Balasan Review Chapter 1 ^^ =

Kyuminana : Gomawo onnie udah read apalgi ng-review saya... jeongmal gomawo.

childyewook : Ne salam kenal juga, onnie-san ^^. KyuMin punya 6 anak kembar onn ^^ Hohoho banyak kali...

Hyena Minnie-Fishy KYUte : Hehehe... Insya Allah sih cewe cowo.., makasih dah review !

Yuera Kichitu Akihime : Ini udah dilanjut onnie ! Heh ? pasangan paling Hot ? Aigoo~ ga akan kubuat NC disini KyuMin-nya. Oya, onnie ! lanjut dong ff The Farthest nya ! YEMIN YEMIN !

Ikaluphumin : Panggil Lusi aja, agak kurang suka dipanggil Author :D... Gomawo dah komen !

Dina LuvKyumin : aku udah pernah buat NC sih... tapi, gender... dan rasanya... pengen muntah ! mending baca NC aja deh, daripada buat NC... hehehe...

WhiteViolin : Ne gomawo dah review...

: iniudah lanjut onnie ^^

Unykyuminmin : Hehehe... setiap cerita pasti ada bagian bertengkarnya dan ada bagian tentramnya, tapi, do'ain aja biar KyuMin selalu berbahagia... seperti nama judulnya... Haengbok

chiespecial : Mianhae lama onn... ga da inspiration #halah nih !

Yenni gaemgyu : Ahahaha... ga harmonis dong onn, KyuMin-nya

YuyaLoveSungmin : Ini udah ada chapter 2-nya ^^

Pity MbumKyumin Elf4ever : huwaa... gomawo onnie... moga ja chapter 2 ini onnie juga suka :)

akiyana33maknaekyu : Samaaaaaa~

af13knight : hehhe... sesuai kata pepatah... err... apa yah, gatau lah, saya ga inget. makasih dah review

sparkyuminnie : yeah ! Berarti kita juga sodaraan dong onn ! KyuMin juga orang tua tiriku :)

ziacchi love sasunaru : Ini udah dataaaaaang ( bawa nampan ).

_ Baby Oh Baby _

Sungmin memijit pelipis kepalanya sendiri dengan kedua tangannya, berkali-kali ia melakukan hal ini agar membuat fikirannya menjadi sedikit tenang, tapi, entah kenapa hal itu sia-sia saja.

Sedikit melirik ke arah Kyuhyun, ia berharap bahwa si sulung keluarga Cho itu juga se-frustasi dirinya, dengan begitu Sungmin bisa menghasut Kyuhyun untuk saling berkerja sama dalam menggagalkan rencana pernikahan mereka. Tapi, begitu terkejutnya sang bunny ketika melihat Kyuhyun yang hanya memasang wajah santai, seakan-akan tidak ada yang terjadi degan dirinya.

Sungmin menghela nafasnya. Kalau begini, dirinya harus mencari waktu dulu agar bisa membujuk si Kyuhyun agar membantu dirinya untuk membatalkan pernikahannya. Tapi, bagaimana dengan nasib rakyatnya dan keluarganya di musin panas besok ? 'Argh ! Kenyataannya, tak ada pilihan lain untuk menikahinya'.

"Tapi, setelah difikir-fikir lagi... apa lusa tidak kecepetan, umma ? Kalian kan harus mempersiapkan segala sesuatu untuk pernikahannya," Jino, yang sedaritadi bungkam, kini ikut-ikutan bicara "belum lagi, Kyu hyung dan Sungmin noona belum saling mengenal, bukan ?" lanjutnya.

Sungmin membulatkan mata kelincinya, dalam hati, ia sangat berterimakasih kepada namdongsaeng calon nampyeon-nya itu. Karena, dengan begitu Sungmin bisa menjalankan misinya, tanpa merugikan seorang pun. Sedikit egois sih, tapi, kalau menikah tanpa ada rasa cinta, mau bagaimana lagi ? Pasti hubungan mereka tak akan harmonis, bukan ? Kalau ini, menurut Sungmin.

Ratu Cho mengangguk paham "Geurae ! Bagaimana kalau kita memberi waktu untuk kedua anak kita untuk saling mengenal, selama 2 hari ? Setelah itu baru kita mempersiapkan pernikahannya, yah, tak lama paling 2 hari juga :)" usul-nya,

Raja Cho menggeleng tidak setuju "Andwaeyo ! Lama sekali kalau harus menunggu selama 4 hari !" tolaknya, dan seketika bibir sang Ratu Cho mengerucut imut karena usulannya ditolak,

Ratu Lee tersenyum ceria, sebuah lilin di atas meja keluarganya tiba-tiba menyala, tanda sang Ratu janda ini memilik ide cemerlang "Bagaimana kalau selama 2 hari itu digunakan untuk pendekatan bagi Sungmin-ah dengan Kyuhyun-ssi, dan sementara itu, kita mempersiapkan pernikahannya ?" tawarnya,

Ratu dan Raja Cho saling menatap, setelah itu senyuman manis dan evil terkembang di wajah mereka masing-masing "Tidak buruk !" komentar Raja Cho, disambut anggukan dari anaa-nya.

Kedua keluarga itu saling tertawa lepas, begitu keputusan mereka sudah bulat. Bahkan Henry yang sedari tadi sangat pasif ikut me-nyengir ria dengan Jino dan Hyukkie. Mereka begitu terbuai dengan rencana kolot-nya, tanpa menyadari tatapan melas dari putri tengah Lee Sungmin dan tampang dingin dari pangeran sulung, Cho Kyuhyun. Ckckck ! Poor them.

_ Baby Oh Baby _

==Haengboghan Nala==

.

.

Chapter Two ( 1/2 )

( Hurt )

.

.

By : White Lucifers

.

.

Cast : Ratu Lee, Lee Hyukjae, Lee Sungmin, Henry Lee, Choi Siwon, Ratu & Raja Cho, Cho Kyuhyun, Cho Jinho, dsb.

.

.

Pairing : KYUMIN

.

.

Genre : Kingdom, Family, and Romance

.

.

Rate : T ( 13 tahun keatas )

.

.

Warning : Typo(s), Bahasa ga sesuai EYD, Gender switch, flame & bash boleh asal sopan, bahasa kelewat puitis, sedikit berlebihan, tapi memang seharusnya beigitu.

.

.

Disclaimer : Di dunia FF ku, Cast milikku, karena mereka sangat dibutuhkan untuk jadi bagian cerita. Tapi di kehidupan aslinya, mereka hanyalah milik Tuhan, Their parents, and SM ENTERTAINMENT. dan FF ini MURNI milik saya !

_ Baby Oh Baby _

Sungmin berjalan tak semangat menuju kamarnya. Kata-kata 'pernikahan' dan orang yang akan di'nikah'kan dengan dirinya, selalu terngiang-ngiang di fikirannya yang entah mengapa jadi semakin betah untuk tinggal di dalam kepalanya.

'Menikah dengan pangeran Cho Kyuhyun'.

Dengan 2 sifat yang baru Sungmin ketahui, santai dan tak banyak bicara. Itu tipe nampyeon yang selalu Sungmin impikan sejak kecil. Tapi, kenapa Sungmin merasa terlalu berat untuk menikahi namja—Cho Kyuhyun maksudnya—yang sudah jelas pasti termasuk dalam kategori-nya ?

Entahlah, Sungmin sendiri malas untuk memikirkannya.

"Nona muda Lee Sungmin !" sebuah suara berat membuyarkan lamunan Sungmin, tapi Sungmin merasa enggan untuk membalikan badannya. Boro-boro membalikan badannya, melirik lewat ujung mata kelincinya saja ia enggan.

Tiba-tiba semburat merah muncul menghiasi kedua pipi chubby Sungmin, tangan kanannya menyentuh dadanya di bagian jantung, yang kini semakin berdebar 2x lebih cepat dari sebelumnya. Ia tau siapa gerangan yang memanggilnya saat ini, tapi, entah mengapa, rasanya Sungmin begitu malu untuk menengokan kepalanya ke belakang—ke arah 'seseorang' di belakangnya itu—, "Oh, God !" Gumam Sungmin.

"Emm... Putri Lee Sungmin," Siwon. Ya, namja itu yang membuat Sungmin nyaris mati di tempat, kini mendaratkan tangan kanannya di pundak kiri Sungmin, "kenapa tidak menengok ketika aku memanggil ?" tanya Siwon, atau lebih lebih tepatnya protes.

Sungmin menghempaskan tangan kanan Siwon, membuat pemimpin prajurit itu membungkukan badannya berkali-kali, karena menurutnya ia telah berbuat lancang dengan menyentuh pundak Sungmin tanpa izin terlebih dulu.

"Gwenchana Siwon-ssi... Ini semua bukan salahmu." Sungmin membuang mukanya ke arah lain. Sebenarnya, Sungmin melakukan hal sekasar tadi pada Siwon bukan karena namja tegap itu lancang padanya. Tapi, karena jantung Sungmin yang semakin lama kian berdebar kencang, jika Siwon menyentuhnya lagi dengan hangat seperti tadi.

"Ne, arraseo..." Siwon menggaruk tengkuknya karena gugup—sama seperti yang dirasakan BunnyMin saat ini—.

Untuk beberapa menit, keduanya saling berdiam diri dan membatu di lorong-lorong yang menghubungkan antara ruang keluarga Lee dengan kamar tidur ketiga penerus Lee.

Lampu minyak oriental kuning yang disangkar begitu cantiknya dengan sesuatu bahan yang terbuat dari emas, berjejer rapih di setiap masing-masing dinding lorong itu. Membuat keadaan yang gelap terasa lebih terang dengan adanya lampu-lampu yang hadir di setiap langkah orang berjalan. Di setiap dinding lorong itu juga terdapat moon flowers simple night yang merambat dengan anggunnya hinnga nyaris menyentuh lampu minyak itu. Semua terkesan sangat indah bagi Sungmin dan Siwon yang hanya 'berdua' di lorong itu.

"A-aku dijodohkan." Dua kata itu spontan keluar dengan mulus dari mulut Sungmin, entah bermaksud mengadu atu mencoba mencairkan suasana pada Siwon.

Siwon menganggukan kepalanya, ia sudah menduga hal ini sejak tadi siang, "Lalu ? Bagaimana menurutmu ?" tanyanya, mencoba sedikit membalas ucapan Sungmin.

"Apanya ?"

"Tentang perjodohan ini, dan... Namja yang dijodohkan denganmu ?"

Sungmin menghela nafasnya berat, 'kalau saja namja yang dojodohkan denganku itu kau, dengan senang hati aku menerimanya !' "Aku benci perjodohan ini !" Jawab Sungmin mantap, ia menengokan kepalanya ke kiri—ke arah namja yang diberi julukan kuda—dan tersenyum miris "Tapi, kalau aku menolaknya... Seluruh rakyat di kerajaan ini akan mati kelaparan."

Siwon yang baru menyadari dirinya di tatap oleh putri tengah Kerajaan Lee itu balas bertatap mata dengannya, "Kau baik. Kau rela mengorbankan dirimu demi rakyatmu sendiri. Aku tersanjung, nona." Siwon tersenyum manis, sedikit hiburan ia sampaikan lewat senyuman itu.

Sungmin menundukan kepalanya, tak kuasa untuk melihat senyum rupawan seorang Choi Siwon terlalu lama, "Go-gomawo."

Siwon terkekeh kecil melihat kesalah tingkah-an Sungmin yang begitu jelas di matanya, tangannya hendak terjulur ke atas kepala Sungmin untuk mengelusnya lembut, namun ia urungkan, mengingat perlakuan kasar yang Sungmin perbuat padanya barusan karena kelancangannya tadi "Namja itu terlalu beruntung untuk mendapatkanmu, nona." Siwon mengangkat kepalanya, mengalihkan pandangannya ke arah bintang-bintang yang bertaburan dengan bebasnya di langit malam.

"Padahal sebenarnya bukan dia yang kumau." Erang Sungmin, ia memainkan ujung jaket tipis sedada hanbok modern-nya yang kini terasa semakin sesak.

Siwon tersenyum miris, pandangannya kini terpaku dengan salah satu bintang kecil yang jauh dari segerombolan bintang lainnya "Hampir 75% orang yang sering dijodohkan mempunyai alas an sama sepertimu, nona."

Sungmin terkekeh mendengar perhitungan yang dibuat oleh Siwon "Kau tau darimana ?" pada akhirnya Sungmin bertanya juga, kini dirinya sedikit lebih rileks mengobrol dengan bawahannya dari sebelumnya.

"Aku sering kali keluar masuk dari istana ini, dan menemukan banyak penduduk yang melamun di tiap malam, persis seperti nona. Dan saat kutanya, apa yang terjadi ? Mereka akan menjawab bahwa dirinya tengah dijodohkan dengan seseorang yang tak mereka kenal." Jawab Siwon panjang lebar. Meskipun kepalanya tengah mendongak ke atas langit, tapi tidak dengan matanya, yang mencuri pandang ke arah Princess of aegyo tersebut.

Sungmin mendesah kecewa, sedikit rasa cemburu mulai hinggap di hatinya "Kau pasti sudah akrab dengan seluruh rakyatku... terutama wanita" Sungmin menggembungkan pipi kanannya "apa ada seseorang yeoja yang menarik perhatianmu ?"

Siwon tersentak untuk beberapa saat. Mendengar pertanyaan Sungmin, ia jadi ingat sesuatu.

Seminggu yang lalu... Ya ! Memang benar ada seorang wanita yang pernah mengalihkan perhatiannya saat itu, di malam hari. Wanita itu berambut hitam sebahu, tubuhnya jauh lebih pendek dari dirinya, matanya yang sedikit sipit serta pigmen matanya yang berwarna green grass itu, sempat bertatap mata dengannya selama 5 menit. Oh, jangan lupakan warna kulitnya yang berwarna lebih cerah dibanding kulitnya—Siwon maksudnya—sendiri.

Siwon menghela nafasnya. Ia ingin sekali bertemu dengan wanita itu lagi di jembatan yang ada di sekitar danau. Tak hanya menatapnya, ia juga ingin mendengar suaranya.

"Ada ?" Sungmin memiringkan kepalanya, ia ingin sekali mendengar namja di sampingnya itu menjawab 'Tidak'. Dengan begitu, ia mempunyai kesempatan untuk menarik perhatian Siwon.

Siwon menengokan kepalanya ke kanan. Entah hanya firasatnya, atau kenyataan, ia mendengar jelas nada cemburu yang dikeluarkan oleh Sungmin, "Ada..." Siwon tersenyum kecil "kenapa ?" ya, mungkin hanya firasatnya. Mana mungkin seorang putri yang terhormat di mata rakyatnya itu jatuh cinta pada dirinya, bukan ?

Sungmin tertohok. Satu kata yang dikeluarkan oleh Siwon mampu membuat perasaannya hancur seketika.

"Ha-ha-ha..." Sungmin tertawa sinis. Bukan karena jawaban Siwon ia yang ia tertawakan. Tapi, karena dirinya yang selalu berharap terlalu jauh tentang perasaan Siwon. Sudah jelas bukan ? Mana mungkin seorang Siwon yang gagah, santai, dan mandiri itu mau membalas perasaan Sungmin. Mengetahui bahwa Sungmin itu merupakan tipe seorang yeoja yang lemah, sensitive, dan manja. Kau terlalu berharap, Min.

"Gwenchana ?" Siwon menatap lembut mata oval Sungmin, ketika dia mendengar tawa yang... Jujur... kalau boleh dikatakan seperti sedang mengejek dirinya.

Sungmin menganggukan kepalanya yang semakin lama semakin terasa berat. "Err... kalau boleh tau, siapa nama yeoja itu ?" Tanyanya ragu. Tangannya sedikit meraih hanboknya, dan meremasnya kuat-kuat.

"Engh..." Siwon menggaruk tengkuknya, matanya kini berusaha menghindar dari tatapan rasa ingin tau Sungmin "sebenarnya... aku tidak tau, nona. Kami belum sempat mengobrol satu sama lain." jawabnya, lalu menundukan kepalanya ke arah marmer-marmer lorong istana itu.

Sungmin tersenyum tipis, tangan kanannya terjulur ke punggung Siwon dan menepuknya "Temui dia sekarang !" perintahnya meskipun hatinya sedikit tak rela untuk mengatakannya.

Siwon membelalakan matanya, sedetik kemudian ia menatap dalam-dalam bola mata Sungmin.

"Hei ! Kau pasti bertemu yeoja itu di malam hari, bukan ?" tebak Sungmin, kedua ujung bibirnya terpaksa ia tarik untuk menghasilkan senyuman.

Siwon menganggukan kepalanya, ia tak berniat untuk bertanya apa-apa lagi pada Putri tengah kerajaan Lee itu.

"Kalau begitu... Tunggu apa lagi ? Cepat temui dia !" Sungmin mendorong tubuh kekar Siwon menjauh dari dirinya. Ia ingin cepat-cepat melupakan semua rasa kagum, suka, bahkan cinta Siwon yang selalu menghinggapi fikiran dan hatinya. Lagipula percuma bukan kalau Sungmin memaksa agar Siwon membalas perasaannya, berhubung Sungmin sebentar lagi akan segera dijodohkan dengan namja lain dari kerajaan Cho ?

Siwon menghela nafasnya kembali. Seminggu yang lalu hanya sebuah kebetulan saja. Ia tidak yakin 90% untuk bertemu dengan yeoja itu lagi. Tapi, melihat tingkah Sungmin yang begitu bersemangat. Ia tentu tidak mau kalah. "Geurae !' Siwon mengacungkan jempolnya di hadapan Sungmin "aku akan menemuinya sekarang !" Siwon menundukan badannya dan berlari meninggalkan Sungmin sendiri.

"Yah, kalau kau senang... aku pun senang." Sungmin tersenyum manis melihat kepergian Siwon keluar dari gerbang istana. Ia membalikan tubuhnya, dan berjalan santai menuju kamar tidurnya "lebih baik aku istirahat."

_ Baby Oh Baby _

Ruang tidur ketiga penerus Lee itu berjejeran ke samping. Dimulai dari ruang tidur yang berada di paling ujung—kiri dan kanan—yaitu ruang tidur pangeran Lee Hyukjae dan putri Henry Lee. Kemudian, di antara kedua kamar itu—lebih tepatnya ruang tidur tengah—ditempati seorang putri Lee Sungmin. Tak lupa di sebelah kamar tidur Henry—membengkok menjadi huruf 'L'—terdapat ruang kumpul ketiga penerus Lee, dan hanya disanalah ketiga penerus Lee itu bebas melakukan apa saja, meskipun melanggar aturan dari istana.

Ruang tidur penerus keluarga Lee itu berada di seberang tempat istana—yang berisi tempat ruang kumpul keluarga, ruang kerja Ratu Lee, dan ruangan meeting antara para Ratu dan Raja, para prajurit—yang diseberangi oleh sebuah lorong-lorong yang hanya mempunyai 1 jendela.

Sementara ruang tidur Ratu Lee itu berada di lantai atas di dalam istana. Dulu, ruang tidur itu dihuni oleh Raja Lee. Tapi, karena Raja Lee telah gugur di sebuah peperangan antara Kerajaannya dan Kerajaan sebelah, Kerajaan Son. Ratu Lee terpaksa harus tidur sendiri di ruangan-nya yang terbilang luas.

Seluruh ruang tidur yang dipakai oleh penghuni Istana ini masih terbilang tradisional. Dimulai dari tempat tidurnya yang hanya berupa bed cover, kursi-nya yang hanya berupa lesehan, dan penghangat ruangan yang dipakai adalah ondol tradisional. Ondol yang digunakan oleh Kerajaan Lee itu adalah batu besar yang ditempatkan di bawah lantai ruangan, yang kemudian dialiri dengan udara panas yang bersikulasi, sehingga lantai ruangan tersebut terasa hangat.

Taman istana kerajaan Lee ada 2, yaitu di dekat pintu gerbang istana—taman depan—, dan taman di yang berjaraj 5 meter dari ruangan ketiga penerus Lee—taman belakang—.

_ Baby Oh Baby _

Sungmin mendongakan kepalanya ketika melihat seekor kucing—peliharaannya—tengah keluyuran di luar kamarnya. Ia berdecak kesal. Ini sudah malam, dan Hyaku seharusnya sudah berada di dalam kamar tidurnya sambil menunggu sang majikan memberi susu coklat hangat padanya dan semangkuk penuh makanan sereal kesukaan Hyaku.

"Hyaku ! Balik ke kamar !" Perintah Sungmin. Tapi sayangnya, perintahnya itu hanya dianggap angin lalu oleh Hyaku. Kucing cantik itu tetap melenggang dengan anggunnya ke arah taman belakang yang hanya disinari oleh sebuah lampu besar berukuran sedang dan berbetuk bulat.

"Aish !" Sungmin menghentak-hentakan kakinya ke arah Hyaku. Ia paling tidak suka kucingnya itu keluar di malam hari.

Mengetahui bahwa keselamatan Hyaku terancam, Ia pun menambah kecepatannya ke arah taman.

"Yá ! Hyaku-ah !" Sungmin menggeram kesal, ia pun terpaksa harus berlari ke arah taman dengan kecepatan penuh, agar bisa menangkap si kucing nakal itu "kalau kau tak berhenti berlari, aku tak segan-segan untuk membiarkanmu kelaparan dan kehausan di dalam ruanganku selama sehari penuh !" ancam Sungmin.

Hyaku sedikit terlonjak mendengar ancaman sadis sang majikan, ia ingin sekali menghentikan larinya. Tapi, firasat hewani-nya mengatakan bahwa bulan di malam hari ini sedang purnama. Hyaku tak pernah melihat seperti apa rupa bulan purnama, ia begitu penasaran.

"Miaaaauuuwww !" Hyaku menjerit kesakitan ketika tubuhnya di angkat secara paksa oleh Lee Sungmin, "I got you, bad girl !" gumam Sungmin, ia tertawa sinis, dan hendak membalikan tubuhnya dari taman. Tapi, langkahnya terhenti ketika melihat seorang namja sedang menatap iba ke arah Hyaku, dan saat pandangan mereka berdua tanpa sengaja bertemu, namja itu pun kembali membalikan tubuhnya, dan duduk di sebuah kursi panjang yang berada di tengah-tengah taman.

Sungmin melengos kesal, namja itu—namja berambut auburn, mempunyai sepasang pigmen mata berwarna biru menyala, hidung mancung serta bibir tebal berwarna merah cerah—, namja yang sebentar lagi membawanya pergi menjauh dari keluarga-nya, serta orang-orang yang dikasihinya di istana.

"Hei, Cho Kyuhyun-ssi !" panggil Sungmin, ia kini berjalan dengan buru-buru ke arah Kyuhyun sambil menggendong tubuh Hyaku yang melemas "kenapa kau ada disini ?"

Kyuhyun membuka bukunya, wajahnya kali ini mendatar, ia tak menengok atupun melirik sedikit pun ke arah Sungmin "kau tega sekali pada peliharaanmu." komentar Kyuhyun tanpa mempedulikan pertanyaan Sungmin.

Sungmin membelalakan matanya, tapi tak lama, ia pun memeletkan lidahnya ke arah Kyuhyun "Biarin ! Habis kucing ini nakal !" elak Sungmin, ia yang merasa kelelahan, mau tak mau ikut bergabung duduk di dekat Kyuhyun.

"Tapi dia itu peliharaanmu. Seharusnya kau maklumi dia, selama kucing itu tak membuat masalah." balas Kyuhyun, matanya yang tajam masih tetap tak mengalihkan perhatiannya ke arah Sungmin.

"Kau kan tidak tau apa-apa tentang kucingku !" Sungmin melepas gendongannya, ia menatap sedikit sayu ke arah Hyaku "ia pernah nyaris kehilangan nyawanya saat bermain di taman ini, di malam hari, tau !"

Kyuhyun bergeming, entah apa dia mendengar atau tidak dengar perkataan Sungmin, jari-jarinya yang lentik, masih asyik membolak-balikan lembar demi lembar halaman.

Sungmin mengedikan bahunya, ia tidak terlalu peduli dengan aksi diam-nya seorang Cho Kyuhyun. Tangannya yang lembut kini malah asik mengelus-elus sayang bulu-bulu halus Hyaku yang ada di pangkuannya.

Keduanya terdiam terlalu lama, kini jam sudah menunjukan waktu 23.00. Tapi, siapa yang menyangka, kedua calon suami istri itu masih asik dengan kesibukannya masing-masing.

"krrrr..." suara dengkuran halus Hyaku membuat Sungmin tersenyum lembut. Kucing ini, sejak tadi tak merengek kepadanya untuk balik ke kamar. Malahan, kucing cantik itu sibuk memandang ke langit-langit hitam yang hanya disinari oleh bulan... Purnama.

Kyuhyun menutup bukunya, membuat suasana sunyi di antara mereka sedikit terisi oleh bunyi 'kedebum' dari bukunya, "Kau tidak balik ke kamarmu ?" Tanyanya dingin.

Sungmin menengokan kepalanya ke samping, ke arah Kyuhyun yang juga sedang menatapnya, "Aku... entah, kenapa aku tidak mau beranjak darisini." Dan kembali menundukan kepalanya, menatap Hyaku yang sudah tertidur pulas di pangkuannya.

Kyuhyun menghela nafasnya, sepertinya ini waktu yang tepat untuk membicarakan hal yang sejak tadi selalu ia tunda pada putri aegyo ini, "Lupakan Choi Siwon itu. Sebentar lagi kau akan menikah denganku, bukan ?"

Sungmin membelalakan matanya, kaget mendengar perintah dari calon nampyeon-nya itu, "tau darimana kau, kalau aku menyukai_"

"Aku tau kau membenci pernikahan ini. Tapi semua sudah terlanjur terjadi. Semula aku juga tidak setuju dengan pernikahan ini, tapi begitu aku melihat banyaknya harapan yang menguar dari aboji, omoni, dan yowang Lee... Aku tak tega untuk membatalkannya." Kyuhyun yang masih setia menolehkan kepalanya ke arah Sungmin itu memejamkan matanya sebentar, "Lagipula Siwon sudah memiliki gadis yang ia idamkan, Sungmin-ssi. Kau tidak bisa memaksanya untuk berpaling padamu, bukan ?"

Sungmin menggelengkan kepalanya, ia tak suka jika ada orang yang mengingatkannya tentang suatu kejadian menyakitkan yang telah menimpanya "Aku tau... Tapi, aku juga tidak bisa memaksa diri sendiri untuk menikahi seseorang yang belum aku cintai sama sekali, Kyuhyun-ssi." Sungmin menghentikan elusannya pada bulu peliharaannya, ketika ia merasa tubuh Hyaku menggeliat di pangkuannya.

Kyuhyun mendengus sebal, ia sedikit tak suka dengan seseorang yang mudah putus asa sebelum orang itu sempat mencobanya "Cinta itu hanya memerlukan waktu, Sungmin-ssi. Aku akan membuat diriku jatuh cinta padamu suatu saat nanti... dan begitu juga denganmu." Kyuhyun membuang pandangannya ke arah bunga yang berdiri di sekitar rerumputan.

"Aku ragu." Sungmin menutup kedua kelopak matanya, berusaha mengelak semua yang dikatakan Kyuhyun yang seakan menghipnotis dirinya untuk menyerah, "bagaimana kalau aku tidak bisa ? Aku takut, hanya kau-lah yang mencintai-ku_"

Kyuhyun mendaratkan sebuah jari telunjuknya tepat di bibir Sungmin, menyuruhnya untuk berhenti bicara "kita coba, okey ?" pintanya lembut, "apa kau mau mengecewakan keluargamu, hm ?"

Sungmin menggelengkan kepalanya, ia ingat janji yang pernah ia sampaikan pada appa-nya, sebelum beliau menghembuskan nafas terakhirnya. Aih ! Lebih baik jangan kau ingat Sungmin. Ini semakin membuatmu terasa sedih.

"Kau boleh menghukumku, jika cara ini tidak berhasil, mau yah ?" pinta Kyuhyun lagi. Entah, sejak kapan Kyuhyun bisa bersikap selembut itu pada seorang wanita, apalagi wanita ini sama sekali belum ia kenal.

Sungmin merenung, berusaha memikirkan lebih dalam makna seluruh kalimat yang diucapkan Kyuhyun. Seharusnya Sungmin beruntung, ada seseorang yang mau mengajarkan dan membimbingnya untuk jatuh cinta, "Geurae... mungkin... ini bisa membantu kita."

Kyuhyun tersenyum puas, ia senang ketika wanita di hadapannya itu mau menerima usulannya dengan kepala dingin. Tanpa adanya keributan yang mereka perbuat.

Benar apa yang dikatakan Siwon, ia memang beruntung mendapatkan seorang putri bernama Lee Sungmin. Kyuhyun yakin kehidupan-nya sebagai nampyeon Sungmin akan berbahagia. Bukan hanya kehidupannya saja yang bahagia, tapi, rakyatnya juga akan berbahagia.

Kyuhyun bahkan sudah mempersiapkan nama untuk kerajaannya nanti. 'Aish ! apa yang kau fikirkan Cho Kyuhyun !'

Kerajaan yang ia yakini akan berbahagia dibanding kerajaan yang lain. Dimana tempat kesaksian KyuMin's Romance Story dimulai...

Ya, nama kerajaan itu adalah Haengboghan Nala.

~T(o)B(e)C(ontinue)~

Or

The End ?

_ Baby Oh Baby _

Yosh ! Akhirnya chapter 2 selesai...fuih...

Sedikit cuap-cuap... Chapter 2 ( 1/2 ) ini udah sering Lusi ganti sebanyak 3x loh... semuanya itu pas adegan KyuMin Romance-nya... Aigoo~ susah banget bikinnya... Dan ini yang ke 4x-nya. Agak kurang jelas yah ?

Apa ini mengecewakan ? Moga aja engga yah... Huahhhh! ga PD... maaf berkali-kali... saya membuat kecewa para readers... #deepbow