Confused Heart

Part 3: School

Bleach punya om Tite Kubo

Confused Heart punya aya^^

Pairing: HitsuRuki, HitsuHina, IchiRuki

Okkk..

Selamat membaca^^

R&R ya….

Confused Heart

Part 3:School

Aku terus memikirkan perkataan Momo. Kenapa? Kenapa Momo bertanya seperti itu? Kenapa pula aku menjadi sedikit ragu saat mengucapkan akan menjaga hatiku untuknya. Apa ini karena gadis itu? Apa ini karena Rukia? Arghhh…!! Aku tidak boleh memikirkan gadis itu terus! Ingat, Rukia hanya gadis yang tidak sengaja ku temui. Dan Momo adalah gadis yang ku cintai. Jadi kesimpulanku, aku harus melupakan pertemuan konyolku dengan Rukia dan menganggap itu semua tidak terjadi. Ya benar! Itu yang harus aku lakukan.

Sesampainya di rumah, aku langsung menuju kamarku. Tidak peduli kakakku yang sudah berteriak dari bawah, kamarku di lantai dua, menyuruhku makan.

"Hei Shirou! Kau harus makan dulu! Jangan langsung tidur seperti itu!" teriak Rangiku nee dari bawah yang masih bisa terdengar dari kamarku.

"Aku tidak lapar!" jawabku balas berteriak.

Aku lalu merebahkan diriku di kasur. Ah, lelah sekali hari ini. Mataku melirik ujung meja belajarku, mmm.. itu kan novel yang tadi. Terjadi pergulatan sengit dalam batinku. Di satu sisi aku ingin membaca novel itu, sebenarnya aku tertarik membaca novel itu mengingat ucapan Rukia tadi siang, '..aku hanya seperti mengenang masa lalu setiap membaca novel ini,'. Mau tidak mau ucapannya membuatku penasaran dengan isi novel ini. Aku ingin tahu apa yang terjadi dalam masa lalu Rukia. Ya, jujur saja, aku merasa begitu tertarik dengan kehidupannya. Entah kenapa, aku begitu ingin mengenalnya. Tapi di sisi lain aku takut membaca novel itu. Takut bila hatiku kembali goyah dan semakin ingin mengenal lebih jauh tentang Rukia. Arghhh… Bagaimana ini?!

Tapi ternyata rasa ingin tahuku lebih besar. Aku mengambil novel yang ada di mejaku. Aku menatap cover novel itu.

Cinta, Harapan, Penantian..

Kegalauan hati yang melanda..

Kesempatan tipis yang menganga..

Darimana kah cinta akan menyapaku?

CONFUSED HEART

Rukia Kuchiki

Entah kenapa aku merasa novel ini seperti buku harianku. Hahaha.. otakku mulai kacau. Aku membuka halaman pertama novel itu.

'Kakak jangan tinggalkan aku,' gadis kecil itu meronta, berusaha melepaskan pegangan erat pria yang akan membawanya pergi selamanya dari tempat ini.

'Hei kau om-om jahat! Kau tidak boleh mengambil adikku! Aku tidak akan membiarkanmu membawanya pergi!' bocah laki-laki itu pun berusaha menarik adiknya dari pria yang membawa adiknya.

'Nauki, kau harus tenang. Tuan Uruhara tidak bermaksud buruk. Dia ingin mengadopsi adikmu,' wanita ramah itu berusaha menenangkan Nauki agar mau merelakan adiknya yang akan diadopsi oleh seorang bangsawan kayaraya.

'Kakak.. aku tidak ingin ikut! Aku ingin bersamamu!' gadis kecil terus saja berontak dan berusaha kembali ke pelukan kakaknya.

'Kalian semua tidak boleh mengambil Nai dariku!' anak laki-laki bernamu Nauki itu terus berusaha mempertahankan adiknya.

'Kaka..'

Brakk.. Tiba-tiba pintu kamarku dibuka secara paksa. Refleks aku langsung menutup novel yang ada di tanganku. Dan ternyata si pengganggu ini tidak lain dan tidak bukan adalah kakakku. Aku melotot ke arahnya, seenaknya saja dia masuk ke dalam kamarku.

"Hehe.. maaf Shirou chan!" ucap Rangiku nee tanpa meraa bersalah, lalu aku bisa melihat pandangannya tiba-tiba menuju novel yang kini masih berada di tanganku.

"Hn.."

"Whuaa.. Shirou! Itu kan novel Confused Heart! Aku mau baca…!!!" tanpa ba bi bu lagi, Rangiku nee langsung menerjangku dan mengambil novel itu dari tanganku.

"Hei! Aku belum selesai membacanya!" ucapku tidak mau kalah.

"Ah, kau nanti saja! Aku dulu yang membacanya!" ucap Rangiku nee sambil mengedipkan sebelah genit!

"Ah.. dasar! Oh ya, untuk apa Rangiku nee ke kamarku?" tanyaku.

"Mmm.. apa ya? Aku lupa. Ah, ya sudahlah, aku mau baca novel ini dulu. Dadah.. Shirou!" Rangiku nee melambaikan tangannya lalu pergi keluar dari kamarku. Aku hanya bisa sweatdrop melihat tingkahnya.

Cih, kenapa pula aku yang ganteng dan cool ini bisa mempunyai kakak wanita yang aneh dan genit seperti Rangiku nee. Hbufh.. Dunia memang mulai terbalik. Aku merebahkan tubuhku di atas kasur. Aku melipat kedua tanganku dan ku jadikan alas kepalaku. Aku kembali mengingat tentang Rukia. Entah kenapa rasanya sosok gadis novelis itu selalu berputar-putar di otakku. Senyumnya, tawanya, bahkan seringai sarkastiknya pun mampir di pelosok otakku. Arghhh… Aku mencengkram rambutku sendiri. Aku bisa gila bila memikirkannya terus!

Aku lalu teringat pada novel yang baru saja sedikit ku baca. Rasanya aku tidak asing lagi dengan peristiwa yang tergambarkan dalam novel itu. Nauki, Nai, rasanya kedua tokoh itu begitu nyata. Kenapa ya? Belum lagi ucapan aneh Rukia, yang mengatakan novel itu seperti masa lalunya. Arghh.. lagi-lagi Rukia. Sudah ah, aku tidak mau memikirkannya lagi. Untuk apa aku memikirkan gadis yang sama sekali tak ku kenal. Pertemuan kami mungkin hanya satu dari jutaan kebetulan yang tidak berarti apa-apa.

***

"Tidak usah senpai, aku bisa ke kelasku sendiri."

"Tidak apa-apa Momo chan, aku akan mengantarmu ke kelas."

Mataku berkilat melihat kejadian di hadapanku. Aku melihat Momo dan Kira senpai sedang berbincang di depan loker. Lagi-lagi Kira senpai mendekati Momo. Aku berjalan menjauh dari mereka dan langsung menuju ke kelasku. Aku tidak mempedulikan suara Momo yang memanggilku.

"Shirou chan, tunggu..!" Momo lalu mnghampiriku dan memegang tanganku.

"Apa?" tanyaku acuh tak acuh. Jujur saja, aku tidak suka dia terlalu akrab dengan Kira senpai.

"Kau kenapa? Kau marah padaku?" tanya Momo. Tangannya masih menggenggam tanganku.

"Aku tidak marah," ucapku sambil menepis tangan Momo yang masih menggenggam tanganku.

"Shirou chan.."

"Maaf," aku sadar aku terlalu kasar pada aku tahu ini bukan salahnya. Bukan salahnya menjadi primadona sekolah, bukan salahnya bila didekati banyak pria, itu semua memang bukan salahnya. Aku lah yang salah terlalu cemburu padanya. Momo terlalu sempurna sebagai seorang wanita.

"Tidak apa-apa. Maafkan aku ya Shirou chan," Momo menatapku.

"Hn.. Ya sudah, aku masuk kelas dulu," ucapku singkat.

"Ya sudah, aku juga ke kelas dulu. Dadah Shirou chan," Momo lalu melambaikan tangannya dan pergi menuju kelasnya. Aku dan Momo memang berbeda kelas.

"Hoi!" aku terlonjak saat seseorang menepuk bahuku.

"Huh, dasar Ichigo! Kau membuatku kaget saja!" omelku pada si biang keladi alias Ichigo Kurosaki, sahabat sekaligus saingan terberatku saat mendapatkan Momo.

"Hei, jangan marah-marah terus ah Shirou chan!" dia membuat suaranya sedemikian rupa menyerupai suara Momo.

"Urusai!!"

"Hahaha.. maaf! Kau tadi cemburu kan pada Kira senpai?"

"Tidak."

"Ah, jujur saja Toushirou! Aku sudah lama bersahabat denganmu, aku tahu tadi kau cemburu. Hehehe.." Ichigo terus saja menggodaku.

"Yayaya.. aku cemburu. Puas!? Lagipula Momo kan pacarku, tidak salah kalau aku cemburu jika ada lelaki yang menggodanya dan mendekatinya," ya, aku tidak bisa berbohong. Aku memang cemburu pada Kira senpai.

"Hahaha.. tenang saja, Momo tidak akan pernah berpaling kok. Aku tahu dia sangat mencintaimu," ucap Ichigo berusaha menasehatiku.

"Ya sudahlah, kita masuk saja," ajakku lalu mulai masuk ke dalam kelasku. Dan… apa ini?!!!

"Shirou……!!!" puluhan siswi menyerang ke arahku.

"A..apa apaan ini?" aku erusah menghindar, tapi sia-sia. Kini semua siswi itu sudah mengerumuniku, bagai semut mengerumuni gula. Ada apa sebenarnya? "Hei, apa-apaan kalian semua?"

"Toushirou, benarkah kau akan mengadakan audisi untuk mencari wanita yang akan berduet dengan 'Shinigami Devils' minggu depan?" tanya salah seorang siswi yang mengerumuniku.

"A..aa apa?! Siapa yang mengatakan itu semua?!" gila.. itu kan hanya pemikiranku untuk pensi kota minggu depan. Hanya anggota Shinagami Devils saja yang baru mengetahu gagasanku ini. Kenapa sekarang sudah menyebar seperti ini?!

"Ichigo yang memberitahu kami!" ucap mereka serentak. Errr… Ichigo! Awas kau!! Aku memberikan deathglare padanya yang sedang berdiri di depan pintu kelas.

"Eh, maaf Toushirou. Aku hanya berniat membantumu. Hehe.." ucap Ichigo tanpa merasa berdosa sambil menggaruk-garuk belakang telinganya. Ingin rasanya ku pites Ichigo saat ini juga!

"Kyaa… Toushirou, bagaimana dengan kami? Kapan audisi itu dilaksanakan?! Pilih saja aku! Aku! Tidak aku saja!" seru para siswi itu bersamaan sehingga aku sendiri tidak tahu siapa yang mengatakan hal itu. Arghhh..

"Diam semuanya!!" seruku keras. Hening.. "Ehm.. ehm.. maaf, audisinya dibatalkan," ucapku enteng. Aku lalu keluar menerobos kerumunan para siswi itu.

"Tunggu…!!" ucap mereka dan kembali menyeretku dalam kerumunan itu.

"Apa lagi?!"

"Kenapa dibatalkan?" Aduh, alasan apa ya??

"Karena aku sudah menemukan siapa gadis yang akan berduet denganku," ucapku ringan. Semoga saja jawabanku ini membungkam semua mulut siswi-siswi ini. Aku lalu kembali keluar dari kerumunan ini.

"Tunggu…!!" ucap mereka serempak sambil sekalilagi menariku kembali dalam kerumunan.

"Apa lagi?!" ucapku mulai naik darah.

"Siapa gadis itu?!!!" mereka semua berteriak serempak di depanku. Arghhh… aku bisa tuli. "Siapa gadis itu, Toushirou!!??" mereka mulai menarik-narik seragamku. Mati aku! Aku tadi hanya asal bicara, padahal aku sama sekali belum menemukan gadis yang tepat untuk berduet denganku.

"Err.. gadis itu.." aduh, aku harus menjawab apa?! Aku melirik Ichigo, berharap dia akan membantuku keluar dari para fans girl ini. Tapi Ichigo hanya mengangkat bahunya sebagai jawaban atas tatapanku. Ichigo baka!

"Siapa Toushirou??!!" para gadis itu mulai nekat dan menarik seragamku semakin kencang. Yang kanan menarik lengan kanan bajuku, yang kiri menarik lengan kiri bajuku. Yang kanan dan belakang menarik celanaku. Arghhh… Bisa-bisa mereka menelanjangiku!!

"Gadis itu adalah Rukia!!" teriakku putus asa. Astaga?! Apa yang baru saja ku katakan?! Rukia? Mati aku!

Suasana kali ini sangat hening. Semua gadis itu menghentikan aksinya menarik-narik pakaianku. Ichigo pun cengo di tempat saat mendengar ucapanku tadi. Aku memanfaatkan kesempatan ini untuk kabur dari fans girlku. "Ayo kabur, baka!" ucapku lalu menarik tangan Ichigo yang yang masih mematung.

"Eh, iya," Ichigo pun ikut berlari di belakangku.

"Kyaa… Toushirou! Kau mau kemana?!" sepertinya fans girlku sudah sadar atas keterkejutan mereka.

***

"Apa?! Kau gila Toushirou?!" ucap Ichigo saat mendengar penjelasanku bahwa aku sama sekali tidak mengenal Rukia, ya maksudku, aku sama sekali tidak tahu apa-apa tentang dia selain dia adalah penulis novel Confused Heart.

"Ya, mau bagaimana lagi. Kalau aku tidak mengatakan siapa yang gadis yang akan berduet denganku, bisa-bisa para siswi-siswi tadi menelanjangiku. Lagipula ini kan salahmu, baka!" ucapku sambil menyenderkan tubuhku di kawat pembatas. Saat ini kami sedang bersembunyi di atap sekolah.

"Tapi kenapa kau menyebut namanya?! Padahal kau tidak tahu siapa dia? Bagaimana suaranya? Kalau suaranya hancur bagaimana?! Mau taruh dimana muka Shinigami Devils!?" Ichigo benar, memang salahku yang asal mengucapkan nama Rukia sebagai gadis yang akan berduet dengan Shinigami Devils. Shinigami Devils adalah band yang ku bentuk bersama Ichigo, Hisagi, dan Ikaku.

"Ya, terus aku harus bagaimana?!" teriakku frustasi.

"Kenapa kau mengucap nama gadis itu? Kenapa kau tidak mengucap Momo saja?!" pertanyaan Ichigo membuatku merasa terpojok. Entahlah, aku sendiri bingung. Kenapa tiba-tiba nama Rukia lah yang terlintas di otakku saat itu.

"Ya sudah, kita cari saja gadis lain yang suaranya bagus dan mengakui gadis itu sebagai Rukia," ucapku menyerah.

"Tidak bisa. Kalau sampai ketahuan, karir Shinigami Devils bisa hancur. Bisa-bisa kita dicap sebagai band tukang bohong," Ichigo menolak pendapatku.

"Lalu apa yang sekarang harus kita lakukan?!!" aku benar-benar frustasi.

"Kita harus mencari gadis itu, Rukia. Dan kita harus melatihnya selama seminggu ini. Ingat, kita harus bergerak cepat. Nama Shinigami Devils dipertaruhkan!" ucap Ichigo serius.

"Baiklah," hanya itu yang bisa ku ucapkan. Rukia? Ternyata takdir memang menginginkan kita bertemu lagi.

To be continue

Kyaa~ ay bisa juga apdet fic.. hehe..

Fuih.. cape banget ni..*reader: ga nanya bu!*

Chap ini mau ay persembahkan buat adikku tercinta, uya yang baru saja ultah yang ngefans ama Shirou chan!! Epy builtday ya uya kun!! Muachhh..

Maksih buat semua yang udah ripiu and ngasih ay saran.. Ni ay sekarang udah sembuh. Hehehe..^^

Luv U all..*reader ngibrit ke WC dengernya*

Loh pada mau ngapain??*pura2 g ngerti*

Ya sudah, ay gamau banyak bacot lagi..

Bales ripiu yuk^^

Yumemiru Reirin: Ho-oh.. ay juga jadi kasihan ama Momo. Momo chan maafkan ay ya??*Momo: ga sudi*. Huaaa…T.T

Zizi Kirahira Hibiki: Iya.. Shirou cebol emang nakal ni!*dibankai*

Ninomiya Icha: Ti..ti..tidak..!! Nee san tidak jahat ko. Shirou chan yang jahat.*tunjuk2 Shirou*-dilempar semangka-

Zheone Quin: Yapz.. makasih ya sarannya^^ ay udah sembuh ni..

D31-ryuusei Hakuryuu: Nda apa-apa ko^.^.. Di chap ni dijelasin kan masa lalu Rukia..*nunjuk cerita awal di novel 'Confused Heart'

Ishikawa Miharu150696: Kyaa… makasih ya^^..Ps: Kapan apdet fic mu yang ad ambo kunti n de'tuyul nya?? Ay suka bgt tuh!

Mii Saginomiya: Adikku tersayang*ngaku-ngaku*, makasih ya ripiunya. Eh, tadi ay ke palem loh..

Lacossu no ame2604: nee san..*peluk-peluk*-digatak-. Benarkan fic ini bagus?*mata berbinar*.. Iya, Momo emang anak baik. Si Shirou aja tuh yang nakal!*dilempar bakiak*

Sora Chand: Hohoho.. kamu emang tegas ya? Ay suka deh..*peluk-peluk*-dijitak-

Haru Ai-Roky Byakuya Taichou: Iya, kalau ay jadi Momo, udah ay gantung kali sih Shirou di pohon toge!*ditampol*

Yurisha-Shirany Kurosaki:Penasaran ya?*ngedipin mata* Saksikan di chap selanjutnya!-digatak-

Sevachi 'Ryuuki J': Ah.. Kika, kamu membuatku jadi merasa bersalah. T.T.. Tapi, tenang, buat Kika nanti bakalan ada sedikit IchiRuki. Hehehe..

Rizu Auxe 09: Rixu chan.. Senangnya di fav^.^ kamu abis digigit Hyorin ya? Heh cebol, si Hyorin kandangin donk!! Kan kasihan Rixu chan digigit!*dilempar semangka*

shiNomori naOmi: Sama, ay juga suka makan es krim kalo sakit, tapi kalo ga katahuan umi. Hehe.. Makasih ripiunya ya senpai^^

Tsuichi Yukiko: Hayo, Momo tau darimana??*psstt.. jangan kasih tau Shirou ya kalo yang ngasih tau ntu ay*-dilempar duit-

Ripiu ya!*puppy eyes*

Arigatou