"Aku menyukai mu"
Luhan tersentak hingga ia mundur kebelakang lagi, "Apa?!"
"Aku menyukai mu, aku anak kelas semester satu jurusan seni, aku sudah memperhatikan mu sejak lama dan aku mau kau menjadi kekasih ku", ucap nya dengan nada sedikit dingin namun sedikit bersahabat juga sebenarnya
Luhan menggaruk tengkuk nya bingung. bisa sajakan anak ini hanya ingin mempermainkan nya, atau mungkin anak ini sedang menjadikan nya bahan taruhan?
"Bagaimana?", tanya nya lagi sambil masih tetap memandang Luhan dengan tatapan tajam nya.
"Ugh.. Baiklah", entah kenapa kata-kata itu langsung keluar dari mulut nya.
Lagi-lagi, kau mengambil resiko, Luhan.
Ohmydeer.
Proudly Present
Tittle : TOUCH
Pairing : Oh Sehun – Xi Luhan
Another : Wu Yifan (Kris) – Zhang Yixing (Lay) – Kim Min Seok (Xiumin) – Kim Jongin (Kai)
.
.
.
Special for HUNHAN BUBBLETEA COUPLE EVENT
.
.
.
.
Chapter 3
"APA? jadi kau menerimanya, Lu?", teriakan Xiumin langsung memenuhi ruangan apartement yang tadinya masih terasa nyaman.
Lay menutup telinga nya dengan bantalan sofa akibat teriakan itu. Kris yang tidak perdulian masih sibuk memakani chips nya sambil menonton acara televisi kesukaan nya.
"Aku—aku tidak tahu kenapa langsung mengatakan bahwa aku mau", bela Luhan, ishh tadi aku dimarahi Lay dan Kris di kampus, dan saat pulang Xiumin memarahi ku juga—gumam Luhan dalam hati
"Sudahlah Xiu, Luhan tidak sengaja", ucap Lay menengahi
Xiumin kembali duduk di sofa nya, "Aku hanya takut Lay, teman kita yang satu ini kan terlalu polos, jika Sehun mempermainkan nya bagaimana? jika Luhan hanya dijadikan bahan taruhan nya bersama Ricky itu bagaimana?"
Ya, nama pria itu Sehun—dan Luhan baru mengetahui nya dari Lay dan Kris. ternyata Sehun itu memang salah satu junior yang terkenal di Yonsei, namun entah karena Luhan yang terlalu cuek atau apa, dia samasekali tidak tahu hal itu dan Ricky—salah satu teman seangkatan Sehun yang amat sangat Xiumin tidak sukai, alasan nya satu, Ricky itu suka membuat taruhan tidak masuk akal yang selalu membuat anak satu kampus hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah kekanakan nya.
"Dia tidak begitu XiuXiu", ucap Luhan sambil duduk di lantai bersama Kris dan memakani chips yang sama dengan yang dimakan Kris.
Xiumin mendelik menatap Luhan tajam, "Bahkan kau baru mengetahui namanya barusan, bagaimana kau begitu yakin kalau dia anak baik-baik?"
"Sudahlah Xiu, Luhan akan aman bersama anak itu. ku dengar dia memang sudah menyukai Luhan semenjak masuk universitas. Aku mencari informasi anak itu setelah mendapat berita bodoh dari si rusa kepala karamel ini", Kris mengusap kepala dengan surai karamel milik Luhan.
Luhan langsung menyingkirkan tangan Kris dari kepalanya, "Sudahlah, aku akan baik saja"
"Kalau kau merengek padaku tentang si Sehun, aku tidak akan membantumu", ucap Xiumin sambil bersandar pada sandaran sofa dibelakang nya
Luhan mencibirkan bibir nya, "Jahat sekali, XiuXiu"
.
.
.
.
Seminggu setelah Sehun dan Luhan resmi berpacaran. Berita itu langsung menyebar luas di kampus, dan Luhan pun tetap menjadi bahan gossip, bersama Kris dan satu anak baru—Sehun. banyak gossip yang bilang bahwa Luhan meninggalkan Kris dan berpacaran dengan Sehun si anak multitalenta (Luhan baru tahu kalau selain pintar di bidang seni, Sehun juga pandai dibidang tari). Ada juga yang bilang kalau Kris sudah bosan menyentuh Luhan, akhirnya ia melepaskan Luhan. ughh—menggelikan.
"Kau tidak risih berjalan dengan ku?", tanya Luhan yang tengah berjalan disebelah kanan Sehun.
Sehun menoleh, "Kenapa harus risih?", tanya nya dengan nada seperti biasa—datar. Memang begini, walaupun mereka selalu bersama sejak seminggu, nada bicara Sehun tidak berubah.
"Mereka jadi membicarakan mu juga", ucap Luhan sambil memandang lurus ke depan—tujuan mereka pergi ke parkiran untuk pulang, Sehun akan mengantar Luhan pulang
"Tidak masalah, aku menyukaimu dan aku tidak akan berubah walaupun mereka menggosipi kita terus", ucap Sehun dengan senyum tipis nya—Luhan melihat itu sekilas
Sepertinya Luhan tidak salah menerima Sehun, "Tapi kau tahu kan kalau aku tidak suka disentuh?", tanya Luhan sambil memperhatikan ekspresi Sehun selanjutnya
Sehun menoleh dan tersenyum cerah, membuat kedua matanya seperti hilang. "Aku menghormati keputusan mu"
Luhan tersenyum membalas, lalu berhenti berjalan. Menghadap kearah Sehun dan Sehun melakukan hal yang sama—mereka berhadapan. "Kenapa kau menyukai ku?"
Sehun memandang langit-langit, terlihat berfikir. "Kenapa ya… hmm aku menyukai mu dengan semua sifat mu", setelah itu Sehun pun melanjutkan jalan nya yang terhenti.
Tanpa sadar Luhan tersenyum, baru kali ini ada orang yang bilang bahwa menyukai Luhan dengan semua sifat nya. termasuk sifat aneh nya yang tidak mau disentuh. Rata-rata teman teman nya bilang bahwa Luhan sok jual mahal karena tidak mau disentuh, tapi baru kali ini ada yang bilang kalau dia menyukai Luhan karena alasan itu.
.
.
.
.
3 minggu kemudian..
Menakjubkan! 3 minggu pertama rekor berpacaran Luhan! woahh, Lay Kris dan Xiumin seharusnya membuat syukuran kkkk Luhan sangat senang mengetahui hubungan nya dan Sehun sudah berjalan 3 minggu. Kalau boleh jujur, rekor pacaran Luhan hanya kuat hingga usia satu minggu lebih beberapa hari atau mungkin beberapa jam errrr
Pemikiran Xiumin yang bilang bahwa Sehun hanya mempermainkan nya ternyata salah. Bagaimana mungkin Sehun menjadikan nya bahan taruhan jika setiap hari mereka berdua tidak terlalu melakukan kontak fisik. Bahkan saat berjalan berdua, Sehun dan Luhan lumayan berjaga jarak. Walaupun sebenarnya agak miris juga mendengar nya, kedengaran seakan Sehun seperti tidak ingin terlalu dekat dengan Luhan.
Hari ini hari sabtu. Sehun mengajak Luhan berkencan sore nanti. Luhan sudah mempersiapkan semuanya. Baju yang akan ia pakai, gaya nya sore nanti, Luhan benar benar terlihat seperti wanita yang tidak sabar di jemput oleh kekasihnya berkencan.
"Kau terlihat senang sejak pagi tadi, Lu", ujar Xiumin yang sedang membersihkan beberapa sisi apartement mereka. hari sabtu artinya hari bersih bersih.
Luhan tersenyum, "Sore nanti aku ada kencan"
"Dengan Sehun?"
Luhan memutar bola mata malas, "Tentu saja, kekasih ku hanya dia"
"Bagaimana hubungan mu dengan nya sejauh ini?", tanya Xiumin penasaran sambil mendekati Luhan yang sedang mengelap gelas yang barusan ia cuci
"Baik, dan kami memang selalu Baik baik saja XiuXiu", balas Luhan
"Maksudku.. apakah Sehun pernah mencoba menyentuhmu?"
"Tidak, justru dia terlihat seperti menjauhi ku. percaya tidak?"
Xiumin mengangguk, "Kurasa kau harus menyuruhnya agar mencoba menyentuhmu"
Luhan sontak menggeleng histeris, "Tidak akan. jika aku minta untuk disentuh kelihatan seperti pria jalang dimatanya", Luhan menyebutnya jalang, terdengar kasar memang.
Xiumin memutar bola mata malas, "Tidak begitu maksudku, Lu. kita hanya memastikan apakah Sehun benar menyukai mu atau hanya ingin mencoba berpacaran dengan mu", Mencoba artinya tidak ada rasa ketertarikan khusus—begitu menurut Xiumin
"Tapi aku sudah nyaman dengan keadaan yang seperti ini Xiu. Aku tidak akan bertingkah aneh yang malah nantinya membuat hubungan kami menjadi.. yeah kau mengerti maksudku", ucap Luhan final
Xiumin hanya bergumam iya lalu melanjutkan bersih bersih nya dengan Luhan yang terkekeh melihat wajah tidak puas dari Xiumin.
.
.
.
.
Sudah pukul 7 malam dan mereka bermain Ice Skating.
Sejak tadi sore Sehun dan Luhan banyak memainkan berbagai wahana di tempat ini. namun ini adalah Wahana nomer dua setelah rollercoaster yang paling tidak ingin Luhan coba. Kenapa? alasana nya simple, Luhan tidak bisa memainkan wahana yang satu ini. berkali kali Luhan mencoba, berkali kali juga dia jatuh. kaki nya sudah sedikit kesemutan karna menyeimbangkan tubuhnya. Dia juga sudah sedikit kedinginan, karena sudah lama bermain di wahana ini menemani Sehun. dan Sehun.. kemana anak itu? dia malah asik bermain dengan anak kecil yang jarak nya tidak jauh dari tempat Luhan berdiri.
"Hunnie..", panggil Luhan dengan nama sayang nya untuk Sehun
Sehun menoleh dan melihat Luhan yang tengah berdiri setengah merunduk—takut jatuh. Sehun menghampiri Luhan setelah berpamitan dengan anak kecil yang sedari tadi ia ajak main.
"Kenapa, Lu?", tanya Sehun saat sudah berhadapan dengan Luhan
Luhan menatap Sehun dengan puppyeyes nya, "Ayo kita bermain yang lain. sungguh, aku tidak bisa memainkan ice skating"
Sebenarnya Sehun juga tidak tega, sedari tadi ia melihat Luhan yang kesulitan memainkan ice skating. Baru saja Sehun mau berbicara pada Luhan untuk mengajak nya pulang, namun—
DUKK
Ahhh
—Luhan jatuh dihadapan Sehun. Sehun panik bukan main, Luhan jatuh dengan Lutut yang terlebih dulu mengenai es di wahana ice skating itu,
"Maaf hyung, maafkan Ziyu", seorang anak kecil yang menabrak Luhan langsung membungkuk dan meminta maaf setelahnya anak itu berseluncur lagi kearah orangtua dan teman nya.
Sehun lalu memegang jaket Luhan dan membantunya berdiri, lalu membawa nya ke pinggiran wahana setelah mengembalikan property ice skating yang mereka sewa barusan. Mereka duduk di bangku taman berwarna putih disisi wahana.
"Lutut mu lecet, Lu", ucap Sehun setelah memastikan luka di lutut Luhan. Luhan memang hanya memakai celana pendek seukuran dibawah lutut berwarna coklat. Luhan membalas dengan tatapan sendu nya. jika saja Luhan bermain dengan Kris, Lay atau Xiumin, mungkin dia akan langsung menangis sekarang. tapi tidak, ia tidak ingin dikatai cengeng oleh Sehun.
"Aku akan membeli obat merah dan kasa di minimarket depan, tunggu yaa", dengan wajah panik—namun tidak terlalu jelas karena Sehun mampu menyembunyikan rasa panik nya dengan wajah dingin nya—Sehun langsung berlari menuju kearah depan wahana.
Luhan menghapus airmata yang sedikit turun barusan, untung Sehun tidak melihatnya. sebenarnya bukan luka dilutut nya yang Luhan tangisi, tapi.. enghhh entah kenapa Luhan agak kecewa dengan Sehun. seharusnya Sehun memegang tangan nya saat membantu Luhan berdiri, bukan jaket nya. seharusnya Sehun seperti pasangan kekasih lain nya yang membantu kekasih nya bermain ice skating dengan cara berpegangan dan berseluncur berdua, seharus nya Sehun—eh?
Apakah terdengar seperti Luhan ingin Sehun menyentuhnya?
Tapi.. Ya!
Luhan ingin sesekali saja Sehun mencoba menggenggam tangan nya, memeluknya. Luhan.. ingin.
Tapi bagaimana cara mengungkap kan nya?
Luhan menangis lagi seperti anak kecil,
"Hikss—kenapa susah sekali mengungkapkan nya—hiks", isakan Luhan terdengar seperti anak kecil yang menangis karena ibu nya tidak membelikan boneka baru.
Luhan menghapus sisa airmata nya saat dilihat nya Sehun tengah berlari dari arah barat untuk menghampiri Luhan. setelah sampai dihadapan Luhan, Sehun langsung berjongkok di depan lutut Luhan. mengeluarkan kain kasa dan obat merah yang ia beli barusan. Meneteskan obat merah itu di kain lalu mengusapi luka Luhan yang sedikit memerah.
Sedikit ringisan keluar dari bibir Luhan.
Setelah selesai, Sehun menempelkan plester dengan gambar tokoh kartun pororo di lutut Luhan. lalu setelahnya Sehun duduk di sisi Luhan—masih dengan jaga jarak
"Hun", panggil Luhan lirih
"Ya?" jawab Sehun sekenanya.
Luhan sebenarnya gengsi menanyakan hal ini, tapi.. Luhan benar benar penasaran.
"Kenapa kau tidak pernah menyentuhku?—maksudku, bahkan kau tidak pernah mencoba menggenggam tangan ku saat kita berjalan bersama. bahkan sekarang adalah hari special untuk ku, ini kencan kita dan kau tidak berusaha untuk menggenggam tangan ku barang sekali pun", Luhan menoleh kearah Sehun yang sedang menatap nya dengan tatapan.. kosong? Apakah Sehun sedang mencari sebuah alasan?
Hening beberapa saat, Luhan baru saja ingin bilang bahwa mereka harus melupakan pertanyaan tadi, namun—
"Bukankah kau akan marah jika aku menyentuhmu?"
.
.
.
.
Dua hari Luhan tidak masuk sekolah. dia malu, sedih, perasaan nya aneh. ARRRGGHHTT dia harus melupakan kencan dua hari yang lalu. dia malu pada Sehun, dua hari lalu… Luhan seperti menunjukkan sekali kalau ia ingin Sehun menyentuhnya. Arggghh Luhan yang mempunyai gengsi diatas rata-rata sudah menjatuhkan rasa gengsi nya di depan Sehun dengan secara tidak langsung meminta Sehun menyentuhnya.
"Kalian harus menyembunyikan ku", ucap Luhan sembari bersembunyi di balik badan Kris, di samping kirinya ada Lay dan di samping kanan nya ada Xiumin. dia masih malu jika harus berhadapan dengan Sehun.
"Kau merepotkan, Lu", ucap Kris jujur, Kris juga kesal, Luhan menggenggam kemeja nya terlalu kencang, ahh pasti kemeja bagian belakang nya sekarang jadi berantakan
"Sudah ku bilang aku tidak mau mendengar mu merengek tentang Sehun, 'kan?", sekarang Xiumin
"Heyy sudahlah, membantu Luhan sesekali tidak salah bukan?", Ahh malaikatku—gumam Luhan sambil memandang Lay dengan senyumnya
Setelah berdebat beberapa saat,
"Itu Sehun", ucap Kris
Xiumin memandang Luhan, "Dia kemari"
"Jangan bilang kalau ada aku, ku mohon", Luhan berucap
Lay tersenyum kearah Luhan, "Sayang nya dia sudah melihat mu, Lu", ternyata Lay bukan malaikatku -_-
"Hmm.. Luhan", panggil Sehun
Luhan mau tidak mau keluar dari persembunyian nya, Kris dan yang lain nya langsung meninggalkan Luhan dan Sehun berdua.
"Apakah kau menghindariku? Atau hanya perasaan ku saja ya", Sehun menggaruk tengkuk nya dengan bingung
Luhan menggigit bibir bawah nya—menahan airmata nya, lalu tiba tiba Luhan menangis dengan menutup kedua matanya dengan lengan tangan kanan nya. untung mereka di lorong kearah perpustakaan sekarang, lorong yang lumayan sepi
"Kau kenapa?", Sehun mulai panik lagi
Isakan Luhan semakin keras, "Huaaaaaa"
"Lu, jelaskan kau kenapa?"
Luhan menggeleng, "Jangan memaksaku menjawab"
"Bagaimana bisa aku hanya diam ketika kekasih ku menangis didepan ku? apa ini garagara kencan kita dua hari yang lalu? aku hanya tidak ingin kau marah jika aku mencoba menggenggam tangan mu, Lu"
"Tapi kau seperti tidak menyukai ku jika kau begini terus"
Sehun diam.
Luhan mendongakkan kepala nya, pipi nya penuh dengan bekas air mata yang masih basah, isakan tertahan terdengar dari bibir Luhan.
"Luhan, dengar. Aku tidak ingin kau marah padaku jika aku mencoba menyentuhmu, bukan kah sudah ku katakan kalau aku menghormati segala sifat mu"
Luhan terisak lagi, "Tapi ini berbeda.. aku ingin kau—menyentuhku"
"Kau akan marah"
"Tidak, aku tidak akan marah"
Pandangan Sehun tiba tiba menjadi serius, "Kau tahu, sebenarnya aku sangat ingin menyentuhmu, menggenggam tangan mu, memelukmu..", Luhan memperhatikan kalimat Sehun yang terpotong, "..Bahkan lebih dari itu semua, aku hanya takut kau marah dan menjauhi ku"
Luhan mengerti, Sehun melakukan ini Karena takut Luhan memutuskan Sehun secara sepihak—seperti kekasih Luhan yang dulu
"Aku benar benar mencintaimu, Lu. nah, sebaiknya kau segera kembali ke teman mu itu, mereka mungkin sudah puas mengintipi kita sedari tadi", ucap Sehun setelah sesaat melirik teman teman Luhan—Kris, Lay, Xiumin— yang bersembunyi di balik tembok didepan mereka
Sehun maju selangkah lebih dekat dengan Luhan, menangkup kedua pipi Luhan dengan tangan besar nya. mendekatkan dirinya kearah Luhan. lalu mengecup kening Luhan dengan sayang.
Luhan membeku. Bahkan saat Sehun mengusap kepala nya, dan berlalu melewati nya serta Kris, Lay dan Xiumin yang menghampirinya kembali. Luhan masih membeku.
Sehun menyentuh Luhan—mencium—dan Luhan masih baik-baik saja. kali ini bukan rasa kesal yang mengisi ruang hati Luhan, namun.. rasa seperti ada ribuan kupu-kupu yang menggelitiki seisi perut nya. ini menggelikan, Luhan tersenyum senang.
.
.
.
.
.
Hubungan Luhan dan Sehun sudah membaik. Walaupun terkadang Luhan masih malu saat Sehun menggenggam nya.
Hanya menggenggam dan tidak lebih. Sehun masih menghormati Luhan. jika Luhan meminta, Sehun baru akan melakukan nya, Jika tidak, Sehun akan menunggu Luhan hingga anak itu meminta.
Berbagai gossip mulai terdengar lagi, tapi ini hanya tentang Sehun dan Luhan. Sehun yang mampu menyentuh Luhan dan Luhan yang hanya mau disentuh Sehun. Kris? anak itu tidak masuk ke gossip murahan ini lagi. Kris sudah mendapatkan pujaan hati nya, namanya Tao. anak kelas seni beladiri. Anak kelas semester dua. Lay yang masih langgeng dengan Suho—si ketua dewan kesiswaan, dan Xiumin, dia masih betah berpacaran dengan Chen, omong-omong, Chen sudah sembuh dari penyakit thypus nya.
"Ku dengar ada anak pertukaran pelajar dari jepang", ucap Sehun sambil memakan makan siang nya
"Benarkah?", Luhan saja tidak tahu perihal itu
"Kalau tidak salah namanya Kim Jongin"
Luhan berhenti menyuap makanan nya, semoga bukan Jongin yang ku kenal. Luhan menggeleng
"Luhann!", terdengar suara teriakan dari belakang tubuh Luhan, Luhan dan Sehun sama-sama melihat siapa yang memanggil Luhan dan oh—tolong, buang Luhan ke planet lain sekarang juga
"Wah, ternyata kau tidak pernah berubah, kau masih manis seperti dulu", ucap laki-laki berkulit tan itu dengan senyum yang mengiringi nya
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Tbc
.
.
.
Menyentuh disini bukan menyentuh dalam rated M (?) menyentuh artinya menggenggam tangan, memeluk, mencium, dan tidak lebih wkwk jangan paksa author ngerubah rating pliss T_T
Thanks to : yang ngefavorite, ngefollow, promosiin hehe
Special thank
Vidyafa11, Oh Zhiyulu Fujoshi, chacalock, imeyyteukmin, Eclaire Oh, meliarisky7, Kim Jie Ya, Beechanbaek, aas . jhgirl, syakilashine, ladywufan.
Heyy Silent Reader. Bertobat lah kalian -_-
Pengen pake target. Kalo ngga seperti yang aku targetin.. bakalan pikir ulang buat post chapter baru hehe
Review?
