Disclaimer : Hetalia Axis Powers / Hetalia World Series © Hidekaz Himaruya
Genre : Tragedy/Horror
Rating : T (.. M?)
Warning : Gore, Kanibalism
Summary : Tujuh dosa mematikan yang dilakukan oleh manusia. Berdasarkan series bikinan AkunoP
DON'T LIKE DON'T READ!
.
Seven Deadly Sins
~Gula~
A Hetalia-Axis Powers Fanfiction
.
Ada sebuah kastil. Kastil yang besar dan megah. Tapi kastil itu terasa sangat angker dan suram. Bau busuk menyebar di setiap lorong. Saat itu sedang diadakan jamuan, jamuan terakhir yang akan segera tersedia, seperti biasa. Makanan, makanan yang sangat banyak telah tersedia, dan semua harus dimakan. Dan seorang pemuda tersenyum melihat semua makanan itu. Ia memakan semuanya dengan baik. Seakan tak ada yang aneh dengan makanan itu.
Pemuda itu adalah Alfred. Dia adalah salah satu dari sekian banyak raja hebat yang berkuasa di dunia. Tak lama kemudian, semua makanan yang ada di meja telah habis. Karena masih merasa lapar, akhirnya dia memutuskan untuk melanggar batas. Ia memerintahkan pelayannya untuk menyiapkan makanan yang lain. Sekarang, semua makanan yang paling buruk. Yang tak mungkin ada yang akan menyentuhnya. Ada di atas mejanya.
Selalu hargai dan hormatinya, menghormati raja besar kita. Semua makanan yang tersedia, yang habis hari ini, mereka semua hanya untuk dia.
Dia akan memakan semua, semua yang ada di dunia. Sampai kekosongan yang ada di dalam dirinya menghilang. Makanan itu terlihat sangat berbahaya. Itu bukan apa-apa, hanyalah bumbu terbaik untuk makanan utama.
Dia memakan semua, semua bahkan yang terkecil sampai tulang. Jika itu tidak mengenyangkannya, ia akan menggigit hingga piringnya. Jika itu adalah makanan yang lezat, maka lidahnya akan bahagia. Tapi tunggu sampai ia memutuskan kapan jamuan itu selesai.
Sekali lagi, sebenarnya yang kelima belas kali, kokinya muncul. Koki beralis tebal itu kemudian bertanya, pertanyaan yang sama yang selalu didengarnya.
"Tuanku, akankah kau memberikanku waktu untuk istirahat?"
Sungguh, apa yang baru saja ditanyakannya itu, apa yang selalu dilakukan koki itu adalah melakukan sebuah kesalahan sama yang tak berguna.
Sang koki tidak pernah memikirkannya, ia tidak memikirkan bahwa siapapun yang melawan raja akan berakhir dengan hukuman paling berat.
Dia akan memakan semua, semua yang ada di dunia. Menu hari ini sangat spesial. Rambutnya berwarna pirang, acak-acakan, matanya berwarna hijau, menatap nanar. Sungguh menggugah selera makan sang raja. Alfred mengambil pisaunya, lalu ia memulai mencabik-cabik 'makan malam' dengan liar dan tak sabar.
Dia memakan semua, semua bahkan yang terkecil sampai tulang. Jika itu tidak mengenyangkannya, maka ia akan memakan sesuatu yang 'lain'. Ia lalu melihat ke arah pelayannya.
"Oh, hei, pemuda yang berdiri di sana. Pelayan kesayanganku. Bolehkah aku mengetahui bagaimana rasamu?"
Dan pelayan itu tak punya pilihan lain selain menuruti perintah Alfred. Alfred mulai memakannya dengan liar. Semua yang ada di kastil itu ia makan. Semuanya.
Setelah ia memakan semuanya, kastilnya menjadi kosong. Tidak ada lagi yang tersisa untuk ia telan. Walaupun begitu, dia masih ingin lebih, bahkan kalaupun yang ia makan itu mentah. Tingkat akhir dari cara yang paling mengerikan untuk makan.
"Kalau aku tidak bisa makan, aku akan marah," katanya murka.
Dia telah memakan semua, semuanya yang ada di dunia. Ketika sudah tidak ada lagi yang bisa ia makan, ia melihat ke arah tangannya. Tepat waktu untuk menyelamatkannya. Ia berpikir, lalu menyeringai.
"Masih ada sesuatu yang tersisa yang belum aku makan."
Cara paling buruk untuk makan adalah sang pangeran. Memakannya dengan segar, oh ya, dia tidak peduli kalau dia sedang memakan dirinya sendiri. Sekarang dia tahu bagaimana rasa dari semua yang ada di dunia. Tapi tidak ada yang akan tahu bagaimana rasa dirinya karena dia telah memakan dirinya sendiri sampai mati.
-End of 'Gula'-
(lines)
Muohohohoho~ karakter kali ini adalah Alfred! Ya, memang aneh, saya tahu dan saya maklum kalau mendapat flame.
Chapter satu dengan yang lain tidak berhubungan. Oh, ya, chapter ini diambil dari lagu 'Akujiki Musume, Conchita; The Epicurean of Daughther of Evil'-nya MEIKO.
Balasan Review:
Reiichi Beilschmidt: Ini mungkin songfic, tapi gak ada liriknya. Chapter ini, iya saya pake Al.
Haefalent: Ohohoho~ habis saya tidak menemukan chara lain yang cocok. Yaudah saya pake Gilbert. Thanks udah fave! Aih~ seneng deh -lebay-
Shiina Rika: Bukan 'Servant of Evil' tapi 'Daughther of Evil'. Prekuelnya kalau gak salah. Atau sekuelnya?
Kumonnet no Kazette: Satu kata: Thanks~ Saya akan tetap menulis walaupun gak di publish #gaadayangnanya
Schneeglocke gak bisa login: Nama Anda sulit dieja. Kalau Anda iri pada saya karena bisa bikin cerita serius, saya iri pada Anda yang bisa membuat fic yang bisa bikin orang ngakak gegulingan. Perbanyak dialog? Udah loh, tuh -tunjuk2- empat kalimat #dirajam. Ini sudah di update~!
r-chan: Ini sudah di update~ thanks~
Sekali lagi terimakasih bagi yang sudah review~
Jadi sekarang.. review? Flame?
With /super/ psycho smile,
Beth
