Summary: Sikembar Kagamine Rin & Len dan temannya, Miku, Gumi, Kaito, SeeU, Piko, Oliver menjalani masa sekolahnya di VocaUtauKuen, sekolah elit tetapi muridnya tidak seelit sekolahnya, bagaimanakah kesan yang akan dihadapinya?


A Vocaloid Fic

Present:

A School Life in VocaUtauKuen

Made by: lenlenka092


DISCLAIMER:

The Vocaloids 1/2/3 and Utauloids and the other loids where I don't know isn't mine, I just made the story

WARNED:

Typos and other may I forget to tell


Chapter 5 (Special): Happy New Year Part III: Before Contest: ToD Game!


NORMAL POV

Hari ini, tepatnya tanggal 3 Januari 2014 (Apa cuma author disini yang masih mikir kalau ini tahun 2013?), lomba New Year Edition yang diselenggarakan kepala sekolah VocaUtauKuen dimulai. Sang sikembar baka, telah siap diposisinya... untuk kesekolah

"Onee-chan...! Bangun dong! Jangan sampai hari ini telat! Kita kan udah latihan...!", teriak lelaki berkuncir kuda kepada kakaknya yang masih melakukan ritual bermimpinya

Lelaki itu langsung menggeram, dirogohnya sesuatu dari laci, terdapat satu buah jeruk segar dan pemantik api, lelaki itu berkata lantang

"Onee-chan... Bila dirimu tidak mau terbangun detik ini juga... Satu-satunya jeruk yang teramat berharga milikmu akan dimakan oleh si jago merah ini lho...", lelaki itu menghidupkan pemantik apinya hingga menimbulkan suara, tetapi belum mengenai si jeruk malang tersebut (Author: Len, dirimu berbicara ala pembawa berita nyiarin kebakaran)

'Groo...'

Pemantik api itu semakin bersuara keras (Len: suaranya gak enak banget), si kakak langsung menyudahi ritualnya dan langsung memasang baju sekolah dengan cepat, sang adik, Len, tertawa cekikan dan mematikan pemantik apinya

At Road to School

Sikembar Len dan Rin asik menyenandungkan lagu yang akan mereka nyanyikan di lomba nanti, tumben, jalanan sangat sepi, si wanita berambut hijau tosca yang sering mereka temui sewaktu berangkat sekolah pun tak ada, dengan ekspresi heran Len bertanya kepada kakaknya

"Onee-chan, sekarang jam berapa?"

Kakaknya, Rin langsung mengecek ponselnya, jam menunjukkan pukul 06:13 A.M

"Jam 6 lewat sedikit", jawab Rin

"Kok sepi ya?", tanya Len, Rin hanya mengangkat bahunya

"Hari ini sekolah kan?", tanya Rin untuk mengantisipasi kejadian seperti kemarin (Baca chapter sebelumnya)

"Sekolah dong!", Len menjawab mantap dan yakin

Keadaan hening... Sikembar itu tetap berjalan menuju sekolahnya, sampai akhirnya sikembar itu menghentikan langkahnya dan berkata serempak

"HARI INI KAN MASUK JAM DELAPAAAN!"

"Wah, pikiran kita kok sama ya? Jangan-jangan kita jodoh", Rin malah bercanda gaje

"Jodoh ndasmu kak", Len sweatdrop

"Hoooi... Kalian yang berambut pirang disana... Lagi ngapain?", teriak seseorang dari kejauhan, mereka yang merasa dipanggil langsung menoleh

"Hoi Kaito, lu sendiri ngapain?", tanya Len kelelaki berambut biru cerah yang membawa satu kantong apalah isinya itu

"Haha... Gue abis beliin cemilan buat adek gue, etto... Kenapa lu pakai baju seragam lengkap? Bukankah masuk sekolah masih lama?", tanya Kaito dan menghentikan langkahnya ketika berada tepat didepan sepasang manusia berambut pirang tersebut

"Yah... Bad habit", jawab Len sambil menggaruk-garuk kepalanya

"Haha... Yaudah kerumah gue aja yuk, daripada lu bertengger disini kayak orang gila", tawa Kaito, Len dan Rin mengangguk lalu mengikuti Kaito kerumahnya

At Kaito's House

"Tadaima Kaiko-chan"

"Ah... Kaito-nii, okaeri... Are? Onii-san, Onee-chan?", sapa seseorang di dalam rumah yang sikap luarnya imut tetapi dalamnya galak, Kaiko

"O...ohayou Kaiko-chan..."

"Kimi wa dare?", Kaiko berbicara teramat polos, Len dan Rin langsung terjatuh dengan elit

"Bo... Boku wa Kaito no tomodachi... Wasuremasenka?", Rin berusaha mengingatkan Kaiko yang masih kebingungan

"Oh! Yang kemarin?", Kaiko tampaknya mengingat, Rin dan Len mengangguk sambil tersenyum

"Yang mana ya?", Kaiko makin polos lagi, Rin dan Len langsung memutih

"Mou! Yang pasti, dia berdua itu temen nii-san! Ya?... Ayo, Len, Rin, masuk!"

Mereka memasuki ruang tamu, disana mereka disuguhkan teh manis yang hangat oleh Kaiko, Kaito? Dia sedang menikmati eskrimnya, lupakan dia

"Apa tidak ada jeruk?", tanya Rin ceplas ceplos tanpa mengetahui malu, Len langsung menutupi mulut kakaknya

"Jaga sikap kak... Jangan malu-maluin nama Kagamine"

"Jeruk? Maksud Onee-chan eskrim rasa jeruk?", tanya Kaiko, Rin langsung jawdrop, keluarga Kaito serba eskrim, yang dimaksud buah saja malah dianggap eskrim

"Iya iya...", Rin mengangguk saja

"Oh nggak ada... Maaf", Kaiko membungkuk

Rin langsung ingin melempar gelas berisi teh manis ini kehadapannya, tetapi ditahan oleh Len

"Istigfar kak... Istigfar"

Rin merasa sedikit tenang, lalu meminum teh manis hangatnya, meski baginya terasa hambar karena tidak ada jeruk

"Ano... Onee-chan, Onii-san, kenapa makai baju seragam sekolah? Kata nii-san sekolah masuk jam delapan?", tanya Kaiko tiba-tiba

Len dan Rin menatap satu sama lain, dan ber-smirk gaje

"Biasa, kami anak yang rajin makanya pingin sekolah cepat-cepat", jelas Rin dan Len yang tentunya ditambah bubuhan kebohongan, Kaito langsung memandangang mereka berdua dengan tatapan -pembohong-lu-pada-

Mereka yang berada di dalam rumah hening berjamaah, tak menemukan topik yang harus dibahas, Len memandang Kaito perlahan, lalu keluar lampu 5 watt dari kepala Len (?)

"Main Truth or Dare yok!", usul Len, semua langsung cengo

"Te-O-De itu?", tanya Rin meyakinkan

"Iyalah... Daripada bengong gini aja nungguin jam delapan", jelas Len, semua mengangguk, Kaiko yang sedari tadi memakan cemilannya bertanya

"Aku ikut main juga?"

"...Iya..."

"Siip!", Kaiko langsung pergi ke dapur, entah apa yang diambilnya

"Bentar, main empat orang aja? Nggak seru dong!", protes Kaito

"Mau ajak yang lain gimana?", tanya Len, Kaito terdiam, tampaknya sedang memikirkan sesuatu

"Gini aja, kita hubungin mereka semua aja!", usul Rin mendadak

"Hah? Emang lu apal nomor hape mereka semua?", Len mengerutkan keningnya, Rin mengangguk

"Dikelas kan ada Neru, Neru itu ahli dalam mengetahui nomor handphone seluruh kelas lho... Bentar aku kontak dia!", Rin mengambil hapenya dan mengetik sesuatu

"Halo... Neru?... Ah ya... Kamu tahu tidak nomor ponsel Oliver dan SeeU?", Rin memulai perbincangannya saat telepon tersambung, dari Neru Akita, phone stalker

"Em... Iya... Nih... Catat ya..."

"Oke bentar, aku pinjam kertas dulu... Len, ada kertas?"

Tanpa berkata lebih panjang Len menyodorkan secarik kertas plus pulpennya kepada kakaknya

"Udah? Ini... 0923xxxxx untuk SeeU dan 0963xxxxx untuk Oliver... Jangan lupa bayar 100 yen nanti disekolah"

"Eh? Dikenai bayaran?", Rin bengong

"Iya... Kalau nomor handphone orang di kelas kita biayanya 50 yen perorang, kalau diluar kelas kita 150 yen perorang... Kalau dikelas XI C yang yandere semua orangnya itu 500 yen perorang... Gini-gini aku juga kan mau dapet untung", jelas Neru, Rin sweatdrop, tetapi baginya tak apa asalkan sudah mendapat nomor kedua manusia tersebut (Karena nomor Piko, Miku, dan Gumi telah diketahui sejak awal berteman), masalah uang? Ada Len, selama ada dia tak masalah baginya

"Sip, nomor dua orang itu sudah kudapatkan, etto... Len, ada uang 100 yen?", Rin memandang Len sang adik, tentu saja bukan pandangan biasa, pandangan yang 'memaksa' dengan ancaman... readers pasti tau

"A... Ada...", Len menenggak ludahnya karena takut akan tatapan yang baginya menyeramkan itu

"Nanti disekolah gue minta ya", Rin membuat perjanjian, Len mengerutkan keningnya

"Eh... Minta...?"

"Iyalah, masa pinjam, nah, gue mau kontak dulu semua manusia itu", Rin berkata watados yang membuat Len sweatdrop seketika

Beberapa menit kemudian...

8 Serangkai (+ 1 orang) telah lengkap, mereka membentuk sebuah lingkaran, biasa orang main ToD jadi author nggak perlu jelesin lagi, semua dimulai dari Miku, Miku memutar botolnya dan mengenai arah Kaiko

"Truth or Dare?", tanya Miku dengan ekspresi senyam senyum gaje

"...Truth...", Kaiko menjawab gugup mengetahui ekspresi Miku yang kurang beres

"Yaah... Padahal kalau dare akan gue suruh dia bermesraan ama kakaknya nanti malem... Oke... Truth ya...", Miku malah ceplas ceplos membuat semua minus Miku yang disana sweatdrop

"Kenapa lu ganas dengan kakak lu?", lanjut Miku melontarkan pertanyaannya, Kaiko menjawab enteng

"Ya... Enak aja..."

Kaito sweatdrop seketika dengan perkataan adiknya yang entengnya keterlaluan

Setelah itu Miku mengambil mundur 5 langkah, lalu Kaiko memutarkan botolnya dan tepat ke arah Piko

"Truth or Dare?", tanya Kaiko ke Piko, Piko tersenyum

"Dua-duanya aja dah"

Semua sweatdrop, Kaiko smirk gaje, lalu melontarkan pertanyaannya

"Onii-san mau bila dipaksa memakai baju wanita dengan bayaran 100 yen?"

"Em... Mau aja sih", Piko rupanya tak menyadari smirk dari Kaiko

"Yaudah, lakukan"

Piko kaget

"Eh... La... Lakukan...? Di.. Disini?"

"Kan Onii-san milih dua-duanya, pertanyaan tadi adalah truth, dan onii-san harus ber-crossdress karena pertanyaan itu sebagai dare-nya", Kaiko tersenyum licik, Piko sebenernya berniat ngisengin Kaiko, eh, malah dia kena isengin balik... Jangan pernah remehkan Kaiko meski ia mungil-mungil moe

"Da... dakedo... Gua kan kagak serius waktu jawab dua-duanya...", Piko berniat menolak, semua disana minus Piko langsung berkata kompak

"Re-si-ko"

"Nah... Ayo onii-san... Kita kedalam, banyak loh baju-baju yang imut untuk onii-san pakai..."

Kaiko mendorong Piko keruangan rahasia, Len memandangi nasib Piko yang malang tersebut, ia menenggak ludahnya, Rin mencolek bahu Len, Len kaget

"Kenapa, Len? Mau seperti Piko? Boleeh...", Rin ber-smirk gaje

"Nggak...", Len menjawab datar seraya sweatdrop

Piko dan Kaiko keluar dari ruangan 'rahasia' itu, terlihat Piko memakai gaun pink yang berkelebat (?) dengan pita besar dikepala, 99% orang disana takkan mempercayai bahwa itu Piko

Setelah itu, Kaiko mengambil jarak yang sama seperti Miku, Piko memutar botol tak berdosa itu, dan mengenai ke arah Gumi

"Truth or Dare?"

"Truth", Gumi menjawab enteng

"Disini, siapa yang lu suka?"

Gumi berpikir, lalu menjawab innocently

"Nanimonai"

Piko pundung sedetik, lalu mundur layaknya Kaiko dan Miku, Gumi memutar botol kaca itu... Dan mengenai SeeU

"Truth or Dare?", Gumi mengeluarkan smirk-nya

"Or", SeeU malah tersenyum ala baka shoujo, Gumi langsung (ingin) melempar botol tepat ke arah SeeU

"Serius dong!", amuk Gumi, SeeU mengangguk saja lalu berkata

"Dare ajalah"

Gumi tersenyum, menenggak ludah, menghirup nafas dalam-dalam

"Youkoso... To Gumi trep arena! (To Gumi Trap Arena!) (Ketempat penyekapan Gumi)", Gumi mengambil pose layaknya seseorang yang memiliki kuasa tinggi, SeeU memiringkan kepalanya, semua minus Gumi dan SeeU sweatdrop berjamaah

"Hm... Bai de wey... Lu harus nyium salah seorang disini...", perintah Gumi, SeeU tersenyum, berjalan, dan...

'Cup!'

"SETAN! NI ANAK NAPA NYIUM GUE!", Gumi ngamuk gaje saat SeeU menciumnya

"Kan perintah lu...", SeeU malah cengingisan, Gumi memadamkan amarahnya sebentar lalu pergi ke tempat Miku dan yang lain berada

SeeU memutarkan botolnya, dan tepat ke arah Rin

"Em... Tadi apa yang diomongin Gumi saat ngasih pertanyaan?", tanya SeeU, semua langsung sweatdrop berjamaah

"Truth or Dare sayangkuuu...", Rin menjawab emosian

"Oke, Truth or Dare?"

"Truth"

"Apa kesukaanmu?"

"Jeruk"

"Oke...", SeeU mundur, Rin dan yang lain sweatdrop, SeeU tak perlu diharapkan kalau bermain beginian, Rin memutarkan botolnya, dan tepat ke arah LEN! (Len: Kenapa pakai kapslok?)

"Truth or Dare? Watashi no kawaii imouto?"

"Dar.. Etto... Truth! Truth!", Len keceplosan, Rin tertawa ngakak 5 detik

"No... Dare ya dare dong... Oke... Tenang, onee-chan yang kawaii-nya melewati siapapun didunia ini akan berbaik hati... Ber-crossdressing sudah mainstream... Ehm...", Rin melirik... Oliver? Oliver mengerutkan keningnya

'Tampaknya gue... akan terlibat...', batin Oliver

"Len-chan... Oliver no kissu kudasai~", Rin berbicara layaknya Akeno Himejima dari DxD (Len: SALAH FANDOM THOOR! | Author: GUE BUKAN THOR! |*hening*)

"Hah? Gue... Nyium Oliver?... Gak bercanda lu kan?", Len terkejut bukan main, sampai-sampai ia memakai gue-elu ke kakaknya, kakaknya manggut-manggut disko

Len tak berkata sepatah katapun, ia melirik Oliver yang tampaknya ready dengan tatapan death glare

"Sesama shota pantas untuk bermesraan, ne?", Rin berkata sambil berwink gaje, parahnya semua wanita disana mengangguki

"What the earth of this?", Len berkata sok Inggris

"Ayo! Ayo! Ayo!", Rin dan wanita lainnya menyoraki, tidak untuk Piko yang masih malu-malu kucing karena pakaiannya (Note: Piko masih ber-crossdress)

"Ayo! Ayo! Ayo!", para wanita menyoraki makin kencang, Len langsung emosian

'Gue sumpal satu persatu ini mulut ama pisang kicep ntar!'

"Bisa dare-nya diganti?", tanya Len mengajak untuk berkompromi, Rin mengangguk, Len sedikit senang, tetapi ekspresi senangnya berubah saat Rin mengucapkan sesuatu tentunya sambil ber-wink ria

"Boleh... Tapi lu harus 'itu'-an ama Kaito nanti malem, gue bawain handycam, mau?"

"KAGAK! TERIMAKASIH!", Len beringas, Rin cuma tertawa gaje

Len menatap Oliver yang gak tau harus berbicara apa, Len mendekati Oliver, sebelum mencium, ia berkata 'lembut'

"Kalau lu emosi, bunuh aja kakak gue jangan gue ya"

"Eits!", Rin menghentikan acara si shota yang akan melakukan aksinya, Len langsung emosi kepada kakaknya

"Apa? Hah?"

"Harus... French kiss yaa...", Rin berkata polos lagi, Len teriak bukan main

"HAH? CIUMAN ALA PERANCIS (?)? KAK! KAKAK GILA? INI FIRST KISS KU LOH KAK! MASA HARUS CIUMAN AMA COWOK DAN... PAKE FRENCH KISS LAGI! TOBAT KAK TOBAAAAAT!"

"Ini ToD loh", Rin malah meladeni teriakan adiknya dengan simpel, kalau dipikir semua memang salah Len harus keceplosan menjawab Dare...

"Ayo cepatlah Len...", Oliver menyadarkan bengongan Len, ia bukannya mau, tetapi cuma stress saja, seperti Len, saking stress dan kacaunya pikiran dia, paranormal pun sampai tak bisa mengecek isi pikiran Len

'Cup'

Mata para wanita langsung membesar 5 senti, tidak untuk Kaiko, Kaito dengan cepat menutupi mata adiknya, karena sebagai kakak yang baik dan taat beribadah (?) ia tak mau adiknya yang polos ternodai, Rin memfoto adegan itu sebagai kenangan yang takkan terlupakan, parahnya ia namai hasil fotoan itu dengan 'the shotas of blonde kissing', bisa parah kalau ia mem-publish-kan foto itu ke Google, wait, kok jadi ngawur? Oke, lanjut ke mereka yang asik kissu-an

Len menghentikan aktifitasnya, mereka berdua nge-blush gaje, setelah mereka berdua tenang, Len kembali ketempatnya dan memutar botolnya, dan tepat ke arah...

Kaito

"Truth or Dare?", tanya Len, sepertinya ia akan melampiaskan amarah ini ke Kaito...

"Truth", Kaito menjawab sambil tersenyum, ia pikir bila menjawab truth resiko harga dirinya melayang cuma sedikit, tapi, ia salah, Len sekarang akalnya sedang pintar mendadak

"Sebutkan sebab lu yaoi-an ama Gakupo-sensei 1 tahun yang lalu dan katakan apa yang lu rasain, dengan keras!"

"Eh?...", Kaito terkesiap, Len cengengesan, sedangkan Kaiko matanya langsung terbelalak, mengetahui kakaknya pernah berhubungan intim dengan... lelaki yang bukan lain adalah seorang guru

"Ka... Karena... Gu... Gue... Di... Dipaksa... Ya... Gitu deh... R... Rasa?... Eh...? Em... Bi... Biasa aja...", Kaito menjawab terbata-bata, Len tersenyum, lalu mundur, sebelum Kaito memutar botolnya, Kaito terasa sesuatu menariknya dari belakang, dilihatnya Kaiko, adiknya telah siap untuk memberinya 'kasih sayang'

"Gomennasai minna-san... Nii-san kupinjam sebentar, nggak lama kok", Kaiko membawa, tidak, lebih tepatnya menyeret kakaknya yang malang itu kesuatu tempat

"HUAAAAAA! MAAF! MAAF KAIKO-CHAN!", teriak Kaito dari suatu tempat itu, semua merasa iba dengan nasib Kaito

5 menit kemudian...

Kaiko melempar jasad Kaito yang tak berdaya, seperti Len yang bernasib sama 2 hari yang lalu (Read chapter 2 for more information), karena Kaito isded sebentar, Miku berniat menggantikan posisi Kaito, karena tak ada orang lain lagi yang perlu diacak, Miku berkata

"Oliver... Ya? Truth or Dare?"

"Dare", Oliver menjawab enteng, tampaknya ia menerima resiko yang ada

"Hm... Buka perban di mata lu... Dan tahan emosi ganasmu disaat itu", perintah Miku yang greget, Oliver menyanggupi, padahal itu amat berat baginya, entahlah

Piko memandang Oliver sembari ketakutan, lalu memberi isyarat layaknya

"Tutup mata berjamaah... 'Grak!"

Oliver mulai membuka perbannya, kenapa Miku tidak menyuruhnya ber-crossdressing atau yaoi-an? Miku masih ada baiknya, dan Miku juga masih penasaran dengan mata kiri Oliver

Perban Oliver perlahan terlepas...

Saa... Mari kita hitung mundur sampai kedatangan sesosok makhluk ganas

5...

4...

3...

2...

1...

Oliver langsung beringas layaknya zombie yang haus darah dan lapar daging (?), semua minus Oliver dan Miku berteriak

"MIKUUUU! KIMI WA HONTOU NI BAKA! OLIVER BUKAN TIPE MANUSIA BISA DIJINAKKAN, APALAGI KALAU ITU MATA DIBUKA! LU KERASUKAN APAAN SIH?"

"GOMENNASAI MINNA... SAA... RAN POR YU LAIP! (Run for you life!) (Lari demi hidupmu!)", Miku dan yang lain berlarian, termasuk Kaiko yang merasa keheranan juga ikut berlari-larian, sayangnya Piko yang menggenakan gaun panjang tak mampu berlari dan jatuh, Kaito? Dia masih pingsan

"PIKOOOOOOO! TIDAAAAAK! AKU TAK MAU KAU MATI KARENA KEBODOHAN SEORANG WANITA TWINTAIL INI!", Len mendramatisir keadaan yang ada, semua selain si beringas Oliver sweatdrop

Oke, gaje, hanya karena ToD jadi ran por yu laip gini, skip aja dah saat semua udah tenang

Skip

Semua kecapekan, Piko telah normal bajunya, Kaito yang baru sadar heran kenapa semua pada tepar ditempat, Kaito melirik jam tangannya, betapa kagetnya ia kalau ini sudah mengarah ke jam 07:53 A.M

"HEEEI! BANGUN! UDAH HAMPIR JAM DELAPAN!"

"HAH?", semua tersadar kecuali Kaiko, langsung bergegas pergi tanpa aba-aba

"WOOOI! TAS KALIAN LUPA!", seru Kaito sambil sweatdrop, semua kembali lagi untuk mengambil tas, lalu bergegas kesekolah dengan kecepatan in-human


*To-Be-Continued*


Sebenarnya ini bisa dibilang special chapter didalam special chapter, maaf kalau makin gaje aja, ini sebenernya cuma game iseng untuk merefresh kan pikiran supaya gak terlalu pokus dalam lomba, tetapi akhirnya sangat parah sekali...

Waktu author ngebuat adegan LenxOliver jadi keinget saat ngebuat fic Len's Love Story II, yaa... bernostalgia dikit, jadi kepingin buat fic tentang Angst... Wekekek... Tapi selesaikan dulu yang satu ini :v

Oh ya, kayaknya ini akan berpuluh-puluh chapter mungkin ya, kalau udah nyangkut temankapal (?) author jadi nggak tau kapan selesainya... Mungkin waktu tamat SMA kali ya baru selesai, author akan berusaha membuat ini akan lama... Amat lama...

Bai de wey (Author ketularan cara bicara Rin, Gumi, dan Miku) nanti author perbanyakin tentang kehidupan Len dekaka disekolahnya, masa school life tapi ngulas diluar school life? Ya... Author mah kalau buat cerita gampang, tapi buat judul otak langsung macet seketika :v

Oke, kebanyakan jotos nih... Mungkin Special Happy New Year-nya akan berakhir chapter depan, kayaknya udah bukan Happy New Year lagi sekarang... Gak apalah :v

Soreja... See you in next chapter


Saigo no Kotoba:

Please review but don't BLAME please

Please correct me when got misstypos or typos

It maybe OOC fic, but please enjoy

Story made by:

lenlenka092