Istri sahnya Sungmin proudly present...
Lanjutan epep si Kembar...
Semoga readerr menyukainya ya...
Aku juga udah buat agak panjangan tuh.. hehe..
Mohon dibaca ya..
Pair: Kyuwook, Kyumin, Yewook, Yemin
RECTANGLE LOVE
~Kyuhyun POV~
Sekolah sudah sepi, sedangkan aku masih di kelasku yang ada di lantai tiga sambil memandangi hujan yang turun dengan deras. Aku duduk di bingkai jendela, membiarkan pandanganku menyapu seluruh taman belakang sekolah yang luas ini. Lumayan lah daripada harus pulang ke rumah dan mati bosan di sana.
Aku melihat seseorang dengan payung berwarna pink sedang berjalan menyusuri taman belakang sekolah. Aku memperhatikannya dengan seksama. Rasanya aku pernah melihat payung itu, tapi dimana ya? Orang itu kemudian menuju sebuah pohon besar, bisa kulihat ada anak kucing di bawah pohon itu tengah kehujanan. Dia lalu menggunakan payungnya untuk melindungi anak kucing itu, lalu membuka syal dan menyelimutinya.
Anak itu tersenyum meskipun air hujan mulai membasahi tubuhnya. Dia seperti mengucapkan sesuatu pada anak kucing itu sambil mengelus-elusnya. Jelas sekali dia adalah seorang penyayang binatang, berhati lembut dan tulus. Entah kenapa.. aku suka melihat pemandangan ini..
Anak itu ternyata.. Lee Sungmin. Rambut hitam legamnya yang basah itu dia sibakkan dengan tangan kanannya, di luar dingin sekali, apalagi terkena hujan. Apa dia tidak merasakannya?
Dia berdiri dari posisi jongkoknya, lalu berjalan meninggalkan anak kucing itu sambil melipat kedua tangannya di dada, mencoba menghangatkan tubuhnya sendiri.
Namun tiba-tiba beberapa detik kemudian dia ambruk ke tanah. Aku kaget setengah mati meihatnya. Dia tidak bergerak sedikitpun.. Apa mungkin dia pingsan? Tapi kenapa? Dia tadi baik-baik saja. Aku segera berlari menuruni tangga, tidak ada seorangpun di sini, jadi tidak ada yang akan menolongnya selain aku, kan?
Beberapa menit kemudian aku tiba di lantai dasar dan aku segera berlari ke arah taman belakang tanpa peduli hujan telah membasahiku. Namun langkahku terheti saat melihat adegan yang ada di hadapanku.
~Normal POV~
Sesosok namja bermata sipit berjalan menelusuri teras belakang sekolah sambil mendengarkan ipod-nya. Sesekali bibirnya ikut menyanyikan lagu yang ia dengar. Namun saat dia melihat sesuatu yang menarik perhatiannya, dia berhenti sejenak dan membuka ipod-nya.
"Omona, Sungmin!" dia segera berlari saat menyadari 'sesuatu' yang menarik perhatiannya itu adalah sosok Lee Sungmin yang tengah terbaring tidak berdaya di bawah guyuran hujan. Dia segera merengkuh kepala Sungmin dan meletakkan di pahanya. Dia lalu menepuk-nepuk pipi Sungmin pelan, berharap namja manis itu segera membuka matanya.
"Minnie.. Minnie-yah.. Kau kenapa? Hei.. Ayo bangunlah.."
"Ngghh.." erang Sungmin pelan, namun dia tidak membuka matanya.
"Minnie-yah, gwaencanha yo?" tanya namja itu sarat dengan rasa khawatir.
"Sa..kit.. hh.. Obat..ku.." napasnya tidak teratur, lalu dia terkulai lemas di pangkuan namja yang sudah basah kuyup itu.
"Aish.. Kau tidak meminum obatmu lagi ya.." dia segera mengangkat tubuh kecil Sungmin dan membawa Sungmin ke mobilnya.
Kyuhyun yang melihat adegan itu terpaku di tempat. Dia sekarang juga sudah basah kuyup diguyur hujan deras. Dia hanya menatap nanar ke arah dua orang yang sudah menghilang dari pandangannya itu.
"Yesung sunbae..." bisiknya pelan.
~*Rn*~
"Omona, HYUNG!" jerit Wookie histeris saat membuka pintu dan menemukan kakak kembarnya sedang dibopong seseorang dalam keadaan tidak sadarkan diri. "Minnie hyung kenapa, hyung?" tanya Wookie pada Yesung.
"Nanti aku ceritakan. Sekarang kita bawa dulu dia ke kamarnya." Yesung yang kepayahan mengangkat tubuh Sungmin segera menuju kamar Sungmin dan Ryeowook di lantai dua, lalu menidurkan Sungmin di ranjangnya. Setelah itu dia segera membuka pakaian Sungmin yang semuanya basah. Ryeowook hanya dapat memandangnya, tanpa tau harus melakukan apa.
"Wookie-yah, tolong ambilkan handuk dan pakaian Minnie.." pinta Yesung yang segera dikerjakan Ryeowook. Setelah mendapatkan apa yang dia butuhkan, Yesung segera mengeringkan tubuh Sungmin dengan handuk lalu memakaikan pakaiannya. Setelah itu ia menyelimuti Sungmin sampai batas leher, memastikan bahwa namja kecil yang rapuh itu tidak kedinginan.
"Oh iya, Wookie-yah.. Bisa tolong buatkan makanan untuk Sungmin? Dia butuh pengisi tenaga setelah dia bangun nanti. Obatnya mana? Dia pasti tidak meminumnya hari ini kan? Kenapa tidak diingatkan Wookie? Itu kan sudah tugasmu sebagai adiknya." Todong Yesung bertubi-tubi pada Ryeowook, yang entah kenapa membuat hati namja mungil itu berdecit sakit. Dia kenapa? Matanya yang terasa panas entah sejak kapan sudah mengeluarkan tetesan demi tetesan cairan bening.
"Woo.. Wookie-yah.. Gwaencanha yo?" tanya Yesung khawatir dengan Wookie yang kini sudah menutup mukanya dengan kedua telapak tangannya.
"Hyung..." ingin rasanya Wookie mengatakan bahwa hatinya yang sakit, hatinya sakit saat harus terpaksa menelan bulat-bulat kenyataan bahwa satu-satunya namja yang paling dia cintai saat itu malah mencintai kakak kembarnya sendiri. Yesung lalu menarik Wookie ke pelukannya dan membelai punggung namja itu.
Bukannya membaik, malah pelukan itu menjadi semakin menyakitkan. Pelukan dari orang yang kau cintai setengah mati, namun tidak pernah tau akan hal itu.
"Tenanglah Wookie-yah.. Minnie tidak akan apa-apa. Dia hanya pingsan, mungkin karena kelelahan. Maafkan aku ya Wookie kalau kata-kataku tadi seolah-olah menyalahkanmu.. Mianhae.." Ryeowook menyandarkan kepalanya di dada kekar namja itu. Tetap saja yang dirasakan Wookie adalah sakit tiada tara. Kenapa? Karena bahkan harapan saja dia tidak punya untuk mendapatkan cinta lelaki yang dicintainya.
Yesung melepaskan pelukan itu dan menghapus airmata Wookie dengan lembut, namun airmata itu tidak kunjung berhenti.
"Wookie-yah.. Aku mohon jangan menangis lagi.." kata Yesung sambil terus menghapus airmata yang mengalir di pipi Ryeowook.
"Hyung..." panggil Ryeowook pelan.
"Hm?"
"Aku ingin bertanya sesuatu.."
"Tanyakan saja.." Yesung kini merapikan poni Ryeowook yang menutupi kening namja itu.
"Apa hyung su~~"
"Yesungie hyung..." panggil Sungmin lemah. Dia sudah sadar dan sekarang dia sedang melihat adegan mesra kedua namja itu di depan matanya. Dan entah kenapa, hatinya... seperti ditusuk-tusuk jarum yang tidak kasat mata.
"Minnie!" Yesung segera berlari ke arah Sungmin dan memegang tangan kanannya. Terlihat jelas dari pandangan matanya kalau dia sangat senang melihat Sungmin sudah sadar. Yesung mencium tangan Sungmin yang dia pegang erat itu.
"Minnie, kau kenapa? Hyung mohon, jangan begini lagi ya? Hyung sangat khawatir padamu.." Sungmin lalu mengangguk. Ryeowook tidak sanggup lagi melihat adegan itu. Dia segera berlari ke kamar tamu dan mengunci pintu dari dalam. Perlahan di menjatuhkan badannya sampai berbaring di lantai. Dia menangis sejadi-jadinya, seolah-olah tangisannya itu bisa mengurangi sedikit saja rasa sakit yang dia rasakan sekarang.
"Kenapa sekali saja kau tidak pernah melihatku, hyung? Kenapa selalu saja Minnie hyung? Kenapa?" Ryeowook menangis dan menangis, seolah-olah hanya itulah pilihan terakhir yang tersisa untuknya. Dia tidak pernah mencintai siapapun lebih dari cintanya pada Yesung, namun Yesung pulalah yang melukainya sebesar rasa cintanya untuk Yesung.
Salah? Apa salah kalau dia mencintai Yesung? Dalam dugaannya Sungmin pun juga mencintai namja itu.. Namja yang sudah mereka kenal sejak kecil, yang bahkan rumahnya saja hanya sejengkal dari rumah mereka. Benar? Apa benar saudara kembar identik itu akan menyukai hal yang sama? Termasuk.. Yesung hyung?
Ryeowook lalu memejamkan matanya, mencoba melupakan rasa sakitnya barang sedikit saja.
Sementara di kamar Sungmin, Sungmin sedang memaksa untuk melihat keadaan Ryeowook setelah dia melihat adik kembarnya itu berlari keluar dari kamarnya dengan tiba-tiba. Namun Yesung melarangnya dengan alasan kalau dia belum cukup kuat untuk berdiri, bahkan berjalan.
"Hyung, tolonglah.. Aku harus melihat keadaan Wookie.. Dia kenapa hyung? Dia pasti mengkhawatirkanku.. Aku harus bilang kalau aku tidak apa-apa.. Dia pasti sedang menangis sekarang.. Aku bisa merasakannya hyung, dia pasti sedang sedih sekarang.. Aku mau ke menemuinya.." namun Yesung kembali melarangnya.
"Dia baik-baik saja Minnie.. Kau harus istirahat.." Yesung mencoba menahan Sungmin yang berusaha bangun dari tempat tidurnya.
"Andwae yo! Aku harus melihat keadaan adikku! Aku takut terjadi apa-apa dengannya.." Sungmin segera berlari ke arah kamar Wookie yang terkunci dari dalam, lalu mengetoknya.
"Wookie-yah.. Buka pintunya, hyung mau masuk.. Wookie-yah.." di dalam kamar, Wookie tersentak mendengar panggilan hyung-nya yang bernada khawatir. Tapi dia tidak bergeming, dia hanya meringkuk di lantai sambil memeluk kakinya.
"Wookie-yah..." kali ini panggilan Sungmin disertai isakan, dia menangis. Wookie pun menutup mulutnya agar isakannya tidak terdengar. "Wookie-yah... buka.. hiks.." Sungmin menjatuhkan dirinya, namun segera disambut oleh Yesung.
"Hyung.. dia kenapa.. adikku kenapa hyung.. hiks.. kenapa dia tidak membukakan pintu untukku? Hiks.. hyung. . nghhh~~" Sungmin kembali kehilangan kesadarannya di pelukan Yesung. Kondisinya memang sangat lemah karena kelainan paru-paru yang dideritanya sejak kecil. Tapi penyakitnya itu sudah nyaris sembuh, bahkan dia juga sudah bisa mengikuti klub karate selama tiga tahun belakangan ini. Namun saat appa dan ummanya bercerai setengah tahun yang lalu, kesehatannya kembali drop.
"MINNIE!" mendengar teriakan Yesung, Wookie segera membuka pintu dan menemukan hyung-nya sudah terkulai di pangkuan Yesung. Dia berlutut di samping Sungmin sambil terus menangis.
"Minnie hyung mianhae yo.. Sadarlah hyung..."
"Bantu aku membawanya ke kamar, Wookie-yah.."
Setibanya di kamar, Wookie tidak henti menangis sambil memeluk Sungmin di atas kasurnya. Yesung tersenyum sedikit melihat kedua saudara kembar yang sudah dia anggap sebagai adiknya sendiri itu. Mereka seperti anak kecil, meskipun sudah duduk di bangku SMA. Dia sudah mengenal dengan sangat baik keluarga si kembar, karena sejak kecil mereka sudah bertetangga. Ayah mereka juga berteman akrab.
Dia kenal si kembar luar dan dalam. Sungmin sang kakak, lahir dengan kelainan di paru-parunya. Namun seiring pertambahan usianya dan karena pengobatan yang dia jalani, penyakit itu sudah mulai sembuh. Pada dasarnya dia lebih kuat daripada Ryeowook, yang memang lebih cengeng daripada Sungmin. Ryeowook sangat menyukai musik, sedangkan Sungmin menyukai karate. Meskipun dapat larangan keras dari orangtuanya dan Yesung, Sungmin dapat membuktikan kalau dia bisa menjalani latihan karate yang berat itu.
Si kembar sebenarnya adalah anak-anak yang sangat ceria. Sampai saat orangtua mereka bercerai, Sungmin kembali drop, dia bahkan menjadi sangat ketus pada orang lain. Ryeowook menjadi pemurung dan mudah menangis. Sejak saat itu appa dan umma mereka memutuskan untuk hidup masing-masing tanpa mempedulikan kedua anaknya. Mereka hanya mencukupi kebutuhan materialnya saja, tanpa peduli dengan yang lainnya.
Yesung tau benar alasan Sungmin latihan keras karate dan alasan Ryeowook selalu pulang terlambat untuk mengikuti kelas biola dan piano. Semua itu mereka lakukan untuk mengembalikan orangtua mereka seperti dulu lagi. Agar orangtua mereka sadar kalau mereka masih memiliki si kembar, dan si kembar masih membutuhkan mereka.
Yesung mencintai keduanya. Keduanya sudah dia anggap sebagai dongsaengnya. Namun tetap saja ada rasa yang berbeda saat dia memandang jauh ke dalam mata mereka. Tidak bisa dipungkiri, mereka berbeda, dan rasa yang Yesung miliki juga berbeda untuk keduanya..
TBC
Gomawo atas ripiunya ya minna-san.. Ini balesannya..
LittleLiappe: Hidup? Hehe.. Wookie emang pinter gitu orangnya.. Aku juga seJUNSU ama dia.. khukhukhu..
Liu Xian Hua: Aku udah mikirin idenya lho, Xian Hua-ssi.. Tapi nunggu ada moodnya dulu buat nulis.. Dan sesuai permintaan kamu, chap ini udah agak panjang kan? Hehe.. Kalo belum, epep ini bakal jadi setebel Harry Potter and Order of Phoenix. Hohoho.. Semoga kamu suka ya.. ^^
Pipit-SungminniELFishy: Iya, karena Kyu emang pantes buat dibenci! *dendam pribadi akhirnya dibawa-bawa juga* *ditabok pemirsa*.. Alasannya mungkin di chap selanjutnya kali ya.. Ditunggu aja ya Ching ^^
Minnie Chagiy4: Iya, aku juga suka Ching. Sesekali dia harus ngerasain yang namanya dibenci. *dendam pribadi akhirnya dibawa-bawa lagi* Ini udah lanjut, semoga kamu suka ya.. ^^
Nikwon: Hm.. Kalo itu Cuma Minnie yang tau.. Tapi sebenernya Minnie itu sukanya hanya pada Author lho,, tapi demi eksistensinya di dunia epep dan demi keselamatan nyawa author kami menyembunyikan hubungan kami dan akh~hmpppfffhhh~~~~ *dibekep kaos kakinya Unyuk*
KYUyunJAE04: Udah aku bilang kan kalo aku tergila-gila ama Kyuwook ^^Y.. Soalnya Sungmin itu sudah saya bawa ke KUA! Saya sudah tidak rela Umin disiksa terus terusan di semua epep! Hiks.. *dendam pribadi akhirnya dibawa-bawa terus*
Sulli Otter: Iya, Sungmin emang suka gak nyambung gitu eonn, kayak authornya *disumpel ban karet* Kemungkinan itu pasti selalu ada eonn.. eonni maunya Kyumin ato Kyuwook ya? Hehe
Inha SparKyuHyukBum: Hadooh, kemungkinan Kyuwook tambah banyak nih.. Tapi bagaimana dengan Papanya Ddangkoma yang baru datang itu, chingu? Akankah dia kita anggurin dan akhirnya ditilep author? Pada gak rela toh? *Digigit Ddangkoma*
Ichigo: Itulah tujuan saya yang sebenarnya membuat epep ini ching *senyum epil* untuk menyiksa dan ngintimidasi Kyuhyun separah-parahnya *dendam pribadi akhirnya~~~ itu terus, disambelin*
Sapphire Pearls: Minwook sodara kembar trus Kyuhyun itu berondong mereka deh.. hahaha.. Eunhae? Author pikirkan dulu.. Ntar author masukin walopun Cuma jadi piguran.. hehe
Kim Chaeri: Hmmm... Bagaimana dengan perasaan Umin pada papanya Ddangkoma ching? Ini tidak bisa diabaikan loh.., hehehe
Ika UzumakiTeukHyukkie: Iya, aku udah lama ngerasa gitu.. Bukan Triangle love ching,, tapi Rectangle love. Di sini yang jadi Cassanova bukan Kyu seperti biasanya, tapi PAPANYA DDANGKOMA! Hahaha
Jae Miru San: Oke, tapi siap-siap aja ditabok Yesung pake cangkang Ddangkoma.. Dan sia-siap dibakar Yewook shipper.. Aku gak ikutan loh.. hehe..
Af13knight: AYO KITA BUNUH DIA BERSAMA! DIA JUGA UDAH BERANI GREPE GREPE MINNIE! (capslock jeboll/situ gintung kali jebol) *akhirnya ada juga yang mau bunuh dia* Oke Af, mulai sekarang kita PARTNER IN CRIME! *tosss*
Kim Ryesha: Salem kenal juga Ryesha.. ^^ Betul, ada alasan tersendiri. Karena dia bosen jadi ukenya Kyuhyun yang tiap epepnya kena lemon terus.. Umin udah capek hamil terus.. hehe
Akhir kalam,
eR-I=Ri , Pe-I=Pi, datang U= RIPIU
