Dani: Ah… kemarin kami lupa ngasih tahu… pьıвок Apтуp itu artinya memang Jerk Arthur dalam bahasa Russia. :p

Yuki: Heheheh… oke, ini adalah chapter terakhir dari twoshot nista yang kami buat. Chapter ini dibuat waktu menjelang subuh loh. Ahahahaha… *gak penting*

Dani: Selamat membaca dalam damai. XD

=_=_=_=_=_=_=

Hetalia © Hidekaz Himaruya

Are you smarter than a sixth grader? © Dani en Yuki.

Warning: OOC, AU, dan semua warning yang khas pada fic ciptaan kami XD

=_=_=_=_=_=_=

"Peserta kedua, harap siap-siap. Setelah commercial break ini, giliranmu untuk tampil," kata Hong Kong pada seorang lelaki yang tengah bercermin di ruang ganti.

"Oh?" jawab lelaki itu sembari menyibakkan rambutnya ke belakang, "Gitu ya? Berapa menit lagi? Gue dah gak sabar nih buat di-shoot."

"Baru kali ini gue tahu ada orang senarsis dia," batin Hong Kong, "Gak lama, kok. Paling-paling lima menit lagi."

"Ah, oke," kata lelaki itu.

Dan Hong Kong pun berlalu sebelum ia berhenti karena lelaki tadi memanggilnya dan berkata, "The sun shines so bright."

"The fuck?" jawab Hong Kong.

"I'm so fucking awesome, right?"

Dan yah… peserta kedua itu adalah…

Tiba-tiba dari atas panggung terdengar jeritan Alfred, "MARI KITA SAMBUT, PRUSSIA!!!"

"Katanya masih commercial break? Padahal gue mau foto-foto dulu buat ngupdate blog," kata Prussia sambil menatap Hong Kong dengan tampang datar.

"Yah, itu tadi breaknya udah 4 menit 59 detik, jadi ya sekarang dimulai lah," jawab Hong Kong.

Gilbert melirik pada jam dinding dan mengangkat sebelah alisnya sembari tersenyum, "Masih banyak waktu yang tersisa kan, ya? Wah… berarti nanti giliranku untuk tampil di TV lebih lama dong?"

"Ya…. Whatthefuckever," jawab Hong Kong bosan, "Peserta pertama sih, gak bertahan lama."

"Oh??"

"Apanya yang 'Oh'? Ayo cepetan!" Hong Kong menyeret tangan Gilbert dan menggiringnya ke panggung.

"Give applause to Gilbert Beilschmidt from Prussia (yang tidak ada dalam peta dunia)!!" teriak Alfred menyambut kedatangan Gilbert yang diseret oleh Hong Kong.

Setelah didorong dengan kasar oleh Hong Kong –hingga jidatnya kebentur podium-, Gilbert pun segera berdiri tegap dan memasang ekspresi seolah-olah ia masih punya harga diri.

"Selamat malam, semua," Gilbert membungkuk sopan.

"Ya, apa kabar, Gilbert?" tanya Alfred basa-basi.

"Baik dan saya tetap awesome seperti biasanya," jawab Gilbert yang mendapat beberapa macam respon dari pemirsa. Ada yang enek, bilang dia narsis, tapi tidak kurang juga yang menyetujui ucapannya. Maklum, Gilbert adalah seorang bintang iklan produk makanan burung berspesies Gilbird. Bahkan saking tenarnya, produk itu ikut terkenal dan mengganti merk nya dari Gilbird's food menjadi Gilbert's food.

"Anda sudah tahu, kan, bagaimana cara bermain di kuis ini?" tanya Alfred.

"Gak ada yang tidak diketahui oleh orang awesome seperti saya," ujar Gilbert sembari menaikkan kerah kemejanya.

"Errr… Bisakah kau sekali saja tidak mengucapkan kata 'awesome' dan sebangsanya dalam beberapa menit ke depan?" tanya Alfred.

"Tentu saja bisa. I'm cool."

"Whatever! Kita mulai! Lo pilih tuh salah satu di antara mereka buat ngedampingin elo!" kata Alfred agak sensi sembari menunjuk sekumpulan om-om yang kembali berteriak 'Jangan aku! Jangan aku!'

"Um…. Sebentar, bolehkah aku untuk tidak memilih?" tanya Gilbert pada Alfred.

"Dan kenapa demikian?" jawab Alfred, "Kau tidak akan mengatakan bahwa itu karena kau awesome atau cool atau handsome, kan?"

"Exactly. I'm gorgeous."

Dan tepat saat Gilbert selesai mengucapkan itu, saluran TV itu terkena gangguan satelit dan layar hanya bertuliskan 'Tetaplah bersama kami'

"Kenapa?" tanya Gilbert heran.

"Gara-gara elo tuh!" Alfred melampiaskan rasa sensinya pada yang bersangkutan, "Satelit langsung eror, deh!"

"Perasaan gak nyambung deh," ujar Gilbert, "Waktu yang tersisa tinggal berapa menit untuk acara ini? Masih lama, kan?"

"Huh? Tinggal 35 menit," jawab Alfred.

"Oh… cukup lama untukku terekspos sebanyak lebih dari 20 shoot," ujar Gilbert memperkirakan.

10 menit kemudian…

"Oke, gangguan teknis sudah terselesaikan, aru!" ujar Yao pada seluruh kru dan penonton yang sebagian besar sudah tertidur pulas dan kepada para 6th graders yang kini tengah stripping party di balik panggung.

"Oh, udah yah?" tanya Gilbert semangat, "Eh, elo!" tunjuk Gilbert pada Alfred, "Tatap mata indah gue."

"Hah?" dan Alfred pun menurutinya dan menatap Gilbert dengan heran.

"Hm…. Nice glasses. Okay, I'm still awesome as always," ujar Gilbert yang langsung buang muka dari Alfred, "Aku siap untuk di-shoot."

"Kenapa harus kata-kata itu?!" teriak Alfred.

Dan acara pun berlanjut. Kamera terarah pada Gilbert yang sudah pasang pose the most awesome-nya dan pada Alfred yang pasang pose the most annoyed-nya.

"Sekarang kau pilih salah satu di antara mereka untuk mendampingimu menjawab pertanyaan," kata Alfred memerintah.

"Ini harus?"

"IYA! DAN GAK ADA HUBUNGANNYA AMA PENAMPILAN FISIK!"

"Siapa ya yang pantas dan berpotensi untuk mendampingi seseorang yang perfect sepertiku?" gumam Gilbert serius, untung saja Alfred tidak mendengarnya, "Aha! Ivan, you're the luckiest one I chose!" Gilbert menunjuk Ivan.

"Gue gak nyangka dia bakal milih Ivan dari semua orang," batin Alfred, "Gue nyesel jadi host."

Dan Ivan pun berdiri dan menuju ke arah podium.

"Ahahahahaha….," Ivan tertawa innocent saat sampai di atas podium. Dia pun menoleh pada Gilbert dan bertanya, "Bersatu dengan Russia, da?"

"Apa? Prussia?" tanya Gilbert, "Ya, aku paham perasaanmu, perasaan semua orang yang mendambakan ingin bersatu dengan seseorang yang populer sepertiku," Gilbert mengelus-elus dagunya seraya berpikir, "Tapi maaf, aku menolak. Tapi kau jangan berhenti mengagumiku, ya."

Alfred pun sweat dropped, "Apa dia gak sadar bahwa selain memerhatikan penampilan fisik, dia juga harus memerhatikan kesehatan telinganya?" batinnya.

"Ahahaha…," Ivan menyambutnya dengan tawa kecil, "Kau mengecewakanku, Gilbert-kun."

"Udah!" teriak Alfred yang merasa dicuekin, "Sekarang, lihat, di sana ada beberapa pilihan jenis soal. Kamu pilih yang mana?"

"Hm…must be easy…," Gilbert memerhatikan layar LCD yang bertuliskan: Faal, Kalkulus, Virologi, Filsafat Arsitektur, Ilmu Tajwid, Sastra Sanskerta.

"FOR THE SAKE OF MY GORGEOUSNESS, WHAT THE HELL ARE THOSE?!" teriak Gilbert sembari memukul podium dan tertawa, "Itu semua mudah! Mudah bagiku yang berotak cemerlang ini! Hey, apakah kalian tidak takut akan bangkrut jika semua uang kalian akan menjadi hadiah untukku nanti? Hahahaha….!!"

"Ahahahaha…," Ivan pun ikut tertawa.

"Kau lihat soalnya saja belum," kata Alfred sweat dropped, "Kalo memang mudah, ya sudah, sekarang pilih salah satu!"

"Hm….," Gilbert mengelus-elus dagunya, berpikir, "Gue bingung… karena semuanya mudah. Jadi… Gue pilih semua!"

"Eh, lo tahu gak, katanya, orang yang kelewat narsis itu umurnya gak bakal panjang loh…," kata Alfred geram. Tidak ada yang tahu bahwa ucapan Alfred ini akan berubah menjadi kenyataan di kemudian hari. "Udah! Lo pilih SATU deh."

"Oke, dari yang kayaknya termudah deh," jawab Gilbert, "Gue pilih Ilmu Tajwid!"

"Terserah, makin cepet elo kalah, makin baik bagi gue," gumam Alfred, "Kita lihat pertanyaan di LCD berikut ini."

Pertanyaan: Apa huruf dalam hukum bacaan Iqlab?

Alfred tersenyum sadis saat mendapati Gilbert melongo membaca pertanyaan yang baru tertampang di LCD itu.

"Oh, come on, Mr. Oh-so-Awesome-my-ass. Katanya mudah…," kata Alfred, dia melirik pada podium Ivan, "Tuh… Ivan aja udah selesai," sambung Alfred.

"Ahahaha…," sahut Ivan, "Aku gak yakin ini benar."

"Oi, Gilbert! Lo gak…"

"NO!! GAK MAU! Gue anti minta tolong!! Gue bisa kok! Hah! Ini sih mudah! Gak ada apa-apanya!" Gilbert menjentikkan jari kelingkingnya.

"Begitu mudahnya sampai elo mengulur-ulur waktu buat menjawab?" tanya Alfred.

"Host-nya berisik banget, sih!" kata Gilbert.

"Lo ngomong gitu kayak gue gak ada di sini aja," jawab Alfred tersinggung.

"Udah! Gue udah jawab! Hah! I'm so fucking genius!" kata Gilbert mulai mempromosikan dirinya, "Jawabannya adalah A!" Gilbert memencet tombolnya.

"Oi, gak ada pilihan ganda."

"A, karena gue banget tuh! A-W-E-S-O-M-E!!" kata Gilbert sembari menggambar huruf-huruf imajiner di udara dengan jarinya.

"Terserah. Lo kalah gue juga gak rugi," kata Alfred, "Dan jawabannya adalah…. Setelah pesan-pesan berikut ini! Stay tune on this program!"

Saat commercial break…

"Oi, berapa lama waktu yang tersisa?" tanya Gilbert pada Alfred.

"Kenapa sih lo tanya waktu mulu?" tanya Alfred, "Harusnya gue yang tanya gitu, berapa lama waktu yang tersisa buat gue buat jadi host dengan peserta kayak elo."

"Ugh! That hurt my heart, Alfred."

"Like I care," kata Alfred, "Anyway, durasi tinggal 25 menit lagi. Masih cukup kok buat elo lebih lama mejeng."

"Ahahaha…."

"Apa yang ia tertawakan dengan tiba-tiba?" batin Alfred dan Gilbert saat menatap Ivan.

10 menit kemudian…

"Durasi tinggal 15 menit lagi!" teriak Yao.

"Hah?" Gilbert menoleh ke Alfred, "Kata lo tinggal 25 menit! Beraninya lo nipu orang keren kayak gue!"

"Pa'an sih? Pas lo tanya sisanya emang 25 menit, kok. Iklannya aja lama ampe makan waktu 10 menit cuma untuk 1 iklan!" bentak Alfred tak terima.

"Iklan apaan itu?"

"Iklannya Heracles. Dia kan baru saja jadi bintang iklan shampoo terkenal, tuh. Gila, hanya untuk menyibakkan rambutnya aja membutuhkan waktu 1 menit."

"Shit. Cuma 15 menit waktu yang sisa buat gue?" batin Gilbert sedih karena kesempatannya untuk mejeng lebih lama telah pupus sudah oleh sebuah iklan shampoo yang ngembat 45 persen waktu untuknya.

Dan acara pun kembali di mulai.

"Dan jawaban Gilbert….,"Alfred mendramatisir.

"I know I'm right, you don't have to shout it out loud," jawab Gilbert PD.

"YA! JAWABAN GILBERT SALAHHHHHHHH!!!" teriak Alfred, "yay!" gumamnya.

"Hah? Gak mungkin tuh! Kalian pasti tidak terima karena jawabanku benar sedangkan aku adalah orang yang serba sempurna bukan? Aku gak terima! Aku tahu aku benar dan katakan bahwa aku benar!" protes Gilbert.

"Darimana lo tahu? Ini adalah soal bahasa Arab dan elo adalah orang Prussia!" kata Alfred.

"So what? I know everything (because I'm awesome) and don't deny the fact!"

"Kau adalah satu-satunya orang di sini yang lari dari kenyataan!" kata Alfred, "Udah deh, lo kan kaya. Apa artinya dapet uang gak seberapa dari acara ini?"

"Yes, I'm rich man, of course!" Gilbert bersedekap dengan bangga.

"Kita lihat apa jawaban Ivan, jika dia benar, kau masih punya kesempatan untuk melanjutkan kuis ini."

Dan layar LCD pun menampakkan jawaban Ivan yang bertuliskan: ba?

"Eh! That's a mistype!! Yang benar 'da'!!" Ivan sadar dan menunjuk ke arah LCD.

"Jawaban Ivan benar!! Jawabannya adalah huruf 'ba'!!" kata Alfred tanpa menghiraukan apa yang baru saja diucapkan Ivan.

"What? That thing can't be right, right?!" Gilbert menunjuk Ivan, "I mean, look, I'm awesome and cool and all, tapi jawabanku salah ketimbang dia?! Gak adil!"

"Eh? Aku benar?" tanya Ivan heran sembari menunjuk dirinya sendiri, "Tapi… itu harusnya kan 'da'. Itu mistype."

"Eh, harusnya elo bersyukur elo masih bisa melanjutkan permainan ini dan berpeluang buat mejeng lebih lama lagi di TV, tauk!" kata Alfred menanggapi Gilbert tanpa menghiraukan pernyataan Ivan.

"Gak mungkin, ah! Masak Ivan tahu Bahasa Arab dan gue kagak? Itu gak mungkin!" kata Gilbert.

"Eh? Jadi tadi itu soal bahasa Arab ya?" tanya Ivan.

"Udah, lanjut!" kata Alfred yang merasa bahwa ia ingin segera mengakhiri acara laknat ini, "Lo, pilih jenis soal yang lain. Gak usah sok bisa deh!"

"Gue emang bisa kok. Lo-lo pada aja yang gak mau mengakuinya," kata Gilbert menatap jenis soal-soal itu, "Gue pilih Virologi!"

"Oke, inilah pertanyaannya."

Pertanyaan: Sebutkan dua cara perkembangbiakan virus!

"Ah, ini kan pelajaran waktu gue SMA," ujar Gilbert, "Tapi ampe sekarang gue masih inget, kok!"

"Gak nanya," jawab Alfred, "Tampaknya Ivan telah menulis jawabannya. Oi, Gilbert, kau gak mau ambil 'intip' atau 'salin'?"

"Kalaupun ada salin-menyalin dan intip-mengintip, harusnya Ivan yang melakukannya padaku," jawab Gilbert.

"Kalo gitu ngapain elo jadi peserta?"

"Kalo gue jadi 6th grader, gue bakal sering ngelihat muka elo yang nggak awesome tiap minggu," ucap Gilbert.

"Apa? Elo udah tahu jawabannya?" tanya Alfred.

"Bentar, gue mikir," kata Gilbert.

"Kelamaan. Orang pinter tuh gak pake mikir," kata Alfred.

"Oke! Karena gue pinter dan awesome, maka gue akan jawab sekarang!" kata Gilbert dengan mudahnya terpengaruh, "Bertelur dan beranak! Oke!" Gilbert memencet tombolnya dengan yakin. "Kalo kali ini gue salah, berarti gue bener, mereka pada iri akan kesempurnaan gue."

"Yakin lo?"

"Tentu saja! Aku selalu yakin pada kemampuanku yang mengagumkan ini!" Gilbert menepuk dadanya bangga.

"Ya sudahlah… tapi sayang jawaban elo salah tuh," ucap Alfred dengan entengnya.

"Hah! Sudah kuduga. Jadi benar, kalian benar-benar iri akan kesempurnaan yang kumiliki ini ya, kan?"

"Itu karena emang jawaban elo emang salah," jawab Alfred sabar.

"Maling ngaku, penjara penuh," Gilbert keukeuh.

"Ya, Gilbert, karena elo salah dua kali berturut-turut dan telah mendapatkan bantuan 'aman' dari Ivan, maka kali ini dengan terpaksa kau kami nyatakan GAGAL," kata Alfred, "Dan plis, jangan ada kalimat penyangkalan."

"Itu tidak mungkin," kata Gilbert, "Aku tak pernah gagal. Apalagi untuk ujian pengetahuan seperti ini. Dan aku tidak menyangka kalian akan menggunakan cara selicik ini untuk menyampaikan rasa iri kalian akan kesempurnaanku."

"Elo dah 3 kali lho ngomong gitu dan gue masih nyoba sabar," kata Alfred, "Mari kita lihat apa jawaban Ivan."

Di layar LCD:

Ivan: Bertelur dan beranak

"Kau! Gak mungkin jawabanmu sama denganku, Ivan!" tuding Gilbert, "Hanya aku yang tahu bagaimana cara virus berkembangbiak."

"Oi, jawaban lo tuh salah. Ngapain diributin?" kata Alfred, "Mari kita lihat jawaban yang lain."

Heracles: beranak dan bertelur

Poland: Bertelur & beranak

Francis: Bertelur, beranak

Arthur: bertelur juga beranak

"UGH!! Darimana mereka bisa menjawab sama denganku?" protes Gilbert, "Seriously, I'm the only one who knows everything, right?"

"Also, you're the one here who's so annoying and idiot," kata Alfred.

"Kau bicara gitu karena kau adalah host dan tidak perlu menjawab, kan?"

"Urusai! Sekarang elo ucapin kalo elo gak lebih pinter dari om kelas 6!"

"Hell no! Bisa atau tidak, kau harus belajar menerima kenyataan bahwa aku ini sempurna!" kata Gilbert, "Semua orang tahu itu."

"Gue gak tuh," kata Alfred, "Dan cepetan elo ucapin deh kata-kata itu!"

"Gak mau!"

"Oke, jika elo gak mau ngucapin kalimat itu, gue gak bakal ngasih hadiah hiburannya yaitu voucher makan gratis hot dog selama 3 hari! Hayo…?"

"Lo ngomong gitu kayak gue yang awesome ini mau makan sampah kayak gitu," ujar Gilbert yang langsung pergi dari sana, sakit hati dan kecewa karena kesempurnaannya telah disangkal oleh satu kru production—dia tidak mengetahui kalau seluruh kru production pun menyangkal hal itu.

"Ya, demikianlah perjumpaan kita hari ini, pemirsa. Semoga bisa bermanfaat *?* dan menghibur Anda sekalian. Sampai jumpa minggu depan dalam acara 'Are you smarter than sixth grader?' di channel yang sama."

Ending theme: WDC~World Dancing~, by Alfred F. Jones

Dan terdengar samar-samar suara, "Nah, gini kek, lagu gue yang diputer!" tanpa menyadari bahwa saat lagu itu diputer studio telah ditinggalkan oleh para penonton dan para pemirsa di rumah telah mengganti channel TV-nya.

Dan kamera pun mengarah pada om-om yang kini tengah berpesta wine dan vodka dan beberapa di antaranya mulai pesta stripping.

"Ivan, lo pinter banget tau Bahasanya si Egypt!" kata Francis, "Daripada Arthur, masa 1 ditambah 1 aja gak bisa?!"

"Ah? Hahaha… itu kebetulan saja, kok," ujar Ivan yang kali ini tidak menyebutkan soal mistype.

Dan beginilah akhir cerita yang tidak penting dan tidak memiliki inti, serta tidak memiliki pesan moral, dan juga tidak patut dipertunjukkan ini. Seperti kata Alfred, semoga bermanfaat, diikuti tanda *?*.

END

Dani: Oke, menurutku endingnya gaje… Saking ngantuknya pas ngerjain.

Yuki: Gue gak ngantuk. Lagian dari awal bikin sampai terakhir gini 65 persen aku yang ngetik semua! Yah, rencananya kami mau bikin fic tentang Gilbert, tapi malah nyasar ampe kepanjangan gara-gara ada adegan buat Peter!

Dani: Hahaha, kebablasan. Dengan begini, ini tidak cocok disebut sebagai fic tentang Gilbert. Thanks to our idea. 8P

Yuki: Review ya~