Wew... Kali ini cepetan apdetnya^^
Padahal tangan saiaa lagi sakit gara-gara kebentur pintu kamar -_-" tapi berhubung ide numpuk di kepala, jadi buru-buru saiaa selesaikan, takut ntar lupa.
Disclaimer :
Bleach by Tite Kubo-sensei
.
.
ICHINDERELLA by Lenalee Shihoin
Character[s] : Ichigo Kurosaki dan kawan-kawan
Genre : Humor
::: Chapter 3 :::
Yosh! Kostum beres. Panggung hampir selesai. Naskah baru segera dibagikan. Seluruh siswa bekerja dengan giat demi mendapatkan hadiah.
Ichigo dan Renji lelah 2 kali lipat karna harus menghapal dialog dan berusaha untuk menyesuaikan diri dengan kostum mereka.
Beralih sebentar pada calon pengunjung yang udah niat banget buat datang.
Gotei 13
"Abarai-kun dan Kuchiki ikut drama sekolah?" Hinamori agak kaget dengan berita yang dibawa Rangiku.
"Ya, ya.. Kau mau ikut nonton Hinamori?" tanya Rangiku bersemangat.
"Mau kok, tapi…"
"Kenapa?"
"Rugi kalo ngga ikut, Hinamori! Katanya si kepala nanas merah (dibaca : Abarai) dapat peran jadi cewe!" Ayasegawa mencoba membujuk dengan mengorbankan teman sendiri.
"Hah? Benarkah? Jadi Abarai-kun akan berperan jadi perempuan ?"
"Yosh!"
"Kalo aku, sampai matipun ngga bakal mau!" kata Ikkaku.
"Aku dengar Ichigo juga dapat peran cewe loh, tokoh utama pula," lanjut Ayasegawa membagi gosipnya.
"Ng… aku ikut deh. Sepertinya seru.. Nanti aku ajak Shiro, eh, maksudku Hitsugaya-taichou juga," kata Hinamori.
Pembicaraan mereka tentang drama sekolah ini sudah menyebar dari divisi 1 sampai divisi 13.
Seusai rapat para kapten.
"Bagaimana Kuchiki-taichou?" tanya Ukitake pada Byakuya.
"Maaf, apanya yang bagaimana?" Byakuya malah balik tanya.
"Kau pasti sudah dengar'kan? Tentang drama sekolah adikmu."
"Hmm.. lalu?"
"Kau tidak tertarik? Tidak mau ke sana melihat adikmu?"
"Aku banyak kerjaan," kata Byakuya cuek seperti biasanya. Ukitake hanya senyum mendengar jawaban kapten divisi 6 ini.
"Kau tidak tanya padaku, Ukitake-taichou," kata seseorang bersuara agak berat itu nampaknya agak kecewa.
"Ooh.. Kyoraku-taichou? Kau berniat datang ke sana?"
"Tentu saja.. Sesekali aku ingin bersantai," jawabnya santai.
"Taichou! Pekerjaan taichou belum dikerjakan satupun!" Nanao, wakil kaptennya berusaha mencegah niat taichounya itu.
"Haaa… Nanao, sesekali kita harus menikmati hidup ini juga, jangan terlalu…"
Belum sempat Kyoraku menyelesaikan kalimatnya, buru-buru Nanao menyeret taichounya ini menuju divisinya untuk menyelesaikan tugas.
"Ooii! Nanao!"
"Apanya yang menikmati hidup? Apanya yang sesekali bersantai? Bukan sesekali, tapi tiap kali selalu bersantai! Kurang apa lagi! Tolong bersikaplah sebagai seorang taichou yang bertanggungjawab!" Nanao menasehati taichounya habis-habisan.
Ukitake tidak terlalu kaget melihat sahabatnya itu dimarahi wakil kaptennya, sudah jadi pemandangan biasa baginya.
"Aku datang," kata Byakuya tiba-tiba.
"Kuchiki?"
"Aku akan datang ke acara itu, kalau aku sudah menyelesaikan pekerjaanku," ucapnya dan pergi berlalu.
Ukitake tersenyum.
'harusnya dia lebih jujur pada diri sendiri'kan' batin Ukitake.
Sementara itu, di divisi 10
"Ayolaaah taichouu!" mohon Rangiku.
"Kerja pakai tangan, bukan pakai mulut," jawab Hitsugaya tegas.
"Aku minta izin! Sehari ituuu sajaaaa!"
"Tiap hari kau juga minta libur! Kau itu terlalu banyak liburan, tugasmu jadi numpuk!"
"Aiiih, pelitnyaa! Aku sudah janji dengan Hinamori, masa harus dibatalkan?"
"Selesaikan tugasmu!"
"Taichou tidak berminat sama sekali?"
"Begitulaah.."
'Cih, aku minta Hinamori membujuk taichou sajalah, pasti taichou mau kalau Hinamori yang minta padanya' pikir Rangiku sambil dengan malasnya melanjutkan pekerjaannya.
"Cepat kerjakan, dan jangan harap aku akan memberimu izin kalau pekerjaanmu belum selesai!" ancam Hitsugaya.
Kediaman Kurosaki
"Kak Ichi hari ini pulang telat lagi ya?" tanya Karin pada Yuzu sambil membuka kulkas.
"Eh iyaa… katanya latihan buat dramanya," jawab Yuzu.
"Kak Ichi sial sekali ya, dapat peran jadi cewe."
"Hehehe, iya… Tapi pemeran utama."
"Festival budaya yaaa, ajang romatisme tuh," Isshin tiba-tiba ikutan bicara.
"Bagi kak Ichi, festival budaya kali ini sama saja ajang mempermalukan diri sendiri," ucap Karin.
"Itu karna Ichigo saja yang dapat nasib sial."
Karin malas menanggapi.
"Kalau aku jadi kepala sekolahnya, aku pasti akan membuat acaranya sangat meriah. Menari mengelilingi api unggun, lalu menyalakan ratusan kembang api…"
"Romantisnyaaa," Yuzu membayangkan
"Pikirkan biaya yang mesti ditanggung sekolah, bila kepala sekolahnya berpikiran sama dengan ayah!" Karin berpendapat.
"Ckckck.. Karin, Karin, Karin. Kau belum mengerti arti romatisme sesungguhnya.."
"Terserah sajalah, aku tidak peduli," Karin beranjak.
"Eeeh? Karin! Makan siangmuu!"
"Nanti saja, tiba-tiba aku kenyang!"
Toko Urahara
"Ichinderella!" ucap Hiyori.
"Bukan! Tapi Cinderella!" Jinta bersih keras.
"Iya aku tau! Tapi Ichigo yang memerankannya'kan?"
"Tetap saja judulnya Cinderella!"
"Kalau yang main Ichigo, jadi rumusnya seperti ini, Ichigo + Cinderella = Ichinderella!"
"Teori bodoh apa itu?"
"Dasar bocah, begitu saja ngga paham!"
"Heee? Diam kau, kau sendiri masih bocah!"
"Apa kau bilang? Aku jauh lebih tua darimu!"
"Monyet!"
"Uaaapaaa?"
Hiyori vs Jinta dimulai.
"Hey, hey, monyet dan bocah disana, diam!" Shinji jadi wasit.
Merasa di ejek, Hiyori dan Jinta langsung menggigit kedua lengan Shinji.
"AAAAARGHH! HEY!" teriaknya.
"Bisakah kalian tenang bila sedang bertamu?" si pemilik toko nampaknya agak marah.
Shinji, Hiyori dan Jinta langsung sweat drop.
"Maaf!" ucap mereka bersamaan.
"Jinta, jangan mengganggu tamu kita, sana buatkan teh," perintah Urahara.
Jinta dengan terpaksa menuruti perintah Urahara.
Beberapa saat kemudian.
Entah bagaimana ceritanya, pokoknya pembicaraan Urahara, Shinji dan Hiyori yang awalnya membicarakan kehidupan mereka saat sama-sama masih bekerja di gotei 13 justru melenceng membicarakan drama sekolah Ichigo.
"Jadi kalian akan datang menonton?" tanya Urahara.
"Tentu saja, pemandangan langka'kan…" kata Shinji sambil menikmati tehnya.
"Hahaha, ya, ya.."
"Kau sendiri Kisuke?"
"Kalau ada waktu," jawab Urahara.
"Kalau kau ikut, harus siap-siap."
"Siap-siap? Untuk apa? Bukannya cuma menonton saja?"
"Siap-siap untuk sakit perut karna tertawa menonton pertunjukkannya!" jawab Hiyori dan Shinji bersamaan.
"…." Urahara bingung mau ngomong apa.
Las Noches
"Hee? Ulquiorra ikut drama sekolah?" Grimmjow terbelalak mendengar perkataan Szayel.
"Bisa tidak kau perkecil volume suaramu itu Grimmjow? Agak mengganggu telingaku," kata Espada no.8 itu.
"Hahaha! Konyol! Aku penasaran! Apapun yang terjadi aku pasti akan datang!" teriaknya tanpa menghiraukan permintaan Szayel untuk mengecilkan volume suaranya.
"Jangan terlalu bersemangat, Ulquiorra pasti akan membunuhmu bila ketahuan sedang membicarakannya," Harribel memperingati Grimmjow.
"Cih, apa pedulimu, Harribel?"
"Aku hanya memperingatimu Grimmjow Jaegerjaques."
Grimmjow tertawa mendengar perkataan Harribel.
"Biar aku tebak. Beberapa detik lagi, ponselmu akan mendapat sebuah pesan," Szayel tampak yakin mengatakannya.
Grimmjow hanya memandang Szayel dengan tatapan meremehkan.
"Akan berbunyi.. dalam 3.. 2.. 1..!" Szayel menghitung mundur.
Seperti lamaran, ups, maksudnya ramalan Szayel, ponsel Grimmjow berbunyi.
Nada pesan ponsel Grimmjow :
"Cinta satu malam oh indahnya
Cinta satu malam buatku melayang"
Grimmjow langsung mengambil ponsel dari dalam kantong celananya.
'Cih, lupa aku silent!' batin Grimmjow
Benar saja, nampak di layar ponsel bertuliskan 'satu pesan diterima'
"Perlu aku ramal lagi isi pesannya?" Szayel menyibakkan rambut pinknya, bangga karna ramalannya yang terdahulu tepat.
Grimmjow tidak menanggapinya.
"Dari Ulquiorra'kan?" Harribel menebak.
Dan saat pesan itu dibuka.
'Sekali lagi kau membicarakanku, akan kubongkar semua kejadian memalukanmu, Grimmjow!'
Kalimat singkat itu berhasil membuat Grimmjow membeku dan membuatnya berpikir 2 kali untuk datang ke drama sekolah Ulquiorra.
Kelas Ichigo
"HUATCHUU!" entah ke berapa kalinya hari ini ichigo bersin.
"Kau tidak apa-apa Ichigo? Akhir-akhir ini kau sering sekali bersin.." kata Chad (penampilan perdana Chad, baru muncul di chapter 3, maaf ya, Chad! Chad dapet peran jadi ayah Tatsuki alias raja di drama ini^^)
"Ah, iya, aku baik-baik saja."
"Jangan sampai sakit, nanti drama kita jadi kacau," kata Tatsuki.
"Iyaaa… aku tau."
"Ngomong-ngomong, siapa yang kebagian tugas bikin pamflet ?" tanya Ishida.
"Emm… Entahlah, memang kenapa Ishida-kun ?" Orihime menghampiri Ishida yang sedang memegang selembar pamflet.
"Bukan apa-apa kok, hanya saja aku heran dengan kalimat terakhir di sini," Ishida menyerahkan pamflet itu pada Ichigo.
Ichigo menerimanya dan membacanya.
'Tertawalah sebelum tertawa itu dilarang'
"WHAT THE …? PASTI OCHI-SENSEII!" teriak Ichigo.
Kantor guru
"Huaaatchiiiim!"
"Ochi-sensei? Ada apa? Flu?" tanya salah seorang guru.
"Tidak kok, ada debu yang masuk ke hidung nih," jawab Ochi-sensei.
"Hmm… ini bukan waktunya untuk sakit. Sebentar lagi festival budaya akan dimulai, semoga semua berjalan lancar ya," kata guru itu.
"Iya, pasti akan sangat meriah," ucap Ochi-sensei sambil tersenyum melihat tumpukan pamflet drama kelasnya yang akan disebarkan.
Di kelas
"Terima saja nasibmu, Kurosaki," Ishida menenangkan.
"Benar, Renji saja sudah pasrah tuh didandani jadi cewe," Rukia ikutan.
"Ulquiorra-san bahkan menerima dengan ikhlas dari awal," ucapan Orihime makin memojokkan Ichigo yang frustasi.
"Kurosaki Ichigo, mohon kerjasamanya di drama nanti," kata Ulquiorra yang tiba-tiba muncul di belakang Ichigo.
"HUAAA! Kau mengagetkanku, Ulquiorra!"
Tanpa merespon perkataan Ichigo, Ulquiorra kembali beranjak ke mejanya.
"Waah, gawat nih, propertinya ada yang kurang!" kata Mizuiro.
"Ada apa?" tanya Chizuru menghampiri karna melihat anggota bagian properti agak ribut.
"Ituu.. ngga ada, gimana dong, kita beritahu mereka dulu, ya," kata Mizuiro hampir melangkah tapi dihentikan Chizuru.
"Biar saja! Jangan diberitahu, aku ingin liat bagaimana mereka akan berimprovisasi nanti, ganti saja properti itu dengan yang lain, bisa'kan?" katanya berbisik.
"Hemm… Boleh juga, aku akan mencari penggantinya," kata Mizuiro tersenyum.
Hari H
"Ramainyaaa..." kata Orihime mengintip dari belakang panggung.
"Eh, iya benar," Tatsuki ikutan ngintip.
Ichigo dan Renji malas melihat keluar, mereka seolah sudah tau orang-orang yang ngga diharapkan datang pasti datang. Lihat saja penampilan mereka saat ini, sungguh cantik! Pengennya sih dibilang tampan.
"Oi, Ichigo! Keluargamu datang tuh!" seru Tatsuki.
Ichigo tidak menanggapinya, sekarang dia mencoba menahan rasa malu dan marah yang bercampur di dalam hatinya.
"Aaaah! Ada Rangiku-san..! Emm.. Ayasegawa, lalu Ikkaku-san, Hinamori, Eeeh! Hitsugaya juga ikut!" teriak Orihime tidak percaya.
Renji menghela napasnya panjang berharap sesuatu terjadi hingga drama ini dibatalkan.
"Hee? Yang lain datang?" Rukia ikutan mengintip memastikan kalau yang dikatakan Orihime itu benar.
"Emm, Shinji-kun juga datang!"
"Kuchiki, itu… ada kakakmu, di sana! Coba lihat!" tunjuk Orihime.
Rukia seakan tak percaya kakaknya yang super cuek itu datang untuk menonton.
"Nii-sama… Eh! Tapi peranku'kan jadi kakak tiri yang jahat ? Bagaimana bisa aku berakting seperti itu dihadapan Nii-sama! TIDAAAAK!"
Ah, Rukia lebay deh *author dilempari sandal jepit sama Rukia*
"Oi, cepat siap-siap! Terutama kau Ichigo …!" tegur Keigo yang kebagian tugas jadi narrator.
Dengan penuh kepasrahan diri Ichigo berjalan menuju panggung.
-TBC-
Ahaha, ceritanya saiaa irit nih, maaf ya..
Kurang memuaskan kah? Kalau iya, maaf. Tapi kalau memuaskan, syukur deh.
Kisah dramanya akan dimulai di chapter berikutnya!
Tapi sebelum itu. RnR chapter ini dulu ya^^
Sampai ketemu di chapter 4 XDD
