Aku peringatin sekali lagi... FF ini emang bakal ada married moment. Tapi, aku ga pernah dan ga akan pernah berfikir bakal nge-publikasi kisah 'honeymoon' mereka. Jadi, yang merasa ga suka kalau tidak adanya 'lemon' di ff ini, diperbolehkan untuk me-remove name tag kalian atau tidak membaca ff ini :)
Balasan Review Chap 2 ( 1 / 3 ) :
Yuera Kichitu Akihime : Kyu emang manis ko, saking manisnya mau aja dijadiin uke -". Gwenchana... aku emang rada susah bikin KyuMin romance WAHAHAHAHA ( ketawa ala golden stage KyuHyuk ). Ga sih, cuma, kalo Kyu bisa selingkuh ma mimi dan changmin, kenapa min engga ?
EllCassiElf2 : No no no ! Jawaban mu salah semua, saengi ^^. Sungmin onnie aja ! Abis manis sih mukanya ( Lusi juga mauuuuuuu ). Ga ada Wonnie, tapi masih ada seme lain yang mau menerima Min selain Kyu !
Fitria Angelsmomile : Ini sudah ada lanjutannyaaaaaa~
Kuchiki Hirata : Nuguya ? Ko tau nama asliku ? Err... mau-nya sih gitu onn... tapi... err... bingung, apanya yang mau di-italic :D, coba cek ff ini, masih ada yang harus di italic ga ? Gomawwooooooo~
Pity MbumKyumin Elf4ever : Gomwo comment lagi ^^. Ini ff-nya udah terbit... maaf kalo KyuMin moment masih agak kurang. Diganggu ama bocah SHINee sih :)
Sarah ‾ chan : Maaf onnieeee... wall-nya lum ku bales ^^... gomawo dah comment :D WKWKWKWK... KyuMin moment memang selalu di persembahkan di tiap akhir cerita. Fikir atau pikir ? Mollayo~ Coba tanya ma guru sastra di sekolah onnie deh :)
Just4Fan : Kyu emang pertama-tama-nya ga epil, tapi ntar semakin lama akan se-epil Raja Cho wkwkwkwk...
Asuka lovers : Bows ? Bow maksudnya ? sejenis menunduk... itu kan bahasa inggris onn :)... Ohh... WELCOME TO URI SCREENPLAYS ONNIEEEEE ! Semoga anda menikmati ff yang kami buat :D. Err... nanti ku kasih arti dalam bahasa Korea di paling bawah cerita deh onn... tenang saja !
Jidegon : Gomawo... Kalau gitu disini KyuMin moment nya pasti amat sangat mengenaskan :(
noona961019 : Gomawo onnie atas koreksiannya ^O^ kebetulan saya juga suka males pencet pencet capslock... hehehe, makanya abis tanda petik suka jarang pake capslock. Tolong koreksi yang ini lagi yah onn :) Loh ? Onnie ko tau kalao Henry nanti... AAAARRRRGGGHHH ! TIDAAAAAAAKKK #lebaymode : ON
Yenni gaemgyu : Iyup ! Tapi ntar Kyuhyun bakal nyiptain PSP ko :) pertama di KorSel.
sparkyuminnie : Bisa juga sih... Kyu lagi kerasukan White Lucifer tuh :D. Aku juga ga sabar buat fic bagian KyuMin married.
Ayako Minatsuki : Ne hehehehe... gomawoo aya onnie... salam balik juga
C0coNdvl78 : Kyu emang pertamanya dewasa baik dan santai, tapi ntar pasti bakalan kerubah deh tu sifat abis kawini Umin :D.
_ Baby Oh Baby _
Kyuhyun melirik malas ke arah Sungmin yang masih tertidur nyenyak di sampingnya. Ia masih agak kesal dengan kejadian tadi malam. Ketika dirinya dan Sungmin sama-sama baru menyadari bahwa malam telah berganti fajar, otomatis seluruh kamar yang berada di sekitar istana pasti akan dikunci oleh pemiliknya.
"Lebih baik kau ' tidur berdua' denganku di kamarku, daripada harus kedinginan sendirian di luar sana."
Kyuhyun tersenyum sekilas mendengar suara merdu dengan sedikit tenor milik Sungmin. Ia tak menyangka, Sungmin berbaik hati menawarkan kamarnya untuk mereka 'tiduri berdua', dengan alasan agar Kyuhyun tidak masuk angin esok harinya karena harus tidur di bangku taman belakang.
Tapi, senyuman Kyuhyun tiba-tiba menghilang ketika bayangan evil Raja Cho lewat di fikiran Kyuhyun. Hah~ Dasar iblis ! Dia pasti yang merencanakan ini semua.
Kyuhyun merenggut kesal. Gila saja, sebegitu ter-obsesi-nya-kah Raja, Ratu Cho dan Ratu Lee untuk cepat-cepat mendapatkan baby dengan cara mengunci seluruh ruangan, kecuali ruang tidur Sungmin ?
Jamkkanman ! Apa yang baru Kyuhyun fikirkan ? Baby ?
'Yaaaaahhh ! Cho Kyuhyun ! Mereka hanya menginginkan dirimu dan Sungmin untuk menikah ! Bukan untuk mendapatkan baby ! Aish ! Hilangkan fantasy liar-mu ! Ini masih pagi.' Kyuhyun mengacak-acak rambut ikalnya secara serampangan, berharap dengan begitu 'fantasy' yang sedang bergelayut di otaknya akan menghilang.
"Kyuhyun-ssi ! Kau sudah bangun ?"
Kyuhyun mendongak ke arah Sungmin yang kini menatapnya dengan raut wajah masih kelelahan. Wajar saja, semalam penuh, mereka habiskan hanya untuk memutar-mutari istana, demi mendapatkan sebuah ruangan yang belum dikunci, yang bisa dijadikan Kyuhyun sebagai tempat istirahat.
Kyuhyun menganggukan kepalanya malas, 'Mata sudah terbuka lebar begini masih ditanyakan ! Dia bodoh atau kelewat innocent, sih ?' erang Kyuhyun dalam hati.
"Kalau begitu, cepat rapikan bed cover-nya, dan masukan ke dalam lemari itu kembali !" perintah Sungmin, jari telunjuknya mengacung ke arah bed cover yang Kyuhyun tiduri, lalu ke arah lemari kecil yang berada di ujung kamar tidurnya.
Semalam memang benar kalau Sungmin 'tidur berdua' dengan Kyuhyun di dalam kamarnya sendiri. Tapi, 'tidur berdua' yang dimaksud disini adalah tidur berdua dengan tempat tidur yang berbeda.
Sungmin bahkan rela mengeluarkan bed cover berwarna hijau itu dengan susah payah keluar dari lemari kecil yang jarang dipakai, hanya untuk menghindari tidur seranjang dengan Kyuhyun.
"Arraseo, tuan putri." Kyuhyun memutar kedua bola matanya. Rupanya sifat asli seorang Lee Sungmin itu lebih parah daripada yang ia bayangkan.
_ Baby Oh Baby _
==Haengboghan Nala==
.
.
Chapter Two ( 2/3 )
( Start To Famous In The Wild )
.
.
By : White Lucifers
.
.
Cast : Ratu Lee, Lee Hyukjae, Lee Sungmin, Henry Lee, Choi Siwon, Ratu & Raja Cho, Cho Kyuhyun, Kibum ( Key), Minho, DSB.
.
.
Pairing : KYUMIN
.
.
Genre : Kingdom, Family, and Romance
.
.
Rate : T ( 13 tahun keatas )
.
.
Warning : Typo(s), Bahasa ga sesuai EYD, Gender switch, flame & bash boleh asal sopan, bahasa kelewat puitis, sedikit berlebihan, tapi memang seharusnya begitu.
.
.
Disclaimer : FF ini ASLI punyaku, sedangkan Cast-nya milik mereka sendiri.
_ Baby Oh Baby _
"Umma, kau mau pergi kemana ?" Henry menyipitkan kedua matanya—yang sudah sipit—ketika ia melihat sebuah kereta kuda terparkir di depan gerbang istana.
Raja dan Ratu Cho tersenyum sumringah mendengar pertanyaan si bungsu. Tapi, tak lama pandangannya kini ter-focus ke arah Sungmin yang berlari tergopoh-gopoh dengan piama tidurnya. Mata indahnya membulat sempurna ketika ia mendapati sesosok pria yang berlari tepat di belakang Sungmin dengan pakaian yang sama.
"Apa yang barusan mereka lakukan ?" Bisik Ratu Lee, rupanya ia juga melihat pemandangan menakjub-kan itu dari balik punggung Raja dan Ratu Cho.
Raja Cho menyeringai, berbagai fikiran pervert sempat mampir di otaknya, melihat raut wajah kelelahan yang menguar dari Sungmin dan wajah dingin anaknya, "Aku rasa sebentar lagi kita akan mempunyai cucu." tebaknya yang jelas salah 100%.
Ratu Cho dan Lee itu terbelalak kaget mendengar analisis sembarangan dari Raja Cho, lalu dengan serempak mereka memukul pelan bahu namja itu, "Lebih baik kau masuk duluan ke dalam kereta-mu, yeobo !" Perintah Ratu Cho sambil mendorong-dorong tak sabar tubuh nampyeon-nya.
"Umma, yomnyo masipsiyo ?" Sungmin menaikan sebelah alisnya, ia tersentak saat mendapati umma-nya dan calon mertua-nya itu terlihat rapih di depan pintu istana "Kalian rapih sekali."
Kyuhyun yang baru sampai di depan istana ikut menganggukan kepalanya, menyetujui apa yang baru Sungmin katakan.
Tapi, seakan angin lalu. Kedua Ratu itu malah menatap curiga ke arah pasang calon orangtua itu "Apa yang baru kalian lakukan semalam ?" tanyanya, lebih tepatnya meng-introgasi.
Sungmin membelalakan matanya, sementara Kyuhyun hanya menatap tajam Sungmin. Seakan-akan bahwa Sungmin-lah yang salah.
"K-kami..."
"Gya ! Sepertinya mereka terlalu tak sabaran ! Bagaimana kalu kita majukan 1 hari, berhubung kedua anak ini sudah tak sabar untuk melakukan 'malam pertama' mereka ?" Belum sampai ½ Sungmin menjawab pertanyaan kedua Ratu itu, Ratu Cho berteriak girang, ia menatap lembut ke arah Ratu Lee untuk meminta persetujuan.
"Ne ! Ne !" Ratu Lee menganggukan kepalanya antusias, wajah aegyo-nya kini terpancar lebih jelas di hadapan Ratu Cho "Kalau begitu, kita harus cepat-cepat menyusun acara-nya !"
"MWO ?" Sontak sepasang putra putri Cho Lee itu memberontak protes. "Umma, yowang Lee ! Kalian begitu ber..."
"Aih ! Simpan saja rasa malu-mu nanti. Kita sudah harus buru-buru pergi mencari semua kebutuhan pernikahan dan juga sebuah tempat untuk dijadikan kerajaan kalian." Ratu Cho dengan girangnya mengecup berkali-kali pipi putra sulungnya, "Annyeong ! Akur-akur-lah kalian selama kami pergi !" Ratu Lee mencubit gemas pipi chubby Sungmin, dan menyusul masuk ke dalam kereta kuda.
"What the ?" Eunhyuk mengumpat frustasi melihat kepergian Raja dan Ratu Cho serta Ratu Lee, tapi, tak lama, pandangannya terlempar ke arah KyuMin "Kalian masih kecil tapi sudah melakukan yang tidak-tidak." Tuduhnya lalu kembali memasuki istana.
Sungmin mendengus sebal "Kami tidak berbuat hal aneh ko di dalam kamarku ! Kami hanya tidur berdua dengan tempat tidur yang berbeda. Kalian ini asal main tuduh saja !" Geram Sungmin, ia menginjak—dengan emosi membara—kaki Henry, yang sejak tadi hanya tertawa bahagia.
"Aissshh ! Appo !" Erang Henry, ia berniat menginjak balik kaki Sungmin. Tapi sayangnya, Sungmin sudah berlalu dengan menghentak-hentakan kakinya kesal, kembali ke ruang tidurnya dan disusul Kyuhyun di belakangnya.
_ Baby Oh Baby _
"Sungmin-ssi !" Kyuhyun menutup bukunya, ia sedikit meringis melihat seorang Lee Sungmin sedang memanjat dinding gerbang belakang istana—setinggi 6 meter—dengan memakai hanbok.
Oya, jangan bayangkan hanbok yang digunakan adalah sembarang hanbok. Ini adalah hanbok mewah yang sering dipakai oleh seorang putri ataupun Ratu Kerajaan di Korea ( ga kebayang ? Tonton aja drama Princess Hours atau ga drama tradisional Korea lainnya :D ). Sedikit besar dan terdapat berbagai corak tumbuhan atau hewan, merambat di hanbok mereka.
Sungmin yang merasa di panggil, menghentikan sejenak aktivitas-nya lalu menengokan kepalanya ke sumber suara.
"Kau mau kemana ?" Tanya Kyuhyun sambil menarik-narik ujung hanbok yang Sungmin gunakan "Kenapa tidak keluar lewat pintu depan saja ?"
Sungmin menunduk, rupanya orang yang berbicara ada di bawahnya, "Aku bosan ! Mau keluar darisini mumpung umma sedang pergi." jawabnya "Kau mau ikut ?"
Kyuhyun menatap sekeliling-nya. Yah, memang sedikit membosankan berada di taman sendirian hanya untuk membaca buku-nya. Mending ikut Sungmin pergi.
Kyuhyun menganggukan kepalanya "Boleh."
"Kalau begitu, bantu aku memanjat dinding gerbang ini !" pinta Sungmin. Ia mulai meneruskan memanjat dinding gerbang-nya kembali.
Kyuhyun melongo, memanjat dinding ini ? Yang benar saja, "Sungmin-ssi, kenapa kita keluar tidak lewat pintu depan ? Bukankah lebih mudah dan cepat ?"
"Dan membiarkan kita tertangkap oleh para pengawal ? No, no !" Sungmin menolak, ia terus melanjutkan panjatannya sampai tiba di atap gerbang.
"Bilang saja pada mereka, kalau kita mau pergi keluar istana."
"Shireo ! Mereka pasti memaksa ikut—mengawal—dengan alas an untuk menghindari bahaya." Tolak Sungmin lagi, kini ia menatap ke bawah—ke luar istana—dan ganti menatap Kyuhyun "Kau mau ikut tidak ?"
Kyuhyun melengos, "Merepotkan saja." gumamnya, dan dengan lincah, ia pun berhasil memanjat dinding lebih cepat dari yang Sungmin bayangkan.
.
.
.
"Err... Sungmin-ssi... Aku salah liat atau apa, tapi yang jelas... Kucing itu... Mirip seperti kucing peliharaanmu." Kyuhyun menatap lekat-lekat ke bawah—luar istana—sebelum akhirnya ia menjatuhkan tubuhnya dengan elit pada rerumputan.
Sungmin mengangguk, "Memang. Sebelumnya aku yang melempar Hyaku keluar dari gerbang ini. Kemudian sepedaku, dan terakhir diriku sendiri." Sungmin tersenyum bangga sebelum menjatuhkan dirinya—dibantu Kyuhyun yang memgang protektif kaki Sungmin—ke rerumputan.
"Kau bahkan membawa sepedamu keluar dari sini ?" Kyuhyun membelalakan matanya, kaget mendengar jawaban Sungmin. Tangannya kini meraih pinggang Sungmin agar putri tengah itu bisa turun dari dinding dengan sempurna.
"Tentu saja... Aku mau menikmati suasana luar istana dengan sepeda kesayanganku ini ^^. Hyaku juga harus ikut ! Ia adalah kucing yang penuh rasa ke-ingintahuan." Sungmin tersenyum manis. Tangan kanannya menjalar ke arah pinggang—dimana tangan Kyuhyun memeluknya protektif—lalu menggenggam erat tangan Kyuhyun menuju sepedanya yang tersungkur di padang rumput, "WOW ! Sepeda ini tidak ada yang rusak meski aku meleparnya dari balik istana !"
Kyuhyun menghela nafasnya berat. Sungmin. Wanita ini bukan-lah sembarang wanita. Ia begitu, galak, kejam, dan mengerikan. "Min, aku bisa gila berada di dekatmu." Bisik Kyuhyun yang tersamarkan oleh angin sepoi di padang rumput itu.
.
.
.
"Nah !" Sungmin menepuk-tepuk kedua tangannya setelah ia berhasil memasukan kucingnya—Hyaku—ke dalam keranjang yang tersedia di depan sepeda ontel-nya. "Kyuhyun-ssi ! Kau bisa menggoes sepeda kan ?" Sungmin menengokan kepalanya ke belakang, mempertemukan kedua pigmen mata brown clear-nya dengan pigmen mata Kyuhyun dengan penuh harap.
Kyuhyun menggaruk tengkuknya, "Err... N-ne."
Sungmin terkekeh riang, "Kalau begitu, aku di-gonceng oleh-mu, boleh ?" Pinta Sungmin dan langsung mendorong tubuh Kyuhyun ke arah sepeda-nya.
_ Baby Oh Baby _
"AAAAAAAAAAAAAAAA ! KYUHYUUUUUUUNN ! APA YANG KAU LAKUKAN ?"
"Err... Aku sedang menggoes sepeda-mu, Sungmin-ssi."
"KENAPA HARUS NGEBUT ? BERBAHAYA TAU !"
"Entahlah... sepedamu yang meminta."
"AAAAA ! PELANKAN !"
"Apanya yang dipelankan ? Hei, bisakah kau tak berteriak di kuping-ku ?"
"MASA BODO !" Sungmin memukul-mukul dengan kasar kedua bahu Kyuhyun, "PELANKAN KECEPATAN-NYA ! KAU TAK TAU KALAU SEPEDA ONTEL ITU TAK MEMPUNYAI REM APA ?"
Kyuhyun tertohok, "Tidak ada rem ?" Ia mengerang frustasi, belum cukup juga, mata-nya melotot ketika melihat segerombolan anak kecil dengan riang-nya bermain di tanah lapang—mengganggu jalan sepedanya—.
"TENTU SAJA BODOH ! AAAAAAAAAA !"
"MIAAAAUUUWWWW !"
BRUKK !
.
.
.
Dua anak kecil diantara segerombolan anak kecil itu terlonjak saat mereka mendengar sebuah suara—tak jauh—dari arah timur lapangan.
"Bummie-yaa... Apa kau mendengal cecuatu ?" Seorang namja mungil menarik-narik manja lengan baju seorang yeoja yang tak kalah mungil di depannya.
"Ne, Minho... Kau cuga dengal ?" Tanya yeoja itu balik dengan logat cadel-nya.
Namja mungil—yang barusan menarik-narik lengan baju yeoja di depannya—itu menganggukan kepala-nya dengan ekspresi imut.
Kedua-nya saling bertatapan, lalu mulai memisahkan diri dari sekerumpulan anak-anak menuju ke sumber suara dengan langkah waspada.
.
.
"Engh !" Seorang yeoja dewasa yang diyakini adalah Sungmin itu mengerang kesakitan. Tubuh Kyuhyun yang menimpa sebagian tubuhnya ia dorong ke sembarang arah demi membebaskan tubuhnya sendiri.
Kyuhyun memegang kepalanya, menahan sakit "Err... gwenchana Sungmin-ssi ?" Cepat-cepat ia menyingkirkan sepeda yang menimpa tubuh mereka berdua, dan memegang erat tapi lembut tangan kanan Sungmin untuk mengajaknya bagun.
Sungmin menggerutu sebal, dengan kekuatan sisa, ia memukul lemas kepala Kyuhyun "Pabbonikkayo !" Umpatnya kesal "Kau tidak bisa menyetir sepeda, heh ?" bentaknya kalap.
Kyuhyun meringis pelan. Sebenarnya Kyuhyun memang tidak bisa mengendarai segala macam sepeda. Ia hanya bisa menunggangi berbagai kuda dari yang jinak sampai yang liar, karena hobby-nya adalah berburu. Tapi, ini berbeda ! Kuda bisa dikendalikan dengan mudahnya oleh diri orang yang menunggangi-nya, berbeda dengan sepeda yang dikendalikan oleh mesin. Itu sih menurut Kyuhyun yang baru pertama kali ini mengendarai sepeda ontel Sungmin.
Sungmin mendengus sebal "Kalau tidak bisa kenapa bilang 'Ne' ? Tau gitu, biar aku saja yang harusnya menyetir sepeda ini !" Erangnya.
Kyuhyun menepuk-nepuk kepala Sungmin, membersihkan berbagai rumput yang menempel di rambut hitam kelam wanita itu, "Maaf." Pintanya.
Sungmin menghembuskan nafasnya, ini juga bukan kesalahan Kyuhyun. Ia tau benar bagaimana gengsi-nya seorang Kyuhyun yang tidak mau dianggap remeh oleh orang lain. "Iya-iya, aku mengerti."
Kyuhyun tersenyum lega, tapi tak lama pandangannya tertuju ke arah kucing cantik nan anggun yang terbaring tak sadar-kan diri di keranjang sepeda Sungmin, "Omo ! Hyaku-ssi !"
Sungmin menolehkan kepalanya ke arah Hyaku yang terbaring tak berdaya disana, ia buru-buru menyusul Kyuhyun yang sedang menggendong Hyaku layaknya seorang bayi mungil, "Aigo..."
.
.
"Minho-yaa... Kau liat ciapa wanita cantik itu ?" Kibum, yeoja mungil itu memelototkan mata kucing-nya tak percaya "Bummie tak percaya, Putri Cungmin cedang ada di hadapan kita, Minho-yaa !"
Minho, nama namja itu menganggukan kepalanya, matanya tak lepas dari pandangan mesra KyuMin, "Dan di camping-nya bukankah pangeran Kyuhyun ?"
"Eh ?" Kibum atau Key lebih tepatnya menatap tajam ke arah namja di samping Sungmin "HYA ! Bummie tidak percaya !" Jeritnya, cepat-cepat ia menyentil telinga Minho yang lebih pendek darinya "Panggil Cinki oppa dan yang lainnya kecini ! Biar Bummie yang uruci hal ini." perintahnya.
Minho mendengus sebal. Ia berniat memukul kepala Key keras-keras, kalau saja ia tak mengingat keganasan seorang Kim Kibum seminggu yang lalu. "Arraseo, noona."
~T(o)B(e)C(ontinue)~
_ Baby Oh Baby _
Catatan :
yomnyo masipsiyo : Apa yang terjadi ?
Yowang : Ratu
Nampyeon : Suami
Anaa : Istri.
Appo : Sakit.
Pabonikkayo : Idiot/bodoh, dsb.
Aegyo : Imut, dsb.
Noona : Kakak perempuan ( yang manggil adik laki-laki )
Oppa : Kakak laki-laki ( yang manggil adik perempuan )
Arraseo : Mengerti.
Gwenchana : Tidak apa-apa.
Jamkkanman : Tunggu.
Err... Boleh minta ripiu ? Maksih :D yaaaa...
_ Baby Oh Baby _
Aissshhh ! Sebenernya mau dilanjut mpe abiss... tapi, ga jadi ding... Entah karena apa...
NOH ! Yang minta KyuMin. Udah ada panjang pulaaaa... keren kan ? Gimana ? Romantis ga ? A'elaaa..
Maaf yah, kalo hasilnya mengecewakan lagi,,, terus saya mana cepet update ff-nya lagi... MAAF yah U.U
Komentar dong... Ini udah 3x saya bikin cerita, kalau engga komen yang ke 3x nya maka anda akan saya remove dari tag ff ini ! WAHAHAHAHAHAHA ( tawa ala KyuHyuk in Golden Stage )
