LOHALOHALOHA!
Maaaaaaaaaaa~ffff….. Update lama.
Setelah menjadi murid SMA, Ayano punya banyak tugas.
Sebel… jadinya punya banyak tugas.
Lupakan derita Ayano. Lanjut ke cerita.
.
.
.
BLEACH © TITE KUBO
RUMAH KOSONG © AYANO646CWEETY
.
.
.
Sebuah rumah kosong dipertanyakan oleh sekolompok detektif yang aneh, gaje, seenaknya, dan berisik. Bahkan mereka tidak bisa diam. Apa mereka bisa membuka kedok rumah kosong yang konon katanya menyeramkan?
.
.
.
RUMAH KOSONG…
CHAPTER 4 : YACHIRU
"Aku juga. Makanya kita selidiki dulu yang ada disini. Momo… tenanglah. Aku yakin mereka tidak apa-apa." Ucap Toushiro lembut pada Momo.
"Ayo!" ajak Rukia. Toushiro dan Momo mengangguk. Sedangkan Ichigo hanya mengikuti dan sesekali menatap kebelakang. Ingin rasanya dia melihat keadaan teman-temannya dibawah sana.
ICHIGO POV
Tuhan… kumohon agar mereka tidak apa-apa. Perasaanku menjadi tak enak saat sebuah teriakan terdengar. Tempat yang tidak kusukai.
Semua menjadi tampak murung. Tidak terkecuali aku. Aku tidak pernah berfikir ada rumah seperti difilm-film seperti ini.
Sedari tadi aku sibuk dengan ponselku. Mencoba menelpon Uryuu, Orihime, Ulquiorra, ataupun Nemu. Namun tak diangkat. Sungguh membuat kekhawatiranku menjadi-jadi.
"Ichigo! Berhenti memainkan ponselmu." Ucap Rukia.
"Siapa yang bermain? Aku mencoba menghubungi mereka!" seruku. Kurasa Rukia tak paham dengan apa yang terjadi. Dia… terlihat santai…
"Sudah kubilang! Setelah menyelidiki tempat ini, kita akan susul mereka. Jadi, hentikan menghubungi mereka karena akan sia-sia!" ucap Rukia yang kupikir sangat amat egois. Aku tidak mengerti mengapa.
"Kau tidak punya perasaan, huhh? Apa kau tuli? Ada yang berteriak!" seruku tak mau kalah. Kali ini Rukia benar-benar menyebalkan.
"Diam! Tak ada waktu untuk itu!" seru Toushiro tiba-tiba.
"Benar… dan aku, ingin cepat-cepat keluar dari sini. Ingin bertemu Nemu. Ingin bertemu semuanya lagi… jadi, ayo cepat…" ucap Momo yang terdengar hampir menangis.
"…" aku tak bisa menjawab. Hanya diam dan menaruh ponselku kembali.
"Kenapa Rukia?" Tanya Toushiro.
"Tak bisa dibuka." Jawab Rukia. Kuperhatikan pintu itu. Pintu yang sudah rapuh. Dan hanya satu pintu ditempat ini yang seperti itu.
"Minggir! Akan kudobrak pintu ini." Ucapku dan maju. Aku mengambil ancang-ancang . dan kutendang pintu itu. Seperti dugaanku, mudah. Karena pintunya sudah rapuh.
"Bagus!" seru Rukia.
"Tempat apa ini? Kosong. Tak ada satupun barang yang ada." Ucap Toushiro kaget.
Aku dan yang lain melangkah memasuki tempat itu. "BRAAAKKK!" tapi tiba-tiba saja pintu tertutup dengan sendirinya. Kami semua membelalakkan mata kami. Kaget.
Aku mecoba membukanya. Namun tak bisa. Aku juga mencoba menendangnya tapi nihil. Kulihat Momo yang memeluk Toushiro ketakutan.
"Sial! Tempat apa sebenarnya ini!" teriak Toushiro emosi.
Kulihat Rukia… Tersenyum?
END ICHIGO POV
"Siapa kau?" Tanya Uryuu.
"Aku… terkurung." Ucapnya.
"Apa maksudmu?" Tanya Ulquiorra kebingungan.
"Aku… takut." Ucapnya kembali.
"Kau membuat kami takut!" seru Nemu yang waktu itu berteriak.
"Kau… terkurung dikotak itu? Bagaimana mungkin?" Tanya Orihime mendekat.
"Aku… ingin pulang." Ucapnya lagi.
"Siapa namamu?" Tanya Orihime yang sekarang membelai rambut pink itu.
"Aku… Yachiru."
To the next story
Waaaahhh… udah sampe chapter 4. Oh iya, untuk yang udah review, ayano sangat amat berterimakasih.
Jangan lupa di chapter ini di R&R PLEASE,,,,,,,,,,,,,,…
