Summary: Sikembar Kagamine Rin & Len dan temannya, Miku, Gumi, Kaito, SeeU, Piko, Oliver menjalani masa sekolahnya di VocaUtauKuen, sekolah elit tetapi muridnya tidak seelit sekolahnya, bagaimanakah kesan yang akan dihadapinya?
A Vocaloid Fic
Present:
A School Life in VocaUtauKuen
Made by: lenlenka092
DISCLAIMER:
The Vocaloid and Utauloids and the other loids where I don't know isn't mine, I just made the story
WARNED:
Typos and other may I forget to tell
Chapter 4 (Special): Happy New Year Part II: Practice!
NORMAL POV
Pagi hari, mentari menyinari dengan terang, sepasang manusia berambut pirang ini terbangun, meilirik jamnya, dan...
"HUAAAAAAAAA TELAAAAAAAAAT! LEN!"
"HAH APA?! HA? TELAT? HA? APA?!"
Kedua manusia berambut pirang buru-buru memakai baju seragamnya, mereka memburu keluar, tetapi ditengah perjalanan sikuncir berambut pirang menghentikan langkahnya, kakaknya yang berambut pirang berbando keheranan
"Onee-sama", seru lelaki berambut pirang berkuncir kuda kepada kakaknya yang berdiri tepat disebelahnya
"Nani o?", balas wanita berambut pirang berbando
"Ano... Anata wa wasurenai?"
"Wasurenai? Nani o?"
Len, lelaki berambut pirang berkuncir menghirup nafas dalam-dalam, lalu berkata
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"HARI INI KAN GA SEKOLAAAAAAAH!"
Keadaan hening seketika
"Oh ya!", seru sang kakak sambil mengetuk kepalanya, Len cuma sweatdrop
"Heei...! Kagamine twins! Apa yang kalian lakukan disana dengan baju seragam lengkap?!", sapa seseorang dari kejauhan, yang merasa terpanggil langsung menoleh
"Eh Piko, lagi ngapain?", balas mereka berdua, dilihatnya seorang lelaki sedang lari-lari santai
"Jogging, kebetulan libur, haha,... Gue tebak, kalian pasti ngira hari ini sekolah kan?", tawa lelaki itu
"Tau aja lu"
"Iya dong, bukankah ini sudah sering saat liburan?"
"Ah...", Len cuma menundukkan kepalanya
"Bai de wey (By the way), dimana yang lain? Gak bosen jogging sendirian?", tanya Rin, lelaki yang katanya memiliki nama Piko Utatane menggeleng sambil menyapu keringatnya
"Bosan sih... Nggak... Mau ngajak yang lain pada ngorok"
"Em... Boleh juga sih kali-kali jogging, gue ikut dong!", Len bersemangat
"Etto... Sebelum itu Len, kita harus ganti baju dulu... Masa jogging pake baju sekolah?", seru Rin sambil menarik baju Len, Len memandang lalu mengangguk
"Etto Piko, lu tunggu dulu ya, gue dan Rin gak akan lama", ujar Len kepada Piko, Piko cuma mengangguk, setelah itu Len dan Rin memasuki rumahnya
10 menit kemudian...
"Pikoo... Matasete gomenne!", Len dan Rin muncul dengan baju kaos, tetapi Rin memakai jaket
"Bener-bener 'gak akan lama'... Udah 10 menit bego!", protes Piko yang masih memasang pose menunggu, Len dan Rin cuma tertawa kecil
Setelah itu mereka ber jogging bersama, pemandangan masih khas tahun baru, setelah 15 menit berlari kecil non stop, mereka memutuskan untuk beristirahat sejenak di air mancur taman
"Ano Rin... Len... Lu udah nentuin lagu apa buat lu duet?", tanya Piko seraya meminum air mineral yang ia bawa
"Belum, tapi itu urusan mudah, kalau lu?"
"Udah dong...! Mau denger?", Piko bersemangat sambil mengepal tangan di dada
"Maaf... Ngga-"
"Oh silahkan!"
Len berusaha menolak, tetapi langsung dipotong oleh Rin, karena itu sudah kemauan sang kakak, Len cuma pasrah
"Okee... Matte..."
Piko meminum air mineralnya sampai habis, menarik nafas dalam-dalam dan mulai bernyanyi
Rin dan Len bengong, Piko terlalu serius menyanyi, mereka berdua bertatapan, membiarkan Piko terus bernyanyi, sampai akhirnya Piko berhenti
Len dan kakaknya langsung memberi tepukan, Piko langsung bergaya layaknya penyanyi terkenal yang baru saja menamatkan konsernya, tanpa sadar para pengunjung taman memandangi mereka bertiga dan berbisik
'Itu pengamen lagi nyanyi ya?'
'Entahlah...'
'Itu cewek ya?'
'Kayaknya gak mungkin, suaranya tinggi'
'Mungkin dia cewek tapi suaranya tinggi'
Oke hentikan tentang bisikan pengunjung taman itu, lanjut ke mereka bertiga
"Huaah... Bosan ah... Semua pada ngoro... Wait... Siapa disana?", Len menunjuk kese... bukan, dua orang, satu lagi tampaknya mereka kenal, dan dia sedang bersama wanita yang sedikit tinggi dari dia yang memiliki rambut hijau daun (Bukan nama band!)
"Itu kan Oliver, eh... Siapa cewek itu? Pacarnya?", Rin asal nebak, dijawab sweatdrop oleh Len dan Piko
"O...li...veeeeer!", Len berteriak keras memanggil manusia yang digosipkan sedang bersama pacarnya itu, manusia itu menoleh
"Hey Len, Rin, dan Piko!", manusia itu mendekati ketiga orang itu
"Perkenalkan, Len, Rin, dan Piko... Ini..."
"Pacarmu?", belum selesai manusia bermata kiri tertutup itu memperkenalkan wanita disampingnya, Rin sudah menyambar duluan yang membuat kepalanya digetuk oleh adiknya
"No... She's not... She is my elder sister, Sonika (Bukan, dia bukan pacar gue, dia kakak gue, Sonika)", jelas Oliver sambil sweatdrop
"Oh... Gomen! Sonika-san, kamu umur berapa?", Rin langsung saja menyapa kakak Oliver yang bernama Sonika itu
"Er... What do you talking about? (Er... Apa yang kau ucapkan?)", Sonika menggaruk kepalanya, Piko, Len, dan Rin langsung pokerface
'Oh gue lupa sebenernya Oliver kan anak Inggris'
Rin memandang Len dan Piko sejenak
"Apa yang Sonika-san bicarakan tadi?"
Len dan Piko cuma mengangkat bahu
"Maksud dia, apa yang barusan Rin omongin...", jelas Oliver, Rin mengangguk ngerti
'Oke, disaat begini gue malah ketemu orang Inggris betulan, masa gue mau gunain bahasa Inggris gaje gue? Ah... gue ga mau kejadian seperti Gumi... Ooh... Wat sould ai du?', Rin membatin dengan ekspresi bingung, Piko dan Len berhadapan dan berbicara dengan suara pelan
"Entah kenapa sekarang aku tahu persis apa yang dipikirkan Rin sekarang", bisik Len
"Bahasa Inggrisnya yang jelek?", tanya Piko sambil berbisik pula
"Ya..."
Len dan Piko memandangi Rin yang masih bingung, dengan memberanikan diri Len berbicara menggunakan bahasa Inggris pas-pasan
"Err... Sonika-san... Sorry, my sister don't understand how to say English... So... (Err.. Sonika-san... Maaf, kakakku tidak mengerti cara berbicara bahasa Inggris... Jadi...)"
"Oh that okay, I know the Japanese isn't too understand English... But I have lies there, I must practice how to talking Japanese if I want comunicate here, but my cute little brother Oliver maybe can teach me... I understand that (Oh itu tidak apa-apa, aku tahu orang Jepang tidak terlalu mengerti bahasa Inggris... Tetapi aku telah disini, aku harus belajar bagaimana cara berbicara bahasa Jepang bila ingin berkomunikasi, tapi adikku tersayang Oliver mungkin akan mengajariku... Aku mengerti)", jelas Sonika panjang lebar, Piko, Len, dan Rin berhadapan kembali
"Dia ngomong apaan ya?", tanya Len
"Gerakan bicaranya terlalu cepat", seru Piko
"Emang bener-bener orang Inggris", seru Rin
"Oliver, them is your friend right? May you can play with them, I'll go for buy some food... Are you don't mind if I leave you? (Oliver, dia temanmu kan? Mungkin kau bisa bermain dengannya, aku akan pergi membeli beberapa makanan... Apa kau tak keberatan bila aku meninggalkanmu?)", tanya Sonika ke Oliver yang sedari tadi sweatdrop
"It's okay, if sister want go home after that just go, I can join them (Tak apa, bila kakak mau pergi kerumah setelah itu pergi saja, aku bisa bergabung dengan mereka)"
Sonika langsung pergi, Oliver duduk disamping mereka bertiga yang asik memasang muka bingung
"Euh... Baru pertama kali gue berbicara ama orang Inggris...", Rin mengusap peluhnya, mungkin ia stress berat
"Hahaha... Sonika-oneechan emang belum ngerti bahasa Jepang..."
"By the way Oliver, lu udah nentuin lagu buat lu nyanyi esok?", Len membuka pembicaraan
"Emm... Udah sih...", Oliver menaruh jari telunjuk di dagunya
"Lagu apa?!", Rin malah bersemangat
"Etto... Himitsu dayou!", Oliver malah mengeluarkan wink yang membuat Rin setengah kecewa
"Kalian lagi jogging?", tanya Oliver setelah mereka hening sesaat
"Nggak, kami lagi bakar-bakar sate, tapi nahasnya itu sate kecebur di air mancur", jawab Len, Piko, dan Rin bersamaan dengan menggunakan youdontsay face (FYI: You don't say adalah sebutan untuk bila mendapatkan pertanyaan yang teramat jelas jawabannya, kita menjawab dengan jawaban absurd. Contoh: *orang lagi boker* , Orang1: Bro, lu lagi boker ya?, Orang2: Ga, gue lagi nari hula)
"Oke oke lupakan pertanyaan gue, yang lain mana?", tanya Oliver kembali
"Masih ketiduran, nggak tau sekarang masih tidur atau udah bangun", jawab Piko menjelaskan
"Etto... Ngapain ya sekarang? Masih liburan meski cuma 2 hari harus dinikmatin...", Len menundukkan tubuhnya dan mengoles-oleskan jarinya di pasir
"Aha!", Rin mendapat ide, semua memandang ke arahnya
"Bagaimana kalau kita latihan saja?", usul Rin
"Latihan?... Latihan nyanyi maksud lu?", Piko memperjelas, Rin mengangguk
"Meski kita nanti harus melawan satu sama lain nantinya, kita harus tetap latihan bersama dong!", seru Rin dengan bling-bling, semuanya mengangguk setuju
"Oke... Tapi dimana masalahnya?", tanya Oliver
"Dirumah gue lah masa di panggung!", Rin menjawab enteng, tetapi Len terkejut bukan main
"Hah? Rumah kita? Onee-chan gila?! Rumah kita nggak ada alat musik lengkap!"
"Cuma ada mic ama sound system udah gak masalah kan? Buat aja dulu aransemennya"
"Yang buat siapa? Onee-chan?"
"Siapa yang bisa dong!"
Semua (minus Rin) jatuh dengan elit
"Oke dah, masalah aransemen itu urusan gampang, sekarang kita panggil aja yang lain!", Len berdiri, semua ikut berdiri dan bergegas menyusul yang lain di rumahnya masing-masing
At Miku's House
"Miku...", mereka berempat memanggil dengan suara sedikit pelan, tak ada sahutan
"Mikuuuu...", mereka mulai menekan suara, tetap tak ada sahutan
"MIKUUUUUUUUUUUUUUUUU!", mereka berteriak, tetap tak ada sahutan
"Yang tinggal dirumah Miku siapa aja?", tanya Oliver karena heran tak ada sahutan sama sekali
"Miku ama kakaknya"
Mereka terdiam ditempat, tiba-tiba ada seseorang yang mencolek bahu Rin, Rin terkejut
"WAAA SETAAAN!", karena terkejut, Rin langsung salto ditempat
"Setan ndasmu! Gue Miku, Hatsune Miku!", ujar sesosok 'setan' itu, semua langsung bengong
"Miku... Lah... jadi yang didepen kita rumah siapa ini?", Piko menunjuk kerumah didepannya
"Itu rumah tetangga gue baka! Dia lagi jalan-jalan! Jangan salah rumah kek, untung gue ngedenger lu dari belakang sana!", Miku menunjuk ke arah rumah yang bercat hijau yang tepat dbelakang mereka
"Oh... Gomen... Hahaha", mereka berempat cuma menggaruk kepala
"Omong-omong, ada apa mau manggil gue?", tanya Miku membuka pembicaraan
"Rin ngusulin kita buat latihan nyanyi untuk esok, jadi gue mau ajak lu, Kaito, SeeU, dan Gumi", jelas Len, Miku mengangguk mengerti
"Bentar, Gumi kan ikut lomba membaca puisi, kenapa dia diajak?", pinta Oliver, semua memandang
"Nggak apa, daripada ia ditinggalkan entar dikira kita ngasingin dia", jelas Len
"Oooh okelah, ayoo..!"
Mereka bergegas kerumah Kaito
At Kaito's House
Mereka telah sampai kerumah yang beratribut eskrim. Sebelum mereka berteriak, Len bertanya
"Ini bener rumah Kaito kan?"
"Bener", jawab Miku
"Kalau salah gue bakar persediaan negi lu!", ancam Len, karena mengancam dengan fisik sudah mainstream, Miku menengguk ludahnya dan mengangguk meski ragu
"Ka...i...TOOOOOOOOOOO!"
"Yaa..", jawab seseorang dari dalam, pintu terbuka dan...
Keluar sosok wanita berambut biru pendek dengan pita besar dibelakang bajunya, wanita cantik
"Lu... bukan... Kaito kan?", tanya Len dengan ekspresi horror, mengira Kaito menyamar sebagai cewek
"Bukan", wanita itu menjawab santai, sementara hawa udara di daerah Miku sudah mendingin, membayangkan persediaan negi-nya dibakar habis
"Nah, mana persediaan negi lu?!", seru Len dengan pandangan mantap kepada Miku, Miku memasang ekspresi membeku
"Ya, saya memang bukan Kaito, tapi saya adiknya Kaito, Kaiko. Kaito sedang ada didalam, mau saya panggilkan?", jelas wanita bernama Kaiko itu, mereka berlima langsung pokerface
"Kimi wa Kaito no imouto?", tanya Len dengan ekspresi ingin memakan makhluk didepannya, Kaiko cuma mengangguk, sementara Miku merasa sedikit lega persediaan negi-nya tak jadi dibakar
"Matte kudasai onee-sama, onii-sama", Kaiko memasuki rumahnya, mereka bengong dengan cara bicara Kaiko yang sopan
"Gak nyangka Kaito yang pervy punya adik secantik dan sesopan ini!", seru Miku
"Yah... Kehidupan emang emejing...", seru Rin sambil memainkan jemarinya
Tiba-tiba terdengar suara keras diikuti pukulan dari dalam rumah yang membuat mereka berlima kaget
"WOOOOOIIIIII! KAITOOOOO! BANGUUUUUUUN!"
'Plak plak plak! Bruak!'
Mereka berlima terdiam ditempat
Len menoleh ke arah Rin, lalu berkata
"Ya, benar-benar amazing!"
Beberapa menit kemudian...
"Haloo... Len, Rin... Miku, Piko... Oliver... Ada apa?", seru sesosok manusia yang tampaknya mereka kenal, dengan beberapa tanda biru disana-sini
"Eh... Nggak... Ngajakin latihan... Lu abis diapain ama imouto lu? Suaranya kedengeran sampe disini", tanya Len sambil fokus ke arah 'tanda' tersebut
"Ah... Biasa... Gue dibangunin pake mode kekerasan...", jawab Kaito
"Haha..."
"Oh ya, latihan apa yang lu bilang?", tanya Kaito setelah suasana hening beberapa saat
"Latihan nyanyi lah! Emang latihan apa lagi?", jelas Miku
"Ny... oh! Gue kan akan duet ama Miku!", Kaito tampak riang lalu memeluk Miku
Suasana hening kembali, Kaito masih memeluk Miku, Miku diam saja, tetapi tidak blushing sama sekali
"BAKAMONO! HENTAI! BAKAITO!", Miku melempar Kaito setelah diam beberapa saat, semua minus Miku dan Kaito langsung reflek menghindar
"Oke... 2 point!", seru Piko sambil mengangkat papan skor tinju
"Bukan saatnya itu, baka!", Rin mengetuk kepala Piko
Keadaan hening kembali...
"Ano... Sekarang kerumah siapa lagi?", tanya Len memecah keheingan
"SeeU...", Miku menjawab
"Rumah SeeU kan jauh dari sini..."
"Kalau dari rumah Gumi?", Rin bertanya
"Em.. Itu harus balik arah lagi"
"Baiklah, ke rumah SeeU aja dulu", Rin mengusuli
Semua mengangguk setuju, setelah itu mereka langsung menuju ke rumah SeeU
At SeeU's house
"SEEEEEEEEEE...UUUUUUUU!", mereka berenam kompak memanggil temannya yang satu itu
"haneulga meolli nae teooneun nal, geosen balam nunga-e seuchimae..."
Bukannya jawaban yang dilontarkan sang pemilik rumah, sang pemilik rumah malah asik bernyanyi, membuat mereka berenam sweatdrop
"Kalau gue teroris gue bom ini rumah", seru Piko
"Tampang lu udah kayak teroris kok", Kaito malah sempat bercanda, membuat Piko ingin segera melempar granat tepat dimuka manusia ini
"SEEEEEEUUUUUUUU! BUKA BAKA!", Len berteriak sekencang-kencangnya
Suasana hening
"SeeU ngapain sih didalem?", tanya Oliver yang daritadi diam
"Nggak tau, abaikan aja yuk!", Len mengusuli, semuanya mengangguk, manusia yang satu itu tak perlu diberi perhatian lebih
Mereka langsung bergegas kerumah Gumi
Meanwhile... Didalam rumah SeeU
'Pip' (Suara radio mati)
"Kayaknya tadi ada yang manggil deh? Jangan-jangan Len dan yang lainnya", ucap seseorang sambil keluar dari kamar mandi memegang remote dan alat make up
'Tap... tap... tap'
'Krieekk...'
"Loh, kok nggak ada orang?", manusia itu tampak bingung melihat keadaan diluar kosong
"Jangan-jangan hantu... Ah udahlah... Lanjut aja denger musiknya"
Manusia itu menekan remote untuk menghidupkan radio, setelah itu berbaring disofa
"kkaeeola bomsaebyeog-iyeo... paleushan kkochnaeeum oleuneun nal..."
"Lagu Shining Star memang enak didengaar..."
At Gumi's House (Len and friend side)
"Oliver, lu kan diem mulu, panggil dong", seru Len pada Oliver, Oliver mau tak mau mengangguk
"GU...MI...!"
Muncul sesosok wani... eh... lelaki yang berambut warnanya hampir sama dengan Gumi
"Kalian siapa? Kalau kalian mencari Gumi, ia sedang pergi", seru lelaki itu dengan dingin, sementara itu Miku dan Rin langsung membeku –karena-ketampanan(eh?)-lelaki-itu
"Oh baiklah, terimakasih", Oliver ikut menjawab dingin, lalu pergi dengan enteng minus Kaito dan Len yang harus mengangkut Miku dan Rin yang (masih) membeku
At Road to Rin and Len House
"Jadi, kita doang ini?", tanya Piko
"Iya dong... Nggak apalah itung-itung hemat tempat", jawab Len yang masih berpeluh keringat karena mengangkat kakaknya yang bukan main beratnya
"Kenapa dua wanita ini langsung membeku ya?", tanya Kaito yang memiliki nasib sama seperti Len
"Maklum wanita itu kadang pecinta lelaki yang cool...", jawab Piko
"Oh berarti gue harus jadi cool ya?"
"Lu mah udah cool, saking cool-nya ketika diukur di termometer setempat termometer itu langsung ikut cool, muatan lu kan es semua", ejek Len, Kaito serasa ingin melempar freeze Miku kehadapannya
"Gue emang pecinta eskrim tetapi bukan berarti bisa lu ejek segitunya juga kali", protes Kaito, Len seakan tak menggubris
"Nah, sudah sampai...", ucap Len menghentikan langkahnya seketika berada didepan rumah bercat oranye-kuning, dan bersyukur Miku dan Rin telah kembali kebentuknya semula
At Rin and Len House
"Jadi... Apa yang kita lakukan pertama?", tanya Rin dengan tampang bos
"Tiduuurr!", Kaito ceplas-ceplos dan meringkuk dibalik selimut, Rin langsung melempar Kaito kepanggangan terdekat (Pertanyaan: Darimanakah selimutnya? | Jawaban: Hanya author yang tahu)
"Lu baka ya?! Kan kita harus latihan bukan tidur!", amuk Rin kemanusia yang sepadan baka-nya dengan SeeU ini
"Nah, lu kan tau kalau yang harus kita lakuin itu latihan, kenapa nanya?", balas Kaito tak mau kalah, Rin langsung terdiam dan malu, dipikir kata-kata Kaito ada benarnya juga
"Oke oke... Lupakan... Jadi... Siapa yang mau latihan duluan?...", Rin berusaha menutup malunya
"Gue ama Miku! Gue udah gak sabar!", Kaito antusias, Miku cuma mendadak malu dengan tingkah Kaito yang mirip dengan anak-anak
"Gue lebih ga sabar buat goreng lu hingga meleleh", amuk Miku
"Ehem, pertengkaran mulutnya lain kali saja ya, sekarang kita fokus ke latihannya", dehem Piko 'melerai' pertengkaran mulut sepasang kekasih itu *author disate*
"Nah, lebih baik lu perbincangkan dulu dengan Miku apa yang harus lu nyanyikan ja-"
"Gue udah siap ama CD instrumental lagunya dan secarik kertas berisi lirik lagunya!", belum selesai Rin memberi instruksi, Kaito telah mengangkat tangan yang menggenggam sebuah CD dan secarik kertas yang terbungkus rapi, semua disana minus Kaito cuma pokerface mengetahui Kaito memang sudah mempersiapkan hal sepele ini, disisi lain Kaito memang hebat dan penuh persiapan
'Pantes Kaito gak sabar, rupanya dia udah nyiapin', batin mereka
"Gue dulu udah mengimpikan saat-saat ini terjadi... Beruntung... Akhirnya lomba ini menjawab keinginanku... Makanya gue langsung menulis sebuah lirik lagu yang mungkin cocok... Tonio-san... Arigatou telah mengabulkan permintaanku...", Kaito menadah tangannya layak orang yang bersyukur, mereka semua langsung berusaha menarik semua pikirannya dan mengingat kembali Kaito cuma seorang baka yang cocok dijodohkan dengan sesama baka
"Oke sandiwaranya disimpan nanti aja ya... Sekarang kita harus cepat-cepat supaya cepat selesai, Len, siapin mic 2 dan sound system!", perintah Rin ke adiknya yang tak berdosa itu, Len langsung buru-buru keruang musik yang berada dibawah tanah
Sementara si Kagamine twins sedang menyiapkan perlengkapan, Miku dan Kaito sedang sibuk menghafalkan lirik lagu, Miku bertanya kepada Kaito
"To, ini judul lagunya apa?"
"Cendrillon"
"Tentang?"
"Oh, tentang... Lu ceritanya mau bunuh gue, si pangeran, pukul 24.00 tepat. Lu udah diawasin oleh ibu peri (?) atau apalah, saat lu ketemu gue, lu jadi jatuh cinta, dan ngerasa kaga mau bunuh gue... Dan sebenarnya lu udah nusuk gue... La-"
"Intinya gue mau bunuh lu dan kagak jadi kan?"
"Dengerin dulu kek"
"Oke... oke... Lanjutin"
"Lu kan kaget saat tau lu rupanya udah nusuk, gue bilang ke elu kalau lu nusuk kagak seberapa"
"Bentar, ini mau latihan drama atau apalin lirik lagu sih?"
"Kan gue nyeritain semua tentang lagu ini... Geez..."
"Ya... ya... (Karena oke... oke... udah mainstream) udah dah lanjutin apalin liriknya"
Mereka berdua pun melanjutkan aktifitasnya yang sempat tertunda, tanpa sadar ketiga manusia (Piko, Oliver, dan Rin) memperhatikannya
"Hei... Mereka tampak intim ya?", bisik Oliver
"Calon pasangan pelaminan kali", bisik Piko
"Iya, mereka kayak akrab gitu... Gimana ya kolaborasinya saat nyanyi?", tanya Rin yang tentu saja sama-sama berbisik
"Onee-chan! Udah siap!", teriak Len tiba-tiba sambil membawa 2 home sound system yang lebar dan 2 mic yang tak terlalu besar, cara Len membawanya ya itu masih menjadi misteri
"Oke... Bawa sekalian laptop kesini, mau masukin CD yang Kaito bawa", perintah Rin lagi, tanpa diteriaki Len sudah melesat duluan
"Bagaimana cara Len membawa benda besar nan berat itu?", tanya Oliver dan Piko dengan mulut terbuka lebar
"Len diem-diem kuat... hahaha...", seru Rin membanggakan adiknya
Beberapa menit kemudian
Semua telah siap, laptop, mic, dan home sound system, CD musik juga sudah dimasukkan dan telah dikoneksikan ke home sound system-nya
"Miku, Kaito, udah siap?", tanya Len ke dua insan yang asik menghafal lirik lagu
"Ya!", jawab Miku dan Kaito mantap, lalu berjalan menuju mic, Rin sudah berada diposisi untuk menghidupkan musiknya
"Siap?", tanya Rin
"Ya!"
Musik dihidupkan, terdapat suara menyerupai dentak jam berbunyi, Miku menarik nafas dalam-dalam dan mulai bersuara
"Aaaa...Aaaaaaaa...", ya begitulah suaranya
"Asa made odoru, yume dake misete, tokei no kane ga tokou mahou... Aimaina yubi, sasou kaidan... San-dan tobashi no kane teiku..."
"Basha no naka de... Furueteta", Kaito langsung bernyanyi
"Mijimena furugi mekuri megure yoru no butou...", mereka berdua bernyanyi dengan kompak sambil melakukan gerakan layaknya dikonser, manusia berempat yang menonton langsung cengo antara takjub atau alasan mereka yang lainnya
Sementara Kaito dan Miku masih menyanyikan lagunya, manusia berempat itu masih cengo, entah apa yang dipikirkan mereka berempat
4 menit kemudian
Kaito dan Miku selesai bernyanyi, tepukan meriah dilontarkan kepada kedua manusia itu
"Bagus To, Ku! Baguus! Lu cocok nyanyi bareng!", teriak Len dan Rin memuji (To ama Ku itu siapa ya?)
"Pasti lu dapat juara 1!", teriak Piko dan Oliver ikut-ikut memuji
Mereka yang dipuji langsung nge-blushing dan menatap satu sama lain
"Ma... Makasih...!", Kaito dan Miku menundukkan badannya
"Okee... Gue juga ga mau kalah!", Len berdiri, meraih tangan kakaknya dan menuntunnya ketempat mic itu berada, sedangkan Kaito dan Miku sudah siap memasang pose menonton
"Siap kak?!", tanya Len kepada kakaknya yang bengong karena ditarik tangan oleh adiknya
"Siap... Tapi kita nyanyi apa nih?", tanya Rin yang langsung membuat Len terdiam
"Oh ya, kita kan belum tau lagu apa yang mau dinyanyikan!... Haha!"
'Buak!'
Rin langsung meninju Len hingga terlempar
"Ah! Gue tau kita harus nyanyi apa!", bukannya rasa sakit yang dilontarkan Len, Len malah tiba-tiba mendapat 'ide' dari pukulan eksotis kakaknya
Len menuju ke arah kakaknya, lalu berbisik sesuatu, Rin cuma mengangguk-anggukkan kepalanya
"Mengerti?", tanya Len kehadapan kakaknya, kakaknya mengangguk lagi, sementara sang 'penonton' heran dengan apa yang kakak-adik itu bisikkan, Len menuju laptopnya dan tampaknya mengutak atik sesuatu
"Oliver, tolong tekan tombol ini ya saat gue kasi aba-aba siap!", perintah Len ke Oliver yang kebetulan dekat dengan laptop tersebut
"Iyaa.."
Len melesat langsung sejajar dengan kakaknya dan memegang sebuah mic, Rin tentunya ikut memegang mic juga
"Nah, Oliver, tekan!", perintah Len kepada Oliver, Oliver langsung menekannya
Terdengar suara musik yang bahagia dan layaknya musik untuk taman bermain anak-anak
Rin menghirup nafas dalam-dalam dan mulai bernyanyi
"Itsumo machiawase no jikan ni... Hayaku tsuki sugite shimau yo... Anata ga kuru no wa itsu datte... Jikan doori janai noni ne..."
Sementara Rin asik bernyanyi mengikuti makna dari lirik lagu, Len mengikutinya, mereka layaknya melakukan drama, Len mulai bernyanyi juga setelah beberapa lirik Rin lewati
"Ore no kimochi ga wakaranaitte... Omae wa itsumo iu keredo... Sunao na kotoba o ittatte... Kimochi waru garu dake daro?"
Len terus bernyanyi hingga memasuki reff, setelah itu mereka terus bernyanyi berdua tetapi secara bergantian
Beberapa menit kemudian
Rin dan Len telah menyelesaikan lagunya, tepukan meriah berdatangan, Rin dan Len menundukkan badannya sambil bergerak layaknya memberi ucapan terimakasih ala artis
"Rin, Len... Lagu apa yang lu pada nyanyiin?", tanya Kaito, sang Kagamine twins cuma memberikan wink layaknya itu adalah sebuah rahasia
"Readers pasti mengetahuinya", jawab Len, sang 'penonton' langsung bengong
'Readers itu siapa?', batin para 'penonton'
"Kayaknya kalian udah hafal itu lagu!", seru Piko, Len dan Rin mengangguk
"Iya dong, ini lagu sering kita nyanyiin waktu SMP... Hahaha"
"Oke... Gue dulu ya yang mulai!", Piko berdiri, tetapi ditahan oleh Oliver
"Gue dulu", seru Oliver
Piko menatap tajam Oliver, begitu juga yang dilakukan Oliver, muncul aliran listrik besar dari kedua mata mereka, manusia berempat (Len, Rin, Miku, dan Kaito) cuma sweatdrop
"Oke lu duluan dah!", Piko mengalah, Oliver cuma menatap Piko dengan tatapan kemenangan
"Nanti kalau lu nyanyi, jangan lupa itu suara dibeserin, soalnya ntar kalau lu lomba malah suara fans lu yang kedengeran ntar", ejek Piko, memang suara Oliver kecil layaknya anak-anak
"Urusai... Bishoujo...", Oliver balas mengejek, mereka berempat yang menyaksikan cuma merasa kalau hawa disekitar mereka mulai memanas
"APA LU BILANG?!", Piko berdiri dari duduknya dan siap melempar laptop kehadapan Oliver, tapi dicegat Len
"Udah udah... Itu laptop gue... Kalau kalian mau berantem silahkan lempar apa saja asal jangan benda-benda berharga gue... Panci aja lu lempar sono"
Rin, Miku, dan Kaito sweatdrop, mereka membatinkan hal yang sama, yaitu
'Lu kayaknya makin membuat perkelahian ini memanas...'
Oliver dan Piko pun berantem dengan adu mulut, tanpa mereka sadari waktu telah terbuang percuma
15 menit kemudian...
"Nah... Jadi kalian berdua kapan latihan?", tanya Kaito yang daritadi sweatdrop
"Sekarang!", Piko dan Oliver menjawab kompak
"YAUDAH KALAU SEKARANG BURUAAN! WAKTU UDAH TERBUANG NIH!", teriak Miku yang membuat semua pokerface
Akhirnya setelah mereka 'baikan', latihan Oliver pun dimulai, musik dihidupkan, tampak musik yang terdengar horor, Oliver pun mulai bernyanyi
"Silently... You creep along the tangent to my tongue... Begone... You tracks... Tingle and force me to the scratch... Don't look back, you thatch bends to the shape of my wavelength... Sensation... My nerves detach... And burst into climax..."
Semua 'penonton' pada cengo dan mengingat kembali bahwa Oliver adalah orang Inggris, meski mereka tidak mengerti inti dari lagu yang Oliver nyanyikan, mereka tetap menikmatinya
Beberapa menit kemudian...
Oliver menyelesaikan nyanyiannya, mereka semua bertepuk tangan dengan meriah, Piko berdehem sebentar lalu berkata dengan gaya bos yang melihat hasil dari calon karyawannya
"Ehem... Ya... Bagus bagus... Tapi.. Gue gak akan pernah kalah dari lu!"
"Oh oke silahkan!", Oliver malah makin memanaskan suasana, aliran listrik pertempuran itu bersemi kembali
"Oke! Saatnya gue nya-", Piko hendak berdiri untuk menyanyikan lagunya, tetapi ia langsung tersungkur karena Miku ikut berdiri dengan cepat (Miku duduk disamping Piko)
"Oke...! Saatnya pulang!", seru Miku, yang membuat Piko tercengang
"Hah? Pulang? Tapi... Gue kan belum latihan...!"
"Salah sendiri kenapa buang-buang waktu, sekarang gue harus pulang karena kakak gue ada acara... Gue harus jaga rumah! Bye bye...", Miku bergegas pergi
"Eh, gue juga ada kepentingan nih", Kaito juga ikut-ikutan pergi
"Oh! Gue juga harus pergi nih...!", Oliver juga ikut pergi
(Sfx: Siiing...)
Keadaan sunyi, dirumah yang sepi ini tinggal Piko dan sang pemilik rumah yang kembar, salah satu dari sikembar yang berkuncir menatap lelaki berambut perak keputihan itu (?)
"Jadi...?"
"Ah gue pulang aja lah!", Piko merasa amat kesal
"Kasihan nasibmu nak", Rin menggeleng-gelengkan kepalanya
"Syet...", Piko menggerutu
"Sabar nak... Makanya jangan gampang kepancing amarah", ceramah Len, tetapi Piko tak memperdulikan
Piko langsung pulang, kedua manusia kembar itu memandang satu sama lain, lalu mengemaskan mic dan home sound system kembali ketempat layaknya benda-benda itu berada
'Bagaimana ya nanti saat lomba...', batin Len sambil tersenyum
*To-be-Continued*
Balasan reviewer yang anonim:
puchan:
Iya itu kan hukuman untuk para mesumers (?)
Selamat tahun baruu 'v'
Lagu yang dinyanyiin? Ya lagu vocaloid dong, dan author usahain itu originalnya bukan cover... hehe... gak ada yang nanya ya? *dilempar
Kalau lagu band-band yang diambil susah ntar
Oke...
Maaf kalau update-nya kelamaan... Biasa author kebingungan buat nentuin ide saat mereka latihan, jadi maaf kalau terlalu gaje dan humornya kurang, dan parahnya lagi internet nggak bisa lama banget, saking lamanya meski ini udah selesai dibuat, author jadi dapet waktu untuk ngebuat chapter selanjutnya sampai selesai, tapi sebelum di publish itu chapter diseleksi dulu... Haha...
Special Chapter ini juga harus cepet, minimal tanggal 15 kebawah harus udah selesai, masa masih happy new year?...
Oke penutupnya gaje nih...
Saigo no Kotoba (Because last word is too mainstream):
Thanks for review but don't BLAME please
Thanks for continuing your support
Story originally made by:
lenlenka_092
