Title : PAST

Main Cast :

- Lee Sungmin

- Cho Kyuhyun

and another support cast

Main Pair : Crack!Kyumin

Genre : Yaoi / Romance / Hurt / Comfort / Angst

Rating : T

Length : Chapter

Author : Matsuo Kumiko


Kyuhyun tersentak kaget saat mendapati Sungjin yang berdiri di depan pintu kamarnya saat malam hari. Ia tidak menyangka bahwa Sungjin akan datang, bahkan tak pernah sedikit pun terlintas dibenaknya bahwa Sungjin akan datang mengunjungi mereka.

"Sunjin…"

"Wae?"

Kyuhyun terdiam dan sedikit kikuk. Ia bingung mengapa Sungjin bisa berada di sini.

"Sungjin~ah, ada apa datang ke sini?" tanya Kyuhyun sedikit gugup.

Sungjin tersenyum pada Kyuhyun dan sedikit memiringkan kepalanya.

"Wae? Apakah aku tidak boleh datang berkunjung ke sini?"

"Aniyo, hanya saja ini sudah malam. Bukankah kau bisa datang besok pagi?"

"Ne, tapi aku tidak akan lama di sini. Lagipula aku hanya ingin melihat keadaan Sungmin hyung"

Dengan perlahan, Sungjin berjalan melewati Kyuhyun dan mendekati Sungmin yang terlelap di atas ranjangnya. Sungjin tersenyum melihat hyung-nya yang tertidur dengan damai. Saat sedang mengamati wajah hyung-nya yang tengah tertidur, Sungjin mendapati adanya warna merah di pipi Sungmin. Warna merah itu tidak terlihat seperti make-up, namun terlihat seperti terbentur sesuatu dengan keras.

"Kyuhyun hyung…" panggil Sungjin.

Kyuhyun yang sedari tadi berdiri di dekat pintu sembari mengamati setiap tindakan Sungjin, tersentak kaget saat mendengar Sungjin memanggilnya. Dengan segera Kyuhyun berjalan mendekati Sungjin dan berdiri di sampingnya.

"Waeyo?"

"Mengapa pipi Sungmin hyung memerah?" tanya Sungjin sembari menunjuk ke arah pipi Sungmin yang berwarna merah tanpa melihat ke arah Kyuhyun.

Kyuhyun tersentak kaget. Ia bingung harus menjawab apa. Apakah ia harus jujur? Tapi… Aish~ Alasan apa yang harus dibuatnya?

"Itu… Itu…"

Sungjin menatap ke arah Kyuhyun yang berdiri di sampingnya. Ia menatap Kyuhyun dengan bingung. Waeyo?

"Ah! Tadi pagi Sungmin jatuh dari ranjangnya dan pipinya memerah karena terbentur dengan lantai dengan cukup keras" jelas Kyuhyun tanpa melihat ke arah Sungjin.

Sungjin mengangguk mendengar penjelasan dari Kyuhyun. Menurutnya penjelasan Kyuhyun sangat masuk akal. Aish~ Sungmin hyung sungguh ceroboh hingga jatuh dari ranjang saat tertidur. Sungjin kembali melihat ke arah Sungmin, namun tak ada tanda-tanda bahwa hyung-nya akan bangun dari tidurnya.

"Kurasa Sungmin hyung tidak akan bangun, jadi sebaiknya aku pulang saja. Lagipula ini sudah malam, eomma dan appa pasti khawatir jika aku pulang terlalu malam" ujar Sungjin sembari beranjak dari tempatnya.

"Arasseo" ujar Kyuhyun.

Sungjin pun berlalu dari kamar mereka. Sesaat setelah Sungjin pulang, Sungmin tersadar dari pingsannya dan mendapati Kyuhyun tengah duduk di tepi ranjangnya. Kyuhyun sedang memandang wajah Sungmin dengan lembut.

"Kyu…"

"Gwenchanayo? Bagaimana keadaanmu, Minnie-ah?" tanya Kyuhyun dengan lembut.

"Gwen—Akh! Appo…"

Sungmin menyentuh pipinya yang memerah. Melihat hal itu, Kyuhyun beranjak dari duduknya dan berjalan keluar dari kamar. Meninggalkan Sungmin sendirian di dalam kamar yang memandang punggung Kyuhyun dengan sarat sedih dan sakit.


Saat Sungmin tengah berbaring dan mencoba untuk kembali tidur, tiba-tiba saja pintu kamar terbuka. Sungmin kembali membuka matanya dan menatap ke arah pintu yang terbuka. Terlihat Kyuhyun berdiri disana, di depa pintu. Di tangannya terdapat sebuah baskom kecil dan sebuah handuk kecil. Kyuhyun berjalan mendekat ke arah Sungmin. Ia duduk di tepi ranjang dan menatap Sungmin lembut. Dengan perlahan, Kyuhyun mengelus pipi Sungmin yang memerah. Ia mengelusnya dengan sangat lembut dan perlahan.

"Gwechana?" tanya Kyuhyun.

"Ne" jawab Sungmin singkat.

Kyuhyun membantu Sungmin untuk duduk di ranjang. Tak lupa Kyuhyun menyusun bantal-bantal yang ada agar membuat Sungmin merasa nyaman. Kyuhyun membasahi handuk kecil yang bawa dengan air yang terdapat dalam baskom kecil. Dengan perlahan ia mengusap pipi Sungmin yang memerah dengan handuk kecil tersebut secara perlahan agar tidak menyakiti Sungmin.

"Mianhae, apakah terasa sakit?"
"Aniyo, gwenchana" ujar Sungmin.

Sungmin kembali membaringkan tubuhnya. Di sampingnya terdapat Kyuhyun yang juga ikut berbaring. Sungmin akhirnya tertidur dengan berbantal lengan Kyuhyun, sedangkan Kyuhyun masih mengusap pipi Sungmin yang memerah dengan handuk kecil.

"Jal jayo, Minnie-ah" ujar Kyuhyun sembari mencium pipi Sungmin.


Matahari belum menampakkan sinarnya, namun Kyuhyun telah terbangun dari tidurnya. Saat melihat Sungmin yang berada di sampingnya, Kyuhyun mendapati bahwa namjachingu-nya tersebut masih tertidur di alam mimpi sembari memeluknya erat. Dengan perlahan Kyuhyun mengelus pipi Sungmin yang memerah agar tidak membangunkan namja tersebut.

"Mianhae, chagi"

Kyuhyun menatap wajah Sungmin cukup lama. Lalu perlahan-lahan ia mendekatkan wajah mereka. Tanpa menutup matanya, Kyuhyun mencium pipi Sungmin yang kemarin ia tampar. Akhirnya Kyuhyun menutup matanya dan mulai menjilat pipi Sungmin. Sungmin yang merasa geli dan basah di pipinya, terbangun dan mendapati Kyuhyun yang sangat dekat dan sedang menjilat pipinya.

"K-k-kyu…?"

Kyuhyun menyadari bahwa Sungmin telah terbangun dari tidur, namun ia tetap menjilati pipi Sungmin.

"Kyu… Mengapa kau menampar wajahku?" tanya Sungmin dengan suara yang sangat kecil namun masih dapat didengar oleh Kyuhyun.

Kyuhyun berhenti menjilat pipi Sungmin dan menatap Sungmin dalam. Dengan perlahan dan lembut, Kyuhyun mengusap pipi Sungmin yang memerah.

"Mianhae… Apakah masih terasa sakit?"

"Gwenchana, hanya terasa sedikit perih"

Suasana kembali menjadi hening hingga akhirnya Sungmin kembali bertanya pada Kyuhyun.

"Mianhae… Saat itu, aku merasa panik karena kau tak juga kembali ke dorm. Aku berusaha untuk menghubungi-mu, namun aku mendapati bahwa kau tidak membawa HP-mu. Saat aku mengetahui bahwa kau pergi bersama dengan Yesung hyung dan Ryeowook, aku merasa sangat marah. Kau tak menghubungi-ku. Kau juga tidak memberitahu-ku…" jelas Kyuhyun sembari memeluk Sungmin dengan erat.


Semua member terlihat berkumpul di ruang tengah dorm. Terlihat Lee Soo Man berdiri di tengah ruangan sembari melihat mereka semua.

"Baiklah, sepertinya kalian semua sudah berkumpul di sini. Aku tidak akan berlama-lama, karena aku masih memiliki banyak pekerjaan yang harus kuselesiakan. Kalian semua akan mendapat libur selama sebulan penuh. Tidak ada MC, DJ, drama, atau pun kegiatan lainnya" jelas Soo Man.


THE END


Lalala~

Akhirnya FF ini tamat xD

Jgn protes krn akhirnya nanggung!

Silahkan baca FF Waiting ntk mendapatkan lanjutan dr FF ini

Aku ga mau buat sekuel xP

Khekekeke... #plak


Special thank's for :

I'm Mr. X, emyKMS, cho wonsa, adhisena, Cho SungMel, lee jasmmine, kyurin minnie, Pipin, JiEyounG2112, Rima KyuMin Elf, Anh Rin Rin, Melly, desysaranghaesuju, Han-RJ, kyurin minnie


Gomawo atas review yg diberikan :)

Gomawo atas kesediaannya membaca FF ini dari awal sampe akhir

Mianhae buat semua readers yg udah nunggu dari thn lalu :D #plak!

Can you give me a review for the last chap?