NOIR - SLICE of LIFE
Chapter 1 : "Who are you?"
Preview :
"Apakah kau pahlawanku?"
"Kau siapa?"
"Tangkap dia. Bila perlu, patahkan kedua kaki dan tangannya,"
"Papa...?"
"Aku memiliki perasaan yang aneh berada di dekat anak ini, Leorio."
HXHXHXHXH-Slice of Life-HXHXHXHXH
"Mama...? Mama, rambutmu sangat berantakan. Mama, kau seharusnya lebih memperhatikan penampilanmu. Mama, Kapankah kau akan memanggil namaku lagi? Mama...?" – Alexis Noir
HXHXHXHXH-Slice of Life-HXHXHXHXH
"Hei, bangun!"
Machi mengguncang tubuh seorang gadis muda yang terlelap di hadapannya. Sang gadis tak bergeming, dia masih saja terlelap dalam mimpinya. Machi mengernyitkan keningnya dan mendapat ide. Dia menundukkan sedikit tubuhnya dan membisikkan sesuatu dengan sangat pelan dan perlahan ke telinga gadis itu.
"Ga...wat...Kuroro-sama...dalam bahaya..." rintih Machi.
HA! Gadis itu mendadak bangun, seolah tersetrum oleh ucapan Machi. Dia menoleh ke kanan dan kiri. Dia melihat Kuroro sedang duduk menyilangkan kaki tepat di hadapannya. Sementara itu dia melihat beberapa anggota Ryodan lainnya berada di sekitarnya. Kuroro memandangnya lurus dan tanpa ekspresi. Begitu Machi menyingkir dari atas tubuhnya, dengan cepat sang gadis bangkit dan membersihkan bajunya. Dia lalu tersenyum pada Kuroro.
"Haha..." tawa sang gadis seraya mengusap-usap bagian wajahnya yang berbekas permukaan batu.
Shizuku menggaruk-garuk kepalanya melihat tingkah anak itu. Nobunaga merasa jengkel lalu memukul pelan kepala gadis itu dengan pegangan pedangnya. Lalu dia menariknya hingga tepat jatuh di bawah telapak sepatu Kuroro.
"Jangan hanya tertawa, perkenalkan dirimu pada Danchou," sinis Nobunaga.
"Eh?" gadis itu kebingungan.
"Jangan hanya 'EH!', kau mati mati apa?" ancam Phinx.
"Mungkin dia mau kaki dan tangannya dipatahkan lagi?" tambah Shizuku.
Gadis itu spontan menutup mulutnya, menggeleng-gelengkan kepalanya dan memasang wajah ketakutan. Kuroro melihat tubuhnya gemetaran dan sedikit-demi sedikit mundur dan menyentuh ujung sepatunya.
"Phinx, Nobunaga, Shizuku. Diamlah," perintah Kuroro.
Kuroro lalu bangkit dari duduknya dan membungkukkan badannya menatap kening gadis itu. Sepintas dia memang gadis biasa, Kuroro lalu menggunakan Gyo. Dia mengulangi apa yang baru saja dilakukannya sebelum pingsan, saat dia memiliki perasaan aneh tentang Bandit Secret miliknya. Kuroro melihat tanda salib yang sama seperti yang terukir di keningnya, pada kening anak gadis itu.
"Penjelmaan Bandit Secret? Hmmm...sepertinya bukan."
"Siapa kau sebe..." Kuroro menghentikan kalimatnya melihat sang gadis mengambil sebatang kayu kecil dan mengukirkan sesuatu di atas tanah.
"A...le...xis...No...ir..."eja Machi.
"Itu namamu?" tanya Phinx. Gadis itu mengangguk.
"Alexis, nama yang aneh," gumam Kuroro pelan. Alexis lalu tersenyum lebar.
"Danchou, sepertinya gadis ini memang tidak bisa bicara," ucap Shizuku.
"Ya, sepertinya, tapi keahliannya cukup unik," balas Kuroro.
"Berniat memilikinya, Danchou?" tanya Kuroro.
Kuroro tak menjawab dan hanya memandang Alexis yang masih menebar senyum padanya. Kuroro Lalu mengernyitkan keningnya.
"Dia hanya gadis biasa dengan sedikit kemampuan nen. Jangan tertarik semudah itu, Danchou," Machi mencoba memperingatkan Kuroro.
'Benarkah hanya gadis biasa? Lalu perasaan aneh apa ini,' gumam Kuroro dalam hatinya.
HXHXHXHXH –FLASHBACK –Slice of Life -HXHXHXHXH
"Tangkap dia. Bila perlu, patahkan kedua kaki dan tangannya," perintah Kuroro cepat.
"Baik!"
Machi, Shal, Phinx dan Shizuku langsung bergerak cepat menghalang gerak Alexis. Saat Alexis terpojok, dengan serentak mereka ingin menariknya paksa. Namun WUSSH! Sang gadis menghilang dan berpindah tempat ke balik punggung Kuroro. Beberapa saat kemudian Kuroro menolehkan kepalanya ke arah Alexis dan dia terkejut.
'Bagaimana mungkin dia sedekat ini tapi aku baru merasakan keberadaannya?' pikir Kuroro.
"Dia bisa teleport seperti Danchou?" tanya Nobu kebingungan.
"Kurasa begitu," jawab Shal.
Machi yang merasa dipermainkan oleh Alexis langsung menggunakan 'in' dan berpindah dengan cepat, sebelum Alexis menyadarinya. Machi meraih tangan kiri Alexis dengan paksa dan mematahkannya. Alexis langsung terduduk dan Machi menghentakkan kakinya keras dan mematahkan kaki kanan gadis malang itu.
"Sekarang kau tak bisa lari kemana pun," cibir Machi dingin.
Namun Alexis menghilang lagi dari jangkauannya, kali ini dia berpindah ke sudut ruangan. Alexis mengangkat tangan kanannya dan nen nya mulai mengalir. Ryodan melihat dia memunculkan sebuah gulungan kain. Kain itu menyerupai perban yang sangat panjang berwarna putih kebiruan yang mulai melingkari tubuh mungilnya. Dengan cepat kaki dan tangannya yang bengkak dan patah kembali ke wujud asal. Gadis itu tersenyum puas, lalu menjulurkan lidahnya ke arah Machi.
"Cih, dia benar-benar mempermainkanku," Machi terlihat jengkel.
Tanpa memberikan kesempatan pada anak buahnya untuk menyadari gerakannya, sang Danchou sudah berpindah ke belakang Alexis dan memukul belakang lehernya hingga jatuh tersungkur. Semua anggota Ryodan terdiam, tak biasanya sang Danchou turun tangan mengatasi hal sepele seperti ini, menangkap seorang gadis kecil.
'Papa...'
Kuroro tersentak mendengar suara tanpa wujud itu dan menatap Alexis yang pingsan di bawah kakinya.
'Diakah yang mengatakannya?' bisik Kuroro dalam hati.
HXHXHXHXH –FLASHBACK END –Slice of Life -HXHXHXHXH
Sementara itu di tempat Gon dkk...
"Namamu siapa?" tanya Gon ramah.
"Alicia," jawab sang gadis berambut coklat.
"Kau datang darimana?" tanya Leorio.
"Aku tidak tahu," jawabnya singkat.
"Lalu apa yang kau lakukan disini?" tanya Killua yang mulai jengkel.
"Aku tidak ingat," jawab Alicia lagi.
"Haaaaa? Jangan bercanda! Kau tiba-tiba muncul di hadapan kami! Kau bermaksud menyelakai Kurapika 'kan dan segampang itu kau bilang kau tak ingat apa yang kau lakukan?" hardik Killua bertubi-tubi dengan sangat geram.
"Ki- Killua, jangan galak begitu, Alicia maksudku Alicia-san terlihat kebingungan," Gon menyela.
"Apa kau pahlawanku?" tanya Alicia pada Killua.
"Ha?" Killua mengernyit.
"Aku sedang mencari seseorang. Dia adalah pahlawanku. Kaukah orangnya?" tambah Alicia lagi.
"Jangan bercanda! Kau mengalihkan pembicaraanku," gerutu Killua.
Kurapika hanya memandang perdebatan kecil antara Gon, Killua dan gadis asing yang mendadak muncul di hadapan mereka, Alicia. Leorio lalu mendekatinya dan duduk di samping tempat tidurnya.
"Aku memiliki perasaan yang aneh berada di dekat anak ini, Leorio." Ucap Kurapika pelan.
"Benarkah? Entah mengapa, aku tak merasa ada yang aneh dengannya," sambung Leorio.
"Itu karena kau bodoh, kau tak akan menyadari apapun karena kebodohan itu" kata Kurapika lagi.
"Enak saja!" bantah Leorio cepat.
Alicia menoleh pada Kurapika dengan tatapan datar. Kurapika merasa tidak nyaman dan membalas tatapan tersebut dengan agak tajam. Alicia tersenyum lembut padanya. Kurapika semakin tak nyaman dan memutar bola matanya lalu mengalihkan pandangannya pada Gon dan Killua.
"Kami akan membeli sesuatu untuk dimakan," ucap Gon yang diikuti Killua di belakangnya.
"Aku ikut," Leorio bangkit dari tempat duduknya.
"Aku...juga, boleh 'kan?" Alicia menarik lengan baju Leorio pelan. Leorio megangguk kecil dan tersenyum.
"Kurapika, kau tunggu sebentar ya," ucap Gon dan langsung berlalu.
"Tunggu ya...Mama-ku yang cantik," bisik Alicia pelan seraya menyusul Gon, Killua dan Leorio yang telah meninggalkan ruangan tersebut.
Kurapika menoleh cepat, namun tak melihat seorang pun lagi di sekitarnya.
'Mama? Sepertinya aku harus menjaga jarak dari anak itu dan menyelidiki siapa dia sebenarnya,' ucap Kurapika dalam hatinya.
TO BE CONTINUED...
note : tararararara inilah kemunculan perdana OC Lovah, Alexis Noir! Udah pd liat ilustrasinya ga? gw jdiin pp disni kog klo blm :p oke dehhh see you next loves you yeahhhh!
