Disclaimer : NarutoMasahshi Khisimoto
700 Hari: Kami Vs Polisi(fic)Me
700 Days: Us Vs Policega tau siapa yang punya
Genre : Friendship, Comedy(dikit)
Warning : AU,OOC, Garing, Don't Like Don't read, ga suka klik tombol back!,
Pair : Lom kepikiran, masih No Pair.

A/N : Oh ia, chap yang lalu lupa nyantumin disclaimernya, ni fic berdasarkan film yang berjudul sama, ku juga lupa siapa yang punya ==. m(_ _)m cuma nyamain chap 1 nya aja, chap ini juga ga terlalu beda ama aslinya,tp ttp ku ubah ubah kok. tp intinya masih sama perang ama polisi, :D

"blabla" human talking

'place(tempat)' seting lokasi

'blabla' mind talking

-blsblsbla- Narator

Sumary : Rencana ke Dua ... : GAGAL?

Chapter 2

"Si polisi itu..." geram pemuda atau kakek kakek (?) di atas kursinya

"Aku di marahi habis habisan oleh otou-sanku semalam karena kejadian kemarin" kata Chouji

"..." Hening

"Eh Naruto, kenapa diem, biasanya lu paling berisik and napa senyum senyum gaje, kaya orang gila lu" kata Pain sambil membaca majalah Icha Icha Paradise edisi terbaru

Tampak Naruto hanya senyum senyum sendiri layaknya oang kesambet setan, emang ada setan keluar siang bolong?

-Memang tampaknya kami ini preman,anak badung atau bila ada teman kami yang bermasalah walau tak di minta akan kami tolong, walau juga untuk kesenangan kami-

'Jblak'

"Kembali ke kursi kalian masing masing, dan kau Mamachari sudah berapa kali ku peringatkan, jangan naik ke atas meja" Seru sang sensei sambil menunjuk nunjuk Naruto

"Ha'i"

Naruto lalu duduk dengan santai di Kursinya, Deret ketiga dari pintu baris ke tiga dari Sasuke duduk di depanya, Pain satu baris belakangnya deret ke empat, Hidan dan Chouji, satu dan dua baris di belakang baris Naruto di kursi deret pertama,Cuma ada 5 deret dan 7 baris di kelas. #reader ngerti?

Naruto tampak memberi bahaya isyarat kepada gengnya untuk berkumpul di tempat biasa untuk membahas renncana selanjutnya.

Kepala Naruto sudah tampak terhuyung huyung tertanda dia samar dia mendengar senseinya berbicara.

"Anak anak hari ini kita kedatangan teman baru, semoga kalian cepat akrab denganya, Sakura ayo masuk"

Tampak seorang Siswi berambut Pink, Pink? Tak di buat buat tak di rekayasa memang yang langka di Konoha.

"Konnichiwa minna, Hajimemashite, Namae wa Sakura, Haruno Sakura desu, Yoroneshiku onegaishimas" Kata Sakura sambil membungkuk

"..." Hening

Sakura tampak gemetaran karena reaksi siswa/i lainya tak seperti yang ia perkirakan.

"KAWAI~!" Koor semua murid lelaki di kelas

"Ne Sakura, mo kono koi-bito to kankei ga arimasu?"

Tiba tiba kelas menjadi sunyi menanti jawaban yang keluar dari Sakura.

"Dare mo...nai"

Tiba tiba kelas bersorak lebih keras dariapda yang tadi, Naruto yang tidurnya terusik hanya memandang si murid baru lalu tidur lagi. Hidan? Biasa baca buku ritual Jashin-sama, Sasuke, hampa -merinding- padahal dalam pikiranya
'Habis ini ngapain ya? Ke salon? Kemarin uda, meni pedi? Uda,hmmm...',
Chouji, makan keripiknya, Pain?, tampaknya dia serius belajarnya, terlihat dia membaca buku materi hari ini, tapi kenapa wajahnya merah?, Wah.. neket bener anak ini baca icha icha di kelas.

"Dai...go?shoyuu-suru dai...go?"

Tiba tiba semu murid laki laku mengeluarkan hpnya ketika ada yang bertanya seperti itu.

Sakura terdiam.

"Sudah sudah, jangan ganggu dia dulu, ingat hari ini kita ulangan, Sakura kau bisa duduk disana" Kata Senseinya sambil menunjuk bangku di belakang Naruto yang memang sudah kosong sejak semester lalu.

"Nanii?"

Banyak yang protes, kenapa tiba tiba. Ebisu-Sensei kan terkenal sadis kalau ulangan.

"Salah sendiri tak belajar, Nah buka buku halaman...Plak"

Penghapus papan melayang ke arah salah seorang siswa yang tengah tertidur.

"Mamachari"

"Hai Sensei" kata Naruto yang langsung berdiri tegap sambil memeberi hormat, layaknya seorang prajurit ke komandanya.

"Keluar.."

"Hai Sensei" kata Naruto dengan riang

Ebisu-sensei lalu memandang Sakura yang terlihat kebingungan.

"Mamachari, hukmanmu hari ini Temani sakura keliling Sekolah, dan Mengambil semua buku-buku materi di Perpustakaan, lakukan setelah Bel Istirahat"

"Dan kau sakura, diam dan perhatikkan"

Banyak bisik bisik yang memprotes kenapa Ebisu-sensi memberikan titah(?) kepada Naruto untuk menemani Sakura, kenapa bukan aku #aku=anak-anak kelas Naruto.

-o0o-

"Nah Sakura, kau mau mulai dari mana?" tanya Naruto di kelas

"Hmm..."

"Ne Mamachari, nanti kita latih tanding lagi ya" kata Kiba ank kelas sebelah

"Hai hai" kata Naruto membalas Kiba

"Mamachari?" tanya dengan bingung

"Hanya julukan, jangan di ambil pusing"

"Sasuke, Pain, Hidan, Chouji, temanin aku" Kata Naruto mengajak teman temanya

Walau menggerutu tapi mereka ikutan juga.

-Inilah kami suka tidak suka kalau senggang dan bisa ikut, kami pasti ikut-

"Mamachari uda ada renacana?" tanya Pain

"Rencana?" tanya Sakura yagn kebingungan

"Itu urusan lelaki Sakura-chan" Kata Naruto

"Nanti kita bahas di tempat biasa, sepulang Sekolah"

Ke empat temanya hanya mengagguk angguk, sedangkan Sakura? Hanya tambah pusing.

-o0o-

"Nah ini kantor kepala sekolah, itu di sebelah ruang guru dan itu di pojok adalah ruang perpustakaan yang akan menjadi tujuan kita selanjutnya" kata Naruto pada sakura sambil menunjuk nunjuk ruangan di sekitarnya bak pemandu wisata

"Kanti di mana?" tanya sakura kemudian

"Dari sini lurus sampai perpustakaan lalu ambil kanan, ketemu perempatan lurus aja, jalan kira kira 2 meteran ada pertigaan ke kiri, ntar ada tikungan hati hati jurang di kanan kiri" kata Naruto ngawur

Pain, Chouji, Sasuke, Hidan hanya tertawa mendengar gurauan Naruto

"Nee... becanda sakura-chan, itu Perpustakaan ke kiri lurus ntar ketemu Kantinya" kata Naruto Kemmyudian melihat Sakura yang memasang muka masam

"Ayo ke perpus"

Mereka ber 6 lalu ke perpustakaan.

"Shizune-sensei, ada buku materi semua pelajaran? Ni ada anak baru" kata Naruto

Shizune-sensei, penjaga perpustakaan kemudian pergi kebelakang, dan mengaduk ngaduk kardus kardus di belakang.

"Nah Sakura-chan, mulai dari sini kau bisa sendiri kan, kami harus ke lapangan" kata Naruto

"Arigatou Naruto-kun"

"Ayo" Kata Naruto kepada teman-temanya

Mereka berlima meninggalkan Sakura menuju lapangan, menanggapi tantangan Kiba tadi di kelas.

"Mana aja? Lama" kata Kiba sambil memantul mantulkan bola basketnya

"Gomen, ngaterin anak baru keliling tadi"

"Ayo mulai" kata Naruto dan yang lainya yang sudah dalam posisi

"Priitt"

-o0o-

"Sekian dulu hari ini, sekian kalian oleh pulang"

Naruto, Sasuke, Pain, Hidan, chouji tampak masih terdiam di bangkunya, sementara teman-temanya sudah mulai meningalkan kelas.

Danau Konoha

"Ne.. ada ide?" tanya Naruto Kemudian sambil melemparkan batu ke danau

"pluk...pluk...pluk..pluk.."

"Itu tadi 4x" koar Naruto

"Ku kira kau sudah ada ide dobe" kata Sasuke sambil merebahkan dirinya di rerumputan

"Terpikir sih beberapa" kata Naruto kemudian

"Hmm..." Naruto berpose sok berpikir

"Yang kemarin Sepeda gagal total" kata Hidan sambil mengingat ingat hal kemarin

"Bagai mana kalau mobil" kata Chouji

'...'

'kwookk...kwookk...'

Tampak burung hilir mudik di atas danau, matahari tampah semburat merah di ufuk yang menyenangkan.

"Ide utamanya adalah menjahili si polisi tampa menggunakan mobil Chouji" kata Pain kemudian

"Selain Sepeda apaan ya kira-kira" Kata Hidan Sambil melemparkanuang koin-memainkanya-

-Walau otak kami pas-pasan, kami selalu berusaha bersama, susang senang bersama, mungkin ini yang di namakan sahabat sejati-

"Kalau tidak bisa dengan sepeda bagaimana kalau berlari?" usul Naruto

"Lebih dari sekedar koin agar terdeteksi oleh radar" kata Sasuke Sambil memeperhatikan Hidan yang tengah memainkan koinnya

"Lalu bagaimana Naruto?" tanya Pain

Naruto hanya ketawa gaje layaknya anak kecil yang menemukan mainanya yang telah hilah berhari-hari.

"Berikutnya : Oprasi Metal Storm" Koar Naruto

-o0o-

'Bum bumm..'

'ting..ting..'

"Kau yakin ini akan berhasil?"

"Sudah tak usah mengeluh lakukan saja"

"Ini mah marching band" seru Hidan sambil sesekali membunyikan gendangnya

'Tit'

'4 Kph'

'Plak..plakk'

Si polisi yang tengah mangkal memukuli alat nya beberapa kali

'Eror atau ?' pikirnya bingung ketika melihat angka 4

Ia lalu keluar dari markasnya lalu memandang ke arah bukit.

Apakah yang tampak?

Sekelompok pelajar, bukan. Sekelompok brandalah, bukan. Sekelompok Marching Band, hampir.

Hampir?

Lihat saja kostumnya, ada yang mengenakan baju zirah samurai jaman dulu, ada yang hanya mengenkan celana pendek tak mengenakan yang bawa panci, baskom dan alat alat aneh lainya.

"Apa lagi maksudnya sekarang" geram si Kakashi

Naruto dkk, berhenti sejenak lalu adu pandang dengan Kakashi.

Pain memukulkan 2 panci yang dia berseru.

"Craangg.. Lariii"

Pain memukulkan 2 panci yang dia berseru.

"Ga bisa bergi baik baik?"

Kakashi lalu mengejar segerombolah orang aneh-menurutnya-.

Semuanya berlari dengan cepat. Yang paling kasian si Naruto. Dia membawa Terompet yang besarnya menyamai dirinya.

Naruto teringat percakapanya dengan sai ketika hendak membuang terompet yang memberatkanya ketika ingin melarikan diiri.

"Ini Harganya 20000 Yen, tolong di jaga dengan baik" kata Sai, anak kelas musik

"Tashika-na" Seru naruto dengan cepat lalu memebawa terompot yang memang besar itu keluar ruang musik

Ia lalu memakai kembali terompetnya dan melanjutkan berlari, tidak berlari sih, hanya berjalan, berat tuh.

Kakasi sudah mencapai dirinya lalu menggiringnya kepinggir dan memborgolnya di tiang listrik.

"Diam Disini"

"Hahai..." kata Naruto sambil senyum dan bertingkah gaje

Tiba tiba ia langsung Segerombolan Anak Junior High School yang memperhatikanya dengan muka yang tidak enak kalau di artikan.

"Ne mamachari, hari ini main apa?" tanya seorang anak kecil yang kebetulan lewat sana

Keliahatanya habis berburu serangga. Kotak kaca yang dia bawa penuh dengan serangga.

"Hai Moegi-chan"

Perlahan si anak kecil yang di panggil tadi mendekat ke arah Naruto. Sepertinya ia berusaha untuk melepaskan borgol di tangan Naruto.

"Walau tampak seperti mainan, ini susah di lepas lho.." kata Naruto

"" seru Naruto

Sepertinya anak itu malah mengencangkan borgolan tangan Naruto.

-o0o-

"Lepaskan saja kami, kami kan ga berbuat kriminal" kata Chouji

"Ia apa yang salah dengan kami, kami hnya mau ke pemakaman teman kami" kata Hidan

"Lalu kenapa dia memakai pakaian seperti itu?" tanya Kakasi menunjuk Couji yan mengenakan Baju Samurai

"Eto.. di haruskan memakai pakaian yang paling bagus, dan kebetulan yang paling bagus di rumah ya ini" Kata Couji sambil menunjuk bajunya

"Lalu kau?" kata Kakashi menunjuk Pain yang membawa Baskom

"Ini untuk mencuci mayatnya" kata Pain ngasal

"Lalu alat musiknya?" Kata Kashi sambil menatap Naruto yang membawa terompet dan Sasuke yang membawa Drum

"Kami inin menjadi musisi,reancananya kami ingin mengadakan pemakaman yang musikal"

"Kalau benar coba mainkan"

"..." Naruto hanya menampakan senyum gajenya.

Mereka berlima lalu membunyikan ngasal alat-alat yang di bawa mereka. Suaranya ga enak di denger.

"JANGAN MAIN MAIN DENGAN POLISI!"

"Anak..anak.."

'Pak...puk.. prangg... bumm...ctriingg...'

'Ittaaai..'

Ada apa kah?

Rupanya Tsunade-sama memukili ke 5 anak ababil tersebut, tapi ternyata yang kena bukan badan tp alat-alat yang di bawa anak anak tersebut. Hahha , ga ke bayan rasanya mukulkin Drum, Terompet besi, Baju Zirah dkk.

"Maafkan mereka Pak"

"Sudah sudah urus saja mereka, aku Sibuk" kata kakashi mengusir mereka semua dari kantornya.

-o0o-

Lagi-Lagi...

-o0o-

Neee... Gomen Gomen... Mau gimanapun juga masi bingung nentuin mau di sih, ide" yang ada di Movienya mau di pake semua, klo uda abis baru di tambahin. Plus di rubah rubah tentunya biar ga sama. Wkowkowwo

Sasuke : Gue ga ada ngomong dari tadi

Naruto : Nah lo kan emang ga pernah ngomong banyak.

Pain : Rencana berikutnya apaaa?

Naruto : ...

Couji : Kruuk.. ..

Hidan : kalau makan jangan berserakan dah

Naruto : -Tepar-

Pain : Kau kenapa Naruto

Naruto : Abis makan ramen 5 Mankuk

All : Swt /Lol/

-o0o-

Review...

-o0o-