"Yang Mulia Ratu !" Seorang namja tegap datang tergopoh-gopoh menghampiri suatu ruangan besar yang diyakini sebagai ruang kerja Ratu Kerajaan Lee. Ia tersenyum kecil lalu membungkukan badannya sebagai rasa hormat yang begitu tinggi pada orang yang kini sedang menatapnya heran.

"Ada apa dengan kau, Siwon-ssi ? Sepertinya kau mempunyai kabar buruk, hemm ?" Yeoja berumur sekitar 40-an yang diyakini sebagai Ratu Kerajaan Lee itu bangkit dari duduknya, dan berjalan dengan anggun mendekati namja bernama Siwon.

Siwon menegapkan kembali badannya, ditatapnya tajam bola mata brown clear yang dimiliki oleh Ratu Lee "Keureohji !" Jawab Siwon mantap, dan hal itu membuat Ratu Lee mempersilahkan-nya duduk di sofa modern berwarna merah dengan ukiran bunga sakura di sekeliling sofa.

"Jadi, kabar buruk apa yang membuat dirimu kemari, Siwon-ssi ?" Tanya Ratu Lee lagi, tatapan matanya yang sebelumnya hangat kini berubah menjadi cemas.

"Ehem," Siwon berdehem sekilas untuk menghilangkan rasa ke-canggungan yang menguar di ruangan itu "tanpa basa-basi saya hanya memberitahukan bahwa, gudang makanan kerajaan semalam hilang dicuri oleh kumpulan bajak laut, Yang Mulia."

"Mwo ?" Ratu Lee membelalakan matanya, kaget mendengar jawaban pasti dari seorang namja bermarga Choi tersebut "bagaimana bisa dicuri ? Gudang makanan selalu dijaga ketat oleh 10 prajurit bukan ?"

Siwon menganggukan kepalanya "Ne, tapi sayangnya perompak laut bertindak lebih cepat dan sigap dibanding para prajurit," Siwon kemudian merogoh sebuah bungkusan bening dari kantung celananya "mereka memakai ini untuk melumpuhi pasukan prajurit, Yang Mulia."

Ratu Lee mengernyitkan alisnya, ia meminta izin pada Siwon agar melihat bungkusan yang ada ditangannya lebih dekat "Jeongmalyo ? Bukankah ini adalah bom yang berisi gas tidur ?" Tanyanya tak percaya.

"Benar, Yang Mulia. Mereka menggunakan benda ini untuk melumpuhkan para prajurit. Lalu mengisi karung-karung yang kemungkinan berukuran besar dengan seluruh persediaan pangan Kerajaan Lee kedalamnya." Jawab Siwon dan memasukan kembali bungkusan bening itu ke kantung celananya.

Ratu Lee menatap resah ke sekeliling ruangannya "Apa benar semua bahan pangan mereka ambil ?"

"Satu butir beras bahkan tidak kami temukan, Yang Mulia," Siwon menundukan kepalanya. Ya, sebagai pemimpin keamanan atau bisa disebut pemimpin prajurit, Siwon merasa gagal telah lengah untuk menghadapi masalah yang menurutnya kecil seperti itu, "padahal besok Kerajaan Lee akan menghadapi musim panas yang amat panjang." gumam Siwon

Ratu Lee menganggukan kepalanya, tanda ia menyetujui gumaman Siwon yang terdengar jelas ditelinganya "Yah..." Ratu Lee mendesah, ia pun bangkit dari duduknya, dan di susul oleh Siwon, "apa boleh buat..." Kini pandangan matanya menatap tegas ke dalam mata Siwon yang berwarna Dark blue itu "segera kau panggil ketiga putra dan putriku ! Bawa mereka ke ruang keluarga, sekarang !" perintahnya.

Siwon mengangguk sebelum membungkukan badannya, dan berlalu dari ruang kerja Ratu Lee 'Yang Mulia pasti mempunyai rencana yang tidak akan ada yang bisa mengganggu gugat-nya.' fikirnya, dan mempercepat langkahnya menuju ruangan dimana ketiga penerus keluarga Lee itu berada.

Sementara itu, Ratu Lee tengah memanggil pesuruh dan memerintahkannya agar mengundang sepasang Ratu dan Raja dari Kerajaan bernama Kerajaan Cho, agar datang untuk mesetujui suatu rencana yang pernah ia tunda setahun yang lalu, "Rencana ini pasti akan menolong seluruh rakyatku agar tak terkena musibah kelaparan."

_ Baby Oh Baby _

==Haengboghan Nala==

.

.

Chapter One

.

.

By : White Lucifers

.

.

Cast : Ratu Lee, Lee Hyukjae, Lee Sungmin, Henry Lee, Choi Siwon, Ratu & Raja Cho, Cho Kyuhyun, Cho Jinho, dsb.

.

.

Pairing : KYUMIN

.

.

Genre : Kingdom, Family, and Romance

.

.

Rate : T ( alias aman )

.

.

Warning : Typo(s), Bahasa ga sesuai EYD, Gender switch, flame & bash boleh asal sopan, bahasa kelewat puitis, dan pusing kepala, batuk, flu, muntah, ingusan(?), dan masuk angin(?) jangan salahin saya.

.

.

Lee Sungmin dan cast lain bermarga 'Lee' punya Pak Lee dan Cho Kyuhyun punya Pak Cho, sisanya punya Pak Kim, Pak Park, Pak Shin, dan Pak Lau (¬o¬) tapi ini fanfic ASLI punyaku !

_ Baby Oh Baby _

"Lihat ! Betapa tampannya seorang Choi Siwon jika berlari, benar kan, Mochi ?" seorang yeoja aegyo tersenyum malu ketika dirinya diam-diam mencuri pandang pada Siwon dari balik semak-semak yang berada di taman belakang.

"Yá ! Namaku Henry, bukan Mochi, onnieeeeeee !" Rengek yeoja yang tak kalah aegyo-nya dari yeoja sebelumnya. Pipinya yang chubby sengaja ia gembungkan besar-besar, tanda bahwa dirinya sangat tak suka kalau namanya diubah menjadi 'makanan'.

"Sssshh ! kecilkan suaramu, Mochi ! Nanti bisa-bisa kita tertangkap basah telah mengintip pemimpin prajurit kita, pabbo !" Yeoja aegyo yang dikenal rakyatnya dengan nama Lee Sungmin itu menggeram kesal ke arah Henry.

"Cih ! Dasar ! Percaya deh kalau Choi Siwon itu bukan jodohmu !" Henry menyeringai sedikit ala setan, membuat Sungmin merinding melihat seringaian yeodongsaengnya itu.

"Kau bukan seorang dewa ataupun dewi cinta yang bisa meramalkan hal itu, Mochi," Sungmin berdiri dari jongkoknya, dan berjalan santai keluar dari taman, "umma sudah membatalkan perjodohan itu tau ! Lagian, belum tentu yang dijodohkan aku :P." Ledek Sungmin, ia tersenyum manis, sangat manis malah, sampai-sampai seorang malaikat pun ragu akan memakai senyuman itu untuk menyambut setiap orang yang memasuki surga.

"Maksudmu ?" Henry memandang heran pada Sungmin, jalannya sedikit dipercepat agar menyamai dengan Sungmin.

"Kau lupa ? Umma pernah memberitahukan pada kita bukan ?" Tanya Sungmin, pandangannya tetap mengarah ke depan, padahal lawan bicaranya ada di sampingnya, "Tentang apa onnie ?" Tanya Henry balik, membuat Sungmin mendengus sebal dengan sikap lemot sang magnae.

"Umma berkata, kalau diantara anaknya nanti, yang paling pertama akan dijodohkan adalah yang paling bungsu," Sungmin berhenti sejenak, kepalanya ia tengokan ke samping —ke arah Henry— dan menatap tajam tepat di manik mata Henry, "dan itu artinya, kau duluan-lah yang menikah ! Bukan aku !" ucapnya final, dan segera berlari sebelum dirinya dikejar dan tertangkap oleh sang Mochi.

Tapi, tampaknya magnae Kerajaan Lee itu tidak berfikir untuk mengejar seorang Lee Sungmin, ia mematung di tempat, pandangannya kosong dan lurus ke depan, membuat Sungmin menghentikan larinya dan memilih untuk berbalik, mendekati Henry.

"Hei, mochi ! Gwenchanayo ?" Sungmin mengelus rambut hitam legam seleher yang dimiliki Henry, hatinya entah mengapa begitu sesak melihat wajah yeodongaseng-nya —yang biasanya ceria— kini tersirat kepedihan teramat dalam. Ia menepuk lembut pundak Henry. Dan hal itu mampu membuat Henry kembali sadar dari lamunannya.

Henry menggelengkan kepalanya, ia menatap sendu tepat pada bola mata Sungmin yang menyerupai Ratu Lee, "onnie..." bisiknya. "Anni... kau tak usah takut, aku yakin umma tidak akan tega membiarkan kau menikah di usia mu yang baru berumur 20 tahun." Hibur Sungmin, yah, sedikit tidak yakin juga sih akan kata-kata itu, mengetahui bahwa sosok umma mereka yang terkenal tegas, bijaksana dan berpendirian kuat.

"Hiks... huweee... masa iya aku nikah muda..." Henry mengucek-ucek matanya saat ia menyadari setetes dua tetes air matanya jatuh di masing-masing kedua pipi chubby-nya, persis seperti bocah berumur 5 tahun yang merengek minta di belikan permen "ga elit ! Nanti kalau aku punya anak, hik... rakyatku... hik... bingung lagi membedakan hik... yang mana ibu... dan yang mana anaknya... huweeeeee..." Henry menjatuhkan tubuhnya pada tubuh Sungmin, ia eratkan pelukannya sambil mengusap-usap muka polosnya di baju Sungmin "aku tidak mau disamakan dengan anakku... begini-begini... masih cantikan, imutan aku daripada anakku nanti, huweee."

Sungmin sweatdrop seketika mendengar perkataan sejujur dan sepolos Henry, astaga salah makan apa Ratu Lee ketika ia sedang mengandung Henry, "Ck ! Dasar narsis ! Ku sumpahi kau, agar punya jodoh yang sama narsis nya denganmu !" erang Sungmin, dan kata-kata itu mampu membuat pelukan Henry lepas darinya.

"Tck ! Tega sekali kau menyumpahi aku yang tidak-tidak !" Henry memajukan bibirnya, kemudian melanjutkan perjalannya sambil menghentak-hentakkan kakinya keras-keras pada balkon menuju kamar tidurnya.

_ Baby Oh Baby _

"Yang Mulia Raja !" Seorang dayang berbadan jangkung itu membungkukan tubuhnya di hadapan Raja dari Kerajaan Cho. Tingkahnya sama seperti apa yang dilakukan oleh Choi Siwon.

"Ne, ada apa Sangmi-ah ?' Tanyanya lembut, tangannya bergerak-gerak menyerupai kipas, tanda ia memperbolehkan dayangnya, Sangmi, agar menegakkan tubuhnya kembali.

"Ini..." Sangmi memberikan sebuah gulungan kertas kepada Raja Cho, "saya diperintahkan agar memberikan gulungan kertas ini pada Yang Mulia."

Raja Cho mengambil gulungan kertas itu, dibukanya perlahan, dan kemudian dibacanya dalam hati,

"Hemm... Ada apa gerangan yang membuat kami harus ke Kerajaannya itu ?" gumamnya, kemudian kembali menggulung kertas itu, "baiklah, perintahkan pada Hajin agar menyiapkan sebuah kereta kuda ! Dan kamu, tolong segera persiapkan beberapa baju penting milikku, permaisuriku, dan kedua anakku ke dalam koper !" perintah Raja Cho, ia menyeringai ala Raja Setan dengan sempurna "sepertinya, aku akan tinggal lama di Kerajaan Lee." gumamnya, dan meninggalkan dayangnya itu sendiri di balkon istana.

_ Baby Oh Baby _

"Hyung !" Seorang namja aegyo berlari terengah-engah ke dalam kamar tidur milik hyung-nya —sebelum akhirnya ia menutup kembali pintu kamar milik hyungnya—. Ia memegang dadanya, berusaha untuk mengatur nafasnya yang tak teratur.

Namja tampan yang tengah membaca sebuah buku di atas tempat tidur itu melirik sekilas ke arah sang namja aegyo "Ada apa Jino-ah ? Jangan bilang kalau kau gagal berburu lagi di hutan dengan 5 pengawal payahmu !" Namja tampan itu tersenyum meremehkan pada namdongsaengnya, Jino.

"Anni ! Justru kami malah membawa banyak buruan dari hutan kali ini !" Ucap namja itu sambil membusungkan dadanya, yah... sepertinya keluarga Cho memang dikutuk 7 turunan menjadi seorang yang sombong.

Namja tampan itu membelalakan kedua matanya, "Jinjjayo ? Bagaimana bisa ?" tanya namja itu terheran-heran, padahal tadi malam ia yakin telah menukar seluruh pancingan buruan namdongsaeng dan kelima pengawalnya dengan boneka, deh.

"Terkadang Kyuhyun hyung bodoh yah ! Kau kira kami berenam tidak bisa membedakan, mana yang boneka dan mana yang pancingan asli, eh ?" Namja aegyo, Jino, itu menyeringai, meskipun tak sekuat seringaian yang dimiliki Raja Cho dan hyung-nya, Kyuhyun, tapi cukup untuk membuat seluruh dayangnya merinding.

"Oh." Kyuhyun memutar kedua bola matanya tak peduli, dan kembali membaca bukunya yang sedari tadi ia tumpu-kan di atas meja kecil yang berada di atas tempat tidur miliknya.

"Yá, Hyung ! Kenapa kau malah mengacuhkanku ?" Jino menggeram kesal, kedua tangannya ia kepalkan kuat-kuat, berencana untuk memukul kepala besar milik hyung-nya, jika saja namja evil itu masih mengacuhkannya.

"Kau begitu berisik ! Semua ocehanmu sama sekali tidak penting, Cho Jinho ! Jadi aku malas untuk membalas perkataanmu." Kyuhyun tersenyum santai, tak ada seringaian disana, sementara pandangannya tetap focus pada buku yang dibacanya.

"Kau itu..." baru saja pangeran kecil itu hendak memukul kepala hyung-nya, tapi interupsi yang terdengar di balik pintu kamar Kyuhyun, membuat dirinya menghentikan niat buruknya.

"Tuan muda Cho Kyuhyun, dan Cho Jinho !" panggil seorang dayang dari balik sana, diketukkan kembali pintu kayu jati itu, berharap kedua pangeran Cho mempersilahkannya untuk masuk. Dan benar saja, tanpa basa-basi, Kyuhyun berteriak merdu, menyuruhnya agar membuka pintu.

"Tu-tuan muda... kalian berdua dipanggil oleh Yang Mulia Raja agar bertemu dengannya di taman depan istana." kata dayang itu sambil membungkukan badannya.

Jino menaikan sebelah alisnya "Kapan ?"

"Sekarang bodoh ! Kajja !" Kyuhyun menyingkirkan meja kecil yang mengurung sepertiga kakinya, ia turun dari kasurnya dan menarik keluar namdongsaengnya itu ke tempat yang dikatakan dayang mereka.

_ Baby Oh Baby _

"Hei, kemana perginya 2 bocah itu ?" seorang namja aegyo menatap heran ke sekeliling taman belakang, "bukankah tadi Sungmin mengajak Henry ke taman belakang ?" Ia mengalihkan pandangannya ke arah Siwon yang berdiri tegap disampingnya.

"Entahlah, Tuan Muda Lee Hyukjae... tampaknya mereka sudah pergi." Ucap Siwon dengan bahasa formal-nya.

BUK !

"Hei ! Berhentilah memanggilku Tuan Muda Lee Hyukjae ! Cukup Eunhyuk saja sama dengan kau sudah menghormatiku." Eunhyuk, pangeran satu-satunya dari Kerajaan Lee itu tersenyum jahil kepada Siwon.

"Ah... Geu-geurae. Kalau begitu, bagaimana kalau kita mencari Nyonya muda Lee Sungmin dan Henry Lee dikamarnya ?" usul Siwon, ia membuang mukanya ke arah lain, em... kalau boleh jujur, ia sedikit risih melihat tatapan jahil seorang Lee Hyukjae.

"Ne...ne... seperti biasa dia yang paling menyusahkan diantara kita bertiga."

Siwon melempar pandangannya kembali ke arah Eunhyuk "Dia ? Nuguya ?"

Namja berparas manis, tampan, dan cool itu tersenyum kecil "Siapa lagi, kalau bukan Lee Sungmin."

_ Baby Oh Baby _

"Kalian lama sekali !" Ratu Lee mengetuk-ketukkan kelima jarinya dimeja keluarga. Meskipun ia merasa bosan karena sudah harus menunggu ketiga putra putrinya selama 15 menit, tapi sorot matanya tak pernah menunjukan kemarahan atau kekesalan terhadap ketiga anaknya tersebut.

"Mianhae umma. Tapi, salahkan kedua putri kesayanganmu ini. Mereka yang membuat ku dan Siwon kalang kabut mencari 2 bocah perempuan ini di seluruh Istana." Adu si sulung, Hyukjae atau Eunhyuk, ia membungkukan badannya sekilas pada umma-nya.

Sungmin yang merasa tersindir hanya bisa menundukan kepalanya, niatnya mau membalas perkataan oppa-nya itu, tapi ketika ia menyadari kalau di hadapannya kini adalah umma-nya yang terhormat, ia urungkan niat buruk itu dalam-dalam, 'Setelah ini, akan ku balas kau Lee Hyukjae !'

"Sungmin onnie ! Kau sangatlah tidak sopan !" Bentakan sinis sang magnae itu membuat Sungmin memasang tampang pongonya "tundukan badanmu, pabbo ! Lihat siapa yang ada di depan kita !"perintahnya.

Sungmin mengangguk paham, ia tak marah dengan teguran ( menurut Sungmin sih ) dongsaeng satu-satunya itu, karena ia tau kalau ia memang salah karena hanya berdiam diri terlalu lama di hadapan ummanya yang dibatasi oleh meja keluarga. ( P.s = Ruang keluarga Lee itu bukan semacam sofa, tapi lesehan dengan bantal empuk sebagai alas duduknya )

"Mianhae umma." Sungmin tersenyum manis, setelah itu buru-buru ia bungkukan dengan hormat tubuhnya kepada sang Ratu Lee.

Meskipun Eunhyuk, Sungmin, dan Henry adalah anak dari Ratu Lee, tapi, itu tak membuat perlakuan mereka terhadap umma-nya berubah, mereka bertiga dengan sukarela selalu membungkukan tubuhnya kepada seseorang yang pernah memperjuangkan nyawanya ketika masa lahiran. Perlakuan mereka sama seperti yang Siwon dan seluruh penghuni bahkan rakyatnya lakukan pada seorang Ratu Lee.

"Gwenchana Minnie-ah ^^" Ratu Lee terkekeh kecil melihat tingkah Sungmin yang terlihat polos di matanya, "aku memaafkan seluruh kesalahan yang kau lakukan padaku hari ini."

Sungmin yang sudah duduk di posisinya itu hanya mampu menundukan kepalanya sebagai rasa terimakasih. Eunhyuk mendengus sebal melihat tingkah yeodongsaeng pertamanya itu 'seharusnya kau meminta maaf padaku, danhobak !'. Sementara Henry, tampaknya ia yang bersikap cuek diantara tiga bersaudara itu.

"Oya, umma ! Ada apa gerangan yang membuatmu memanggil kami ?" Eunhyuk menatap serius ke arah Ratu Lee. Ia sudah tak peduli lagi soal Sungmin yang menurutnya sangat tidak penting.

Ratu Lee berdehem kecil, yah, mau bagaimanapun, berita tentang perjodohan ini harus secepatnya diberitahukan pada ketiga penerus kerajaan Lee tersebut, "Apa kalian sudah mengetahui berita tentang... Gudang makanan kita yang sudah dicuri habis oleh para perompak laut ?" tanyanya

Eunhyuk mengangguk mantap, ia bahkan lebih dulu tau kejadian ini dibanding Ratu Lee. Sungmin membulatkan kedua mata kelincinya, tampaknya ia begitu shock mendengar berita yang bisa membuat rakyatnya kelaparan di musim panas besok. Dan Henry, ia menggelengkan kepalanya, tentu saja ia tak percaya dengan perkataan Ratu Lee, berhubung sudah ada 10 prajurit yang ditugaskan untuk menjaga Gudang makanan mereka.

"Kalian berdua nanti saja bertanya tentang berita buruk ini !" Eunhyuk menatap tegas ke arah kedua dongsaengnya yang akan bertanya tentang hal itu "Yang membuat aku penasaran adalah..." Eunhyuk menengokan kepalanya ke arah Ratu Lee, senyuman aneh terlukis di wajah tampan nan aegyo-nya "apa yang umma sembunyikan dari kami."

Sungmin dan Henry saling melempar pandangan tak mengerti ke arah Eunhyuk, "maksudmu ?"

"Aku tau... Umma pasti mempunyai sebuah rencana agar rakyat kita tidak kelaparan di musim yang akan datang kan ?" Tanya Eunhyuk, kelima jari tangan kanannya ia tumpu-kan pada dagunya, layaknya seorang detektif yang sedang berusaha memecahkan suatu masalah.

"Keureohji !" Ratu Lee tersenyum lebar. Sungguh bahagia dirinya, mengetahui Eunhyuk yang begitu kental menuruni dirinya, "dan kalian pun pasti tau apa rencana umma bukan ?"

Eunhyuk menganggukan kepalanya, ia tersenyum bangga, karena rencana ini sudah bisa ia tebak. Sedangkan Sungmin dan Henry hanya menaikan kedua bahu mereka, sungguh kedua makhluk polos ini tidak tau apa-apa sesuatu yang ada di fikiran umma dan oppa-nya.

"Salah satu diantara kalian akan umma jodohkan dengan seorang pangeran dari Kerajaan Cho." Satu kalimat pendek yang keluar dari bibir indah Ratu Lee itu kini mampu membuat kepala Sungmin dan Henry tertunduk ke bawah, menatap ubin, tapi tidak dengan fikiran mereka. Ya, mereka berdua pun bisa memperkirakan kalau rencana umma-nya ini —yang pernah ditunda setahun yang lalu— pasti akan terjadi juga.

Eunhyuk menghela nafas lega, ia tau pasti tentang selut belut Kerajaan Cho. Setidaknya 2 penerus kerajaan Cho itu adalah pangeran. Jadi ia tak perlu memusingkan tentang 'siapa yang akan menjadi istri dari salah satu pangeran Cho' berhubung jenis kelaminnya sama seperti 2 penerus keluarga Cho tersebut.

"Yang Mulia Ratu Lee !" seorang Pengawal tiba-tiba datang mendekati bibir ruang keluarga Lee itu, ia menundukan badannya lama dan menegakkannya kembali "Ratu dan Raja dari Kerajaan Cho sudah datang, Yang Mulia." pengawal itu menatap hormat ke arah sang Ratu.

Ratu Lee tersenyum sumringah, ia kira menunggu Kerajaan Cho datang ke tempanya membutuhkan waktu sehari, tapi rupanya, perkiraannya salah. 'Apa sebegitu tak sabarkah Raja Cho untuk menyetujui rencana perjodohan ini ?' gumamnya di dalam hati. Ia pun berdiri dari duduknya, menatap lembut ke arah sang pengawal, "Bawa mereka ke ruangan ini !" Titahnya dan disanggupi oleh pengawalnya.

"Umma !" Tegur Sungmin setelah pengwal itu pergi, "ini kan ruang keluarga kita ! Tak ada yang boleh seorang pun memasuki ruangan ini kecuali keluarga Lee, bukan ?" tanyanya, atau lebih tepatnya, protesnya.

Ratu Lee menggelengkan kepalanya, dan kembali duduk "Memang." jawabnya santai "kan sebentar lagi keluarga Cho akan menjadi anggota keluarga Lee :)"

Sungmin dan Henry memajukan bibir bawah mereka dan saling berpandangan, "Hei, mochi ! Suamimu sebentar lagi akan datang !" ejek Sungmin, dan disambut dengan tepukan 'ringan' di kepala Sungmin.

"Tidak akan ada yang menjadi suamiku dari salah satu penerus keluarga Cho, onnie !" tolak Henry, dan tepat setelah itu terdengar ramai derap kaki sekitar 5 orang yang mulai mendekati ruang keluarga mereka.

Ratu Lee tertawa kecil melihat tingkah penolakan kedua anak perempuannya. Sedikit rasa sedih menyergapi dadanya, mengetahui sebentar lagi, salah satu diantara putrinya itu akan pergi ke dunianya yang baru bersama salah seorang pangeran dari kerajaan Cho.

"Yang Mulia Ratu Lee." pengawal yang sama seperti sebelumnya itu membungkukan badannya dan menegakkannya kembali, "Keluarga dari Kerajaan Cho telah datang."

Ratu Lee menganggukan kepalanya "Geurae ! Kau boleh pergi, Youngshin." usirnya dengan halus.

_ Baby Oh Baby _

Malam ini dua Kerajaan sedang berkumpul ria di dalam ruang keluarga Lee, senyum merekah timbul di wajah cantik dan tampan milik para Ratu dan Raja Cho, mendengar keputusan dari sebuah penyelesaian yang dilanda pada Kerajaan Lee tersebut.

"Saya akan menyerahkan seorang penerus Lee untuk dinikahkan pada salah seorang penerus Cho untuk menutupi sebuah musibah yang melanda Kerajaan Lee, bagaimana ?" tawar Ratu Lee, ia terus melempar senyuman indahnya pada Raja dan Ratu Cho untuk meluluhkan hati mereka yang sempat kecewa menerima penundaan perjodohan setahun yang lalu. Meskipun ia yakin bahwa tawaran ini tidak akan ditolak oleh mereka berdua.

"Baiklah, kami akan memberikan persediaan pangan penuh untuk musim panas yang akan melanda Kerajaan Lee. Dengan syarat !" Raja Cho mengeluarkan seringaian kebanggannya ke arah salah satu di antara Sungmin dan Henry "Penerus Lee yang akan kau jodohkan dengan putra kami adalah gadis ini." Finally, sang Raja Cho menunjuk dengan mantap tanpa keraguan di dalmnya ke arah Sungmin. Ya, Lee Sungmin.

"MWO ?" Sungmin hendak protes, badannya ingin sekali ia berdirikan, tapi sayangnya Pangeran Lee Hyukjae sudah menginjak keras kaki Sungmin. Dan tangan kanannya sudah mendarat dengan jantannya(?) di bibir plump milik putri Lee Sungmin.

Ingin sekali Henry, Kyuhyun, dan Jino tertawa keras melihat keadaan mengenaskannya putri tengah dari kerajaan Lee itu. Tapi, mengingat ada Ratu Lee, Ratu dan Raja Cho itu mampu membuat mereka lebih menahan tawa tak beretika tersebut.

Ratu Lee hanya tersenyum kecil ke arah Sungmin, tentu ia tak memberlakukan perintahnya waktu itu untuk menikahi Henry, mengetahui kalau kali ini Raja Cho menatap tegas ke dalam matanya, "Baiklah, Lee Sungmin mulai lusa akan berganti marga."

"Lusa ?" Henry Lee menaikan sebelah alisnya. pertanyaannya mewakilkan pertanyaan dari Lee Sungmin berhubung mulutnya sedang dibekap oleh Lee Hyukjae.

"Ne, besok Sungmin-ah akan segera dilamar oleh salah satu penerus keluarga kami, dan lusa lah pernikahannya berlangsung." Ratu Cho mengelus sayang kepala Henry yang kebetulan berada tak jauh darinya.

Sungmin sweatdrop seketika mendengar vonisan tak ber-kepri-jodoh-an Ratu Cho, ditambah dengan panggilan 'Sungmin-ah', Eh ? memang sudah seakrab apa mereka berdua ? Kenal saja baru sekali ini.

Raja dan Ratu Cho menundukan kepalanya, dibalas oleh Ratu Lee "Gamsahamnida... Bersamaan dengan pelamaran Cho Kyuhyun dan Lee Sungmin, bahan pangan untuk musin panas rakyat anda akan kami datangkan juga."

"NDE ?" Ha~hh kali ini ganti pangeran Cho yang hendak protes, ia kira yang akan dijodohkan terlebih d ahulu adalah namdongsaengnya, Cho Jinho.

"Ye, Kyuhyun... Jino masih terlalu muda untuk segera dinikahkan dengan penerus Lee :)" Raja Cho menepuk-nepuk lembut pundak Cho Kyuhyun.

Yaaahhh~ mau tak mau, begini lah nasib seorang Cho Kyuhyun dan Lee Sungmin... Menikah diumur yang terbilang masih muda. Sungmin 23 tahun, dan Kyuhyun 22 tahun.

~T(o)B(e)C(ontinue)

_ Baby Oh Baby _

Annyeong ! Aku author baru yang menulis di fandom ini... semoga kalian suka dengan Fanfic ini :) ... Memang ini diawal prolog... Maaf kalau kepanjangan dan terkesan membosankan... Kyumin memang belum ada disini... Tapi di chapter kedua, kisah mereka akan semakin kental di fic saya :D

Sedikit bocoran... Kyumin akan saya ceritakan sampai mempunyai anak yang sepertinya kembar ( mungkin ).

RnR please... aku ingin tau, apa para readers disini berminat untuk cerita selanjutnya ?