Moshi-moshi!
Gomen… update lama sekali.
Ayano baru aja menjalankan MOS dan KPTA.
Capee~~~~~~~~~~~~~kkk banget!
Kakak panitianya galak.
Oh iya, gomen kalo ceritanya pendek. Ayano sengaja buatnya yang pendek biar penasaran
Hehehehehe… ^_^
Okelah. Curhatan Ayano banyak banget. Nggak mungkin Ayano tulis.
Lanjut aja deh. Dari pada kelamaan.
.
.
.
BLEACH © TITE KUBO
RUMAH KOSONG © AYANO646CWEETY
.
.
.
Sebuah rumah kosong dipertanyakan oleh sekolompok detektif yang aneh, gaje, seenaknya, dan berisik. Bahkan mereka tidak bisa diam. Apa mereka bisa membuka kedok rumah kosong yang konon katanya menyeramkan?
.
.
.
RUMAH KOSONG…
CHAPTER 3 : KEKHAWATIRAN
"Bagus… jalankan rencana berikutnya."
"Baik."
"Jangan lupa, siapkan semuanya dan buat mereka ketakutan."
"Baik."
"Aku ingin lihat, sejauh mana mereka bisa bertahan. Hidup atau mati?"
Ulquiorra POV
Entah mengapa aku merasa khawatir dengan keadaan ini. Tempat yang gelap, sunyi dan mungkin menyeramkan. Sejak tadi yang kulihat hanya jalan lurus dan cahaya dari ponsel kami yang menyala untuk penerangan.
Aku sendiri sebenarnya enggan ikut ketempat ini. Karena memang aku bukan seorang detektif. Tapi karena Orihime harus menyelidikinya, aku terpaksa ikut untuk menemaninya. Aku tidak ingin sesuatu terjadi padanya. Walaupun dia detektif, tetap saja dia perempuan yang paling aku tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk pada dirinya. Terlebih aku sedikit tahu kejadian lampau rumah kosong ini.
"Ulquiorra! Orihime! Lihat ini." Seru Uryuu yang sedang asyik memperhatikan sebuah benda dihadapannya. Akupun tertarik untuk melihatnya.
"Apa itu?" tanyaku heran. Bentuknya kotak. Seperti terbuat dari kayu dan berwarna coklat. Terdapat gembok yang terkunci.
"Entahlah. Apa kalian setuju jika aku membukanya? Kurasa ada isinya." Ucap Uryuu yang berlagak dan menaikan posisi kacamatanya.
"Tapi itu terkunci." Ucap Nemu dan mulai merogoh sesuatu ditasnya. Orihime membantunya dengan menyorotkan cahaya ponselnya ketas Nemu.
"Terimakasih Orihime." Ucap Nemu kemudian dia memberikan sebuah gunting pada Uryuu.
"Bagus. Akan kucoba membukanya." Ucap Uryuu bersemangat.
"Hati-hati." Saran Orihime. Dia dan Nemu memajukan ponselnya mendekati kotak itu. Sedangkan aku hanya memperhatikan. Kupikir sudah cukup terang.
Kulihat Uryuu berhasil membuka kotak itu. Lebih tepatnya buka paksa. Dan sewaktu kami melihat isinya. Sungguh. Aku terkejut.
"Aaaaaaaaaaa!" jerit Nemu.
Terlihat olehku Orihime menutup mulutnya. Dan Uryuu melempar kotak itu. Aku hanya terdiam.
End of Ulquiorra POV.
"Apa itu? Kau dengar itu?" ucap Rukia kaget.
"Iya. aku dengar. Seperti jeritan Nemu. Aku yakin itu. Aku hafal jerit dan suara Nemu." Ucap Momo yang tampak khawatir.
"Benarkah?" Tanya Ichigo kaget.
"Tenanglah. Aku yakin mereka tak apa. Secepatnya kita amati wilayah ini dan menyusul mereka." Ucap Toushiro.
"Tapi Shiro. Itu sebuah jeritan! Bukan tawaan!" ucap Momo mulai panik.
"Usulmu kurang bagus Toushiro." Ucap Ichigo.
"Nemu tidak sendirian! Dia bersama Uryuu. Ada Ulquiorra dan Orihime juga." Bela Toushiro.
"Diam! Kupikir kita lanjutkan saja pengamatan kita. Sejak tadi aku penasaran dengan ruangan itu!" tunjuk Rukia pada sebuah pintu tua yang terlihat rapuh.
"Aku juga. Makanya kita selidiki dulu yang ada disini. Momo… tenanglah. Aku yakin mereka tidak apa-apa." Ucap Toushiro lembut pada Momo.
"Ayo!" ajak Rukia. Toushiro dan Momo mengangguk. Sedangkan Ichigo hanya mengikuti dan sesekali menatap kebelakang. Ingin rasanya dia melihat keadaan teman-temannya dibawah sana.
To the next story
Kira-kira apa ya yang ditemukan oleh Ulquiorra, Uryuu, Orihime, dan juga Nemu yang berteriak?
Tunggu kisah selanjutnya.
R&R PLEASE…
