Review!

Ruu Nyan : huwa... Arigatouuu! #sungkem. Hehe, Straight kok. Nggak ada unsur sho-ai nya. Karena tidak suka genre Sho-ai _V. hehe, nanti dipikirkan ya. Arigatou sarannya... :)
Saitou Asuka : hahaha, mungkin dilain cerita.. saya akan membuat genre "panas" (?) hahaha #tawaSeta. Iya nih, typo saya memang bejibun.. Gomen _. OSH!

Misamime :Sankyuuu! #sungkem lagi#. Gomen ne... bikin bingung. Saya akan berusaha lebih baik lagi! :)

: Nggak sama Kagami aja kok. Arigatou! sudah membaca fanfict saya dan me-reviewnya! #sungkem

DON'T LIKE DON'T READ THIS!

GOMENNASAI! #bow

Gomen setelah sekian abad, baru rilis chapter 3-nya.. karena terlalu banyak tekanan dan marabahay yang datang jadi baru bisa nulis fanfiction ini.

AUTHOR

: NoiichiHaruki

CAST

: semua karakter di Kurobas :v

: Keiko Tetsuya as Kuroko's Sister

: Danny Schiffer as Keiko Bestfriend : and other :v

Disclaimer : Tentu saja, si Pak Dhe Fujimaki Tadayoshi :D

-The Day-

(di Bandara)

Keiko terlihat sibuk membawa koper yang jumlahnya tidak sedikit sambil ditemani oleh Danny.

"Are you sure?" tanya Danny saat Keiko berpamitan kepadanya.

"Don't be sad Danny.. " Keiko memeluk Danny sebagai tanda perpisahan mereka. Karena Keiko akan kembali ke kampung halamannya di Jepang.

Danny membalas pelukan Keiko yang mungil itu dengan erat. Seolah-olah Danny tak ingin melepaskan sosok mungil itu dari dekapannya.

"Berjanjilah padaku, jika ada masalah atau apapun hubungi aku!" Kata Danny.

"hai' hai'... Of Course, I do. You're my bestfriend in the world, Danny"

Mendengar kata "bestfriend" dari mulut Keiko membuat hati Danny agak sakit. Karena sesungguhnya Danny ingin dianggap lebih dari itu.

Keiko melepaskan pelukannya dan menatap Danny lekat-lekat

"hahaha, lucu ya.. kok serasa nggak bakal ketemu lagi aja. Tenang kok, aku bakalan main kesini lagi." Canda Keiko diselingi tawa renyahnya, lalu ia melihat jam ditangan kirinya.

"wah! Waktunya berangkat! See you, Danny! Jaga dirimu baik-baik" Keiko mencium pipi Danny dan bergegas menuju pesawat yang akan mengantarnya ke Jepang.

Yang dicium pipinya hanya terdiam dan tangannya menyentuh pipinya yang dicium Keiko tadi. Danny menatap Keiko yang secara perlahan mulai menghilang dari jangkauan penglihatannya.

"dasar.. aku ini memang bodoh. Seharusnya aku memberitahu perasaanku kepada Keiko sebelum dia pergi, huh.. ah" runtuk Danny pada dirinya sendiri.

Keiko masuk ke pesawat yang akan ditumpanginya dan dia mencari-cari tempat duduk yang sudah disediakan.

"110... 110... mana ya? Etto..." Keiko masih mencari tempat duduknya dengan memegangi tas blue ocean kecil miliknya.

Tak lama kemudian, Keiko menemukan tempat duduknya yang ternyata dekat dengan jendela.

"yokatta... akhirnya ketemu juga. Duduk dideket jendela.. beruntungnya aku." Gumam Keiko

Segera Keiko duduk ditempat yang disediakan. Pandangannya menerawang kearah luar jendela. Lalu perlahan.. pikirannya larut dalam imajinasi yang biasa ia lakukan ketika melihat gumpalan-gumpalan awan sehingga ia tak menyadari kalau ada seseorang yang duduk disampingnya.

"Kuso, kalau saja Alex membangunkanku lebih awal.. aku tidak akan terburu-buru begini. Aku hampir saja terlambat pada penerbangan pagi ini." Gumam Kagami.

Kagami menyandarkan punggungnya kekursi dan matanya mulai bergerak melihat apapun yang disekitarnya. Kemudian dia menyadari bahwa disampingnya adalah seorang gadis. Tapi dari bentuk tubuh gadis yang disampingnya itu mungil seperti Kuroko, teman sekaligus partner-nya dalam bermain basket. Kagami tidak peduli. Dia mengeluarkan ponselnya dan mencari nama dikontak ponselnya dengan inisial "K" yaitu Kuroko.

Diketiknya email kepada Kuroko,

'hoi, aku sekarang akan berangkat ke Jepang. Oh ya, ketika pulang nanti bisakah kau membelikanku 10 hamburger? Nanti uangmu akan kuganti'

Setelah mengetik jari Kagami mengklik tombol 'kirim'.

"Maaf, pesawat akan lepas landas. Dimohon untuk mematikan ponsel, TerimaKasih" (entah begini ato ngga kalimatnya di pesawat #plak!)

Ketika mendengarkan itu, Kagami mematikan ponselnya.

Entah mengapa, Kagami menoleh lagi kearah gadis disampingnya yang sedang melamun. Dilihatnya gadis itu dengan cermat. Gadis itu memakai syal putih yang agak tebal melingkari lehernya dan menutup sebagian rambutnya. Tapi... dia teringat seseorang. 'Siapa ya?' pikir Kagami.

'sepertinya aku pernah melihat gadis ini.. duh. Aku mendadak jadi pikun. Apa karena aku lapar ya?' gumam Kagami sambil menggaruk-nggaruk kepalanya yang tidak gatal.

'ahh.. sudahlah. Aku mendengarkan musik saja dari mp3-ku.' Pikir kagami lalu mengambil mp3-nya dari saku celananya.

Tiba-tiba terjadi goncangan kecil karena pesawat yang lepas landas. Keiko yang sedari tadi tenggelam dalam imajinasinya, kepalanya tak sengaja terbentur sandaran kursi yang ada didepannya.

"I...itai..." kata Keiko sambil mengusap dahinya akibat benturan tadi.

Kagami yang tak sengaja melihat kejadian kecil itu, melepaskan headshet-nya dan menanyai keadaan gadis yang disampingnya itu, seketika.. kagami ingat, kalau gadis yang disampingnya adalah..

"hei, kau yang 10 hari lalu menabrakku bukan?" tanya Kagami kearah gadis disampingnya.

Keiko yang mengusap-usap kepalanya kaget setengah mati, ketika tahu kalau laki-laki yang disampingnya sedari tadi adalah laki-laki yang tidak sengaja bertabrakan dengannya 10 hari yang lalu.

Keiko tidak berkata-kata, pikirannya pun berkabut.

'orz... mengapa harus bertemu dengan laki-laki ini lagi.. ah, mau tidak mau aku harus minta maaf kepadanya' pikir Keiko

"a..atashi wa.. sumimasen! Aku tidak sengaja sungguh..maaf, aku langsung lari tanpa meminta maaf kepadamu saat itu" Keiko langsung menundukkan kepalanya.

Kagami langsung kaget melihat reaksi Keiko barusan. Sehingga membuatnya tidak enak hati. Terang saja, dia tidak pandai dalam urusan menangani perempuan. Tidak seperti Aomine.

"daijoubu, aku juga minta maaf. Sudah, jangan menunduk seperti itu terus, kalau orang lain melihat ini bagaimana? Aduh. Sudah.." balas kagami agak panik sambil menepuk pundak Keiko.

Ketika keiko mengangkat wajahnya,

"Ku.. Kuroko? Tunggu, Oh tidak. mungkin sekarang aku berhalusinasi. Tolong cubit tanganku. Tidak mungkin aku melihat Kuroko versi perempuan disini" kata kagami sambil memegangi kepalanya.

Kagami merasa dia sedang bermimpi, 'ini mimpi kaaan?!'

Keiko yang polos itu langsung mencubit tangan Kagami atas permintaan si pemilik tangan itu.

"arrg!"

"tidak perlu keras-keras mencubitnya!"

"katamu aku harus mencubitmu, bukan? Jadi aku cubit saja." Balas Keiko polos.

"tapi.. tunggu, aku mendengarmu tadi mengucap nama 'kuroko', ya kan?" tanya Keiko

"iya benar. Kau memang mirip sekali dengannya. Kalau mereka tau ada kuroko versi perempuan, mereka pasti akan merecokiku dan membunuhku" jawab Kagami yang diakhir kalimatnya tidak dimengerti Keiko.

'mereka? Mereka siapa?' gumam Keiko

"Apa maksudmu.. Kuroko Tetsuya?" Tanya Keiko lagi kepada Kagami

"Tunggu, memangnya kau mengenal kuroko?" tanya Kagami balik.

'oh... jangan-jangan dia kenal Kuroko-chan? Beruntung sekali!' pikir keiko.

"Hajimemashite, atashi wa.. Keiko Tetsuya, desu.. yoroshiku.." Keiko memperkenalkan dirinya dengan mengulurkan tangannya kearah Kagami yang bengong mendengar namanya.

"Tetsuya? Keiko Tetsuya?! A.. aku Kagami. Kagami Taiga, yo-yoroshiku yo" balas Kagami sambil menjabat tangan Keiko.

"aku ini adiknya Kuroko-chan." Lanjut keiko sambil tersenyum lembut.

'URRG... mengapa dia tersenyum seperti itu. Taiga, sadar...'

"ada apa Kagami-san?" Keiko bingung melihat reaksi Kagami yang saat ini bengong melihat dirinya.

"o-oh. Tidak. Aku tidak apa-apa. Tapi, apa kau memang benar adiknya Kuroko?" tanya kagami lagi

"iya, Kagami-san. Hidoi .. apa kau tidak percaya? " raut muka Keiko berubah sekejap.

"ee.. ee.. tidak. Aku tidak bermaksud seperti itu. Maafkan aku. Jadi hentikan raut mukamu yang gelap itu. Kau memang mirip dengannya." Kata Kagami menenangkan Keiko yang berubah muram.

"mirip? Benarkah?" raut muka Keiko berubah ceria dengan cepat.

'dasar perempuan. Sedikit muram, sedikit ceria. Cepat sekali perubahannya.. aku tidak mengerti perempuan sama sekali..' gumam Kagami sambil melihat reaksi Keiko

"iya. Oh iya, aku mau bertanya kepadamu, Keiko"

"tanya apa Kagami-san?"

"tempo hari, aku tak sengaja memergoki seorang perempuan berambut blue ocean menatapku. Apa itu jangan-jangan kau?"

"arg... i-iya. Gomenasai.."

"haha, sudahlah tak perlu minta maaf."

"habisnya, aku sangat suka basket. Jadi waktu di amerika, aku dan temanku selalu melihat basket jalanan. Tapi aku baru bertemu pertama kalinya denganmu. Caramu bermain.. Ops! Tidak jadi" Keiko sadar dia terlalu banyak bicara kepada orang yang baru ditemuinya. Bukan. Maksudnya, tidak sengaja ditemuinya dalam momen-momen yang unik.

Kagami penasaran dengan kalimat Keiko yang terpotong barusan.

"hei, lanjutkan saja. Aku tak akan marah."

"... "

"ah.. tidak jadi. Apa Kagami-san kenal dengan Kuroko-chan?"

"tentu saja."

Merekapun larut dalam pembicaraan yang arahnya kesana-kemari. Hingga mereka memutuskan untuk istirahat dan tidur hingga sampai di Jepang.

Di Jepang

Pagi ini, Momoi sedang berlarian kesana kemari. Dia terlihat sibuk bercampur bingung.

'Aduuh... bagaimana ini? Bisa-bisa Tetsuya-kun kecewa padaku ' gumam Momoi.

"Tapi.. aku harus jujur pada Tetsuya-kun sekarang. Aku harus menelfonnya!" Kata Momoi pada dirinya sendiri.

"tuut... tuuut.."

"Oi, Kuroko. Ponselmu dan itu menggangguku. Cepat angkat." Kata Midorima yang saat itu sedang men-tapping jemarinya.

"Sumimasen, Midorima-kun". Kuroko yang barusan mandi langsung mengangkat ponselnya.

"Moshi-moshi.."

"Tet..Tetsuya-kuun...!"

"Momoi-san? Nani ?"

"Sebelumnya aku minta maaf.. ano.."

"Minta maaf?", Kuroko membeo perkataan Momoi. Sehingga Midorima tidak sengaja mendengarkan perkataan Kuroko. 'Momoi minta maaf?' pikir Midorima.

"Sepertinya untuk seminggu ini, apartemenku sedang diperbaiki karena ada 'sesuatu'. Aku akan menginap sementara ditempat tinggal sepupuku. Jadi.. bagaimana ini Tetsuya-kun? Keiko akan tinggal dimana?" Jelas Momoi panjang lebar

"..." Kuroko tidak merespon. Terkejut. Ya, dia terlalu shock mendengar ini karena dalam beberapa jam lagi, Keiko akan sampai ke Jepang dan tidak ada tempat tinggal untuknya sementara.

"Tet-tetsuya – kun? Sumimasen!"

"... Daijoubu Momoi-san. Jangan terlalu memikirkan hal ini, biar aku saja. Kalau begitu, Arigatou telah menghubungiku. Jaa ne". Kuroko langsung menutup ponselnya tanpa menunggu jawaban dari Momoi.

"aduh. Bagaimana ini?" Tanya Kuroko pada dirinya sendiri.

"apanya yang bagaimana?" Tanya Midorima balik.

"Kurasa.. Keiko tidak bisa tinggal di apartemen Momoi."

"kenapa?" tanya Midorima

"Apartemennya diperbaiki selama seminggu. Dan juga... kurang beberapa jam lagi Keiko akan sampai di Jepang" Jawab Kuroko sambil meremas rambutnya. Frustasi.

"Kurasa kau harus kembali ke rencana awal"

"hmm.. benar. Aku harus bicara pada Akashi-kun sekarang. TerimaKasih, Midorima-kun" kata Kuroko setengah berlari meninggalkan Midorima dengan muka tsundere-nya.

"Te-terima kasih? Buat apa? Baaka"

Di Dapur

Kuroko mendapati Akashi yang sedang minum air didapur.

"Akashi-kun.."

"ada apa?" tanya Akashi

"aku meminta izinmu. Bisakah Keiko tinggal disini selama seminggu?" Kuroko memohon pada Akashi.

Apakah Akashi akan mengizinkan Kuroko?

Apakah Kagami jatuh cinta pada Keiko?

Apakah.. apakah.. apakah.. #djfnajlnl (disumpal)

Haha, tunggu chapter brikutnya!

Dan juga.. minta pendapat nih, kira-kira.. menurut kalian, siapa aja anggota GoM yang suka sama Keiko? Huohoho... karena ini sangat membantu _