Let's Mary
Akashi X OC
By: Yukari Mirai
.
.
.
Akashi Hinami melangkahkan kakinya di lorong-lorong panjang itu. Akashi Seijuro putranya tercinta tidak pulang kerumah kemarin malam. Sebagai ibu walaupun dia marah, tetapi akan tetap khawatir kepada anaknya. Setelah suaminya meninggal, Sei-chan nya mau tidak mau harus mengurus perusahaan Akashi Group.
Sekarang wanita yang sudah berumur setengah abad itu, tetapi masih terlihat muda dan cantik berdiri di depan pintu apartemen nomor 2225. Memasukkan kata sandi yang sudah dihafalnya.
Kakinya melangkah masuk langsung menuju kamar anaknya. Setelah membuka pintu hitam itu, dia kembali menutupnya. Hinami berjalan menuju dapur dan mengambil sapu, setelah itu dia kembali menuju kamar putra semata wayangnya itu.
BUK!
Akashi Seijuro terbangun dari tidurnya karena dia merasakan rasa sakit yang nyata.
BUK! BUK! BUK!
"Aww..."
Akashi meringis. Da melihat Mamanya memukulnya secara membabi buta dengan sapu.
" Mama kenapa sih?" Akashi menahan pukulan itu menggunakan tangannya.
"Dasar Cabul!" Akashi bingung. Mamanya tersayang tiba-tiba merendahkannya dengan kata-kata itu.
Pandangan Hinami tertuju ke arah tempat tidur ukuran king size milik Akashi. Putranya yang memandang bingung mengikuti pandangan Hinami. Akashi terkejut melihat ada gadis yang tertidur di tempat tidurnya.
Akashi kembali memutar memorinya yang kemarin. Dia baru ingat bahwa kemarin dia hampir menabrak seorang gadis, dia langsung membawa gadis itu ke Rumah Sakit Nanodayo milik teman lamanya Midorima Shintaro.
Teman lamanya itu mengatakan bahwa gadis yang hampir ditrabaknya tidak mengalami luka serius, hanya terkejut. Saat Akahi berpikir akan mengantarnya pulang dia tidak tahu rumah dari gadis tersebut, mau tidak mau Akashi membawanya ke apartemennya.
Dan sialnya dia ketiduran ketika menjaga gadis itu dan secara tidak sadar naik ke tempat tidur.
"Sei-chan Mama mau tanya, kenapa kamu tidur sama cewek?" Akashi kalang kabut, susah membuat Mamanya percaya. Akashi melirik Hinami untuk mengecek apakah Mamanya itu marah atau tidak.
Diluar dugaan mata Hinami berbinar-binar, Akashi mulai berpikiran kemungkinan terburuk dari kejadian ini. "Sei-chan, jangan-jangan ini calon istri kamu?" Hinami bertanya kepada anaknya.
"Uh..." Sebelum Akashi menjawab, Gadis yanng pingsan tadi tersadar dari pingsannya.
Mata hitam itu mulai terbuka perlahan. Menjelajahi seulruh sudut ruangan. Hinami membantu gadis itu yang sepertinya ingin merubah posisinya menjadi terduduk. "Kamu calon istrinya Sei-chan ya?" Hinami memaparkan senyum, dia tidak berpikiran bahwa anakanya itu bisa mencari calon istri setelah sehari disuruh.
Gadis yang ditanya oleh Hinami hanya memandang bingung. Dia baru tersadar dari pingsannya dan mendapatkan pertanyaan yang absurd dari seorang yang asing baginya.
"Hee?" Jawaban itu menjelaskan bagaimana rasa bingungnya.
"Nama kamu siapa?" Hinami mengganti pertanyaan menjadi lebih normal.
"Y-yuki. Kiriha Yuki" Gadis berambut hitam itu menjawab perlahan, terdengar suaranya yang masih lemas.
"Jadi kapan kalian akan menikah?" Akashi memijat keningnya. Tiba-tiba pening menghampiri kepalanya.
"Bagaimana kalau dua hari lagi? Serahkan semua persiapannya kepada Mama" Hinami mengelus pipi Yuki dengan lembut. Sang empunya pipi malah merinding disko ketika disentuh oleh Hinami.
"Mama! Dia itu bukan siapa-siapa ku!" Akashi mencoba menjelaskan semuanya.
"Kalau gitu, besok lusa kalian pergi ke toko perhiasan langgangan Mama, pesan cincin yang menurut kalian bagus. Nanti Mama akan menghubungi designer terkenal untuk membuuat gaun pengantin, undangannya biar Mama juga yang urus, sekalian kuenya nanti Mama akan bilang ke Murasakibara."
Akashi kolot Mamanya tetap kekeuh dengan pendirian yang salah itu.
"Calon istri?" Yuki korban yang sedari tadi diam mulai berbicara. Hinami memandang Yuki lalu mengangguk dengan mantap sambil tersenyum.
"Ha?!" Secara tak sengaja Yuki membentak Hinami yang tepat di depan wajahnya.
"T-tapi..." Hinami cemberut mendengar penolakan dari Yuki.
"Tapi?" Yuki mengigit bibir bawahnya, dia ingin menolak, tetapi berat hati ketika melihat Hinami memandangnya sedih. Dia telah kehilangan kedua orangtuanya saat berumur 5 tahun karena gempa bumi. Yuki kecil akhirnya terpaksa masuk panti asuhan karena tidak mempunyai sanak keluarga.
Jujur dia juga ingin menikah untuk merasakan kembali bagaimana rasa kasih sayang yang selama ini dia rindukan, tetapi tidak secepat ini dan tidak dengan seorang berambut merah yang ada di sampingnya.
"Ti-tidak apa-apa" Yuki menundukkan kepala saat merasakan pandangan mematikan pria berambut merah yang sedang berdiri di sampingnya.
"Jadi, besok Sei-chan pergi sama Yuki-chan ya. Biar Mama yang mengurus jadwal Sei-chan."
Akashi menjambak rambutnya frustasi. Tapi tunggu dulu, kalau gadis di sampingnya ini mau menjadi istrinya, dia tidak akan menikah dengan sekretarisnya yang kelainan mental itu.
Boleh juga sih, tetapi ada satu masalah kecil, Akashi itu bermimpi mempunyai rumah tangga yang saikinah, mawadah, dan warrahmah. Dia hanya ingin menikah sekali seumur hidup, jadi harus pilih-pilih untuk mencari tipe yang sesuai keinginannya. Masalahnya gadis ini sesuai atau tidak. Lagipula mereka baru bertemu kemarin dengan kejadian yang tidak mengenakan.
"Ya udah ya Sei-chan. Mama mau mengatur jadwal kamu untuk besok, sekarang kamu habiskan waktu saja bersama Yuki-chan, tetapi jangan coba-coba praktek membuat cucu untuk Mama." Hinami mengingatkan dengan bijak.
Yuki yang mendengar nasihat Hinami menjadi blushing. Akashi memandang Mamanya dengan tatapan 'jangan buat harga diriku hancur Ma', sedangkan penasihat yaitu Mama Hinami dengan santainya keluar dari kamar Akashi tanpa menghiraukan tatapan melas putranya itu.
Sekarang hanya tinggal mereka berdua. Yuki yang pada dasarnya adalah gadis pemalu hanya menundukkan kepala di dalam situasi seperti ini.
"Mau Makan?" Akashi memulai pembicaraan.
Yuki mendongakkan kepalanya menghadap Akashi. Dia hanya membalas dengan anggukan.
Akashi keluar dari kamarnya untuk mandi, setelah itu baru dia akan mengajak gadis yang bernama Kiriha Yuki tadi makan pagi.
Yuki yang tidak tahu harus berbuat apa hanya mengedarkan pandangannya ke seluru ruangan kamar miliki pria bernama Akashi Seijuro.
Ya, Akashi Seijuro
Akashi Seijuro
Akashi Seijuro
"HAH?! AKASHI SEIJURO?!" Gadis itu terkaget saat dia baru sadar bahwa yang hampir menabraknya kemarin adalah pengusaha muda nan tampan yang memberinya beasiswa di Universitasnya sekarang. Apakah benar-benar Akashi Seijuro yang fotonya ada di internet itu? Yang dikabarkan menjalin hubungan dengan Satsuki Momoi sang model terkenal itu? Dan yang lebih parahnya dia adalah pria yang tadi disebut-sebut oleh wanita yang memanggil dirinya Mama akan menikahinya dalam kurun waktu 2 hari kedepan?
"Apakah aku tidak salah bermimpi?"
.
.
.
TBC
A/N :
Hai minna ketemu lagi XD. Maaf updatenya lama karena kesibukan sekolah juga sih,, maaf banget kalau humornya kurang terasa karena ini genre utamanya juga romance, genre keduanya baru humor, dan juga jika alurnya kecepetan Yuka minta maaf banget#bungkut360Derajat ,, masalahnya otak author yang satu ini lagi pusing.. butuh banget penjelasan dari reader-tachi. Mohon kritik dan saran nya agar author juga bisa belajar.
See you next chap ya~ ^^
