7 TAHUN KEMUDIAN
Gadis dengan pakaian serba putih dengan tanda pengenal bertuliskan Dr. Hanazono Karin baru saja keluar dari ruang operasi. Dia baru saja mengoperasi seorang anak berusia 5 tahun yang menjadi korban kecelakaan beruntun di Namsan Seoul Tower. Kedua orang tuanya tewas di tempat, hanya anak itulah yang tersisa dari insiden menyeramkan yang membuat dirinya menjadi saksi hilangnya banyak nyawa itu.
.
FLASH BACK ON
Saat itu, dirinya dan Miyon yang seorang mata-mata rahasia juga seorang penulis naskah sedang makan siang di salah satu cafe di wilayah Namsan Tower. Sampai dirinya menyadari bahwa ada sebuah truk dengan kecepatan tinggi tidak melihat tanda lampu merah yang membuat truk itu menabrak banyak mobil dan motor yang sedang berlalu lalang di depannya. Insiden itu menyebabkan banyaknya korban tewas. Karin menganga tak percaya, sedangkan Miyon berteriak histeris. Dia langsung berlari menuju tempat kejadian perkara yang sudah digerumuli oleh warga setempat dan mendengar suara isak tangis seorang anak yang terjepit di antara mobil-mobil yang sudah tak berbentuk itu.
"Hiks hiks, sakit."
Karin yang mendengar isakan tadi pun langsung berusaha menyingkirkan puing-puing mobil yang menjepitnya sampai dia menemukan seorang anak yang tubuhnya penuh luka serta kepalanya yang mengeluarkan banyak darah dan rambut pirang pucatnya yang berantakan. Mata emerald anak itu menatap Karin dengan sayu seraya tetap terus menitikkan air mata. Tanpa pikir panjang, dia langsung membawa anak itu ke mobilnya dan membawanya ke rumah sakit, meninggalkan Miyon yang sedang di introgasi oleh orang-orang sekitar.
"Miyon, aku harus segera ke rumah sakit," seru Karin di dari dalam mobilnya.
"Ya. Serahkan saja TKP padaku. Bergegaslah Karin," seru Miyon disambut oleh anggukan Karin.
Karin langsung memacu mobilnya di jalan raya. Tak lupa ia nyalakan sirine ambulans yang sudah di pasang di mobilnya sehingga banyak kendaraan yang menepi ketika mobil Karin lewat. Sesampainya di rumah sakit, anak itu langsung di bawa ke ruang UGD (unit gawat darurat) oleh para suster. Sedangkan Karin mengambil jas dokternya di ruangannya.
"Dokter, kondisi anak ini kritis. Dia kehilangan banyak darah. Kita harus mengoperasinya," ujar seorang suster.
"Cepat! Bawa dia ke ruang operasi!" Perintah Karin
"Tapi dok, seseorang harus membayar uang administrasinya," jelas suster lainnya
"Aku yang akan membayarnya!" Seru Karin
"Ehh?"
"Cepat bawa dia ke ruang operasi! Aku akan segera ke sana setelah mengurus semua administrasinya."
Karin pun langsung membayar semua biaya operasi anak itu dan langsung melesat ke ruang operasi. Dia terus berdoa semoga operasinya bisa lancar.
END OF FLASH BACK
.
Sekali lagi, gadis itu berhasil menyelamatkan nyawa seseorang yang berada di batas antara hidup dan mati. Entah kenapa, Karin merasa kalau anak itu benar-benar sangat berharga baginya. Padahal dia baru pertama kali bertemu. Dia sendiri tak tahu kenapa, tapi dia sangat mengkhawatirkan anak itu.
Sekarang dia sedang menunggui anak itu. Berharap agar dia segera sadar dari tidurnya.
"Kau harus segera bangun ya. Semua orang sedang menunggumu." Bodoh memang, dia berbicara kepada anak yang masih terkulai lemas di atas tempat tidur itu walaupun dia tahu kalau anak itu tidak akan mendengarnya.
Tiba-tiba, ponsel hijaunya mengalunkan lagu favoritenya yang menandakan adanya panggilan masuk. Karin langsung menekan tombol hijau yang ada di ponselnya.
"Halo, Karin."
"Miyon, ada apa?" Tanya Karin
"Karin, tak ada yang selamat dari kecelakaan beruntun tadi. Bagaimana keadaan anak itu?"
"Anak itu berhasil diselamatkan. Tapi kasihan sekali dia, masih kecil sudah harus kehilangan orang tuanya," ujar Karin sendu
'Sepertiku dulu,' batinnya.
"Oh iya, Miyon-"
"Sudah ya Karin. Aku masih ada kerjaan. Byee~"
Tut Tut Tut
"Selalu saja begitu, dasar!" Gerutu Karin sebal.
Dia kembali menunggui anak itu. Dia mengabaikan waktu yang terus berputar sampai-sampai dirinya tertidur di samping anak itu. Sampai jari-jari mungil yang digenggam oleh Karin bergerak.
"Eng~ ini di mana?" Gumam anak itu.
Karin yang mendengar gumaman anak itu terbangun dan tak henti-hentinya bersyukur karena dia sudah sadar.
"Kau ada di rumah sakit," jawab Karin seraya mengusap lembut rambut anak itu.
"Siapa namamu?" Tanya Karin
"Suzune," jawabnya
"Waah, nama yang bagus, Suzune."
"Mana Eomma*? Appa*? Mereka dimana?" Tanya anak itu. Karin terdiam membatu. Apa dia harus mengatakan kalau hanya dia seorang yang selamat dari insiden itu.
"Aah, mereka sudah pergi ke tempat yang jauh. Sekarang mereka sudah bahagia," jelas Karin yang membuat Suzune menangis sesugukan
"Hiks hiks, kenapa Suzune ditinggalkan? Apa Suzune sudah membuat Appa dan Eomma marah? Hiks hiks, Suzune ingin ikut, hiks," gumam Suzune tersendu-sendu.
"Sudahlah Suzune. Kamu tidak boleh berkata seperti itu. Mereka sudah bahagia. Suzune ha-" belum selesai Karin menjelaskan Suzune langsung memotongnya.
"Suzune sekarang sendirian! Suzune gak mau sendirian. Suzune gak mau," serunya histeris. Karin langsung memeluk Suzune dengan erat, mencoba menyalurkan seberapa sayangnya dia kepadanya.
"Suzune, masa depanmu masih panjang. Kau harus terus maju, agar Eomma dan Appa Suzune bahagia di sana," jelas Karin lembut.
"Hiks hiks, tapi Suzune sudah tak punya eomma yang biasanya akan selalu ada di samping Suzune, hiks," ujarnya tersendu-sendu.
"Aku... Akan jadi Eomma Suzune. Aku janji akan selalu menyayangi Suzune sampai kapan pun. Makanya, ayo tersenyum," pinta Karin
"Umm," dia mengangguk, lalu sebuah senyum manis terlukis dengan jelas di wajah anak itu.
.
.
Kamichama Karin (Chu) by. Koge Donbo
Rate: T
Genre: Romance & Drama
Pairing: Karin Hanazono x Kazune Kujyou
Warning: Gaje, OC, OOC, OOT, EYD, Typo maybe pemilihan diksinya gak menarik, banyak salah, gak nyambung, banyak kata yang hilang, hancur lebur, dll.
.
Happy Reading
.
.
ENJOY
.
.
Karin memacu mobilnya di jalan raya. Di sampingnya kini sedang tertidur pulas seorang anak laki-laki yang kini telah resmi menyandang marganya. Seulas senyum terukir diwajah cantiknya. Namun, senyuman itu luntur seketika saat pikirannya kembali meracau tak karuan karena kejadian beberapa hari yang lalu.
.
FLASH BACK ON
Krieet!
Pintu itu di buka oleh Karin yang menyebabkan bunyi yang berderit.
"Anda memanggil saya?" Tanya Karin sopan
"Ohh, Dr. Hanazono. Akhirnya kau datang juga," sapa pimpinan rumah sakit ternama tempatnya bekerja itu.
"Silahkan duduk," ucapnya halus. Karin pun duduk di depan mejanya.
"Ada apa Pak Kepala?" Tanya Karin sopan
"Dr. Hanazono, dengan ini saya mendapat kabar bahwa salah satu dokter rumah sakit kita harus dipindah tugaskan ke Jepang selama 3 bulan," jelasnya. Karin membulatkan matanya.
"Kami sepakat akan memilih kamu Dr. Hanazono," lanjutnya. Karin melemas. Pikirannya meracau tak karuan. Dia ingin memberi protes sebelum pria paru baya di depannya itu menduluinya.
"Dan saya tidak menerima protes atau semacamnya," lanjutnya lagi yang seakan membaca pikiran Karin. Karin hanya bisa mengangguk pasrah.
"Kalau begitu, saya permisi."
"Ya, silahkan."
END OF FLASH BACK
.
"Haah," dia menghela nafas jenuh. Dia telah merahasiakan hal itu dari Miyon. Bagaimana reaksi Miyon jika dia tahu akan hal ini. Karena terlalu sibuk berpikir, tak disadari bahwa dia sudah sampai di depan apartementnya. Dia menggoyang-goyangkan tubuh anak yang tertidur di sampingnya.
"Suzune, ayo bangun. Kita sudah sampai," ujar Karin lembut.
"Engh~ Kita sudah sampai Eomma?" Tanya Suzune dengan suara cadelnya.
"Iya Suzune. Ayo bangun," ujarnya lembut
"Hmm." Ujar Suzune menggangguk seraya menganggukkan kepalanya yang membuat Karin terkekeh pelan.
"Aku pulaang~" suara Karin menggema di apartemen yang ditinggalinya berdua dengan Miyon
"Selamat datang Ka- ehh? Lho? Kok ada anak kecil? Ahaa! Bukankah dia yang tadi kamu selamatkan?" Tanya Miyon to the point.
"Anyeonghaseo Ajeomma," ujar Suzune
"Hehehe, sekarang dia adalah anakku, aku mengadopsinya," jelas Karin seraya duduk di sofa di samping Suzune.
"Appaaaaaa?" Suara Miyon begitu menggelegar sehingga membuat Karin dan Suzune terpaksa menutup telinganya.
"Ck, berisik Miyon. Tadi aku ingin memberitahumu, tapi kau sudah lebih dulu memutuskan sambungannya," jelas Karin datar, sedangkan Miyon hanya bisa cengar-cengir atas ulahnya sendiri.
"Eomma, Suzune haus," seru Suzune seraya menarik-narik baju ibunya itu. Karin menoleh lalu tersenyum manis ke arah anaknya itu.
"Suzune mau minum apa?" Tanya Karin
"Air putih saja," ujar Suzune riang. Miyon beranjak sofa.
"Biar aku ambilkan," seru Miyon lalu melenggang ke dapur. Dia kembali dengan tiga gelas air putih di atas nampan.
"Terima kasih Ajeomma," ujar Suzune riang lalu meminum setenggak air putih.
"Ano Karin, sebenarnya ada yang aku sembunyikan darimu," ujar Miyon menunduk, berusaha memulai permbicaraan.
"Ada apa Miyon?" Tanya Karin bingung
"Karin, aku dipindah tugaskan ke Jepang," ucap Miyon sepelan mungkin, tapi Karin masih bisa mendengarnya.
BRUUSH!
Karin memuncratkan air yang belum sepenuhnya dia teguk.
"APAA?" Tanya Karin syok
"Maaf Karin, tapi aku tidak bisa menolaknya," Miyon menunduk sehingga wajahnya tertutupi poninya sendiri.
"Dan aku harus berangkat besok," sambungnya lirih. Karin membulatkan matanya.
"Kenapa bisa sama? Aku juga di pindah tugaskan ke Jepang dan besok juga harus berangkat," jelas Karin. Kali ini Miyon yang kaget. Namun, di detik berikutnya dia tersenyum.
"Kalau begitu kita berangkat bersama besok," ucap Miyon. Karin mengangguk setuju.
"Jadi besok kita ke Jepang? Yey! Suzune tidak pernah ke Jepang. Pasti di Jepang sangat menyenangkan," seru Suzune senang
"Hahahaha, sebenarnya kami berdua ini orang Jepang Suzune," jelas Miyon seraya mengacak rambut Suzune.
"Benarkah? Waah, Suzune tidak pernah menyangkanya," seru Suzune gembira.
"Hehehe, dasar Suzune. Oh iya, kalau sudah di Jepang besok, panggil Eomma dengan sebutan Kaa-chan, dan Ajeomma dengan sebutan Ba-chan, oke?" Tanya Karin
"Baiklah Eom-eeh? Maksud Suzune Kaa-chan, hehehe," ujar Suzune
"Hahahaha, dasar Suzune."
.
~At Japan~
Hari yang cerah telah berganti dengan malam yang berhamburan bintang. Pria yang diketahui bernama Kazune Kujyou itu melajukan mobilnya di jalan raya. Rasa lelah menghantui seluruh tubuhnya. Hari sudah menunjukkan jam sembilan malam, sudah memasuki waktu tidurnya.
Dia sampai di sebuah mansion, lalu memarkirkan mobilnya di garasi mansion itu. Lalu dirinya berjalan gontai ke arah pintu utama untuk memasuki tempat peristirahatannya.
"Tadaima," seru pria yang memakai jas formal itu. Dia baru saja pulang dari luar kota. Biasa, urusan bisnis yang ditanganinya.
"Okaeri- eeh? Onii-chan! Kau sudah pulang? Katanya pulangnya besok?" Tanya gadis yang serupa dengan Onii-channya yang baru pulang itu, hanya saja dia memakai bando telinga kelinci.
"Hn," hanya sebuah kata ambigu yang berhasil di dengar gadis telinga kelinci itu. Dia pun mengerucutkan bibirnya kesal.
"Nii-chan, aku kan khawatir padamu! Tapi kau malah seperti itu," ucapnya kesal.
"Hn," lagi-lagi hanya kata ambigu yang dikeluarkan oleh pemuda beriris blue safir menawan itu. Dia beranjak pergi ke kamarnya, mengabaikan saudari kembarnya yang sedang sibuk mengucapkan berbagai jenis sumpah serapah yang ditujukan kepadanya.
"Eeh? Kazune-chan sudah pulang ya?" Tanya Himeka yang sedari tadi asik menontan televisi.
"Hn," sekali lagi, dia hanya mengeluarkan kata ambigu andalannya. Himeka hanya bisa mendesah kecewa.
"Haah, sepertinya Kazune-chan belum bisa melupakan kejadian itu," gumamnya menatap sendu Kazune yang berjalan gontai ke kamarnya.
"Kau benar Himeka-chan, Kazu-nii benar-benar terpuruk," lirih Kazusa
Di kamar, Kazune hanya bisa mendesah kecewa. Pasalnya hasil kerja kerasnya yang diam-diam melacak keberadaan sang mantan kekasihnya lagi-lagi tidak membuahkan hasil. Dia mengacak rambutnya frustasi. Dia sangat sangat frustasi. Dia mendecih kesal jika mengingat penyebab semua ini terjadi gara-gara gadis bermarga Karasuma itu. Tiba-tiba, ponselnya berbunyi, menandakan adanya e-mail masuk
'Sayang, besok aku tidak bisa menemanimu di acara pembukaan taman bermain.
Peluk Cium
Rika Kujyou'
"Baka! Kenapa dia seenaknya memakai margaku!" Umpatnya kesal.
"Hanya Karin yang boleh memakai margaku," lirihnya.
Dia melirik sebuah foto yang terpajang di atas meja. Foto dirinya dengan sang mantan kekasih, walau hatinya tak pernah menerima gelar 'mantan' yang menuntaskan hubungannya dengan kekasih tercinta. Dia mengambil foto itu, membelai foto wajah wanita bersurai brunette yang diikat pony tail, berusaha menyalurkan kerinduan yang amat sangat di hatinya.
Dia berbaring di kasur berukuran king size-nya. Dia berusaha menutup mata, berusaha mengistirahatkan dirinya yang sudah sangat kelelahan. Seraya mendekap foto kenangan yang tersisa, dia pun mulai menjelajahi alam bawah sadarnya.
"Kariin..." Lirihnya tanpa sadar.
.
.
~At Korea~
Pagi hari telah tiba dengan ditandainya sinar matahari yang mulai mengintip di sela-sela pegunungan. Dua orang gadis yang bersahabat baik itu sedang membereskan semua barang barangnya. Sedangkan Suzune hanya bisa memperhatikan mereka berdua seraya sesekali bergumam 'Aku tidak sabar ingin melihat Jepang.'
"Naah, sudah selesai. Suzune, ayo berangkat!" Ujar Karin seraya menggandeng tangan Suzune.
"Umm!" Suzune menganggukkan kepalanya
"Karin, kita akan tinggal satu atap lagi lho~" ujar Miyon senang.
"Hah? Benarkah? Bagus dong," seru Karin tak kalah senangnya dengan Miyon.
"Ayo ke bandara, aku tidak ingin ketinggalan pesawat," ujar Miyon terkekeh. Karin hanya bisa mendengus.
"Terserah kau saja."
.
~SKIP TIME : IN JAPAN~
(Note: Meirin lagi malas nulis, gomen *ojigi*)
.
"Waaah, inikah yang namanya Jepang?" Tanya Suzune riang. Karin hanya bisa terkekeh pelan, sedangkan Miyon hanya bisa tersenyum simpul.
"Karin-chan, aku sudah mendapatkan informasi dari pimpinan di mana tempat kita akan tinggal di Jepang," ujar Miyon menjelaskan. Karin mengangguk mengerti.
"Dan itu mobil dinas milikmu," jelas Miyon seraya menunjuk sebuah mobil sport keluaran terbaru di Jepang. Karin mengadahkan tangannya. Seakan mengerti, Miyon menyerahkan kunci mobilnya.
"Baiklah, ayo kita ke sana!" Seru Suzune semangat.
"Hmm, ayo!"
Mereka bertiga memasuki mobil yang terbilang sangat mewah itu.
"Pasang sabuk pengaman kalian," seru Karin. Mereka pun memasang sabuk pengaman mereka. Dan di detik berikutnya, mobil itu sudah melaju di jalan raya. Beberapa menit kemudian, mereka sudah sampai di sebuah apartemen yang terbilang sangat mewah.
"Kau yakin kita akan tinggal di sini Miyon?" Tanya Karin
"Aku sangat yakin, karena alamatnya cocok dengan yang diberikan padaku," jelas Miyon.
Mereka pun masuk ke apartemen itu. Dan benar saja, itu memang apartemen yang disewakan untuk mereka.
"Benar-benar di luar dugaan, iyakan Suzune?" Tanya Karin kepada Suzune, tapi Suzune tidak berada di sana. Sontak saja Karin dan Miyon langsung panik.
"Suzunee, kau di mana nak?" Teriak Karin mencari Suzune di seluruh apartemen.
"Suzunee," teriak Miyon
"Suzeneee, jawab Kaa-chan Suzune!" Seru Karin sampai dirinya menyadari keberadaan Suzune yang berada di balkon kamar. Karin pun menghela nafas lega.
"Kau sedang apa nak?" Tanya Karin
"Suzune sedang melihat keindahan Jepang. Jepang benar-benar indaah~" seru Suzune tanpa mengalihkan pandangannya. Karin pun mengikuti jalur pandang Suzune. Dengan refleks, Karin mengerti kenapa Suzune begitu terpukau, karena dirinya sedang melihat pemandangan bunga sakura yang sedang bermekaran dengan indah di taman belakang.
"Karin-chan, aku menemukan ini di atas tempat tidur dengan catatan ini," ujar Miyon memperlihatkan tiga lembar tiket taman bermain yang di buka hari ini. Karin membaca catatan itu.
'Aku tau kau pasti jenuh, makanya saya pesankan tiket taman bermain yang di buka bersamaan dengan sampainya kalian berdua di Jepang. Kenapa saya memesankan tiga lembar tiket? Itu karena saya tau ada seorang anggota baru diantara kalian. Alamatnya tertera dibelakang catatan ini.
Selamat bersenang-senang.
Tertanda
Pimpinan'
"Tunggu apa lagi, ayo ke sana," seru Miyon semangat disertai anggukan bersemangat dari Suzune.
"Haah, baiklah. Ayo berangkat," Karin menyambar kunci mobilnya lalu menyusul Miyon dan Suzune yang sudah duluan turun ke bawah. Mereka pun berangkat menuju taman bermain yang baru itu.
.
"Onii-chan! Kau harus pergi sekarang! Kalau terlambat semuanya bisa kacau!" Omel Kazusa kepada kakak semata wayangnya.
"Haah, baiklah. Dasar cerewat," umpatnya kesal yang langsung dihadiahkan tatapan membunuh dari Kazusa. Kazusa pun langsung menaiki mobil dan duduk di sebelah Himeka.
"Sudahlah Kazusa. Kazune-chan mungkin kelelahan," hibur Himeka
"Tapi dia sudah sangat keterlaluan," gerutu Kazusa sebal. Tak lama kemudian, Kazune yang telah kembali memakai jas formal menaiki kursi pengemudi mobil yang sama dengan Himeka dan Kazusa, lalu memacu mobil itu di jalan raya. Beberapa menit kemudian, mereka sudah sampai di tempat pembukaan taman bermain milik perusahaan Kujyou itu.
Karena sudah banyak yang menunggu, Kazune langsung membuka taman bermain itu.
"Dengan ini, saya resmikan Taman Bermain Fantasy ini di buka," Kazune langsung menggunting pita yang dililitkan di pintu masuk. Tepuk tangan pun langsung terdengar. Kazune hanya bisa tersenyum tipis. Lalu taman bermain itu langsung di serbu para pengunjung.
.
Karin, Miyon, dan Suzune baru sampai beberapa menit setelah pembukaan taman bermain. Mereka langsung memarkirkan mobil mereka dan masuk ke taman bermain.
"Waaw, ini benar-benar kereen~" seru Suzune senang.
"Sekarang, ayo bersenang-senang!" Seru Miyon. Mereka langsung memainkan berbagai jenis wahana. Mulai dari roller coaster, bianglala, komedi putar sampai rumah hantu.
"Karin-chan, aku ke toilet sebentar ya," ujar Miyon lalu pergi meninggalkan Karin dan Suzune.
"Suzune, ayo kita beristirahat sebentar," ujar Karin. Suzune hanya mengangguk.
Suzune yang sedari tadi mengekori Karin tiba-tiba terhenti di depan stand penjual gula kapas. Dia menginginkannya. Namun, saat dia ingin memintanya pada Karin, dirinya baru sadar kalau dirinya terpisah dengan Karin.
"Hiks hiks, aku tersesat," lirih Suzune sesugukan
Di tempat Karin, Karin sedang panik sendiri karena tidak menemukan Suzune di belakangnya.
"Suzunee, kau dimana nak?" Teriak Karin mencari Suzune. Karin pun berkeliling mencari Suzune.
Di tempat Kazune, Kazune sedang berkeliling memperhatikan pengunjung yang sedang bersenang-senang. Dia menghela nafas lega. Namun, iris safirnya menangkap seorang anak kecil bersurai blonde yang sedang menangis sesugukan. Kazune mengernyitkan dahi. Jangan-jangan dia tersesat, batin Kazune.
"Kau kenapa anak manis?" Tanya Kazune menghampiri Suzune.
"Aku terpisah dengan Eomma," jelas Suzune
"Eomma?" Ulang Kazune
"Aah, maksudnya Kaa-chan," jelas Suzune
"Naah, biar kucarikan ibumu," ujar Kazune seraya menggandeng tangan Suzune
"Siapa namamu?" Tanya Kazune
"Suzune, hiks," ujar Suzune yang masih sesugukan
"Suzunee? Kau dimana?!" Kazune mendengar seseorang memanggil nama anak yang digandengnya. Kazune langsung mengarahkan pandangannya ke segala arah, berusaha mencari sumber suara.
"Kaa-chan!" Seru Suzune yang langsung melepaskan pegangannya dengan Kazune dan berlari ke arah Karin. Kazune yang membelakangi Karin refleks menoleh. Dia melihat Suzune yang dipeluk erat oleh ibunya hanya bisa tersenyum simpul. Suzune kemudian menarik Karin ke arah Kazune.
"Kaa-chan, paman ini yang sudah membantu Suzune menemukan Kaa-chan," ujar Suzune seraya menunjuk Kazune bekali-kali
"Iya. Arigatou karena sudah menemukan anak-" ucapan Karin terputus begitu melihat wajah orang yang sangat dirindukannya berada di depannya. Iris emeraldnya membola saat melihat Kazune di depan matanya.
"Kazune?!"
"Karin?!"
.
.
TSUZUKU
.
.
Kosa Kata:
- Anyeonghaseo = Salam orang Korea
- Eomma = Ibu / Mama
- Appa = Ayah / Papa
- Ajeomma = Bibi
.
Ini... Fict apa?! *histeris* #lemparmeja #ditabokpemilikmeja
Maaf jika chap ini mengecewakan. Meirin lagi sakit, makanya idenya lagi mentok *digebuk rame-rame*
Meirin begitu terharu melihat banyaknya respon positif dari para readers untuk fict abal Meirin *nangis bombay*
Balas riview dulu XD
Dci: Ini sudah lanjut, sebenarnya Meirin juga gak ikhlas kalau berakhir dengan Kazune x Rika XD *ditabok*
Kazufika: Oke, ini sudah lanjut. Semoga chapter ini juga seru XD Terimakasih atas doanya XD
Inudobutsu: Oke, sudah Meirin lanjut. Semoga chap ini memuaskan.
Guest: Ne, sudah Meirin lanjut. Terima kasih sudah menyukai Fict Meirin ;) Semoga suka XD (PS: lain kali masukkan namanya ya, Meirin bingung mau panggil apa XD)
Yumi Tiffani: Ini sudah lanjut. Ganbatte mo :3
Ryukutari: O-Oke, Meirin gak akan menghapusnya *bergidik* Ini sudah lanjut. Ganbatte mo XD
Guest: Meirin sudah lanjut dan gak jadi Owari, soalnya Meirin juga gimana gitu kalo berakhir dengan Kazune x Rika *ditabok* jangan lupa riview lagi ya XD
TsukiRin Matsushima29: Aah, tidak terima kasih *bergidik* Ini sudah Meirin lanjut, semoga chap ini Nitsuki juga menyukainya X3
Akira Bella-chan: Ini udah Meirin lanjut Bella :3 Terima kasih sudah mau menunggu kelanjutannya, ganbatte mo XD
Hayashi Hana-chan: Ini udah lanjut kok :D Aduuuh, jangan nangis Hana-nee, Meirin gak punya tisu dan permen #plaak Ganbatte mo XD
Vivii: Ini sudah lanjut, semoga Vivi-chan menyukainya ({})
Afrillia: Ini sudah lanjut, semoga kamu menyukainya ;)
Haruka Hitomi: *blushing* benarkah? Meirin baru pertama kali membuat adegan kissu *nosebleed* O-oke, ini tsuzuku *merinding* ini sudah lanjut :D. Kalo latar Korea, Meirin gak bisa banyak-banyak, hanya sekilas saja, gomen. Jin Kuga bakal muncul di chap depan XD Jangan lupa riview lagi :3
Ayu Dinarwati: Oke, sudah Meirin lanjut. Semoga suka XD
Dhldr: Ini sudah lanjut, semoga suka :3
Wulan: Ini sudah lanjut :)
Oke, Meirin tidak bisa berkata-kata lagi. Terima kasih banyak bagi yang sudah membaca fict Meirin. No more, No Bacot!
.
.
RnR Please?!
.
.
Pagaralam, 24 April 2014
