Title : PAST

Main Cast :

- Lee Sungmin

- Cho Kyuhyun

and another support cast

Main Pair : Crack!Kyumin

Genre : BL / Romance / Hurt / Comfort / Angst

Rating : T

Length : Chaptered – prekuel Waiting, Still Waiting

Author : Matsuo Kumiko


Suasana tempat itu terasa sangat tegang dan sepi. Meski ada banyak orang di ruangan itu, namun tak ada yang berbicara. Semua memilih diam dan mendengarkan. Malam semakin larut, tapi suasana belum juga mencair. Masih tetap tegang dan sepi.

"Hyung…"

Akhirnya seorang dari namja itu memecah keheningan. Semua yang ada disanamenoleh ke arah namja tersebut.

"Hyung, kenapa memanggil kami semua di sini? Untuk apa mengumpulkan kami?"

Kini semua mata mengarah ke namja yang duduk di sofa tunggal. Namja itu memejamkan mata yang memijat pelipisnya. Setelah cukup lama, namja itu berhenti memijat pelipisnya dan membuka mata, memandang semua yang ada di ruangan itu.

"Ada sedikit berita"

Tidak ada yang menjawab. Semua diam menunggu lanjutan dari ucapan namja itu.

"Sungmin akan libur lagi"

Semua mata terbelalak kaget dan saling memandang satu sama lain.

"Mungkin akan cukup lama. Aku tidak tau pasti" lanjut namja itu.

"Siapa yang akan mengambil alih semua pekerjaan Sungmin hyung?" tanya salah seorang namja.

"Kalian tenang saja. Aku sudah bicara dengan Lee Soo Man-sshi"

"Jadi siapa yang akan mengambil alih pekerjaan Sungmin hyung?" tanya yang lain.

"Aku yang akan mengambil alih semua pekerjaan Sungmin"

"Tapi pekerjaan hyung sudah banyak"

"Mau bagaimana lagi?"

"Teuki hyung…"

Suasana kembali hening, semua sibuk dengan pikiran masing-masing.

"Hyung, apakah Sungmin…?"

"Ne, Heechul~ah"

"Bolehkah kami?"

"Ani, Hankyungie"

Suasana kembali hening *lagi*. Namun ada dua namja yang memandang bingung ke arah yang lain.

"Baiklah, sebaiknya kita tidur. Besok kita ada show di salah satu stasiun TV"

Semuanya membubarkan diri dan masuk ke kamar masing-masing. Namun ada dua namja yang berjalan ke arah pintu keluar dorm.

"Siwon, Kibum. Kalian tidak menginap?"

"Ani, hyung. Aku menginap di rumah Siwon hyung saja"

Lalu kedua namja itu berlalu dari dorm itu.


Hari-hari berlalu tanpa ada hal yang berarti, namun tidak untuk dua orang namja yang saat ini sedang duduk di taman. Salah satu namja itu berambut coklat, sedangkan yang lainnya berambut merah. Kedua namja itu sedangkan memakan ice cream.

"Kui Xian" ujar namja berambut merah.

"Ne, Mimi?"

"Saranghae"

"Nado saranghae"

Kedua namja itu saling terdiam, tak ada yang berbicara. Namun mereka menikmati suasana hening yang ada di antara mereka. Secara perlahan namja berambut merah itu mendekatkan wajahnya ke arah namja berambut coklat itu. Dan tanpa menunggu lama, kedua bibir mereka sudah saling berpanggutan. Setelah cukup lama, akhirnya kedua namja itu memisahkan diri dan mengisi udara ke paru-paru masing-masing.

"Mimi"

"Ne, Kui Xian?"

"Aku bosan. Ayo pergi dari sini"

"Arraseo. Kajja! Kita ke game center"

Kedua namja itu berlalu dari taman sambil bergandengan tangan. Tak menyadari dan tak peduli pada mata yang memandangi mereka. Mereka tetap berjalan dan terus berjalan hingga sampai di tempat tujuan mereka.

Di tempat lain, seorang namja mungil nan manis berdiri di depan sebuah pintu. Namja itu mengenakan kaos putih polos, celana jeans hitam panjang, sebuah topi yang menutupi wajahnya, dan sebuah kacamata. Tak lupa sepatu kets hitam yang menghiasi kakinya.

TING TONG!

Namja itu memencet bel dan tak beberapa lama pintu pun terbuka. Namja itu tersenyum manis.

"Annyeong, Shindong hyung" sapa namja itu.

Shindong yang disapa oleh namja itu balas tersenyum.

"Annyeong, Sungmin. Selamat datang kembali"

Shindong dan Sungmin berjalan masuk ke dalam dorm. Mereka segera menuju ruang tengah di mana semua orang tengah berkumpul dan menonton TV.

"Annyeong, hyungdeul. Annyeong dongsaengdeul"

Semua mata menatap ke arah namja yang berdiri di samping Shindong. Segera mereka berdiri dan menghampiri Sungmin. Satu persatu mereka memeluk Sungmin.

"Sungmin hyung, bagaimana keadaanmu?" tanya Donghae.

"Aku baik-baik saja, Donghae~ah"

"Sungmin, sebaiknya sekarang kau istirahat. Kau baru keluar dari rumah sakitkan?"

"Arraseo, hyung. Gomawo sudah mau menggantikanku. Mian karena aku sudah merepotkan dan membuat pekerjaan hyung semakin banyak" ujar Sungmin tulus.

"Gwenchana" ujar Leeteuk sembari mengelus rambut Sungmin lembut.

"Gege!"

"Mochi? Kenapa kau ada di sini?"

Henry menatap Sungmin sebal. Ia menggembungkan kedua pipinya dan mengerucutkan bibirnya.

"Gege tidak senang melihatku ada di sini?"

"Ani, bukan begitu Mochi. Hanya saja, aku bingung. Bukannya kau bilang hanya menginap di sini selama 3 hari? Ini sudah 5 hari" jelas Sungmin bingung.

"Hehehe… Lee Soo Man-sshi memperpanjang waktu liburku, tapi hari ini aku sudah harus kembali ke China"

"Ne. Kau tau Sungmin~ah? Selama kau tidak ada, Mochi ini sangat menyusahkan. Ia memaksa untuk tidur di ranjangmu. Ia juga sering melamun" ujar Heechul.

"Mwo? Benarkah?"

"Gege~" rajuk Henry.

Semua yang melihat Henry cemberut hanya tertawa, begitu pula dengan Sungmin. Henry yang cemberut akhirnya ikut tertawa bersama hyungdeul-nya.

"Ne, gege. Neomu bogoshipoyo" ujar Henry sembari memeluk tubuh Sungmin.

"Kami pulang" teriak seseorang dari arah pintu dorm.

Tak beberapa lama, dua orang namja telah berdiri bersama mereka semua.

"Minnie hyung!" seru salah satu namja yang baru saja pulang.

Namja itu berlari ke arah Sungmin dan memeluknya erat. Tak lupa melepaskan pelukan Henry dari tubuh namjachingu-nya.

"Kau baru pulang? Dari mana saja?" tanya Sungmin.

Seketika tubuh namja itu menegang. Ia melepaskan pelukannya dari Sungmin.

"A-a-aku… A-aku—"

"Kami dari taman, hyung" potong Zhou Mi.

Kyuhyun menghela nafas mendengar jawabanya yang dilontarkan oleh Zhou Mi. Lalu ia kembali memeluk Sungmin.

"Bogoshipoyo" ujar Kyuhyun.

"Nado bogoshipo, Kyu" balas Sungmin.

"Mimi-ge, kau tidak ke game center? Tumben sekali" ujar Henry.

Kyuhyun dan Zhou Mi menatap Henry kesal. Tentu saja karena mengingatkan mereka hal yang tidak ingin mereka ingat.

"Aish~ Jangan membicarakannya" ujar Zhou Mi.

"Wae? Aku kan hanya bertanya"

"Game centernya tutup, sedang di renovasi" jawab Kyuhyun.

"Benarkah? Tapi syukurlah, berarti aku tidak perlu memaksa Mimi-ge" ujar Henry.

"Apa maksudmu, Mochi?" tanya Ryeowook.

"Jika sudah bermain game, Mimi-ge akan lupa segalanya. Jadi akan susah nanti. Aku harus menarik tubuhnya yang tinggi dan besar itu agar lepas dari game. Belum lagi membereskan barang-barangnya yang tidak penting itu" ujar Henry.

Zhou Mi berjalan ke arah Henry, lalu mengusap rambut Henry hingga berantakan. Henry berusaha menghentikan perbuatan Zhou Mi, namun ia tidak berhasil.

"Ya! Hentikan, Mimi-ge! Jangan merusak tataan rambutku yang sempurna ini!" seru Henry kesal.

Akhirnya Zhou Mi menghentikan gerakan tangannya yang mengacak rambut Henry yang kini telah sangat tidak beraturan. Zhou Mi tertawa melihat wajah Henry yang cemberut dan akhirnya terjadilah kejar-kejaran antara Zhou Mi dan Henry. Henry berusaha mengejar Zhou Mi untuk balas dendam karena Zhou Mi membuat rambutnya berantakan.

"Mimi-ge! Berhenti!"

"Ani, Mochi. Aku tidak akan berhenti"

"Aish~ Mereka seperti anak kecil" ujar Leeteuk.

Member lain yang mendengar hanya tertawa, kecuali satu orang. Namja itu menatap Zhou Mi dan Henry yang masih kejar-kejaran dengan tatapan tidak suka.

"Minnie, ayo kita ke kamar" ujar Kyuhyun sembari menarik tangan Sungmin perlahan.

"Ne, Kyu"


"Kyu, gwenchanayo?"

"Ne, gwenchana"

Kamar itu kembali hening. Sesaat setelah Kyuhyun menarik Sungmin masuk ke kamar mereka, Kyuhyun segera berbaring di atas ranjangnya dan menarik tangan Sungmin hingga Sungmin berbaring di samping Kyuhyun. Segera saja Kyuhyun memeluk Sungmin dengan erat.

"Kyu…"

Hening, tak ada jawaban dari Kyuhyun.

"Kyuhyunnie"

"Wae?" jawab Kyuhyun sedikit membentak.

"A-a-aniyo"

Tubuh Sungmin sedikit gemetar. Merasakan hal itu, Kyuhyun semakin memeluk Sungmin dengan erat. Ia mengelus rambut Sungmin dengan lembut.

"Mianhae" bisik Kyuhyun pelan.

"Ne, gwenchana" bisik Sungmin.

Suasana kembali hening, bahkan menjadi tegang. Tak ada seorang pun dari kedua namja itu yang berniat untuk mencairkan suasana.

"Kyu…"

"Wae, Minnie?"

"Apa yang akan kau lakukan jika aku meninggal?"

Kyuhyun sedikit melonggarkan pelukannya dan menatap wajah Sungmin.

"Apa maksudmu, Minnie?"

"Ani, aku hanya bertanya. Jika kau tidak mau menjawabnya, tidak apa-apa"

Sungmin menenggelamkan wajahnya di dada Kyuhyun dan memeluk Kyuhyun semakin erat.

"Jika kau meninggal, aku…"

"Gwenchana, kau tidak perlu menjawab pertanyaanku yang konyol" ujar Sungmin lembut.

"Mianhae"

"Ne"

Mereka pun jatuh tertidur dengan saling berpelukan.


"Kui Xian" bisik Zhou Mi pelan.

Sesaat setelah Kyuhyun menarik Sungmin ke arah kamar mereka, Zhou Mi berhenti berlari sehingga memberi kesempatan bagi Henry untuk membalas dendam karena Zhou Mi telah mengacak rambutnya yang rapi.

"Wae, gege? Ni shuo shen me?"

"Ani, aku tidak bilang apa-apa" ujar Zhou Mi sembari tersenyum tipis pada Henry.

"HYUNG! KAMI PULANG DULU YA!" teriak Henry tiba-tiba.

"Ne, hati-hati di jalan. Zhou Mi, kau jaga Henry. Jangan sampai ia hilang dan diculik penjahat" pesan Leeteuk.

Henry yang juga mendengar pesan Leeteuk pada Zhou Mi menggembungkan kedua pipinya.

"Ya! Aku bukan anak kecil lagi, aku sudah besar"

"Ani. Kau masih kecil, Henry" ujar Zhou Mi.

"Aku sudah besar"

"Kecil"

"Besar"

"Kecil"

"Besar, gege"

"Kecil, Henry Lau"

"Aku sudah besar!"

"Kau masih kecil"

"Ani! Aku sudah besar"

"Apa buktinya?" tanya Zhou Mi.

"Tinggiku hampir menyamai gege" ujar Henry sembari berdiri di samping Zhou Mi.

"Ne, kau benar"

"Makanya, jangan perlakukan aku seperti anak kecil lagi. Aku sudah besar, gege"

"Ne, tinggimu memang hampir menyamai-ku. Tapi kamu masih kecil, Henry Lau. Hanya badanmu yang besar"

Mendengar hal itu Henry kembali menggembungkan pipinya.

"Sudah, kalian ingin tertinggal pesawat?" lerai Siwon.

"Ah, benar. Jam berapa sekarang?"

"14.56″

"Gawat! Ini salah Mimi-ge, kita harus berada di bandara dalam waktu 29 menit. Arghhh…"

Henry dengan cepat memeluk semua hyungdeul-nya. Namun karena tidak melihat Sungmin dan Kyuhyun, Henry hanya menitip salam. Lalu Henry berlari ke arah pintu keluar sembari menarik kopernya yang cukup besar. Berbeda dengan Zhou Mi yang sedang berjalan ke arah kamar Kyuhyun dan Sungmin. Ia mengetuk pintu, namun tak ada yang menjawab. Zhou Mi ingin membuka pintu, namun sebuah tangan menghentikan gerakannya.

"Mereka sedang tidur, sebaiknya jangan diganggu"

Zhou Mi melihat ke belakang dan mendapati Yesung di sana.

"Arraseo. Aku hanya ingin berpamitan"

"MIMI-GE! CEPAT! KITA SUDAH TERLAMBAT!"

"Lebih baik kau segera pergi ke bandara. Kalian sudah terlambat. Biar aku yang menyampaikan salam perpisahan darimu" ujar Yesung dengan suara datar.

"Arraseo. Aku pamit, hyung. Salam untuk Kui Xian dan Sungmin hyung"

Zhou Mi pun pergi tanpa melihat ke belakang, meninggalkan Yesung sendiri di depan kamar Kyuhyun dan Sungmin.

"Kui Xian"


Semenjak hari itu, Kyuhyun selalu berada di samping Sungmin. Tak sedikitpun Kyuhyun mau jauh dari Sungmin kecuali saat jadwal mereka berbeda. Kyuhyun bahkan menjadi jauh lebih manja dan protektif terhadap Sungmin hingga membuat member lain menjadi kesal padanya.

"Ya! Magnae, kami hanya ingin berbicara dengan Sungmin" ujar Heechul setelah amarahnya tak dapat dibendung lagi.

"Aku tidak perduli"

Kyuhyun memeluk Sungmin yang duduk dipangkuannya erat. Ditopangkan dagunya di bahu Sungmin dan mendekatkan hidungnya di lekukan leher Sungmin.

"Kyu…"

"Wae, Minnie?"

"Kau membuat hyungdeul dan dongsaengdeul marah"

"Aku tidak perduli. Lagipula besok aku sudah harus ke China. Biarkan aku memelukmu sepuasnya" ujar Kyuhyun.

"Arraseo"

Sungmin kembali diam dan membiarkan apa yang Kyuhyun lakukan padanya.

"Sungmin, kau terlalu memanjakan Kyuhyun" ujar Hankyung.

"Gwenchana. Lagipula besok Kyu sudah ke China"

"Tapi–"

"Gwenchana, hyung. Bukankah lebih baik sekarang hyung manghabiskan waktu bersama Hankyung hyung?"

Wajah Heechul memerah. Hankyung, Donghae, Siwon, Ryeowook, dan Kyuhyun memang harus pergi ke China besok untuk show Super Junior M. Sehingga Heechul, Eunhyuk, Kibum, Yesung, dan Sungmin berusaha menghabiskan waktu berdua dengan pasangan masing-masing untuk melepas rindu karena tidak bisa bertemu selama beberapa hari kedepan.

"Betul juga. Kajja!" seru Heechul sembari menarik tangan Hankyung ke arah kamar mereka.

Hankyung yang ditarik oleh Heechul hanya tersenyum tipis ke arah Sungmin, lalu menghilang dari balik pintu kamar.

"Minnie, kajja! Kita juga ke kamar"

"Untuk apa? Di sini tidak ada siapa-siapa"

"Kau akan tau jika kita sudah berada di kamar"

Kyuhyun menarik tangan Sungmin dan membawanya ke dalam kamar. Dan hari itu menjadi hari yang sangat nikmat untuk mereka, namun esok akan menjadi hari yang menyakitkan untuk semua uke karena mereka akan susah untuk berjalan selama beberapa hari ke depan.


"Kyu, hati-hati di jalan" ujar Sungmin sembari mencium pipi Kyuhyun.

"Ne, chagi. Jaga kesehatanmu, aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu"

Kyuhyun mencium dahi Sungmin lembut dan lama. Sedangkan Sungmin hanya memejamkan matanya, menikmati ciuman Kyuhyun di dahinya.

"Annyeong" ujar Sungmin sembari tersenyum manis.

"Annyeong, Minnie"

Sungmin menatap punggung Kyuhyun yang berjalan menjauhinya dengan senyum manis, namun di matanya terdapat sebuah kesedihan dan kepedihan. Heechul, Yesung, Eunhyuk, dan Kibum yang juga ikut mengantar pasangan mereka menatap Sungmin dan tersenyum tipis.

"Gwenchana. Kyuhyun pasti baik-baik saja di China. Tak usah terlalu mencemaskannya" ujar Yesung.

"Ne, hyung. Aku tau"

"Jika kau tau, untuk apa kau mencemaskan Evil-Magnae itu?" tanya Heechul.

Sungmin melepaskan pandangannya dari punggung Kyuhyun yang telah menghilang dan menatap Heechul sendu.

"Aniyo, aku tidak tau. Hanya saja aku merasa tidak rela jika Kyuhyun pergi ke China"

Sungmin menundukkan wajahnya, menyembunyikan wajahnya yang menahan sakit di hati-nya.

"Hyung, ini kan demi job" ujar Kibum.

"Aku tau. Namun ini terasa berbeda. Aku merasa bahwa Kyuhyun akan meninggalkanku. Ia akan meninggalkanku setelah ia pulang dari China"

Eunhyuk menepuk pundak Sungmin pelan, berusaha menyemangati sahabatnya itu.

"Tenanglah, hyung"

"Arraseo. Lebih baik sekarang kita kembali ke dorm. Leeteuk hyung pasti cemas"

Kelima namja itu pergi meninggalkan bandara dalam diam, sibuk dengan pikiran masing-masing. Mereka tak menyadari apa yang ada di depan mereka, masa depan yang menanti mereka. Tak ada yang tau, karena mereka hanyalah manusia biasa yang tak bisa mengetahui masa depan mereka. Mereka hanya bisa menjalani kehidupan mereka sebaik-baiknya, karena apa yang ada di depan mungkin bisa membuat mereka menyesal akan masa lalu. Ya, masa depan ada di tangan manusia. Apa yang terjadi di masa depan bergantung pada pilihan mereka di masa lalu.


"Kui Xian"

Kyuhyun masih tetap posisinya, berbaring di atas ranjang. Zhou Mi yang tidak mendapat tanggapan, berjalan mendekati Kyuhyun dan duduk di tepi ranjang. Dibelainya rambut coklat Kyuhyun dengan lembut.

"Kui Xian"

"Wae?" bentak Kyuhyun.

"Waeyo? Kau marah padaku?"

Kyuhyun mendudukan tubuhnya dan menghadap ke arah Zhou Mi.

"Aku tidak suka jika kau dekat dengan Henry" jujur Kyuhyun.

Zhou Mi tersenyum mendengar pernyataan Kyuhyun yang sangat jujur padanya.

"Mianhae"

"Jangan seperti itu lagi"

"Arraseo. Kui Xian, bagaimana dengan hubungan kita?" tanya Zhou Mi.

"Apa maksudmu? Ada apa dengan hubungan kita?"

"Aku tidak ingin kita bersembunyi seperti ini terus menerus. Aku ingin semuanya tau tentang hubungan kita" jelas Zhou Mi.

"Mwo? Mimi-ge tau kalau aku masih berpacaran dengan Sungmin hyung, kan?"

"Ne, aku tau. Maka dari itu, aku ingin kau putus dengan Sungmin hyung"

"Tapi…"

Suasana di kamar itu menjadi hening. Zhou Mi memandang Kyuhyun yang menundukkan wajahnya.

"Aku tidak akan memaksa-mu, tapi aku memerlukan kejelasan tentang hubungan kita ini. Aku tidak ingin dianggap sebagai perusak hubunganmu dan Sungmin hyung" ujar Zhou Mi sembari berjalan pergi meninggalkan Kyuhyun sendirian di kamar itu.

"Otokkhe?"


Sebulan setelah kepergian Hankyung, Donghae, Siwon, Ryeowook, dan Kyuhyun ke China, akhirnya mereka pulang kembali ke Korea. Heechul, Yesung, Eunhyuk, Sungmin, dan Kibum yang tidak bertemu dengan namja-chingu mereka selama sebulan berusaha meluangkan waktu di tengah jadwal mereka yang padat.

"Kyuhyunnie… Nan neomu bogoshipo" seru Sungmin sembari memeluk Kyuhyun erat.

"Ne, nado bogoshipo"

Kyuhyun menundukan wajahnya dan mencium bibir Sungmin lembut. Heechul, Hankyung, Yesung, Eunhyuk, Donghae, Siwon, Ryeowook, dan Kibum yang melihat apa yang dilakukan Kyuhyun dan Sungmin hanya bisa tersenyum. Tentu saja mereka juga ingin mencium namja-chingu masing-masing, namun mereka masih mengenal waktu dan tempat sehingga mereka tidak melakukannya di depan pintu dorm.

"Ya! Kalian jangan berciuman di depan pintu, kalian menghalangi jalan" seru Heechul.

Kyuhyun dan Sungmin masih terus berciuman dan tidak menanggapi perkataan Heechul. Heechul yang tidak mendapat tanggapan, akhirnya merasa kesal dan dengan penuh 'perasaan' ia memukul kepala Kyuhyun dan Sungmin dengan sebuah buku setebal 10 cm yang tentu saja sangat berat.

"Hyaa!"

Kyuhyun dan Sungmin mengelus kepala mereka yang telah dipukul Heechul dengan sebuah buku setebal 10 cm.

"Hyung! Kenapa memukul kepala kami dengan buku setebal 10 cm?"

"Karena kalian menghalangi jalan dan tidak mendengar perkataanku. Kalian juga membuatku kesal karena berciuman di depan pintu"

"Tapi kenapa memukul kepala kami dengan buku setebal 10 cm?" tanya Sungmin yang masih mengelus kepalanya.

"Karena aku menginginkannya"

Hankyung, Yesung, Eunhyuk, Donghae, Siwon, Kibum, dan Ryeowook yang mendengar hal itu hanya bisa menggelengkan kepala mereka. Karena pintu masuk sudah tak dihalangi oleh Kyuhyun dan Sungmin lagi, akhirnya ketujuh namja itu masuk ke dorm dan meninggalkan Kyuhyun, Sungmin, dan Heechul yang masih bertengkar.

"Chullie, kau mau Beijing fried rice?" tanya Hankyung berusaha melerai pertengkaran itu.

"Beijing fried rice? Ne, aku mau"

Heechul berjalan masuk ke dalam dorm tanpa melihat ke arah Kyuhyun dan Sungmin. Kedua namja yang tinggal oleh Heechul di depan pintu berjalan memasuki dorm dan menuju kamar mereka.


"Kyu"

"…"

"Kyu"

"…"

"KYUU!"

"BERISIK! AKU SEDANG MAIN GAME!" bentak Kyuhyun kasar.

Sungmin yang merasa kaget karena dibentak Kyuhyun segera berlari keluar kamar dan menutupnya dengan kasar. Kyuhyun tak berusaha mengejar Sungmin dan tak sedikitpun merasa bersalah. Seminggu semenjak kepulangan Kyuhyun dari China, sikap Kyuhyun pada Sungmin memang berubah. Tak ada lagi kelembutan, yang ada hanyalah kata-kata yang kasar. Kyuhyun semakin menjauhi Sungmin dan mulai tak mempedulikan namja-chingu-nya itu. Jika memiliki waktu luang, Kyuhyun hanya bermain game atau memegang hape, mengirim kabar pada Zhou Mi tercintanya. Kyuhyun semakin berubah, tak ada lagi Cho Kyuhyun yang begitu menyayangi dan menjaga Lee Sungmin. Sekarang yang ada hanyalah Cho Kyuhyun yang cuek, kasar, dan jahat.


"Sungmin, waeyo?"

Saat ini Sungmin sedang berada di taman belakang dorm. Ia duduk di sebuah ayunan dan menundukkan wajahnya. Air matanya mengalir membasahi kedua pipi putihnya.

"Sungmin, gwenchanayo?"

Sungmin mengangkat wajahnya dan menatap namja yang berlutut di depannya. Air matanya masih mengalir dan isak tangis mulai terdengar dari bibir mungilnya.

"H-h-hyung… Hiks"

Namja yang sedang berlutut di depan Sungmin bergerak memeluk tubuh Sungmin yang lebih kecil darinya. Diusapnya kepala Sungmin lembut, menenangkan Sungmin yang semakin menangis.

"Ssssttt… Sungmin?"

"Hiks… Ye… Yesung hyung… Hiks…"

"Waeyo? Gwenchanayo?"

Sungmin terus menangis. Yesung yang bingung dengan keadaan dongsaeng-nya hanya bisa memeluk Sungmin dan mengelus rambutnya.

"Ssssttt… Tenanglah"

Setelah beberapa saat, akhirnya Sungmin berhenti menangis. Kaus yang dikenakan Yesung basah oleh air mata Sungmin.

"M-mi-mianhae…"

"Ne, gwenchana. Sudah merasa lebih baik?" tanya Yesung lembut.

Yesung tersenyum pada Sungmin dan menepuk kepala Sungmin lembut. Sungmin berusaha tersenyum, namun bukan senyum manis yang merekah.

"Jangan memaksakan diri untuk tersenyum"

"Ne"

Yesung beranjak dari posisinya dan duduk di ayunan yang ada di sebelah Sungmin.

"Gwenchanayo?"

"Ne, hyung. Gwenchana"

"Kenapa kau menangis?"

Sungmin terdiam. Ia bingung, haruskah Ia menjawab pertanyaan Yesung? Ia tidak ingin membuat yang lain cemas dan khawatir. Ia juga tidak mau jika Kyuhyun dimarahi oleh yang lain hanya karena Kyuhyun membentaknya yang sudah mengganggu Kyuhyun saat Kyuhyun bermain game.

"Ani. Aku hanya ingin menangis" jawab Sungmin.

"Apa pun alasanmu, aku hanya ingin kau berbagi dengan kami. Kami keluargamu, Sungmin. Jangan memendam masalahmu sendirian karena kau bisa membagi-nya dengan kami. Arraseo?"

"Ne, hyung. Gomawo"

Yesung berdiri dari duduk dan menarik tangan Sungmin pelan.

"Kajja! Lebih baik kita jalan-jalan"


"Hyung, cepat!"

Sungmin tersenyum melihat Ryeowook yang berlari pelan sambil menarik tangan Yesung. Setelah menangis, Yesung mengajak Sungmin untuk ikut dengannya dan Ryeowook yang ingin pergi ke bazar. Ryeowook yang tak sabar menunggu untuk pergi ke bazar tentu saja senang saat Yesung mengajak Sungmin ikut serta. Menurutnya semakin banyak yang ikut, maka akan semakin menyenangkan. Sayangnya member lain sudah memiliki acara tersendiri sehingga mereka tidak ikut ke bazar. Kang-In dengan Leeteuk pergi entah kemana. Hankyung dengan Heechul pergi sejak pagi. Shindong pergi ke rumah Nari. Donghae dan Eunhyuk mengurung diri di kamar. Siwon dan Kibum pergi ke rumah Siwon. Sedangkan Kyuhyun, entahlah. Sejak pagi ia hanya bermain game dan memengang hape-nya.

"Wookie, pelan-pelan"

Yesung berjalan mengikuti Ryeowook yang terus menarik tangannya. Sungmin yang melihat Ryeowook yang tidak sabar dan Yesung yang berusaha menyamai langkah Ryeowook hanya tertawa kecil.

"Chagi, bazarnya tidak akan kemana-mana. Jadi pelan-pelan saja. Kita masih ada banyak waktu untuk mengelilingi seluruh tempat ini. Lagipula besok kita masih bisa ke sini" ujar Yesung.

Ryeowook yang mendengar hal itu berhenti menarik tangan Yesung dan menatap namja-chingu-nya dengan puppy-eyes.

"Aku hanya ingin cepat bersenang-senang dengan Yesung hyung dan Sungmin hyung, memangnya tidak boleh?" tanya Ryeowook dengan mata memelas.

Yesung yang melihat ekspresi Ryeowook menjadi luluh dan pasrah. Ia memang tidak bisa menang dari Ryeowook kecuali di atas ranjang.

"Baiklah, Wookie-chagi. Aku akan menuruti-mu" ujar Yesung yang bergaya seperti pelayan.

"Kalian ini, mesra sekali. Aku iri~" canda Sungmin.

Wajah Ryeowook memerah, sedangkan Yesung tertawa mendengar ucapan Sungmin. Yesung merangkul pundak Ryeowook mesra dan mencium pipi Ryeowook lembut.

"Tentu saja. Benarkan, Wookie-chagi?"

Wajah Ryeowook semakin memerah. Melihat hal itu, Sungmin dan Yesung tertawa. Karena merasa malu dan kesal, Ryeowook menggembungkan pipinya dan mencubit lengan Yesung keras.

"Aww! Chagi, sakit"

Yesung terus menggoda Ryeowook dan dibantu oleh Sungmin. Akhirnya karena kesal Ryeowook berjalan pergi meninggalkan Yesung dan Sungmin, membuat kedua namja itu mengejar Ryeowook yang marah. Dan sebagai permintaan maaf, Sungmin dan Yesung membelikan semua yang diinginkan Ryeowook. Seperti permen kapas, ikan mas koki, topeng, takoyaki, dan masih banyak lagi.

"Ah~ Aku benar-benar iri" bisik Sungmin pelan.

Sungmin berjalan menjauh saat Yesung dan Ryeowook tak melihatnya. Ia berjalan ke arah sebuah taman yang sepi. Hanya ada beberapa orang di sana. Sungmin duduk di salah satu bangku, menyenderkan punggungnya dan menutup matanya. Angin malam berhembus sepoi-sepoi, membuat udara bertambah dingin. Namun hal itu tak membuat Sungmin beranjak dari duduknya.


Sungmin POV

"Lelah…"

"Aku lelah, sangat lelah. Kapan semua ini berakhir? Kapan hidupku berakhir?"

Kututup mataku dengan lenganku. Kurasakan mataku memanas. Cukup. Sudah terlalu banyak air mata yang kukeluarkan. Aku ingin menghentikan semua ini. Aku sudah tak peduli lagi. Lakukan apa pun yang kau inginkan, Kyu. Sesuai janji-ku padamu. Aku akan menunggumu. Apa pun yang terjadi, aku akan tetap menunggu.

"Meski aku sudah tak ada di dunia ini lagi, aku akan menunggumu. Aku janji dan aku tidak akan mengingkari janjiku sendiri"

"Cepatlah berakhir, karena aku benar-benar sudah lelah" bisikku pelan.

"Lelah kenapa, hyung? Apa yang harus cepat berakhir?" tanya sebuah suara.

Kutegakkan tubuhku dan melihat ke arah kananku. Berdiri 2 namja di sana. Menatapku bingung sedangkan yang lainnya menatapku datar.

"A-a-aniyo. Bu-bukan apa-apa" jawabku gugup.

"Benarkah?"

Aku berdiri dan menatap Ryeowook dan Yesung hyung gugup. Aish~ Paboya!

"Ne, tentu"

"Kau yakin?"

"Tentu saja. Aku hanya merasa lelah, jadi kuharap kesibukan kita sedikit berkurang" ujarku bohong.

Aku kembali duduk di bangku. Yesung hyung dan Ryeowook duduk di sampingku. Ryeowook menyenderkan kepalanya di bahu Yesung hyung dan memejamkan matanya.

"Ne, aku juga mulai merasa lelah. Mungkin kita harus meminta libur selama sebulan" usul Ryeowook.

Aku tersenyum. Mereka tidak menyadari bahwa aku berbohong.

"Aegiya?"

"Ne, hyung?"

"Gwenchanayo?"

"Ne, gwenchana"

Ah~ Mereka benar-benar membuatku iri. Andai Kyuhyun masih seperti dulu, awal kami menjadi sepasang kekasih. Ia begitu menyayangi-ku, menjagaku. Kyuhyun berubah semenjak ia dan Zhou Mi pergi ke game center bersama. Ya, semenjak hari itu. Cho Kyuhyun, namja-chingu-ku berubah menjadi orang asing bagi diriku. Tapi aku masih tetap mencintainya. Perasaanku masih sama dan belum berubah sedikit, aku bahkan semakin mencintainya. Tak ada rasa benci di hatiku. Hanya kecewa dan sakit yang kurasakan saat ini. Namun hal itu tak membuatku berhenti untuk mencintainya.

"…min"

"Sung…"

"…ung"

"Sungmin hyung"

Kurasakan sebuah tangan menggoyangkan tubuhku. Aku melihat ke arah kananku. Ryeowook menatapku khawatir.

"Hyung, gwenchanayo?"

"Gwenchana, Wookie~ah"

Aku tersenyum, meyakinkan bahwa aku baik-baik saja. Kueluskan rambut Ryeowook lembut dan pelan. Tiba-tiba sebuah tangan menghentikan gerakanku. Belum sempat aku melihat pemilik tangan itu, tanganku ditarik dan memaksaku untuk berdiri.

"Ikut aku"

Aku berusaha menyamakan langkahku dengan pemilik tangan tersebut, namun kaki-ku yang tidak terlalu panjang membuatku susah untuk mengikuti langkah kaki orang itu.

"Pe… Pe-pelan… Hosh… Hosh… Pelan-pelan…"

Orang itu berhenti berjalan. Ia membalik tubuhnya, membuatku bisa melihat wajah orang itu.

"K-k-kyu…"

"Kau kaget melihatku, Minnie?" tanya Kyuhyun.

Ia tersenyum, namun bukan senyum ramah. Aku sedikit berjalan mundur. Senyum Kyuhyun saat ini benar-benar membuatku takut.

"A-aku–"

Kyuhyun berjalan mendekat ke arahku. Aku diam, tak bergerak sedikitpun. Kyuhyun mengelus pipiku lembut, namun hal itu tak membuatku merasa nyaman sedikitpun. Ia membuatku semakin takut.

"K-k-kyu?" panggilku pelan.

Kyuhyun masih tersenyum padaku.

PLAKK!

Pipiku terasa panas. Kusentuh pipiku perlahan. Saat jariku menyentuh kulitku, aku merasa perih.

"W-wae?"

Kyuhyun tersenyum sinis padaku. Ia mengangkat daguku dan mencium bibirku dengan kasar. Aku diam, tak membalas maupun melawan. Kyuhyun menjilat bibir bawahku, namun aku tak bereaksi. Ia mengigit bibirku, membuatku tersentak kaget dan membuka mulutku sedikit. Kyuhyun memasukkan lidahnya ke dalam mulutku, menelusuri seluruh bagian mulutku. Semakin lama, Kyuhyun semakin kasar menciumku dan membuatku susah untuk bernapas. Aku berusaha mendorong tubuh Kyuhyun agar ia menghentikan ciumannya, namun aku tidak memiliki tenaga. Kupukul bahunya, namun tak ada reaksi darinya. Aku meronta. Akhirnya aku jatuh pingsan karena kurangnya pasokan udara yang masuk ke dalam paru-paruku.

"Mianhae"


Normal POV

Kyuhyun merebahkan Sungmin di atas ranjangnya. Dipandangi-nya namja-chingu-nya yang pingsan. Secara perlahan Kyuhyun membelai wajah putih Sungmin dengan lembut.

"Minnie"

Entah apa yang mendorongnya, Kyuhyun mendekatkan wajahnya pada wajah Sungmin. Gerakan tangannya yang membelai wajah Sungmin terhenti, kini tangannya membingkai wajah Sungmin sedangkan yang lainnya menjadi tumpuan agar ia tidak menimpa tubuh mungil Sungmin.

5cm

3cm

1cm

TOK TOK TOK!

Kyuhyun menghentikan gerakannya. Ia menatap wajah namja yang ada di depannya sekilas. Dengan cepat ia mencium bibir merah yang memang menjadi tujuannya.

TOK TOK TOK!

Pintu kembali diketuk. Kyuhyun beranjak dari posisinya dan berjalan mendekati pintu. Dengan perlahan tangannya memegang gagang pintu dan membukanya.

"Su-sungjin?"


TBC


Yak, 1 chapter lagi dan FF ini akan benar-benar selesai xD

Penasaran? Tunggu yah...

Tunggu aku ada mood ntk update

Kalo badmood, aku mungkin ga akan update ampe beberapa bulan ke depan xD


Special thanks for :

kangkyumi, Pipin, emyKMS, SparKyuAlan, Cho SungMel, Anh Rin Rin, JiEyounG2112


Gomawo atas reviewnya :)

Dan sebelum chap terakhir aku update entah knp, masih adakah yg bersedia review?

Review kalian menentukan mood'ku

Dikit yg review, moodku akan jd jelek dan aku akan mengupdate'nya beberapa bulan lg :)