Summary: Sikembar Kagamine Rin & Len dan temannya, Miku, Gumi, Kaito, SeeU, Piko, Oliver menjalani masa sekolahnya di VocaUtauKuen, sekolah elit tetapi muridnya tidak seelit sekolahnya, bagaimanakah kesan yang akan dihadapinya?


A Vocaloid Fic

Present:

A School Life in VocaUtauKuen

Made by: lenlenka092

DISCLAIMER:

The Vocaloids 1/2/3 and Utauloids and the other loids where I don't know isn't mine, I just made the story

WARNED:

Typos and other may I forget to tell


Chapter 10: Hiking Part I


NORMAL POV

Hari ini, hari yang amat cerah, Kagamine Len, tokoh utama kita sedang memandangi langit cerah dari jendela rumahnya

"Indahnya langit ini...", serunya pelan

Ia sedang berimajinasi kecil, membayangkan burung-burung indah berterbangan, kupu-kupu imut berterbangan, awan-awan tersenyum

Ia tersenyum pelan

Tiba-tiba datang seorang wanita cantik, imut, dan manis berdiri didepannya, wanita itu tersenyum dengan senyuman kasih sayang, tangannya bergerak, mulutnya bergerak sedikit

.

.

.

.

.

.

.

.

"MAU SAMPE KAPAN NGEHAYAL TONG? INI UDAH JAM SETENGAH TUJUH!"

Teriak 'wanita' itu membuyarkan imajinasi Len dan sosok 'wanita' cantik itu berubah menjadi sosok kakaknya dalam waktu singkat, ia terdiam, memejamkan matanya berkali-kali

"Eh... Setengah tujuh...? HAAAAAA?!"

Len langsung kocar-kacir tak tentu arah, kakaknya cuma sweatdrop

"Dasar, apa dia gak liat gue udah bawain tasnya?...", serunya dengan pelan

Langkah Len terhenti, ia mendekati kakaknya, atau panggil aja dia Rin

"Gomen, tasku"

"Lu ini, gue akuin lu sebagai adik ter-baka tahun 2014 juga ntar, mau jadi imajiner jangan sekarang, sekolah kita mau hiking, jam tujuh udah harus disekolah, kalo ketinggalan bus entar kita mau nyusul pake apa? Sepeda? Gila aja..."

Sementara Rin sedang asik berceramah, Len malah berjalan santai mengabaikan kakaknya dan memakai sepatunya, lantas membuat Rin marah

"WOI PINTER! KENAPA LU ABAIKAN KAKAK LU YANG LAGI NGOMONG HAH? INIKAH ADAB LU?!"

Len menaruh tasnya kelantai, memandangi kakaknya, dan berkata santai

"... Kalau gue denger omongan Onee-chan yang sepanjang rel kereta api, dan diem aja, emang bakal kelar urusan ini? Yang ada makin parah, bener?"

Rin terdiam, mukanya memerah, mengetahui ia kalah dari adiknya sendiri, tanpa menjawab ia langsung menerobos adiknya dan berlari cepat keluar rumah

"Hoooi... Tunggu adikmuuuu...!"

Len buru-buru memasukkan tasnya kedalam tas yang lebih besar lagi dan menyusul kakaknya

...

Mereka pun berjalan berdua, udara terasa segar, mereka tak menggunakan seragam mereka, melainkan menggenakan baju bebas, hari ini sekolah akan hiking, hiking ke gunung Fuji, kalau keadaan memungkinkan kepala sekolah akan membiarkan mereka berkemah disana 2 atau 3 hari dengan biaya ditanggung oleh pihak sekolah, jadi mereka menyiapkan baju seboks, maka, tas mereka sangat besar, sampai punggung Len harus tertunduk mengangkatnya

"Woi lembek, lemah amat lu", cibir Rin, Rin membawanya enteng saja

"Onee-chan jahat, adiknya tersiksa gini kagak dibantu...", seru Len sambil pundung

"Haah... Masa bawa barang seberat 5 kilogram aja gak bisa? Punya kakak 7 kilogram masih enteng"

Kata-kata singkat Rin membuat tubuh Len terhuyung dan jatuh, alhasil tas dipunggungnya menimpanya dengan cara tak menyenangkan

"ADAW!"

Len meringih kesakitan, ia tak bisa mengangkat tubuhnya, melihat adiknya mati-matian berjuang, adiknya menurunkan tasnya, dan

'Bruak'

"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA"

"Ah, gomennasai... Gak sengaja... O, lu baik-baik aja kan?"

"YA BAIK-BAIK AJA! KAKAK JUGA KENAPA HARUS NARUH TAS KAKAK YANG BERATNYA NAUJUBILAH INI? UDAH TAU TAS LIMA KILO AJA GUE HARUS TEPAR BAWANYA APALAGI DITAMBAH TUJUH KILO! YANG ADA PUNGGUNG GUE GA BISA DIGUNAIN NTAR!"

"Latihan, dek, latihan... Entar hiking kita mendaki gunung loh..."

Len cuma diam, berusaha mati-matian, tiba-tiba datang Gumi dan Miku

"Haaiii Leeen... Riiiin...!", sapa mereka

"Hai Miku, Gumi", balas Rin, sedangkan Len cuma diam

"Ah, Len kenapa ini? Kok bawa dua tas? Rajin ya dia?", tanya Gumi

"Iya nih, tumben dia mau bantu kakaknya bawa tasnya, kita aja nih, berat amet tas kita", seru Miku

"Oooh... Emang, dia emang sukarela ngebantuin bawa tas gue, tas kalian berat ya? Biar Len aja bawa", Rin ber-smirk ria

"HEEEI... Ja-Jangan...!"

"Waah, arigatou! Oke..."

'Buak... Buak'

"AAAAAAKKK!"

"Oke, sekarang yuk jalan!"

"Tunggu, kita tunggu SeeU dan yang lain doong!"

"Okeee..."

Mereka pun menunggu teman yang lain, saat ketiga wanita ini asik menunggu, Len cuma meringis kesakitan

"Tha-Thasuketeh..."

Sayangnya, ringisan Len sama sekali tak dipedulikan

"Haai... Kenapa diam disini?", tanya SeeU yang baru saja muncul

"Ini nih, lagi nungguin yang lain..."

"...Itu Len kenapa?"

"Oh, dia sukarela bawain barang kita"

"Wah! Bener? Yah Len, kamu nolong gak ikhlas banget... Masa cuma bawain barang kita? Bawain kita sekalian dong!"

"Wah, ide bagus itu! Tumben kau pintar SeeU"

"Siaaap? Satu... Dua..."

"Heeeeiii! Ja-jangan...!"

"TIGA!"

"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA"

Skip!

"Tenang saja, punggungmu baik-baik saja, tak ada pergeseran... Sebentar lagi punggungmu akan normal", seru salah seorang perawat di UKS setelah mengobati punggung Len yang kayaknya hampir tak bisa dipakai (?)

"Mh... Makasih..."

"Kasian ya yang ditindas", ejek Piko

"Coba elu diposisi gue? Lu bakal ngapain? Ngeringis kan?"

"Cielah, diejek dikit aja udah emosi"

"DIKIT?!"

"...", Kaito dan Oliver yang memandangi perkelahian mulut sang duo shota ini cuma diam

"Oke, omong-omong para wanita dimana? Tau-tau udah ngilang aja...", tanya Kaito sambil memandangi sekeliling

"Oh empat wanita itu? Mereka semua kekelas", jelas sang perawat UKS

"Oh ya! Bentar lagi hiking, yuk kekelas!", ajak Oliver

"Heei... Gue mau dikemanain?", tanya Len, ia berusaha bergerak tetapi punggungnya masih sakit

"Yodah, sini gue gendong", tawar Kaito

"...", Piko dan Oliver cuma diam melihat Kaito menggendongi Len

'Mirip anak ama bapaknya', batin mereka berdua

Meanwhile at Class

"Sh-sensei... A-aku akan..."

"Ditahan dulu Kaito, kita baru saja mulai..."

"Ngg...hh..."

"AAAAAAAAAAAAAAAAAAWWWWWWWWWWWWWWWWWWW"

Back to the four boys (?)

"HYIIII! ADA DARAH!", teriak Oliver kaget saat melihat darah mengucur dari bawah pintu kelas

"HAH?", Len, Piko dan Kaito langsung kaget

"APA ADA PEMBANTAIAN MASSAL DIKELAS KITA?"

"TIDAAAAK... KAKAKKU!"

Mereka semua langsung panik, dengan gaya gentlemen (kesasar), Kaito mendobrak pintu

Dan moment at silence dimulai

.

.

.

.

.

.

.

.

"NANIIII...! KALIAN NGAPAIN?! APA YANG KALIAN TONTON? DAN KENAPA BANYAK DARAH BERCECER?!"

Para wanita memandang keteriakan Kaito, mereka semua sedang nosebleed massal

"Kaito-kyun, aksimu di video itu hot sekali", seru Miku dengan darah mengalir dihidungnya

"What?", Kaito kaget, ia buru-buru melihat ke arah TV kelas, matanya terbelalak

Saking syoknya dengan apa yang ada dilayar TV, mulut Kaito bahkan tak bisa berucap satu katapun, tetapi ia memulai aksi dengan mematikan TV itu dan mengeluarkan sebuah CD dari Media Player yang tersambung pada TV

'...I-ini kan video gue lagi di *pip* ama Gakupo-sensei... Matte te, bagaimana mereka bisa mengambil rekaman... dan... memformatnya menjadi CD?... Dan... SUDAH DITONTON?', batin Kaito syok berat melihat cover CD-nya

"Tenang, gue cuma nayangin dikit aja, ga semua... Bai de wei,... Gimana? Cover-nya bagus kan? Gue gitulooh... Itu mau gue jual perkelas, satu buah itu 1,000 yen", seru Miku membanggakan dirinya sendiri, Kaito memandangnya

"MAU DIKIT ATAU BANYAK SAMA AJA BLO'ON! SAMA-SAMA HARGA DIRI GUE HANCUR!", teriak Kaito tanpa ragu, Miku cuma cengar-cengir

"... Poor Kaito... Adegannya kayak gimana tadi?", tanya Len, Piko, dan Oliver

"Duh, hot banget dah pokoknya... Ada adegan gitu-gitunya... Dan waktu Kaito *piiip* itu... Waaah... Bentar, kenapa lu tanya?"

"P-pingin tau aja", muka Len, Piko, dan Oliver langsung merah padam

"Oh ya, tadi udah ditonton kan trailer-nya? Ada yang mau beli? Pembeli kesepuluh pertama akan mendapat foto ekslusip Len dan Oliver french kiss saat kami bermain ToD dulu, sudah dilaminating! Rapi pokoknya!", promosi Miku dengan menyodorkan seboks berisi CD Kaito dan Gakupo-sensei dan beberapa lembar foto Len dan Oliver french kissing yang telah dilaminating

Mata para wanita langsung terbelalak, mereka langsung berburu ke arah Miku

"GUE DULU!"

"GUEEE!"

"HEI! GUE DULU DONG!"

"LU UDAH CUKUP AJA NONTON TRAILER-NYA TADI!"

"GUE MAU FULL VERSION, NAPE LU?"

Len dan Oliver ikut-ikut pundung dipojokan bersama Kaito

"Ne... Ini bukan saat kita kehilangan harga diri, kan?", bisik Kaito

"Kayaknya ini saatnya...", bisik Len lagi

"...Kenapa gue harus masuk sekolah ini...?", bisik Oliver

Piko memandangi ketiga temannya penuh kepasrahan, Piko cuma tersenyum

"Hehe, untung gue bersih dari dosa...!"

Sementara para lelaki yang tak terlibat sedang mati-matian membersihkan kelasnya dari beberapa liter darah segar yang dikeluarkan para wanita

"Tcih, kenapa sih nonton gituan harus mimisan segala?", protes Rinto

"Yah biasa wanita,... Author yang nulis cerita ini aja biasanya kalo ngeliat foto yaoi -nya langsung deh out control", jelas Leon sambil berpeluh kesah (?)

"Wanita emang kalo nafsunya susah dikendaliin ya", seru lagi Rei yang masih terus membersihkan kelas mereka, diikuti murid lain dan 3 lelaki yang sudah berhenti pundung dipojokan

"Hei, Yohioloid, kenapa lu kagak ngebersihin? Foto apa yang lu pandang?"

"Emmm... Gimana ya kalau gue seperti Gakupo-sensei...? Dan... Siapa ya yang akan gue pilih sebagai korban...?", seru Yohioloid pelan sambil memandangi foto Len dan Oliver ciuman

Seruan Yohioloid ampuh membuat semua lelaki jaga jarak padanya

"Maaf Yohioloid, gue gak siap...", seru semua lelaki

"Jah, canda doang kek... Siapa juga yang mau ama elu pada? Ih ge-er dah"

Semua lelaki pada sweatdrop

"YAAAY... Untung broo... Untuung... duit ditangan...", seru Miku sambil mengelus-elus uangnya, para lelaki sweatdrop

"Dan, tiga buah CD kupersembahkan pada... Pertama, Gumi! Yang sudah bersedia memformat menjadi CD! Dan kedua, SeeU, yang bersedia diam-diam merekam aksi Kaito dan Gakupo-sensei! Dan Rin, yang mengambil foto Len dan Oliver berciuman beserta melaminatingnya dan membantu gue mencari adegan yang pas dijadikan cover!", seru Miku menyerahkan tiga buah CD yang dianggapnya berharga kepada rekannya

'SeeU meski tampang goblok ia berbakat jadi penyusup rupanya...', batin seluruh murid lelaki

'Kakak gue bekerja sama membuat CD haram itu... Dan kakak ngefotoin saat gue dan Oliver ciuman...?', batin Len tak percaya

"Len-kyun... Oliver-kyun...! Nanti kalian beraksi kayak Kaito dan Gakupo-sensei ya...! Kubayar deh kalian berapapun yang kalian inginkan!", tawar Gumi dengan ke-fujoshi-annya, tentu saja langsung ditolak mentah-mentah oleh orang yang bersangkutan

"GAK!"

"Ara futari tomo... Gak asik deh... Padahal kalian kan imut kalau bareng..."

Len dan Oliver sweatdrop

"Udah, udah... Untuk apa bahas ginian? Kita mau hiking bukan mau pesta yaoi"

"Bentar, itu kejadiannya udah setahun yang lalu kan? Em, kenapa baru lu publikasikan sekarang?", tanya Len setelah teringat sesuatu

"Ah gini, karena saat lu ngomong ama Kaito, kalau Kaito udah ga suci lagi (?), SeeU bilang kekita-kita kalau dia ada ngerekemnya, biasa dia bego, nyangka kalau Kaito dan Gakupo-sensei lagi main, jadi dia rekam, jadi gue, Gumi, dan Rin minta hasil video-nya, dan taraa... Baru dipublikasikan sekarang deh!", jelas Miku out of happiness, membuat para lelaki sweatdrop

"SeeU...", seru Kaito dengan dark glare-nya kehadapan SeeU

"Abis kalian mainnya seru banget, mana gak pake baju lagi, kejadian langka, jadi kurekem deh...!", jelas SeeU kelewat polos, semua murid sweatdrop

"Oke, ayo sekarang kedepen sekolah, takut bisnya udah dateng, entar kita sekelas ketinggalan bis lagi karena nyedebatin hal ga penting ini", ajak Piko, semua mengangguk dan membawa perlengkapannya masing-masing

"Ah!"

"Apa, Miku?"

"CD boks gue ketinggalan!"

"Untuk ape lu bawa ketempat hiking?"

"Untuk dijual lah bego, tau-tau laku ama murid cewek lain, dan nama lu pasti jadi terkenal sebagai yaoi pop star"

"Gue bunuh lu..."

"Yaoi pop star?..."

In bus

'Gretek... Tek... Tek...'

"Hi, hi..."

"Ha..."

"Waaaa!"

"HARAP TENANG DI BUS!"

"..."

Suasana menghening, sedangkan sebuah suara gaje dari handphone masih terdengar

"Wanita pada sarap ya?", tanya Piko sambil sweatdrop

"...Onee-chan... Ngapain sih, cekikan, tereak, cekikan?", tanya Len kehadapan kakaknya yang masih reunian dengan teman-teman sesama cewek

"... Mitenasai...", Rin cuma menadahkan sebuah handphone, ada video di-handphone itu, Len pun melihatnya

"..."

Len buru-buru membuang pandangan dari handphone itu dan tak mampu mengucap satu katapun

"Kenapa, Len?", tanya Oliver yang kebetulan duduk disampingnya

"...I-itu-nya Ka-Kaito... Je-jelas... Ba-banget...", bisik Len dengan muka merah padam

Kaito yang berada dibelakang Len meliriknya dengan tatapan –gue-bunuh-lu-

"Hm... Apanya gue yaaa?", tanya Kaito seolah-olah orang idiot

"...", Len cuma diam, mukanya masih memerah

'GREP!'

"Hekkk...!", muka Len yang merah mendadak membiru, Kaito mencekiknya dari belakang tak tanggung-tanggung

"LU ADA LIAT YA? ADA YA? APA YANG HARUS GUE LAKUIN UNTUK MENGHILANGKAN INGATAN LU?"

Len hanya meronta-ronta, ia tak mampu berkata apapun karena tenggorokannya tersekat

Semua lelaki menghening melihat aksi penyiksaan yang dilakukan Kaito

"APA? MAU NOLONG? KALAU LU SEMUA BERANI NOLONG INI ANAK GUE YAKININ SERATUS PERSEN IDUP LU KAGAK BAHAGIA, TITIK GAK PAKE KOMA!"

Semua lelaki makin hening, termasuk Oliver yang duduk disamping Len, Kaito memandangnya dengan tatapan sengit

"APE? MAU BUKA PERBAN MATA LU? SILAHKAN! KALAU LU BUKA GUE LANGSUNG NYOLOKIN ESKRIM GUE DIMATA LU NTAR! LAKUIN AJA GUE GA TAKUT!"

Oliver langsung kicep

'BLETAK!'

Semua langsung kicep mendengar suara hentakan maut yang disentakkan kekepala Kaito

"AP-... Eh Lily-sensei... Sehat?", Kaito memandang kebelakang, dan berteriak, tetapi tak jadi melihat siapa yang menyentakkan kepalanya

"Shion-san, beraninya kau menyakiti teman sekelasmu sendiri!", seru Lily-sensei sambil memegangi kertas besar yang dijadikan bahan untuk menyentak kepala Kaito

"...Me-menyakiti? Nggak kok...!", Kaito langsung melepaskan cekikannya dan memasang muka inosen, Lily-sensei menggeleng-gelengkan kepalanya

"Hak... Ohok... Huk..."

"Sabar Len, want some water? (Mau minum?)", Oliver menawarkan airnya, yang langsung diminum Len tanpa henti

'Gila, abis air gue entar...'

"Phuah, arigatou Oliver"

"Ur welcome (Masama)... Tapi, air gue kok tinggal seperempat?", tanya Oliver sambil memandang tempat airnya, tinggal sedikit

"Ya lu tau dah orang kecekik tiba-tiba itu apa rasanya", jelas Len sambil mengelusi lehernya yang memerah

...

"Perhatian... Para murid VocaUtauGakuen, sebentar lagi kalian akan sampai ketempat hiking kalian, pastikan barang bawaan kalian tak tertinggal", seru Tonio-sensei lewat speaker bis

"Yay! Udah deket hiking!"

"Nanti kalau nginep bangun tenda ah!"

"Yaay! Dagangan CD gue pasti laku!"

"Ah Miku jahat, masa temen sekelasnya aja yang diijinin nonton? Kita-kita kok enggak?", seru salah seorang murid XI D sambil mesem-mesem

"Kalau kuperlihatkan ke kamu nanti gak seru dong, tenang aja nanti di gunung kukasih deh kekamu!"

"Waah... Gratis?"

"Bayar"

"..."

Skip! At mountain

"Gilaa... Kita ngedaki gunung setinggi ini?!", pekik Miku tak percaya saat memandang gunung fuji yang tinggi

"Ini gunung fuji blo'on, bukan gunung-gunungan!", seru Rin

"Iya, ini bukan 'gunung' elu yang mini", celetuk Kaito dengan muka mesum

"... Ehem, bisa diulang?", Miku sudah siap untuk menyingsingkan lengannya, Kaito langsung panik

"...Nggak, anggep aja ucapan gue itu angin lalu? Sip?"

Semua langsung facepalm

"Okee... Untuk para murid yang disini, harap mendakinya berhati-hati ya... Jangan sampai ada yang terpeleset", instruksi sang Tonio-sensei, dibalas ceria oleh para murid

"YAAAA PAAAAKKK...!"

Semua murid langsung mendaki gunung perlahan

"Hati-hati, Onee-chan!"

"Yaa..."

"Ahh, beraat...", keluh Miku

"Siapa suruh bawa CD bertumpuk?", seru Kaito cuek

"Lu mah, sebagai jenterumen bantu redies yang lagi dalam masalah dong", seru Miku sambil berkeluh kesah

'Jenterumen? Redies?', batin murid-murid lain yang mendengar ucapan gaje Miku

"Gentlemen ama Ladies kelesss... Gue udah ga tau lu ngomong Inggris pake Japanese Accent atau Baka Accent... Yodah sini gue bantu, tapi gue bawa tas elu yang aman dari CD haram itu aja ya", ucap Kaito sedikit sweatdrop

"Hontou? Arigatou Kaito-san! Kimi wa hontou ni yasashii desuuu!", Miku senangnya bukan kepalang mendengar Kaito berniat membantunya, sedangkan muka Kaito merah padam

"Ekhm... Percintaan di gunung fuji ya?...", dehem Rin dan Gumi yang memperhantikan adegan romantis (?) Miku dan Kaito

"G-Gak kok!", bantah Miku dan Kaito, lalu Kaito langsung membawa sebuah tas yang kata Miku bebas dari CD haram itu

"UAAAAAAAAAAAA! BERAAAAAAAAAAAAAAAAAT! BAWAANNYA APA INI MIKUUUUUU?", teriak Kaito membuat seluruh murid yang mendengar teriakan dahsyat Kaito memandangnya

"Ya, epeliting ekssept dat porbidyen CD... (Everything except that forbidden CD) (Semua kecuali CD terlarang itu)"

"Epeliting itu ape?!", tanya Kaito yang mungkin sedikit marah hingga ia harus meniru gaya bicara Miku

"Um,... Sam of mai klotes is der... And oder stup... An kuking stup... En mani stups is der tu... Wel, dis is haikying aktipiti so ip ai bught dat stups its elrait, don ya?" (Note: Author lagi males ngetranslate dan mengubah kata-kata Miku menjadi bahasa Inggris yang baik dan benar, jadi para readers sepinter mungkin ngartiin ya... :D)

"STUP STAP STIP STEP! TAPI BERAT INIII... AAAH, YAUDAH, NGELATIH OTOT AJA DAH!", amuk Kaito makin parah mendengar ucapan Miku bisa membuat otaknya melayang, tetapi karena itu salahnya sendiri menawarkan pertolongan, ia harus mengangkatnya

"Ayo Kaito! Buktikan kalau diri lu bukan pecundang baka...!", teriak murid lelaki sekelasnya menyemangatinya

"KALIAN MAU NYEMANGATIN ATAU MAU MUKA KALIAN GA BERBENTUK LAGI, HAH? LU GA TAU INI BERATNYA GIMANA? BAYANGIN, ALAT MASAK AJA IA MASUKIN KESINI!"

"Ehm, kalau kalian yang masih ribut, mending sensei tinggalin aja ya...", seru sang Kepsek tersayang mendengar murid tersayangnya ribut gaje

Kaito dan teman-temannya hening, lalu dengan cepat mendaki gunungnya, meski Kaito harus merelakan keringatnya mengucur deras, ketiga temannya lelakinya merasa tak tega

"Hora, Kaito lagi dalam masalah tuh, bantu yuk!", usul Len sedikit iba

"Iye, bantu gimana? Masa tas Miku mau dibagi jadi empat?", tanya Piko dengan bodohnya

"Pinter, maksud Len itu kita gotong bareng, bukan itu tas dibelah jadi empat!", seru Oliver memandangi Piko

"...Oh..."

Mereka langsung dengan cepat menolong Kaito, melihat ketiga sohibnya rela menolong dirinya, Kaito menitikkan air mata haru

"Arigatou minna-san... Minna yasashi na..."

"Wakattemasu, kedo, hayaku shiteroyou...", (Note: Mungkin ada sedikit misspell karena ini author tulis berdasarkan pendengaran author) ujar Piko yang tampaknya sedikit tak ikhlas membantu Kaito

"Iye sabar, berat ini, kalo emang ga niat bantu sono aja gih", seru Len risih

"Yaa gue ikhlaaas...!", seru Piko sambil sweatdrop

Mereka berempat pun melanjutkan dakian gunungnya, menyusuli teman-temannya yang pergi mendahului mereka

Akhirnya satu jam penuh mereka berhasil mendaki gunung fuji sampai ketempat tujuan yang ditentukan Tonio-sensei, yaitu onsen gunung fuji (Ini semua diimajinasi author, jadi author gak terlalu peduli ama pemandangan gunung fuji asli... Maaf), semua murid bersorak senang

"WAAA... ONSEEEN...! Apa kita akan mandi disini?", sorak seorang murid

"Gak, kita akan bunuh diri disini", seru seorang murid menanggapi sorakan murid yang lain, sambil memasang you-don't-say face

"Nah, students, dengarkan dahulu, kita akan mandi disini untuk melepas penat, tetapi murid hanya dikasih waktu dua jam ya, gunakan waktu itu sebaik-baiknya!", seru Tonio-sensei memberikan instruksi, dibalas anggukan mantap murid-muridnya

Mereka berebut memasuki tempat onsen, onsen ini memang mungkin number one, dengan fasilitas lengkap, tetapi kenapa ditaruh digunung, author gak tau, ditengah murid-murid yang asik berebut tempat, ada seorang murid yang asik menjajakan dagangannya, ya readers pasti tau siapa

"AYOOO... DIBELI DIBELII... 1,000 YEN UNTUK SATU CD...!", teriak murid itu, ia duduk dengan beralaskan tikar kecil dan disampingnya terdapat boks besar berisi tumpukan CD 'haram'-nya

"Miku?! Kenapa lu jajakan dagangan lu disini?", tanya SeeU heran

"Ya, mungkin aja laku"

"Lu mau nge-waste dua jam elu untuk dagang?", tanya Oliver yang ikut-ikut bergabung (?)

"Kagak lah, gini-gini mai bodi nid sam represing, gue hanya akan ngabisin beberapa menit untuk disini, kalau kita jadi kemping untuk beberapa hari, gue akan lanjutin dagang ditempat kemping", jelas Miku tersenyum

"Miku-chan, nani o shitteru?", tanya seorang murid dari kelas asing, ia tersenyum ke arah Miku

"Aaah, Mayu-chan, isshasiburi dana ne? Aku jual CD nih, mau beli?"

"CD?", tanya murid bernama Mayu itu

"Iya, untuk cewek aja, kamu cewek kan?"

"Iya laaah... Haha, CD apaan?"

Miku mendekati Mayu, lalu berbisik sesuatu

"Psss...t... CD adegan Gakupo-sensei dan Kaito-kun lagi ekhem ekhem..."

"Nani? Kamu ngerekamnya, Miku?", tanya Mayu kaget, pupilnya membesar

"Ya gaklah, aku cuma menjajakannya, aru raiguto reserufuudo (All rights reserved)"

"Oh, aku beli satu deh, omoshiroi..."

"Hontou? Arigatou!", Miku dengan senang memberikan satu CD didalam boks, lalu Mayu memberikan uang 1,000 Yen-nya

Para teman-teman Miku yang melihatnya cuma membatin

'Miku, lu udah ngebuat satu murid sekolah ini menjadi gak fresh pikirannya...'

Setelah beberapa menit puas berjualan, Miku langsung menuju ke arah tujuh temannya, tersenyum puas

"Yohou, laku gue brooo! Saa, ikkouze!"

"Ikkouze ndasmu, gue udah nunggu bermenit-menit disini, kalau aja gue ga janji buat masuk onsen bareng gue udah freeeee~sh mungkin", protes Kaito

"Haha, udahlah, ayo cepet"


*To-Be-Continued*


Akhirnya nanggung, haha, sengaja, hm... Mari balas review dulu...


puchan:

Ya, kasian banget, hoho :v

Hmm... Gak tau juga sih, author gak ada mikir namanya siapa, dia juga ga terlalu nyolok kok, jadi mikir sendiri aja ya siapa :v

Sekarang author mau mokusin dikit ke peran-peran yang lain, SeeU mungkin akan sedikit tampilnya, sekalian mikir ke'baka'an apa yang akan ia lakukan, dan terimakasih sudah bersedia menjadi fans SeeU :D

Well, kalau nanya udah beberapa kali Kaito isded sih, mungkin lebih dari satu kali... Membuat Kaito menjadi tokoh yang menderita itu menyenangkan sekali... Fufufu (...)

Ha'i... Author juga tunggu next comment-nya yaaa...!


ErinMizuMizuna:

:D

Asem, asem, asem jawaaaa *ditendang*, makasih udah mau tertawa akan fic gaje ini :3

Yaa kasihan sekali... Hm, lebih baik gak usah manggil Len sebagai Lenny-chan deh, ngamuk ntar dia...

Mmm? Pesbuk?... Ada sih, tapi gak terlalu aktif... Nama? Kasih tau gak yaa?... Tapi kalau dikasih tau disini malu doong (o_o), somtaim lah...

Ha'i :D


lian:

Update-nya sekarang kok, makasih udah mau suka ama fic gaje ini... Nanti author usahain update cepat... :)


YOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO

Akhirnya selesai fic ini, dan maaf akan keterlambatannya, dan pasti readers udah tau alasannya ._.v

Oh ya, masalah koneksi, kayaknya koneksi rumah author udah gak bisa diharapkan lagi :", jadi terpaksa author harus 'numpang' Wi-Fi tetangga dirumahnya, itu juga ga setiap hari bisa 'numpang', jadi from now, tolong maklumi ya...

Masalah chapter ini, kuakui ini chapter tergaje sedunia, bisa dibilang isinya melenceng dari judul, ya anggep aja sedikit hiburan (hiburan?), maaf untuk reader cowok, tapi gak apa masih ada humor-nya kok, entah kenapa pikiran author ngejerumus kesitu... AAA!


Soreja... See you in next chapter

Saigo no Kotoba:

Please review but don't BLAME please

Please correct me when got misstypos or typos

It maybe OOC fic, but please enjoy

Story made by:

lenlenka092