Summary: Sikembar Kagamine Rin & Len dan temannya, Miku, Gumi, Kaito, SeeU, Piko, Oliver menjalani masa sekolahnya di VocaUtauKuen, sekolah elit tetapi muridnya tidak seelit sekolahnya, bagaimanakah kesan yang akan dihadapinya?
A Vocaloid Fic
Present:
A School Life in VocaUtauKuen
Made by: lenlenka092
DISCLAIMER:
The Vocaloids 1/2/3 and Utauloids and the other loids where I don't know isn't mine, I just made the story
WARNED:
Typos and other may I forget to tell
Chapter 6 ((Still) Special): Happy New Year Part IV: Singing Contest!
NORMAL POV
Semua murid VocaUtauKuen telah memasuki kelasnya masing-masing, untuk sekadar persiapan, ya, karena kepala sekolah Tonio-sensei tersayang mau ngasih waktu buat latihan meski sebentar, para murid menggunakan waktu itu 'sebaik-baiknya', dengan mengadakan festival dadakan dikelas mereka masing-masing, terutama kelas XI F yang tidak mau ketinggalan
Suara berisik dimana-mana, Miku dan Kaito sedang asik berduet dengan mic sederhana, yaitu... Ehm, pasti anak sekolahan udah tau (Clue: Suatu benda untuk menulis), Piko sedang iseng memakai computer kelas, Oliver sedang dikerumuni fans dadakan, SeeU sedang tidur, Gumi sedang menghafalkan puisinya, dan tokoh paling utama kita, sikembar Len dan Rin, sedang terlibat transaksi dengan phone stalker, Neru Akita
"Jadi... 100 yen kan?", tanya Rin kepada Neru yang asik mengirim sms kepada pacarnya (mungkin :v)
"Iya", seru Neru yang masih asik mengirimi sms
"Em... Boleh nyicil perbulan?", tanya Rin berkompromi, Len dan Neru cuma sweatdrop gaje
'100 yen mau nyicil, gimana itu?', batin Len dan Neru berbarengan
"Ya nggak lah, mau nyicil berape? 1 yen perbulan?", Neru sedikit kesal dan menoleh ke arah Rin
"Yaudah sabar bro jangan emosian... Ini uangnya... Etto...", Rin mengecek saku kemeja seragamnya, ia memandang Len sebentar
"Oh ya, minta okane mu, Len-chan"
"Hah?", Len keheranan
"Boleh kuingatkan, tadi waktu dirumah Kaito, bukankah kita sudah punya kesepakatan bila aku akan meminta duitmu 100 yen?", jelas Rin layaknya detektif yang mengintrogasi pelaku kejahatan yang amnesia dengan kejahatannya
Tanpa menunggu ucapan Rin yang lain, Len merogoh koceknya, diambilnya dua keping uang logam 50 yen, dan diberikannya kepada kakaknya yang pasti secara cuma-cuma
"Arigatou... Mau kakak cium?", Rin memonyongkan mulutnya layaknya *pip* ayam, Len langsung muntah dalam 5 detik, Neru cuma memasang muka jijik stadium 5 (?)
Setelah aksi gaje itu, Rin memberikan uang adiknya itu, Neru tersenyum simpul
"Sip, transaksi lunas... Terimakasih sudah mau membeli jasa NePhone,... Gue mau lanjutin dulu sms-an ama operator... Hush hush", Neru dengan 'tenang' mengusir kedua manusia itu, Len dan Rin cuma sweatdrop
Oke, skip, langsung saja saat kontes udah dimulai...
At School Hall
Semua yang mengikuti lomba menyanyi telah siap di tempatnya, karena untuk lomba yang lain ditempat lain juga
Tujuh orang tokoh utama ini melihat sekeliling, ramai sekali, mungkin 60% murid sekolah ini menyalonkan untuk lomba menyanyi
"Waduh, ramai sekali", seru Len sambil melihat sana sini
"Lawan kita bakal banyak nih", lanjut Miku
"Tenang, kita pasti menang", Kaito membakar semangat mereka sampai gosong (?), mereka bertujuh mengangguk
Mereka langsung hening sejenak melihat kepala sekolah mereka, Tonio-sensei telah siap untuk memberi instruksi
"Ohayou... Good morning... Selamat pagi (?)... Murid-muridku tercinta", Tonio-sensei mengucap salam
"Selamat pagi!", seluruh murid menjawab antusias
"Sudah siap untuk lombaa?"
"BELUUUUUUUM!", seluruh murid menjawab (amat) antusias
Tonio-sensei sweatdrop
"Ok... Belum atau udah siap tetap sensei anggap siap... Sebelum memulai, saya selaku kepala sekolah akan memberikan sedikit instruksi... Sistem penilaian akan dibagi tiga
Pertama, penilaian untuk para penyanyi solo lelaki
Kedua, penilaian untuk para penyanyi solo wanita
Ketiga, penilaian untuk para penyanyi yang berduet
Dan, juara juga digolongkan berbeda layaknya penilaian
Selama kontestan bernyanyi, tolong suara wawiwuwewonya (?) dikecilkan dan jangan ada yang mengobrol, bila ada yang mengobrol akan saya kurangi nilainya 5 poin, bila masih saja akan saya diskualifikasi dengan sehat... Ada yang mau bertanya?"
Keadaan aula sekolah hening, Tonio-sensei menghela nafasnya
"Oke, saya harap itu cukup untuk sementara... Nah... Saya beri waktu 5 menit untuk membicarakan apa saja sebelum saya larang"
Otomatis aula sekolah yang semula hening menjadi pasar ikan (?) dalam sekejap, Tonio-sensei sweatdrop lalu meninggalkan panggung aula
"Kita sebagai wakil dari 8 Serangkai Club harus menang dalam ketiga kategori itu!", seru Len semangat
"Gue gak mau kalah ama Piko!", Oliver mengacak pinggang, Piko menoleh
"Gue pasti akan menang dari lu!"
"Oh? You're don't know who I am, huh? (Oh? Lu ga tau siapa gue, hah?)", Oliver menyombongkan dirinya menggunakan logat Inggrisnya, Piko menjawab lantang
"I definitely know who you are! (Gue tentu aja tau siapa lu!)"
"Who? (Siapa?)"
"MANUSIA!"
"..."
Abaikan perkelahian mulut lelaki sesama shota ini... Mari kita lihat yang lain
"Masalah duet gue akan menangin dan dapat juara 1!", Kaito bersemangat
"Maaf yaaa... Kandidat itu akan kudapatkaan...", Len mencolek sombong Kaito, Kaito menatap Len tajam
"Taruhan! Kalau gue yang dapet juara 1, lu kasih ke gue 5 box eskrim jumbo special edition!"
"Fine! Tapi kalau gue yang dapet juara 1, lu kasih gue 5 sisir pisang yang kualitas terbaik!"
"Deal!", Kaito mengepalkan tangan didada dengan mantap, Rin dan Miku cuma sweatdrop atas tingkah laku dua lelaki yang taruhan gaje
Setelah adu mulut lelaki yang memperebutkan hak kejuaraannya selesai, mereka melirik ke arah SeeU yang daritadi cuma nguap-nguap gaje
"Bisakah kita mempercayai dia untuk memenangkan kejuaraan dibagian penyanyi solo wanita?", tanya Piko dengan ekspresi kurang yakin
"Yah...", Len menggeleng
"Suaranya amat melengking... Gue kurang yakin", Miku memasang ekspresi serius, dia selalu memperhatikan suara SeeU saat menyanyi dikantin, jadi...
"Berharap saja keajaiban datang", Rin menunjukkan muka pasrahnya, semua (minus SeeU) cuma mengangguki dan menunjukkan muka pasrah
5 menit berlalu, Tonio-sensei memasuki kembali panggung aula, dan memulai pembicaraannya
"Nah, sekarang kesempatan berbicaranya telah selesai... Sekarang kita langsung panggilkan saja peserta kontestan kita yang pertama... Momone Momo! Silahkan!"
Terlihat wanita yang mungil dengan berambut pink se pink buah persik berdiri dari duduknya dan menuju ke panggung, sorakan dan tepukan tangan terlontarkan
"Ohayou gozaimasu watashi no tomodachi to minna... Watashi no namae o Momone Momo... Hajimemashite!", wanita mungil itu menyampaikan salamnya, para hadirin langsung bertepuk tangan termasuk member 8 Serangkai yang cuma ada tujuh orang
"Yak, Momone-san... Silahkan nyanyikan lagumu!", perintah Tonio-sensei, wanita bernama Momone Momo mengangguk
"Tes... 1... 2... 3"
Momo langsung bernyanyi, suaranya memang mungil dan indah, suara sorak-sorakan terdengar
Beberapa lama kemudian, Momo menyelesaikan lagunya, suara sorakan dan tepukan tangan terdengar kencang sampai seantero sekolah
"Arigatou minna-san!", Momo membungkukkan tubuhnya, disaat yang lain Rin dan Miku berbisik
"Heh... Gue ga akan kalah"
"Oke. Sekarang saatnya untuk kontestan kedua,... Megurine Luka! Silahkan!"
Many time been elapsed, now time for 8 Serangkai for showtime...
Beberapa kontestan selesai menyanyikan lagunya, kini saatnya giliran salah satu member 8 Serangkai untuk showtime! (?)
"Oke... Sekarang saatnya untuk kontestan kelima puluh satu! Kim SeeU!"
Len, Rin, Miku, Kaito, Piko, dan Oliver memandang ke SeeU, mereka membatin
'Hope you luck...'
SeeU naik ke atas panggung, musik tampak semangat, SeeU mengambil nafas dan siap bernyanyi, mereka berenam langsung menutup telinga berjamaah
"Eoduun haneule bodosiddeun nega isseo... Subanheun byeol junge eoneu gote ittneun ganji..."
SeeU bernyanyi, suara kali ini lain, lain seperti yang ia nyanyikan di depan kantin sekolah, mereka berenam yang menutup telinganya menurunkan tangannya dan menggunakan jurus, Mata Belo no Jutsu!
"Apa cuma gue disini yang ngerasa kalau suara SeeU lain dari biasanya?", tanya Miku
"I feel same too", Oliver menjawab
"Suaranya kok cuma saat gini doang bagus ya", gumam Len
"Kayaknya kepercayaan gue kalau dia bisa dapat juara satu di kategori penyanyi solo wanita menambah beberapa persen...", Rin sedikit antusias
Teriakan terdengar dimana-mana, mungkin memang suara SeeU yang bagus saat ini juga, juga kharismanya sebagai seorang wanita normal yang cantik datang, sampai mereka berenam yang menonton tak percaya kalau itu adalah 'Kim SeeU'
"Itu beneran SeeU kan? Gue ga mimpi kan?", tanya Piko keheranan
"Mau gue tes kalau lu mimpi apa kagak?", Len memegang sebuah pisang berukuran agak besar yang didapat entah darimana dan menunjukkan ke Piko
"Nggak usah, gue yakin kok kalau ini kenyataan", Piko sweatdrop
Mereka kembali menyaksikan teman baka-nya itu sebelum mereka ketahuan ngobrol oleh Tonio-sensei
...
SeeU telah menyelesaikan lagunya, semua peserta langsung bertepuk tangan meriah, SeeU turun dari panggung, langsung saja keenam temannya memberikan pujian
"Gud, SeeU! (Good, SeeU!)", puji Rin sambil ber-wink dan menonjolkan jempolnya (?)
SeeU cuma tersenyum mengangguk
"SeeU, lagu yang lu nyanyiin judulnya apa?", tanya Miku kepada SeeU yang sudah duduk dikursinya
"Byeol (Bintang)", jawab SeeU simpel
"Hah? Be*pip*?", Miku mengerutkan keningnya
"Byeol koplak!", seru Rin sambil memukul punggung Miku
"Oh... Hehe..."
'Ngeeng...' (?)
Suara gema mic membuat mereka bertujuh menghentikan acara ngobrol mengobrolnya, dilihatnya Tonio-sensei a.k.a The Beloved Principal sedang bersiap untuk memulai acara kembali
"Nah, sekarang saatnya untuk kontestan ke 52 dan 53, Hatsune Miku dan Shion Kaito!"
Tepukan meriah menyambut, yang merasa terpanggil langsung berdiri dan kelima temannya langsung bersorak memberi semangat
"Good Luck, futari tomo (Semoga berhasil, kalian berdua)", seru Piko dan Oliver
"Ingat for taruhannya yaa", Len men-smirk gaje, Rin sweatdrop seketika
"Do your best (Lakukan yang terbaik)", SeeU ikut memuji, matte... Otak SeeU mendadak encer :v
"Wakarimashita!", Miku dan Kaito tersenyum, dan menuju ke panggung, tepukan semakin keras
Mereka berlima menatap sahabatnya bernyanyi, mereka tersenyum mantap
Skip! Because if I write the lyrics it will took so long time (?)
"WAAAAAAAAAW... GOOD COUPLEEE!"
"MIKU, ANATA O KAWAII DESUUU!"
"DIA DARI XI F KAN?"
"WA... GUE MAU NIKAHIN MIKU!"
Teriakan dari beberapa peserta memuji (?) nyanyian duet Miku dan Kaito, Miku dan Kaito cuma tersenyum gaje, dan langsung turun dari panggung
"Gue pikir nama kalian akan naik daun setelah kontes ini berakhir", seru Len kepada Kaito sambil nyengir gaje
"Dan gue pikir juga gue akan mendapatkan eskrim jumbo special edition 5 boks setelah kontes ini berakhir", balas Kaito menyengir gaje juga
"Hahaha... Saa na... Kita lihat saja", Len tertawa sombong. Kaito men-smirk gaje ke arah Len, sedangkan Miku dan Rin cuma sweatdrop akan tingkah laku kedua lelaki ini
"Oke sekarang saatnya untuk kontestan ke 54, Utatane Piko!", Tonio-sensei kembali memulai acara, Piko langsung tersenyum mantap
"Saa... Boku o katsu!", seru Piko dan berdiri dengan kedua tangan tergenggam erat
"Do you best... Bishoujo...", Oliver nyengir gaje ke Piko, membuat Piko ingin untuk mengangkat kursinya dan memukul kepala Oliver detik itu juga
Piko menghela nafasnya dalam-dalam saat berada dipanggung, ia berpikir harga dirinya adalah taruhannya bila ia kalah, duh, dirimu terlalu melebih-lebihkan -.-
Piko mulai menyanyikan lagunya, para peserta lainnya (minus 8 Serangkai) langsung bengong dengan elitnya
"Dia cowok?"
"Kupikir dia cewek"
"Cewek?"
"Tapi dia memakai baju untuk cowok"
"Mungkin dia mirip cowok jadi dipakaikan baju cowok"
"Mungkin saja"
"Dia dari kelas XI F kan?"
"Namanya Utatane Piko kan?"
"Iya, itu namanya"
"Namanya mirip cewek"
Mendengar bisikan gaje dari kontestan lain itu, para 8 Serangkai langsung sweatdrop dengan elitnya
"Harga dirimu sudah benar-benar jatuh tanpa harus kalah-menang oleh Oliver, Piko", seru Len dengan suara kecil
Beruntung, Piko tak menyadari bisikan gaje para kontestan lainnya, Piko masih melanjutkan nyanyiannya sampai selesai
Setelah Piko selesai bernyanyi, tepukan meriah menghampiri, Piko langsung menuju tempat ia semula duduk
"Nah, Oliver! Gimana, gue bagus kan?!", tanya Piko kepedean kepada Oliver, Oliver menaruh tangannya diujung kursi dan berkata
"Yaa... Lumayan untuk 'amatiran'..."
"Ara ara... You now get selfish huh? Let's see who will get number one in this contest... (Lu sombong hah? Ayo kita lihat siapa yang akan dapat juara satu dikontes ini)", Piko mendengus dan mengambil nafas tinggi
'Piko diam-diam kemampuan bahasa Inggrisnya tinggi juga ya', batin Len yang daritadi memperhatikan ucapan Piko
"Nah, sekarang saatnya untuk kontestan ke 55 dan 56! Kagamine Rin dan Kagamine Len, silahkan!", Tonio-sensei kembali menyerukan acara, sikembar kuning langsung berdiri
"Gue akan mendapatkan 5 sisir pisang dengan kualitas terbaik setelah kontes ini berakhir!", seru Len semangat, Rin sweatdrop
Len dan Rin menuju panggung, Len menepuk pundak kakaknya dan ber-wink ria
"Kita harus menang!"
Rin memandang ke arah Len, ia langsung menatap Len dengan pandangan gaje
"Lu cuma mau dapat pisang kan?"
"Ho'oh"
Rin facepalm ditempat, Rin menghirup nafasnya dalam-dalam dan...
'NGIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIING'
Sontak saja seluruh makhluk di aula menutup telinganya, termasuk si penyebab timbulnya suara itu
"Onee-chan! Kenapa sih?", amuk Len yang masih menutup telinganya, gema besar dari mic itu akan mampu memecahkan gendang telinga siapapun yang mendengar secara langsung
"Nggak tau deh...", si kakak malah menjawab simpel, Tonio-sensei yang memperhatikan menuju kedua kembar kuning itu, dan menatap lekat-lekat ke arah micnya
"Gomennasai futari tomo, mic nya lagi bermasalah", seru Tonio-sensei sambil memegang mic yang sebelumnya diambil alih oleh Rin itu
"Jadi kita gimana dong?", Len memandang Tonio-sensei, Tonio-sensei menghela nafasnya
"Break dulu sampai mic ini bisa, tenang, sensei usahakan ini akan cepat selesai"
Si Kagamine twins itu cuma mengangguk dengan muka sedih, lalu kembali ke bangkunya
"Kenapa?", tanya SeeU yang melihat keadaan Kagamine twins itu sedang kurang beres
"Di-break sebentar, micnya lagi rusak", jelas Rin, SeeU dan yang lainnya manggut-manggut mengerti
"Oh ya SeeU, mendadak kok elu pinter sih?", tanya Miku yang heran dengan tingkah laku SeeU yang (kurang) biasa, SeeU menoleh ke Miku
"Wakaranai sa Miku-chan"
"Dan suara lu jadi bagus", seru Piko sambil memandang SeeU yang masih menolehkan mukanya ke Miku
"Wakaranai, Piko-kun"
SeeU tersenyum, mendadak para lelaki terbius oleh senyuman SeeU kecuali untuk Len dan Oliver yang asik melakukan pekerjaannya, melamun :v (Oliver: Kok gue ikut-ikut melamun?!)
"Ah... Kenapa musti di break sih?", tanya Len sambil menghela nafasnya dalam-dalam
"Why don't you use this chance to practice little bit? May you can have a luck and got your bananas (Kenapa lu nggak pake kesempatan ini untuk latihan sedikit? Mungkin lu akan beruntung dan dapat pisang lu)", usul Oliver, Len memandang ke Oliver, matanya langsung bercahaya terang benderang
"Oh! Ide bagus!", Len merogoh sakunya dan menggenggam kertas yang terlipat segiempat rapi, ia membuka kertas itu dan...
"Mohon maaf telah menunggu, sekarang untuk Kagamine Rin dan Len harap kembali ke panggung, micnya telah berfungsi normal kembali", Tonio-sensei kemudian menyerukan menandakan break untuk Kagamine twins telah selesai
"AAAAH! WHY CAN'T WORLD BE MY SIDE?! (Kenapa dunia tak bisa berada disisi gue?!)", Len frustasi dan melemparkan kertasnya ke lantai, yang membuat aula bergema
'Nging...'
Len pookafeisu ditempat
"Sabar Len... Sabar...", Oliver menepuk pundak Len, Len cuma menghirup nafas dalam-dalam, dan bersama kakaknya ia menuju kepanggung
"Onee-chan, kita harus mendapat juara satu!", Len memberi semangat kekakaknya, kakaknya cuma mengangguk dengan tatapan kosong
'Cuma untuk pisang lu, lu mau semangat', batin Rin, sang kakak
Mereka mengambil nafas, dan mulai bernyanyi...
Beberapa lirik terlewat tanpa masalah dan nyanyian mereka selesai
Tepukan meriah menghampiri, Len dan Rin langsung membungkukkan badannya
"Arigatou... Arigatou...", seru mereka berdua dengan ekspresi santai
Len dan Rin kembali ke tempat ia duduk, tentunya setelah menebar beberapa 'senyum' kepada para kontestan lainnya
"Lu kagak gugup, Len?", tanya Rin ke adiknya yang masih senyum yang tentunya dianggap gaje oleh kakaknya
"Kagak dong, untuk apa gugup?", jawab adiknya, Len dengan ekspresi kelewat santai
"Ha...", Rin cuma menghela nafas
"Hm... Sekarang kita cuma perlu menunggu penilaian dari juri...", Kaito menaruh tangannya didagu dan memasang ekspresi serius
"Now it's my turn...", Oliver menatap panggung dengan tatapan kosong
"Haha... Bersiaplah untuk malu jika gue menang dari lu, Oliver", Piko memasang muka sombong, Oliver memandang ke Piko
"Shut up, shota!"
"Lu juga shota keplek!", Piko memukul kepala Oliver, Oliver langsung ngamuk, Piko juga meladeni, kata-kata yang keluar adalah
"SHOTA PUTIH DIEM AJA!"
"SHOTA MATA KAYAK TRAFFIC LIGHT DIEM AJA!"
Len memandang perkelahian kedua sohibnya, Len langsung berusaha meleraikan mereka berdua
"Sudah sudah... Sesama shota mending akur..."
"LU JUGA SHOTA KAN?", bukannya menuruti kata-kata temannya, Piko dan Oliver kompak meneriakinya
"Sho...sho...shota?...", Len langsung pundung dikursinya dan menangis, mereka semua minus Len cuma sweatdrop ditempat
"Nah, sekarang saatnya untuk kontestan ke 57, Oliver!", Tonio-sensei kembali menyerukan acara, Oliver langsung berdiri dengan pose keren
Teriakan meriah dari beberapa wanita terdengar, membuat para penghuni aula yang lelaki dan para 8 Serangkai (yang sekarang cuma 7 orang) menutup telinganya
"Tenang,... Tenang...", Tonio-sensei menenangkan para penghuni wanita yang berteriak, mereka juga terdiam
Setelah memastikan kondisi aman untuk sang telinga, Oliver langsung menuju panggung aula dengan elit (?), dan mengetes mic-nya
"Em... Tes... E..."
Teriakan dari beberapa wanita kembali terdengar, Oliver langsung reflek menutup telinganya, Tonio-sensei juga menutup telinganya, Oliver menatap Tonio-sensei yang duduk dikursi ujung panggung, Tonio-sensei memandang ke Oliver lalu memberi isyarat
'Kamu saja yang menenangkan'
Oliver mengangguk, ia menghela nafasnya dan berbicara pelan
"Kalian tenang... Ehem... Maksud saya wanita yang ribut harap tenang, kalau tidak saya tidak akan memulai"
Beberapa penghuni wanita langsung hening, semua penghuni kecuali yang ribut barusan cuma sweatdrop
Oliver menghirup nafas dalam-dalam, lalu mulai menyanyi
Dan aula kembali berisik, saking berisiknya nyanyian Oliver sama sekali tak terdengar, Oliver menggenggam mic-nya kuat-kuat, lalu menghirup nafas dalam-dalam...
"DIAAAAAAAAAAAAAAAAAAM!", itulah teriaknya, semua langsung bengong ditempat
Setelah memastikan semua memang diam, termasuk keenam temannya, Oliver kembali bernyanyi, beruntung semua masih diam dan tenang, akhirnya Oliver mampu menyelesaikan nyanyiannya tanpa harus berteriak kembali
Saat nyanyiannya selesai, Oliver mengucap terimakasih dan turun, tentunya banyak sekali wanita yang kebetulan mendapat tempat duduk didepan meraih-raih tangannya agar dapat mencapai Oliver, Oliver dan penghuni lainnya sweatdrop, terpaksa Oliver menundukkan sedikit badannya dan meladeni para tangan tak berdosa itu, setelah meladeni semua tangan dari beberapa wanita tak berdosa itu, Oliver kembali kebangkunya, yang langsung saja mendapat komentar dari temannya
"Telinga gue hampir rusak saat lu teriak kenceng", komentar Miku
"Untung gue pake earphone, kalau nggak gue ga bakal dengar suara angin lagi", protes Len sambil memegang kedua earphone-nya, kenapa ia memakai earphone? Itu kegemaran dia meski pihak sekolah telah melarang
"Lu kok nge-top banget dikalangan wanita?", tanya Kaito yang merasa heran kepada Oliver, sebelum datang Oliver ia memang dijuluki prince but idiot man
"I don't know... May this is my fate... (Nggak tau... Mungkin ini takdir gue)", Oliver tersenyum, Kaito langsung sweatdrop, bukan karena ucapan Oliver yang sedikit membanggakan dirinya, tetapi ia tak mengerti apa yang Oliver katakan
"Hah... Boleh saja kau mendapat sambutan hangat dari wanita... Dakedo, mari lihat siapa yang akan mendapat juara satu disini... Hehe", Piko men-smirk gaje Oliver, Oliver ikut-ikut men-smirk Piko
Suasana menghening, Len memandang ke arah kiri, terdapat sesosok wanita korea polos yang sedang tertidur dengan tenang, Len dan yang lainnya sweatdrop
Time has been elapsed, now see their condition after contest
"Capeknyaa duduk terus!", seru mereka bertujuh sambil merenggangkan tubuhnya, setelah kontes berakhir, mereka diberi kesempatan beristirahat untuk menunggu siapa pemenang dari kontes yang baru saja mereka ikuti
"Ah... Nggak sabar dapat eskrim banyak nan lezaat...", Kaito mendadak meneteskan air liurnya sambil berimajinasi indah (?), langsung ditatap sombong oleh Len
"Hoho... Tetaplah berimajinasi, Kaito-kun, tapi gue bisa menerawang apa yang akan terjadi nanti"
Semua minus Kaito dan Len langsung sweatdrop dan membatinkan hal yang sama
'Emang lu paranormal apa?'
Mereka sekarang berada di taman sekolah, ramai sekali, mungkin dipenuhi oleh orang yang ikut beristirahat, mereka mencari kursi yang kosong lalu duduk disana
"Huaamm... Oh ya, Gumi gimana ya kondisinya?", tanya Miku sambil menerawang seluruh isi taman, mencari Gumi
"Yah... Nggak tau", jawab Rin yang ikut menerawang
Panjang umur, sesosok yang mereka cari langsung datang sambil membawa semangkuk sup wortel, tersenyum ke arah mereka
"Hai, minna... Ishasiburi dana... Bagaimana kontesnya?", sapa sosok itu
"Baiik... Berjalan lancar... Kecuali untuk kaum adam", seru Miku lalu melirik keempat cowok yang sedaritadi berisik saat kontes
"Am I wrong? (Apa gue salah?)", seru keempat lelaki yang merasa ditatap dengan ekspresi yang bisa dibilang polos
"YU DEFINITELI WERONG! (You definitely wrong!) (Lu tentu aja salah!)", teriak Miku, Rin, dan SeeU, yang membuat telinga para lelaki berdegung sedetik
"Suara pelanin dikit bego!", protes keempat lelaki itu berbarengan, membuat kaum hawa yang meneriaki mereka pokerface ditempat
"Oke oke... Saa... Jajan yuk, sekalian ngobrol", ajak Gumi sambil sweatdrop melihat tingkah laku temannya, lalu berjalan menuju kantin, tentu saja diikuti ketujuh temannya yang telah selesai berkelahi (?)
Sesampainya di kantin
"Ne... Gumi, gimana tentang puisi lu? Bagus?", tanya Miku membuka pembicaraan setelah mereka selesai memesan, oh ya, kenapa SeeU tidak menyanyi... Kita lihat dulu
"Hmmmppphh...Mmmmmhhh!"
Ya, pemirsa sekalian, anda benar, mulut SeeU telah diberi lakban terlebih dahulu sebelum memasuki kantin dan tangannya diikat dikursi, temannya minus Miku dan Gumi menatap SeeU dengan perasaan iba
"Itu anak nggak apa-apa, Miku?", tanya Piko sambil menunjuk ke SeeU yang masih meronta meminta untuk dilepas, meski temannya cuma mendengar suara-suara gaje saja
"Nggak apa, daripada telinga gue berdarah karena suaranya", jawab Miku santai sambil mengaduk jus neginya, semua minus dirinya sweatdrop
Bukan cuma mereka (8 Serangkai) saja yang iba dengan kondisi SeeU, semua pengunjung kantin juga menatap SeeU
'Siapa yang tega melakukan itu pada temannya sendiri?', batin pengunjung A
'Bullying kah?' batin pengunjung B
Semua pengunjung menatap Miku yang masih saja asik mengaduk minumannya, ia tak sadar kalau ia menjadi pusat perhatian
Len, Kaito, dkk minus Miku cuma sweatdrop
Setelah itu mereka kembali membicarakan tentang kontes, SeeU berhenti meronta, mungkin ia kelelahan dan menikmati pembicaraan saja
"Yah... Puisi gue biasa aja... Cuma menceritakan tentang dunia dimana semua serba wortel", jelas Gumi sambil menyantap sup wortelnya
"Uang juga pakai wortel?", tanya Len, Gumi mengangguk
"Pup juga pake wortel?", tanya Kaito watados
(Sfx: Fyuuu... *keadaan menghening*)
"YA KAGAKLAH BEGOO! PUP BERSIHIN PAKE KERTAS! PUP MASIH SEPERTI BIASA! CUMA KERTASNYA TERBUAT DARI POHON WORTEL!", teriak Gumi yang membuat seluruh isi kantin hening
"Ehem... Tolong tenang dikantin", seru penjaga kantin sambil berdehem, Gumi cuma blushing saja
"Ha...Ha'i... Gomennasai...", seru Gumi sambil menolehkan tubuhnya hingga searah dengan penjaga kantin yang dekat dengan pintu keluar
"Cuma nanya pup pake wortel aja emosinya kagak perlu segitu amat", cibir Kaito sambil membuang muka, membuat Gumi emosi
'Tentunya bakal emosi...', batin semuanya minus Gumi dan Kaito
Oke, abaikan
"Ne Miku, Rin, gimana keadaan kontes lu?", tanya Gumi yang telah tenang
"Yaah... Berjalan lancar... Kecuali, Kaito dan Len sibuk mentaruhkan sesuatu, Piko dan Oliver sibuk berteriak siapa yang akan menang... Pokoknya... Fuh... Gak akan tahan lu kalau lu ikut kontes nyanyi tadi ngedenger ocehan kaum adam tersebut", jelas Miku dan Rin kompak, para 'kaum adam' yang disebut cuma sweatdrop, Gumi cuma tertawa kecil
"Yah, masalah menang, nggak apa dah gue cuma dapet juara dua,... Haha"
"Pemenang kontes puisi udah diumumkan?", tanya Rin
"Udaah... Pemenang utamanya Akikoloid-chan, yakin sih kalau dia itu menang, soalnya puisi dan suaranya bagus banget", seru Gumi sambil menatap sendu keatas
"Sabar yaaa... Haha", Miku memberikan semangat ke Gumi, Gumi tersenyum
"Oh ya, siapa yang menang di kontes kalian?". tanya Gumi kembali
"Yah, masalah pemenang belum diumumin, pemenang sih dibagi tiga, yang solo lelaki, solo wanita, dan duet", jelas Rin, Gumi mengangguk mengerti
Mereka lalu hening, para lelaki yang menonton pembicaraan mereka juga menghening, asik dengan aktifitasnya sendiri
"Ha... Bosan", seru Oliver dan menghentikan aktifitasnya
"Lu ngapain emang kok bisa bosen?", tanya Len heran, karena ia melihat Oliver cuma melamun gaje
"Menghayal kecil...", jawab Oliver sambil memainkan jarinya diantara meja
"Oh"
Keadaan hening kembali, semua memasuki dunia imajinasinya, saking anehnya yang mereka imajinasikan, author nggak mampu buat nulisnya
'Kriiing...! Kriiing...!'
Bel menandakan istirahat berakhir berbunyi, Len, dkk langsung berdiri
"Yoosh.. Saatnya pengumuman pemenang", jawab Len mantap
"Hm... Untuk para kontestan nyanyi, tolong melihat papan pengumuman pemenang, disitu telah tertera nama dan kelas pemenang, siapa yang merasa namanya tertulis disitu harap mengunjungi aula untuk pemberian hadiah... Terimakasih", seru Tonio-sensei lewat speaker sekolah
Orang yang mengikuti kontes menyanyi langsung melesat ke papan pengumuman, tak lain para manusia baka, 8 Serangkai ikut melesat, kecuali ada dua orang yang menetap ditempat
"OOOIII! SEEU-NYA KETINGGALAN!", teriak Gumi kepada mereka yang melesat sambil menunjuk ke SeeU yang masih terikat dan terlakban
"Mmmmppphhh!", SeeU meronta, kakinya tak bisa diam, temannya telah berada jauh, karena iba, Gumi bersedia melepaskan ikatan SeeU
SeeU terbebas dari kurungan menyakitkan itu, setelah mengambil beberapa nafas pembangun, SeeU mengucap terimakasih pada Gumi dan melesat gak kalah kencang dengan teman-temannya yang lain, Gumi sweatdrop
Akhirnya mereka bertujuh sampai ke papan pengumuman, dilihatnya dengan baik sebuah kertas bertuliskan
-PEMENANG LOMBA KONTES MENYANYI-
Solo Lelaki
Juara 1: Oliver – XI F – Skor: 98.23
Juara 2: Yuuma – XI I – Skor: 93.00
Juara 3: Hibiki Lui – XI F – Skor: 89.72
Solo Wanita
Juara 1: Kim SeeU – XI F – Skor: 99.99
Juara 2: Megurine Luka – XI A – Skor: 95.65
Juara 3: Luo Tian-yi – X D – Skor: 90.76
Duet
Juara 1: Hatsune Miku x Kaito – XI F & XI F – Skor: 97.93
Juara 2: Kagamine Len x Kagamine Rin – XI F & XI F – Skor: 97.90
Juara 3: Kasane Teto x Kasane Ted – X A x XI E 95.23
Semua orang yang melihat kertas itu menghening berjamaah, suara angin berhembus terdengar jelas
"WAAAATTT?! GUE KAGA MASUK JUARA?!", teriak Piko mendadak
"WAAAATTT?! CUMA BEDA 3 KOMA SKOR GUE AMA KAITO!", teriak Len lebih keras
"Hehe", Kaito dan Oliver tertawa puas dan smirk gaje
"Nilai lu tinggi amat SeeU!", puji Miku dan Rin kepada SeeU seraya mengabaikan para kaum adam yang berisik, SeeU cuma tersenyum
"Ada yang berkolaborasi ama adik kelas juga ya", seru Rin sambil menatap papan pengumuman
"Habis sudah duit gue...", seru Len sambil pundung
"HAHAHA... Mmm..!", Kaito tertawa terbahak-bahak tetapi langsung terdiam saat disumpal Miku dengan negi fresh dari oven (?)
"PANAAAS!", Kaito langsung berlari-larian sambil mengelus lidahnya yang terasa berapi-api. Miku tertawa ngakak
"Udah yuk kita ke aula, tapi biarkan saja Piko", ajak Oliver sambil menatap Piko dengan baik (baca: menyindir), Piko cuma menggeram dan mengepalkan tangannya
*To-Be-Continued*
PUAAAH! AKHIRNYAAA! BERAKHIR JUGA HAPPY NEW YEAR EDITION INI! HUAAAHHH! LEGANYAAAA!
Nah, saatnya membaca penutup...
(Len: Wait, author
Author: Apa, Len?
Len: Ada dua reviews anonim masuk yang belum author tanggapin! *nyodor kertas*
Author: Etto...? Sou... Gomen... Oke, sebelum membaca penutup, balas review anonim dulu... Hohoho... Tapi bales satu aja yak... :v)
Review by puchan:
Iya semoga diterima disisinya O:) #ditendangKaito
Kamu aja suka liat adegannya, apalagi saya yang ngebuatnya, lebih suka lagi *o*/ #ditendangLendanOliver
Iya udah di update... Happy Reading~
Okey... Saa...
Gomennasai minna-san... Author lagi macet ide tapi buru-buru ngebuat supaya kaga terlalu terlambat... Gomennasai! Maaf kalau update kelamaan dan humornya kurang... Pusing banget author nulisnya... Bingung! Maaf kalau gajenya bertambah, maaf! *bungkuk
Nanti author usahakan humornya makin bertambah! So keep await until that come, okay? :)
Maaf kalau bahasa inggrisnya ada typo atau artinya salah, gini-gini author bukan orang Inggris :v
Okey, kebanyakan ngebacot nih...
Soreja... See you in next chapter
Saigo no Kotoba:
Please review but don't BLAME please
Please correct me when got misstypos or typos
It maybe OOC fic, but please enjoy
Story made by:
lenlenka092
