The Allure Of Tears

Disclaimer : Bleach by Tite Kubo

The Allure Of Tears by Silver Hau, Skipper Cheng, Barbara Wong Chun-Chun, Lawrence Cheng Tan-Shui

Rate : T

Genre : Angst/Romance


Catatan author :

Sebenernya the allure of tears itu salah satu film hongkong yang author suka. Maksudnya nulis cerita ini, author pengen yang meranin cerita ini , pairing – pairing kesukaan author.


Story 3 (GrimmUlqui)

Grimmjow POV

Namaku grimmjow Jaegerjaques. Aku paling menyukai hujan. Entah sejak kapan ? mungkin sejak bertemu dengannya. Semua yang terjadi saat hujan terasa begitu indah.

End Grimmjow POV

Flashback 6 bulan lalu

Saat itu grimmjow sedang bekerja sebagai tenaga pengangkut galon air mineral. Saat itu setelah hujan jalan jadi agak licin. Karena tidak hati-hati grimmjow terpeleset dan menjatuhkan galon air mineral itu ke lapak salah satu pedagang aksesoris.

" Astaga, apa yang kau lakukan ?" Tanya penjual itu. Dia adalah seorang pria bertubuh ramping, berkulit putih, dan tidak terlalu tinggi.

"Ahh maafkan aku. Aku sungguh tidak sengaja " grimmjow meminta maaf.

" kau harus bertanggung jawab, kau harus bantu mengeringkan daganganku. " kata orang itu.

" baiklah. " grimmjow pun terjebak di lapak itu. Tapi dia tidak merasa keberatan. Sambil mengipasi dagangannya supaya cepat kering. Grimmjow diam-diam mencuri pandang pada orang itu. Jujur saja, dia sangat manis. Grimmjow sampai tersenyum – senyum sendiri memandanginya.

" hei, kau sudah boleh pergi. Terima kasih. "

" kau tidak perlu berterima kasih. Ini kan salahku. Ngomong – ngomong, aku grimmjow jaegerjaques. Kau ? " grimmjow mengulurkan tangannya.

" ulquiorra schiffer. " ulqui menyambut tangan grimmjow.

Kemudian ulquiorra merapikan dagangannya karena sudah sore. Tak disangka grimmjow ikut membantunya.

" kau tidak perlu melakukannya, aku kan sudah bilang kau boleh pergi."

" tak apa, sebagai permintaan maafku. Biar sekalian aku membawakan barang daganganmu sambil mengantarmu pulang. "

" kau yakin ? "

" yaa. "

Grimmjow pun mengantar ulqui ke rumahnya. Dia tinggal di sebuah rumah susun.

" terima kasih. "

" sama-sama. "

" uhm. Tasku "

" iya? "

" tasku . . "

" e . . eh ini. Hehhe "

" sampai jumpa"

" ya, sampai jumpa. "

Ulqui menutup pintunya. Tapi, grimmjow belum pergi. Dia menempelkan telinganya ke pintu kamar ulqui. Ternyata, ulqui juga melakukan hal yang sama.

" besok ada film yang ingin ku tonton. Film itu tayang jam 5 sore. "ulqui berkata dari balik pintu

" eh . . etto . . uhm kalau begitu besok jam 5 sore. "

" ya, kutunggu di tempat ku berdagang tadi. "

Grimmjow pergi dengan wajah yang sumringah.

Keesokkan harinya grimmjow menemui ulqui di tempatnya berdagang. Dia ikut membantu ulqui memebereskan barang dagangannya. Setelah mereka menyimpan barang dagangan ulqui ke rumahnya. Mereka pergi ke bioskop yang mereka tuju. Namun, sayangnya film yang ingin ulqui tonton tiketnya sudah habis. Grimmjow yang sudah mengenal tempat itu, mengajak ulqui menyelinap ke bagian proyeksi. Seperti biasa kakek penjaga bagian proyeksi itu tengah tertidur. Mereka pun menonton dari sana. Grimmjow ingin merangkul ulqui. Tapi tiba-tiba ulqui menggaruk telinganya. Sehingga, grimmjow tidak jadi merangkulnya.

End Of Flashback

Sekarang, grimmjow dan ulqui tinggal di rumah susun ulqui. Ulqui mempunyai cita-cita, dia ingin pergi ke las noches yang sering di sebut sebagai cermin surga. Mereka menabung untuk bisa pergi ke las noches. Setiap grimmjow pulang kerja ulqui akan menagih uang grimmjow untuk di tabung ke dalam sebuah kotak kaleng. Begitu juga ulqui sebagian hasil dagangannya di simpan ke dalam kaleng besi itu.

Sampai suatu ketika, grimmjow mengalami kecelakaan. Truk muatan yang ia kendarai tabrakan. Ulqui mengambil tabungan mereka untuk membiayai pengobatan grimmjow.

" ulqui, maafkan aku. Kau jadi harus menunda lebih lama untuk pergi ke las noches. " ucap grimmjow menyesal.

" jangan konyol, kau lebih penting dari pada keinginanku itu. "

" tapi . . "

" sudah grimmjow. Aku sungguh tak apa – apa. " ulqui menenangkan grimm.

Tiba-tiba suara gedoran pintu terdengar sangat keras. Seperti tidak sabar.

" iya, tunggu sebentar. "

Saat pintu terbuka, mereka yang tadi menggedor pintu langsung mendorong ulqui hingga ulqui jatuh tersungkur.

" mau apa kalian ?"

" kami ingin menagih ganti rugi atas mobil yang kau rusak. "

" tapi aku sudah menggantinya !"

" itu tidak cukup tau ! "

Mereka pun memukuli grimmjow. Tidak peduli keadaan grimmjow yang tangannya masih di gips. Mereka terus menendang grimmjow dengan kasar.

*KLONTANG* ulqui melempar kaleng yang berisi tabungannya dan grimmjow.

" kurasa itu cukup untuk mengganti kerugiannya. "

" nah, begini kan lebih baik. "

Mereka membuka kaleng itu dan mengambil uangnya.

" kami tidak butuh recehan "

Mereka melempar kaleng beserta uang receh yang ada di dalamnya.

" hei ! kembalikan ! "

" jangan di kejar . . biarkan saja . . " ucap ulqui sambil menunduk.

" u . . ulqui . "

" a . . aku . . aku tidak ingin hidup begini. Kau . . kau pergilah . . aku tidak ingin hidup begini denganmu . . aku terbiasa hidup sendiri . . tanpamu pun aku bisa . . "

" u . . ulqui . . aku . . "

" hiks . . sebelum kau datangpun aku sudah sendiri. Hiks . . hiks. .. jadi tidak perlu memikirkanku. "

Grimmjow memeluk ulqui

" hiks . . hiks . . kau pergilah ke kota . . berusahalah . . hiks hiks . . tiga tahun lagi . . kau harus kembali lagi . . tidak perduli kau jadi apa . . kau harus kembali . . "

" ya ulqui . . aku akan berjuang untuk sukses . . dan tiga tahun lagi aku akan kembali kesini . . menjemputmu . . " grimmjow memeluk ulqui erat.

" hiks . . berjanjilah . . hiks hiks tiga tahun lagi kau pasti kembali. "

Keesokkan harinya, ulqui mengantarkan grimmjow ke terminal bis. Ulqui memakaikan grimmjow sebuah jam tangan.

" aku sengaja membeli jam ini. Jam ini akan berbunyi tiga kali sehari untuk mengingatkanmu makan. Kau jangan sampai telat makan. Begitu jam ini berbunyi kau harus segera makan. "

" hemp . . aku pasti akan melakukannya. . kau berjanjilah untuk menungguku."

Ulqui menganggukkan kepalanya. Grimmjow pun berangkat.

Grimmjow POV

Aku baru sampai di Tokyo. Jam ini berbunyi untuk pertama kalinya. Aku langsung memakan roti yang baru ku beli tadi. Untuk sementara aku akan menginap di terminal ini dulu. Besok aku akan langsung mencari pekerjaan.

End Of Grimmjow POV

Grimmjow bekerja pada sebuah proyek bangunan. Dia menjadi kuli. Mengangkut batu bata. Dia tinggal di mess khusus. Setiap dia mendapat upah dia akan menyimpan sebagian upahnya pada sebuah kaleng besi, sama seprti saat dia bersama ulqui dulu. Sampai suatu hari saat ia akan menyimpan uang di kotak kalengnya, kotaknya tidak ada. Dia sudah mencari di setiap tempat. Tetap tidak ada.

" hei ! kalian ada yang melihat kotak besi disini ?"

" tidak, kotak besi yang mana? "

" yang biasa kusimpan disini. "

" tidak, kami tidak tau. "

" kalian ! pasti kalian yang mengambilnya kan ?! kalian mengambil uangku ! "

Grimmjow yang kehilangan kesabarannya memukul orang – orang itu. Hingga sang bos datang. Grimmjow di usir. Grimmjow ingin menelepon ulquiorra tapi tidak di angkat. Masih dengan telepon di genggamanya grimmjow menunduk dan menangis.

" kenapa kau tidak mengangkat teleponnya "

Ternyata ulqui mengangkat teleponnya, namun grimm tidak menyadarinya.

" Grimm ? "

" aku hanya ingin mendengar suaramu. " grimmjow masih menangis tidak menyadari kalau ulqui mendengarnya.

" grimm . . hiks . . hiks . . grimm . . "

" aku di pecat . . mereka mencuri uangku . . " masih berbicara tanpa tau ulqui mendengarnya.

" grimm . . hiks . . aku mendengarmu . . hiks . . grimm "

Grimmjow mematikan teleponnya. Tanpa tau bahwa tadi ulqui mendengar tangisannya.

Meskipun, merasa ulqui tidak meresponya. Grimmjow tetap mencintai ulqui. Dia akhirnya mendapat pekerjaan baru, sebagai supir. Disana dia diperlakukan dengan lebih baik. Dia diajari bahasa asing. Dia pun di biayai mengikuti sekolah terbuka.

Tiga tahun kemudian

Grimmjow POV

Sampai saat ini aku masih menyukai hujan. Aku sangat menyukai hujan, sampai aku meneliti kandungan air hujan, kenapa sampai bisa membuatku bahagia. Karena penelitianku itupun aku bisa seperti sekarang.

" Bos, tiket yang anda pesan sudah siap. "

" ahh, terima kasih nel. "

" dia pasti sangat beruntung, memiliki kekasih seperti anda "

" justru aku yang beruntung memilikinya. Dia yang memberiku kekuatan hingga mampu seperti ini. "

End of Grimmjow POV

Seorang pria, sedang mengejar seekor kucing yang berlari masuk ke sebuah kamar.

" Nyan-Nyan. Kau nakal sekali sih. " pria itu berhasil menangkap si kucing. Tapi dia langsung kaget. Melihat sosok tinggi, tegap, berkemeja putih dengan celana bahan hitam berdiri membelakanginya di balkon kamar rumah susunnya.

Ulqui menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Kemudian pria yang berdiri di balkon itu berbalik.

" Merindukanku, ulqui ? "

" Grimm . . ini benar kau ? "

" tentu saja. Memang siapa lagi ? "

Kemudian ulqui langsung memeluknya. Memeluknya dengan sangat erat, seolah tak ingin melepasnya lagi.

" hiks . . kupikir . . hiks . . kupikir kau tidak akan kembali . . hiks . . hiks . . kupikir kau sudah melupakanku . . melupakan . . hiks . . janjiimu. "

" bagaimana mungkin aku melupakanmu. Kau tujuan hidupku. Kau tujuanku hingga aku sampai pada titik ini. "

Satu bulan kemudian

Disebuah taman tempat di adakannya sebuah konser amal. Ulqui berdiri dalam barisan antrian untuk meminta tanda tangan seorang violis terkenal yang baru saja kembali muncul, Kira Izuru.

" Grimm kemana sih " kata ulqui sambil melihat jam.

Grimm mengendap-ngendap sambil membawa teman-temannya. Salah satu temannya membawa handycam, merekamnya.

" Dor ! " grimm mengagetkan ulqui

" EH ! ih grimmjow apa-apaan sih. " ulqui yang kaget memarahi grimmjow namun saat menyadari kehadiran teman-teman grimmjow yang membawa handicam dia bertanya

" ada apa ini grimm ? "

Tiba – tiba grimm berlutut dengan satu kaki di tekuk, dan kaki lainnya menopang tubuhnya. Ulqui membelalakan matanya sambil menutup mulutnya.

" ulqui . . kau tau . . kau adalah tujuan hidupku . . kau yang menjadi alasanku untuk menjadi lebih baik . . tak ada alas an bagiku untuk mencari yang lain lagi . . jadi . . Ulquiorra Schiffer, will you marry me ? "

Ulqui yang kaget sekaligus bahagia, hanya meneteskan airmatanya. Kemudian ia mengangguk sebagai jawaban ya. Grimmjow memakaikan cincinnya pada ulqui. Grimmjow memeluk ulqui sangat erat. Ulqui membalas pelukannya.

Saat ini, ulqui dan grimmjow baru pulang mencoba pakaian pengantin mereka. Ulqui terlihat sangat bahagia. Grimmjow hanya tersenyum melihat wajah berseri-seri ulqui. Kemudian saat mereka melewati sebuah jalan sempit. Dua orang penjahat menghadang mereka. Grimmjow dipukuli hingga pingsan.

" hentikan ! inikan yang kalian mau ! ambilah ! " ulqui memberikan kalungnya dan dompetnya.

Tapi para penjahat itu, melihat cincin ulqui. Mereka berusaha merebutnya. Namun, ulqui mempertahankannya.

" jangan cincinnya. Ambil saja semuanya, asal jangan cincinnya. " ulqui masih mempertahankan cincinnya. Hingga salah satu penjahat menusuk perutnya.

" AAAARGH ! " ulqui berteriak. Para penjahat yang panic melarikan diri sambil membawa cincin dan barang rampokan mereka yang lainnya. Ulqui memanggil Grimmjow yang tergeletak tak berdaya.

" Griim . . Grimmjow . . Ghh . . Griim . . " lirih ulqui, hingga pandangannya mulai kabur dan ia akhirnya menutup matanya.

Grimmjow yang sadar dari pingsannya, melihat ulqui tergeletak, tubuhnya basah kuyup, darahnya pun tersapu hujan. Grimm segera menghampiri ulqui dan memangkunya.

" Ulqui ! Bangunlah ! Kumohon jangan tinggalakan aku ! " grimmjow memeluk ulqui sambil menangis. Grimmjow segera memanggil ambulans. Ulqui dilarikan ke rumah sakit.

Di sebuah gereja, terdapat rombongan orang menghadiri pesta pernikahan. Namun, suasananya berkabung. Mempelai yang seharusnya menikah hari ini, kini terbaring didalam sebuah peti, mengenakan tuksedo berwarna putih. Matanya tertutup.

" Ulqui . . " grimmjow menangis sambil memasangkan cincin pada jari manis ulqui.

" Grimm . . jangan bersedih . . aku sekarang berada di cermin surga yang sesungguhnya . . aku bahagia . . meskipun tidak sempat mengikat janji denganmu . . aku bahagia sempat mendampingimu . . aku akan menunggumu . . disini . . di cermin surga yang sesungguhnya. "

Tamat


It's really the ending !

Gomenasai kalau ceritanya ga bagus.

Dan Arigato buat yang nyempetin buat baca fanfict ini.