Title : PAST

Main Cast :

- Lee Sungmin

- Cho Kyuhyun

and another support cast

Main Pair : Crack!Kyumin

Genre : BL / Romance / Hurt / Comfort / Angst

Rating : T

Length : Chaptered – prekuel Waiting, Still Waiting

Author : Matsuo Kumiko


"Zhou Mi"

"Ne, hyung?"

"Kau mau kemana?"

"Aku ingin ke game center"

Game center?

Aku beranjak dari dudukku dan berlari keluar kamar.

"Aku ikut!" seruku.

Zhou Mi-ge dan Leeteuk hyung menatapku bingung. Yah, tentu saja. Tidak ada angin tidak ada hujan, tiba-tiba aku datang dan berseru ingin ikut.

Aku tersenyum pada Leeteuk hyung.

"Aku ikut ke game center ya, hyung? Bolehkan aku ke game center?"

"Kau kan sudah punya PS 1, PS 2, PS 3, PSP, laptop, X-box, dan DS"

"Tapi aku ingin main game yang ada di game center, hyung" ujarku sedikit merengek.

"Ada apa?"

Kubalikkan tubuhku. Nampak Sungmin hyung berjalan menghampiri aku, Zhou Mi-ge, dan Leeteuk hyung. Dipelukkannya terdapat boneka bunny pink.

"Minnie, aku mau ke game center" ujarku.

"Game center?"

"Ne. Boleh ya?"

"Pergi dengan siapa?"

"Dengan Zhou Mi-ge"

Tiba-tiba wajah Sungmin hyung tertekuk. Ia memeluk boneka bunny pink-nya semakin erat.

"Bagaimana jika aku bilang tidak boleh?" tanya Sungmin hyung.

Aku berjalan menghampiri Sungmin hyung. Kupeluk tubuhnya dan kuusap rambutnya lembut.

"Minnie, aku kan hanya ke game center bukan pergi kencan. Benarkan Zhou Mi-ge?"

Aku menatap tajam pada Zhou Mi-ge, meminta persetujuannya.

"Ne, kami hanya ke game center" ujar Zhou Mi-ge.

"Tapi…"

"Aku tidak akan pulang malam-malam"

"…"

"Aku janji"

"…"

Kueratkan pelukanku.

"Nanti aku belikan cake strawberry waktu itu, mau?"

"…"

"Cake strawberry? Aku mau!"

Aku menolehkan kepalaku ke arah asal suara. Terlihat Eunhyuk hyung berlari ke arah kami. Di belakangnya tampak Donghae hyung berjalan mengikuti namja-chingu-nya.

"Hyukkie, jangan berlari. Nanti kau ja–"

Srett…

Eunhyuk hyung terpleset. Dengan sigap Donghae hyung segera berlari dan menyelamatkan Eunhyuk hyung.

"G-go-gomawo, Hae" ujar Eunhyuk hyung yang wajahnya kini telah memerah sepenuhnya.

"Choenmanneyo, chagi. Gwenchanayo?"

"Ne, gwenchana"

Suasana menjadi hening. Eunhyuk hyung dan Donghae hyung terus pada posisi mereka. Dimana Donghae hyung menahan tubuh Eunhyuk hyung yang terjatuh ke belakang. Seperti Superman yang menyelamatkan seorang wanita. Yah, posisinya seperti itu. Superman yang menyelamatkan seorang wanita.

"Hm… Jadi, apakah kau akan ikut denganku Kyuhyun-sshi?" tanya Zhou Mi-ge memecahkan keheningan.

"Ah! Apa?"

"Apakah kau ikut denganku ke game center Kyuhyun-sshi?"

"Minnie~"

Sungmin hyung melepaskan diri dari pelukanku dan berjalan pergi.

"Terserah kau, Kyu. Itu hak-mu. Aku tidak berhak untung melarangmu" ujar Sungmin hyung tanpa melihatku sedikit pun.

"Kyu, aku titip cake strawberry!"


Kulirik jam tanganku. Waktu sudah menunjukkan jam setengah 12 malam. Ah~ Tak terasa sudah 15 jam aku bermain di game center. Kurenggangkan otot-otot-ku yang sudah kaku dan hampir mati rasa. Kulirik sebelahku, tampak seorang namja yang masih sibuk bermain game.

"Gege" panggilku.

"Gege"

Namja itu menoleh dan menatapku.

"Aku sudah mau pulang. Gege masih mau main?"

Zhou Mi-ge melirik jam tangannya.

"Masih jam setengah 12 malam"

"Ya sudah. Aku pulang dulu. Annyoeng" ujarku sembari meninggalkan Zhou Mi-ge.

Aku berjalan menyusuri pertokoan. Sayup-sayup kudengar seseorang berlari ke arahku. Langkah itu semakin mendekat. Tiba-tiba kurasakan sebuah tangan menyentuh pundakku. Kuputar tubuhku dan mendapati seorang namja berambut merah yang tengah menatapku.

"Ya! Kenapa kau meninggalkanku?"

"Kukira Zhou Mi-ge masih ingin main"

Zhou Mi-ge menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Ayo, lebih baik kita pulang sekarang"

Aku berjalan mengikuti Zhou Mi-ge. Tubuhnya tegap, membuat terlihat sangat gagah saat berjalan. Aish~ Apa yang kupikirkan?

Kugeleng-gelengkan kepalaku, mengenyahkan semua pikiran aneh yang melintas di otakku.

"Kyuhyun-sshi, cepatlah. Sudah mau hujan"

Aku segera berlari mengejar Zhou Mi-ge yang sudah berjarak sangat jauh.

"Tunggu aku!"


"Kyu, kau baru pulang?"

"Ne, hyung"

Aku berjalan ke ruang tengah. Di belakangku Zhou Mi-ge mengikutiku. Aku duduk di lantai, di antara Leeteuk hyung dan Heechul hyung. Sedangkan Zhou Mi-ge duduk di antara Henry dan Ryeowook hyung.

"Kenapa hyungdeul berkumpul di sini?" tanyaku.

Aku melihat ke seluruh ruangan. Tak kutemukan sosok yang kucari di ruangan itu. Aku berjalan meninggalkan ruang tengah tanpa menunggu jawaban atas pertanyaanku. Kubuka pintu kamarku. Ruangan itu masih sama seperti saat aku meninggalkannya. Ranjangku masih berantakan. PSP-ku masih berada di atas bantalku. X-box-ku masih berantakan di lantai dan kaset game-ku masih berserakan di lantai. Ranjang pink Sungmin hyung terlihat rapi. Bonekanya tersusun rapi. Kutatap ruangan itu, berharap sosok yang kucari ada di ruangan itu. Namun sosoknya tidak ada di sana.

"Kyu"

"Wae, hyung?"

"Kau mencari Sungmin?"

Kututup pintu kamarku dan segera berjalan kembali ke ruang tengah.

"Minnie dimana, hyung?"

"Duduklah dulu"

Aku menuruti perintah Leeteuk hyung dan kembali duduk di antara Leeteuk hyung dan Heechul hyung.

"Minnie dimana?"

"Itu yang akan kita bicarakan" ujar Leeteuk hyung.

"Aish~ Jung soo, jangan mengulur waktu. Tidur malam tidak baik untuk kecantikan, kau tau" ujar Heechul hyung.

"Hyung, bisakah aku kembali ke kamar duluan? Aku sudah sangat mengantuk" ujar Eunhyuk hyung.

"Ne, kalian semua sudah boleh kembali ke kamar masing-masing" ujar Leeteuk hyung.

Hyungdeul dan Henry berjalan ke kamar masing-masing. Hanya aku, Leeteuk hyung, dan Kang-In hyung yang masih berada di ruang tengah.

"Jadi, kau bertanya dimana Sungmin?"

"Ne. Minnie dimana?"

Leeteuk menghela nafasnya.

"Selama tiga hari ke depan Sungmin akan kembali ke rumahnya" ujar Kang-In hyung.

"A-a-apa?"

"Tadi siang, beberapa saat setelah kau dan Zhou Mi pergi ke game center. Kedua orang tua Sungmin datang dan menjemputnya. Lee Soo Man-sshi sudah memberi izin" ujar Leeteuk hyung.

"T-tapi…"

"Sungmin juga diliburkan selama tiga hari"

"Mwo?"

"Dan kau, Cho Kyuhyun. Kau dilarang menghubungi dan mengunjungi Sungmin sampai ia kembali ke dorm"

"A-apa? Itu tidak mungkin, hyung! Lagi pula, itu konyol! Kenapa aku tidak boleh menghubungi dan mengunjungi Minnie? Minnie adalah namja-chingu-ku. Jika hyung melarangku menghubungi dan mengunjungi Minnie, itu sama saja dengan menyuruhku untuk putus dengan Minnie!" seruku marah.

"3 hari, Kyu. Hanya 3 hari. Tidakkah kau bisa bertahan?"

Kuacak-acak rambutku. Ini membingungkan, sangat membingungkan. Kenapa Leeteuk hyung dan Kang-In hyung melarangku menghubungi dan mengunjungi Sungmin hyung?

"Terserah kau, hyung" ujarku sembari berlalu ke kamarku.


Author POV

Tanpa terasa 3 hari sudah berlalu, namun Sungmin tak juga kembali ke dorm. Selama 3 hari, Kyuhyun terlihat biasa saja. Tak ada kerinduan di matanya. Ia terlihat sangat senang di samping Zhou Mi. Mereka selalu bermain dan bercanda. Zhou Mi berhasil membuat Kyuhyun lupa pada Sungmin. Membuat Kyuhyun tersenyum dan tertawa. Dan tanpa disadari Zhou Mi, ia berhasil membuat Kyuhyun jatuh cinta padanya. Namun Kyuhyun tak menyadarinya, belum menyadari perasaan yang tumbuh di dalam hatinya.

Kyuhyun selalu tersenyum, namun saat malam hari tiba senyum itu lenyap seperti tak pernah ada. Kesedihan terlihat jelas di matanya. Namun tidak ada tau. Hanya dia, dirinya yang tau kenapa ia bersedih. Ia tak pernah menunjukkan kesedihan itu di depan member yang lain. Bukan karena takut, bukan karena tidak ingin membuat yang lain khawatir. Tapi, ia selalu lupa akan kesedihannya setiap ada Zhou Mi di sampingnya. Semua karena Zhou Mi. Zhou Mi membuatnya melupakan kerinduannya pada Sungmin, bahkan membuatnya lupa pada namja-chingu-nya itu.

Setiap malam, setiap Kyuhyun melihat kasur Sungmin yang kosong, setiap ia menyadari bahwa ia sangat merindukan room-mate-nya, setiap Kyuhyun bangun dari tidurnya dan tak ada Sungmin di sampingnya. Hanya ada kesedihan di matanya. Ia selalu berusaha untuk tidak menghubungi ataupun berlari dari dorm menuju rumah Sungmin yang berjarak puluhan kilometer hanya untuk melihat wajah Sungmin. Hanya untuk memeluk namja pecinta pink itu.

"Minnie, neomu bogoshipo"


-skip time-

Sudah 5 hari, namun tidak ada tanda-tanda Sungmin akan kembali ke dorm. Hari ini Hankyung, Donghae, Siwon, Ryeowook, Kyuhyun, Zhou Mi, dan Henry pergi ke China untuk promo album pertama mereka. Awalnya Heechul, Yesung, Eunhyuk, dan Kibum berniat untuk ikut ke China. Tapi apa daya tangan tak sampai. Karena jadwal acara yang sedikit padat, mereka tidak bisa ikut.

"Kyu, kau tidak menghubungi Sungmin hyung?" tanya Ryeowook.

"Ne, bukankah sudah lebih dari 3 hari?" tanya Donghae.

"A-aku… Aku tidak ingin mengganggunya. Aku akan mencoba untuk menghubunginya setiba di China nanti"

Kyuhyun menundukan kepala. Ia benar-benar lupa dengan Sungmin. Dan setibanya di China, Kyuhyun kembali lupa pada Sungmin. Melupakan Sungmin yang tengah terbaring tak berdaya di suatu tempat. Ia kembali bersenang-senang dengan Zhou Mi dan tertawa bahagia. Ini bukan salahnya, bukan salah Kyuhyun dan Zhou Mi. Tapi mereka hanya kejam. Kejam pada Sungmin yang tak bisa melakukan apa pun, yang tidak mengetahui apa pun. Kejam karena mereka bersenang-senang tanpa mengetahui apa yang dialami oleh Sungmin. Ya, Lee Sungmin yang tengah berjuang melawan kematian yang berada tak jauh darinya. Kematian yang menunggunya dan semakin mendekat.


-Di saat yang sama, namun di tempat yang berbeda-

Seorang namja terbaring lemah tak berdaya di tempat tidur. Sudah lewat 5 hari, namun namja itu tak juga terbangun dari tidurnya. Wajah namja itu terlihat sangat pucat. Di pergelangan tangan namja itu terdapat infus. Tak jauh dari tempat namja itu berada, terlihat 2 orang namja dan seorang yeojya yang memandang namja yang tengah berbaring itu dengan khawatiran yang amat sangat. Ya, mereka adalah keluarga Lee. Dan namja yang terbaring tak berdaya itu adalah Lee Sungmin. Namja ceria yang sangat menyukai warna pink dan boneka bunny, serta sangat mencintai seorang namja bernama Cho Kyuhyun.

"Hyung, cepatlah sadar" ujar salah seorang namja bernama Sungjin.

Sungjin menatap hyung satu-satunya dengan sedih. Ia tak percaya bahwa penyakit hyungnya akan kambuh bahkan bertambah parah. Anemia yang telah sembuh 12 tahun yang lalu kembali menyerang Sungmin. Hyungnya yang ceria, baik, dan sangat ia sayangi harus kembali merasakan sakit yang telah sembuh. Anemia yang di derita hyungnya kini telah berubah menjadi leukimia stadium 2. Jika saja ia bisa melihat senyum manis di wajah hyungnya lagi, ia rela menukar posisinya dengan Sungmin. Ia rela jika ia yang terjangkit leukimia stadium 2. Di saat yang sama, Sungjin juga merasa sangat marah. Ia ingat saat Sungmin meneleponnya dan dengan semangat mengatakan bahwa Kyuhyun dan Sungmin telah menjadi kekasih.

-Flashback-

"Yeoboseyo"

"Yeoboseyo, Sungjin~ah"

"Hyung! Rupanya kau masih ingat padaku"

"Ya! Tentu saja aku masih mengingatmu. Kau kan dongsaengku tersayang"

"Bukankah Kyuhyun, dongsaeng tersayang hyung?"

"Hehehe…"

"…"

"Sungjin, kau marah?"

"Ani, aku hanya bingung. Tumben sekali hyung meneleponku"

"Jangan meledekku! Ada sesuatu yang ingin aku beritahukan padamu"

"Apa?"

"Sejak 3 hari yang lalu, aku dan Kyuhyun telah resmi menjadi sepasang kekasih. Omona! Aku masih tidak bisa percaya bahwa ia menerima pernyataan cintaku"

"Mwo? Chukkae, hyung. Hyung harus mentraktir-ku makan untuk merayakan hal itu. Jika tidak, aku akan mengambil semua barang berwarna pink-mu, hyung"

"Ya! Jangan kau lakukan itu. Mereka sangat penting bagiku"

"Kalau tidak mau, kau harus mentraktirku hyung"

"Ne, aku akan mentraktirmu Sungjin"

-Flashback end-

Saat itu Sungjin merasa sangat senang, karena ia merupakan orang pertama di luar member Super Junior yang diberitahu perihal Sungmin dan Kyuhyun yang telah menjadi sepasang kekasih. Ya, ia turut bahagia untuk hyung satu-satunya. Ia bahagia jika Sungmin bahagia. Tapi kini Sungjin marah, sangat marah. Ia marah pada Kyuhyun, namja yang sangat dicintai Sungmin. Kyuhyun tidak berusaha untuk menghubungi Sungmin sedikit pun. Memang Sungjin yang meminta member Super Junior yang saat itu ada dorm untuk tidak memberitahukan penyakit anemia yang diderita oleh Sungmin pada Kyuhyun. Sungjin hanya memberitahu bahwa anemia Sungmin kambuh, bukan anemia yang telah berubah menjadi leukimia stadium 2. Sungjin jugalah yang melarang Kyuhyun menghubungi dan mengunjungi Sungmin. Namun ia tidak menyangka bahwa Kyuhyun tidak berusaha untuk mencari kabar tentang hyung-nya, tentang Sungmin. Sungjin mengira bahwa Kyuhyun sangat mencintai Sungmin. Ia mengira bahwa Kyuhyun akan menghubungi dan mengunjungi Sungmin meskipun hyungdeul Super Junior melarang. Tapi apa? Kyuhyun tidak menghubungi Sungmin sedikit pun.

Pernah Sungjin datang ke dorm Super Junior untuk memberitahu hyungdeul bahwa Sungmin belum sadar, namun apa yang ia lihat di sana? Bukan, bukan penampakan. Bukan hyungdeul yang tengah bermesraan dengan namja-chingu masing-masing. Yang Sungjin lihat adalah Kyuhyun. Ya, Cho Kyuhyun namja-chingu Lee Sungmin. Sungjin melihat Kyuhyun yang sedang tertawa bahagia dengan seorang namja berambut merah di sampingnya. Sungjin sangat marah saat itu. Ingin rasanya memukul Kyuhyun hingga tak bisa bangkit berdiri lagi. Tapi ia tidak ingin membuat Sungmin sedih, sehingga ia hanya melewati mereka dan segera masuk ke kamar Leeteuk dan Kang-In. Setelah memberitahu tentang keadaan Sungmin yang tak juga sadar, Sungjin segera kembali ke rumah sakit. Saat melewati ruang tengah, lagi-lagi Sungjin melihat Kyuhyun dan namja berambut merah. Mereka sedang berpelukan dan tertawa bahagia. Sungjin segera pergi dari tempat itu.

"Dokter! Suster!"

Sebuah teriakan membuat Sungjin tersadar dari lamunannya. Ia melihat eomma-nya yang sedang berteriak memanggil dokter dan suster. Segera saja beberapa suster dan dokter datang. Mereka segera memeriksa keadaan Sungmin. Sungjin tersentak kaget saat melihat tangan Sungmin bergerak, meski hanya sedikit gerakan kecil.

"Eomma, Sungmin hyung…"

"Ne, Sungmin menggerakan tangannya"

Mr. Lee, Mrs. Lee, dan Sungjin menunggu di luar ruang rawat Sungmin, menunggu kabar baik dari dokter yang tengah memeriksa keadaan Sungmin saat ini. Tak beberapa lama, pintu terbuka. Seorang dokter keluar dari ruang tersebut diikuti beberapa perawat.

"Keluarga Lee Sungmin-sshi?"

"Ne, kami keluarga Lee Sungmin. Ada apa dengan putra saya, dok? Bagaimana keadaannya?"

"Keadaan pasien baik-baik saja. Ia bahkan sudah sadar. Untuk saat ini, sebaiknya dibiarkan istirahat terlebih dahulu" jelas dokter.

"Apakah sudah boleh dijenguk, dok?"

"Ya, pasien sudah boleh dijenguk"

"Jeongmal gamsahamnida, dok"

Mr. Lee, Ms. Lee, dan Sungjin segera masuk kembali ke dalam ruang rawat Sungmin. Di sana, Sungmin sedang menatap keluarga-nya.

"A… Appha… Eom… Eommha… Sung… Jhin…" ujar Sungmin berbisik kecil.

Ms. Lee segera mendekati putra sulungnya dan memeluknya erat.

"Sungmin~ah… Syukurlah kau sudah sadar. Umma sangat mengkhawatirkan keadaanmu, chagi"

"Eomma… A-aku… Bha… Ik… Baik… Shajha…"

"Hyung, jangan memaksakan diri untuk berbicara. Lebih baik sekarang hyung istirahat"

Sungmin menganggukan kepalanya. Ia memejamkan mata dan segera tertidur kembali.

"Hyung, beristirahatlah"


Hari ini genap seminggu sudah Sungmin berada di rumah sakit. Dan untuk kesekian kalinya, ia memaksa untuk kembali ke dorm. Usaha berbuah manis. Akhirnya Sungmin diperbolehkan kembali ke dorm, asalkan Sungjin ikut dan menginap selama 3 hari. Maka di sinilah Lee bersaudara itu berada, di depan pintu dorm.

TING TONG!

Sungjin memencet bel.

"TUNGGU SEBENTAR!"

Tak beberapa lama, seseorang membuka pintu. Di pelukannya terdapat sebungkus keripik kentang yang sangat besar.

"Sungmin! Omona, kau kembali" ujar Shindong.

"Annyeong, Shindong hyung" ujar Sungmin dan Sungjin bersamaan.

"LEETEUK HYUNG! HEECHUL HYUNG! YESUNG HYUNG! KANG-ING HYUNG! EUNHYUK! KIBUM! CEPAT KEMARI! ADA SUNGMIN DAN SUNGJIN!"

Drap drap drap!

Terdengar suara langkah kaki dari dalam dorm. Lalu muncullah member Super Junior satu persatu. Leeteuk dan Kang-In datang dengan Kang-In menggendong Leeteuk ala bridal style. Heechul datang dengan Heebum dipelukannya. Yesung datang dengan ddangkoma bersaudara dipelukannya. Eunhyuk datang dengan semangkuk ramen di pelukannya. Hanya Kibum yang datang dengan normal.

"Sungmin!"

"Sungmin hyung!"

"Annyeong semuanya" sapa Sungmin sembari tersenyum manis.

"Annyeong hyungduel. Selama 3 hari ke depan, aku akan menginap di sini. Mohon bantuannya"

"Ah! Sungjin, annyeong. Ayo semuanya masuk ke dalam. Tidak enak berbicara seperti ini. Dan Yongwoon. Bisakah kau menurunkanku? Aku bisa jalan sendiri"

"Ani. Aku akan menggendong hyung"

"Aish~ Terserah kalian. Sekarang cepat masuk ke dalam. Kalian menghalangi jalan!"


TBC


Ah~ Ternyata udah chap 6, berarti tinggal 3 chap dan FF ini akan tamat ^^

Mianhae, aku update'nya telat bgt

Aku lg byk ulangan, jd ga bisa update

Khekekeke... Mianhaeee~


Special thank's for :

Park Min Rin, MegaKyu, nahanakyu, diitactorlove, Han-RJ, SparKyuAlan


Gomawo atas kesediannya ntk mereview FF'ku ^^

Adakah yg mau review lg?