Summary: Sikembar Kagamine Rin & Len dan temannya, Miku, Gumi, Kaito, SeeU, Piko, Oliver menjalani masa sekolahnya di VocaUtauKuen, sekolah elit tetapi muridnya tidak seelit sekolahnya, bagaimanakah kesan yang akan dihadapinya?
A Vocaloid Fic
Present:
A School Life in VocaUtauKuen
Made by: lenlenka092
DISCLAIMER:
The Vocaloids 1/2/3 and Utauloids and the other loids where I don't know isn't mine, I just made the story
WARNED:
Typos and other may I forget to tell
Chapter 8: Homework?
NORMAL POV
Hari ini sekolah biasa, tak ada keributan yang muncul dari kelas... Ya,... Tak ada keributan, kelas XI F yang dianggap ribut pun hening, wah... Kenapa ya? Yo, kita lihat saja!
At XI F
Suasana hening, para murid sibuk memperhatikan huruf-huruf yang tertulis di papan tulis, ya, memperhatikan, tetapi tidak menyatatnya
Semua dalam keadaan memanas, murid tampak berkeringat dingin, kecuali untuk SeeU yang tidur
Kenapa?
Ya, guru yang mengajar adalah Gakupo-sensei, lihat saja, sensei killer itu telah siap dengan pedang samurai tajamnya
"Nah, ini dari saya, dan... Sekarang saya beri PR untuk anak-anak semua", seru Gakupo-sensei sambil memegang buku yang tak terlalu besar ditangan kanannya, para murid mengangguk
"Buka buku paket sejarah kalian, dan buka halaman 127, lihat Tugas A dan B dan kerjakan seluruh soal itu, tulis di buku tugas kalian, tulis soal dan jawabannya"
Perintah Gakupo-sensei sontak membuat para murid (hampir) pingsan ditempat
"APAA?! 50 SOAL PILIHAN GANDA DAN ESSAY TULIS SOAL?"
Itulah respon dari para murid, tentu saja reflek, Gakupo-sensei memandang para muridnya yang sedang syok, mengambil pedang samurai nya dan menjilati bagian ujungnya
"Hm... Ada masalah? Bila ada... Beruntunglah, pedang sensei udah haus darah nih", serunya sambil memasang killer face
"Na... Nanimonai sensei... Ga... Gak keberatan!", seru para murid yang serasa akan mendekati ajalnya
"Yokatta... Oke, sekarang kalian boleh istirahat, jangan lupa, kumpulkan besok, sebelum bel masuk berdering semua harus berada di meja sensei... Ok minna?"
Gakupo-sensei pun meninggalkan kelas tak lupa meninggalkan wink full of gajeness nya, membuat para murid ingin mengangkat seluruh mejanya dan meng-headshot kan ke Gakupo-sensei, tetapi dua alasan membuat mereka enggan, pertama, bila mereka melakukannya, nyawanya adalah taruhannya, kedua, mereka takkan mungkin bisa mengangkatnya, mejanya terlalu berat bro :v
"Haaah... PR dari Gakupo-sensei menyakitkan!", seru Len sambil menundukkan kepalanya di meja
"Sabar Len... We all know your feel", seru Miku sambil menepuk pundak Len
Kaito memandangi Len ditepuk oleh Miku, mendadak mukanya cemberut dan duduk dikursinya
"Miku-chan, tepuk pundakku juga doong", seru Kaito tiba-tiba dan mengikuti gaya Len
Miku dan seluruh orang si kelas XI F kecuali Kaito dan SeeU (yang lagi tidur) sweatdrop ditempat
Suasana dalam kelas hening, para murid sibuk mendiskusikan PR yang diberikan Gakupo-sensei tadi
"MINNAAA... GOOD NEWS!", teriak Rin tiba-tiba sambil berlari gaje keliling kelas (?)
"Nani, onee-chan?", tanya Len yang sudah bangkit dari tunduknya (?)
"Lusa, sekolah akan mengadakan festival!", seru Rin menyudahi aktifitas berlari gajenya
"Lalu?", tanya salah seorang murid, sebut saja Sweet Ann
"Gimana kalau kelas kita mengadakan Maid Cafe?", usul Rin dan ber-wink gaje
"Maid Cafe? Sound good too", seru Oliver manggut-manggut, diikuti murid lainnya dan SeeU yang baru bangun
"Chotto... Yang jadi Maid siapa?", tanya Mew
"Seluruh anggota cewek? Atau sebagian?", lanjut Miku bertanya
"Haha... Pikiran kalian mainstream... Menggunakan cewek sebagai maid di suatu kafe? Pikiran jaman kapan? 90-an? Oh kem on, dunia udah moderen!", Rin tertawa cengingisan, membuat para murid selain Rin sweatdrop
"Karena menggunakan cewek sudah mainstream... Kita gunakan saja cowok-cowok kita!", seru Rin dan bergaya ala pembawa berita yang bahagianya overload (?)
"HAAAA?!", sontak para lelaki langsung berteriak dengan merdu
"Eits eits eits... Jangan terlalu terkejut dong... Tidak semua lelaki digunakan... Hm", Rin menghentikan ucapannya dan melirik ketiga lelaki... Ya, tiga
"Bagaimana kalau para shota saja kita gunakan?!", usul Rin sambil mengacungkan jemarinya
"SETUJUUUUUU!"
Len, Piko, dan Oliver kaget bukan main, Len merasa tak terima, ia melompat dari bangkunya dan menuju ke bangku Hibiki Lui, dan menarik kerah bajunya
"Woi, kenapa gue terlibat?", tanya Lui yang setengah panik
"Hm... ONEE-CHAN... ANAK INI ONEE-CHAN LUPAKAN? DIA SHOTA JUGA! LIHAT? DIA IMUT KAN? DIA MANIS KAN? KAK! DIA JUGA HARUS!", teriak Len gaje yang membuat Lui sweatdrop
"Anu... Dia bukan tokoh utama fic ini... Jadi dia ga perlu", seru Rin dengan ekspresi santai, atau kelewat santai? Yah... Para ketiga shota cuma sweatdrop, sedangkan shota yang diabaikan merasa lega
"Sabar Len... We know your feel,...", seru Oliver dan Piko menenangkan Len, Len cuma mendengus kesal dan melepaskan genggaman tangannya dari kerah Lui
"Oke... Nanti abis sekolah kita belanja sebentar ya milih baju maid yang imut, kalian setuju?", usul Rin sambil ber-wink ria, dari ekspresi dan nada bicaranya, ia memang mau mempermainkan ketiga shota ini
"Setujuuu!", teriak seluruh murid wanita
Melihat kondisi para ketiga shota yang tampaknya telah menyiapkan rasa malunya dengan matang, Kaito mendekati ketiga lelaki (?) itu, dan berkata enteng
"Sabar... Inilah nasib kalian, kalian harus merelakannya"
Sontak yang merasa disebutkan namanya secara tidak langsung cuma membuang muka
Keadaan hening sejenak, para lelaki yang merasa tak terlibat sibuk mengerjakan sedikit demi sedikit PR mereka, para wanita sedang merencanakan pembuatan maid cafe mereka... Atau author harus bilang shota cafe? Em...
"Pokoknya kita harus memilih baju maid yang imut!", seru Miku semangat
"Wah wah wah... Keliatan ya kau itu... Shotacon", Rin menoleh Miku, Miku cuma mengangguk innocent
"Aku punya kenalan seorang pembuat baju maid terkenal... Apa perlu aku meminta ia membuatkan beberapa?", usul Defoko, semua wanita disana mengangguk mantap
"De kyut wan, ken yu? (The cute one, can you?) (Yang paling imut, bisa?)", Gumi nge-blink blink gaje, Defoko cuma mengangguk
"Nah... Jadi, kita harus merencanakan gimana rancangan cafe kita... Harus memukau!", Rin bersemangat dan mengambil sebuah buku dan pulpen
"Buat apa tuh, Rin?", tanya Sweet Ann menunjuk buku dan pulpen Rin
"Buat nusukin mata lu, ya buat nulis rancangan cafe kita lah bego!"
"Sorry..."
"Em... Nama...?", Rin menyiapkan pose menulisnya
"Shota Shota Maid Cafe?", usul Ritsu
"Panjang, kita harus memendekkan sedikit..."
"Shota Cafe?", usul Lola
"Itu cuma memotong sedikit usulanku", Ritsu menoleh ke Lola, Lola cengingisan
"Ide bagus", Rin tersenyum simpel, Ritsu langsung terjatuh elit
"Oke... Shota Cafe... Tapi kayaknya simpel", seru Meiko menaruh tangannya di dagu
"Iya juga ya"
Sontak para wanita menghening, sedang memikirkan nama yang bagus, lain lagi, para lelaki malah ribut
"Woi, Dell! PR nanti gue nyontek elu ya!", seru Rook sambil menepuk pundak Dell
"Enak amat ya idup lu nyontek gue mulu"
"Aaa... PR lagi PR lagi! Bosan gue!", teriak Kaito gaje keliling kelas, semua makhluk disana langsung sweatdrop
"Oh ya Rinto, lu gimana?", tanya Len ke Rinto yang sedang membaca majalah
"Ah, PR? Mudah..."
"Lu mah otaknya overload"
"Homework by the killer again? Wanna feel my anger? (PR dari pembunuh lagi? Mau ngerasain gue marah?)", Oliver mendengus kesal
"PR-nya sih gak masalah... Tapi berapa soal itu yang jadi masalah!", seru Piko
"Kalau semua PR disekolah satu soal aja, gue akan senang hati mengerjakannya", Leon menyandarkan tubuhnya didinding kelas dan memainkan tulip kesayangannya
"Kalau cuma satu, gue lebih mau kaga ada PR sama sekali", Yohio juga ikut menyandarkan tubuhnya
"Pokoknya PR itu sesaaat... Sesaaaat! DEMI TUHAAAN!", Len teriak gaje dan menggebrak-gebrak mejanya, para makhluk disana langsung melihat Len dengan kaget
"Ary* W*guna udah ga jaman bro", seru Rei dan berusaha menenangkan Len
Para murid lelaki pun hening kembali...
Kelas ini benar-benar hening
...
"IYA! SHOTA KAWAII CAFE AJA!", teriak Gumi tiba-tiba yang nyaris membuat seluruh murid dikelas kehilangan jantungnya (?)
"LU NYARANIN NAMA BOLEH AJA! TAPI SUARA KECILIN DIKIT BEGOOO!", teriak Rin tepat ditelinga Gumi, otak Gumi langsung mengalami error sebentar
"SUARA LU LEBIH KERES!", teriak Miku ke Rin, Rin langsung emosi
"SUARA LU LEBIH KERES LAGI, MIKU!", teriak Rin ke Miku
"UDAAAH!", SeeU yang memandangi perkelahian gaje itu menghentikan dengan teriakan melengking amazing-nya, seluruh kelas hening kembali
"Oke... Oke... Udah kan?", tanya Cul sambil sweatdrop
"Ya... Udah", jawab Aoki yang ikut-ikut sweatdrop
"Oke... Namanya Shota Kawaii Cafe... Setuju?", tanya Rin, keadaan telah tenang
"Setuju!", jawab seluruh murid wanita antusias, Rin mulai menuliskan nama yang diusul Gumi itu dibukunya
"Rancangannya...?"
Kelas hening kembali, para lelaki juga hening
"Neru, lu buat apaan daritadi?", tanya Miku yang sedari tadi memperhatikan Neru menulis sesuatu di bukunya
"Buat puisi, ya gue bantuin buat rancangan dong!", ucap Neru dan memalingkan mukanya ke Miku
"Rancangan? Mai ai hev luk? (May I have look?) (Boleh gue liat?)", Miku langsung merampas buku Neru, Neru terkejut
"Hei! Jangan asal rampas dong!"
Miku tak memperdulikan seruan Neru, ia melihat isi buku itu, mulutnya menganga, dan tanpa sadar ia menjatuhkan buku Neru
"Waw...!", Miku menutup mulutnya
"Kenapa Miku? Bagus?", tanya Rin yang heran melihat reaksi Miku yang tampaknya takjub itu
"Jelek banget bro, sumpah", Miku memandangi Rin dengan tatapan anak baka edisi 2007 (?), Rin, Neru, dan semua wanita disana sweatdrop
"Kalau jelek biasa aja kali bro, udah ngerampas malah hina lagi!", Neru emosi dan mengambil bukunya yang tergeletak di lantai kelas itu
"Calm... Calm...", Sweet Ann berusaha menenangkan Neru, Neru cuma mengangguk
Rancangan untuk cafe mereka pun berlangsung kembali, para murid wanita sibuk, lelaki juga sibuk
"Brooo... Kerjain sini aja yuuk..! Kita nyontek berjamaah!", usul (?) Kaito keteman-temannya yang masih stress dengan PR mereka
"Nyontek?", tanya Piko
"Iya! Gimana?", Kaito semangat, Piko, tidak, lelaki yang lainnya sedang berpikir, menyontek berjamaah? Ide bagus
"Iya aku setuju, tetapi... Kalau Gakupo-sensei tau jawaban kita sama persis semua gimana?", tanya Len
"Tak masalah", jawab Kaito tersenyum
"Iya kalau jawaban kita memang benar 100%, kalau salah? Bukankah itu menambah kecurigaan?", tanya Dell, Kaito langsung terdiam
"Oh,... Iya juga..."
Kaito, dan lelaki lainnya berpikir, cara menyontek berjamaah yang aman... Sepertinya sulit
"Caranya... Hm...", Len berpikir
"Aha! Kita nggak perlu 'mencontek berjamaah', tetapi, 'mencontek orang pintar berjamaah', gimana? Dengan begitu mungkin nilai kita semua akan benar 99%", usul Len bersemangat
"Ah! Ide bagus... Sekarang murid lelaki yang pintar disini...", Kaito menerawang
"Rinto!", semua lelaki minus nama yang disebutkannya menunjuk si Rinto yang asik mendengarkan musik, entah musik nge-beat jadi kepalanya manggut-manggut kayak ayam bosan hidup
"Nani?", tanya Rinto dan membuka earphone yang melekat ditelinganya
"Kami nyontek PR lu dong!", seru seluruh murid lelaki yang membuat Rinto terkejut bukan kepalang
"Hah? Gue bahkan belum buatnya lu udah mau nyontek?", seru Rinto sambil menggenggam erat earphone-nya
"Dakara... Kita buat sama-sama... Onegaii... For class sake...", seru seluruh murid lelaki dengan puppy eyes andalannya, Rinto tergoda, tetapi tak tergoda begitu saja
"Huh... Ah... Baiklah... Tetapi apa bayarannya? 100 soal gue berikan ke elu begitu saja? Serasa merdeka hidup lu?"
"I will give you bunch of oranges (Gue akan ngasih lu beberapa jeruk)", seru Oliver dengan puppy eyes masih melekat di dirinya
"Gue akan kasih lu atribut jeruk", seru Len, sama seperti Oliver, menggunakan puppy eyes
"Gue akan kasih lu cara makan jeruk yang baik dan benar", seru Kaito dengan puppy eyes-nya, tetapi ia langsung dilihat oleh seluruh murid lelaki
"ITU GA GUNA BAKA!", seru para lelaki dan menendang Kaito sampai keluar jendela yang terbuka
"I believe I can flyyy~~"
'BUAK!'
"Oke... Jadi, kita kerjain yaa...", seru Rinto tersenyum dan mengeluarkan buku sejarahnya
"Ha'i Rinto-kun!"
Para lelaki pun sibuk mengerjakan PR-nya, kecuali Kaito, ia masih terkapar diluar sana
...
"Yaaa! Rancangan Shota Kawaii Cafe selesaai!", seru Rin tersenyum puas dengan buku yang ia gunakan untuk menulis rancangan cafe-nya
"Shota Kawaii Cafe?", tanya Len
"Bukan, Upil Jatuh Cafe, ya Shota Kawaii Cafe lah, gimana, nama yang imut kan?", Rin mengeluarkan wink gajenya, yang membuat para 'shota' itu merinding gaje
"Tuhan... Kalau saya memang ditakdirkan untuk menjadi wanita... Tolonglah...", seru Len sambil menunjukkan muka pasrah, tetapi tangannya masih sibuk 'menyalin' PR Rinto
"Apa? Lu mau jadi wanita? Pengakuan yang hebat", seru Piko seraya menoleh ke arah Len, tetapi sama, matanya fokus ke PR yang sedang ditulis Rinto
"Iye, lu mah ga perlu, tampang lu udah jadi wanita beneran", seru Len dengan ekspresi mencibir, Piko langsung melempar pulpennya dan mengangkat kerah baju Len kasar
"Apa lu bilang?!", Piko emosi dan meninggikan nada bicaranya, Len langsung panik dan berusaha melepaskan genggaman erat Piko
"...Piko... Hanase!"
Sontak kelas langsung ricuh, para murid lelaki sibuk menolong Len dari emosi Piko, sedangkan para wanita tampak 'mengabaikan' apa yang terjadi pada kaum lelaki
"Udah Piko, lepasin itu anak, kasian", seru Dell sambil menarik-narik baju Piko
"Udaah... Kasian itu Len, kalau dia mati gimana? Nanti bayar biaya pemakamannya lagi... Nanti gimana? Biayain keluarganya? Kalau dia mati kagak perlu ngebayar biaya tanggung jawabnya sih gak apa... Mati aja", seru Oliver dengan simpel, sontak Len langsung memandangnya
"Lu ikhlas nolong gue kagak sih?"
Akhirnya Piko mau membebaskan Len, Len terbatuk-batuk, siapa yang kagak sesak dicekik kuat? Cuma Ch*ck N*rris saja kayaknya :D
"Huh... Pokoknya gue paling benci kalau dibilang cewek!", seru Piko dan lanjut menyalin PR nya Rinto
"Iyaa gomennasai..."
Mereka langsung melanjutkan kegiatannya yang sempat tertunda itu, mungkin akan menjadi kestressan tersendiri pada Rinto, dikerumuni seluruh murid lelaki :v
"Rei! Nafas lu bau!", seru Rinto sambil mendorong sedikit tubuh Rei
"Apa lu bilang? Gue selalu sikat gigi setiap hari!", Rei emosi seraya menahan keseimbangannya
"Pake apa?!", Rinto tak percaya
"Odol daging"
"..."
Setelah itu kegiatan berlanjut lagi, akhirnya beberapa menit selesai juga PR mereka
"HAAAA! SELESAAAI!", teriak para murid lelaki berbahagia ria
"Ha? Selesai apaan?", tanya murid wanita heran
"Ngerjain PR lah, masa ngepel kelas?"
"Ah? PR?! Kenapa lu nggak bilang kalau lu ngerjain PR?", protes seluruh murid wanita, kecuali SeeU yang santai, para murid lelaki cuma cengar-cengir gaje
Merasa kalah dari para murid lelaki, para murid wanita pun mulai bertindak
"SeeU! Lu murid terpintar cewek kan? Gue nyontek lu!", seru seluruh murid wanita sambil memandang SeeU
"Eh?"
"PRAJURIT! ANGKAT WANITA INI!", perintah Miku sambil menunjuk SeeU
"ROGER!", para murid wanita yang merasa disuruh langsung mengangkat SeeU dan menaruhnya dibangkunya
"Heii... Matte...", SeeU keheranan
"Neru, keluarkan buku sejarahnya!", perintah Miku lagi ke Neru, mengabaikan SeeU yang keheranan
"Rin, buka buku sejarahnya halaman 127, dan Gumi, ambil peralatan tulisnya dan tandai nomor-nomor soalnya!", perintah Miku lagi setelah Neru mengambil buku sejarah SeeU
SeeU bengong, gak tau apa yang harus ia lakukan, ia cuma memandangi teman-temannya membongkar tasnya dan menandai buku pelajarannya
"Nah SeeU! Tolong kerjakan seluruh soal yang sudah Gumi tandai dalam waktu 5 menit!", perintah Miku lagi sambil menunjuk buku sejarah SeeU, SeeU cuma mengangguk dan menuliskan soal plus jawaban dibuku tugasnya
Para murid lelaki yang memandang aksi murid wanita meyontek itu cuma sweatdrop dan tak bisa berkomentar lebih, batinnya saja yang berkomentar
'Itu lebih ke mode pemaksaan daripada mode menyontek berjamaah'
'Caranya cerdik... Atau?'
'5 menit 100 soal? Siapa yang bisa?'
Para wanita asik menunggu SeeU menyelesaikan soalnya seraya memperbincangkan cafe mereka, sedangkan para ketiga shota sedang memikirkan nasibnya lusa nanti
5 menit kemudian...
"Selesai!", seru SeeU sambil menaruh penanya, para murid lelaki langsung membuka mulutnya selebar kereta api
"MASAKA!", itulah reaksi para murid lelaki, tetapi para murid wanita cuma tersenyum
"Dat is mai shiyu, theng yu... (That's my SeeU, thanks you) (Itulah SeeU-ku, makasih)", Gumi tersenyum senang lalu ia dan para murid wanita lainnya langsung berburu mencontek PR yang sudah dibuat SeeU
"Gue duluan!"
"Gue!"
"Gue embat wortel lu!"
"Gue embat juga ceri lu!
"Gue maling nanti rumah lu (?)"
"Gue giles lu pake roadroller esok!"
"Gue duluaaan!"
"Lu belum ngerasa gitar gue?"
"Gue bajak entar hape lu!"
"Buseeet! Kalo lu bajak hape gue, gue bakar negi lu"
"Gue tempatin lu di penangkaran peri setempat!"
"GUE DISINI BUKAN PERI!"
"Gue makan entar wajan lu!"
"Silahkan!"
"Uph... PPP!"
Itulah kericuhan para wanita menconteki PR temannya yang malang itu, SeeU dan murid lelaki cuma sweatdrop
"Bisa gak ya mereka nyontek berjamaah dengan cara begitu?", tanya Len yang masih sweatdrop, murid lainnya menjawab dengan mengangkat pundak mereka
"AISUKURIMU NO OU DATAAANG", teriak seorang makhluk gaje melompati jendela dari luar dan mendarat dengan gaya keren
"Ada yang menungguku?", tanya makhluk itu sambil membetulkan poninya yang berantakan
"Gue malah berharap lu gak usah dateng aja, Kaito", seru murid lelaki 'menyambut' kedatangan Kaito yang tadi dilempar dari kelas
"Ah... Ara... Oh ya, PR-nya udah?", tanya Kaito
"Udah"
"Nyontek doong!"
Seluruh murid lelaki hening, menatap satu sama lain
Dengan perasaan kasihan, Len akhirnya memberikan buku tugasnya untuk diconteki Kaito secara cuma-cuma
10 menit kemudian
Akhirnya Kaito dan para wanita yang ricuh berhasil menyelesaikan PR-nya, tentunya menggunakan faster and faster mode
"Yaaaa! Besok tinggal dikumpulin!", sorak seluruh murid senang
Tepat, bel masuk berbunyi, para murid juga sudah siap dibangkunya, para murid wanita cuma perlu menyiapkan beberapa rancangan terusan untuk cafe nya dan baju maid nya
*To-Be-Continued*
Balasan review untuk anonim~
puchan:
Iya, cius, miayam, bisa sebenernya ampe tes tulang 10x bahkan lebih, tetapi entar guru bersangkutan terasa amat bosan natap mukanya ntar XD
SeeU dalam pelajaran emang pinter, tapi kesehariannya dengan teman-temannya ia bodoh, maksudnya? Ya... Bodoh-bodoh pinter
SeeU gak pernah nyanyi dikelas, karena setiap dikelas jam pelajaran ia tidur, kalau ada soal itu sama dengan PR baginya, itu juga bisa dikerjakan cepat olehnya...
Dia cuma saat membahas pelajaran otaknya jalan, berbeda ama author :D
Okey, sekarang author mau ngasi penutup
Sebenernya chapter ini mau author namain persiapan pembuatan Shota Kawaii Cafe, tetapi dilihat ulang ceritanya lebih ke nyontek berjamaah, jadi author namain Homework? aja...
Amanat dari chapter ini, kalau ada PR dari guru killer jangan segan untuk menyontek berjamaah... Dan gunakanlah cara mereka supaya bisa selesai dengan cepat, lebih bagus kalau ada temen kalian yang pinter, tetapi bagi kalian yang merasa pinter harus sabar dikerumunin :v, dan, direkomendasikan menggunakan cara paksaan seperti yang dilakukan murid wanita...
Soreja... See you in next chapter
Saigo no Kotoba:
Please review but don't BLAME please
Please correct me when got misstypos or typos
It maybe OOC fic, but please enjoy
Story made by:
lenlenka092
