Summary: Sikembar Kagamine Rin & Len dan temannya, Miku, Gumi, Kaito, SeeU, Piko, Oliver menjalani masa sekolahnya di VocaUtauKuen, sekolah elit tetapi muridnya tidak seelit sekolahnya, bagaimanakah kesan yang akan dihadapinya?
A Vocaloid Fic
Present:
A School Life in VocaUtauKuen
Made by: lenlenka092
DISCLAIMER:
The Vocaloid and Utauloids and the other loids where I don't know isn't mine, I just made the story
WARNED:
Typos and other may I forget to tell
Sebelum author memulai, author mau minta maaf dulu...
Mohon maaf buat readers, waktu chapter 2 ada kesalahan, padahal mau update chapter 2 (chapter 2-nya udah di post sih) malah kereplace ama dokumen chapter 3... Bah, awkward banget dah ._.
Gomennasai buat Yami no Ryou-san... Anggep aja ini sebuah kesalahan yang ga akan pernah terulang... Waduh malu amat rasanya, kerasa jantung mau berhenti, author kan lagi ngecek di Fic ini lewat hape kenapa kok Yami no Ryou-san nge-review mirip ama chapter 3, setahu author, author belum update chapter 3nya, author cek lagi, masih 2 chapter, saat author cek chapternya, kaget ngeliat ini kan sebenarnya untuk chapter 3! Author lompat dari kursi saking kagetnya, buru-buru author betulin...
Duh sumpah dah author entar mau teliti lagi kalo mau update... GOMENNASAI MINAAAHHHH! *bungkuk
Chapter 3 (Special): Happy New Year! Part I : New Year Contest
Sebelum memulai, ini chapter author buat untuk merayakan tahun baru, yang pasti bersama sahabat 8 serangkai ini
Penasaran gimana? Ya lanjut trusss! XD
NORMAL POV
"Huaam..."
Sesosok manusia berambut pirang dikuncir kuda bangun dari tidurnya, ia tak melihat kakaknya disebelah seperti biasa, ia heran
'Ting toong...'
Bel berbunyi (Readers: Bukan, itu ulat lagi joget), perlahan dengan muka kantuk lelaki itu membuka pintu, terlihat seorang yang ia kenal sedang memakai baju ala penyihir
"Trick or Treat?!"
Lelaki kuncir kuda yang bernama Len langsung bengong, melihat kalender, menandakan tanggal 1 Januari, ia memandang lagi ke wanita dengan cosplay majo itu, dengan ekspresi orang kesal ia langsung menutup pintu
"Maaf, salah hari!"
Bel rumah Len berbunyi lagi, dengan perasaan kesal Len kembali membuka pintu
"Trick or Treat?!"
Len mendengus kesal, lalu berkata
"Gue kasih lu permen racun diem lu!"
"Trick or Treat?!"
Wanita bercosplay penyihir itu malah makin menjadi, Len tanpa ragu langsung membentaknya
"DIE OR GO AWAY? LAGIAN INI BUKAN HALLOWEEN! INI TAHUN BARU KAK TAHUN BARUU! BERHENTI BERCANDA KAK! GUE LAPER KAK! LAPEEEEEEER!"
Wanita yang dipanggil kakak itu cuma diam, wajahnya melongo kedalam dan melihat kalender, mendorong keluar kepalanya lalu berkata
"Ini tahun baru ya?"
Len langsung diam, setelah menenangkan diri ia langsung berkata
"Kak, boleh pinjam kayunya nggak?"
Wanita itu memberikan kayu yang dijadikannya tongkat, setelah Len menerimanya... Len mengangkat kayu itu dan
'Pletak!'
Suasana hening sesaat...
...
...
...
...
...
...
"Len...? Are? Wah, kenapa dia mukul dirinya sendiri?"
Wanita yang masih memakai kostum majo lengkap itu keheranan saat melihat Len memukul kepalanya sendiri dengan tongkat miliknya sampai pingsan
5 menit kemudian...
Len tersadar, dilihatnya Rin yang sudah kembali berpakaian seperti biasa, setelah memastikan pandangannya sudah tidak kabur, Len bangun
"Len, kalau mau makan ada tuh cake pisang sisa kemarin di kulkas", seru Rin yang sedang asik menyisir rambutnya
"Ah... Ya"
Saat Len akan beranjak untuk mengambil cake pisang, bel rumah berbunyi
"Ha'i...", karena Len baik, Len menyempatkan diri untuk membuka pintu, dilihatnya ada 6 orang, satu orang menggenakan kostum wortel segar, satu lagi menggunakan kostum kucing dengan negi sebagai pengganti ekor (?), satu lagi memakai kostum hantu putih, satu lagi mungkin ia lagi kere jadi cuma memakai 2 buah eskrim sebagai pengganti telinga, dan satu lagi tampang biasa saja sambil membawa seboks kantong yang author gak tau untuk apa, dan terakhir cuma memakai baju labu dengan sarang burung plus burungnya di atas kepala
"Trick or Treat?"
Len bengong kembali, sebelum keenam makhluk gaje kembali mengulang perkataannya, Len sudah teriak duluan
"INI BUKAN HALLOWEEN! INI NEW YEAR! AUTHOR KITA UDAH JELAS-JELAS NGASIH JUDUL CHAPTER HAPPY NEW YEAR! ONEE-CHAN, NGOMONG SESUATU DONG!"
Len emosian, Rin yang merasa namanya dipanggil melihat ke arah keenam makhluk gaje itu dan tersenyum
"Wah, burung punya Oliver lucuu! Namanya siapa?"
Len langsung terjatuh dengan gaya kvlt, Oliver membalas senyuman Rin
"Ini namanya James"
"Wah, namanya juga lucu!"
"CUKUP!"
Len memotong dialog gaje mereka, dipandangnya keenam makhluk yang masih bertengger didepan rumahnya
"Lu gila apa? Ini bukan halloween, ini tahun baru! Gak malu apa dipandangin orang-orang dengan kostum mencolok, apalagi lu, Gumi, Miku, Kaito, masa kostum halloween cuma make wortel, dan Miku, apa ada sejarah kucing berekor negi, dan Kaito... Ini gue gak mau ngomong masalah lu... LU MAU MAKE KOSTUM HALLOWEEN ATAU MAKE KOSTUM PELAWAK GAGAL?"
Mereka semua diam, Gumi, Miku, Kaito cuma diam, SeeU Piko yang merasa diacuhkan langsung berteriak pelan
"Trick or treat?"
Suasana tampak hening, karena kesal Len mengangkut sebuah koper besar dan dilempar ke arah keenam makhluk itu
"THAT IS YOUR 'TREAT'! LAIN KALI KALAU PUNYA RUMAH JANGAN LUPA PASANG KALENDAR YA SUPAYA GA SALAH PAHAM ANTARA TAHUN BARU DAN HALLOWEEN, MENTANG-MENTANG SESAMA AKHIR BULAN!"
"Waw, ada majalah *pip*!", Kaito malah membuka isi koper itu, dan langsung membuat Len kaget, udara disekitar Len langsung tidak enak, Rin memandangi Len dengan ekspresi –dasar-mesum-gak-tau-diri- , Len berkeringat dingin
"Gomennasai minna-san, Len kupinjam bentar"
Rin menebar senyum sambil mengangkat kerah baju Len, dan mengangkat Len ke suatu ruang penghukuman, para keenam 'monster' gaje itu memandangi, bukan, bukan enam, tetapi lima, karena salah satu dari mereka sedang menikmati sebuah 'majalah'
"UAAAAAAA... ONEE-SAMA! GOMENNASAIII!"
'BUAK BLETAK BUAK BUAK BUAK BUAK! PRANG! BLETAK!'
Suara keras seperti orang memukul terdengar jelas, para kelima 'monster' itu memandangi satu sama lain
"Tahu apa yang terjadi didalam?", tanya Gumi
"Sayang sekali, saya tidak mengetahuinya", jawab Piko
"Oh sama saya juga"
"...", keempat 'monster' itu sweatdrop
"Awal tahun baru yang buruk", seru Kaito yang telah selesai membaca majalah curiannya
"Lu mesum", seru Miku simpel plus datar, Kaito cuma cengingisan gaje
"Panas", Oliver membuka kostum labunya, siapa yang tidak kepanasan, sudah memakai baju tebal malah ditambah dengan kostum labu yang besar
"Ya... Panas", Gumi ikut membuka kostum wortelnya
Piko juga membuka kostum hantunya, Miku ingin ikut membuka kostum kucingnya, tetapi ia tidak memakai baju apapun, Kaito memandang mesum Miku
"Ayo silahkan", seru Kaito dengan senyum mesum
'BUAK!'
1 Point!
Kaito ditendang Miku tanpa aba-aba yang sontak membuat Kaito melayang indah, untung saya Kaito mendarat di semak-semak, Miku masih menunjukkan rasa kasih sayangnya dengan Kaito, bila tidak, pasti ia sudah membidik Kaito tepat di teralis besi yang diujung sana
Semua (-Miku , -Kaito) memandang cengo, mulut mereka sudah membentuk huruf O, dipandanginya Kaito yang cuma nampak kakinya karena tubuh dan kepalanya tenggelam di semak-semak, Gumi menoleh ke Miku, menunjuk ke Kaito dan bertanya
"Miku, apa anak itu baik-baik saja?"
"Ooh... Tentu saja!", Miku menjawab layaknya orang yang memiliki ego tinggi, Gumi dan yang lain cuma sweatdrop
'Srak...srak...'
Datang sebuah suara gesekan, tidak, lebih tepat seretan, mereka yang mendengar langsung menoleh, terlihat seseorang berambut kuncir kuda dengan muka yang aduhai parahnya sedang diseret oleh wanita berambut pirang berbando
"Makasih udah mau minjamin Len", seru wanita itu sambil melempar lelaki berkuncir kuda itu kehadapan kelima manusia yang masih bengong
"Sama-sama", jawab SeeU sambil tersenyum, oh, author salah nulis, cuma empat orang yang bengong
Setelah itu Rin pergi masuk kedalam, para kelima manusia itu memandang satu sama lain, lalu melihat tubuh Len yang tak berdaya, Miku menundukkan dirinya hingga sedikit sejajar kepada 'jasad' Len yang masih tak berdaya, dicolek-coleknya tubuh Len, lalu cengingisan, menyolek lagi, cengingisan lagi
'Gila', batin mereka berempat yang melihat tingkah laku Miku
Dikejauhan, Kaito yang masih 'bersemayam' didalam semak-semak menunjukkan sedikit gerakan, kepalanya memang belum nimbul, tetapi kakinya telah mencari cara untuk berpijak
"Hei, manusia yang disana itu mau diapain?", tanya Piko sambil menunjuk Kaito yang masih berusaha mencari cara untuk berpijak
"Biarkan saja, itu hukuman yang pantas buat si mesum, seperti cowok yang satu ini", jawab Gumi enteng sambil menunjuk ke arah Len yang masih dicolek oleh Miku
"By the way, kenapa kita ditinggalin disini? Malah dikasih 'mayat' ama tuan rumah", tanya Oliver yang sedari tadi diam
"Gak taulah, kayaknya Trick or Treat kita gagal", ujar Miku yang sudah menghentikan aktifitas colek mencoleknya
"Memang gue pikir akan gagal! Hari ini kan tahun baru bukan halloween! Gue juga ngeh pake baju ginian di hari yang salah!", seru Piko kesal
"Hahaha, untung gue cuma bawa keranjang permen...", tawa SeeU
"Sakiit... Miku, kalau mau nendang itu bilang dulu kek jadi gue bisa ngehindar!", protes Kaito tiba-tiba yang tampaknya sudah bisa bebas dari semak-semak itu, 'telinga' eskrimnya telah hilang, gerakannya masih puyeng, mungkin kepalanya sakit
"Jadi, sekarang kita ngapain? Rin udah ninggalin... Masa kita harus ngerawat Len?", tanya Gumi sambil menaruh tangannya didagu
"Don't ask me... I don't know what should I do (Jangan tanya gue, gue ga tau apa yang harus gue lakuin)", jawab Oliver dengan logat Inggrisnya
"Ai don't know wat yu seid (I don't know what you said) (Gue ga tau apa yang lu omongin)", ucap Miku enteng, yang disambut dengan sweatdrop
"I more don't know what you said! (Gue lebih ga tau apa yang lu omongin)", Oliver menggeram
"Ai mor don't know wat yu seid! (I more don't know what you said!) (Gue lebih ga tau apa yang lu omongin)". Miku makin membuat Oliver geram
'Krieek...'
Tiba-tiba gerakan pintu yang terbuka menghentikan dialog gaje mereka, datang wanita berambut pirang berbando sambil membawa 8 gelas puding jeruk vanilla
"Maaf menunggu, silahkan masuk dan makan!", seru wanita itu, para 'tamu' malah sweatdrop
'Bilang kek lagi buat makanan, ini main ditinggal aje...', batin mereka, lalu masuk, tentu saja sambil menyeret 'ramah' seorang yang belum kunjung sadar itu
Sesudah makan
"Aa kenyang", seru mereka kompak, Len sudah tersadar saat Piko menyodorkan segelas puding jeruk vanilanya
"Sekarang kita ngapain nih? Masa awal tahun baru cuma diem disini?", tanya Miku sesudah mengelap mulutnya
"Keliling aja yuk, mungkin ketemu hal yang menyenangkan", usul Len, semua mengangguk
"Sebentar, sebelum kita keliling,... Ano... Rin, boleh minjem baju lu? Masa gue jalan-jalan pake baju kucing halloween?", pinta Miku, Rin hanya mengangguk, lalu mempersilahkan Miku masuk kekamarnya untuk mencari baju, kamar Rin dan Len itu sama, tetapi untuk lemarinya berbeda, Rin sudah menaruh panel bertulis
'Hanya untuk cewek, bukan shota atau cowok', pada lemarinya, jadi Len langsung sweatdrop saat membaca panel itu, sepertinya itu lebih tepat sebagai panel untuk 'ejekan' bukan 'larangan'
Beberapa menit kemudian, Miku keluar dari kamar, ia memilih baju putih polos agar tidak sama dengan baju Rin, setelah mereka siap, mereka langsung berkeliling
Di jalanan, tampak ramai dengan berbagai stand terompet, kembang api, atau stand-stand makanan, tetapi yang membuat mereka tergiur adalah, sebuah kertas yang tertempel dipohon dan bertuliskan
To all VocaUtauKuen students
Banyak yang harus kutulis disini
Pertama:
Saya gak yakin ini tempat yang tepat untuk menaruh kertas ini, karena dikhawatirkan sedikitnya murid VocaUtauKuen di daerah sini
Kedua:
Bila kau memang murid VocaUtauKuen, cepat baca bagian ketiga, bila bukan, pergi sajalah!
Ketiga:
Apa kau memang murid VocaUtauKuen? Bila kau sudah yakin, tolong baca bagian empat! Bila kau tak yakin, pergi sajalah!
Keempat:
Aku mulai tak yakin apabila kau murid VocaUtauKuen, kau tau, aku sebagai kepala sekolah VocaUtauKuen tak mungkin mudah dikibuli! Bila kau memang yakin, baca bagian kelima!
Belum selesai para 'murid' VocaUtauKuen itu membaca, mereka sudah sweatdrop duluan, mereka kompak berkata
"Kepala Sekolah kita belum tau rasanya digiles ama murid-murid ya! Ini mau ngasih informasi atau apaan? Gak yakin amat"
Dengan sedikit geram, mereka mau tak mau melanjutkan bacaannya dikertas itu
Kelima:
Oke, kuharap kau memang benar bila kau murid VocaUtauKuen!, tolong baca ini
To all VocaUtauKuen students, berhubung sekarang adalah tahun baru, kami selagi wakil dari VocaUtauKuen akan mengadakan acara lomba menyambut tahun baru, berbagai acara lomba telah kami siapkan:
-Lomba makan
-Lomba menyanyi
-Lomba membuat puisi
-Lomba membuat kembang api (Barang sudah disiapkan)
Silahkan memilih, bagi yang sudah memutuskan akan memilih lomba apa, tolong segera laporkan kepada ketua komite VocaUtauKuen, Leon-sensei... Paling lambat hari ini jam satu siang. Saya sengaja tak menaruh alamat karena saya masih ragu apabila kau adalah murid VocaUtauKuen!
Acara dimulai lusa, tolong datang kesekolah jam 8
Terimakasih
Tertanda
(Anggap ini tanda tangan)
Tonio
Kepala sekolah VocaUtauKuen
"VocaUtauKuen itu sekolah elit kan?", tanya Len setelah selesai membaca kertas gaje itu, dijawab anggukan kepada ketujuh temannya (+ kakak)
"Kenapa kepala sekolah kita kagak elit sih?", lanjutnya lagi, dibalas sweatdrop oleh ketujuh temannya (+ kakak)
"By the way, kalian mau milih lomba apa?", tanya Kaito, SeeU ingin menjawab, tetapi langsung ditahan oleh Kaito
"Gue ga nanya lu, gue juga udah tau apa yang mau lu jawab"
"Kalau SeeU nyanyi, gue juga mau ikut ah lomba nyanyi", seru Miku
"Karena gue sahabat kalian, gue mau ikut nyanyi juga!", ucap Oliver antusias
"Gue mau nyanyi juga dah!", seru Len tak mau kalah
"Oke, udah sepakat kan pada mau ikut lomba nyanyi?", tanya Miku, tetapi seseorang mengangkat tangannya
"Gue ga mau, gue lebih milih baca puisi", seru Gumi, ya, Gumi memang ahlinya dalam membuat sesuatu yang bahasa Inggrisnya poem itu
"Ah lu kagak setia kawan ah! Lu ikut nyanyi juga dong, jadi kompak", seru Piko tak semangat
"Tapi,...", Gumi mau membela dirinya, tapi ditahan oleh Len
"Udah, terserah Gumi aja, dia mau milih apa yang harus dipilihnya, yang pasti ia kan masih gabungan dari kita"
"Arigatou, Len-kun!", ujar Gumi riang, Len cuma tersenyum
"Ya nggak apalah", seru Rin sambil mewajarkan apa yang Len ucapkan, sebagai teman tidak boleh memaksa kehendak, ya, itulah teman yang sebenarnya
"Gue mau latihan ah nanti! Pokoknya gue harus dapat skor yang tinggi!", Piko bersemangat
"Gue harus lebih tinggi, btw nanti gue mau duet ama onee-chan ah!", Len bersemangat
"Eh? Nande? Kenapa malah duet?", tanya Rin sambil memasang ekspresi terkejut plus heran
"Nggak apa doong..."
"Ah terserah lu aja dah"
"Gue mau duet ama Miku-chan aja dah!", Kaito bersemangat, Miku cuma melongo heran dan terpaksa menyetujui
"Gue mau duet ama SeeU-chan!", Oliver juga ikut bersemangat, sayangnya SeeU menolak
"Gomennasai Oliver,... Gue nggak bisa"
Oliver langsung memasang muka pasrah, Gumi yang melihat itu langsung menatap Oliver dengan pandangan kasihan
"Yaudah, gue duet ama lu aja Oliver...", saran Gumi, Oliver menolak sopan
"Nggak usah, lu kan mau ikut lomba baca puisi kan? Nevermind me"
"Hm... yasudah lah... Tapi lu jangan langsung patah semangat dong", Gumi mendorong semangat Oliver, Oliver mengangguk
"Okee... Gue jadi nggak sabar buat ikut lomba! Ayo cepat daftar ama Leon-sensei disekolah!", Kaito antusias, author pikir Kaito sangat antusias karena mengingat ia akan duet dengan Miku, mereka semua pun beranjak ke sekolah dengan pakaian santai, karena mereka pikir mereka cuma numpang datang untuk mendaftar lomba, setelah itu kembali melakukan aktifitasnya
*To-Be-Continued*
Bales reviews yang anonim dulu :v
puchan:
Makasih 'v', meski lucunya gaje sih :v
thanks for support-nya...
ini udah update... :)
Kiruko:
Iya dong fic-nya kan genre humoor... teheh...
Typo di C1 kayaknya ngga ada tp typo di C2 ada loh :v
Iya author emg sengaja buat bahasa Inggris ketiga wanita itu ancur, kalau lancar-lancar aja ngga keren jadinya
Thanks udah nge-read
Oke...
Haha, gaje, haha... HAHAHAHA *keselekbijiduren*
Awalnya author mau buat hari libur tahun baru yang biasa, tetapi jadi nggak seru, yaudah author buat mereka mengira tahun baru adalah hari halloween, kebetulan author liat Halloween diadakan diakhir bulan, eh, di akhir bulan kan? *gedubrak
Karena ada salah seorang yang review peran para karakter terutama Miku dan Gumi kurang, emang ribet sih bila karakter banyak, tetapi, udah terlanjut kebuat, anggep aja itu resikonya, nggak apa, nanti author akan buat peran mereka sama, tetapi masih butuh waktu... Tetapi author akan melakukan apapun bila itu demi kepentingan readers dan fic ini XD
Maaf kalau fic ini sedikit, author padahal nargetin buat 3000 words, tetapi cuma nyampe 2000 words lebih, ya nggak apalah, nanti author berusaha lagi... Author masih perlu banyak berusaha
Dan maaf kalau humornya sedikit, kuharap readers puas, nanti author perbanyak revisi dengan membaca beberapa fic humor bacaan humor lainnya...
Last word: (Saigo no Kotoba #ew)
Please review but don't BLAME please
Thanks for continuing your support
Story made by:
lenlenka_092
