga Ajhumma mereka.
"Sejak kapan!" seru Myungjin histeris.
"Hehehe... Nunareul saranghae~" ucap Minho mengikuti gerakan Taeho tadi. Taeho cemberut melihatnya.
Lalu mereka memulai acara battel dance mereka, diawali dengan gerakan super aneh dari Yesung dan Ray, lalu dilanjutkan oleh Hyoyeon, Sooyoung, Yuri dan Yoona yang battel dance dengan Soohee, Minkyung, May dan Kimi. Mereka terus melakukan battel hingga sore.
Sekarang mereka sedang beristirahat.
"Ayo bettel lagi!" seru May dan Kimi bersamaan.
"Ayo!" seru Eunhyuk.
"Baik, hm... Bagaimana kalau Eunhyuk, Hyoyeon, Henry, Luhan, Taemin dan Kai Melawan Myungjin, Shinoo, Taeho, Kimi, May, Zang dan Xing?" tanya Leeteuk.
"OKE! Siapa Takut!" seru para nama-nama yang disebutkan kecuali Taemin.
"Hei, Taemin Hyung! Kajja!" seru Kai saat sadar Taemin tak ikut berdiri.
"Gwenchana Taeminnie?" tanya Taeyeon. Taemin menganggukan kepalanya. Minho menatap Taemin cemas.
"Kau pucat chagi~ Kau istirahat saja" saran Minho.
"Anni, aku baik-baik saja~" ucap Taemin menyakinkan.
"Jinja?" tanya Leeteuk memastikan, Taemin kembali menganggukan kepalanya. Dan mereka pun memulai battel mereka. Mereka memutar secara random enam lagu dari masing grup yang ada. Dan kedua team harus mengikuti setiap lagu yang diputar.
Mirotic dari DBSK sukses diikuti oleh kedua team, lalu dilanjutkan Boom Boom dari Super Junior juga sukses diikuti oleh mereka, Ring Ding Dong dari SHINee pun sukses diikuti mereka, bahkan lagu Nu ABO milik F(X) pun sukses mereka lakukan. Skor seimbang 4 sama, sekarang mereka sedang mengikuti dance lagu History dari EXO.
Namun dipertengahan lagu, Taemin melakukan kesalahan. Team kids bersorak karena menang dari team orang tua.
"Gwenchana Taemin-ah?" tanya Hyoyeon.
"Nde, mian aku mengacaukan tariannya~" sesal Taemin, Kai dan Luhan mengelengkan kepala mereka.
"Tak apa Hyung~ Kau sudah lelah, mungkin kau bisa diganti yang lain?" tawar Kai.
"Anni, aku baik-baik saja! Setelah ini kan lagu Gee! Aku mau ikut menari!" seru Taemin.
"Minnie-ah~" protes Minho saat sifat keras kepala Taemin kambuh.
"Aku baik-baik saja Hyung~" rengeknya.
"Baiklah, hanya sekali saja oke!" seru Minho, Taemin menganggukan kepalanya, ia meloncat-loncat senang membuat yang lain mengelengkan kepalanya. Taeho ikut-ikutan lompat-lompatan. Dasar.
Lagu Gee milik SNSD mulai terdengar. Mereka mulai mengikuti gerakan dance Gee, yang lain ada juga yang mengikuti. Dan baru sebentar Taemin langsung menjatuhkan dirinya sambil memeluk perutnya.
"TAEMIN!" seru Minho, ia langsung menghampiri Taemin yang meringis kesakitan. Seketika ruangan diliputi perasaan panik.
"Waeyo... Taemin-ah~" Taemin tak mejawab pertanyaan yang dilotarkan oleh orang-orang disekelilingnya, ia masih mengerang kesakitan. Dan akhirnya tak sadarkan diri.
"Taemin-ah!" seru Minho.
"Bawa kerumah sakit sekarang!" seru Jaejoong. Minho langsung mengangkat tubuh Taemin ala pengantin dan memebawanya menuju mobil.
"Aku, Jaejoong dan Key yang akan ikut! Kalian disini saja!" seru Leeteuk.
"Umma!" seru Moon, Leeteuk menatap Moon, Moon mengisyatakan mata pada Taeho yang tampak mematung dalam pelukan Kai.
"Ah, Taeho-ah! Kajja!" seru Leeteuk. Kai menepuk punggung Taeho. Taeho akhirnya sadar saat Kimi mengenggam tangannya.
"Umma, boleh Kimi ikut?" tanya Kimi. Leeteuk menganggukan kepalanya. Dan berangkatlah mereka menuju rumah sakit.
"Ya Tuhan!" seru seseorang.
"Waeyo Krystal-ah?" tanya Amber saat melihat wajah kekasihnya itu yang memucat.
"I-itu~ A-ada d-darah d-ditempat T-taemin Oppa jatuh~" ucap Krystal terbata. Yang lain membelalakan mata mereka dan mengeceknya.
"Ya Tuhan!" seru mereka.
"Semoga Taemin baik-baik saja~"
.
.
TBC
.
.
yurichu :: ini dah lanjut~ gomawo dah review~
Anasthasya Baby Pooh :: #nyodorin tisu# ini dah lanjut~ gomawo dah review~
sonewbamin :: ne, gwenchanayo~ untuk kesekian kalinya juga, karena KaiXiu favorit Brie~ Shean akan datang pada waktunya #plak# ini dah lanjut~ gomawo dah review~
needtexotic :: oppa? needtexotic panggil Brie oppa? Brie cewek loh~ hehehe~ ini dah lanjut~ gomawo dah review~
ZiTao99 :: gomawo~ ini dah lanjut~ gomawo dah review~
Ryu :: gomawo dah review~
HyunieWoo :: iya tuh, ada orang iseng #lu yg bkin Brie#nyengir# Brie juga ngakak bayangin KaiXiu dance trouble maker #dibekuin# emang rencananya gitu #kedip-kedip gaje# ini dah lanjut~ gomawo dah review~
Reita :: Kyungie? Juny? tunggu aja~ ini dah lanjut~ gomawo dah review~
ajib4ff :: #ngasih piring 1 biji#plak# Fai lagi dilema #diwushu# diusahaain setiap keluarga ada satu problem/ada cerita kehidupan mereka, moga2 idenya gak macet. Brie juga ada kok ff Hello Baby tapi SM Town, dan belum dilanjutin #plak# lgi macet idenya~ ini dah lanjut~ gomawo dah review~
restu. nawang :: iya Fai lagi galau #diwushu# ini dah lanjut~ gomawo dah review~
youra :: diusahaain exo familynya ada momentnya, ini dah lanjut~ gomawo dah review~
Holla! #ala Hyukppa#disambit# Brie balik bwa chap 3! #nebar paku payung#diinjek#
Gomawo buat semua yang dah review~
Salam, Brie APel ^_^ Pyong!
