Summary: Sikembar Kagamine Rin & Len dan temannya, Miku, Gumi, Kaito, SeeU, Piko, Oliver menjalani masa sekolahnya di VocaUtauKuen, sekolah elit tetapi muridnya tidak seelit sekolahnya, bagaimanakah kesan yang akan dihadapinya?


A Vocaloid Fic

Present:

A School Life in VocaUtauKuen

Made by: lenlenka092


DISCLAIMER:

The Vocaloid and Utauloids and the other loids where I don't know isn't mine, I just made the story

WARNED:

Typos and other may I forget to tell


Chapter 2: Friend are wonderful!


NORMAL POV

Len, Rin, dan yang lainnya masih dalam perjalanan kerumah, semuanya hening-hening saja, sampai akhirnya Oliver berkata sesuatu

"Ehem!... Daritadi gua memperhatikan... Piko, lu cewek ya?"

Semuanya (-Oliver) langsung terdiam, Piko mengenggam tangannya lalu berkata dengan sangaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaat pelan

"A...ku... co..wok..."

"Hah?"

"AKU COWOK!"

Karena Piko emosi (Author: Yaoloh Piko, lu orangnya emosian yak disebut cewek aja marah, apalagi kalo disebut feminim), Piko tanpa sadar menarik perban yang menutupi mata kiri Oliver, karena tarikan yang terlalu kuat Oliver sampai terduduk, semua langsung mengeluarkan jurus ampuh, Cengo no Jutsu! (Charas: -_-)

Oliver menutupi mata kirinya, Piko yang baru sadar dari emosinya langsung menatap ke arah tangan kanan yang menarik perban Oliver

"Eh?"

Piko mendadak cengo lalu memandang ke arah Oliver yang masih menutupi mata kirinya

Death glare menghampiri Oliver, perlahan ia berdiri dan 'menunjukkan' mata kirinya kepada Len de-ka-ka, bulu kuduk mereka langsung berdiri dan berteriak berjamaah

"Hyiiiiiiii!"

Piko memegang erat perban milik Oliver, keringat dingin bercucuran

"Come to me... (Datanglah padaku...)", Oliver mengejar Piko, Piko berlari secepat mungkin, tetapi karena larian Oliver lebih cepat, Piko tertangkap dan

"Say goodbye to this cruel world... Piko... (Ucapkan selamat tinggal kepada dunia yang kejam ini... Piko...)", Oliver memandang Piko dengan pandangan 'menyenangkan' dengan mata kiri yang bercahaya layaknya anime-anime

"EMAAAK...!", Piko berteriak dan berusaha membebaskan diri, yang lain cuma memandang cengo karena mereka sendiri ketakutan

"I will treat you like a sweet kitten here... (Aku akan melayanimu layaknya anak kucing yang manis disini)"

"Hah?"

Oliver mengepalkan tangannya dan...

"EMAAAAAAAAK... PIKO MASI MAU IDUPPPPPP!"

Oke, untuk adegannya author kagak bisa buat karena terlalu berbahaya untuk dibaca... Langsung aja skip ke adegan setelah itu

Skip

"Haloo... Piko... Masih hidupkah dirimu?", tanya Len sambil memandang ke atas pohon dimana terdapat seorang manusia berambut perak yang menggantung, atau lebih tepatnya digantung

"Ha'i...", balas lelaki itu dengan suara yang amat pelan

"Siapa suruh nyabut perban si Oliver, lagipula salah lu sih yang cepat emosian cuma karena ditanya 'kamu itu cewek ya?'... Makanya jadi orang yang sabaran", ceramah Miku sambil mengacak pinggang

"Ga... ada... guna ceramah... sekarang... tolongin gue... dong..."

"Gue gak bisa manjat", jawab Miku simpel tetapi menyakitkan

"HUAAAAAAAA!", Piko menangis keras

Oliver yang 'puas' menggantungkan Piko langsung memakai perbannya dan tersenyum sambil berkata –dengan-nada-tak-berdosa-

"Hm, rumah gue deket sini, jadi gue duluan ya!"

"E... Ya..."

Oliver langsung pergi dengan senyuman layaknya ia tak pernah beraksi ganas sebelumnya

"Oliver diem-diem galak ya", bisik Rin pelan, takut terdengar oleh Oliver yang belum jauh

"Mungkin dia galak karena perbannya dilepas...", bisik Gumi

"Mata kirinya juga nyeremin... Merah gitu...", bisik Kaito dengan sedikit berkeringat dingin mengingat kejadian yang dialami Piko

"Anu... Gue yang disini mau diapain ya?", tanya Piko yang sepertinya sudah mulai pusing, ya, bagaimana nggak pusing kalau digantung dalam kondisi terbalik

"Diemin aja, besok diturunin", jawab SeeU dengan wink gajenya

"Gue bunuh lu!", amuk Piko

"Coba saja, lu kan lagi digantung"

"Nanti abis gue turun gue bunuh lu", Piko makin emosi

"Yaudah gue ga akan mau nurunin lu", SeeU malah mencibir

"AAAHHHHHH! DAREKA TASUKETE KUDASAIIIII!", teriak Piko makin emosi, stress, dan pusing, siapa yang nggak pusing, lagi menderita malah di troll dengan 'sehat'

Akhirnya karena merasa sedikit iba kepada sahabatnya, salah satu dari mereka memanjat, ya, lelaki berambut kuning dengan kunciran dibelakang, mungkin sesama shota jadi baik ya #authordigiles

Len melepaskan ikatan ditalinya, dan dengan cepat menggenggam kaki kanan Piko, lalu berkata pelan

"Siap?"

"Hah?", Piko mengerutkan keningnya sambil menatap Len

Len menjatuhkan Piko dengan senyuman, karena terkejut Piko langsung berteriak

"TIDAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAK!"

Beruntung, Kaito yang melihat itu langsung menangkap Piko dengan gaya yang keren, Kaito memandang Piko sambil tersenyum

"Kau akan baik-baik saja..."

Piko nge-blush

"Ka... Kaito-san..."

Setelah lama bertatapan, mereka langsung mendekatkan muka mereka masing-masing dan...

Eh...?

.

.

.

.

.

.

.

WADUH SALAH SKRIP!

(Charas: *GEDUBRAK*)

Oke abaikan dialog gaje diatas, remakee...

Beruntung, Kaito yang melihat itu langsung menangkap Piko dengan gaya keren, Piko memandang Kaito dengan sedikit terkejut, lalu melepaskan diri dari tangkapan Kaito

Len turun dari pohon, Piko langsung meneriaki Len

"Len! Napa lu jatuhin gue?! Untung ada Kaito, kalo nggak kepala gue udah pecah sekarang!"

"Gomen... Abis gue juga ga mungkin kuat nahan badan lu...", Len menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu sambil tersenyum, Piko cuma menggerutu

Karena masalah Piko sudah selesai, mereka pun langsung pulang ke rumah masing-masing

Skip! Now see condition in Rin and Len's home

"Huaaa capeeeeeek!"

Tanpa melepas baju seragamnya, Rin langsung merebahkan badannya dikasur sambil melempar tasnya, Len cuma bengong sambil membuka baju seragamnya lalu ikut-ikutan merebahkan badan (Len dan Rin pakai T-Shirt sebelum pake baju sekolah, jadi kalau urusan sekolah udah beres tinggal buka baju seragam nggak perlu ganti baju lagi)

"Ah... Yah... Imajinasi Author hebat ya, biasa kalau ada murid baru, mau jadi temennya berselang beberapa hari, ini belum masuk hitungan satu hari si murid baru udah jadi temen kita...", ucap Len... Wait? Ya terserah author dong mau buat kayak mana...! *ngamuk ke Len

Oke gaje, sebelum bener-bener Out of Story kita lanjut

"Hufh... Yah... Gue berubah pikiran untuk menyukai Oliver... Takut gue entar digantung ama dia kayak Piko...", dengus Rin, tanpa sadar ia telah membuka 'kartu'nya sendiri

"Nani? Onee-chan ga Oliver suki?", tanya Len sambil memandang ke Rin, Rin langsung nge-blush lalu salah tingkah

"E... Etto... Nani o hanashite? Boku wa suki janai!"

"Uso...", Len cekikan melihat Rin salah tingkah

Rin menggeram dengan Len lalu mencengkram kerah baju Len

"Lu mau gue goreng di penggorengan disana? Gue bilang kagak suka ya kagak suka!"

"AMPUUUN BOKU O TAISETSUNA ONEE-CHANNN! AMUKAN ONEE-CHAN LEBIH NYEREMIN DARIPADA OLIVEEEER!", teriak Len tak tentu, tetapi tampaknya teriakan Len tidak menguntungkan dirinya, Rin malah mengangkut Len dan...

"WAAA... TOLOOOOOOONG... MOMMYYYYYYYYY... TOLOOOOOOOOOONGGGG!", teriak Len dengan ekspresi anak mami tetapi Rin tak menggubris teriakan Len, ia malah berbicara dingin

"Your mommy is doesn't here! (Mamamu tidak disini!)"

Oh ya, kenapa bahasa Inggris Rin tiba-tiba lancar? Dia sempat meng-copy ucapan Oliver, jadi mendadak ia bisa berbahasa Inggris dengan baik dan benar

"ONEE-CHAN! KASIHANILAH ADIKMU INIIIII!"

Sayang, ucapan Len tidak memengaruhinya, Rin mengambil seutas tali dari laci meja dan...

[CENSORED... Sfx: Grusak grasak buak grasak grasak... Duak duak duak duak duak... Teeet... Duak duak duak! DUAK!]

Ya, dari sfx barusan, kalian tau apa yang terjadi pada Len bukan? Kasihan sekali... Mari kita simak apa yang terjadi padanya

"Anu... Rin-nee-chan..."

"Hah?"

"K... Kenapa aku digantung disini...?"

"Daripada digantung dikamar mandi"

"Di... Di... Digantung sih digantung! TAPI KAGA SAMPE NGEBUKA BAJUKU JUGA KALIIIIIIIII!", teriak Len, melihat keadaannya yang cuma berbekal shortpants

Len digantung dengan kondisi tangan terlilit tali erat di kamar, Rin cuma tersenyum gaje

"Enjoy your punishment... And the punishment will finish tomorrow... (Nikmati hukumanmu, dan hukumanmu akan selesai esok)"

"Gomennasai Onee-chan! Gomennasaiii...", Len berusaha membebaskan dirinya, tetapi ia malah memperburuk kondisinya, tangannya menjadi lecet

"Itu akibatnya karena telah membuat gue kesal!, are? Udah sore ya?... Makan dulu aah!", Rin malah meninggalkan Len, Len cuma menunduk meratapi nasibnya

Wah makin gaje nih, yaudah skip aja dah...

Skip! After that sad (?) day

"Ohayou Rin-chan... Len-kun! Are? Lu napa Len, kayak baru divonis idupnya sisa 3 hari oleh dokter!", seru Miku heran melihat ekspresi Len yang lemas tak berdaya

"Nggak... Dia mungkin mendapat mimpi buruk semalam... Hehehe", Rin berkata seraya memutar balikkan fakta yang ada, Len cuma membatin

'Ya... Benar-benar sebuah mimpi buruk yang menjadi kenyataan!'

"Wah... Mungkin mimpi buruk karena liat kekejaman Oliver ya?", tanya Miku yang mulutnya telah membentuk huruf O

'Ie desu, yang gue alamin lebih menyeramkan', batin Len lagi

Tanpa terasa, mereka bertiga telah sampai di depan sekolah mereka yang tercinta, ya, pemandangan yang akan mereka lihat pertama kali adalah...

Spanduk besar bertuliskan Oliver terpampang besar di gerbang sekolah, ya, pelakunya adalah para murid wanita yang innocent, mereka bertiga cuma sweatdrop, mengingat suatu 'kejadian' yang menimpa Piko kemarin, para wanita yang melihatnya (Gumi, Miku, SeeU, Rin) 'batal' menjadi fans Oliver

"Gud morning, Len, Rin, en Miku! (Good morning, Len, Rin, and Miku!)", sapa... ya... siapa lagi yang memiliki bahasa Inggris hancur sampai perlu 'dikoreksi' oleh ahlinya? Ya, Gumi Megpoid

"Ai em fain (I am fine)", balas Miku dan Rin sambil menoleh ke asal suara, are? Bahasa Inggris Rin hancur lagi... Ah...

"Haloooooooo!"

Sapa lagi satu suara, ya, suara yang mereka kenal, suara yang katanya imut oleh para wanita, mereka berempat (Miku, Rin, Gumi, dan Len) langsung menoleh ke asal suara

"Halo O-"

Belum selesai mereka menjawab sapaan dari lelaki 'imut' itu, mereka sudah di-'giles' berjamaah oleh para wanita yang memasang spanduk di gerbang sekolah

"OLIVEEEEEEEEEER!"

"AWWWWWWW!"

"GOOD MORNING!"

"HOW ARE YOUUUUUUUUUUUUUUU?"

"OLIVEEEEEEER! HUG ME PLEASEEEEEEEEEE!"

Ya, itulah teriakan drastis dari para wanita, ya, lupakan itu, kita lihat kondisi para manusia yang barusan digiles, telah rata dengan tanah layaknya adegan dari animasi kartun Sp*ngebob Sq*arepants dimana Squidw*rd digiles oleh batu besar yang kata Sp*ngebob bisa mengantar kemana saja (Atau apalah katanya, Author udah lupa, batu nenek moyang dah pokoknya)

Oke, kok malah jadi ke cerita si spons tak berdosa itu? Oke, kembali ke mereka yang masih rata dengan tanah

"Ukkhh... Ittai...", seru salah seorang berambut pirang berbando yang digiles, tampaknya ia sudah sadar

"Ukh... Sakit!", seru salah seorang berambut kuncir kuda

"Gumi, lu masih hidup?", seru seorang berambut hijau tosca menyolek-nyolek badan wanita berambut hijau lumut

"Gue udah mati, tenang, ini yang jawab bokong gue kok!", seru wanita itu sambil bangkit

Setelah mereka membersihkan debu-debu dibaju mereka, datang seorang lelaki yang menjadi 'penyebab' mereka rata dengan tanah barusan

"Kalian gak napa-napa kan?", serunya simpel

"Ya, kami sehat wal afiat, makasih ya udah nanyain!", jawab mereka berempat kompak dengan menunjukkan wajah youdontsay

"Sama-sama, gue senang kalian baik-baik saja!", lelaki itu malah tersenyum, yang membuat pikiran mereka berempat menjadi sama persis

'Nanti tamat SMA gue nikahin ni anak ama SeeU, gue janji...'

Mereka bangkit dari duduk mereka, dan langsung berjalan bersama kekelas, sontak saja membuat para wanita yang telah 'bekerja sama' membuat spanduk menjadi iri besar

Dikelas

"WAAAAAA..."

"ITU OLIVEEEEEEER"

"OLIVEEEEEER! WELCOMEEEEEEE!"

"OLIVEER... I DON'T SEE YOU IN ONE DAY LIKE I DON'T SEE YOU IN ONE YEAR! (Aku tak melihatmu satu hari layaknya aku tak melihatnya satu tahun!)"

Ya, para wanita kembali antusias menyambut Oliver, lebih tepatnya sambil berlari mengerumuni Oliver

Ya, abaikan aksi para wanita yang terlalu fanatik itu, kita lihat bagaimana kabar mereka berempat, yang kini rata dengan tembok

Setelah Oliver berhasil membuat para wanita minggir, manusia yang rata dengan tembok itupun bangkit kembali

"SAKIIIIIIIITTTTTTTT!", teriak lelaki berambut kuncir kuda

"ITTAIIIIIIIIII!", teriak lagi wanita berambut pirang berbando

"Tembok sekolah menyakitkan ya, Gumi, lu baik-baik aja kan?", seru wanita berambut hijau tosca sambil mengelus kepalanya

"Iya, gue sehat-sehat aja", seru wanita berambut hijau lumut yang masih rata dengan tembok

"I'm sorry, karena perempuan yang gue ga tau kenapa dia malah dekat ama gue lu jadi rata ama tembok dan tanah", seru Oliver sambil membungkukkan badan

"Iye gak apa!", seru Len sambil sedikit emosian, Gumi sudah bebas dari tembok

"Hai Len, Miku, Rin, Gumi, dan O... liver...", sapa Piko sambil tersenyum, tetapi suaranya menjadi horor saat menyebut nama Oliver

"Hai juga Piko!", balas mereka berlima antusias

"Ohayou minna!", sapa lagi lelaki berambut biru cerah yang telah ready dengan eskrim seboksnya

"Kaito... Kaito... Kapan ya gue kaga liat lu megang eskrim saat sekolah?", seru Rin sambil menggeleng-gelengkan kepalanya

"Wakaranai", seru Kaito simpel yang membuat Rin ingin menonjok mukanya

"Hai minnaaa!", sapa SeeU tersenyum

"Hai SeeU, ohayou!", balas mereka bertujuh dengan senyuman eksotis (?)

Setelah delapan serangkai (?) itu lengkap, mereka langsung mulai bergurau canda, tentu saja mereka mengambil tempat yang aman agar tidak menghalangi para murid lain yang masuk karena tempat mereka sebelumnya adalah didepan pintu kelas

Setelah mereka asik bergurau canda, sang guru yang kecepatan itu kembali masuk, sebenarnya para murid kesal kenapa guru itu sangat cepat masuk, tetapi yasudahlah, katanya sih demi dapat memberi sedikit 'arahan', sayangnya, pemberian arahan itu malah dibalas ngorokan oleh para murid yang tertidur dikelas

Oke, gaje

Omong-omong masalah guru, author lupa ngasi bio guru-guru, karena author tipe pembenci ribet dan otak pendek (?) author tulis para guru yang mengajar dikelas Len dkk saja ya xD (Len: Lazy plus baka author)


Lily-sensei

Name: Lily

Age: 23 (Nebak mode: aktip)

Personality: Baik, imut, mungil (Len dkk: *HOEEEKKKK*)

Motto: Hal yang cepat dilakukan itu menguntungkan dan menyenangkan, makanya kalau orang boker bila lama keluar pasti kesel kan? (Len: Anu... Lily-sensei, itu beda banget...)

Description:

Guru yang bernama Lily in dilahirkan di Osaka, dan mendapat peringkat pertama sebagai guru paling seksi dan cantik di VocaUtauKuen, Author juga mikir ga heran kalau dia dapet peringkat satu di gituan...

Toh dia juga cewek satu-satunya di sekolah elit malang ini :v (Len: *jemur author dipanggangan*)


Gakupo-sensei

Name: Kamui Gakupo

Age: 25 (Nebak mode masi aktip)

Personality: Jangan jahat ama dia kalau ga mau kena tebasan, atau bisa dibilang, pemarah

Motto: Kalau seseorang berambut panjang, belum tentu ia wanita, ingat!

Description:

Guru yang satu ini selalu diejek banci taman lawang oleh para murid, makanya sudah banyak murid yang berada di RS mendadak setelah mengucapkan kata-kata yang dianggap sakral itu (banci taman lawang word)

Meski penampilannya mirip banci, tetapi ia sangat serius dalam mengajar dan para murid yang diajar matanya selalu fokus dengan papan tulis, karena, sang guru ini sudah menyiapkan pedang samurai yang terasah tajam setiap memasuki kelas yang akan diajarkannya

Oke, kalau author lanjutin takut author malah masuk ke RS mendadak... haha... gomen ya Gakupo...!


Luki-sensei

Name: Megurine Luki

Age: 21 (Nebak mode selalu aktip)

Personality: Baik nan murah senyum :)

Motto: Kosong

Description:

Guru ini ngajarnya kayak guru normal, jadi kagak perlu author jelasin lebih panjang lagi, tetapi senormal-normalnya guru ini, ia kadang menjadi pemarah bila ada murid yang telat masuk saat jam bel masuk telah berbunyi atau bel menandakan istirahat telah usai berbunyi, makanya para murid yang di wali kelaskan oleh guru yang satu ini ataupun murid yang sehabis mata pelajaran istirahat gurunya adalah ini telah ready in class sebelum jam-jam bel-bel mistis itu berbunyi (Len: Author gak lihai nyusun kata nih)


Al-sensei

Name: Big Al

Age: 27

Personality: Yah, gimana ya... Em.. I don't know...

Motto: Berbadan kekar itu menyenangkan

Description:

Guru ini selalu murah senyum, dan murid no problem bila diajar oleh guru yang satu ini, jadi gak perlu author bahas lebih panjang...


Oke, bio tentang guru yang mengajar di kelas Len telah selesai Author buat... Gak terasa jam pengarahan Lily-sensei usai, para murid masih ngorok ditempat termasuk Len dkk, terutama SeeU, pasti ga akan bangun sampai bel istirahat berbunyi, oke, karena ini udah jam pelajaran, skip aja yuukk!

Skip, when the recess bell rang

"Huaaa... Ngantuk...", seru SeeU sambil menguap, seperti yang author bilang, ia baru bangun

"SeeU, gue heran napa lu masih bisa tetep disekolah ini meski lu ga pernah dengerin pelajaran", seru Oliver memandang SeeU dengan ekspresi heran, anak baru ya masih belum tahu sikap dari wanita kelewat baka-nya ini

"Segini-gininya wanita korea bernama Kim SeeU, ia ada guru privat dirumahnya, jadi entar ia tinggal ulang pelajaran sekolah ama guru privatnya... Ia pintar sih, tetapi entah kenapa otaknya kaga jalan kalau bukan masalah pelajaran", seru Miku sambil menatap ke arah SeeU

"Kalian ngomongin apa?", tanya SeeU yang masih memasang muka mengantuk

"Ngomongin kalau kemarin malem ada unicorn lewat", seru Miku sambil sweatdrop, padahal saat ia berbicara tentang SeeU barusan, ia menggunakan suara tinggi yang mungkin akan terdengar oleh SeeU, sepertinya kata-kata Miku barusan memang benar

"Unicorn? Dimana?", tanya SeeU semangat, mereka bertujuh langsung facepalm ditempat

"Di air, nanti malem, lu nyelem aja ke aer ya, tapi jangan lupa, lu ga perlu make alat bantu pernafasan, unicorn takut ama barang-barang gituan", jelas Kaito ceplas ceplos yang langsung membuat mereka minus SeeU membatin plus sweatdrop

'Sama aja lu nyuruh SeeU isded ditempat'

"Ah... Kaito-san baka! Itu sama aja nyuruh gue mati!", amuk SeeU, mereka minus SeeU membatin kembali

'Ini lu yang baka atau Kaito ya?'

"Perut gue udah karaoke nih, gue mau kekantin dulu ye, Miku, Len, Rin, dan Gumi mau ikut?", seru Oliver dengan smirk, Miku, Gumi, Len, dan Rin langsung menggeleng disko

Ya, benar saja, setelah Oliver keluar kelas, para fans wanita langsung mengejarnya, untung saja mereka tidak ikut, bila mereka ikut, mereka ga bisa bayangin mereka akan rata dengan apa lagi

Setelah memastikan Oliver sudah sedikit jauh, mereka bertujuh langsung menyusul kekantin

Oke, skip time!

At canteen

"I Fantasy... Fantasy... Y... Y... Y...", ya, SeeU kembali bernyanyi dengan merdu, sebelum ia melanjutkan nyanyiannya, Miku sudah membekep mulutnya dengan cara memasukkan sebuah negi goreng kemulut SeeU

"Aw, negi goreng..."

Parahnya, SeeU malah mengunyah negi goreng itu, Miku langsung teriak histeris

"ITU NEGI GUE! NAPA LU AMBIL?"

Sudahlah Miku, meski SeeU ga ngunyahnya, emang lu mau makan negi yang udah dimulut orang? Jijik baka! (Miku:... Tapi... Negi itu sangat berharga... *nangis* | Author facepalm ditempat)

Oke, gaje, langsung aja saat mereka lagi makan

...

"Eh, itu Oliver", seru Miku menunjuk ke seseorang yang sedang dikerumuni

"Gimana idupnya ya dikerumunin mulu?", tanya Len

Setelah memastikan lelaki bernama Oliver mendapat celah untuk membebaskan diri, Oliver langsung mendekati mereka bertujuh yang asik menikmati makanannya

"Halo, numpang duduk dong!", serunya sambil tersenyum

Len dan yang lainnya terdiam, melihat banyak sekali manusia yang berada dibelakang Oliver yang memandang mereka bertujuh dengan tatapan tajam

"A... Anu... Oliver... Mending lu urus makhluk dibelakang lu... Takut gue", seru Len yang merinding gaje, diikuti oleh yang lain

Oliver memandang, perlahan senyumnya menghilang, ia bersiap membuka perban dimatanya, Len langsung berkata dengan panik

"Oh, silahkan... duduk aja gak apa...!"

Oliver kembali tersenyum, lalu mengambil satu kursi dari bangku kantin yang kosong lalu makan bersama, tentu saja Len dkk (minus Oliver) merasa hidupnya tak tenang setelah istirahat ini, ya, para wanita memandangi mereka dengan tatapan tak suka, Oliver cuma santai makan tanpa memperdulikan sekitar

'Gue kutuk lu pendek! Gue kutuk lu! Kalau aja mata kiri lu kaga nyeremin udah gue cebur lu ke kolam piranha sebelah!', batin Len dan yang lainnya mencaci Oliver

Oliver menghentikan gerakan sumpitnya, perlahan meletakkan sumpit itu di tempat bento-nya, memandang perlahan Len dan yang lain, mereka langsung membatu, takut bila Oliver mendengar cacian mereka barusan, pandangan mereka memasuki slow mode, Oliver membuka mulutnya dan...

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Ambilin tisu diujung sana dong"

Sontak mereka yang membatu barusan langsung terjatuh layaknya anime-anime, Miku yang kebetulan dekat dengan tisu bersedia mengambilnya, dan mereka kembali mencaci meski itu harus menggunakan batin version

'Gue kutuk lu! Pendek, nyebelin, nyeremin!'

...

Sekembalinya dari kantin, mereka langsung dimata-matai oleh para fans wanita, bahkan sesampainya dikelas, mereka cuma sweatdrop

When school time end, at school park

Len sedang duduk santai, ia duduk sendiri

'Kalau gue tau gini jadinya, nyesel gue ngajak Oliver pulang bareng kemarin', batin Len seraya mendengus

"Lu nyesel ya ngajak gue pulang bareng kemarin?", seru Oliver tiba-tiba yang mengagetkan Len

"Eh... Etto... Ano... I... ie... Nani o...?", Len terbata-bata dan gugup, Oliver tertawa kecil

"Ya, gue juga tau kalau lu tadi ama temen-temen lu ngutuk gue saat istirahat... Yah..."

Oliver langsung duduk disamping Len, Len memandang Oliver penuh heran, karena nada bicaranya berbeda seperti biasa, nada bicara yang sekarang lebih lembut

"Maksudmu?"

"I'm happy...", Oliver tersenyum

"Happy? Maksud lu?"

"Ini pertama kalinya gue punya teman", seru Oliver sambil memiringkan kepalanya, Len langsung mengeluarkan jurus cengo no jutsu

"Ma... maksud lu?"

"Maksud gue, ini pertama kalinya gue punya teman", seru Oliver lagi

'Gue tau... Lu ini mao curhat atau pamer kebakaan lu sih?', batin Len setengah kesal

"Dulu sewaktu gue SD, gue dijauhin oleh orang-orang karena mata kiri gue yang nyeremin, akhirnya gue memperbannya saat SMP, saat SMP juga gue dijauhin temen-temen gue karena berpikir gue terkenal dikalangan wanita... Dan sekarang, saat gue baru masuk di SMA ini, gue pikir gue kaga akan ada teman seperti biasa...", Oliver menghapus sedikit air matanya, lalu melanjutkan kembali

"Gue senang... Lu masih mau berteman dengan gue meski gue udah nunjukin mata kiri gue yang nyeremin ini... Sebenarnya, setelah gue menggantungkan Piko di pohon, gue menyesal dan takut, takut karena gue akan dijauhin kembali, saat nyapa lu tadi pagi aja gue ampe mikir berkali-kali..."

Len bengong dan terdiam seribu kata, tak percaya apa yang barusan ia dengar

"Len... Lu denger kagak?"

Oliver mencolek-colek bahu Len yang langsung membuat Len melompat layaknya melakukan backflip tetapi tak terlalu tinggi

"D... denger...!", seru Len yang salah tingkah

"Hehe... Oh, gue ada acara mendadak sekarang, gue duluan ya... Bye bye~", Oliver langsung beranjak dari duduknya, Len cuma melambaikan tangan

Tepat, Rin dan yang lain langsung datang sambil membawa beberapa kaleng jus, memang sekolah elit, di dalem sekolah aja ada vending machine... Tetapi author sekarang bukan buat jelesin tentang sekolah

"Oliver kenapa? Nggak pulang bareng kita?", tanya Miku sambil meminum jus neginya

"Dia ada acara mendadak...", jawab Len datar

"Yah, padahal gue udah beliin dia jus jeruk", seru Rin dengan nada tak semangat

"Jangan samain selera orang ama selera kau, onee-chan", Len sweatdrop

"Mana jus untuk Oliver, sini", lanjut Len sambil menadah tangannya

"Nih"

Len melempar kaleng jus yang diperuntukkan untuk Oliver sambil berteriak

"TANGKAP!"

Oliver yang kebetulan belum jauh langsung menoleh, kaget, ia langsung menangkap kaleng jus itu tentunya dengan pandangan heran, Len cuma tersenyum dengannya, Oliver membalas senyum Len lalu melanjutkan perjalanannya

"Lu kenapa Len? Aneh amat ama Oliver... Jangan-jangan...", belum selesai Kaito menduga, Len mengambil cepat kaleng jus miliknya dan memukulkan ke kepala Kaito

"Gue bukan kayak lu, yang ketahuan lagi 'itu'-an ama Gakupo-sensei!", seru Len yang langsung membuat muka Kaito memerah

"Lu seenaknya buka aib orang!", teriak Kaito sambil memukul Len layaknya banci taman lawang yang digoda

Miku, Piko, Rin, dan SeeU yang melihat itu langsung memberi pandangan jijik

Setelah acara pukul memukul berakhir, akhirnya Len dan yang lain memutuskan untuk pulang, Len memandang kebelakang sejenak dan membatin

'Kami pasti akan menjadi teman, tidak... Bahkan sahabat terbaikmu yang pernah ada dalam hidupmu!'

*To-Be-Continued*

Gaje is never end, yes, it's so suit with this fic, eh, author ngomong apaan yak XD

Oke, sekarang puasin dulu ke Oliper per per perr nya :v

Murid baru harus lebih dibanyakin inponya (Len: Bilang aja lu ngepens ama Oliver, solvedAuthor: *Nyiapin gergaji pinjeman dari Mayu*)

Chapter berikutnya entar baru jelasin tentang pengalaman di VocaUtauKuen bersama 8 Serangkai club, wkakakaka! (Len: Ga ada nama lain gitu? | Author: Patriotisme di jiwa author masih ada! | Len: Bilang aja ga sempat mikirin namanya | Author: *Nyiapin kapak pinjeman dari Tei*)

Oke, penutup dari chapter ini...

Jangan lupa review, jangan blame karna author ga punya cukup pasokan air buat madaminnya! Oke?

Kalau review dengan saran/kritik itu akan author hargai dengan baik, kira-kira 100 rupiah dah (Len: 'HARGAI!')

Last word:

Thanks for continuing your support

and happy new year :3

Story made by:

lenlenka_092