"Hey. kau harus banyak berterimakasih pada Sehun. dia benar benar tanggap", Ucap Lay

"Dan tadi pertama kali nya aku melihat kalian berciuman", ledek Kris dengan senyum menggoda

Xiumin menjitak kepala Kris, "Bodoh, dia melakukan tindakan nafas buatan!"

"Tapi benar, bibir mereka saling bersentuhan!", ucap Lay dengan nada riang.

Luhan memegang bibir nya, dan menatap Sehun yang tengah menggaruk belakang kepala nya.

"Maaf", ucap Sehun pelan—sangat pelan sampai hanya Luhan yang kebetulan duduk di samping nya saja yang mendengar gumaman Sehun

"—Astaga", Sehun tersentak tertarik kearah depan. Perdebatan kecil teman-teman nya di hiraukan. Semua menatap Luhan dengan senyuman tipis.

"Terimakasih", ucap Luhan sambil menenggelamkan kepala nya di perpotongan leher dan bahu Sehun—Luhan memeluk Sehun (dengan erat)

Sehun lama kelamaan mengangkat kedua sudut bibir nya, "Ya, sama-sama", lalu mengusap rambut Luhan dengan lembut.

.

"Pipi mu merona, Lu", ucap Sehun sambil menunjuk pipi Luhan.

Luhan menutup kedua pipi nya dengan tangan nya, "Tidak"

"Wahh rusa kita meronaa", ucap Xiumin menggoda

.

.

Ohmydeer.

Proudly Present

Tittle : TOUCH

Pairing : Oh Sehun – Xi Luhan

Another : Wu Yifan (Kris) – Zhang Yixing (Lay) – Kim Min Seok (Xiumin) – Kim Jongin (Kai)

.

.

.

Special for HUNHAN BUBBLETEA COUPLE EVENT

.

.

.

Chapter 6

Dua hari sudah berlalu dari kejadian Luhan yang jatuh dari tangga kampus. Sehun mulai cerewet. Luhan yang sakit dan Sehun yang cerewet, huh, memikirkan nya membuat kepala Kris pusing. Setiap berkunjung ke Apartement Luhan dan Xiumin, dia selalu melihat Sehun yang—entah apa—pasti sedang memaksa Luhan melakukan atau memakan sesuatu. Luhan tidak suka bubur, namun Sehun memaksa Luhan untuk suka. Bujukan untuk anak kecil, "Kau akan cepat sembuh jika memakan ini, Lu"—yeah, begitulah.

Dan entah memang Luhan orang yang penurut, akhirnya Luhan patuh saja. walaupun ada gernyitan saat makanan lembek itu masuk ke dalam indra pencerna nya.

Kris juga beruntung karena sekarang ada yang menemani Luhan disaat dirinya mungkin tidak bisa 24 jam menemani sahabat imut nya itu. yeah, biar bagaimanapun Kris juga punya kesibukan kampus sendiri bukan.

Oh ya, Kris juga baru tahu kalau Kai juga kemarin menjenguk Luhan. sebenarnya tidak usah heran, berhubungan Kai dan Luhan sahabat—sekaligus mantan kekasih—pastilah Kai menjenguk Luhan. namun perkataan Kai kemarin itu loh, membuat Kris langsung melihat Sehun yang hampir meledak.

"Ah, Lu. aku jadi ingat saat dulu kau ku rawat. Kau juga sakit gara-gara kita pernah berlarian menerobos hujan untuk pulang sekolah saat itu kan?", Kai mengucapkan nya dengan enteng, tanpa melihat ekspresi cemburu dari Sehun—sekaligus ekspresi ingin meninju wajah tampan Kai

Luhan yang menjadi objek pembicaraan hanya tersenyum kecil sambil menggaruk tengkuk nya. suasana terasa panas sekarang. Luhan sendiri sebenarnya agak terhibur, jarang juga kan melihat Sehun cemburu hehe—biasanya Sehun tidak pernah menampilkan ekspresi cemburu nya.

Hari ini Luhan sudah di bolehkan untuk pergi kuliah kembali. Seperti biasanya Sehun selalu menjemput Luhan di Apartement.

"Hai", sapa Sehun saat Luhan membukakan pintu nya, Luhan tersenyum

"Sudah siap?"

Luhan mengangguk, "Aku akan mengambil tas ku dulu"

Sehun mengangguk, "Baiklah, aku tunggu diluar"

Dan Luhan langsung berlari kecil masuk ke dalam mengambil tas.

Luhan menutup pintu setelah berdiri tepat di sebelah Sehun, Xiumin belakangan ini jarang ada dirumah—dia menginap di rumah kekasih nya, Chen

"Ayo berangkat"

Sehun tersenyum lembut, menggenggam tangan Luhan—yang dibalas dengan genggaman erat dari Luhan, dan melangkah meninggalkan tempat tinggal Luhan, "Ayo"

.

.

.

.

Selesai mata kuliah ke tiga, Luhan langsung menghampiri Sehun yang katanya sedang berada di kantin sekolah menunggu nya. dengan semangat Luhan berjalan sambil bergumam menyanyikan salah satu lagu kesukaan nya. Luhan sudah hampir sampai di kantin, dia berhenti sejenak di depan gerbang kantin, melihat—mencari di mana keberadaan Sehun. nah, Sehun ada di deretan tempat duduk dekat makanan ringan, Luhan baru saja mau menghampiri nya sebelum ada.. seorang wanita yang membawa dua gelas bubble tea menghampiri Sehun. Luhan memilih memperhatikan mereka dulu.

Sehun terlihat tersenyum menatap si wanita itu, wanita bersurai coklat hampir sama seperti surai Luhan. menerima uluran minuman kesukaan nya itu sambil berujar terimakasih. Sehun terlihat senang sekali mengobrol dengan wanita itu.

Luhan menatap ke sekitar nya, Ugh—ada Minho—salah satu pengurus kesiswaan kuliah mereka.

"Minho-ssi!", panggil Luhan saat Minho sudah hampir berjalan cepat melewati nya. Minho yang sedang memakan kentang goreng nya sambil berjalan akhirnya memutar tubuh sambil menatap Luhan dengan tatapan 'kenapa?'

Luhan menghampiri Minho, "Kau salah satu pengurus kesiswaan kan? apakah kau tau siapa nama wanita yang duduk bersama Sehun?", Luhan menunjuk kearah tempat duduk Sehun dan wanita itu.

Minho sedikit memajukan tubuh nya—berusaha melihat mimik wajah si wanita—, "Oh.. bukankah itu Daeun? Dia anak kelas seni vocal semester satu"

Luhan menatapi Sehun yang sekarang tengah tertawa riang, "Hmm..", dia menatap Minho, "Kalau begitu terimakasih Minho—ssi", Luhan membungkuk sedikit, dibalas senyuman dan gumaman sama-sama dari Minho, lalu anak itu pergi dengan makanan di tangan nya.

Luhan menatap di wanita itu, "Daeun.. seni vocal, semester satu", gumam nya, "Siapa anak itu?"

Hei—Luhan, dari pada kau penasaran. lebih baik kau menghampiri kekasih mu—hati kecil Luhan berkata,

"Ah benar juga", Luhan menjetikkan jari nya dan berjalan cepat kearah Sehun. Sehun yang langsung menyadari Luhan yang sekarang tengah berdiri di sebelahnya langsung tersenyum

"Hai, Lu"

Luhan tersenyum dan duduk di sisi kosong tempat duduk sebelah Sehun, "Hai…", lalu Luhan menatap Daeun dan Sehun bergantian, "Dia.. siapa, Hunie?"

Sehun menatap Daeun tersenyum, "Teman sekolah ku dulu, namanya Daeun, cantikkan? Dan Daeun, kenalkan ini Luhan—kekasih ku"

Yeah, setidaknya Sehun tidak pura-pura kalau dia single bukan?

Luhan tersenyum saat Daeun mengulurkan tangan nya, "Halo, aku Daeun, dulu aku penggemar berat Sehun di sekolah. namun dia selalu jual mahal padaku, jadi kami belum sempat jadian. maka dari itu, kau harus menjaga nya agar aku tidak merebutnya ya hehe—dan ngomong-ngomgong aku berada di fakultas seni vocal"

Sehun menatap wajah Luhan yang sedikit menaikan alis mata nya, Ohh Daeun tidak tahu kalau Luhan begitu sensitive. Sehun berdeham, membuat Luhan meredamkan rasa cemburu nya sedikit.

"Aku Luhan, kekasih nya, dan dia sangat mencintai ku, jadi dia tidak mungkin menerima mu jika pun itu terjadi", ujar Luhan sedikit dingin

Daeun tersenyum miring, "Astaga, aku hanya bercanda, Luhan—ssi"

Luhan pun membalas dengan senyuman miring pula, "Ya, aku tahu"

"Baiklah, sebaiknya aku tidak mengganggu kalian berdua. Aku duluan, selamat siang Luhan—ssi, sampai jumpa Sehun-ah", Daeun melambaikan tangan nya kearah Sehun dan Luhan bergantian. Lalu hilang di belokan pertama didepan kantin.

Ugh—suasana nya tidak mengenakkan sekali ya.

"Oke. baiklah Lu, kau mau makan dulu atau bagaimana?", ujar Sehun sambil memandang Luhan.

Luhan balik menatap Sehun sambil tersenyum, "Kau ada mata kuliah lagi setelah ini?" Sehun mengangguk. "Jam berapa?"

"Kira-kira 15 menit lagi", balas Sehun

Luhan mempout kan bibir nya, "Pati kau sudah lama menungguku ya? hmm, yasudah. Kau ke kelas selanjutnya saja. Aku bisa makan sendiri nanti"

Sehun baru mau mengusap surai Luhan, namun Luhan berangsur mundur sedikit. Sehun tersenyum, "Baiklah. Aku duluan juga, jika kau bosan, kau bisa pulang duluan"

Luhan mengangguk, "Tapi aku akan menunggu mu", dan Sehun balas tersenyum lagi.

Pertemuan singkat. Sangat singkat.

Ugh—aku bosan. Ujar Luhan dalam hati.

Baru saja Luhan mau mengangkat bokong nya dari tempat duduk, namun tiba-tiba ada yang menariknya untuk duduk kembali, siapa lagi kalau bukan Kai. anak itu benar-benar.

"Mau kemana Lu? temani aku disini ya", ujar nya lembut, Luhan mau menolak tapi daripada dia sendirian lebih baik dia bersama Kai kan? teman ngobrol.

Luhan mengangguk. Mereka menghabiskan waktu berdua. Bercanda sambil berbicara tentang masa lalu mereka, awalnya Luhan menolak tapi yahh Kai tetap saja bicara.

.

.

.

.

Beberapa hari berikut nya…

Entah kebetulan atau memang Kai sedang beruntung. Kini ia tengah berada di belakang pohon sambil mengintipi seorang laki-laki dan perempuan yang duduk dengan sangat mesra nya di bawah pohon yang rindang. Itu Sehun dan yeahh, Kai tidak mengenal siapa wanita itu.

Yang jelas, Kai mendapatkan foto Sehun yang sedang bercanda dengan si wanita, sambil tidak sengaja merangkul dan berpegangan tangan. ini alat ampuh untuk di tunjukkan ke Luhan dan memanasi nya sedikit. pasti Luhan langsung berubah pandangan pada Sehun. yeah, ini jahat. Namun Kai mau mencoba dulu, siapa tahu ini berhasilkan?

.

.

.

.

"Mau menunjukkan apa, Kai?", tanya Luhan yang kini tengah bersama Kai di taman samping kampus. Kai tanpa bicara menyerahkan bukti yang ia bawa, melihat dulu bagaimana reaksi Luhan. Kai sempat melihat Luhan terdiam sambil sedikit gugup mungkin. Luhan menatap Kai dengan dingin.

Kai jadi bingung sendiri, Luhan tidak pernah menatap nya begini. "Langsung saja keintinya, aku masih menyukai mu Luhan, dan Sehun, dia tidak pantas dengan mu. dia lebih suka seseorang yang mudah di sentuh", Luhan memberikan tatapan tajam sambil mengangkat alis nya bingung, "Aku lebih pantas"

Luhan masih diam tidak merespon.

"Kembalilah Lu, kembali", Kai menggenggam tangan Luhan erat.

Luhan memberontak, beberapa hari ini dia memang sedang memikirkan hubungan Sehun dan Daeun. Dia juga sempat berfikir bahwa Sehun menyukai Daeun, di tambah dengan bukti yang Kai berikan. Luhan kalut, dia sedang emosional, dan sekarang Kai menyentuh nya. buruk. ini sangat buruk.

"Sudah ku bilang sejak awal kita bertemu kembali 'kan!? aku tidak suka di sentuh! Sampai saat ini pun tidak! kenapa kau malah menyentuh ku!?", bentak Luhan kasar, Luhan kira, selama bersama Sehun yang terus-menerus menyentuh nya (walaupun hanya hal kecil), Luhan dapat menerima sentuhan dari orang lain, nyata nya tidak. Kris, Xiumin dan Lay pun sempat menjadi bahan omelan nya berhari-hari. Luhan merasa terganggu akan hal itu.

"Kenapa kau berlebihan sekali huh? aku hanya mencoba menenangkan mu, Lu"

Luhan menunduk, dia menangis sekarang.

"Pergi", tiba-tiba suara khas dari seseorang yangs angat Luhan kenal sampai di indra pendengar nya. dia menarik Luhan agar berlindung di belakang nya. "Dia ketakutan dengan mu"

Kai dan Sehun—ya, dia Sehun—saling bertatapan, "Kau tidak mau pergi? baiklah, aku dan Luhan yang akan pergi", seperti kata Sehun, mereka pun pergi.

Sehun membawa Luhan ke perpustakaan—yang kebetulan sedang kosong, mungkin hanya beberapa anak. mereka mengambil bagian rak buku paling pojok.

"Apa yang dia lakukan?", tanya Sehun selanjut nya.

Luhan menatap Sehun dengan wajah penuh air mata, "Akankah kau membenci ku jika aku selalu minta kau genggam tangan nya? apa kau akan marah jika aku meminta mu mencium dan memanjakan ku tiap hari nya?"

"Kau ini kenapa?"

"Jawab saja"

Sehun diam beberapa detik, "Tidak"

"Kenapa tidak marah?"

Dia tersenyum, "Tentu tidak, karena aku tahu dan aku senang jika kau hanya bisa di sentuh oleh ku saja"

"Baiklah, jangan pernah marah jika aku akan membuat mu kesal Karena selalu minta di peluk dan di cium",

Dengan segera Luhan mendekatkan tubuh nya pada Sehun, memeluk Lehernya dan sedikit berjinjit untuk mencapai bibir merah tipis milik Sehun. awalnya Sehun bingung harus melakukan apa. namun yang perlu dia tahu, Luhan mulai nyaman bersama nya. maka dari itu, ia membalas perlakuan Luhan pada nya. ikut memeluk pinggang ramping Luhan dan membalas ciuman itu dengan tidak kalah ganas nya. membagi kehangatan satu sama lain. Lupakan Daeun, Lupakan Kai. sekarang hanya ada mereka, Sehun dan Luhan.

Sehun senang, pada akhirnya, Luhan hanya bisa di sentuh oleh nya. tidak Kai, tidak Kris, tidak Xiumin dan tidak juga dengan Lay.

.

.

.

.

.

.

.

.

Omake:

"Sudah menyerah kan?", tanya Kyungsoo sambil berjalan mendekati Kai yang sedang berdiri agak jauh dari Sehun dan Luhan

Kai memandang Kyungsoo sengit. "Kenapa sih kau selalu ada jika aku sedang mengintipi mereka? bisakah kau tidak seperti hantu begitu?"

Kyungsoo tersenyum lucu, "Tidak. aku ada karna kau ada"

Kai memukul tembok di sebelah nya, "Bicaralah pada dinding ini, aku pergi"

Kyungsoo menatap Kai yang sudah berjalan sekitar lima langkah, "Sudah menyerah?", Dan Kai balas dengan anggukan. Kyungsoo tersenyum cerah dan mengejar Kai, "Kaiiiii tunggu akuuuuuu"

Aku akan segera menaklukan mu, bocah hitam—batin Kyungsoo.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

E N D

WHAT THE…. Maafkan untuk kecepetan alur, kurang banyak, kurang Nc, typo disana-sini. Ini faktor waktu, fikiran, UAS, kena Writer Block, aku hatau harus gimana, maapkan aku yaa. Ada koreksi buat berapa lama Kai pacaran sama Luhan, kemarin yang sebelum nya aku bener bener lupa kalo dia Cuma pacaran 2 minggu wkwk Maaf ya

Terimakasih buat kak Liyya yang udah bikin event bubble tea ini. huaaaaaa ayo tahun depan bikin lagi, atau bikin pakai couple lain gitu kekekeke good job author-nim! ^^

Terimakasih kepada semua yang telah menghabiskan waktu berharga kalian untuk membaca cerita abal ini.

Junia angel 58 – Min Hi – sehunhan – imeyyteukmin – NoonaLu – Selubaby – chacalock – ladywufan – Beechanbaek – Mybabydeer – farfaridah16 – RZHH 261220 II – Sanshaini Hikari – levy c fiverz – vidyafa11 – Oh Zhiyulu Fujoshi – snowy07 – BeibiEXOl (duh makasih ya, komentar kamu ngetouch hati aku banget(?) makasih juga buat koreksinya^^) – fujiwara key 7 – Xiaoluluu – WulanLulu – 15 –myboo – jejeosh – EXO88 – syakilashine – Hunifa143 – adella398 – kachimato

Aku ada yang baru looh, FF oneshot baru. Silahkan di Cek Stories saya. Pairing nya tetep HunHan, yang nagih rated M kesana saja -_-

Review jangan Lupa!

Terimakasih ^^