Proudly Present by Ohmydeer.

Tittle : TOUCH

Pairing : Oh Sehun – Xi Luhan

Another : Wu Yifan (Kris) – Zhang Yixing (Lay) – Kim Min Seok (Xiumin) – Kim Jongin (Kai)

.

.

.

Special for HUNHAN BUBBLETEA COUPLE EVENT kkkkk

.

.

.

Chapter 2

Pagi ini seperti pagi-pagi biasanya. bangun pagi, sarapan, mandi, menganggu Xiumin dan berangkat ke kampus. Ughh monoton, tapi yeah, Luhan sudah hampir menjalankan 2 tahun nya ini dengan hal seperti itu semenjak pindah ke Korea. tidak ada yang special akhir-akhir ini. terkadang, Luhan sangat iri melihat sepasang kekasih yang berjalan di depan nya. terkadang juga dia tiba-tiba mengingat Kai. ishh tapi Luhan langsung memasang wajah masam sambil menggelengkan kepala,

"Untuk apa aku mengingat anak itu"—gumam nya secara tidak sadar.

Hari ini Luhan berangkat dengan bus. Xiumin tidak bisa masuk karna harus ke rumah sakit untuk menemani Chen—kekasihnya—yang baru saja terkena gejala penyakit thypus. Jadi Luhan hanya sendirian dan Jika dia naik bus, itu tandanya ia harus pergi lebih pagi agar bus nya tidak penuh. Ingat kan kalau Luhan tidak suka disentuh? Suasana bus yang ramai sama dengan berdempetan, dan berdempetan sama dengan bersentuhan. Ughh—Luhan tidak mau ambil resiko itu.

Luhan duduk di halte bus seorang diri, Luhan ada kelas pagi jam 7 dan sekarang baru pukul 5 lewat 36 menit, Luhan terlalu pagi. Beberapa saat kemudian, ada seorang pria tinggi berkulit putih lebih kearah albino yang berdiri di halte itu juga. Luhan yang tengah duduk hanya diam saja melihat orang yang baru datang itu. Luhan memainkan ponsel nya sambil menunggu bus tiba. entah karena dia yang terlalu percaya diri atau apa, namun Luhan merasakan jika pria itu sedang memperhatikan nya. Luhan duduk resah, lalu mencoba melirik orang yang tengah berdiri tidak jauh dari duduk nya.

Orang itu tidak memperhatikan mu, Lu.

Oke, berarti Luhan hanya terlalu percaya diri. Luhan menggelengkan kepala nya—mengusir pikiran negative tersebut

Tidak sampai lima menit kemudian, bus yang Luhan dan orang itu tunggu sudah tiba. tepat sekali, Luhan tersenyum, bus nya masih sepi.

Luhan tersenyum kearah sang supir setelah memasukan kartu bus nya dan membayar dengan beberapa recehan yang ada di saku nya. Luhan langsung berjalan ke tempat duduk di bagian tengah—tempat favorite nya. ohiya, omong-omong, orang berkulit putih tadi masuk duluan dan duduk di tempat duduk paling belakang—yeah, sekedar memberitahu saja.

Luhan langsung memasang earphone nya sembari memperhatikan jendela bus. Suasana pagi hari memang mampu menaikkan mood, apalagi dengan udara segar nya seperti hari ini. tanpa sadar, Luhan tersenyum.

Dan Luhan sebenarnya tidak sadar jika ada oranglain yang sedang tersenyum juga saat melihat nya tersenyum.

.

.

.

.

"Lu, ayo temani aku ke perpustakaan", ajak Lay sambil mencolek bahu Luhan. jika saja Luhan tidak tahu siapa yang mencolek nya, mungkin ia sudah menjerit sekarang. tapi itu tidak mungkin, secara yang memanggilnya adalah Lay—teman sekelas yang merangkap menjadi sahabat nya.

Luhan meletakkan kembali kepala nya diatas meja, berusaha mencari tempat senyaman mungkin untuk tidur. Lay duduk diatas meja yang ada sebelah Luhan.

"Aku mengantuk Lay", gumam Luhan yang masih bisa terdengar oleh Lay

Lay menggelengkan kepala nya, "Sudah ku bilang untuk tidak bergadang menonton pertandingan sepak bola. Ishh kau ini", gerutu Lay seperti sang ibu.

Luhan memandang malas wajah Lay sambil masih meletakkan wajah nya di meja, "Baiklah, princess. Ayo ke perpustakaan", setelah itu Luhan bangun dan meninggalkan Lay yang masih duduk bingung.

Luhan itu memiliki mood yang susah di tebak. Tapi bukan itu yang sedang Lay fikirkan.

"Princess?", gumam Lay sambil menunjuk wajah nya sendiri. "Cih, bahkan dia tidak bercermin terlebih dahulu sebelum memanggilku Princess", Lay pun mengejar Luhan yang sudah jauh dari nya.

.

.

.

.

Luhan fikir, pindah ke perpustakaan akan membuat dirinya mampu tidur dengan nyaman. sengaja dia memilih tempat duduk paling pojok ruangan agar bisa menemani Lay yang tengah membaca buku tebal sambil ia tertidur disamping Lay. Namun, itu jauh dari apa yang ia fikirkan. Bayangkan saja, dia menjadi bahan gossip anak kelas semester satu. Cih, berani sekali mereka. anak-anak bodoh itu membicarakan topik gossip mereka didepan orang nya langsung.

Dan ternyata topik nya bukan hanya tentang Luhan, namun Kris. pria keturunan Kanada-China itu pun menjadi bahan obrolan mereka.

"Sudahlah, tidak usah memandang mereka seperti itu, Lu", ucap Lay tanpa menolehkan wajah nya untuk sekedar melihat ekspresi geram seorang Xi Luhan. Luhan tau, wajahnya pasti sudah merah menahan kesal sekarang. untung saja mereka wanita, Luhan akan dikatai pengecut jika membentak wanita wanita itu.

"Mereka membicarakan hal yang tidak tidak tentang aku dan Kris, Lay", ucap Luhan pelan namun penuh penekanan—dia ingat jika ini perpustakaan, tandanya tidak boleh berisik.

Lay mengangkat wajah nya dan menatap wajah merah Luhan. "Mereka tidak tahu yang sebenarnya Lu, tenang lah dan kembali tidur saja. kau membawa earphone? Pakai saja agar telinga mu tidak panas", usulnya sambil tersenyum menenangkan.

Luhan mengikuti saran Lay, memasang lagu seberisik mungkin agar telinga nya tidak mendengar gossip itu lagi dan mencoba tidur kembali.

Lay menggeleng maklum dengan tingkah Luhan. sahabatnya yang satu itu memang sangat sensitive sekali. baru saja Lay ingin membaca buku tebal nya lagi, tiba-tiba seseorang duduk dihadapan nya—berhubungan Lay dan Luhan duduk bersebelahan. Sambil memakan permen lollipop nya orang itu tersenyum.

"Hai, Lay", sapa nya ramah

Lay tersenyum seramah mungkin, "Hai, Kris"

Kris—yang sedang memakan permen tadi, langsung menunjuk tubuh Luhan yang sedang tidur menatap arah berlawanan dengan jari telunjuk nya, wajah Kris terlhat bingung campur penasaran.

Lay mengerti, "Oh, dia sedang dalam mood buruk. ada gossip lagi tentang kalian", Lay mengangkat bahu nya

"Siapa lagi?", tanya Kris yang setengah kesal juga

Lay menunjuk menggunakan dagu nya mengarah pada empat wanita yang sedang duduk tidak jauh dari mereka. suara obrolan mereka bisa terdengar karna suasana perpustakaan yang sepi ini. Kris melirik sebentar dan mencoba mendengarkan apa yang mereka bicarakan. Lay sendiri lebih memilih membaca bukunya lagi.

"Tuhkan apa ku bilang, Kris sunbae dan Luhan sunbae memang memiliki hubungan, makanya itu mereka selalu bersama", ucap wanita dengan bandana putih

"Tapi yang kudengar, Luhan sunbae bahkan tidak suka disentuh. Bagaimana mungkin Kris sunbae mau memiliki kekasih yang tidak mau disentuh", ucap wanita dengan baju berwarna baby blue

"Mungkin itu alasan nya", ucap si wanita berponi

"Maksudmu?", wanita baby blue bertanya dengan bingung

"Luhan sunbae tidak mau disentuh orang lain karna Kris sunbae selalu menyentuhnya", wanita berponi menyimpulkan

"Bisa jadi", ucap wanita yang sedikit tidak mau ikut campur dalam obrolan ke tiga teman nya

"Atau mungkin Kris sunbae yang menyuruh Luhan sunbae agar menolak sentuhan orang lain selain dirinya", wanita bandan putih bicara lagi

"Itu terdengar protective sekali", sahut si baby blue

"Kris sunbae dan Luhan sunbae terlalu sempurna untuk orang lain, makanya mereka selalu menjaga satu sama lain"

"Ah aku tidak membayangkan saat Luhan sunbae menerima sentuhan Kris sunbae tiapa malam"

"Mungkin saja mereka

BRAKKKKK

Keempat wanita itu langsung tersentak mendengar gebrakan meja dari arah tidak jauh dari mereka, bukan hanya mereka, semua yang ada di dalam perpustakaan juga tersentak kaget. Kris bangun dari duduk nya dengan tangan yang terkepal,

Lay membangunkan Luhan dan membawa anak itu berdiri, awalnya Luhan menggeram tidak suka karna tidur nya diganggu, namun saat melihat ekspresi wajah Kris, Luhan sedikit mengerti. baru saja ia ingin melepas earphone nya, namun Lay menyuruh nya untuk tetap memasang earphone itu, wow berarti Kris sedang benar benar marah. Luhan menurut.

Kris berjalan terlebih dahulu, sebelum keluar, dia menghampiri empat wanita itu. Luhan dan Lay yang ada di belakang nya hanya memandang bingung tingkah Kris

"Sebaiknya jangan berbicara macam-macam jika kalian masih mau sekolah disini sampai lulus nanti", ucapnya dengan nada sedikit geram, lalu menginstruksikan Lay dan Luhan untuk berjalan keluar dari tempat ini.

Lay tersenyum miring—sedikit terkekeh dengan tingkah sahabatnya.

Lagi-lagi dia menggunakan kekuasaan nya. gumam Lay dalam hati.

For your information, Kris adalah cucu pemilik universitas Yonsei.

.

.

.

.

Luhan masih menggunakan earphone nya setelah sampai dikelas mereka yang selanjutnya. Kebetulan Kris tidak ada kelas lagi, maka nya iseng ikut ke kelas Lay dan Luhan. Kris dan Lay membiarkan saja Luhan dengan dunia nya. menyedihkan, Luhan itu manis—imut dan cantik—dan juga tampan. saat pertama masuk kesekolah ini banyak sekali yang menyukai Luhan, tidak hanya wanita, pria pun begitu juga. tapi mengapa sekarang semua orang seakan menghindari nya? ah mungkin berita itu sudah tersebar. Gosip itu entah kenapa menjadi bahan pembicaraan semua orang jika melihat Luhan melintas dihadapan mereka. mereka bilang, Luhan dan Kris memiliki hubungan karna hanya Kris yang bisa menyentuh Luhan—bergandengan tangan, memeluk dan merangkul. mereka hanya tidak tahu kenapa Luhan begitu sensitive saat disentuh.

"Sial. anak anak tadi itu benar benar menyebalkan!", Luhan melepas earphone nya dan membanting earphone malang itu

Kris langsung berjengit lucu melihat tingkah Luhan, "Kau itu benar-benar aneh, Lu", Luhan mendelik kearah Kris, "Kau tidak marah saat aku memeluk mu, saat Lay mencubit pipi mu, dan saat Xiumin tidur satu ranjang dengan mu. tapi kau akan histeris bila kekasih mu yang melakukan nya"

"Kau ingat saat Jaehyun sunbae menjadi kekasih mu? bahkan kau langsung menendang selangkang nya saat ia mencoba memeluk mu", ucap Lay sambil terkikik

Kris mencoba mengingat yang lain, "Dan saat Donghae sunbae ingin merangkul mu, kau langsung lari dari hadapan nya"

Luhan cemberut, "Berisik kalian. Sudahlah, aku tidak ingin mengingat nya!"

Kris dan Lay hanya tertawa melihat tingkah kekanakan Luhan jika sedang marah.

"Luhan, ada yang mencarimu diluar", teriak Sungjae dari arah pintu sambil memandang Luhan, Luhan mengangguk dan berdiri dari duduk nya meninggalkan dua sahabat heboh nya.

Luhan melihat keluar kelas, menoleh kesana kemari mencari orang yang mencari nya.

"Aku yang mencari mu", ucapan dari arah belakang membuat Luhan langsung memutar tubuhnya kebelakang, dan tersentak saat melihat dada seseorang didepan nya. Luhan memundurkan tubuhnya sebanyak empat langkah.

Lalu saat melihat orang itu, eh? bukan kah ini orang yang tadi pagi?

Si kulit putih albino. Astaga, Luhan terbengong di tempat. Kenapa wajah pria ini terlihat begitu tampan? rahang tegas, bibir tipis yang memerah dan mata dengan tatapan tajam nya begitu memikat.

Luhan menggeleng untuk mengembalikan kesadaran nya. "Ada apa mencariku, dan errr maaf, apa aku mengenalmu?"

Dia tersenyum, Sial! terlihat semakin tampan.

"Aku menyukai mu"

Luhan tersentak hingga ia mundur kebelakang lagi, "Apa?!"

"Aku menyukai mu, aku anak kelas semester satu jurusan seni, aku sudah memperhatikan mu sejak lama dan aku mau kau menjadi kekasih ku", ucap nya dengan nada sedikit dingin namun sedikit bersahabat juga sebenarnya

Luhan menggaruk tengkuk nya bingung. bisa sajakan anak ini hanya ingin mempermainkan nya, atau mungkin anak ini sedang menjadikan nya bahan taruhan?

"Bagaimana?", tanya nya lagi sambil masih tetap memandang Luhan dengan tatapan tajam nya.

"Ugh.. Baiklah", entah kenapa kata-kata itu langsung keluar dari mulut nya.

Lagi-lagi, kau mengambil resiko, Luhan.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Tbc

.

.

.

Chap ini tanpa edit. Maap kalo typo. Makasih buat yang mereview, memfavoritekan, memfollow dan membaca cerita ini yeaayyy ^^ aku tahu ini aneh bgt wkwk. Pertanyaan ohluhan Alesan luhan gamau di sentuh ya Cuma garagara dia risih aja sih sebenernya wkwk pengen bikin cerita ini mirip sama cerita aku yang sebelumnya—switch boy—lebih simple, dan ngga terlalu banyak konflik hehe makasih Ren review nya. kak Eclaire Oh emg iya pas prolog Cuma segitu hehe dan ini sudah keluar si sehun. syakilashine, awal pertemuan yang membingungkan bukan?wks. Oh Zhiyulu Fujoshi, ngga terima demo-an minta naik rated ah kak hikss wkwk, buat chacalock dan 1004baekie ini sudah lanjut yess, dan buat para Guest, ayodong pakai nama kalian, ingatkan pepatah kalau tak kenal maka tak sayang. Siapa tau aja kalo kita kenal kita saling sayang, makanya pake nama dong hehe (?)

Review please ^^