Gladys-chan: Haloo minna-san ketemu lagi dengan author gaje ini. Mohon maaf karena baru bisa update, saya terlalu sibuk di dunia nyata.
Rin: sok sibuk lo thor. Padahal lo gak ngapa-ngapain. Udah berapa lama gak update nih.
Gladys-chan: ukhh maaf... yosh bales review dulu nyok
Go Minami Asuka Bi
Gak semuanya curhatan aku kok, ada yang nyomot dari kejadian temen. Makasih atas saran dan Len keluar kok di chap ini. Makasih sudah mereview
Mizuki Akari Chan
Huaa iya akhirnya aku buat fanfic, aka-chan*peluk balik* Aka-chan mau makan kwetiau ? ayo kita palakin Pikoo#disumpelUSB huaa makasihh udah dibilang kerenn ya makasih ya request-ku udah dibikinin. Oke terima kasih telah mereview
Arisa Amori
Huaa sama sama kelas 7 *peluk*. Eh tugas kelompok yang mana nihh ? Makasih sudah mereview
Rini desu
Makasih sarannya itu berguna banget, senpai. Makasih reviewnya Rini-senpai
Yuka-Shuu and Raira
Makasih reviewnya untuk kalian berdua.
Azunyan
Terima kasih untuk reviewnya Azunyan.
Gladys-chan oke mulai aja langsung
Disclaimer: Yamaha dan rekan-rekannya
Warning: Gaje, EYD aneh, (mungkin ada) Typo, Humor garing dan lain-lainnya
6. Galau
Kiyoteru termenung. Dia merasa dirinya nista sekali. Katanya sih abis dikacangin ama istrinya. Kiyoteru menggumamkan beberapa kata pada dirinya sendiri. Katanya, 'aku rapopo.'. Di sisi lain, Len yang saat itu hendak pergi ke ruang guru melihat Kiyoteru termenung. Ia berinisiatif menghampirinya.
"Eh sensei, galau yaa ayoo ngaku ajaa." Kata Len. Kiyoteru yang mendengar itu langsung membalas, " Iya, emang kalo saya galau kenapa."
"Sensei gak usah galau mendingan saya ajarin cara biar gak galau." Kiyoteru yang emang dasarnya suka penasaran langsung menjawab, "Emangnya gimana?"
"Nah sensei berdiri, badannya agak dilengkungin ke belakang." Kiyoteru mengikuti intruksi Len. "Tangannya yang satu taroh di jidat, mulut sensei mangapin dikit, nah gitu oke sip. Nanti saya nyanyi sensei pantatnya goyang maju mundur yaa." Kiyoteru udah adem anyem, ngapain coba disuruh kayak gitu.
Len menarik nafas, "Ayo goyang dumang biar hat-"
Sebuah sepatu mendarat tepat di wajah Len. Ckckck, Len jangan pernah ngerjain guru lagi galau.
7. Kelas
"Yah, kalian kerjakan semuanya saya pergi dulu untuk mengawasi kelas 9." Sensei pun meninggalkan kelasnya dengan setumpuk pekerjaan bagi muridnya.
Setelah 2 menit, Big Al bangun dari kursinya dan beranjak ke pintu. Big Al membuka sedikit untuk melihat ke luar. "AMANN!" teriak Big Al dan seketika itu juga kelas menjadi ribut. Para gadis mulai membentuk kelompok untuk bergosip ria, sedangkan para laki-laki menarik satu buah meja dan kursi untuk area adu lompat-lompatan. Tiba-tiba Al berseru "Awas sensei datengg!"
BRAKK! Tba- tiba pintu dibanting secara kasar
Sang sensei selaku pembanting pintu, masuk dengan wajah sangar. "SIAPA YANG TADI RIBUTT! LILY, KAMU KETUA KELAS DISINI MENGAPA TADI SAYA MENDENGAR LAPORAN BAHWA KELAS INI BERISIK"
Yang dipanggil hanya mendongakkan kepalanya. Lily maju dengan sikap sok coolnya. Lily menarik nafas "Sensei tadi tidak ada yang ribut sama sekali, kami semua sedang mengerjakan tugas yang diberikan oleh sensei." Ucap Lily kepada sang sensei.
"Tapi saya de-"
"Sensei, saya bilang TIDAK ADA YANG RIBUT. Mengerti, sensei." Lily menegaskan kepada sang sensei. Sementara yang ditegaskan sudah gemetar karena diberi senyuman mematikan oleh sang ketua kelas.
8. Lagu
Mikuo menatap saudarinya, Miku. Ia melihat Miku yang sedari tadi sibuk dengan mp3-nya. Penasaran, Mikuo pun coba bertanya, "Mik, kamu tuh dengerin apaan sih? Kayaknya seru banget lagunya." Merasa dikacangin oleh adiknya, Mikuo pun mencopot earphone Miku.
"Ihh, apaan sih bang." Miku mulai kesel. "Aku tuh dari tadi udah manggilin kamu tapi kamunya gak denger, makanya aku copot." Jelas Mikuo.
"Emangnya kamu dengerin apa sih ? kayaknya seru banget." Mikuo mengulang perkataannya.
"Ihh kepo banget sih, bang" Miku menyambar earphonenya dari tangan Mikuo.
"Dihh ditanyain gitu, durhaka kamu, dek." Miku pun membalas dengan cepat. "Aku tuh lagi dengerin lagu Duo Serigala ituhh yang ada goyang dribble."
Oh, ternyata Miku suka lagu dangdut yaa..
9. Tara
Gumi bengong. Ia sama sekali tidak menanggapi apa yang dikatakan oleh Kiyoteru-sensei. Katanya Gumi, buat apa belajar aritmatika sosial toh dia gak mau jadi pedagang beras. Saat ini Kiyoteru tengah mengajarkan aritmatika sosial.
Kiyoteru yang sedang mengajar tiba-tiba menunjuk Gumi. "Megpoid-san, bisa kamu tolong jelaskan apa arti tara?" Gumi langsung kicep. Dia aja gak merhatiin pelajaran mana bisa tau apa itu tara.
"Megpoid-san ?"
"Tara itu adalah seorang artis dan komedian dari Indonesia, sensei! Nama lengkapnya Tara Budiman, sensei!"
Dan Gumi pun berakhir di lorong kelas sambil mengepel.
10. Pajak
Len berjalan ke arah Rin dengan senyum ala monyet. Ia menghampri meja Rin. "Rin, kamu tuh ya belom bayar pajak!" gebrak Len
Yang ditanyain cuman cengo. "Apaan sih gaje banget, kalo urusan pajak itu udah dibayarin ama bokap nyokap gue." Len berdehem "Rin kamu tuh belom bayar pajak tau.."
Rin yang udah kesel langsung berkomentar "Pajak apaan sih?" Len memposisikan dia di hadapan Rin. Tenang gak deket-deket banget kok. "Kamu tuh belom bayar pajak ke aku yaitu untuk jadi pacar aku." Awww ternyata nembak tohh.
Sementara yang ditembak udah blushing akut.
Halo ini Gladys-chan yang sudah berubah nama menjadi ChocoWhiteMuffin, mungkin mulai saat ini fic ini bakalan HIATUS jadi mohon bersabar. Dan Gladys-chan boleh minta ide kalian gak buat di jadiin drabbles. Kalau gitu Gladys-chan pamit dulu minna-san
Sign,
ChocoWhiteMuffin
