Declaimer : Masashi Kishimoto
.:ASRAMAKU:.
Dua orang siswa itu duduk dengan tenang(Baca: bosan). Mendengarkan ocehan sang sensei yang telah berkoar sejak duapuluh menit yang lalu mengenai 'kedisiplinan dan masa depan' yang sama sekali tak diperhatikan oleh dua murid itu. Dua murid itu-Sakura dan Sasuke malah sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing. Sakura diam termenung dengan menjadikan kedua tangannya sebagai penyangga dagunya dan menghela nafas bosan setiap semenit sekali. Sementara Sasuke hanya diam menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi sambil melipat tangan di depan dada-dengan tampang super bête miliknya.
'Oh.. ayolah,' Batin mereka
-
-
-
"Kalian itu harus memikirkan masa depan kalian. Kalian ini masih mu-"
-
-
-
Sasuke mengambil handphone miliknya dan mengetikkan sesuatu. Tak lama setelah itu, handphone Sakura bergetar tanda ada pesan masuk. Diambilnya hanphone itu dari dalam saku. 'Uchiha Mesum' tertera disana. Sakura menengokkan ke arah Sasuke yang berada di sebelahnya sambil mengerutkan kening dan melihat Sasuke yang mengangkat bahunya. Dibukanya pesan itu.
'Hoi Pink, kau bosan tidak?' Dengan cepat Sakura mengetik pesan untuk membalasnya
Sasuke menengok hapenya 'Pink Ganas' tertera disana. Dengan cepat ia baca.
'Hn.. Tentu saja bodoh! Dan jangan panggil aku Pink, Mesum!' Sasuke terkikik melihat pesan itu
-
-
-
'Kalau begitu ayo keluar!'
"Disiplin itu sangat pen-"
-
-
-
'Mana boleh, bodoh! Kita dihukum kan gara gara kau juga.'
"Kalian jangan pernah sekali kali menye-"
-
-
-
'Hn.. Tapi bukankah kau juga menyukainya? Kau rayu sensei-hentai itu, bodoh!'
"Kalau kalian disiplin kalian akan suk-"
-
-
-
'tidak ada yang ditampilkan'
"Kalian harus memikirkan masa de-"
-
-
-
'Jadi?'
"Masa depan kalian akan suram jika kalian seperti i-"
-
-
-
'Hn… ku coba.'
Sakura menyimpan kembali handphone miliknya ke dalam saku. Jujur setelah ini ia ingin sekali mencincang Uchiha mesum itu. huh.. dengan sekali helaan nafas ia mulai menenangkan dirinya. Dan memulai aksinya.
"Sensei~" Ucapnya genit. Kakashi yang merasa dipanggil mulai berhenti mengoceh dan memberikan tatapan apa-yang-kau-mau sambil menyerhit.
"Sudah selesai bicaranya?" Ucap Sakura lagi dengan suara yang dibuat menggoda. Kakashi mulai gugup mendengar nada bicara seperti itu. Sakura bangkit dari tempat duduknya dan mulai menghampiri sensei-nya
'Gawat! Harus tahan Kakashi!' Batinnya.
"K-kenapa?" Tanya Kakashi masih berusaha mempertahankan wibawanya dengan keringat dingin yang mengucur di pelipisnya.
"Uhh- Aku gerah~" Ucap Sakura sambil membuka dua kancing seragam miliknya. Kakashi yang melihat itu semakin tak tahan. Bagian bawahnya sudah mengeras sekarang. Sementara Sasuke yang melihat sensei-nya seperti itu hanya stay cool sambil cekikikan. Buku yang dipegang Kakashi sejak tadi terjatuh dari tangannya saat Sakura mengalungkan tangannya di leher Kakashi sambil sedikit berjinjit dan mendekap tubuh sensei sekaligus pamannya itu.
"Apa sudah selesai.. mmmm.. sensei?" desah Sakura tepat di telinga Kakashi. Kakashi merasakan sesuatu yang menggelitik saat itu. Suara itu sangat menggoda dan seksi di pendengaran Kakashi. Membuat bagian bawahnya menjadi semakin bangkit XD. Sasuke yang menonton adegan itu dari tadi hanya bisa cekikikan. Apalagi saat melihat raut wajah Kakashi-sensei yang nepsong diperlakukan seperti itu oleh Sakura.
"Benar-benar ganas!" batinnya
Sakura melepaskan dekapannya dan meraup wajah tampan Kakashi dengan kedua tangannya menatap Kakashi dengan mata emerald miliknya. Hanya tinggal beberapa senti lagi bibir keduanya akan menyatu. Kakashi cepat cepat menunduk untuk menghindari tatapan menggoda dari murid didiknya itu. Namun entah mujur atau sial, pemandangan di bawah ternyata jauh lebih menggoda. Belahan dada Sakura terekspos tepat di depan matanya. Membuat ia menelan ludah.
'Glek'
"Jadi sensei.. ahhh- kami boleh pergi?" tanya Sakura lagi
Kakashi yang antara sadar dan tak sadar hanya mengangguk pelan. Membuat seringai kemenangan terpeta jelas di wajah tampan Uchiha dan Sakura. Tak lama setelah itu Sakura langsung melepaskan tangannya dari Kakashi dan menarik Sasuke untuk segera pergi dari tempat itu. Meninggalkan Kakashi yang masing belum sadar dari pikiran hentai-nya.
Tak selang lama setelah itu, Kakashi dengan segera pergi dari ruangan itu menuju ruang kepala sekolah. Tsunade. Tanda mengetuk ataupun permisi, Kakashi memasuki ruangan itu. Tsunade yang kaget hanya terheran heran.
"Ada apa, Kaka-hmmmppppphhh.." belum selesai ucapannya. Mulutnya telah disumpal oleh bibir Kakashi terlebih dahulu.
-
-
-
Dan setelah itu terdengarlah suara desahan dari ruangan itu. XD (jangan bunuh Author!!)
***
Sasuke berjalan menelusuri koridor asrama itu sambil tertawa cekikan mengingat ngingat kejadian tadi. Sementara Sakura yang berada disebelahnya hanya cemberut sambil memanyunkan bibirnya tanda kesal.
"Tidak lucu, Uchiha!" Ujarnya ketus.
Sakura yang kesal akhirnya mempercepat kecepatan jalannya dan meninggalkan Uchiha yang kehilangan kharisma-nya itu(?) dan kembali ke kamar.
Di Kamar itu Sakura merebahkan tubuhnya di atas kasur. Merasa gerah dengan udara panas, akhirnya Sakura memutuskan untuk mandi. Dengan segera ia mengambi handuk dan peralatan mandinya bergegas menuju kamar mandi tanpa mengunci pintunya.
***
Seorang pemuda berambut hitam panjang-diikat kebelakang tengkuk-Itachi masuk ke kamar adiknya. Sudah lama ia tak mengunjungi adiknya yang baka itu. "Sasuke?" ucapnya memanggil sang adik.
-
Hening
-
'Sepertinya dia sedang keluar. Mungkin nanti aku kemari lagi' pikirnya. Saat ia hendak keluar dari tempat itu naluri alamnya datang. Dia kebelet pipis. 'Aku pinjam kamar mandimu ya, Ototou' Pikirnya tanpa dosa. Setelah itu dia menuju kamar mandi di kamar itu tanpa mengetuk pintu karena mengira tak ada siapa siapa disana.
Saat dia masuk. Ia melihat seseorang sedang mandi-membelakanginya. Rambutnya pink. Pasti perempuan pikirnya.
-
-
-
-
-
-
Perlahan darah kental keluar dari hidung Uchiha itu. Itachi nosebleed melihat pemandangan di depannya. Seorang wanita-tanpa busana sambil membelakanginya sedang mandi.
'glek' Itachi menelan ludahnya. Sepertinya Itachi-kecil mulai bangkit dibalik celana yang ia kenakan. XD
Sakura yang merasakan kehadiran seseorang dibelakangnya akhirnya menengok sambil membalikkan badannya membuat tubuh bagian depan miliknya terekspose di depan mata si penguntit-Itachi. Dan itu membuat nosebleed Itachi semakin parah. Wow..
Sakura kaget melihat orang itu. itu bukannya..
"Itachi?" tanya Sakura
Itachi-pun sama kagetnya walau mimisannya masih belum berhenti. Diusapnya darah itu dengan sebelah tangannya.
"S-sakura?"
-
Hening.
-
"Errr.. Sedang apa kau disini, S-sakura?" tanya Itachi dengan muka merah padam.
"Aku sedang man- ehhhh…" Jawaban Sakura. Dan kenapa Itachi bisa ada disini? Bukannya Sakura sedang mandi ya? itu berarti…
-
-
-
-
-
Itachi ngintip?
-
-
-
-
Sakura yang sedang mandi?
-
-
-
-
Telanjang?
-
-
-
-
Jadi kesimpulannya Itachi sedang ngintip Sakura yang lagi mandi dan telanjang gitu?
-
-
-
Loading… 50%
-
-
-
Loading… 85 %
-
-
-
Loading… 95%
-
-
-
"Kyaaaaaaaaaaa!!!!!!!" Sakura histeris sambil menutupi badannya sementara Itachi masih nosebleed parah hanya diam memandangi pemandangan indah di depannya.
Suara jeritan dan suara benda benda melayang-dan pecah terdengar setelah itu.
-
-
-
'Buaght Klontang Klinting Ckrek Praak Boommmm Meong..!!' *???*
-
-
-
Menghasilkan Itachi yang kini babak belur.
***
Sasuke masih juga cekikikan sambil terus berjalan. Semua orang yang melihat 'keajaiban' itu hanya bisa terbengong-bengong. Seorang Uchiha Sasuke yang biasa memasang wajah datar tanpa ekspresi sekarang sedang cekikikan seperti orang gila di depan umum. 'Dunia pasti akan kiamat' pikir mereka hiperbola. Memang hanya Sakura yang bisa membuat Sasuke seperti ini. Semenjak kedatangan Sakura, Sasuke Uchiha seakan berubah menjadi Sasuke Uchiha yang baru. Sasuke yang dulunya selalu menampilkan tampang stoic-cool miliknya pada siapapun kini bisa tertawa cekikikan didepan umun. Haha..
Sasuke masih saja seperti itu, sampai sudut matanya melihat kedatangan seseorang yang amat dia kenali tak jauh dari tempatnya sekarang berdiri. Wanita keluarga Hyuuga. Mantan pacarnya.
'Hyuuga…'
Gadis-errr wanita itu berjalan anggun ke arah Sasuke yang diam. Senyum lembut miliknya terpasang di wajah manisnya. Membuat dia semakin menawan di mata onyx Uchiha itu. Sasuke sempat terpesona dengan wanita di depannya sebelum ia teringat dengan kejadian itu. Kejadian yang membuat Sasuke sakit hati.
Sasuke menatap tajam mata lavender Hinata-nama wanita itu.
"Aku merindukanmu." Ujar Hinata sambil berusaha memegang wajah Sasuke. Sasuke menepisnya dengan kasar. Kekecewaan terlihat jelas di wajah wanita itu saat Sasuke menepis tangannya kasar. Namun Sasuke tak perduli-tak mau perduli tepatnya. Cukup baginya merasakan sakit ini dulu, tak perlu terulang lagi. Baru saja ia merasakan bahagia dengan kedatangan Sakura yang merubah hidupnya. Sekarang? Malah datang lagi wanita ini. Wanita dari masa lalunya dengan semua kenangan yang sangat memuakkan bagi Sasuke-sekarang.
"Apa maumu, Hyuuga?" Sasuke bertanya sinis
-
-
-
Hening
-
-
-
Hinata menghela napas untuk menenangkan dirinya. Agar tak ada air mata yang jatuh ke pipinya. Dia tak mengharapkan ini yang ia harapkan sekarang adalah kepercayaan mantan pacar-yang masih ia cintai ini. Agar mau kembali kepadanya.
"Kita harus bicara." Ucap Hinata pelan. Penuh harap.
Sasuke mendelik.
*T*B*C*
Yare yare... Udah updatenya telat(banget) mana pendek dan gaje lagi fic-nya. Hiksu… T.T
Ya sudahlah… maafkan atas semua yang telah dibuat kecewa dengan adanya fic ini. Yang nagih fic ini *lirik lirik* maaf ya kalau mengecewakan. Hehe piss ^^v Sebenarnya saya ingin masukin lemon di chap ini. Tapi ga jadi. Takut dosa*???* ntar saya ga lulus lagi *ga nyambung*. Haha.. XD
Terimakasih yang sudah bersedia meriview, maaf ga bisa bales satu satu. m(_'_)m
Review please???
KEEP or DELETE?
