A/N: fic ini adalah fic pertama saya setelah sekian lama berkelana sebagai reader di FFn jadi author memutuskan membuat sebuah fic, jadi mohon dimaklumi jika ada kesalahan. Dalam fic ini author coba menggunakan bahasa ambon. Karena selama ini author berkelana sebagai reader di FFn terdapat banyak fic berbahasa daerah. Jadi kenapa skalian di coba saja. Jika da yang flame silahkan asalkan yang membangun tentang cara penulisan author

DESCLAIMER: not mine

Genre: humor, friendship

Warnning:

AU, dialog menggunakan logat ambon, typo, dll

"Wuhuuuu, wuhuuuu"teriak seorang bocah pirang jabrik berumur sekitar sepuluh tahun A.K.A Naruto Namikaze yang sedang bermain ayunan dengan riangnya di belakang rumahnya. Taklama kemudian datanglah seorang bocah berambut coklat dan memiliki tato segitiga merah terbalik di kedua pipinya A.K.A Kiba Inazuka. Kiba dan naruto adakah tetangga dekat juga teman sekolah di sekolah yang sama. Namun ada sesuatu yang lain dari Kiba, wajah terlihat ada beberapa lebam menempel disitu.

"naru" kiba mencoba memanggil sang Namikaze muda yang tengah bermain ayunan dengan asiknya. "naru" merasa panggilannya tadi tak di tanggapi kiba mencoba memanggil naruto kembali dan berhasil, kali naruto mersponnya.

"sapa?" tanya naruto pelan namun dapat di dengar oleh kiba. "se su seng kanal beta lai?"bukannya menjawab kiba malah bertanya kembali.

"se kanapa muka bagitu?" tanya naruto setelah melihat wajah kiba.

"bet... bet mo curhat ini... hikss" kiba pun mulai menangis dan di ikuti naruto.

"se.. hiks.. kanapa..hiks ... manangis" tanya kiba heran melihat naruto ikut menagis. "barang ose manangis .. hiks.. la beta jua bantu ose manangis to, bodoh nih.. hiks" jawab naruto masih tetap menangis.

Beberapa saat kemudian kedua bocah itu sudah kembali diam. "kanapa se muka bagitu?" tanya naruto masih penasaran dengan wajah kiba. "sebenarnya- beta su- beta su ambe akang- padahal- beta mama- beta sang jadi ambe akang" jawab kiba terbata-bata.

"ambe apa? Plis, jang buat beta penasaran" ucap naruto tak mengerti dengan kata-kata kiba. "beta dapa pukul, naru" jawab kiba. "iyo tau, tapi kanapa se dapa pukul?" tanya naruto. "beta dapa pukul gara-gara..." kiba menciba menggantung kata-katanya. "gara-gara beta nilai rapor mera samua, la kira beta mama pukul beta deng ada di muka, mo wajan pele wajan dapa, mo meja pele meja dapa, sampe katong pung anjing piara ada tu antua ambe la pukul beta" jawab kiba sambil kembali menagis dan kembali di ikuti naruto.

"ini akang nama KCRT" ucap kiba di sela tangisannya. "apa itu?" tanya naruto tak mengerti dengan yang di uapkan kiba. "KDRT beta kira KCRT" koreksi kiba.

"KDRT. Ose memang paleng bodo, kalau mama pukul bagitu ose musti tangkis" jelas naruto pada kiba. "biar lai antua masi inga antua pu taekwondo dolo-dolo, beta tangkis atas bawa maso, bata tangkis atas bawa atas maso" terang kiba.

"ado ose luar sa su ancor bagini apa lai dalam" ujar naruto Sambil ketawa. "ancor" ujar kiba. "ose ni rusak dalam kapa e?" tanya naruto mencoba memperjelas maksud kiba. "manara dalam su seng ada lai" jawab kiba.

"beta bilang par ose beta mama pukulan kuat, satiap hari antua pukul besi sampe antua pung tangan-tangan bangka" jelas kiba.

"sapa.."

"beta mama"

"tanya.."

"ose eksen deng mama pung pukulan kuat, makanya ose harus tau akang tps n trik biar jang ancur bagini" kata naruto. "barang ose balom kasi tunju ose pu rapor par ose mama" tanya kiba. "balom beta tunggu taiming yang tepat baru beta kasih tau beta mama deng papa" jelas naruto.

"la taiming sua ada ka balom"

"suda karna ose paksa akang makanya akang suadah ini"

TBC

Ini masih contohnya saja jika nanti banyak yang suka nanti di pernjang.

Thanks,