MESSAGE
FanFiction © Amano Akira
"Dia baik-baik saja…hanya pusing…, besok dia sudah bisa pulang…" Sang dokter akhirnya angkat bicara.
Desah lega langsung pecah di lorong Rumah Sakit. Gokudera, Yamamoto, dan Nana serasa mendapat energy baru setelah sempat panik setengah mampus (?) karena keadaan Tsuna. Untung dia hanya pusing.
"Jyuudaime, anda baik-baik saja?!" Gokudera langsung berteriak layaknya orang habis kesambet. Ia melangkah cepat masuk ke ruang rawatnya Tsuna.
Tsuna hanya mengangguk lemah. Gokudera lalu duduk disamping ranjang Tsuna, diikuti Yamamoto dan Nana.
"Kau tidak perlu memaksakan diri, Tsuna…" Yamamoto memasang muka khawatir. Tsuna hanya tersenyum.
"Benar, Jyuudaime, lebih baik anda jangan bekerja terlalu keras, nanti anda bisa lebih parah penyakitnya…" Gokudera menambahkan.
"Baik, terima kasih…" Tsuna tersenyum lagi. Dari kejauhan, Nana juga tersenyum senang melihatnya anaknya begitu diperhatikan oleh teman-temannya.
"Lebih baik kalian berdua pulang, ini sudah malam…" Nana membetulkan sedikit posisi kursinya. Kedua pria itu mengangguk lalu pergi meninggalkan ruang rawat Tsuna.
"Tsu-kun…, kau tidak mau menceritakannya…" Nana gantian menatap Tsuna khawatir.
Tsuna terdiam, nampak tidak ingin menjawab pertanyaan ibunya itu. Tsuna lalu memutar kepalanya sedikit, berusaha melihat sekeliling ruangan, lalu ia mulai membuka mulut.
"Tidak…jangan beritahu…aku ingin bersama mereka lebih lama…"
Aku sudah melihatnya…
Dia akan menjemputku segera…
"Rasakan ini, yakyuu-baka!" Gokudera dengan semangat menendang bola sepaknya.
Bola sepak itu melesat dengan kencang. Yamamoto beruntung bisa menangkapnya, Gokudera hanya mendecih melihat si -yakyuu baka berhasil menahan tendangannya.
"Maa~maa~ kau hebat juga, Gokudera…" Yamamoto melempar bola itu dan senyum terhangatnya pada Gokudera.
"Hmph. Lain kali aku akan menjebol gawangmu!" Gokudera mengepalkan tangannya kesal. Yamamoto hanya tersenyum simpul.
"Ah, Gokudera-kun, Yamamoto…" Sebuah suara memanggil dari kejauhan.
Keduanya menoleh, dan mereka melihat Tsuna dengan senyum cerahnya. Nampaknya ia telah sembuh dari sakitnya. Melihat Tsuna, Gokudera dan Yamamoto berlari mendekati mereka.
"Jyuudaime!? Aku senang sekali melihat anda!" Gokudera berniat memeluk Tsuna, namun Tsuna sudah terlanjut menghindar.
"Hahaha, bagaimana, Tsuna, sudah merasa lebih baik?" Yamamoto bertanya pada Tsuna. Tsuna mengangguk.
"Iya, ternyata benar aku hanya kecapaian…" Tsuna memegang sedikit dahinya. Yamamoto mengangguk.
"Ohya…" Tsuna lalu memulai kalimat baru. Kedua temannya itu nampak penasaran.
"Kalian mau tidak menemaniku seharian ini?" Tsuna melanjutkan kalimatnya.
"Tentu saja, Jyuudaime. Aku, sebagai right-hand-man Jyuudaime akan selalu pergi kemanapun anda pergi!" Gokudera berteriak dengan auranya yang menyala-nyala, persis seperti Ryohei kalau lagi kambuh. Sikapnya ini mendapat tawa dari Tsuna dan Yamamoto.
"Aku juga akan ikut, Tsuna…lebih banyak lebih baik…" Yamamoto menambahkan. Nampaknya mendengar jawaban Yamamoto itu, Gokudera langsung memandang pria berambut hitam itu sinis.
"Hmph. Kau tidak perlu ikut!" Selanya.
"Su—sudahlah, kalian berdua…" Tsuna berusaha menenangkan sambil sweatdrop.
"Kau mau kemana, Tsuna?" Yamamoto bertanya lagi.
"Kemana saja.., aku sedang ingin jalan-jalan…" Jelas Tsuna sambil tertawa renyah.
"Wuah…, anginya enak, yaa…sejuk.." Yamamoto merebahkan dirinya diatas rerumputan yang sediit basah. Tsuna dan Gokudera hanya duduk didekat Yamamoto.
"Pemandangan langit sore memang indah, ya, Jyuudai—Jyuudaime?" Gokudera nampak bingung melihat Tsuna yang nampak space out.
"Ah, ada apa, Gokudera-kun?" Tsuna yang sudah sadar memalingkan wajahnya pada Gokudera.
"Anda nampak lesu. Apa anda sakit lagi?" Gokudera nampak khawatir.
"Ah, tidak… . Aku hanya terpikirkan sesuatu…." Tsuna sedikit kehilangan senyumnya. Dua temannya itu nampak heran.
"Kalau suatu saat aku mati, apa yang akan kalian ingat dariku?" Tsuna mulai bertanya. Tantu saja pertanyaan itu membuat Gokudera dan Yamamoto heran bukan kepalang.
"Apa maksud anda, Jyuudaime?! Anda tidak mungkin mati!" Gokudera mengelak.
"Gokudera, setiap manusia pasti akan mati, tak terkecuali Tsuna…" Yamamoto berusaha menenangkan.
"Diam kau, yakyuu-baka!"
"Gokudera!"
"…" Gokudera akhirnya hanya diam.
"Bisa jawab pertanyaanku sekarang…?" Tsuna bertanya kembali. Dua guardian-nya itu nampak berpikir.
"Jika Jyuudaime mati, aku akan mengingat semua perbuatan heroic anda!" Gokudera berkata dengan yakin.
"Jika kau mati, Tsuna, kebaikanmu akan selalu kuingat…" Yamamoto tersenyum. Tsuna membalas senyumannya itu.
"Terima kasih…"
Keheningan tercipta. Gokudera dan Yamamoto sama sekali tidak ingin membuka percakapan. Tsuna nampak masih berpikir.
"…lalu…" Tsuna membuka pembicaraan lagi.
"Gokudera, aku ingin kau menyampuli semua mangaku…, dan jangan lupa untuk selalu mengunjungi kaa-san…." Ujar Tsuna pada Gokudera. Gokudera yang bingung hanya diam dan berusaha mencerna maksud Jyuudaime tercintanya itu.
"…lalu…Yamamoto…" Tsuna beralih pada Yamamoto.
"…rukun-rukunlah dengan Gokudera. Jadinya atlet baseball yang hebat dan berbakat…" Ujar Tsuna lagi.
"Ten—tentu, Tsuna…" Yamamoto agak tergagap mendengar perkataan janggal Tsuna itu.
"Jyuudaime, tidak mungkin aku bisa akrab dengan yakyuu-baka ini!" Gokudera marah-marah sambil menunjuk Yamamoto yang hanya nyengir-nyengir.
Tsuna sendiri hanya tertawa kecil.
Tinggal sedikit lagi…
Duh...sempat mampet idenya gara2 masalah kecil..., tapi tak apa, toh critanya sudah selesai \ XD /
Chapter 003 akan segera datang (semoga...)
