Declaimer : Masashi Kishimoto
Warning : banyak kekurangan, OOC, aneh, gaje, Lemon maybe? Don't like don't Read
ASRAMAKU
Sakura PoV
Aku tak dapat berpikir apapun saat ini, otakku seakan membeku. Tuhan, kenapa dia masih ada? Kukira dia sudah … oh lupakan. Kalau dia masih hidup maka mereka? Tak dapat kutahan hatiku untuk merasa bahagia saat ini. Mereka masih hidup? Kuharap begitu. semoga saja. Aku rindu pada mereka.
End Sakura PoV
Kakashi-guru tadi mulai memasuki kelas, semua anak yang tadinya ribut mulai berhenti melakukan aktifitasnya dan menduduki tempatnya masing masing. Dengan santainya guru itu tersenyum ramah seakan terlambat satu jam tiga puluh menit tak berarti apa apa.
"Maaf anak anak. Tadi sensei tersesat di-" "Jalan yang bernama sex" belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya, murid muridnya sudah memotong. Yah ini adalah salah satu ciri khas dari sensei itu. Terlambat. Terlambat karena terlalu sibuk dengan wanita wanita dan buku hentai miliknya. Dengan tampang tak berdosa, sensei itu hanya menggaruk belakang kepalanya yang sebenarnya tidak gatal. Murid muridnya mulai memutar bola mata bosan. 'kebiasaan …' batin mereka.
'Huaaa…' Kakashi menguap lebar. Bagaimana tidak, semalaman ia bercinta tiada henti. membuat dia mengantuk sekarang. Bahakan sempat sempatnya ia lupa dengan sarapan paginya karena harus menemani sang kepala sekolah untuk … Oh ayolah, kalian pasti tahu apa maksudku.
Kakashi mulai mendekati mejanya, masih sedikit mengantuk sambil mengucek ngucek matanya. Sungguh bukan hal yang patut di contoh. Apa dia benar benar seorang guru? Entahlah. Hal yang pertama ia lihat setelah duduk adalah seorang gadis err- wanita berambut pink dengan mata emeraldnya duduk di hadapannya. Ekspresinya tak bisa di tebak. Tapi yang jelas pastinya dia kaget.
Ekspresi itu tak bertahan lama, digantikan senyum andalan miliknya membuat Sakura yang melihat menunduk dalam. Kakashi yang tadi terlihat mengantuk menjadi mulai bersemangat setelah itu. Ia berdiri dan menghampiri gadis di depannya "Wah wah.. kita kedatangan murid baru rupanya" ujar Kakashi. Murid murid yang lain mulai mendesah. 'Mulai deh …' menggoda murid perempuan juga merupakan salah satu kebiasaan buruk guru ini dan asal kalian tahu saja. Murid yang ia rayu pasti berakhir di tempat tidur dan semua orang tahu itu. Maka tak heran sebutan 'Hentai' pasti selalu melekat di belakang namanya. Hatake Kakashi si Hentai.
"Siapa namamu?" tanya Kakashi
"Haruno Sakura" Jawab Sakura masih menundukkan kepalanya.
"Hmm-" Kakasi mengulurkan tangannya dan mengangkat dagu Sakura. "Tatap mata orang saat berbicara" katanya setelah itu. 'Dia tak berubah' pikir Sakura. Sakura menepis tangan Kakashi pelan dan tersenyum "Maaf sensei" ujarnya.
Teeeeeeeeeeeeeetttttttt ….
Bel berbunyi menandakan jam pelajaran Kakashi berakhir. 'Hah…' Kakashi mengeluarkan nafas berat. "Temui aku di ruangan ku seusai pelajaran, sayang" bisiknya tepat di telinga Sakura dengan suara menggoda membuat Sakura bergidik. Dan setelah itu dia pun pergi. "Jangan lupa kerjakan soal latihan buku paket kalian dari semua bab 2 untuk besok" ujarnya sebelum pergi "Atau bersiaplah menari stripping di depan kelas kalau tak beres" tambahnya sebelum benar benar pergi membuat semua anak di kelas itu mendumel dan merutuki senseinya yang satu itu.
"Hah…" Sakura menghela nafas panjang, tak sadar dengan ekspresi teman sebelahnya yang sepertinya terlihat jengkel.
***
Bel terakhir telah berbunyi tanda pelajaran di hari ini selesai. semua anak pergi meninggalkan kelas menuju ke aula untuk makan atau mungkin kembali ke kamar masing masing bersama dengan pasangannya untuk melakukan 'aktifitas'.
Sakura mulai memasukkan buku bukunya ke dalam tas, merasa di perhatikan, akhirnya Sakura mendongak dan mendapati teman sebangkunya-Sasuke sedang menatapnya intim.
"Apa?" tanya Sakura ketus.
"Huh- tidak" Jawab Sasuke sambil memalingkan wajahnya yang terlihat sebal. "Kau mau ke ruang Kakashi?" tanya Sasuke setelah ia berdiri dan membelakangiku, Sakura yang mendengar hanya mengerutkan keningnya heran dan berfikir. "Ayo kuantar" kata Sasuke tiba tiba. Membuat Sakura mengerti dan geleng geleng kepala "Tak usah kalau tak ikhlas" katanya sesaat sebelum pergi meninggalkan bangkunya dan Sasuke yang menggeram kesal. 'Sialan! Gue di kacangin' pikirnya.
***
Sakura berjalan santai saat ia melewati lorong. Saat ia melihat pintu pintu berjejer barulah ia sadar kalau ia tak tahu ruangan yang iya tuju. Begitu bodohnya. 'Kenapa tadi ga aku terima aja tawaran si Uchiha' sesalnya dalam hati.
Tapi sepertinya kebingungannya tak bertahan lama, saat ia mengedarkan pandangannya barulah ia tahu mana ruangan gurunya itu. kenapa? Bukan karena ia punya indra ke enam atau apa tapi karena di pintu itu tertulis dengan tulisan yang cukup besar 'Kakashi Hentai Room' membuat Sakura dan mungkin semua orang sweatdroped.
Pelan pelan ia mulai membuka pintu itu sedikit demi sedikit menimbulkan suara berdecit yang lumayan keras. Ruangan itu gelap. Yang ada hanyalah sedikit cahaya dari jendela yang tertutupi kain yang agak transparan dan cahaya dari pintu yang ia buka tentunya.
Dengan ragu ragu ia mulai memasuki ruangan itu. 'Brak' suara bantingan pintu terdengar keras saat Sakura telah masuk ke dalam, membuat Sakura menolehkan kepalanya. Pintu itu tertutup-mungkin terkunci. 'Sreeett' Sakura merasakan seseorang tengah memeluknya dari arah belakang membuatnya kaget. Ia dapat merasakan kalau tangan tangan itu besar dan hangat. Uh- darahnya terkumpul di kepalanya sekarang-walau tak terlihat Karen gelap. Tangan yang memeluk leher dan pinggangnya itu membuat Sakura menjadi sesak karena dekapan itu kuat, begitu kuat.
"Hah .. hah .. hah .." suara nafasnya terdengar di ruangan itu.
'mmmmm-' desahnya saat ia merasakan tangan yang tadi memeluk pinggangnya mulai turun dan memanjakan bagian bawahnya. Sakura juga dapat merasakan 'sesuatu' yang keras menekan pantatnya dari arah belakangnya.
'Hmmmmm- hen.. ti- mm- kan' ucapnya di sela sela desahannya. Orang itu seakan akan tak mendengar. Malah ia mulai mengelus pipi Sakura membenarkan tataan rambut Sakura agar lehernya terlihat an bebas. Memberikan ruang yang cukup untuk kiss mark yang akan segera dibuatnya di situ. "Kakashi…. Emmmm- Hen… tikkan…" Sakura makin tak terkendali, desahan desahannya terus menerus keluar yang malah membuat Kakashi makin bersemangat dengan aktifitasnya
"Emmm- hen.. tikan emm- pa.. man " 'Deg' kata kata Sakura menggoyak hati Kakashi membuatnya berhenti dengan segala kegiatannya dengan tubuh Sakura-keponakannya. Melepaskan tubuh Sakura dan berjalan ke arah jendela dan membuka tirainya. Membuat Sakura dapat melihat dengan jelas kalau itu memang Kakashi-pamannya dan errr- mantannya?
Sakura memalingkan wajanya dari pemandangan di depannya. 'Pemandangan yang menggoyah iman' pikirnya. Bagaimana tidak pamannya-yang bisa dibilang tampan terduduk di sisi jendela dengan cuek tanpa mengenakan baju-hanya celana panjang membuat dadanya yang bidang terlihat. Wajahnya tertepa sinar dari jendela yang di bukanya tadi dengan pose yang sensual pula. Emm-
"Kau mau tanya dimana meraka?" tanya Kakashi tiba tiba membuat Sakura yang masih di alam pikirannya kembali sadar. Sakura hanya mengangguk dan ekspresi Sakura berubah menjadi serius.
"Mereka ada di kediaman Hyuuga" ucapnya lagi tanpa mengalihkan pandangannya ke arah Sakura.
Sakura hanya tersenyum kecut mendengar itu. 'betapa aku merindukan mereka' batinnya. Kakashi mulai melangkahkan kakinya kea rah Sakura. jarak mereka mungkinhanya beberapa centi sekarang. Sakura dapat melihat kekecewaan di mata pamannya itu. "Kau tak mencintaiku lagi?" tanya Kakashi. 'Cup' Sakura mengecup bibir di depannya sekilas. "Jika kau bukan pamanku, mungkin aku masih mencintaimu" ucap Sakura sebelum pergi keluar dari ruangan itu.
Kakashi yang di tinggalkan hanya bisa pasrah, diambilnya handphone di atas meja dan ia memulai memencet beberapa nomor dan melakukan panggilan.
"Halo Anko? Bisa kau temani aku malam ini?" ujarnya
'Setidaknya aku yang mendapatkan keperawanannya' batin Kakashi.
***
Sakura memasuki kamarnya, dia melihat Sasuke dengan tampang yang menurutnya aneh tengah terduduk di sisi ranjang miliknya. Membuatnya heran. Sasuke yang melihat kedatangan Sakura hanya menatap sosok itu tajam. Sakura mulai mendekati Sasuke "Kenapa kau?" tanyanya datar sambil melemparkan tas dan melepaskan dasi sekolah miliknya yang melekat di pakaiannya
Tanpa peringatan, Sasuke menarik dan membanting tubuh Sakura di atas ranjang membuat Sakura meringis. Sasuke mulai melepaskan kancing bajunya asal masih dengan tatapan yang aneh. Dengan cepat ia kulum bibir gadis itu dengan kasar. Tangannya pun tak diam. tangannya mulai melepaskan paksa pakaian seragam Sakura.
"Ada hubungan apa kau dengan sensei itu?" tanya Sasuke tajam setelah ia melepaskan ciuman ganasnya yang sampai membuat bibir bawah Sakura berdarah
"Bukan urusanmu!" Sakura menjawab ketus membuat Sasuke makin geram.
'srrreeeeeet' Sasuke merobek pakaian Sakura. dan mulai menciumi tubuh itu. Sakura? dia hanya diam. Sudah terlalu sering ia mengalami hal seperti ini.
TBC
REVIEW??
