Title : PAST

Main Cast :

- Lee Sungmin

- Cho Kyuhyun

and another support cast

Main Pair : Crack!Kyumin

Genre : BL / Romance / Hurt / Comfort / Angst

Rating : T

Length : Chaptered – prekuel Waiting, Still Waiting

Author : Matsuo Kumiko


Ini sudah lima hari semenjak aku kembali ke dorm, namun aku belum bertemu Kyuhyun sama sekali. Aku merindukan namdongsaeng sekaligus namjachingu-ku itu. Apa yang sedang dilakukannya ya? Apakah dia sudah makan? Apakah makannya cukup? Sudah makan belum? Apa tidurnya cukup? Bagaimana keadaannya? Berbagai pertanyan memenuhi otakku.

"Minnie hyung!" seru sesorang dari luar kamarku.

Tiba-tiba pintu kamarku terbuka dan masuklah Kibum. Aku segera bangun dari posisiku yang tengah duduk di atas ranjang Kyuhyun dan memeluk bantal Kyuhyun.

"Kibummie!"

Kibum memelukku erat. Tak kusangka bisa bertemu Kibum. Sudah cukup lama aku tidak melihatnya.

"Bummie, bagaimana kabarmu?"

"Aku baik-baik saja, hyung. Bagaimana keadaan hyung saat ini? Aku dengar hyung sempat masuk rumah sakit karena anemia hyung kambuh" ujar Kibum cemas.

Aku tertawa pelan mendengar kecemasan Kibum. Meski saat aku masuk rumah sakit tidak ada yang menjengukku, tapi aku tau bahwa mereka semua mencemaskan keadaanku. Kecuali Kyuhyun dan Zhou Mi tentunya. Mereka tidak tau bahwa anemia-ku kambuh. Lagipula semua member hanya tau bahwa anemia-ku kambuh. Tidak ada yang tau bahwa aku sekarang mengidap leukemia stadium dua. Terima kasih pada appa, eomma, dan Sungjin yang tidak memberitahukan keadaanku yang sebenarnya pada hyungdeul dan dongsaengduel-ku. Mereka tau aku tidak mau membuat mereka yang sudah kuanggap sebagai keluarga cemas. Sudah cukup aku menyusahkan mereka.

"Aku baik-baik saja, Kibum. Kau juga, jangan lupa istirahat. Aku tau kau sibuk, tetapi jangan terlalu memaksakan diri. Arraseo?"

"Ne, hyung"

BRAKK!

Pintu kamar-ku kembali terbuka dan masuklah Leeteuk hyung, Heechul hyung, Yesung hyung, Kang-In hyung, Shindong hyung, dan Eunhyuk. Mereka semua tersenyum ramah, namun bagiku itu sangat mencurigakan.

"Hyung, Eunhyuk… Sedang apa kemari? Apa kalian tidak ada job?" tanyaku.

Mereka semakin berjalan mendekatiku dan Kibum. Kulepas pelukanku dari Kibum dan berjalan mundur. Firasatku benar-benar tidak enak. Ya ampun, ada apa ini sebenanrnya? Kenapa mereka manatapku seperti itu? Dan lagi, kenapa sekarang Kibum ikut melihatku seperti itu?

"Ka-ka-kalian… Ka-kalian mau apa?" tanyaku gugup.

Kupejamkan mataku, menanti apa pun yang akan mereka lakukan padaku.

"BERSIAPLAH!"

"Kyaaa!"


Aku tidak menyangka mereka melakukan semua ini untukku. Bahkan appa eomma, dan Sungjin juga ikut berkomplot.

-FLASHBACK-

"Ya! Apa yang kalian lakukan?" teriakku.

"Kenapa mataku di tutup?"

"Lepaskan aku!"

"Hyung, diamlah" ujar Eunhyuk.

"Bagaimana mungkin aku bisa diam?" teriakku lagi.

"Hei! Kenapa kalian mengikatku?"

"Kyaaaa! Turunkan aku!"

Aku terus berteriak dan protes pada semua member. Namun mereka tak sedikit pun menghiraukan teriakanku. Kurasakan tubuhku di dudukkan di sebuah bangku. Lalu aku mendengar suara mesin yang dinyalakan. Sepertinya mereka akan membawaku ke suatu tempat.

"Hei! Kalian mau membawaku kemana?" tanyaku masih dengan berteriak.

"Hei! Jawab pertanyaanku!"

"Hello, anybody hmmppphhh—"

Ucapakanku terpotong saat sesuatu seperti kain dimasukkan ke dalam mulutku.

"Hmmpphhh!"

"Hhhmmmppphhh!"

"hhmmpphhh!"

"hmpphhhh!"

Aku terus meronta dan meronta. Aku juga berusaha untuk menendang apa pun yang bisa kutendang. Namun tiba-tiba mereka mengikat kaki-ku.


Kurasakan mobil berhenti bergerak dan mesin mobil dimatikan. Sepertinya sudah sampai di tempat tujuan. Hei! Kenapa hyungdeul, Eunhyuk, dan Kibum belum melepaskan ikatan tangan serta kaki-ku? Mereka juga tidak melepaskan kain yang mereka masukkan ke dalam mulutku untuk membuatku diam. Dan jangan lupakan kain yang menutup mataku ini. Sebenarnya apa salahku? Kenapa mereka melakukan ini padaku?

"Hyung, kita sudah sampai" ujar Kibum.

Kurasakan tubuhku diangkat oleh seseorang. Aku berusaha melepaskan tubuhku.

"Sungmin, jangan meronta-ronta seperti itu. Atau aku akan menjatuhkanmu"

Aku terdiam mendengar ancaman dari Kang-In hyung. Sepertinya Kang-In hyunglah yang saat ini sedang menggendong tubuhku. Leeteuk hyung, jangan bunuh aku. Karena bukan mau-ku digendong oleh Kang-In hyung,

Tak beberapa lama, Kang-In hyung menurunkanku dari gendongannya. Ia mendudukanku di sebuah kursi yang menurutku sangat empuk. Dan bau apa ini? Ini sangat harum, seperti bau parfumku. Kurasakan seseorang melepaskan ikatan kaki-ku, lalu mengeluarkan kain yang ada di dalam mulutku.

"Hei! Kita ada dimana?"

"Diamlah, Sungmin. Atau aku akan memasukkan kain ini ke dalam mulutmu lagi" ujar Heechul hyung.

"Ne, hyung. Aku akan diam. Tapi jangan masukan kain itu ke dalam mulutku"

Seseorang mengelus rambutku lembut.

"Anak pintar" ujar Leeteuk hyung.

Lalu kurasakan tali yang mengikat tanganku telah terlepas. Dan kain yang mengikat kedua mataku mulai di buka. Saat membuka mata, yang ada hanyalah kegelapan. Sepertinya mereka mematikan lampu.

TRING!

Lampu menyala. Kusipitkan mataku, berusaha menyesuaikan cahaya yang tiba-tiba menyala. Kuedarkan pandanganku ke seluruh ruangan. Ini seperti sebuah café. Semua yang ada di tempat ini berwana pink. Mulai dari meja, kursi, dinding, lantai, lukisan, bunga, vas, boneka, kado, hingga kue. Tunggu sebentar. Kado? Kue?Adaapa ini? Kenapa ada kue dan kado? Seingatku ini buka tanggal 1 Januari dan ini bukan hari ulang tahunku.

"Leeteuk hyung?"

"Heechul hyung?"

"Yesung hyung?"

"Kang-In hyung?"

"Shindong hyung?"

"Eunhyuk?"

"Kibum?"

Kupanggil satu persatu semua member. Namun aku tidak mendapatkan jawaban sama sekali.

"Sungmin~ah"

Kubalikkan badanku ke asal suara. Disanaberdiri sembilan orang namja dan seorang yeojya. Mereka semua mengenakan jas berwarna pink, di dalamnya terdapat kemeja bernama putih, dan celana yang juga berwarna pink. Sedangkan yeojya itu mengenakan dress panjang hingga menutupi kaki berwarna pink. Terdapat setangkai bunga berwarna pink di tangan mereka.

"Appa?"

"Eomma?"

"Sungjin?"

"Leeteuk hyung?"

"Heechul hyung?"

"Yesung hyung?"

"Kang-In hyung?"

"Shindong hyung?"

"Eunhyuk?"

"Kibum?"

"A-a-apa? A-ada apa ini? Kenapa kalian memakai baju warna pink?" tanyaku.

Mereka berjalan ke arahku. Satu persatu mereka memberikan bunga yang ada di tangan mereka padaku. Mereka juga mengucapkan selamat.

"Adaapa ini sebenarnya? Kenapa kalian mengucapkan selamt padaku? Seingatku aku tidak ulang tahun hari ini"

"Sungmin hyung, apa kau lupa?" tanya Sungjin.

Aku memiringkan kepala-ku sedikit dan menatap mereka semua bingung.

"Lupa? Sepertinya aku tidak melupakan apa pun"

"Sungmin, hari ini adalah hari dimana kau memulai debut-mu bersama kami semua. Super Junior" jelas Leeteuk hyung.

Aku terbelalak kaget. Hari dimana aku memulai debut-ku bersama Super Junior. Aku tidak menyangka mereka semua masih mengingatnya.

"Ini semua ide Sungjin, loh" ujar eomma.

Aku menatap Sungjin yang juga sedang menatapku. Ia tersenyum. Kupeluk namdongseangku itu.

"Sungjin~ah. Cheongmal gomawo"

"Ne, hyung. Cheonmanneyo"

Kulepaskan pelukanku dari Sungjin dan memeluk appa, eomma, serta semua member satu-persatu. Tak lupa mengicapkan terima kasih kepada mereka yang telah memberikan surprise ini padaku.

"Tapi Sungjin~ah"

"Wae, hyung?"

"Kenapa kalian semua memakai baju warna pink?" tanyaku.

"Karena kau menyukai warna pink, Sungmin~ah" ujar Yesung hyung.

"Tapi kan…"

"Adaapa?" tanya Shindong hyung.

"Kau tidak suka jika kami memakai baju berwarna pink?" tanya appa.

"Aniyo, bukan begitu. Hanya saja…"

"Hanya saja apa hyung?" tanya Eunhyuk.

"Hanya saja, aku juga ingin memakai baju berwarna pink. Kalian curang!Kanaku yang menyukai warna pink, tapi kenapa kalian yang memakai baju berwarna pink? Harusnyakanaku. Sekarang lihat aku. Aku memakai baju berwarna hitam, sedangkan kalian semua memakai baju berwarna pink. Itukan sangat tidak adil. Harusnya kalian juga memberiku baju yang sama. Sehingga aku tidak berbeda sendiri. Aku juga mau memakai baju berwarna pink seperti kalian!" ujarku panjang lebar.

Mereka semua hanya menatapku tak percaya. Lalu semua tertawa. Aku langsung menggembungkan pipiku dan mengerucutkan bibirku. Menyebalkan! Kenapa mereka menertawakanku? Akukanhanya mengutarakan keinginanku.

"Ya! Kenapa tertawa? Itu tidak lucu, tau!" seruku.

Tawa semakin keras. Kulipat tanganku di depan dada dan menhentakkan kaki-ku.

"Berhenti tertawa!" seruku kesal.

"Sungmin~ah, kukira ada apa. Ternyata hanya karena baju pink ini" ujar Shindong hyung.

"Tenang saja, Sungmin~ah. Kami sudah menyiapkan baju khusus untukmu" ujar Leeteuk hyung.

Leeteuk hyung berjalan mendekati meja yang berada tak jauh darinya. Lalu kembali mendekatiku dan memberikan sebuah baju berwarna pink. Bukan baju sebenarnya. Sebuah jas berwarna soft pink, celana yang juga berwarna soft pink, dan kemeja yang berwarna putih.

"Gantilah baju-mu dengan baju ini" ujar Leeteuk hyung.

"Benarkah ini untukku?"

"Tentu saja, pabbo" ujar Heechul hyung.

Aku segera berlari ke toilet terdekat. Kuganti bajuku dan kembali ke ruangan dimana semua berkumpul.

-FLASHBACK END-

Hari ini sangat menyenangkan. Kami menghabiskan waktu dengan bermain dan mengobrol. Aku mendapatkan hadiah yang semua-nya berwarna pink. Ah! Tak kusangka semua E.L.F dan vitamins juga memberikanku hadiah. Sungguh hari yang sangat menyenangkan. Aku mendapatkan laptop baru berwarna pink, handphone warna pink, PSP pink, kaos pink bergambar aku dan Kyuhyun, I-pod pink, boneka kelinci pink, sebuah foto-ku dan Kyuhyun, sapu tangan pink, dan masih banyak lagi. Rasanya aku tidak ingin hari ini berakhir. Tapi, aku merasa bahwa hari ini kurang special. Itu semua karena tidak ada Kyuhyun di sampingku. Ia bahkan tak menghubungiku sama sekali semenjak aku masuk ke rumah sakit. Sebenarnya ada apa? Kenapa Kyuhyun tak pernah menghubungiku? Apakah ia sudah tidak mencintaiku lagi? Apakah ada namja atau yeojya lain di hatinya? Tidakkah ia merindukanku? Tidakkah ia masih mencintaiku?

"Kyuhyunnie~"

Kupenjamkan mataku, mengingat kembali masa-masa di mana aku masih berbahagia bersama Kyuhyun. Bukannya aku sudah tidak bahagia lagi bersama Kyuhyun. Namun aku merasa bahwa Kyuhyun sudah tak lagi mencintaiku. Apakah itu hanya perasaanku saja?

PING!

Kuambil hape-ku.

From : Wookie

Hyung! Kudengar kau sudah kembali ke dorm. Mian aku baru mengabarimu, kami sibuk akhir-akhir ini. Apakah kau sudah tidur? Mian jika aku mengganggumu. Bagaimana keadaan hyung? Jika hyung membaca sms ini, tolong segera balas. Cheongmal bogoshippo… Chukkae!

Aku tersenyum membaca sms dari Ryeowook. Aku juga merindukan mereka.

PING!

From : Hae

Hyung! Cheongmal bogoshippo… Dorm terasa sepi jika tidak ada hyung. Bagaimana keadaan hyung? Apakah anemia hyung sudah sembuh? Kuharap anemia yang hyung derita sudah sembuh. Jangan lupa beristirahat! Chukkae!

PING!

From : Mochi

Gege! Dui bu qi aku tidak bisa menjenguk gege. Dan maaf karena aku baru mengirim pesan. Bagaimana keadaan gege? Aku sangat khawatir. Dan lagi aku sangat merindukan gege. Ah! Dan chukkae, gege!

PING!

From : Wonnie

Hyung, apa kabar? Aku harap hyung baik-baik saja. Kami di sini juga baik-baik saja. Hyung, cepatlah sembuh. Aku tau anemia-mu kambuh dan kuharap anemia itu juga cepat pergi. Seperti dulu. Aku terus berdoa untuk kesehatan hyung selalu. Chukkae, hyung

From : Hankyung hyung

Sungmin~ah. Bagaimana keadaanmu? Jangan terlalu memaksakan diri. Kami semua selalu ada untukmu. Chukkae! Aku tidak menyangka bahwa hari ini merupakan hari awal debutmu bersama Super Junior. Kami mungkin akan kembali besok. Jaga kesehatanmu

Terkekeh pelan. Tak kusangka Hankyung hyung, Donghae, Siwon, Ryeowook, dan Henry akan mengirim pesan padaku serta memberi selamat. Darimana mereka tau? Ah! Pasti Heechul hyung dan Eunhyuk yang memberitahu. Tanpa kusadari air mataku menetes membasahi pipiku. Ya, aku memiliki Super Junior, appa, eomma, dan Sungjin di sisiku. Aku harus berjuang untuk melawan penyakit yang bersarang di dalam tubuhku ini. Demi mereka semua. Untuk semua orang yang kusayang dan menyayangiku. Untuk E.L.F yang selalu mendukung kami.


Kyuhyun POV

Aku terduduk di sebuah kursi. Kuhapus keringat yang mengalir di dahiku dengan handuk. Rasanya lelas sekali. Kami baru saja latihan dance untuk lagu pertama kami.

"Kyuhyun"

Kutatap namja tinggi yang berdiri di depanku. Ia memberikan sekaleng minuman padaku.

"Gomawo, Hankyung hyung"

Kuambil kaleng itu, kubuka, dan kuminum hingga habis. Ah! Rasanya sangat segar. Kupejamkan mataku dan menyandarkan kepalaku ke tembok. Besok kami akan kembali ke Korea. Kubuka mataku dan menatap sekeliling. Ada yang aneh di sini. Kenapa semuanya memegang hape? Dan ada raut ke khawatiran di wajah mereka. Dimana Mimi-ge? Aku berdiri dari dudukku dan menghampiri Ryeowook hyung.

"Hyung, waeyo?"

"Gwenchana, Kyu"

"Lalu kenapa hyung terlihat khawatir?"

"Ani, aku hanya khawatir dengan keadaan Sungmin hyung"

Tubuhku menegang. Ada apa dengan Sungmin hyung? Apa yang terjadi dengannya?

"Memangnya kenapa dengan Sungmin hyung? Dia baik-baik saja kan, hyung?"

"Ah, ani. Sungmin hyung baik-baik saja. Aku hanya khawatir, karena sudah beberapa hari Sungmin hyung tidak pulang ke dorm" jelas Ryeowook hyung.

"Ah! Begitu"

Aku berlalu dari tempat Ryeowook hyung. Sungmin hyung. Bagaimana kabarnya? Sudah lama aku tidak melihatnya dan mendengar suaranya. Apakah ia baik-baik saja? Hah~ Aku sangat merindukan Sungmin hyung. Ingin kurengkuh tubuh mungilnya dalam pelukanku. Sungmin hyung. Cheongmal bogoshipo. Besok, aku akan menghabiskan semua waktuku denganmu. Aku berjanji.

"Kyuhyun"

Aku tersentak dari lamunanku.

"Wae, hyung?"

"Kenapa melamun?"

"Ani, hyung. Aku tidak melamun kok"

"…"

"Ada apa hyung memanggilku?" tanyaku berusaha mengalihkan perbicaraan.

"Sungmin hyung sudah pulang ke dorm sejak 2 hari yang lalu, Kyu"


Hari ini kami kembali ke Korea Selatan. Tanpa Mimi-ge dan Henry. Mereka masih ada pekerjaan di China. Namun mereka berjanji akan berkunjung ke Korea Selatan jika mereka mendapat libur.

"Kyuhyun!"

Aku segera berlari ke arah hyungdeul yang sudah berada cukup jauh di depanku. Tak kuperdulikan para fans yang berteriak ketika namaku dipanggil ataupun saat aku lewat. Yang kupedulikan saat ini hanyalah kembali ke dorm dan memeluk Sungmin hyung. Sudah lama aku tidak melihatnya.


Sesampai di dorm, aku segera berlari ke kamarku. Tak kuhiraukan teriakkan marah hyungdeul yang menyuruhku membereskan koperku. Kubuka pintu kamarku, kulihat sekeliling kamar. Tidak ada siapa-siapa.

"Minnie?" panggilku, berharap ada jawaban.

Aku berjalan masuk ke kamar. Kamar ini masih sama seperti saat aku pergi ke China. Well, tidak sepenuhnya sama. Kamar ini menjadi lebih bersih dan semua barang tersusun rapi. Rasanya benda berwarna pink di kamar ini juga bertambah. Sebelum aku pergi ke China, aku tidak pernah melihat boneka kelinci pink yang saat ini duduk manis di atas bantal Sungmin hyung.

"Minnie" panggilku lebih keras.

Aku berjalan ke arah kamar mandi yang berada satu ruangan dengan kamarku.

Tok tok tok

"Minnie, kau di dalam?"

Tok tok tok

"Minnie, aku pulang"

Tok tok tok

Kriieeettt~

Terdengar pintu kamar terbuka. Aku segera melihat siapa yang membuka pintu kamarku. Tampak seorang namja manis, imut, dan mungil berdiri di sana. Aku terpaku, tak bisa bergerak sama sekali. Namja itu berjalan menghampiriku. Ia tersenyum manis.

"Kyu"

Aku masih bergeming. Lidahku terasa kelu. Tak ada sepatah kata pun yang sanggup keluar dari mulutku ini.

"Kyu…"

Aku membuka mulut, berusaha menjawab. Namun tenggorokkan-ku terasa kering, tak ada suara yang keluar.

"Kyu, gwenchanayo?"

Namja itu mengelus pipiku lembut.

"M-m-minnie…"

Namja itu memiringkan kepalanya, membuatnya terlihat semakin imut dan manis. Kupeluk Sungmin hyung erat. Kubenamkan wajahku dilekuk lehernya, dapat kucium bau vanila. Kurasakan tangan Sungmin hyung yang kini melingkar di leherku. Ia mengusap rambutku lembut.

"Kyu, gwenchanayo?"

Aku menggelengkan kepalaku, membuat rambut bergesekan dengan kulit Sungmin hyung tanpa sengaja.

"Aaassshhhh…" desah Sungmin hyung.

Kuangkat kepalaku dan menatap Sungmin hyung. Wajahnya memerah. Aku tersenyum dan mendekatkan wajahku. Kukecup kening Sungmin hyung lembut. Lalu kedua kelopak matanya. Kedua pipinya yang kenyal. Ujung hidungnya yang mancung. Dan terakhir bibir mungilnya yang merah menggoda.

"Cheongmal bogoshipo, Minnie~ah" ujarku setelah melepas ciumanku di bibir Sungmin hyung.

"Ne, nado bogoshipo"

Aku memeluk tubuh Sungmin hyung semakin erat, melepaskan rindu yang selama ini kurasakan.

"Kyu, kenapa kau tidak menguhubungiku?" tanya Sungmin hyung.

Tubuhku menegang.

"I-i-itu…"

"Gwenchana. Aku maklum jika kau tidak menghubungiku. Aku tau kau sibuk" ujar Sungmin hyung sembari tersenyum manis.

"Gomawoyo, Minnie. Sebagai ganti, aku akan menemanimu besok sehari penuh"


Sungmin POV

Hari ini Kyuhyun berjanji akan menemaniku seharian penuh. Aku ingin jalan-jalan dengan Kyuhyun berdua. Well, kencan sebenarnya. Aku ingin ke pantai bersama Kyuhyun. Makan ice cream, menonton bioskop, makan di cafe yang romantis, bermain di taman bermain, dan banyak lagi. Apakah satu hari cukup untuk melakukan semua itu?

"Minnie"

Aku tersadar dari lamunanku.

"Kyu, kau akan menemaniku sehariankan?" tanyaku.

"Ne, tentu saja chagi"

"Kalau begitu, ayo kita pergi sekarang. Banyak tempat yang ingin aku kunjungi bersamamu" ujarku sembari menarik tangan Kyuhyun.

"Hyung, aku dan Sungmin hyung pergi dulu!" seru Kyuhyun.

"Ka–"

"MIMI-GE!" seru Kyuhyun lagi.

Kyuhyun melepaskan genggaman tanganku dan berlari ke arah seorang namja tinggi berambut merah. Namja itu tersenyum lebar dan menyambut Kyuhyun dalam pelukannya. Di sisi namja tinggi itu, aku dapat melihat namja tinggi, berkulit putih, imut, dan manis. Zhou Mi. Henry.

"Mimi-ge, kenapa bisa ada di sini?" tanya Kyuhyun senang.

Zhou Mi mengelus rambut Kyuhyun lembut. Kuremas ujung kemaja yang kukenakan, berharap bisa mengurangi sakit hatiku.

"Aku libur selama 3 hari, jadi kami memutuskan untuk mengunjungi kalian" jelas Zhou Mi.

Aku berjalan menghampiri mereka dan berusaha tersenyum manis.

"Annyeong Zhou Mi, Henry" sapaku.

Zhou Mi menatapku dan balas tersenyum padaku.

"Annyeong Sungmin hyung"

Berbeda dengan Zhou Mi yang hanya menyapaku, Henry berjalan mendekatiku dan memelukku erat.

"Hyung! Cheongmal bogoshipo" seru Henry.

Aku tersenyum dan balas memeluk Henry. Kuelus rambutnya lembut.

"Nado bogoshipo, Henry"

Aku melihat ke arah Kyuhyun. Ia masih memeluk Zhou Mi dan berbincang dengannya. Tak sedikit pun melihat ke arahku. Kulepaskan pelukanku dari Henry dan berjalan mendekati Kyuhyun. Kutepuk pundak Kyuhyun pelan, berusaha mengalihkan Kyuhyun yang sedang berbincang seru dengan Zhou Mi.

"Kyu, kita jadi pergi kan?"

"Hyung mau kemana?" tanya Henry.

"Jalan-jalan dengan Kyu"

"Mimi-ge mau ikut tidak?" tanya Kyuhyun.

JEDGLERRR!

Hatiku rasanya tersambar petir saat mendengar Kyuhyun mengajak Zhou Mi. Tidak tau kah kau, Kyu? Aku sudah menunggu hari ini. Tapi kau malah mengajak Zhou Mi. Aku berharap, sangat berharap bisa pergi berdua denganmu. Hanya berdua, Kyu. Aku ingin menghabiskan waktu denganmu.

"Apakah aku tidak mengganggu?" tanya Zhou Mi.

"Tidak, kok. Ya kan, Minnie hyung?"

Aku terdiam, tak tau harus menjawab apa. Haruskah aku menjawab pertanyaan yang tidak bisa kujawab itu?

"Kalau Mimi-ge ikut, aku juga ikut" seru Henry.

Kutundukkan kepalaku, menahan air mataku yang sudah ada di pelupuk mataku. Kubalikan tubuhku dan berjalan ke arah kamar. Tak kuhiraukan Henry yang memanggilku. Saat ini yang kubutuhkan hanyalah sendiri.


Kukerjap-kerjapkan mataku, membiasakan mataku pada cahaya yang ada di kamarku. Sepertinya aku tertidur. Kulirik jam kecil yang ada di meja kecil di sebelah ranjangku. Sudah jam 2 siang.

"Minnie hyung"

Aku melihat ke arah pintu. Terlihat kepala Kyuhyun di sela-sela pintu.

"Ada apa, Kyu?"

"Jalan-jalannya kita undur saja, ya. Aku ingin battle dengan Mimi-ge"

Tanpa menunggu jawaban dariku, Kyuhyun menutup pintu dan meninggalkan-ku sendiri. Aku menatap pintu yang kini telah menutup sempurna, berharap Kyuhyun kembali dan berkata bahwa ia hanya bercanda. Namun pintu itu tak juga terbuka. Aku beranjak dari ranjangku, mengambil jaket, dompet, dan handphone. Aku berjalan ke arah pintu.

"Sebaiknya aku mencari udara segar"


Aku meninggalkan dorm tanpa sepengetahuan member lain dan di sinilah aku. Di sebuah taman yang cukup sepi dan berjarak cukup jauh dari dorm kami. Taman yang diketahui olehku. Tempat rahasia-ku selama ini dan seterusnya. Kupejamkan mataku dan sedikit mengayunkan ayunan yang kududuki. Angin bertiup sepoi-sepoi, menerpa wajahku dan membuat rambutku sedikit berantakan.

"Kyu, saranghae. Neomu saranghaeyo" bisikku pelan, sangat pelan.

Aku mengingat kembali semua yang terjadi antara Kyuhyun dan aku. Tentang hubungan kami selama ini. Kurasa hanya aku. Ya, hanya aku. Hanya aku yang mencintai Kyuhyun, tapi tidak dengan Kyuhyun. Selama ini aku selalu merepotkannya dengan semua keinginanku, kemanjaanku, dan perasaanku padanya. Tapi…

"Aishh~ Apa yang harus kulakukan"

'Minnie-hyung'

Tadi Kyuhyun memanggilku 'Minnie-hyung'. Apakah karena ada Zhou Mi? Selama ini Kyuhyun selalu memanggilku 'Minnie'. Ia bahkan membatalkan janjinya karena ingin battle dengan Zhou Mi. Dulu ia meninggalkanku karena ingin ke game center bersama Zhou Mi. Kau tidak pernah memelukku seperti tadi saat Zhou Mi datang. Kau tidak pernah tersenyum padaku seperti tadi. Semuanya Zhou Mi.

"Apakah kau mencintai Zhou Mi, Kyu?"

Tes

Kubuka mataku dan kusentuh pipiku. Ah, sejak kapan aku menangis?

Tes tes tes

Kuangkat kepalaku dan menatap ke langit yang kini mendung.

Tes tes tes tes tes tes

Hujan turun semakin deras, menemaniku menangis dalam kesedihanku. Tubuhku sudah basah semua, namun aku tak sedikit pun beranjak dari ayunan yang sedang kududuki.

"Apa yang harus kulakukan, Kyu?"

Haruskah aku bersikap seperti biasa? Haruskah aku memendam ini semua seorang diri? Haruskah aku mempertahankanmu? Ataukah kita harus berpisah, mengakhiri semua ini? Aku tidak tau. Aku mencintaimu, Cho Kyuhyun. Aku sangat mencintaimu. Bolehkah aku bersikap egois? Bolehkah aku berpikir kalau suatu hari nanti kau akan kembali melihatku? Kembali mencintaiku?

"Saranghae, Cho Kyuhyun. Neomu saranghae"


Author POV

Sungmin terus menangis di bawah siramin air hujan. Tak ia hiraukan dinginnya suhu dan tubuhnya yang menggigil. Saat ini yang ada dalam benaknya hanyalah Kyuhyun. Waktu menunjukkan pukul 4 sore. Sudah 2 jam Sungmin duduk di ayunan taman.

"Sesuai janjiku, Kyu. Aku akan menunggumu"

Setelah membisikan hal itu, Sungmin beranjak dari taman. Dengan langkah terhuyung, ia berjalan kembali ke dorm. Sungmin mulai merasa pusing dan matanya mulai buram. Ia menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan rasa pusing, namun hal itu tidak sedikitpun mengurangi rasa pusing yang Sungmin alami.

"Hyung!"

Teriakan itu merupakan suara terakhir yang didengar Sungmin sebelum namja itu kehilangan kesadarannya.


Seorang namja berlari ke arah Sungmin. Tak dihiraukannya air hujan yang menetes membasahi baju yang ia kenakan.

"Sungmin hyung"

Namja itu menggoyang-goyangkan tubuh Sungmin yang terbaring tak sadarkan diri di pinggir jalan. Tidak mendapat reaksi yang diinginkan, namja itu mengambil handphone-nya dan menelepon seseorang.

"Appa, eomma! Sungmin hyung pingsan. Aku akan membawanya ke rumah sakit" ujar namja itu tanpa membiarkan appa dan eomma-nya berkata satu kata pun.

"Sungmin hyung, bertahanlah" bisik namja itu sembari menggendong tubuh Sungmin ala bridal style.


"Sungjin!"

Seorang namja yang tengah bersandar pada dinding rumah sakit tersentak kaget. Ia segera membetulkan posisi berdirinya.

"Appa! Eomma!"

Mr. Lee dan Mrs. Lee memeluk putra bungsu mereka.

"Chagi, bagaimana keadaan Sungmin?" tanya Mrs. Lee.

"Aku tidak tau"

"Ceritakan pada kami bagaimana kau bisa bertemu Sungmin"

"Tadi saat aku dalam perjalanan ke dorm, aku melihat hyung terjatuh. Aku segera menghampiri dan mendapati Sungmin hyung jatuh pingsan. Saat itu tubuh Sungmin hyung basah kuyup dan suhu tubuhnya saat panas" jelas Sungjin.

Tiba-tiba pintu UGD terbuka dan keluarlah seorang dokter.

"Dok, bagaimana keadaan anak saya?" tanya Mr. Lee.

"Pasien mengalami koma. Sepertinya pasien mengalami tekanan akhir-akhir ini, sehingga membuat kesehatannya menurun. Dan dengan berat hati saya harus mengatakan kalau pasien mengalami leukemia stadium tiga" jelas dokter.

"D-d-dokter bercanda, kan? Stadium tiga hanya dalam beberapa hari? Tidak mungkin. Sungmin hyung… Sungmin hyung… ARRGGGHHH!"

Sungjin jatuh terduduk sembari meremas rambutnya yang telah kusut. Mrs. Lee menangis dalam pelukan suaminya. Sedangkan Mr. Lee hanya bisa terdiam mendengar penjelasan dokter.

"G-gomawo, dok" ujar Mr. Lee pelan.

"Ne, cheonmanneyo. Pasien akan dipindahkan ke ruangan rawat biasa dan sudah boleh dijenguk" ujar dokter sembari meninggalkan keluarga Lee yang masih shock mendengar berita tentang putra sulung mereka.

Ping!

Sungjin berdiri dan mengeluarkan handphone berwarna pink dari kantong celananya.

From : Teuki Eomma

Sungmin, kau dimana? Ini sudah sore, cepatlah pulang

Sungjin segera membalas pesan itu.

To : Teuki Eomma

Hyung, ini Sungjin. Saat ini Sungmin hyung sedang ada di rumah sakit, anemianya kambuh. Tidak perlu khawatir. Dan untuk sementara Sungmin hyung tidak bisa kembali ke dorm serta melakukan aktivitasnya seperti biasa

"Chagi, siapa yang mengirim pesan?" tanya Mrs. Lee parau.

"Dari Teuki hyung, eomma"

PING!

From : Teuki Eomma

Bagaimana keadaannya sekarang? Bolehkah kami menjenguknya?

To : Teuki Eomma

Saat ini Sungmin hyung tidak sadarkan diri. Mianhae, tapi kurasa hyungdeul tidak bisa menjenguk Sungmin hyung. Aku takut masalah ini akan bocor ke media massa. Tolong rahasiakan ini. Hanya hyung yang tau keadaan Sungmin hyung. Gomawo

"Sebaiknya sekarang kita melihat keadaan Sungmin"


Di tempat lain, tampak dua orang namja sedang duduk di teras menikmati sejuknya udara di tengah hujan. Namja pertama berambut coklat sedangkan yang lainnya berambut merah. Kyuhyun. Zhou Mi.

"Kui Xian"

"Wae, Mimi-ge?"

Zhou Mi memandang Kyuhyun, menyelami kedua bola mata namja pecinta PSP itu.

"Kui Xian, wo ai ni"

Kyuhyun tersentak kaget. Ia bingung apa yang harus ia lakukan, apa yang harus ia katakan. Semua berkecamuk di dalam otaknya. Tentang Sungmin, tentang hubungannya dengan Sungmin, tentang Zhou Mi, dan tentang perasaannya. Jika ada yang bertanya apakah ia masih mencintai Sungmin, maka Kyuhyun akan menjawab ya. Tetapi jika ada yang bertanya apakah ia mencintai Zhou Mi, Kyuhyun tak bisa menjawabnya. Ia bingung. Saat bersama Zhou Mi ia merasa nyaman dan selalu bisa membuatnya melupakan Sungmin. Sepertinya ia menyukai Zhou Mi. Tapi cinta? Sepertinya tidak. Ia hanya mencintai Sungmin, sangat mencintai Sungmin. Namun hubungan mereka kini dipertanyakan. Kyuhyun mulai melupakan Sungmin dan lebih memilih bersama Zhou Mi. Apakah itu bukti bahwa Kyuhyun mencintai Sungmin? Tidak. Kyuhyun bahkan tidak tau sama sekali dengan keadaan Sungmin. Ia tidak tau kalau Sungmin sangat membutuhkannya saat ini, membutuhkan Kyuhyun untuk berada di samping dan memberi semangat hidup untuk Sungmin.

"Kui Xian maukah kau menjadi namjachingu-ku? Aku tau kau sudah memiliki Sungmin, tetapi aku tak peduli. Kita bisa menyembunyikan hubungan kita" ujar Zhou Mi.

"Ne, Mimi-ge. Aku mau menjadi namjachingu-mu" ujar Kyuhyun.

Zhou Mi segera memeluk Kyuhyun dengan erat. Ia menundukkan kepalanya dan mencium bibir Kyuhyun.

Bersenang-senanglah Zhou Mi, Kyuhyun. Nikmati masa-masa indah kalian. Sembunyikan hubungan kalian serapi mungkin. Tapi ingat, sepandai-pandai tupai melompat pasti jatuh juga. Serapi-rapi nya kita menyimpan bangkai, baunya akan tercium juga. Nikmatilah, sebelum penyesalan datang menghampiri.


TBC


Akhirnya chap 7 update jg xD

Mianhae, aku telat update

Bkn maksud ntk mengulur, tp aku lg sibuk

Byk peer dan tugas (TT^TT)

Mana bawaannya ngantuk terus, cape terus

Jadinya males ngapa"in xD #plak


Special thank's for :

nahanakyu, SparKyuAlan, kangkyumi, emyKMS, Park Min Rin, MegaKyu, KYUMIN SHIPPER, KMS, choi wonsa, Han-RJ, Anh Rin Rin


Makasih byk atas reviewnya :)

Ah! Aku lupa mengucapkan SPECIAL THANKS buat WONKYU SHIPPER :)

Makasih atas sarannya ntk mengubah FF ini menjadi Mixian, tp MIANHAE

Saya TIDAK MENYUKAI Mixian couple :)

Jika Anda memang ingin membaca FF Mixian, silahkan datangi author lain, jgn saya krn saya TIDAK AKAN PERNAH membuat FF Mixian

Lagipula, ini adalah FF buatan saya

Jadi sayalah yg berhak menentukan kelanjutan cerita ini, bkn Anda

Jika memang ingin membaca FF Wonkyu/Mixian dan cerita yg ada sesuai dgn keinginan Anda

Silahkan buat FF sendiri, jgn menyuruh saya

Krn saya akan MENOLAK dgn keras :)

Sekali lagi terima kasih atas reviewnya :*


Semakin byk yg memberi review, FF ini akan semakin cepat aku update

Adakah yg mau memberi review? :)