Our Kids

Cast ::

SM Town Member With The Kids.

Jung Jae Yeon = 18 yo

Tan Soo Hee, Lee Myung Jin, Henmi Zhou He Mei = 17 yo

Moon Kim Soo Young, Houry Zhou Ho Ri, Shinoo Shin Yoo Eun = 15 yo

Cho Min Young, Jung Jae Young, Kiki Lee Jin Bum, Adrea Choi Hye Won, Park Chan Yoo, Park Chan Soo, Kim Jin Hyun, Choi Tae Ho = 14 yo

Cho Min Kyung, May Lee Mi Sae, Ray Kim Sun Wook, Sun Kim Sun Woon, Tan Kyung Hee, Wun Kim Soo Woon, Ken Choi Hyo Won = 13 yo

Kimi Kim Seok In, Juny Kim Soo Myeon, Hoon Park Hoon Yeol, Joon Park Joon Yeol, Zizi Wu Zi Yin, Fai Wu Zi Fan, Yean Oh Hye Han, Hyon Oh Hyo Hun, Zang Kim Dae Hyung, Xing Kim Dae Young = 12 yo

Ino Kim Seo In, Qi Kim Joon Kyung = 7 yo

Kim Sun Young, Kim Jun Young, Kim Eun Young = 1 yo

Genre ::

Romance, Friendship, Family.

Rating ::

T

Summary ::

Disclaimer ::

© SM Entertainment. Our Kids & Oc's © Brie APel.

Warning :::

MPERG! YAOI! YURI! DLDR! OOC!.

A/N ::

Annyeong!

Brie balik lagi~

Gomawo buat yang dah riview~

Brie saranni baca SM Town Kids Profile dulu ya~

.

.

Chapter 6

.

.

Satu jam kemudian.

.

Tangis Eunyoung kembali terdengar sejak tiga puluh menit lalu, dan panasnya juga belum turun juga. Eunyoung juga sudah berpindah tangan ke hampir semua SM Family. Untungnya hanya Young Twins yang ada dirumah, karena anak-anak lain sedang sekolah.

"Ahn Ji Tae! Aku akan menendang mu kalau kau tidak juga muncul!" seru Shean sambil mengeram marah. Hei dia juga panik, ia dokter, tapi dokter kandungan, bukan dokter anak seperti Jitae.

Ting! Tong! Ting! Tong!

Nona Jung langsung menuju pintu utama dan tak lama kembali bersama namja tinggi.

"Annyeong" sapa namja itu.

"Kau lama Ahn Ji Tae!" Jitae mengalihkan pandanganya pada sofa tunggal yang diduduki seseorang.

"Saechan?" Shean berdiri dan menatap Jitae yang terkejut melihatnya.

"Nde, ini aku. Wae?" Jitae tak menjawab pertanyaan Shean, ia malah berjalan cepat menuju Shean dan memeluknya.

"Bogoshipoyo~" ucapnya lirih. Shean tersenyum, ia balas memeluk Jitae.

"Nde~ Na Do~ Nado Oppa~"

"Ekhm... bisa dilanjutkan nanti saja? Disini ada yang lebih penting" Jitae dan Shean melepaskan pelukkan mereka dan menatap Heechul yang menatap mereka tajam, dalam gendonganya Eunyoung masih menangis.

"Kau periksa Eunyoung ne" pinta Shean. Jitae menganggukkan kepalanya. Heechul menyerahkan Eunyoung pada Jitae.

"Apa gejalanya?" Jitae menempelkan ujung bulat stetoskop pada dada Eunyoung.

"Panas tinggi sejak sejam lalu, sudah diberikan obat penurun panas, tapi panasnya tak turun juga" ucap Shean, ia bantu menahan pergerakan Eunyoung.

"Apa yang dia lakukan sebelum panas?" tanya Jitae.

"Dia minum susu lalu tertidur, tapi tiba-tiba dia terbangun dan menangis kencang" ucap Jungmo pelan.

"Susu? Boleh aku lihat?" pinta Jitae. Nona Jung menuju dapur dan kembali membawa kaleng susu yang diminta Jitae.

"Ini susu yang biasa diminum Young Twins" ucap Nona Jung, Jitae menganggukan kepalanya.

"Apa pernah menganti yang lain?" tanya Jitae. Nona Jung menggelengkan kepalanya.

"Apa ada hubunganya dengan susu yang diminumnya?" tanya Shean. Jitae menganggukan kepalanya.

"Sepertinya. Lalu bagaimana dengan saudaranya yang lain?" tanya Jitae.

"Mereka tidak apa-apa" jawab Jay.

"Bagaimana dengan pencernaannya?" tanya Shean. Jitae menekan perut Eunyoung pelan.

"Apa dia sering diare?" Nona Jung dan Jungmo menganggukan kepalanya.

"Nde, itu terjadi tiga hari lalu"

"Sudah pernah mengantinya dengan susu lain?"

"Anni"

"Sepertinya Eunyoung tidak bisa menerima protein susu sapi"

"Mwo?"

"Hm, coba ganti susunya dengan susu kedelai" saran Jitae.

"Susu keledai?" sahut Changmin dan Kyuhyun.

"Kedelai!" seru Shean sambil menatap tajam duo evil itu.

"Ah, kebetulan sepertinya ada" Nona Jung langsung menuju dapur dan menemukan susu bubuk dalam kemasan kotak. "Masih bagus. Apa ini bisa?" tanya Nona Jung, ia menyerahkan kemasan susu dalam karton pada Jitae. Jitae menganggukan kepalanya.

"Kapan kau membelinya Nona?" tanya Shean sambil membaca komposisi susu kemasan itu.

"Aku juga tidak tau, dua minggu lalu aku belanja, dan saat pulang aku menemukan susu itu ada bersama belanjaan lainnya" Shean ber'oh'ria.

.

Beberapa saat kemudian, Eunyoung sudah mulai tenang, dan perlahan-lahan, keadaanya membaik, panasnya juga berangsur-angsur turun. SM Family menghela nafas lega. Begitu pun Nona Jung, Shean dan Jitae.

Sekarang bayi satu tahun itu sudah tidur bersama kedua saudaranya, setelah minum obat. Jungmo menemani mereka bersama Heechul dan para yeojya. SM Family yang lain sedang bersantai dan melakukan kegiatan entah apa.

Shean dan Jitae duduk ditaman belakang Shean Mansion. Saling melepas rindu, dua belas tahun bukan waktu yang sebenar, dan mereka saling bertukar cerita. Sesekali tawa keluar dari bibir keduanya. Sesakali Kyuhyun, Changmin, Sooyoung dan Yuri akan bergabung dan berakhir dengan pertengkaran empat orang itu bersama Shean.

"Jadi, Apa kau sudah menemukan pengganti Saejin?" tanya Shean, ia menatap namja yang lebih tua dua tahun darinya itu. Jitae menatap kearah taman belakang Shean Mansion dengan senyum kecil.

"Anni, tidak ada yang bisa mengantikan Saejin, sampai kapan pun" jawab namja tampan itu.

"Kau tau, Saejin pasti tidak senang kau begini. Ini sudah delapan belas tahun. Kau harus terus melanjutkan hidup" nasihat Shean. Jitae menglengkan kepalanya.

"Entahlah. Beberapa kali aku berkencan dengan seseorang. Tapi aku selalu terbayang wajah Saejin. Mungkin aku adalah Severus Snape dikehidupan nyata" Shean menepuk punggung Jitae.

"Hei, kau tau. Disini ada tiga orang yang masih singel. Kau tinggal pilih. Mau yang manis, yang cantik, atau yang evil" Jitae menatap Shean bingung.

"Yang Manis? Yang Cantik? Yang Evil? Sepertinya aku tau siapa saja mereka" ucap Jitae. Shean tertawa dengan kerasnya mengejutkan orang-orang yang ada ruang kumpul yang berhadapan langsung dengan taman belakang Shean Mansion. Sedangkan ketiga orang yang dimaksud Shean bersin-bersin gaje ditempat mereka.

"Hei, kau tau tawa mu itu sungguh menakutkan" komentar Kyuhyun pedas. Shean melayangkan tatapan membunuhnya yang dibalas juga oleh namja evil itu.

"Tak merasa kalau kau juga memiliki tawa yang sama?!" seru Shean. Dan mulailah adu argumentasi antara Shean dan Kyuhyun. Yang lain hanya mengelengkan kepalanya melihat perdebatan dua orang itu.

.

.

.

"Choi Kyu Young!" Fai mengejar Kyuyoung yang baru saja keluar dari kelas. Kyuyoung terus berjalan, menghiraukan Fai yang terus memanggil namanya.

"YA! CHOI KYU YOUNG!" Fai berhasil menarik tangan namja yang seumuran denganya itu.

"APA!" balas Kyuyoung tak kalah keras. Ia menyentakan tangan Fai yang menahan tanganya.

"Aku ingin bicara denganmu!" seru Fai. Kyuyoung menatap Fai sinis.

"Apa! Kau ingin mengjekku begitu!" seru Kyuyoung. Seruan kedua orang itu berhasil menarik perhatian orang-orang yang ada koridor, tempat dimana Kyuyoung dan Fai saling bertatapan sinis.

"Anni! A-aku.. Aish! Ikut aku sekarang!" seru Fai, ia menarik pergelangan tangan Kyuyoung dan membawanya menjauhi koridor. Fai sampai tak sadar berpapasan dengan yeojya cantik berwajah oriental yang menatap Fai dan Kyuyoung shock.

"Yean!" sebuah tepukan dirasakan yeojya yang tadi berpapasan dengan Fai dan Kyuyoung.

"Hyon~ Zizi~" Hyon dan Zizi menatap bingung Yean yang sepertinya hendak menangis.

.

"Sekarang jelaskan padaku! Kenapa kau menghasutku!" seru Fai pada Kyuyoung yang ada didepannya. Keduanya sedang berada diatap gedung SM Art Elementry.

"Apa yang aku ucapkan masih belum juga jelas?!" Kyuyoung menatap Fai sinis.

"Ada apa denganmu?" tanya Fai, kali ini ia melembutkan suaranya.

"Tidak usah munafik! Kau tau apa yang aku ucapkan saat tournament kemarin!" seru Kyuyoung.

"Aku sama sekali tidak mengerti maksudmu"

"Semua keluarga yang bahagia salah dimataku! Karena kalian juga harus merasakan apa yang aku rasakan!" pekik Kyuyoung. Fai membulatkan matanya.

"Kau-"

Brak!

"Yuyou!" seru sebuah suara bersamaan dengan pintu atap yang terbuka dengan kasar.

"Kiwoo Hyung!" seru Kyuyoung. Ia mendekati namja manis bernama Kiwoo itu. "Apa yang kau lakukan disini?" tanya Kyuyoung lembut.

"Kau tidak berkelahi dengan Fai-shii kan?" tanya Kiwoo, ia memeriksa wajah Kyuyoung dan menghembuskan nafas saat tak melihat luka diwajah tampan Kyuyoung. Kiwoo beralih menatap Fai.

"Mianhae Fai-shii, Yuyou sedang tidak baik keadaanya" sesal Kiwoo, Fai menatap Kiwoo bingung.

"Hyung! Apa yang kau lakukan!" seru Kyuyoung. Kiwoo menatap Kyuyoung dan tersenyum.

"Gwenchanayo~" Kiwoo tersenyum pada Kyuyoung. Kyuyoung dengan kesal menarik Kiwoo meninggalkan atap, tanpa berpamitan dengan Fai. Fai menatap mereka bingung. Ia bertekat untuk mencari tahu penyebab Kyuyoung berubah.

.

.

"Hye-ah!" Yean berjalan dengan cepat masuk kedalam Shean Mansion, tanpa mendengarkan panggilan Fai.

"Ya! Oh Hye Han!" seru Fai saat Yean dengan sadisnya membanting pintu utama saat Fai akan masuk kedalam rumah.

"Yean? Waeyo?" Sehun menatap Yean yang berjalan sambil menunduk. Yean hanya mengelengkan kepalanya dan berlari menuju kamarnya dilantai dua. Sehun menatap bingung putrinya itu.

"Hyehan!" Fai kembali memanggil Yean yang berlari menuju kamarnya. Ia hendak menyusul saat kerah baju belakangnya ditahan Sehun.

"Apa yang kau lakukan pada Yean!" seru Sehun. Fai meringis mendengar seruan Sehun.

"Aku juga tidak tau Ajhussi. Tiba-tiba saja dia sudah begitu" bela Fai.

"Dia cemburu bodoh!" umpat Hyon. Zizi yang merasa saudarinya dihina oleh Hyon menginjak kaki Hyon. "Ya! Wu Zizi!" seru Hyon kesal.

"Cemburu? Cemburu kenapa?" tanya Fai bingung.

"Fai mengacuhkan Yean saat pergi bersama Kyuyoung" Fai membulatkan matanya saat mendengar penjelasan Zizi. Ia menepuk keningnya, lupa kalau Yean itu sensitif. Fai hendak menuju ke kamar Yean saat ia masih merasakan tarikan dikerah belakangnya, Fai menatap Sehun yang masih memengang kerahnya.

"Er.. Ajhussi, bisa kau melepaskannya?" tanya Fai. Sehun mendelik. "Aku mau membujuk Hyehan" lanjutnya, perlahan Sehun melepaskan Fai, dan Fai segera berlari menuju kamar Yean dan Ino.

"Baby, apa kita akan besanan dengan Magnae cadel itu?" Kris yang sedari tadi menatap percakapan Fai, Sehun, Hyon dan Zizi bertanya pada sang istri yang ada disebelahnya.

"Jinja?" seru Tao dengan mata yang berbinar. "Luhan Ge!" pekiknya dan menuju Luhan yang menatapnya bingung. Dan selanjutnya Kris menepuk keningnya saat Tao dan Luhan malah membicarakan tentang Yean dan Fai yang kemungkinan akan ditunangkan.

.

Tok.. Tok.. Tok..

"Hye-ah~ Buka pintunya~" Fai berdiri didepan kamar Yean dan Ino. Sudah beberapa lama ia mengetuk pintu namun baik Yean maupun Ino tak juga membuka pintu bercat putih itu.

"Eonni, apa kau tidak membiarkan Fai Eonni masuk?" tanya Ino, ia mulai terganggu dengan Fai yang terus mengetuk pintu kamar, sedangkan Yean, ia malah dengan cueknya memasang earphone dan mendegarkan lagu.

Ino menepuk keningnya. Dengan kaki yang menghentak kesal, Ino berjalan kearah pintu, Ia dengan sigap menangkap tangan Fai yang hendak mengetuk pintu.

"Yean mana?" tanya Fai langsung. Ino dengan pipi yang mengembung menunjuk Yean yang duduk diatas tempat tidurnya sembari mendengar lagu.

"Ya! Apa yang kau lakukan!" seru Yean saat Fai menarik earphone-nya.

"Dengarkan aku dulu Hye~" pinta Fai, Yean melipat tanganya didepan dada dan juga mengembungkan pipinya. Ino mengelengkan kepalanya, dan dengan langkah yang menghentak juga pipi yang lagi-lagi digembungkan, Ino turun kelantai bawah menuju ruang makan.

"Waeyo?" Kimi menatap adiknya yang mengembungkan pipi.

"ZiHye sangat berisik" ucap Ino kesal, ia memeluk Xiumin yang sedang membantu menyiapkan piring dimeja makan. Xiumin mengecup pucuk kepala Ino.

"KELUALL!" pekikikan cadel itu membuat mereka menatap kearah lantai dua.

"APPO!" Fai melindungi kepalanya yang hampir terkena lemparan bantal dan buku-buku Yean.

"WU ZI FAN! KAU MENYEBAL KAN!" pekik Yean. Blam! Pintu pun menjadi sasaran kemaraahan Yean.

"Hahaha! Atlet wushu kalah sama Princess Deer!" ejek YeolDae Twins sambil menunjuk Fai yang mengusap-usap kepalanya yang sempat mencium kamus Korea-China yang tebalnya berratus halaman.

"Diam YeolDae Twins!" Fai melayangkan tatapan membunuhnya, YeolDae Twins bukannya takut malah tertawa lebar.

"Apa sih yang kau lakukan sampai Yean marah begitu?" tanya Moon.

"Aku hanya meminta maaf seperti yang pernah diajarkan Sooyoung Shungmo" Para orang dewasa tertarik dengan ucapan Fai.

"Apa yang yeojya tiang itu katakan padamu?" tanya Shean.

"Shungmo hanya bilang aku harus merayunya" Fai mengikuti mimik Sooyoung.

"Lalu, apa berhasil?" tanya Sungmin penasaran. Fai mengelengkan kepalanya.

"Anni, aku malah dilempari bantal" ucap Fai lemas. YeolDae Twins tertawa dengan kerasnya mendengar penuturan Fai.

"Ck, ck, ck... Kau baru mengunakan jurus pertama kan? Jurus kedua yang aku ajarkan belum kau lakukan kan?" tanya Sooyoung sambil mendekati remaja tinggi itu.

"Ck, aku tidak mungkin melakukan jurus kedua Shungmo! Kami masih sekolah, kalau ada apa-apa aku yang repot" Sehun dan Kris sukses tersedak minuman mereka mendengar ucapan Fai, kedua namja itu menatap Sooyoung yang menyerangai.

"YA! CHOI SOO YOUNG/THOO YOUNG NUNA!" seru kedua namja tinggi itu.

Selanjutnya ketiga orang tinggi itu berlarian dangan Kris dan Sehun yang mengejar Sooyoung yang tertawa penuh kemenangan.

.

.

Sooyoung sedikit tersentak saat merasakan benda dingin menempel dipipinya. Ia menatap Sunny yang memegang kaleng minuman dingin sambil tersenyum. Sooyoung balas tersenyum dan mengisyaratkan Sunny untuk duduk disampingnya.

"Kau melamun?" tanya Sunny setelah meminum minuman yang dipegangnya.

"Anniya" balas Sooyoung singkat.

"Lalu? Apa yang kau lakukan disini? Kenapa belum tidur?" tanya Sunny beruntun. Sooyoung tertawa mendengar pertanyaan beruntun kekasihnya itu.

"Aku hanya sedang berpikir" Sunny menyeritkan keningnya bingung.

"Berpikir? Berpikir apa?" Sooyoung menatap yeojya yang lebih tua satu tahun darinya dan tersenyum.

"Kau ingat, namja cilik tempo hari?" Sunny menganggukan kepalanya. Sooyoung menghela nafas. "Entah kenapa aku seperti ingin melindunginya, dia terlihat sedih dan kesepian" Sooyoung memainkan kaleng minumannya yang sudah hampir habis.

"Jinja? Tapi dia terlihat baik-baik saja. Orang tuanya pasti menjaga anak itu dengan baik" Sooyoung menganggukan kepalanya.

"Ya aku harap seperti itu" Sunny memandang kekasihnya itu.

"Apa kau menginginkan se-seorang anak?" tanya Sunny pelan. Sooyoung menatap Sunny.

"Apa maksudmu Bunny?" Sunny menundukan kepalanya.

"Kau terlihat sangat menyanyangi anak-anak, apa lagi dengan anak lelaki itu. A-aku hanya berpikir, sekeras apa pun kita berusaha, kita tidak akan bisa memiliki anak" Sooyoung melebarkan matanya. "Jadi, m-mungkin k-kau i-ingin-" Sooyoung memeluk Sunny, ia tau apa kelanjutan ucapan Sunny.

"Hentikan Bunny, aku bahagia bersamamu, bahkan aku bisa mati kalau kau tak ada didekatku" Sunny mulai menangis. "Soal anak, jujur aku menginginkannya" tangis Sunny makin keras. Sooyoung mendekap Sunny lebih erat. "Tapi kita bisa mengadopsinya" Sunny mengangkat kepalanya dan menatap Sooyoung.

"Mengadopsi anak?" Sooyoung menganggukan kepalanya.

"Ne, kita bisa mengadopsi anak-anak yang kurang beruntung, memberikan mereka kebahagian dan menyekolahkan mereka hingga mereka sukses" Sooyoung menghapus air mata yang membasahi pipi chubby Sunny dan mengecup kedua kelopak mata Sunny.

"Tapi-" Sooyoung mencium bibir Sunny saat Sunny akan mengeluarkan bantahan. Beberapa saat kemudian Sooyoung melepaskan ciumannya dan tersenyum pada Sunny.

"Aku akan tanya pada Shean, mungkin dia bisa merekomendasikan Panti Asuhan mana yang bisa kita datangi" Sunny menganggukan kepalanya, ia memeluk Sooyoung.

"Saranghae Choi Soo Young~" Sooyoung mengecup pucuk kepala Sunny.

"Nado Saranghae Choi Soon Kyu~"

.

.

.

"Kami pulang!" seru anak-anak.

"Selamat datang" balas para orang tua.

"Ganti baju dan kita makan siang bersama" Anak-anak menganggukan kepalanya mendengar perketaan Nona Jung. Junsu menatap anak-anak satu-satu.

"Chanyoo dan Chansoo mana?" tanyanya. Anak-anak menghentikan lengkah mereka dan menatap Junsu terkejut.

"Junsu Umma kok disini!" seru Jaeyoung. Junsu menyeritkan keningnya.

"Aku dari tadi disini" Minyoung, Jaeyoung, Kiki, Adrea, Jinhyun dan Taeho saling tatap.

"Bukannya tadi Su-ie Umma dan Chunnie Appa menjemput mereka?!" Junsu membelalakan matanya.

"Mwo! Anniyo! Chunnie!" Junsu berteriak memanggil suaminya.

"Waeyo Su-ie?" Yoochun menghampiri Junsu dan yang lain.

"Loh, Chun Appa kok disini?!" seru mereka lagi.

"Ada apa sih?" heran Changmin.

"Chanyoo dan Chansoo dibawa orang asing"

"Mwo!"

Ting! Tong! Ting! Tong!

Nona Jung langsung menuju pintu utama dan membukanya.

"Chansoo? Chanyoo?" heranya saat melihat Chansoo dan Chanyoo yang ada didepan rumah.

"Annyeong Ajhumma!" seru kedua anak kembar itu.

"Annyeonghaseo" sapa dua orang namja dibelakang Chansoo dan Chanyoo.

"Ah, Annyeong nugu- Ah! Mari masuk!" seru Nona Jung, ia tertawa kecil saat kedua namja itu membuka kaca mata hitam yang digunakannya.

"Umma!" seru Chansoo dan Chanyoo saat melihat Junsu yang menangis didalam pelukan Yoochun.

"Chansoo! Chanyoo!" seru Junsu, ia langsung memeluk kedua anak kembarnya.

"Waeyo Umma? Kenapa Umma nangis?" tanya Chansoo.

"Kalian dari mana saja?" tanya Yoochun.

"Itu-"

"Mereka sama kami" Semua orang yang ada disana memandang kearah pintu utama.

"Junho Hyung? Yoohwan?" seru YooSu bersamaan.

"Ne tadi Junho Ajhussi dan Yoohwan Ajhussi menjemput kami" jawab Chansoo. Junsu menatap kakak kembar dan adik iparnya itu tajam. Yang lain sudah menutup telinga mereka.

"YAAA!" Junho dan Yoohwan langsung berlarian saat Junsu mengejarnya.

"Ampun!" seru dua namja itu.

.

.

"Sooyoung-ah!" seru Shean yang baru turun dari lantai dua. Sooyoung yang sedang mengganggu Young Twins menegakkan tubuhnya.

"Wae?" tanya bingung.

"Kau mau kemana?" tanya Jungmo saat melihat Shean yang rapi dengan jeans ketat berwarna hitam dan juga kaos berwarna biru.

"Mau pergi, Sooyoung-ah, kita pergi sekarang" Sooyoung menyeritkan keningnya.

"Mau kemana?" tanya Sooyoung, Shean menepuk keningnya.

"Sunny-ah!" serunya saat melihat Sunny yang baru masuk kedalam rumah.

"Wae?" tanya Sunny. "Kau mau kemana?" tanyanya lagi saat melihat Shean yang rapi.

"Ck, kita ketempat teman ku, katanya kalian mau melihat anak-anak?" Sunny dan Sooyoung menepuk kening mereka kompak, Shean geleng-geleng kepala.

"Baik, tunggu 5 menit lagi!" seru Sooyoung, ia langsung mengandeng Sunny menuju kamar mereka untuk berganti. Shean memilih duduk disofa bersama Jungmo, ia mengendong Sunyoung yang merentangkan tangannya minta digendong.

"Kalian mau kemana?" tanya Henry.

"Panti asuhan" jawab Shean, ia sesakali bermain dengan Sunyoung yang menyentuh wajahnya.

"Panti asuhan? Untuk apa Shungmo?" tanya Jaeyeon bingung.

"SooSun mau mengadopsi anak" jawab Shean.

"Jinja?" seru member SNSD bersamaan. Shean menganggukan kepalanya.

"Boleh kami ikut?" tanya Yuri.

"Boleh" jawab Shean. Bergegas sisa member SNSD masuk kedalam kamar mereka begitu juga dengan member F(X).

"Shean-ah! Kajja!" seru Sooyoung yang telah siap.

"Nde, yang lain juga mau ikut" Sooyoung dan Sunny menganggukan kepala mereka.

"Kami siap!" seru dua belas yeojya member SNSD dan F(X) bersamaan.

"Nde, kajja" ajak Shean.

"Kami pergi dulu! Annyeong!" seru yeojya-yeojya itu pada para penghuni rumah.

"Jhosimhae!" seru para penghuni rumah.

Para yeojya pergi dengan van yang bisa menampung mereka semua. Shean yang menyetir, Hyoyeon duduk disampingnya. Dikursi panling belakang diisi lima orang, Yoona, Seohyun, Yuri, Sooyoung dan Sunny. Dibagian tengah diisi Taeyeon, Tiffany, Victoria dan Luna. Di bangku pertama diisi Amber, Jessica, Krystal dan Sulli.

"Eh, Tadi Shean bilang mau kepanti Asuhan kan?" tanya Henry pada yang lain yang dibalas anggukan. "Itu artinya akan ada keluarga baru kan?" lanjutnya. "Apa kita perlu menyiapkan pesta?" tanyanya lagi.

"Kita tunggu kabar dari Shean saja Mochi~" ucap Heechul yang membuat Henry mengembungkan pipinya kesal karena dipanggil Mochi. Yang lain tertawa melihat kelakuan Henry.

.

"Kita sampai" ucap Shean, ia memarkirkan mobilnya didepan pangar sebuah rumah, terdapat papan yang cukup besar di pagar itu.

"Miracle?" ucap Hyoyeon setelah membaca tulisan dipapan tersebut.

"Seperti lagunya SuJu Oppadeul?" heran Sulli. Shean hanya tertawa kecil.

"Jangan-jangan pemiliknya ELF lagi?" sahut Yuri.

"ELF? Memangnya disini ada peri?" tanya Krystal polos, ia menatap sekelilingnya mencari-cari sesuatu. Yang lain mengelengkan kepalanya melihat kepolosan Krystal.

"Bukan peri~ Tapi ELF~ Everlasting Friends~ Fans Super Junior~" jelas Jessica pada sang adik. Krystal membulatkan bibirnya sambil menganggukan kepalanya.

"Kalian akan lebih kaget lagi saat masuk..." Shean memimpin jalan menuju pintu utama Panti Asuhan Miracle.

"Eh... Itu lagu Lucifer?" sahut Amber, saat mendengar potongan akhir lagu Lucifer milik SHINee.

"EH, Gee?" seru seru Seohyun saat mendengar lagu yang terdengar.

"Ya, pemiliknya SMstand..." jelas Shean yang lain menganggukan kepalanya. Shean lalu mengetuk pintu bercat coklat itu.

"Nde! Chankma!" seru dari dalam. Tak lama pintu terbuka dan menampilkan sosok seorang yeojya betubuh pendek, yang lebih pendek dari Sunny dan Luna.

"Annyeonghaseo~" sapa para yeojya itu pada sang yeojya yang membukakan pintu.

"Annyeonghaseo~" balas sang yeojya sambil tersenyum. "Saechan Eonni?" tanya yeojya tersebut.

"Nde. Apa kabar Hyeneul-ah?" sapa Shean, ia memeluk tubuh yeojya bernama Hyeneul itu.

"Baik Eonni, silakan masuk" ajak Hyeneul pada Shean dan keempat belas yeojya lainnya. Mereka masuk dan langsung disuguhi dengan suara lagu yang diputar secara random.

"Kau sudah mengenal mereka Hyeneul-ah?" tanya Shean sambil menunjuk empat belas yeojya lainnya. Hyeneul dengan wajah yang merah meganggukan kepalanya.

"Nde. Annyeonghaseo~ Choi Hye Neul Imnida~ Bhanggapseumnida~" Hyeneul membungkukan badannya.

"Jigeumeun So Nyuh Shi Dae!"

"F(X) Imnida"

Shean memutar bola matanya saat melihat kelakuan keempat belas yeojya itu. Sedangkan Hyeneul tertawa kecil.

"Ah, mana adik-adikmu yang lain?" tanya Shean.

"Mereka sedang mengurus anak-anak. Apa kalian ingin melihat mereka?" tanya Hyeneul yang dibalas anggukan oleh para yeojya.

Mereka segera membawa barang-barang yang sempat dibeli saat perjalan dan mengikuti Hyeneul yang masuk kebagian dalam rumah.

Mereka lalu berhenti disebuah ruangan yang bertuliskan Ruang Bermain. Belum masuk saja mereka sudah bisa mendengar suara beberapa orang anak-anak kecil.

"Anak-anak, lihat kita punya tamu disini!" seru Hyeneul yang berhasil membuat anak-anak berhenti bermain dan menatap kearah pintu.

"Beri salam" ucap seorang yeojya bermata sipit berambut sebahu.

"Annyeonghaseo~" sapa para anak-anak itu bersamaan.

"Annyeonghaseo~" balas para yeojya.

"Kami bawa Hadiah untuk kalian!" seru Amber sambil mengangkat kantung-kantung berisi beberapa mainan yang mereka bawa. Anak-anak langsung mengambur mendekati Amber dan kawan-kawan.

"Gomawo, kalian sudah repot-repot membawa ini semua" ucap Hyeneul. Shean tersenyum.

"Gwenchanayo~ Ini tak seberapa. Anggap saja ini adalah berkah untuk anak-anak"

"Hyeneul-shii, boleh jelaskan berapa jumlah anak-anak yang ada?" tanya Taeyeon.

"Disini ada 24 anak. 11 perempuan dan 13 laki-laki. Yang paling tua berumur 12 tahun dan yang paling kecil berumur beberapa bulan" ucap Hyeneul menjelaskan.

"Lalu berapa orang yang bekerja disini?" tanya Victoria.

"Kami hanya berempat. Raegun, Raein dan Hyemi, kami berempat bersaudara" jelas Hyeneul. Taeyeon dan Victoria menganggukan kepalanya. Sooyoung memperhatikan sekelilingnya dan matanya menatap satu objek.

"Yang disana itu. Siapa namanya?" tanya Sooyoung sambil menunjuk anak yang duduk dibawah pohon yang terlihat dari jendela ruang bermain.

"Oh, itu Kyuyoung. Choi Kyu Young. Dia baru lima tahun disini. Anaknya memang pendiam, dia tidak biasa bergabung dengan adik-adiknya. Dia anak tertua kedua disini" jelas Hyeneul. Sooyoung terus menatap anak itu.

"Kau tertarik dengan dia?" tanya Shean saat menatap Sooyoung yang sepertinya fokus pada anak laki-laki itu.

"Nde.. Aku pernah bertemu dengannya. Bisa kau ceritakan latar belakangnya?" tanya Sooyoung. Hyeneul menganggukan kepalanya.

"Aku menemukannya lima tahun lalu disebuah gang yang sepi dengan tubuh penuh luka. Saat itu umurnya baru 7 tahun. Awalnya ia menolak saat aku mengajaknya untuk tinggal disini, dan aku sempat meninggalkannya, namun aku terkejut saat ia mengikuti hingga ke panti" Sooyoung menatap Kyuyoung.

"Kyuyoung bercerita, ia diperlakukan kasar oleh paman dan bibinya, padahal saat itu ayah dan ibunya baru saja meninggal dalam sebuah kecelakaan" Sooyoung manatap Kyuyoung sedih.

"Bunny!" seru Sooyoung pada Sunny yang asyik bermain dengan anak laki-laki berumur dua tahun.

"Waeyo Younggie?" tanya Sunny menghampiri Sooyoung. Sooyoung menunjuk keluar jendela.

"Kau lihat anak laki-laki yang disana?" tanya Sooyoung, Sunny memperhatikan anak itu, dan ia memekik tertahan saat anak itu menatapnya juga.

"Omo, dia tampan sekali! Younggie! Aku mau dia!" seru Sunny heboh. Sooyoung tersenyum.

"Dia anak laki-laki yang pernah aku temui, kau ingat?" Sunny terlihat berpikir sebentar.

"Yang ditournament itu bukan?" Sooyoung menganggukan kepalanya. "Ah, ternyata kita jodoh!" seru Sunny lagi.

"Raegun-ah!"

"Nde?" sahut gadis bernama Raegun.

"Tolong panggilkan Kyuyoung" Raegun menganggukan kepalanya dan berjalan menuju tempat Kyuyoung. Dan tak lama Raegun kembali lagi bersama Kyuyoung.

"Annyeonghaseo~ Choi Kyu Young imnida~" Kyuyoung membungkukan badannya.

"Kyuyoung-ah~ Ini Sooyoung-shii dan Sunny-shii~ Mereka ingin mengadopsimu" Kyuyoung mengangkat wajahnya dan menatap terkejut pada Sooyoung dan Sunny.

"Annyeong! Choi Soo Young imnida, kita ketemu lagi, kau ingat aku kan?" tanya Sooyoung, Kyuyoung ragu-ragu menganggukan kepalanya.

"Younggie, dia benar-benar tampan!" puji Sunny terang-terangan, ia tak pernah lepas menatap Kyuyoung, sepertinya sudah jatuh cinta pada anak laki-laki berumur dua belas tahun itu.

"Ku sekolah dimana?" tanya Shean lembut.

"SM Art Elementry School, kelas 5B" jawab Kyuyoung.

"Wah satu kelas dengan Fai?" sahut Taeyeon. Kyuyoung menganggukan kepalanya.

"Kyuyoung-ah~ Kau mau tinggal dengan kami?" tanya Sooyoung. Kyuyoung menatap Sooyoung bingung. "Kami janji akan menyanyangimu seperti anak sendiri~ Kau lihat bahkan Bunny tidak bisa melepas pandanganya dari mu" ucap Sooyoung sambil menatap Sunny cemberut.

"Kau mau kan, Kyuyoung-ah~" pinta Sunny imut.

Kyuyoung ragu, mereka adalah keluarga Fai, orang yang dibencinya, tapi Sooyoung, dari awal pertemuanya, Kyuyoung sudah merasakan aura kehangatan dari sosok Sooyoung. Ingin sekali bibirnya mengucapkan tidak. Namun, kepalanya secara ajaib bergerak naik turun, mengiyakan permintaan Sooyoung dan Sunny.

Sunny yang melihat pergerakan kepalanya Kyuyoung memekik senang dan langsung memeluk Kyuyoung. Kyuyoung dapat merasakan aura hangat yang sama dari pelukan Sunny.

"Chukae~" ucap Shean. "Bahkan dari namanya saja sudah gabungan nama kalian" lanjut Shean.

"Kyu Young.. Sunkyu dan Sooyoung" Sooyoung tertawa kecil melihat Sunny yang merenggut mendengar nama aslinya disebut.

"Surat adopsi akan segera kami buat" ucap Hyeneul, ia terlihat menahan tangisnya, Shean mengelus bahu yeojya itu. Hyeneul orang yang sangat sensitif, ia sangat menyangangi anak-anak asuhnya, dan akan sangat senang sampai ingin menangis saat ada yang diadopsi.

"Taeng" seru Tiffany sambil mengampiri Taeyeon bersama seorang anak kecil perempuan yang sangat cantik dan imut.

"Waeyo Mushroom?" tanya Taeyeon.

"Namanya Miyeon, umurnya 7 tahun. Aku mau dia~" bujuknya pada Taeyeon. Taeyeon menatap anak kecil itu, sedikit banyak anak itu mirip dengannya dan Tiffany. Matanya mirip Taeyeon, sedangkan pipinya mirip dengan Tiffany.

"Mirip dengan kalian" ucap Shean. Taeyeon menatap anak itu dan Tiffany bergantian. Tiffany menatap Taeyeon memohon.

"Baiklah" ucapnya yang dibalas pekikan senang oleh Tiffany. "Annyeong~ Taeyeon Imnida~"

"Annyeong Miyeon imnida~" balas gadis cilik itu.

"Eonni! Kami mau mengadopsi mereka!" seru Krystal dan Amber bersamaan sambil mengendong dua anak berwajah mirip.

"Mereka Jungsoo dan Jungmo, mereka kembar umurnya baru dua tahun" ucap Hyeneul.

"Jungsoo? Jungmo? Seperti namanya Leeteuk Oppa dan X-Mas Oppa?" seru Luna. Hyeneul menganggukan kepala.

"Sebenarnya aku hanya menabahkan nama Soo dan Mo dibelakang nama mereka. Jung adalah marga dari orang yang meletakkan mereka didepan pintu panti ini" ucap Hyeneul.

"Kalian bagaimana YoonSeo?" tanya Shean saat tak mendengar suara dari dua mangae SNSD itu.

"Sttt, Eonni~ Jangan berisik~" ucap keduanya bersamaan, Shean membulatkan bibirnya saat melihat dua anak laki-laki tidur dipelukan keduanya.

"Hyunra dan Hyunri, umur mereka juga baru dua tahun" ucap Hyeneul.

"Eonni!" seru sebuah suara.

"Raein-ah, waeyo?" Hyeneul beranjak dari duduknya dan mengahampiri gadis bernama Raein yang sedang mengendong bayi.

"Taeyoung tidak mau diam, aku tidak tau kenapa" adu Raein pada Hyeneul, Hyeneul mengambil alih bayi dalam gendongan Raein.

"Kenapa? Taeyoung kenapa?" tanya Shean. Hyeneul menyerahkan Taeyoung pada Shean.

"Entahlah, dia selalu rewel sejak kau membawanya dua bulan lalu" ucap Hyeneul. Shean menimang bayi laki-laki yang baru berumur dua bulan itu. Tiffany yang awalnya bermain dengan Miyeon jadi tertarik dengan bayi dalam gendongannya.

"Siapa dia Shean?" tanya Tiffany.

"Namanya Taeyoung, dia baru berumur dua bulan"

"Dua bulan? Omo kecil sekali.." Tiffany memainkan tangan mungil Taeyoung.

"Ne, Ummanya seorang penghibur di sebuah Club. Aku yang membantunya melahirkan, tapi dia tidak mau merawatnya dan hampir membuangnya dijalan" Tiffany menatap bayi itu yang ajaibnya berhenti mengangis saat Tiffany mengelus rambutnya.

"Boleh aku mengendongnya?" tanya Tiffany. Shean langsung menyerahkan Taeyoung pada Tiffany.

"Dia diam, sepertinya dia senang dengan mu" ucap Shean. Tiffany tersenyum dengan eyesmile-nya.

.

Sulli mengedarkan pandanganya kesekeliling panti, ia bisa melihat BerKry dan VicLu sedang bermain dengan anak-anak yang mungkin akan mereka adopsi. Sulli menepuk pelan punggung namja cilik dalam pelukannya. Namja cilik berumur tujuh tahun, yang sejak kedatangan Sulli ke panti ini sudah menarik perhatiannya.

"Sulli-ah" Sulli mendongakan kepalanya dan menatap Hyoyeon yang mengendong namja cilik.

"Waeyo Eonni?" tanya Sulli pelan, ia sesekali menepuk punggung namja cilik yang masih betah tertidur dalam pelukannya.

"Siapa namanya?" tanya Hyoyeon, ia duduk disamping Sulli.

"Leejung, tapi aku memanggilnya Jay" ucap Sulli. "Lalu itu siapa?" tanya Sulli sambil menunjuk namja cilik dalam pelukan Hyoyeon.

"Hyokyung" jawab Hyoyeon singkat. "Kau mau mengadopsinya?" Sulli menatap Hyoyeon kemudian menganggukan kepalanya.

"Nde, tapi-" lirih Sulli.

"Waeyo?"

"Huh, aku kan tidak punya pasangan" jawab Sulli jujur.

"Nado" Sulli menatap Hyoyeon.

"Bukannya Eonni punya pacar?" tanya Sulli bingung. Hyoyeon menatap Sulli kemudian mengelengkan kepalanya.

"Anni, aku sudah lama putus" Sulli menganggukan kepalanya. "Bukannya kau juga berpacaran dengan sesama anggota 94 line?" tanya Hyoyeon.

"Eh, anni, kami hanya berteman" jawab Sulli. Lalu hening, keduanya sibuk dengan pikiran mereka.

"Er, Eonni~" panggil Sulli.

"Nde?"

"Eonni benar-benar ingin mengadopsi Hyokyung?" Hyoyeon menganggukan kepalanya. "Bagaimana kalau kita mengadopsi bersama?" tawar Sulli, Hyoyeon menyeritkan keningnya bingung.

"Maksudnya?"

"Begini, Eonni kan ingin mengadopsi Hyokyung, dan Aku juga ingin mengadopsi Jay. Tapi kan kita sama-sama tidak punya pasangan" Hyoyeon menganggukan kepalanya. "Nah, kita adopsi mereka bersama, Hyokyung mengunakan marga Eonni, Jay mengunakan marga ku"

"Mengadopsi mereka tapi dengan marga yang berbeda?" Sulli menganggukan kepalanya. Hyoyeon berpikir sejenak, kemudian ia menatap Sulli. "Baiklah" Sulli tersenyum dan Hyoyeon balas tersenyum juga.

.

.

"Pokoknya aku tidak setuju!" seru Taeyeon.

"Tapi Taeng! Dia terlihat tidak mau lepas dariku!" seru Tiffany juga.

"Ada apa dengan mereka?" tanya Kyuhyun. Shean mengelengkan kepalanya.

"Ada apa? Sepertinya saat kalian pergi baik-baik saja, tapi kenapa saat pulang Taeyeon dan Tiffany jadi betengkar begitu?" tanya Leeteuk sambil menatap para member SNSD, F(X) dan Shean.

"Begini" Shean membenarkan letak duduknya. "TaeNy, sudah sepakat akan mengadopsi seorang anak perempuan berumur 7 tahun, lalu Tiffany juga tertarik dengan seorang bayi laki-laki berumur dua bulan" yang lain menganggukan kepalanya.

"Tapi karena latar belakang bayi itu, Taeyeon tidak setuju" lanjut Sooyoung yang dibalas anggukan oleh member SNSD yang lain.

"KAU EGOIS KIM TAE YEON!" mereka menatap Tiffany yang berlari dari lantai dua menuju luar rumah.

"Fanny-ah/Eonni!" seru member SNSD.

"Kalian kejar Fanny, aku mau bicara dengan Taenggo" perintah Shean pada para member SNSD, ia segera berdiri dan menuju kamar TaeNy diikuti oleh para leader, Leeteuk, Jay, Yunho, Victoria, Onew, Kris dan Suho.

Mereka masuk kedalam kamar TaeNy tanpa mengetuk pintunya, mereka bisa melihat kamar TaeNy yang berantakkan, Taeyeon juga duduk dikasur mereka dengan rambut yang berantakan.

"Saechan-ah~" panggil Taeyeon saat Shean hendak berbicara.

"Kalian bisa tinggalkan aku dengan anak kecil pemimpin* ini" ucap Shean sambil menatap yang lain. Tujuh orang leader itu keluar dari kamar TaeNy, dan Shean menutup pintunya. (* Kid Leader maksudnya. Julukan Brie untuk Taeng(go)#dihajar)

.

Tak lama Shean keluar dari kamar TaeNy dan melihat Tiffany yang tertidur dibahu Jessica.

"Bagaimana Shean-ah?" tanya Leeteuk penasaran. Shean hanya tersenyum kecil. Ia menghampiri Tiffany dan Jessica.

"Fanny-ah~" panggil Shean pelan, Tiffany membuka matanya perlahan dan menatap Shean sendu. "Kajja" Shean menuntun Tiffany menuju kamar Shean.

"Kita juga sebaiknya istirahat" ucap Kangin. Yang lain menganggukan kepala mereka dan saling mengucapkan selamat tidur dan masuk kedalam kamar masing-masing.

.

.

TBC

.

.

Oke, ini dah update, mianhe, gak balas review kalian, tapi Brie baca kok.

Dan soal anak-anak SM Girl, Brie tetap masukin, karena Brie cinta juga ma mereka #plak.

Daftar nama anak-anak akan diperbaruhui secepatnya.

Salam, Brie APel! ^_^ pyong!