Our Kids
Cast ::
SM Town Member With The Kids.
Jung Jae Yeon = 18 yo
Tan Soo Hee, Lee Myung Jin, Henmi Zhou He Mei = 17 yo
Moon Kim Soo Young, Houry Zhou Ho Ri, Shinoo Shin Yoo Eun = 15 yo
Cho Min Young, Jung Jae Young, Kiki Lee Jin Bum, Adrea Choi Hye Won, Park Chan Yoo, Park Chan Soo, Kim Jin Hyun, Choi Tae Ho = 14 yo
Cho Min Kyung, May Lee Mi Sae, Ray Kim Sun Wook, Sun Kim Sun Woon, Tan Kyung Hee, Wun Kim Soo Woon, Ken Choi Hyo Won = 13 yo
Kimi Kim Seok In, Juny Kim Soo Myeon, Hoon Park Hoon Yeol, Joon Park Joon Yeol, Zizi Wu Zi Yin, Fai Wu Zi Fan, Yean Oh Hye Han, Hyon Oh Hyo Hun, Zang Kim Dae Hyung, Xing Kim Dae Young = 12 yo
Ino (Kim Seo In), Qi (Kim Joon Kyung) = 7 yo
Kim Sun Young, Kim Jun Young, Kim Eun Young = 1 yo
Genre ::
Romance, Friendship, Family.
Rating ::
T
Summary ::
Disclaimer ::
© SM Entertainment. Our Kids & Oc's © Brie APel.
Warning :::
MPERG! YAOI! YURI! DLDR! OOC!.
A/N ::
Annyeong!
Brie balik lagi~
Gomawo buat yang dah riview~
Brie saranni baca SM Town Kids Profile dulu ya~
.
.
Chapter 5
.
.
BUGH!
"Akh! Appo!" dua namja tersungkur sambil mengerang kesakitan, membuat namja yang memagang Fai menatap kedua temannya bingung.
"Ya! Kalian kenapa!" serunya.
Tap! namja itu membalikan badannya dan melihat seorang namja tinggi sedang menyerangai padanya.
"Lepaskan dia!" ucapnya datar.
"Apa urusanmu? Dia milik kami!" seru namja itu. Namja bertubuh tinggi didepanya makin menyeragai. Dan..
BUGH!
Namja tinggi itu meninju perut namja yang memengangi Fai, seketika Fai terlepas dari pegangan namja itu dan jatuh terduduk. Fai mendongakan wajahnya dan meihat tiga namja lain menghampiri namja tinggi sebelumnya dan menghajar ketiga namja mesum tersebut.
Fai menarik nafas lega saat mengetahui siapa mereka. Fai merebahkan dirinya karena kelelahan.
"Fai!" seru sebuah suara disusul pelukkan hangat yang dirasakan Fai.
"Zi~" seru suara lain.
"Fai! Gwenchanayo?" tanya Kyuhyun, ia membantu Fai duduk dengan bersandar pada tubuhnya. Fai mengangukan kepalanya, ia menatap Zizi yang menangis dalam pelukan Changmin dan Yean yang dipeluk Sehun. Kyuhyun kemudian membantu Fai untuk berdiri.
"Akh!" Fai kembali jatuh terduduk.
"Sepertinya kakinya terkilir Hyung" ucap Minho, ia mendekat dan mengecek kaki Fai. Fai kembali memekik, sepertinya benar, kakinya terkilir.
Minho pun berinisiatif untuk mengendong Fai dipunggung. Mereka lalu berjalan keluar dari taman. Mereka berjalan dalam diam.
"G-gomawo Ajhussi~" ucap Fai setalah cukup jauh mereka berjalan. Kyuhyun, Changmin, Minho dan Sehun tersenyum.
"Nde" ucap keempatnya bersamaan.
"Fai~" panggil Zizi, mereka berhenti sejenak untuk beristirahat. Masih dua blok lagi baru mereka akan sampai di Shean Mansion. Fai menatap kembarnya itu. "Fai marah sama Daddy and Mommy?" tanya Zizi. Fai menatap Zizi sejenak kemudian menundukan wajahnya.
"Entahlah" jawabnya. Fai mendongakan kepalanya saat merasakan tepukan dikepalanya. Kyuhyun tersenyum padanya.
"Aku tau kau marah pada Kris, pada kami juga. Tapi perlu kau tau, kami sama tersiksanya dengan kalian" ucap Kyuhyun sambil menerawang jauh.
"Apa maksudmu Ajhussi?" tanya Fai, diantara yang lain memang Fai yang paling sering memanggil pada Seme dengan sebutan Ajhussi dan para Uke dengan Ajhumma, sedangkan para Yeojya Shungmo.
"Kalian harus tau alasan kenapa kami menitipkan kalian di Shean Mansion" ucap Kyuhyun.
"Apa itu Kyu Appa?" tanya Yean penasaran. Kyuhyun kembali tersenyum.
"Peraturan perusahaan" jawab Changmin.
"Perusahaan melarang kami untuk memberitahu kalian kepublik dengan alasan pamor kami" lanjut Minho.
"Meleka hanya mengijinkan kami mengunjungi kalian thaat libulan atau flee job" ucap Sehun.
"Tapi sepuluh tahun yang lalu, kami membuat perjanjian dengan perusahaan" – Kyuhyun.
"Apa isinya?" tanya Zizi penasaran.
"Kami diperintahkan untuk menghasilkan penjualan yang tinggi selama lima tahun dengan balasan kami akan mendapatkan liburan selama satu tahun" – Changmin.
"Lalu kenapa baru sekarang kalian datang?!" seru Fai marah.
"Itu karena kami tau satu tahun tidak akan cukup untuk kami. Jadi kami memutuskan untuk bekerja selama sepuluh tahun lamanya dengan imbalan liburan selama tiga tahun" Fai, Zizi dan Yean membulatan mata mereka.
"Bukan hanya kami, Nunadeul juga" ucap Sehun, yang membuat ketiga gadis cilik itu kembali membulatkan mata mereka.
.
.
.
Keesokan paginya, keadaan Shean Mansion ramai seperti biasanya, sepertinya kejadian semalam tidak terlalu berpengaruh. Mereka juga sudah berbicara pada anak-anak tentang perjanjian mereka dengan perusahaan. Kris dan Fai juga sudah berbaikkan walau masih canggung.
Para anak-anak sedang bersiap-siap, tapi bukan untuk pergi kesekolah. Melainkan untuk menonton tournament beladiri. Sekolah memang diliburkan saat tournament beladiri dilangsungkan. Tujuannya agar siswa-siswinya dapat memberikan dukungan pada teman-teman mereka yang sedang bertanding.
Mereka sibuk menyiapkan atribut untuk mendukung Fai yang mengikuti tournament. Ada yang membuat spanduk dengan tulisan berisikan semangat untuk Fai, ada juga yang membuat alat-alat musik untuk memeriahkan dukungan mereka.
Para orang tua hanya mengelengkan kepalanya mereka melihat kehebohan mereka. Bahkan Shean juga turun tangan untuk membantu mereka, ia tak kalah heboh dengan anak-anak itu.
Tao mengedarkan pandanganya kepenjuru rumah, sesekali ia akan menengok keatas mencari seseorang.
"Kau cari siapa Tao?" tanya Tiffany.
"Itu, Fai mana?" ucap Tao balik. Dan sukses membuat anak-anak menghentikan kegiatan mereka.
"Aish! Pasti belum bangun!" seru Kimi kesal.
"Biar aku yang bangunkan!" seru Zizi dan Yean bersamaan. Kimi mengikuti mereka.
"Ikut!" seru Hyon, tidak mau jauh dari kembarannya.
"Kami juga!" seru YeolDae Twins. Mereka membawa peralatan yang mereka buat. Yang lain hanya mengelengkan kepalanya.
"Amankan Young Twins" ujar Nona Jung. Jungmo, dibantu Sunny dan Seohyun menutup telinga Young Twins.
Drak! Bruk! Prang! Cess! (backsound gagal -_-)
"FAI! IROOOONNNNAAAAAAAAA!" seru Kimi seperti Kai di lagu MAMA. Para orang tua menutup telinga mereka, sedangkan Kai melotot kaget dengan suara Kimi yang menyanyingi suaranya. -_-"
"Fai! Ireona! Ireona! Ireona!" seru Zizi.
Ireona, ireona, ireona (turn it on)
Ireona, ireona, ireona
Yeongwonhalgeora mitgo sipeul ttae
Eonjenga hal geo rago mangseoril ttae
Naeiri baro kkeuchinjido molla
Huhoe gateun geon ijeobeoryeo duryeowoma
Jebal saranghae, saranghae, saranghae johwaroulsurok wanbyeokhajanha
Modeun seulpeumi gippeumi yeogie nawa neoneun han saengmyeongin geol~
Ya! uriga wollae hanaro taeeonatdeon sungan
Galsurok somojeogin i segyereul mannan sungan
Urin jeomjeomjeommeoreojyeoga jeomjeom
Dullo kkaejyeobeorin chae himeul irheobeorin taeyang
Galsurok, galsurok, galsurok, galsurok deo
Ganjeolhaetdeon kkumui segyereul dasi majuhaneun sungan
Nae gaseumi ttwinda, magu ttwinda
Dung dung dung dung dung dung
Dolgo doraseo dasi sijakhaneun gose da wasseo
Yeah- EXO-M, EXO-K uriga sijakhaneun mirae History
Jeo taeyangcheoreom geodaehan hanaran geol aneun nal
Oh, hanaui simjange, taeyange kkeuteobsi urin
Hanaro ganghaejigo isseo
I need you and you want me, jiguran i byeoreseo o~ o~
Every, every, everyday naega mandeun History
Terdengar suara YeolDae Twins yang menyanyikan lagu History sembari memukul-mukul barang-barang yang mereka bawa. (NB: bayangin YeolDae Twins nyanyi dalam versi rock!)
"DIAM!" seruan itu sukses membuat YeolDae Twins diam. Mereka menatap Fai yang duduk ditempat tidurnya masih dengan mata yang terpejam. Kimi, Zizi, Yean dan Hyon menatap Fai, menunggu apa yang dilakukan Fai selanjutnya.
Fai yang merasa keadaan sudah tenang, kembali merebahkan dirinya dan menutup tubuhnya dengan selimut. Membuat keenam orang yang ada disana sweatdrop melihat kelakuan Fai.
Dengan kesal Kimi mendekat dan menarik selimut Fai. Namun ia kalah kuat dari Fai yang menahannya. Menyerah Kimi membiarkan saja, dan mengajak lima orang lainnya keluar dari kamar. Kimi mengembungkan pipinya kesal.
"Waeyo?" tanya Xiumin. Kimi makin cemberut.
"Fai sepelti kelbau!" seru Hyon. Zizi melempar Hyon dengan serbet.
"Biar aku yang bangunkan" Kris beranjak menuju kamar Fai. Kris mengelengkan kepalanya melihat Fai yang bergelung dalam selimut. Ia mendekat dan mengelus rambut Fai yang sedikit keluar dari selimut.
"Hei, Wake up Princess~" Kris berbisik pada telinga Fai yang mengeliatkan tubuhnya.
"Hm.. Lima menit! Lima menit!" seru Fai sambil membenamkan wajahnya kedalam bantal. Kris mengelengkan kepalanya, ternyata Fai menuruni kebiasaanya.
"Fai-ah, wake up princess" kata Kris lagi, Fai kembali mengucapkan 'lima menit! lima menit!' "Kau ada turnament pagi ini, ingat?" kata Kris. Fai tersentak bangun dan langsung terduduk.
"Jam berapa sekarang!" serunya panik. Kris terkekeh.
"07.30 AM, lekas mandi dan bersiap, yang lain sudah menunggu untuk sarapan bersama" ucap Kris, ia mengusap rambut Fai. Fai turun dari tempat tidurnya, meraih handuk dilemarinya. Sebelum masuk kedalam kamar mandi, Fai menghentikan langkahnya dan menatap Kris.
"Hm, D-daddy~" panggil Fai. Kris menatapnya.
"What?" Fai memainkan ujung handuknya.
"Love You~" Brak! Setelah mengatakannya Fai langsung masuk kedalam kamar mandi dan membanting pintunya. Kris terkekeh.
"Love you too" ucap Kris, lalu keluar dari kamar Fai sambil tersenyum.
.
.
.
Riuh penonton yang bersorak-sorak mendukung para peserta Tournament Beladiri terdengar hingga keluar stadion.
Fai berdiri dengan gelisah diruang tunggu. Beberapa menit lagi ia akan tampil, semua keluarganya datang dan duduk menyebar keseluruh penjuru kursi penonton. Ia gelisah bukan karena gugup, hei, ini tournament ketiganya. Ia gugup karena lagi-lagi ada yang menganjal hatinya. Ucapan dari orang itu, orang yang sama yang selama ini menganggu pikirannya.
'Fai! Jangan dengarkan ucapan mereka! Percaya pada keluargamu!' semangat Fai pada dirinya sendiri.
"PESERTA SELANJUTNYA! WU ZI FAN! DARI SM ART ELEMENTRY SCHOOL!" Seru pembawa acara. Fai menghembuskan nafasnya dan beranjak dari ruang tunggu.
"Itu Fai!" seru Shean saat melihat sosok Fai berdiri disisi sebelah kanan sedangkan sisi sebelah kiri diisi oleh lawannya dari sekolah yang sama.
"Loh, lawan Fai namja?" heran Kris saat melihat lawan Fai yang seorang namja.
"Fai memang mengambil tournamen untuk namja" jelas Nona Jung.
"Kok bisa?" heran Tao.
"Ya, awalnya guru pembimbing disekolahnya menolak, namun saat pendaftaran, Fai dengan segala ketomboyannya berhasil meyakinkan panitia bahwa Fai seorang namja" Tao membulatkan mata pandanya medengar ucapan Nona Jung. Sedangkan Kris hanya geleng-geleng kepala.
"PENANTANGNYA ADALAH CHOI KYU YOUNG! DARI SM ART ELEMENTRY SCHOOL!" seru pembawa acara itu lagi.
Wasit meminta Fai dan juga Kyuyoung membungkuk, keduanya membungkuk. Dan peluit berbunyi mendakan pertandingan dimulai. Keduanya memasang kuda-kuda. Fai menatap Kyuyoung yang menyerangai padanya.
"Anak Aneh" Fai menatap Kyuyoung, ia tak percaya Kyuyoung mengucapkan kata-kata itu ditengah-tengah tournament.
"Kau!" Fai maju dan mulai melayangkan jurus Wushu-nya, namun Kyuyoung dapat menghindar. Sekarang Kyuyoung balik menyerang dan mengenai perut Fai, membuat yeojya tomboy itu terduduk. Zizi memekik terekejut sedangkan Kris mengepal kan tangannya.
"Kenapa? Kau lemah Wu Zi Fan!" ucap Kyuyoung menyerangai. Fai mengeram kesal, wasit mulai menghitung mundur.
"WASIT MULAI MENGHITUNG MUNDUR! APAKAH WU ZI FAN AKAN KALAH?" seru pembawa acara itu.
"ATAU- OH APA ITU!" serunya saat melihat sosok berwarna hitam putih masuk kedalam arena tournament.
"FAI! SEMAGAT!" seru sosok hitam putih itu sambil menari-nari. Fai mengangkat kepalanya, matanya berbinar sesaat, melihat sosok hitam putih itu. Satu kesamaan Fai, ia sama seperti Zizi dan Tao yang sangat menggilai hewan berwarna hitam putih asal China, Panda.
"Loh, itu kan-" seru SM Family saat melihat sosok hitam putih yang sedang berlari-lari dari kejaran petugas karena dianggap penganggu itu.
"Tao~" Kris mengelengkan kepalanya saat sosok Tao yang memakai kostum panda itu tertangkap petugas.
"FAI! SEMANGAT!" seru Tao saat tubuh dalam balutan kostum panda itu diseret keluar dari arena tournament. Fai tersenyum saat sosok itu keluar dari arena, ia bangkit dan kembali memasang kuda-kuda.
"YA! WU ZI FAN MASIH BISA MELANJUTKAN PERTANDINGANYA!" seru pembawa acara yang disambut sorak-sorak dari para penonton.
Fai kembali mengeluarkan jurus wushu-nya, Kyuyoung dibuat kualahan. Pertandingan berlangsung sama kuat. Baik Fai atau Kyuyoung tak ada yang menyerah, nafas keduanya sudah mulai tak beraturan.
"KEDUA PESERTA SUDAH SAMPAI PADA BATAS MEREKA! SIAPAKAH YANG AKAN MAJU PADA BABAK SELANJUTNYA?!"
Kyuyoung dan Fai saling tatap, nafas mereka naik turun.
"Kenapa, kenapa selama ini kau selalu menghasut ku Kyu?" tanya Fai. Kyuyoung menatap Fai sinis.
"Karena kau memang pantas dibenci!" seru Kyuyoung.
"Apa salah ku dan semua keluargaku!" seru Fai juga.
"Semua keluarga bahagia salah dimataku!" Fai terkejut mendengar penuturan Kyuyoung, dan lebih terkejut lagi saat Kyuyoung maju dan menyerangnya, untung Fai segera menghindar.
Fai hendak menjawab, namun Kyuyoung kembali melancarkan seranganya, dan Fai cukup kualahan mengahadapinya.
Lalu saat Kyuyoung lengah, Fai tak menyia-nyiakan kesempatan segera menjegal kaki Kyuyoung, membuat namja yang juga satu kelas denganya itu terjatuh, dan Fai menahan tubuh Kyuyoung dengan lututnya.
"YA! WU ZI FAN BERHASIL MENJATUHAN CHOI KYU YOUNG! APAKAH CHOI KYU YOUNG BISA MEMBALIK KEADAAN?!"
"Ada apa dengan mu Kyu? Kita teman, kalau kau ada masalah dengan keluarga mu, datang pada ku dan ceritakan semuanya" ucap Fai lembut, ia menatap Kyuyoung yang menatapnya marah. Kyuyoung mau mengerakan tubuhnya, namun tak bisa. Fai mengunci semua pergerakannya. Wasit mulai menghitung mundur, dan mengangakat tangan Fai.
"WU ZI FAN MAJU PADA BABAK SELANJUTNYA!"
Seluruh penonton bersorak, begitu pun dengan SM Family. Zizi dan Hyon bahkan saling berpelukan tanpa sadar, namun hanya sebentar dan mereka kembali saling bertatapan tajam. Tao memeluk Kris senang. Kris menatap Fai yang juga menatapnya, ia tersenyum pada Fai dan mengacungkan jempolnya. Fai tersenyum kearah Kris dan menganggukan kepalanya.
.
.
Brak!
Kyuyoung membuang benda apa saja yang ada didekatnya, ia sedang berada diruang tunggu. Ia memukul tembok hingga tangannya terluka.
"Sial!" serunya kesal. Tak lama air mata keluar dari pelupuk mata Kyuyoung. Ia mengahapusnya dengan kasar.
"Hei, gwenchanayo?" Kyuyoung menegakkan tubuhnya saat mendengar suara yeojya. Ia berbalik dan melihat sosok yeojya bertubuh tinggi dan berwajah cantik.
"Tanganmu berdarah, kau tak apa?" yeojya itu mendekat, ia mengeluarkan sapu tangan dan membersihkan luka ditangan Kyuyoung. Kyuyoung hanya diam, ia memperhatikan bagaimana yeojya itu dengan lembut membalut luka dipunggung tangan Kyuyoung.
"Nah, sudah selesai, nanti saat pulang, kau harus membersihkannya dan memberinya obat ne" yeojya itu tersenyum dan mengelus rambut Kyuyoung.
"Sooyoung-ah!" seru seseorang diluar ruangan. Yeojya itu menegakan tubuhnya.
"Aku harus pergi, jangan menyakiti dirimu lagi ne" Yeojya itu mengelus rambut Kyuyoung lalu berbalik keluar ruangan.
"Hangat~ hangat sekali~" lirih Kyuyoung menyentuh kepalanya yang baru saja disentuh yeojya tadi.
.
"Ya! Kalian dari mana!" seru Yuri saat melihat Sooyoung yang baru mucul bersama Sunny. Sooyoung tertawa saja mendengar gerutuan Yuri.
"Mianhae, tadi kami dari toilet" jawab Sunny. Sooyoung menganggukan kepalanya membernarkan ucapan Sunny.
"Kajja kita pulang, yang lain sudah duluan" Sooyoung dan Sunny bergegas masuk kedalam van SNSD dan van pun pergi meninggalkan stadion tempat tournament beladiri dilangsungkan.
'Siapa anak itu? Dia terlihat kesepian' Sooyoung menatap sosok Kyuyoung yang akan masuk kedalam mobil jemputannya. 'Kenapa aku ingin sekali melindunginya?' pikir Sooyoung lagi.
.
.
.
"Bersulang!" seru Shean. Ia mengangkat gelas berisi wine dan yang lain mengikuti, para orang tua juga ikut mengangkat gelas berisi wine sedangkan anak-anak mengangkat gelas berisi jus.
Mereka sedang mengadakan acara kecil-kecilan menyambut kemenang Fai kebabak selanjutnya di tournament beladiri.
"Kau hebat sekali Fai-ah~" puji Leeteuk pada Fai.
"Gomawo Ajhumma" ucap Fai sambil tersenyum.
"Jaeyeon-ah!" Shean mendekati Jaeyeon sambil membawa dua gelas wine ditangannya.
"Waeyo Shungmo?" tanya Jaeyeon. Shean meletakkan gelas wine didepan Jaeyeon.
"Karena umurmu sudah delapan belas tahun, kau harus mencoba ini!" Shean menyodorkan gelas wine pada Jaeyeon.
"Mwo! Anni!" Yunho merebut gelas yang disodorkan Shean pada Jaeyeon.
"Appa!" seru Shean kesal. Ia berdiri dan hendak merebut gelas yang dipegang Yunho, namun karena ia kurang kesimbangan, ia hampir terjatuh. Untung Changmin ada disebelah Jaeyeon, sehingga bisa menahan tubuh Shean.
"Omo, kau mabuk Shean-ah!" seru Changmin saat mencium bau alkohol dari mulut Shean.
"Anni, anni, anni... Aku tidak mabuk!" rancu Shean, ia melepas pelukan Changmin dan berjalan membawa gelas winenya, ia berjalan sambil merancu.
"Dia mabuk?" tanya Kyuhyun. Changmin menganggukan kepalanya.
"Kok bisa? Dia kan minum wine?" tanya Leeteuk khawatir. Ia melihat Shean duduk dipinggir kolam renang dan mencelupkan kakinya.
"Baunya seperti soju?" ucap Changmin.
"Mwo!" mereka menatap Sehan yang menuang isi dalam gelasnya pada kolam renang dan berucap, 'ayo makan ikan~'. Sepertinya Shean mengira ia ada dikolam ikan dan membawa makanan ikan.
Nona Jung menahan tawanya melihat kelakuan Shean. Leeteuk hendak menghampiri Shean, namun Nona Jung menahanya.
"Jangan, kalian lihat saja, Saechan akan mengeluarkan bakatnya sebentar lagi" ucap Nona Jung.
"Bakat? Bakat apa Nona?" tanya Leeteuk bingung. Nona Jung hanya tertawa kecil, ia kemudian menunjuk Shean yang berdiri dipinggir kolam, dan mengengam gelas wine yang telah kosong seolah-olah ia memegang mic.
"Hadirin! Ini Lah dia! Artis yang terkenal sepanjang masa!" Shean mulai berucap dengan suara yang lantang. "Lim Sae Chan! Hahaha!" Shean menunjuk dirinya sendiri dan diakhir tawa, ia kemudian membungkukan badannya berulang kali sembari mengucapkan 'terima kasih' beberapa kali.
"MUSIK!" pekik Shean. Nona Jung meraih ponsel miliknya dan mencari pemutar musik.
Mereka semua menatap Shean tak percaya, terlebih member SHINee. Mereka benar-benar takjub, Shean bisa mengikuti semua gerakan dari lagu Lucifer.
Nona Jung terkikik, ia kembali mencari lagu lain di pemutar musiknya. Matanya berbinar saat menemukan apa yang dicarinya. Intro dari sebuah lagu pun terdengar.
"Ini kan" Jino menatap Nona Jung yang kembali tertawa kecil.
"Miss You?" Nona Jung menganggukan kepalanya menjawab pertanyaan Jay.
Shean mendekatan gelas yang ia kira mic itu saat mendengar lagu yang diputar oleh Nona Jung. Ia menutup matanya menghayati intro dari lagu yang diputar Nona Jung.
Geureul itji motaeseo apahanayo
Geudaega isseul jariga yeogin aningayo
Nareul wihan georamyeon chameul pillyo eobtjyo
Eonjengan kkeutnabeoril teni
Shean mengeluarkan suaranya, mereka berdecak kagum mendangar suara Shean. Suaranya yang biasa saat berbicara terdengar berat, saat bernyanyi terdengar lembut. (NB: bayangin aja sauranya Shean kayak suara Suho ya, Brie suka suara Suho pas dia nyanyi, trus kalo pas Shean ngomong itu kayak Sooyoung, kan suara Sooyoung agak berat gitu)
Nae sarangi jejariro oji motago
Heullin nunmulmankeum meolli ganeyo
Naneun ijeoya hajyo geudae neomu geuriwo
Nareul apeuge haljineun mollado ijeoyo
Babo gateun naran geol geudaen anayo
Gaseumi jjijeojineunde useumman naojyo
Eonjekkajirado nan gidaryeo nae nunmul gamchumyeo
Naege doraogin haneun geongayo
Nae sarangi jejariro oji motago
Heullin nunmulmankeum meolli ganeyo
Naneun ijeoya hajyo geudae neomu geuriwo
Nareul apeuge haljineun mollado ijeoyo
Ijeoya haneun geon jiwoya haneun geon
Naegen neomuna eoryeoun irijyo
Nae sarangi jejariro oji motago
Heullin nunmulmankeum meolli ganeyo
Naneun ijeoya hajyo geudae neomu geuriwo
Nareul apeuge haljineun mollado ijeoyo (Ijeoyo)
Shean mulai meneteskan airmatanya. Mereka menatap Shean terkejut.
[Kyuhyun] Nae maeumi jejariro ojil anhayo
([Jay] Ojil anhayo)
Michin deusi gyesok nunmulman najyo
[Jay] Naneun andwaena bwayo
([Kyuhyun] Andwaena bwayo)
[Jonghyun] Geudael itneundaneun geon
([Jino] Itneundaneun geon)
[Shean]Geunyang jukgo sipeodo
Geudaeui sarang noheul su eobseo
Na salgo itjyo
Jay, Kyuhyun, Jonghyun dan Jino ikut menyanyikan bagian akhir lagu, hingga mereka terkejut saat Shean menangis dan terduduk dipinggir kolam renang.
"Shean-ah" seru mereka, mereka mendekati Shean.
"Na Salgo Itjyo~" lirih Shean sebelum ia jatuh tak sadarkan diri. Mereka memekik, namun tak lama mereka menghala nafas saat mendengar nafas teratur Shean, ternyata ia tertidur.
.
.
"Sheaphin-ah! Ireona!" Shean mengeram, ia merasa kesal dibangunkan oleh seseorang. Ia menarik selimut yang membungkus tubuhnya hingga kekepalanya. Luhan yang membangunkan Shean menghela nafas kesal. Ia menarik selimut yang menutupi tubuh Shean.
"YA! IREONA!" Shean menutup kedua telinganya saat Luhan berteriak nyaring.
"Berisik Handeer!" seru Shean, ia duduk sembari memegangi kepalanya.
"Gwenchanayo?" tanya Luhan, ia menyerahkan gelas berisi air pada Shean.
"Gomawo, Nan Gwenchanayo" ucap Shean, ia memukul-mukul kepalanya yang sakit.
"Kau semalam mabuk" Shean menatap Luhan yang duduk disampingnya.
"Jinjayo?" Luhan menganggukan kepalanya. "Apa yang aku lakukan semalam?" serunya panik. Luhan menyeritkan keningnya.
"Kau... Bernyanyi~" Shean melototkan mata sipitnya, namun hanya sesaat karena ia langsung menghembusakan nafas lega.
"Syukurlah~" ucapnya, Luhan menyeritkan keningnya.
"Memangnya kenapa?" tanya Luhan. Shean mengelengkan kepalanya. Luhan mengedikan bahunya. "Sekarang, kau mandi, yang lain sudah menunggu untuk sarapan" Shean menganggukan kepalanya, ia turun dari ranjangnya dan mengambil handuk lalu berjalan kekamar mandi, sedangkan Luhan keluar dari kamar Shean.
Shean menyandarkan tubuhnya dibalik pintu kamar mandi. Ia menghembuskan nafas lega berkali-kali.
"Kau semalam mabuk"
"Kau... Bernyanyi~"
"Syukurlah, aku hanya bernyanyi, aku kira aku akan melakukan kesalahan yang sama lagi~" Shean meregangkan otot lehernya dan menuju bathtub mengisinya dengan air hangat dan juga aroma terapi, mungkin sedikit berendam bisa membuatnya tenang.
.
.
"Kemana dia? Kenapa belum muncul juga?" Heechul memandang lantai dua sambil mengerutu.
"Sabar Heenim-ah, Mungkin dia sedang berendam" Heechul mencibir mendengar ucapan Leeteuk.
"Tadi dia langsung mandi kan?" Sungmin menatap Luhan yang menganggukan kepalanya.
"Annyeong~" tak lama orang yang dibicarakan muncul juga.
"Kau lama!" seru Heechul, Shean nyengir, ia memeluk namja cantik itu.
"Jangan marah Umma~ Aku habis berendam~ Tadi kepala ku sedikit sakit~" manja Shean dibahu Heechul yang malah membuat Kyuhyun, Changmin, Yuri dan Sooyoung membuat mimik mau muntah, Shean yang melihat kelakuan empat orang itu menatap mereka tajam.
"Sudah, duduk, Saechan-ah" Shean menuruti perintah Leeteuk dan duduk disamping namja malaikat itu.
"Kau mau apa Nuna?" tanya Baekhyun yang baru saja mengisi kan nasi pada mangkuk Shean. Shean menatap meja makan yang berisi berbagai macam makan.
"Hm, aku mau telur dan daging saja" Shean menunjuk telur yang diberi bumbu pedas dan juga daging yang ditumis dengan kecap. Jaejoong mengambilkan telur dan meletakannya pada piring, lalu Lay juga mengambilkan daging dan meletakan dipiring yang sama dengan telurnya. "Gomawo" ucap Shean, saat piring berisi lauk berada didepannya, ia menutup matanya dan mulai berdoa. "Selamat makan!" serunya setelah berdoa, ia mengapit sumpit ditangan kiri sedangkan tangan kanannya mengapit sendok.
SM Family memperhatiakan cara makan Shean yang unik, sendok ditangan kanannya digunakan untuk memakan nasi sedangkan supit ditangan kirinya digunakan untuk mengambil lauk. (ini mah kebiasaan Brie kalo lagi makan)
"JAY HYUNG!" seruan itu berhasil mengalihkan perhatian mereka.
"Itu Jungmo kan?" tanya Heechul. Jay menganggukan kepalanya.
"Aku keatas dulu" pamit Jay, ia menyerahkan Junyoung pada Luhan.
"Kenapa?" tanya Shean yang menghentikan makannya sejenak.
"Molla" jawab Heechul, namun ia berdiri dan menyusul Jay.
"Mungkin Eunyoung rewel" jawab Nona Jung, ia meletakan segelas jus melon disamping piring Shean.
"Eunyoung? Dia suka rewel ya?" Nona Jung menganggukan kepalanya.
"Waktu umurnya 15 bulan, dia sering sekali menangis tanpa sebab" Shean mengusap ujung bibirnya, ia telah menyelesaikan makannya, kemudian meminum jus jeruknya.
"Aku akan mengeceknya" Shean hendak berjalan menuju kamar Young Twins saat Jungmo yang mengendong Eunyoung dan Jay disampingnya bersama Heechul muncul.
"Waeyo?" tanya Leeteuk saat melihat wajah panik Jay, Jungmo dan Heechul.
"Shean-ah! Eunyoung deman!" seru Heechul. Shean mengambil alih mengendong Eunyoung yang masih menangis.
"Panas sekali. Sejak kapan dia begini?" tanya Shean, ia membawa Eunyoung menuju ruang berkumpul, dan merebahkan tubuh Eunyoung disofa. Nona Jung mengambil tas kerja Shean yang tersimpan rapi di lemari kaca.
"Ini peralatanmu Lim Uisa" ucap Nona Jung, Shean menatap sejenak tas kerja yang sudah dua belas tahun tak disentuhnya itu dengan senyum kecil. Shean lalu mengambil termometer dan meletakannya pada ketiak Eunyoung.
"Sabar ya~" Shean mengelus kepala Eunyoung yang basah karena keringat.
Pip! Shean mengambil termometer itu. Dan matanya terbelalak terkejut.
"38,5ºC!" seru Shean, mereka juga terkejut mendengarnya. "Nona Jung! Obat penurun panas!" seru Shean. "Ambil kompres! Cepat!" serunya entah pada siapa. "Kenapa sampai tinggi sekali? Apa yang terjadi!" serunya sambil menatap Jungmo yang shock.
"A-aku t-tidak t-tau~ T-tadi-"
"Tadi Eunyoung tidur dan tiba-tiba menangis" lanjut Heechul, karena ia tahu, Jungmo pasti shock. Shean menghembuskan nafasnya.
"Ini airnya" Krystal menyerahkan baskom berisi air dingin, Leeteuk menerimanya, ia mencelupkan handuk pada air dan memerasnya hingga lumayan lembab dan menempelkanya pada kening Eunyoung.
"Saechan. Igo." Shean menerima botol obat penurun panas dari Nona Jung. Ia membaca sejenak komposisi-nya baru memberikannya pada Eunyoung.
"Chagi~ Minum dulu ne~" bujuk Shean, ia memangku Eunyoung dan mendekatkan ujung sendok obat pada bibir Eunyoung. Bayi satu tahun itu mengoyang-goyangkan kepalanya menolak benda berbau menyengat itu sambil masih menangis.
"Oppa, kau minumkan" Shean menyerahkan Eunyoung pada Jungmo berserta sendok obatnya.
"Chagi~ Minum dulu ne~" ucap Jungmo mendekatkan sendok obat pada bibir Eunyoung dan lagi-lagi yeojya cilik satu tahun itu menyemburkan obat yang sudah masuk kedalam mulutnya namun belum tertelan. Shean menghela nafas.
"Mianhae" ucap Shean, ia memencet hidung Eunyoung dan memasukan sendok berisi obat sirup dalam mulut Eunyoung. Bayi satu tahun itu meronta tak bisa bernafas, namun obat masuk saat ia menarik nafas dari mulutnya dan tertelan sepenuhnya.
"Sudah!" ucap Shean melepaskan tangannya dari hidung Eunyoung yang langsung menangis keras, membuat dua saudaranya, Sunyoung dan Junyoung juga menangis.
"Kita tunggu satu jam lagi, kalau belum turun juga panasnya, telepon Jitae" Shean membereskan tas kerjanya. Ia mengecup pucuk kepala Eunyoung dan berguma 'Mianhae'.
.
.
.
TBC
.
.
.
#lirik kanan kiri# #nyengir#
Annyeong~ Brie balik lagi!
Ada yang rindu? #reader: gak!#pundung#
Mianhae~ Brie lagi sibuk akhir-akhir ini, selesai UTS, eh malah lagi dapat sedikit musibah. Eomma-nya Brie masuk rumah sakit, jadinya Brie yang harus jagain gantian sama Appa Brie. Belum lagi laptop Brie hampir aja rusak, dan file-file-nya juga hampir ilang, tapi untungnya bisa diperbaiki dan filenya gak ilang…
Yosh, ini dah lanjut...
Let Out The Best-nya belum dilanjut... ditunggu aja... Brie lagi usaha bikin rate M-nya #plak# jadi ditunggu aja ya...
Ah, iya, Brie ada rencana untuk nambahin anak-anaknya member SNSD dan F(X). Nah ada yang setuju? #wink#
Yosh, segitu aja.
Salam,
Brie APel ^_^
Pyong!
