Ohayo! Konnichiwa! Konbanwa! Minna-san!
Update kilat.
Hehehe.
Lanjut!
.
.
.
BLEACH © TITE KUBO
RUMAH KOSONG © AYANO646CWEETY
.
.
.
Sebuah rumah kosong dipertanyakan oleh sekolompok detektif yang aneh, gaje, seenaknya, dan berisik. Bahkan mereka tidak bisa diam. Apa mereka bisa membuka kedok rumah kosong yang konon katanya menyeramkan?
.
.
.
RUMAH KOSONG…
CHAPTER 2 : DIMANA?
"Hei! Lihat itu yang ditengah. Bukankah itu piano?" ucap Toushiro yang menunjuk sebuah benda tepat ditengah-tengah sebuah ruang yang luas.
"Sepertinya iya. coba kulihat." Ucap Uryuu dan berjalan mendekati benda itu.
Saat berjalan kesana, tiba-tiba lantai yang diinjak Uryuu hancur!
"Aaarrgghh!" teriak Uryuu yang membuat semuanya histeris dan berlari kearahnya.
"Uryuu!" teriak Toushiro yang berada didekatnya.
"Aaawww!" jerit Uryuu setelah mendarat mulus.
"Kau baik-baik saja?" Tanya Ichigo yang melihat kearah bawah.
"Baik? Kau pikir terjatuh seperti ini baik?" bentak Uryuu dan bangkit perlahan.
"Maaf…" ucap Ichigo yang langsung manyun.
"Hei! Ada tangga!" ucap Uryuu tiba-tiba.
"Tangga? Ayo kita kesana." Ucap Nemu yang langsung turun melalui tangga. Ternyata ada tangganya.
"Jangan semua kesana. Kita bagi tim jadi 2. Ada yang ikut Uryuu, ada yang ikut aku." Ucap Ichigo.
"Baiklah. Orihime, kita ikut Uryuu. Aku penasaran." Ucap Ulquiorra yang langsung turun.
"Baiklah." Orihime mengikuti.
"Ayo jalan." Ucap Ichigo bersiaga.
Ditempat kelompok 2…
"Ini dimana ya?" Tanya Orihime yang sedari tadi memegang lengan Ulquiorra. (Cieeelaaahh… cari-cari kesempatan. Ayano juga mau.)
"Yang pasti aku tidak tahu." Jawab Uryuu dengan membenarkan letak kacamatanya hingga bersinar. TRRIIINNGG!.
"Silau ah!" bentak Nemu.
"Hehehe…" Uryuupun nyengir.
"Diamlah. Perhatikan jalan. Disini cukup gelap." Ucap Ulquiorra dingin plus datar.
"Seperti biasa." Ucap Uryuu dan Nemu yang sweatdrop. Orihime mengangguk tanda menyetujui ucapan Ulquiorra.
Ditempat kelompok 1…
"Ini memang piano. Piano yang mewah." Ucap Toushiro.
"Shiro, mainkan sebuah lagu untukku." Pinta Momo dengan jurus 'Tobiume puppy eyes'. Membuat Toushiro mengangguk bersemangat.
"Baiklah." Ucap Toushiro dan mulai memainkannya. Tapi tiba-tiba Ichigo menjitak kepala Toushiro.
"Bukan waktunya bermain, putih!" ucap Ichigo kesal.
"Sakit! Dasar jeruk campur durian!" bentak Toushiro dan membalas jitakan Ichigo.
"Kalin! Hentikan! Tutup pianonya dan kita pergi ketempat lain." Ucap Rukia sambil menarik kerah baju bagian belakang Ichigo vs Toushiro.
"Hahaha…" Momopun hanya tertawa.
"Bagus… jalankan rencana berikutnya."
"Baik."
"Jangan lupa, siapkan semuanya dan buat mereka ketakutan."
"Baik."
"Aku ingin lihat, sejauh mana mereka bisa bertahan. Hidup atau mati?"
To the next story
Siapa dia? Hidup atau mati? Oh no!
Tunggu chapter selanjutnya.
