Title : PAST

Main Cast :

- Lee Sungmin

- Cho Kyuhyun

and another support cast

Main Pair : Crack!Kyumin

Genre : BL / Romance / Hurt / Comfort / Angst

Rating : T

Length : Chaptered – prekuel Waiting, Still Waiting

Author : Matsuo Kumiko


Kyuhyun POV

Beberapa bulan kemudian~

Hari ini kami kembali mendapatkan libur, namun hanya 2 hari. Setelah 2 hari, semua akan kembali sibuk dengan show, drama, iklan, dan pekerjaan masing-masing. Kami saat ini sedang berkumpul di meja makan, menunggu sarapan yang tengah dibuat oleh Leeteuk hyung. Dan tentu saja sarapan yang dibuat adalah ramen.

"Sarapan siap!" seru Leeteuk.

Leeteuk hyung berjalan keluar dari dapur. Di tangannya terdapat sebuah panci yang berukuran cukup besar.

"Ramen lagi ya, hyung?" tanya Shindong hyung.

"Tentu saja" jawab Eunhyuk hyung.

Leeteuk hyung meletakkan panci di tengah-tengah meja makan.

"Jung soo hanya bisa membuat ramen. Ya kan, Jung soo?" ujar Heechul hyung.

"Setidaknya aku masih bisa membuat sarapan" ujar Leeteuk hyung.

Leeteuk hyung membagi-bagikan ramen ke dalam mangkuk ramen kami masing-masing.

"Hyung, aku mau lebih banyak" ujar Eunhyuk hyung.

"Ani. Ramenku harus lebih banyak" ujar Shindong hyung.

Perkelahian merebutkan ramen terbanyak pun di mulai. Leeteuk hyung memberikan mangkuk ramen kami dan kami mulai makan, tak mempedulikan Eunhyuk hyung dan Shindong hyung yang masih bertengkar.

"Hyukkie, makanlah dulu. Nanti lanjutkan lagi" bujuk Donghae hyung.

Donghae hyung mengambil mangkuk ramen milik Eunhyuk hyung dan mulai menyuapi Eunhyuk hyung.

"H-hae, aku bisa sendi-"

"Ani, aku akan menyuapimu" potong Donghae hyung.

Eunhyuk hanya pasrah saat Donghae hyung mulai menyuapinya. Kulirik Sungmin hyung yang duduk di sebelahku. Ia sedang memakan ramennya yang tinggal sedikit. Sedangkan ramenku masih tersisa banyak.

"Minnie" bisikku di telinga Sungmin hyung.

"Wae, Kyu?"

"Aku juga mau disuapi"

"E-eh? Ne, aku akan menyuapi-mu" ujar Sungmin hyung.

Sungmin hyung segera menghabiskan ramennya. Setelah habis, ia mengambil mangkuk ramen-ku dan mulai menyuapi-ku.

"Aaa~"

Aku membuka mulutku.

"Wookie"

"Ne, hyung?" tanya Ryeowook hyung.

"Suapi aku juga" ujar Yesung hyung.

"Kan tinggal sedikit"

"Suapi aku"

"Arasseo"

Ryeowook hyung meletakkan mangkuk ramen-nya dan mengambil mangkuk ramen milik Yesung hyung.

"Wookie, aaa~"

"Chullie, mau kusuapi?"

"Mau!"

Hankyung hyung segera mengambil mangkuk ramen milik Heechul hyung dan mulai menyuapi namjachingu-nya.

"Ya ampun, makan ramen saja disuapi" ujar Kang-In hyung.

"Bilang saja kalau kau iri" sindir Heechul hyung.

"Untuk apa aku iri pada kalian?"

"Karena kau tidak disuapi oleh Jung soo"

"Ak-"

"Sudah... Sudah... Jangan berkelahi lagi. Kalian membuatku sakit kepala" lerai Leeteuk hyung.

"Chagi, kau baik-baik saja? Kau sakit kepala, ingin istirahat? Kau ke kamar saja istirahat, aku yang akan mencuci piring. Jangan terlalu memaksakan dirimu, aku tidak ingin kau sakit" ujar Kang-In hyung panjang lebar.

Leeteuk hyung tertawa dan kami semua ikut tertawa.

"Hyung, kau terlalu berlebihan" ujarku.

"Apa kau bilang?"

"Hyung terlalu berlebihan. Leeteuk hyung kan baik-baik saja. Hanya sedikit pusing karena melihat hyung dan Heechul hyung bertengkar" ujarku.

"Jika kalian bertengkar, aku akan benar-benar sakit kepala"

Leeteuk hyung pergi meninggalkan meja makan kami semua. Kang-In hyung segera menyusul namjachingu-nya.

"Ya! Jangan pergi kalian! Siapa yang akan mencuci mangkuk kalian?" teriak Heechul hyung.

Namun tidak ada jawaban dari KangTeuk couple, karena mereka sudah masuk ke kamar saat Heechul hyung berteriak.

"Aisshh~ Mereka ini..."

"Biar aku saja yang mencuci, hyung" ujar Ryeowook hyung.

"Wookie, kau terlalu memanjakan mereka berdua" ujar Heechul hyung.

"Gwenchana. Lagipula tidak setiap hari"

Ryeowook hyung tersenyum manis, membuat Yesung hyung segera memeluknya.

"Minnie, kau mau jalan-jalan?" tanyaku pada Sungmin hyung.

"Jalan-jalan? Boleh saja. Mau pergi ke mana?"

"Aku tidak tau. Minnie, ada sesuatu yang kau inginkan?"

"Hm... Aku menginginkan sebuah boneka. Boneka bunny" jawab Sungmin hyung.

"Kalau begitu kita ke Lotte World saja, ya?"

"Aku juga mau jalan-jalan. Hae~" ujar Eunhyuk hyung.

"Arasseo, chagi. Aku akan mengajakmu ke Lotte World" ujar Donghae hyung.

"Aish~ Hyung, kenapa kalian sangat suka mengikuti kami? Pergilah ke tempat lain, jangan mengganggu acara kami" ujarku kesal.

"Lotte World itu tempat umum, Kyu. Jika kami ingin ke Lotte World, kau tidak bisa melarang kami" ujar Donghae hyung.

"Hyung itu sangat menyebalkan! Seperti anak kecil saja, suka mengikuti orang lain dan mengganggu" seruku.

"Ya! Sikapku mungkin memang seperti anak kecil, tapi kau tidak pantas berkata seperti itu pada kami. Kami tetap hyung-mu" seru Eunhyuk hyung.

Eunhyuk hyung dan Donghae hyung memukul meja. Lalu segera berlalu dan masuk ke kamar mereka.

"Aish~ Kyu, seharusnya kau tidak marah-marah tadi" ujar Sungmin hyung.

"Minnie, kau membela mereka?" tanyaku.

"Bukan begitu, Kyu. Hanya saja, kau terlalu berlebihan tadi"

"Ne, Kyu. Kau berlebihan" ujar Shindong hyung.

"Terserah hyung. Aku tidak peduli dan aku tidak akan meminta maaf pada mereka"

Aku beranjak dari kursi dan beranjak ke kamarku. Tak kupedulikan Sungmin hyung yang memanggilku.


"Kyu~"

"Kyu~"

Aku tak mempedulikan panggilan Sungmin hyung dan tetap pada posisiku.

"Kyu!" seru Sungmin hyung.

Kubalikkan tubuhku yang tadi memunggungi Sungmin hyung. Sungmin hyung menatapku marah.

"Waeyo?" tanyaku acuh-tak-acuh.

Aku tau, Sungmin hyung pasti akan membahas tentang kelakuanku tadi.

"Kau menyebalkan! Sedari tadi aku memanggilmu, tapi kau tidak menghiraukanku!" seru Sungmin hyung.

Sungmin hyung mulai menangis. Aku segera beranjak dari ranjangku dan berjalan menghampiri Sungmin hyung yang berdiri di depan pintu. Kuulurkan tanganku untuk memeluk namja yang lebih tua dari-ku itu, namun ia menepis tanganku.

"Minnie?"

"Kau jahat, Kyu. Jika kau marah pada Eunhyuk dan Donghae, kau tidak perlu marah padaku juga kan? Memangnya apa salahku?" tanya Sungmin hyung.

Sungmin hyung semakin menangis. Kupeluk tubuh Sungmin hyung, tak peduli pada Sungmin hyung yang memukuliku. Akhirnya Sungmin hyung menyerah dan membiarkanku memeluknya. Ia membenamkan wajahnya di dadaku dan terus menangis.

"Mianhae. Jeongmal mianhae, Minnie. Aku tidak marah padamu. Aku... Aku hanya... Yah, aku hanya butuh waktu untuk sendiri" ujarku.

Kukecup dan kuelus kepala Sungmin hyung lembut.

"Jeongmal mianhae, Minnie. Kau mau memaafkanku?"

"A-aku... Hiks... Aku akan memaafkanmu jika kau meminta maaf pada Eunhyuk dan Donghae" ujar Sungmin hyung.

"Andwae"

"Waeyo?"

"Karena aku tidak salah, Minnie" ujarku.

"Tapi kau keterlaluan, Kyu. Kau mengatai Donghae dan Eunhyuk kekanak-kanakkan. Ya, aku tau bahwa sikap mereka memang kekanak-kanakkan tapi kau tidak perlu mengatakan seolah-olah mereka adalah seorang bayi. Kau juga mengatai mereka menyebalkan. Walaupun mereka menyebalkan, kau harus tetap sopan pada mereka. Mereka itu hyung-mu, Kyu" ujar Sungmin hyung panjang lebar.

Kulepaskan pelukanku. Kutatap kedua mata Sungmin hyung.

"Kau membela mereka, Minnie? Aku ini namjachingu-mu dan kau malah membela mereka!" seruku.

"Aku tidak membela mereka. Hanya saja kau terlalu berlebihan tadi. Ya, kau memang namjachingu-ku, tapi jika kau salah aku tidak akan membela-mu"

Napasku mulai berat dan naik-turun.

"Kyu, kau harus minta maaf"

"Andwae!"

"KYU!"

"Andwae! Aku tidak minta maaf dan tidak akan pernah minta maaf!"

Kubuka pintu kamarku dan kubanting hingga tertutup. Saat pergi menjauh, aku bisa mendengar isak tangis Sungmin hyung dari dalam kamar.


Waktu sudah menunjukkan pukul 2 pagi. Kubuka pintu dorm perlahan-lahan, agar tidak membangunkan member lain yang tengah tertidur. Aku berjalan ke arah dapur. Kuletakkan satu kantung plastik yang tadi kubeli di kulkas atas, sedangkan kantung plastik yang lain di kulkas bawah. Kubawa kantung plastik besar yang masih tersisa ke kamar. Saat melewati ruang tengah, aku melihat sesosok namja yang tertidur di sofa. Kudekati namja yang tengah tertidur itu.

"Minnie?" ujarku berbisik.

Namja yang tengah tertidur di sofa adalah Sungmin hyung. Di pipinya terdapat air mata. Sepertinya ia menungguku sambil menangis. Kutinggalkan Sungmin hyung dan berjalan ke kamar. Kuletakkan kantung plastik besar itu di sudut kamar. Aku keluar kamar dan berjalan kembali ke ruang tengah. Kuelus pipi Sungmin hyung lembut. Kuangkat tubuhnya pelan dan kugendong ala bridal style ke kamar kami. Kubuka pintu kamar kami dengan kaki. Kurebahkan tubuh Sungmin hyung di ranjangnya. Saat membalikkan tubuhku, aku terperanjap jatuh ke kasur Sungmin hyung. Ternyata Sungmin hyung melingkarkan tangannya di pinggangku dengan kuat dan aku tidak bisa melepaskan tangannya. Kurebahkan tubuhku di sebelah Sungmin hyung dan kubalas memeluk tubuh kecilnya.

"Jal jayo, Minnie. Mian aku telah membuatmu menangis. Aku berjanji, aku tidak akan membuatmu menangis lagi karena diriku. Besok aku akan meminta maaf pada Eunhyuk hyung dan Donghae hyung jika itu bisa membuatmu memaafkanku" ujarku berbisik.

Kupejamkan mataku dan ikut tertidur.


"H-hyung..."

"Waeyo?" tanya Eunhyuk hyung ketus.

"A-aku... Ada yang ingin kubicarakan dengan hyung dan Donghae hyung" ujarku pelan.

"Cepat katakan"

Aku berjalan masuk ke kamar Eunhyuk hyung dan Donghae hyung. Mereka segera meletakkan bantal mereka dan duduk di tepi kasur. Saat aku membuka pintu kamar mereka, kedua hyung-ku itu tengah bermain perang bantal dan tidak menyadari kedatanganku. Saat aku memanggil mereka, kedua hyung-ku itu baru menyadari keberadaanku dan berhenti bermain perang bantal.

"H-hyung..."

"Apa?" tanya Donghae hyung.

"A-aku..."

"Jika kau datang untuk membuat kami semakin marah, lebih baik kau keluar sekarang. Kami sedang tidak ingin diganggu" ujar Eunhyuk hyung.

"A-ani, hyung. A-aku... A-aku datang untuk... Hm... Jeongmal mianhamnida. Mian aku telah menghina hyung. A-aku... Aku minta maaf, hyung" ujarku terpotong-potong.

"Mwo? Apakah ini mimpi, Hae?" tanya Eunhyuk hyung tak percaya.

Donghae hyung mencium pipi Eunhyuk hyung sekilas. Wajah Eunhyuk hyung memerah.

"Sepertinya ini nyata, chagi"

"Hae, kenapa kau menciumku?"

"Kau ingin aku memukul atau mencubitmu?" tanya Donghae hyung.

"A-ani"

Kugembungkan kedua pipiku.

"Hyung, aku jangan dicuekin"

"Ah! I-iya, Kyu" ujar Eunhyuk hyung.

"Hyung, jadi aku dimaafkan tidak?" tanyaku sembari memasang puppy-eyes-bling-bling.

"Hm... Hyukkie, apakah kau akan memaafkannya?"

"Mungkin"

"Mungkin?" ulangku.

"Ne. Jika kau membelikanku susu strawberry untuk 1 bulan, aku akan memaafkanmu" ujar Eunhyuk hyung.

"S-satu bulan?"

"Jika kau tidak mau, ya sudah. Hae pasti akan membelikannya untukku. Ya kan, Hae?"

"Ne, chagiya"

"Asyik!"

Eunhyuk hyung segera memeluk lengan Donghae hyung dan Donghae hyung balas mengelus kepala Eunhyuk hyung lembut.

"Hyung~ Aku masih di sini" ujarku sembari melambai-lambaikan tangannya.

"..."

"..."

"..."

"Jadi apa keputusanmu, Kyu? Ya atau tidak?" tanya Eunhyuk hyung.

"Aku..."

"Ne?"

"Baiklah, aku akan membelikan susu strawberry untuk hyung" ujarku pasrah.

Sebuah senyum merekah di wajah Eunhyuk hyung. Ia melirik ke arah Donghae hyung.

"Hae?"

"Ne"

Eunhyuk hyung dan Donghae hyung berjalan ke arahku. Mereka juga membawa serta bantal mereka. Keduanya tersenyum, namun bukan senyum senang tetapi...

BUK! BUK!

Kedua hyung-ku itu memukulku dengan bantal. Aku segera berlari mengelilingi kamar untuk menghindar dari pukulan bantal mereka.


"Minnie"

"Minnie"

Sungmin hyung masih bergeming dalam posisi-nya yang tengah bermain dengan laptop. Aku berjalan ke arah Sungmin hyung dan memeluk tubuhnya erat dari belakang. Kutopang daguku di bahu Sungmin hyung.

"Minnie~"

"..."

"Kau berjanji akan memaafkanku jika aku meminta maaf pada Eunhyuk hyung dan Donghae hyung. Aku sudah minta maaf kepada mereka" ujarku.

Sungmin hyung menutup laptopnya dan menghadap ke arahku.

"Jeongmal?"

"Ne. Mereka bahkan memukulku dengan bantal" ujarku manja.

Sungmin hyung mengelus pipiku lembut.

"Bukankah kau bilang tidak akan pernah minta maaf?"

"Ah! I-itu..."

"Apa?"

"Aku tidak ingin kau marah padaku, jadi aku meminta maaf pada Eunhyuk hyung dan Donghae hyung" ujarku.

"Kyu..."

Senyum merekah di wajahku. Tiba-tiba...

PLAK!

Aku kaget, membuat wajahku melongo. Sungmin hyung menanmpar pipiku pelan, namun tetap menyakitkan. Sungmin hyung kembali mengelus pipiku lembut.

"M-minnie?"

"Hehehe... Sakit tidak, Kyu?"

Kugembungkan kedua pipiku dan menatap Sungmin hyung kesal.

"Tentu saja sakit. Kenapa kau menampar pipiku?" tanyaku.

"Hehehe... Tanganku bergerak sendiri. Mian, Kyu"

Sungmin hyung mencium pipiku yang tadi di tamparnya.

"Huft~ Baiklah, aku akan memaafkanmu"

"Gomawo, Kyu"

"Ah! Ada yang ingin kuberikan untukmu, Minnie"

Aku berlari keluar kamar meninggalkan Sunhmin hyung yang menatapku bingung. Aku berlari ke arah dapur. Tak kuhiraukan panggilan hyungdeul yang sedang berkumpul di ruang tengah. Kubuka kulkas dan kuambil kantung-kantung plastik milikku. Kuambil juga sebuah piring kecil, pisau, dan 2 sendok kecil. Setelah itu aku kembali berlari ke arah kamar. Kutarik tangan Sungmin hyung dan berjalan ke arah beranda.

"Kyu, itu apa?" tanya Sungmin hyung sembari menunjuk kedua kantung plastik yang ada di tanganku.

Kubuka kantung plastik pertama. Kuletakkan di paha Sungmin hyung.

"Kyu, dingin"

Kubuka tutup kotak tersebut. Kuberikan satu sendok kecil pada Sungmin hyung. Wajahnya berbinar dan senyuman merekah di wajahnya.

"Ini untukku?"

"Ne, untuk Minnie-ku"

Sungmin hyung mencium pipiku sekilas. Lalu ia segera memakan ice cream yang kubelikan untuknya.

"Kapan kau membeli-nya, Kyu?"

"Kemarin"

"Mwo? Jadi kemarin kau jalan-jalan tanpaku?" seru Sungmin hyung.

"E-eh, i-itu... Aku tidak jalan-jalan, Minnie. Aku membeli hadiah untukmu" belaku.

"Tetap saja kau jalan-jalan tanpaku. Kau membuatku menangis dan membuatku menunggumu"

Kuletakkan kedua tanganku di pipi Sungmin hyung. Kuarahkan pandangannya padaku.

"Minnie, saranghae. Neomu saranghae. Kau tau aku tidak bermaksud untuk membuatmu menangis dan menungguku. Aku sudah minta maaf, membelikan-mu ice cream, cake strawberry ukuran medium, dan sebuah boneka bunny pink yang sangat besar" ujarku panjang lebar.

"Mwo? Kau juga membelikanku cake strawberry ukuran medium dan boneka bunny pink besar? Mana? Dimana boneka bunny pink-nya?"

Aku hanya menghela napas. Aku bangkit berdiri dan berjalan masuk ke kamar. Kuambil kantung plastik besar yang berada di pojok kamar. Aku kembali berjalan ke beranda. Di sana Sungmin hyung sedang memakan ice cream dan memandangku.

"Mana, Kyu?" tanya Sungmin hyung.

Kuserahkan kantung plastik besar itu pada namja manis-ku. Kuhempaskan tubuhku di kursi-ku tadi. Kulirik Sungmin hyung. Ia sedang membuka kantung plastik yang baru kuberikan. Saat melihat apa yang ada di dalamnya, senyumnya semakin merekah dan matanya berbinar senang.

"Kyu, ini lucu sekali~"

"Tentu saja. Aku sampai berkeliling untuk mendapatkan boneka itu" ujarku.

Sungmin hyung meletakkan boneka bunny pink baru-nya di lantai. Lalu ia memeluk tubuhku erat dan kubalas memeluknya erat.

"Gomawo, Kyu. Saranghae"

"Cheonmanneyo. Nado saranghae, Minnie"

Kuelus kepala Sungmin hyung lembut. Sungmin hyung melonggarkan pelukannya dan menatapku. Ah! Sangat menggemasakan. Kukecup bibirnya yang merah. Sungmin hyung balas menciumku dan melingkarkan kedua tangannya di leherku.

"Aaahhhhnnn... Kyu~"

Sungmin hyung mendesah di sela-sela ciuman kami. Aku semakin melumat bibir Sungmin hyung. Kami terus pada posisi seperti itu hingga Sungmin hyung mendorongku pelan.

"Hhhaaahhh..." desah Sungmin hyung.

Sebuah senyum seringaian terbentuk di bibirku.

"Minnie" panggilku.

"Ap-"

Kumasukkan sepotong kecil cake strawberry ke dalam mulut mungil Sungmin hyung.

"Bagaimana? Enak?" tanyaku.

Sungmin hyung masih terus mengunyah. Akhirnya cake itu masuk ke dalam lambung Sungmin hyung dengan mudah.

"E-enak, Kyu. Dimana kau membeli cake strawberry itu?"

"Rahasia. Jika kau menginginkan cake ini, katakan saja padaku. Aku akan membelikannya untukmu" ujarku.

"Bagaimana jika kau sedang pergi keluar negeri dan aku sangat menginginkan cake itu?"

"Aku akan segera mendapatkan cake ini untukmu setibanya aku di Seoul"

"Benar?" tanya Sungmin hyung.

Dari matanya aku bisa melihat kebahagian. Matanya bersinar.

"Ne"

"Gomawo, Kyu. Saranghae"

"Cheonmaneyo. Nado saranghaeyo, Minnie"

"Kyu, aku mau strawberry" ujar Sungmin hyung.

Kuambil salah satu strawberry yang berada di atas cake. Kuletakkan strawberry itu di antara gigiku.

"K-kyu?"

"Aia...ai...uuhu... (Ambillah dari mulutku)"

Wajah Sungmin hyung memerah. Kudekatkan wajahku ke wajah Sungmin hyung. Wajah Sungmin hyung yang tinggal beberapa cm dari-ku. Aku segera mencium bibir merah itu lagi. Kumasukkan strawberry itu ke dalam mulut Sungmin hyung. Kulepaskan bibirku dari bibir Sungmin hyung. Bisa kulihat wajah namja pecinta pink itu memerah.

"Minnie, cake-nya untuk besok lagi, ya? Sekarang sudah malam, lebih baik kita tidur sekarang" ujarku lembut.

Wajah Sungmin hyung masih memerah dan terus mengunyah strawberry yang ada di dalam mulutnya. Ia menganggukkan kepala. Lalu membenamkan wajahnya di boneka bunny pink yang tadi kuberikan padanya.

Kuletakkan lagi cake strawberry ke dalam kotaknya, lalu kubungkus dengan kantung plastik dengan rapi. Kuambil kotak ice cream yang tersisa setengah. Kututup dan kubungkus dengan kantung plastik dengan rapi. Kubawa kedua kantung plastik itu ke dapur. Saat kembali ke kamar, aku bertemu Heechul hyung dan Hankyung hyung di meja makan. Kedua hyung-ku itu sedang makan nasi goreng beijing yang dimasak oleh Hankyung hyung. Sesekali Hankyung hyung menyuapi Heechul hyung.

"Hyung, kenapa tidak memasakkan nasi goreng beijing untukku?" tanyaku.

"Dui bu qi, Kyu. Ini special untuk My Cinderella" ujar Hankyung hyung.

"Hyung, kau tega sekali pada dongsaeng manis-mu ini. Aku kan lapar. Buatkan aku nasi goreng beijing juga, hyung"

"Andwae. Hankyung tidak akan memasakkan nasi goreng beijing untukmu, Evil Magnae. Masak saja sendiri" ujar Heechul hyung ketus.

"Hyu-"

"Ada apa ini?" terdengar suara Leeteuk hyung di belakangku.

Kuputar tubuhku dan benar saja. Leeteuk hyung berdiri di belakangku.

"Eomma! Hankyung tidak mau memasakkanku nasi goreng beijing, padahal aku sangat lapar. Heechul hyung juga melarangnya dan menyuruhku untuk memasak makananku sendiri. Aku kan tidak bisa memasak. Memasak ramen saja aku gagal, bagaimana mungkin aku bisa memasak nasi goreng beijing?" aduku.

Leeteuk hyung menepuk kepalaku pelan.

"Kyu, jika kau lapar kau bisa memintaku atau Wookie memasak untukmu. Jangan mengganggu mereka. Tidak taukah kau bahwa hari ini hari jadian mereka? Jadi jangan mengganggu mereka. Mereka ingin menghabiskan waktu berdua" jelas Leeteuk hyung.

"Dengar itu, Evil Magnae. Jangan mengganggu kami" seru Heechul hyung.

"Huh!"

Aku berjalan kembali ke kamar dengan menghentak-hentakkan kaki-ku. Biar saja mereka merasa terganggu, aku kan sedang marah. Kubuka pintu kamar dengan cukup keras dan lebar, namun aku segera menutupnya kembali. Wajahku memerah. Tak beberapa lama, Sungmin hyung membuka pintu kamar. Ia sudah memakai piyama putih bergambar kelinci.

"Kau sudah boleh masuk, Kyu"

Aku segera masuk ke dalam kamar dan duduk di ranjang.

"Minnie, mian tadi aku membuka pintu dengan tiba-tiba. Aku tidak tau kau sedang memakai baju"

"Gwenchana"

"Lagipula, kenapa kau tidak memakai baju di kamar mandi saja?" tanyaku.

Wajah Sungmin hyung memerah.

"A-aku... Kukira kau akan lama, jadi aku memakan baju-ku di kamar. Aku juga lupa untuk mengambil baju"

"Benarkah? Bukankah kau ingin menunjukkan tubuhmu padaku?" godaku.

"E-enak saja. Untuk apa aku menunjukkan tubuhku padamu, Kyu?"

"Untuk menggodaku"

Sungmin hyung menggembungkan pipinya dan menatapku cemberut. Aku tertawa pelan. Aku beranjak dari ranjangku dan berjalan ke arah namja-chingu-ku yang berdiri di pojok kamar. Kupeluk tubuhnya erat dan ia balas memelukku erat.

"Jangan cemberut"

Kuelus rambut Sungmin hyung lembut.

"Siapa yang cemberut?"

"Namjachingu-ku tercinta"

"Namjachingu? Siapa namjachingu-mu, Kyu?" tanya Sungmin hyung.

"Namjachingu-ku itu manis, mungil, menggoda, imut, cantik dan sekaligus tampan. Ia sangat menyukai warna pink dan bunny. Hampir semua barangnya berwarna pink. Ia juga menyukai cake strawberry dan ice cream strawberry. Ah! Ia adalah roommate-ku" ujarku penjang lebar.

Sungmin hyung menatapku. Ia tersenyum sangat manis. Kuangkat dagu-nya dan kukecup bibirnya lembut. Sungmin hyung membalas ciumanku dan melingkarkan tangannya di pundakku. Kudekatkan kepala Sungmin hyung ke arahku untuk memperdalam ciuman kami dengan tangan kanan. Sedangkan tangan kiri-ku kulingkarkan di pinggang Sungmin hyung, merapatkan tubuh kami.

"Aaahhhnnn... Kkkyyyuuuhhh~" desah Sungmin hyung di sela-sela ciuman kami.

Aku semakin memperdalam ciuman kami. Kujilat bibir Sungmin hyung dan tak beberapa lama Sungmin hyung mulai membuka bibirnya. Kutelusuri mulut manis itu dengan lidahku. Sesekali kumainkan lidah Sungmin hyung. Kami terus pada posisi kami hingga Sungmin hyung menggigit lidahku pelan dan mendorongku menjauh. Kulepas ciumanku.

"Hoshh... Hoshh..."

Aku tersenyum melihat wajah Sungmin hyung yang memerah karena perbuatanku tadi.

"Minnie, gwenchanayo?"

"Gwe... Hosh... Chana... Hosh... Hosh... Kyu"

Aish~ Wajah namja-chingu-ku ini manis sekali. Membuatku membayangkan hal-hal mesum. Kumohon, jangan lakukan mengeluarkan suara seperti itu. Bisa-bisa aku berubah menjadi EvilFox.

"Kyu..."

Sungmin hyung menatapku bingung. Ia memiringkan kepalanya sedikit dan menatapku dengan bunny eyes.

"Minnie, jangan lakukan itu"

"Melakukan apa?" tanya Sungmin hyung polos.

"Minnie, kumohon. Jika kau terus begitu, aku akan membuatmu tidak bisa berjalan dengan benar selama 1 minggu"

"Ap-"

Aku kembali mencium bibir yang sudah merah itu. Segera kumasukkan lidahku ke dalam mulut Sungmin hyung yang masih terbuka. Tanpa sadar, aku mulai membimbing Sungmin hyung ke ranjangku. Kujatuhkan tubuhnya dan aku di atasnya. Kuletakkan tanganku di antara kepala Sungmin hyung, menopang tubuhku agar tidak menimpa tubuh mungil Sungmin hyung.

"Kkk... Kkkyyyuuu..." ucap Sungmin hyung di sela-sela ciuman kami.

Kuhentikkan ciuman itu dan kutatap wajahnya yang kembali memerah.

"Minnie, malam ini kau akan benar-benar menjadi milikku" ujarku.

Tanpa terasa aku mulai menyeringai. Sungmin hyung yang melihat seringaianku hanya bisa menatapku takut.

"Kyu..."


TBC


Annyeong :)

Gomawo atas semua review'nya ^^

Terima kasih karena telah bersedia ntk mereview FF'ku


Balesan review :

- Anh Rin Rin : Udah lanjut chingu :)

- mr. X : Udah lanjut chingu :)

- Han-RJ : ga, kok chingu. Kyu ga LDR sama Mimi. Wkwkwkwkw... Kok malah nunggu Kyu selingkuh? Emank knp chingu? Udah lanjut chingu :)


wew, coman 6 org yg comment O.o

Wkwkwkwk...

Gomawo atas reviewnya :)

Adakah yg masih bersedia ntk memberi review ntk FF ini?