"Siapa kau?"

"Sahabat Sehun. jangan pernah coba-coba merebut Luhan dari Sehun! arra?!", balas si pria mata bulat sambil memasang wajah marah yang terlihat sangat imut nya.

Si-tukang-mengupingi hanya memutar bola mata malas, "Suka-suka ku", dan pergi setelah mengucapkan beberapa kata barusan. Si-mata-bulat hanya mendengus heran.

"Tenang Sehun, aku akan mengurusi anak satu ini. ah sial, seperti nya aku menyukai mantan Luhan sunbae yang satu itu", gumam Kyungsoo—si-mata-bulat—sambil menatap punggung Kai—si-tukang-mengupingi—yang semakin lama semakin menjauhi pandangan nya. lalu dia tersenyum dan beranjak pergi dari situ juga.

.

.

Ohmydeer.

Proudly Present

Tittle : TOUCH

Pairing : Oh Sehun – Xi Luhan

Another : Wu Yifan (Kris) – Zhang Yixing (Lay) – Kim Min Seok (Xiumin) – Kim Jongin (Kai)

.

.

.

Special for HUNHAN BUBBLETEA COUPLE EVENT

.

.

.

Chapter 5

Pagi hari Luhan sedang bersiap untuk pergi kesekolah kampus. Berhubungan hari ini dia harus memberikan tugas nya kepada Dosen Park. Bel rumah berbunyi. Tidak ada orang sekarang, Xiumin semalaman menginap di kediaman Chen. Luhan yang tengah duduk di meja makan sambil memakan roti nya pun mengusahakan untuk berdiri. Kondisi tubuh Luhan sedang tidak bagus. Kemarin dia menghabiskan waktu penuh bersama Sehun. bermain dan berjalan-jalan tanpa tau waktu. Pulang kerumah pukul 10 malam dengan Sehun yang mengantarkan dan Luhan yang tau kalau dia di tinggal sendirian dirumah oleh Xiumin. Kondisinya benar-benar sedang tidak bagus. Saat bangun tidur Luhan mengtermometer dirinya sendiri, dia masih dalam suhu yang aman. Namun, rasa pusing nya masih terasa.

Dengan malas-malasan Luhan menghampiri pintu utama dan membuka nya.

Senyuman menawan dari sang tamu membuat Luhan diam di tempat.

"Halo Luhan ge"

Kai dengan senyuman secerah mentari pagi menyambut Luhan. Luhan tidak bisa jika tidak membalas nya, Luhan pun tersenyum juga.

Pertanyaan nya: darimana dia tahu alamat ku?—gumam Luhan

"Oh. Kris ge, aku tahu alamat mu dari nya", Seperti bisa tau apa yang akan Luhan tanyakan. Kai menjawab dengan santai.

Luhan mengangguk, lalu mempersilahkan nya masuk ke dalam.

Luhan melanjutkan makan nya,

"Kau terlihat pucat, Lu", ujar Kai ketika melihat Luhan yang terlihat beda dari biasa nya.

Luhan memandang Kai, "Benarkah?"

Kai mengangguk, "Oh ya ge, Kita berangkat bersama ya. sudah lama aku tidak mengantar jemput mu semenjak aku pindah ke Jepang", ucap Kai riang dengan Senyuman yang merekah

Luhan berfikir sejenak. Sehun mau menjemput tidak ya hari ini?, "Sebentar. aku harus menghubungi seseorang"

Luhan merogoh ponsel nya yang ada di saku celana sebelah kanan, mengetikkan sesuatu. Kai memperhatikan nya sambil tersenyum simpul,

"Kekasih mu itu"

Luhan mengangkat kepala menatap Kai, "Uh?"

"Pria putih dan berwajah datar kemarin adalah kekasih mu, 'kan?"

Luhan menatap Kai dengan pandangan risih. Sebenarnya, Kai bukan lah orang yang akan cepat melupakan masa lalu. Luhan pun tau sendiri kalau Kai masih menyukainya. Terasa oleh Luhan. apalagi Kai dan Luhan pernah berhubungan sepasang kekasih selama hampir 2 tahun. Luhan tau benar seluk beluk Kai.

Luhan mengangguk dan bergumam, "Yeah"

Terdengar Kai menghela nafas, menunduk lalu mengangkat kembali wajah nya untuk menatap Luhan yang masih termangu. "Ayo, kita harus ke kampus sekarang", Kai bangun dari duduk nya dan menarik Luhan untuk berdiri

Refleks, Luhan menghentak kasar tangan Kai yang menarik nya. seperti mengingat sesuatu, Kai tersenyum, "Kau tidak pernah berubah"

"Ya, tidak"—gumam Luhan

Mereka pun keluar dari apartement Luhan dan Xiumin. Kai berjalan duluan dan Luhan mengekori di belakang nya. mereka masuk Lift, setelah Lift tertutup barulah Sehun keluar dari persembunyiannya—dia bersembunyi di balik tembok sebelum Lift.

Sehun menatap ponsel nya lagi,

Sehunie, seperti nya kita tidak bisa berangkat bersama hari ini. Kai menjemputku.

Sehun mendengus. Dia mendapatkan pesan itu ketika dirinya baru keluar dari dalam Lift kearah Apartement Luhan. dengan langkah pelan dia pun meninggalkan apartement tersebut.

.

.

.

.

Hari ini Luhan benar-benar tidak fit. Dia sama sekali tidak bisa fokus dengan penjelasan para dosen. Setelah Kai mengantar nya ke kelas, Kai langsung memasuki kelas nya yang lain. Sehun pun belum terlihat sejak tadi. Luhan seperti orang bodoh. Xiumin dan Chen membolos, Lay entah pergi kemana. kelas Kris pun belum di bubarkan sejak tadi dia sampai di kampus. Dia sendirian sekarang. Luhan berjalan sendirian menuruni tangga. Tiba-tiba rasa pusing itu melanda kembali. Ughh—bodoh. Luhan lupa meminum obat nya!

Luhan sudah tidak bisa menyeimbangkan gerakan kaki nya. dia menabrak tembok dan ughh—badan nya seperti melayang.

Semua gelap.

.

.

.

.

"Jongin, makan mu berantakan sekali sih, seperti sudah tidak makan selama bertahun-tahun saja. lihat! ada remah-remah ayam di pipi mu!"

Kyungsoo mendengus saat Jongin tidak mereaksi ucapan nya dan malah semakin nambah memakan ayam goreng nya. sesekali Kyungsoo tersenyum kecil, bagaimana tidak, Jongin ternyata menyukai masakan nya ini. tadi nya sih dia hanya bilang pada Jongin bahwa..

"Hey, aku membawa bekal. Ibu ku yang memasak, tapi aku tidak suka makan ayam goreng. Kau mau tidak?"

..saat mereka tidak sengaja bertemu di koridor kelas musik, namun siapa sangka kalau Jongin bilang..

"Boleh juga, kebetulan aku belum sarapan"

Dan mereka pun disini akhirnya. Di dalam kelas ruang Tari yang sepi sambil memakan ayam nya—sebenarnya hanya Jongin yang makan. Kyungsoo yang terlanjur bilang dia tidak suka ayam akhirnya hanya menatap cara lucu makan Jongin. Dia juga berbohong soal ini masakan ibunya. Takut kalau dia bilang ini masakan nya, Jongin malah tidak mau.

"Bisakah panggil aku Kai saja. Jongin itu terlalu formal", gumam nya

Kyungsoo mengangguk. Tidak salah kemarin dia mengendap mendatangi rumah Kai ketika anak itu sedang pergi. dia bertanya banyak pada ibu Kai tentang segala macam kesukaan anak nya ini. dia langsung mendapatkan fakta yang akurat kekeke cinta itu butuh usaha bukan? eh?

Kyungsoo masih saja tersenyum, gila! dia malah memikirkan bahwa mulut yang sedang memakan ayam itu menginfasi seluruh mulut nya juga. melihat lidah Kai yang terkadang menjilati saos yang ada pada ayam membuat pikiran Kyungsoo memikirkan apabila lidah itu menjilati seluruh isi rongga mulutnya dan mengajak lidah nya bertarung. Kyungsoo ingin sekali menjilati sisi bibir Kai yang masih menyisakan sedikit noda saos, menjilat, menggulum.. Ughh—kontrol dirimu Kyung!, Kyungsoo menggelengkan kepala nya.

Pria tampan di depan nya terpaksa menatap si lawan bicara yang tengah asik menggeleng.

"Kau kenapa?"

Kyungsoo menatap wajah Kai, detik kemudian memasang senyuman seperti biasa.

"Ah, tidak. ini, disisi kanan bibir mu ada noda saos", Kyungsoo memberikan tissue kepada Kai. bukan nya di terima, Kai malah mencoba menggapai sisa saos itu dengan cara memanjangkan lidah nya agar mencapai tempat yang Kyungsoo maksud.

Sialan kau Kai. malah berusaha terlihat sexy di depan ku. gumam Kyungsoo jengah

"Apa sudah hilang?", tanya Kai dan Kyungsoo mengangguk

Kai selesai dengan acara mari-makan-ayam-goreng-Kyungsoo-nya. dia membersihkan tangan dengan Tissu basah yang Kyungsoo bawa pula. Merasakan bahwa sedari tadi Kyungsoo hanya diam sambil memainkan ponsel nya saja, Kai beranjak duduk di sebelah Kyungsoo yang tengah bersandar di sofa—dia duduk di bawah namun tetap menyandarkan punggung nya di sofa. Kelas ruang seni memang kelas yang paling lengkap sepertinya.

"Oh iya Kyungsa.."

"Namaku Kyungsoo, Kai", koreksi Kyungsoo saat Kai salah menyebut namanya.

"Oke, maaf. Kyungsoo, boleh aku bertanya?"

Kyungsoo memasukkan ponsel nya ke saku jaket, "Apa?"

"Sudah berapa lama Sehun dan Luhan berhubungan?"

Kyungsoo berjengit, "Kenapa memang?"

"Yah, mungkin aku masih bisa merebut Luhan 'kan?", Kai menyeringai

Kyungsoo mendengus, "Cih, sudah ku bilang jangan coba-coba. Masih saja berniat merebut"

"Kenapa memang? Setidaknya aku masih punya kesempatan", ucap Kai meyakinkan Kyungsoo.

Kyungsoo yang tidak mau ambil pusing pun membereskan semua barang barang nya dan beranjak meninggalkan Kai.

.

.

.

.

Luhan terbangun dari posisi tiduran nya. suara gaduh pun terdengar, ughh kepalah Luhan masih pusing dan sakit sekarang. Luhan menajamkan pandangan nya. disini sudah ada semua sahabat nya dan Sehun, termasuk sang Dokter unit kesehatan kampus yang beberapa hari belakang ini tangan nya sedang di perban karena tejatuh dari motor nya.

"Akhirnya kau bangun", ucah Dokter Ahn senang. "Berterimakasihlah pada Sehun"

Aku memandang Sehun dan tersenyum, dia balas tersenyum.

"Aigooo, anak rusa kuuu", Xiumin langsung heboh, eoh? bagaimana bisa Xiumin disini? "Aku langsung kemari saat mendengar kau pingsan dengan nafas pendek"

Oh pantas saja, gumam Luhan dan apa? nafas pendek?

Melihat Luhan yang bingung, Dokter Ahn bertanya. "Apa kau punya riwayat Asma?"

Luhan terlihat berfikir, "Tidak. tidak ada"

Dokter Ahn berfikir, "Tadi kau pingsan, nafas mu tidak teratur dan sempat sulit dicari beberapa kali. untung Sehun langsung menangani dengan tindakan CPR dan berhasil. Nafas mu kembali setelah kau terbatuk, namun kau langsung tidak sadarkan diri lagi. apa mungkin kau mengkonsumsi obat-obatan?"

Luhan menggeleng.

"Yasudah, aku akan mencari tau nanti. kau istirahatlah, dan kalian jangan terlalu bertanya yang membuat nya pusing, okeyy?"

"Ne, dokter", ucap mereka dan Dokter Ahn pun meninggalkan ruangan kesehatan.

"Hey. kau harus banyak berterimakasih pada Sehun. dia benar benar tanggap", Ucap Lay

"Dan tadi pertama kali nya aku melihat kalian berciuman", ledek Kris dengan senyum menggoda

Xiumin menjitak kepala Kris, "Bodoh, dia melakukan tindakan nafas buatan!"

"Tapi benar, bibir mereka saling bersentuhan!", ucap Lay dengan nada riang.

Luhan memegang bibir nya, dan menatap Sehun yang tengah menggaruk belakang kepala nya.

"Maaf", ucap Sehun pelan—sangat pelan sampai hanya Luhan yang kebetulan duduk di samping nya saja yang mendengar gumaman Sehun

"—Astaga", Sehun tersentak tertarik kearah depan. Perdebatan kecil teman-teman nya di hiraukan. Semua menatap Luhan dengan senyuman tipis.

"Terimakasih", ucap Luhan sambil menenggelamkan kepala nya di perpotongan leher dan bahu Sehun—Luhan memeluk Sehun (dengan erat)

Sehun lama kelamaan mengangkat kedua sudut bibir nya, "Ya, sama-sama", lalu mengusap rambut Luhan dengan lembut.

Luhan terbuai dengan usapan lembut di kepala nya, namun.. kata-kata Sehun beberapa minggu lalu membuat pipi nya merona.

"Kau tahu, sebenarnya aku sangat ingin menyentuhmu, menggenggam tangan mu, memelukmu.,. Bahkan lebih dari itu semua, aku hanya takut kau marah dan menjauhi ku"

Luhan langsung melepaskan pelukan nya, Sehun dibuat bingung dengan sikap Luhan dan..

"Pipi mu merona, Lu", ucap Sehun sambil menunjuk pipi Luhan.

Luhan menutup kedua pipi nya dengan tangan nya, "Tidak"

"Wahh rusa kita meronaa", ucap Xiumin menggoda

Dan yang lain pun membalas dengan kikikan lucu.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Tbc

.

.

.

Thanks to : seluve - NinHunHan5120 – yehett – farfaridah16 – jejeosh – syakilashine – bottom-Lu – Oh Zhiyulu Fujoshi – ladywufan – imeyyteukmin – vidyafa11 – junia angel 58 – lieya EL – YoungHeeSEHUN94 –Beechanbaek – ssnowish – aas jhgirl – chacalock – levy c fiverz

Adakah yang belum disebut?

Q : luhan udah move on dari jongin?

A : udah donggg, jongin nya yang beloman ^^

Q : ga nutup kemungkinan bakal menjurus ke 'itu' kan?

A : hmm… lihat kelanjutan saja okey wkwkw ^^ senang membuat kalian (reader) penasaran

(Permintaan)

R : panjangin thoooor

Ohmydeer : maygadddd kalo di panjangin makin cepet selesai dong haha lagian ini tinggal beberapa chapter kok hehe biar bikin kalian penasaran duluuu

R : adain tao dongg

Ohmydeer : saya buntuuuuu haha, makin nambah karakter makin rumit. Apalagi ini mendekati ending ^^ yang ini mohon maaf ya, saya ngga bisa nyanggupin huaaaa T_T

R : NC! NC! NC!

Ohmydeer : oh my… maapkan aim ya Allah wkwk

R : apdet kilai juseyoo

Ohmydeer : saya juga punya kesibukan lain juseyooo hehe, mohon sabar yaaa ^^

Last, REVIEW?

Terimakasihhh ^^