Naruto © Masashi Kisimoto
.
Author : DanDogoier
.
Main Cast :
Sakura Haruno
Ino Yamanaka
Hinata Hyuuga
.
Other Cast :
NARUTO's Character
OC
.
Genre : Friendship/Romance
.
Relation : Straight
.
DanDogoier PRESENT …
.
[C][I][N][T][A]
D A N
P | E | R | S | A | H | A | B | A | T | A |N
.
Warnings :
AU, miss typo(s), fict pertama, fict aneh
Dan banyak ke-frik-an yang membuat pembaca muntah dan tidak niat baca
Tapi berilah sedikit review untuk fict pertama saya,
.
.
Di chapter ini udah mulai muncul OC yaitu :
Name : Yuuki Nakamura
Gender : Female
Ciri-ciri :
Rambut panjang berwarna merah darah sepunggung
Mata biru laut
Kulit putih susu
Tinggi 162 cm
Status : XI B Amanogawa High School (Kelas Sasuke, Pacar Kiba)
Name : Sosuke Nakamura
Gender : Male
Ciri-ciri :
Rambut spike merah sedikit oranye
Mata biru langit
Kulit putih susu
Tinggi 184 cm
Status : Mahasiswa Semester 3 Universita Konoha (Kakak laki-laki Yuuki, Sister-Complex, Pacar Karin)
Name : Yamada Asakura
Gender : Male
Ciri-ciri :
Rambut coklat sebahu yang sedikit acak-acakan
Kaca mata persegi berframe hitam
Tinggi : 179 cm
Kulit putih pucat
Mata abu-abu terang
Status : XI C Amanogawa High School (Teman kecil Kiba)
.
.
Summary :
Cinta dan persahabatan masa SMA merupakan hal terindah tak terlupakan bagi siapa saja bukan? Begitu pula dengan tiga bersahabat kita ini, SakuInoHina, di SMA Amanogawa ini mereka merasakan pahit, asam, manis, dan pedasnya cinta dan persahabatan masa SMA, bagaimana ceita mereka ya?
.
.
DLDR
Enjoy reading …
.
.
.
.
.
Note :
"Talking"
'Thinking'
.
.
.
Mereka sampai di depan Ruang OSIS dengan nafas yang sedikit terengah, Sakura segera membuka pintu ruangan yang sepertinya tidak terkunci, dan benar dugaannya, pintu ruang tersebut tidak terkunci, Sakura mendapati Shikamaru sedang tertidur pulas dengan tangannya sebagai bantal, Ino dan Hinata mengekor dibelakang Sakura ketika gadis merah muda itu masuk ke dalam ruangan.
.
Di dalam ruang OSIS yang tergolong luas itu, terdapat 9 buah meja, satu diantaranya yang paling besar ditemani 8 buah kursi sebagai tempat untuk berdiskusi yang terletak di tengah ruangan, 8 sisanya merupakan meja dari masing-masing pengurus, yaitu meja pertama dekat pintu, merupakan meja untuk Sekretaris, di sampingnya merupakan meja untuk Bendahara, di seberang kedua meja tersebut terdapat meja untuk Seksi Bidang Dekorasi dan Seksi Bidang Perlengkapan, di dekat jendela bagian timur merupaka meja untuk Ketua OSIS dan Wakilnya, lalu di bagian barat terdapat dua meja untuk Seksi Bidang Acara dan Seksi Bidang Berbahasa Asing.
Banyak sekali dokumen menumpuk yang terdapat di meja Shikamaru-Ketua OSIS- yang sedang enaknya terlelap, Sakura berjalan santai ke arah Shikamaru sambil membawa segelas air, ia memasukkan 3 jemarinya ke dalam air kemudian mencipratkan air tersebut ke wajah Shikamaru yang yang tidak tertutupi tangannya, empat kali Sakura mengulangi kegiatan tersebut sampai Shikamaru menunjukkan beberapa reaksi seperti mengernyitkan kedua alisnya kemudian terbangun dengan beberapa tetes air mengalir di wajahnya, ia mengambil jeda sejenak untuk mengumpulkan nyawa kemudian berpaling pada Sakura dengan wajah malas setengah suntuk berkata pada Sakura,
"Mendokusai, kau kurang kerjaan sekali Sakura, kau tahu aku sedang mimpi indah tadi" gumam Shikamaru sambil melap wajahnya yang sedikit basah.
"Hei, kalau aku tak seperti itu kau tidak akan bangun, apa perlu ku panggil Wakil Ketua kita untuk membangunkanmu? Hihi, aku masih menyayangi telingaku ini Shika" balas Sakura sedikit sarkastik sambil meletakkan gelas tersebut lalu kembali ke meja kerjanya.
"Yare yare, apa sudah bel masuk kelas?" Tanya Shikamaru entah pada siapa di ruangan itu.
"Sepertinya sudah, kita hanya perlu menunggu yang lainnya bukan?" Balas Ino memperhatikan jam tangannya.
Tak lama, terdengar langkah kaki yang mendekati Ruang OSIS, kemudian masuklah 4 orang member osis lain, yaitu Temari-Wakil Ketua-, Yamada-Seksi Bidang Perlengkapan-, Sasuke-Seksi Bidang Bahasa Asing-, Kiba-Seksi Bidang Dekorasi-. Mereka kemudian duduk di meja diskusi, terlihat Kiba tetap mengoceh entah apa yang dibicarakannya dengan Yamada, Sakura dkk kemudian menyusul. Shikamaru bangkit dari kursinya menuju kursi kosong yang masih tersedia di meja diskusi, ia duduk di dekat wakilnya, Temari. Ruang OSIS mengalami keheningan sejenak, Shikamaru membuka beberapa map berwarna hijau yang sebelumnya ia letakkan di atas meja kerjanya, ia memilah-milah file dalam map tersebut kemudian membagikannya pada member yang lain.
"Fastival ulang tahun sekolah akan diadakan pertengahan bulan Desember, yang artinya bulan depan" sambil membagikan file-file berisi rancangan atau proposal untuk festival tersebut, Shikamaru melanjutkan pembicaraannya, "agar tidak terburu-buru dan akhirnya kacau seperti tahun lalu, Tsunade-sama meminta kita untuk mengadakan rapat dan menyusun semuanya sebulan sebelum ulang tahun sekolah"
"Lalu, kapan kita akan mengajukan proposal ini?" Tanya Temari pada Shikamaru tanpa menoleh dari proposal yang sedang dibacanya.
"Kita akan mengajukan proposal ini nanti sepulang sekolah, setelah membaca proposal tersebut kita akan membahas acara apa saja yang akan digelar" balas Shikamaru mengambil jeda sejenak kemudian, "dan juga Hinata, aku minta tolong pada tim jurnalistik untuk membuatkan brosur dan kalau bisa sudah jadi minggu depan, Sakura tolong ambil beberapa gambar tentang persiapan festival kemudian serahkan pada Hinata, Ino buatlah banyak rangkaian bunga dengan klub Ikebana-mu untuk hiasan panggung, pintu masuk sekolah, dan untuk dikirim dengan undangan, Sasuke kuberi tugas untuk memberikan undangan ke beberapa sekolah, Yamada kau membantu Kiba melengkapi apa yang diperlukan untuk dekorasi panggung dan pintu masuk" jelas Shikamaru panjang lebar pada teman-temannya.
"Ke mana saja aku harus mengirim undangan? Seperti biasa kah?" Tanya Sasuke datar.
"Untuk itu aku akan bertanya dulu pada Tsunade-sama, besok akan kuberikan daftarnya, ada pertanyaan lagi?" Tanya Shikamaru sambil memandang anggota lainnya, terlihat Kiba mengacungkan tangan.
"Untuk desain panggungnya kita menggunakan tema apa?" Tanya Kiba
"Kita akan menggunakan tema Jepang Kuno, semua siswa dan siswi wajib menggunakan pakaian tradisional Jepang, apa ada lagi? Kalau tidak, laksanakan segera!" jawab dan tanya Shikamaru.
"Baik!/Hn" Jawab mereka serempak dan tentunya kecuali Sasuke yang menyahuti dengan trendmark Uchiha-nya, ketika Shikamaru mulai beranjak dari kursinya,
"Ng, Shikamaru, acara nanti apa saja?" Tanya Naruto yang baru bersuara, ia tak berani mengoceh jika Shikamaru sudah memulai rapat, apes nanti.
"Untuk acara yang akan digelar, itu belum ditentukan, setelah kita menyebarkan brosur, aku akan membuka pendaftaran acara untuk semua kelas" tambah Shikamaru sembari membereskan file-filenya kemudian memasukannya kembali ke dalam map.
"Temari, nanti kau dan aku akan mengajukan proposal ini sepulang sekolah"
"Ha'I!" Jawab Temari tegas.
"Baik, karena tidak ada yang perlu didiskusikan lagi, rapat dibubarkan!" Ujar Shikamaru sembari bangkit dari kursi yang telah didudukinya selama satu setengah jam itu. Satu per satu member OSIS mulai pergi ke kelas masing-masing termasuk Sakura, Ino dan Hinata sendiri.
Sepanjang jalan menuju kelas mereka di lantai 3, Sakura dan Ino sibuk mengobrol tentang fashion, trend topik di Twitter, dan tentu saja ... COWOK, Ino yang tak sabar akan kedatangan siswa dari sekolah lain, Sakura yang hanya memutar emeraldnya dan menyahuti Ino dengan asal, obrolan ringan itu hanya ditanggapi senyuman oleh Hinata, tapi dalam hatinya ia begitu kegirangan, festival sekolah yang sekolah yang selama ini diidamkannya akhirnya datang juga, kalian pasti bingung bukan? Yap, Hinata tidak pernah ikut festival satu pun di sekolahnya sejak kelas 1, kenapa? Karena ketika festival sekolah diadakan ia selalu diikut sertakan dalam berbagai lomba sastra oleh sekolahnya, pernah ia menangis seharian di kamar mandi ketika ia tidak bisa mengikuti festival sekolah tahun lalu, ayah dan kakak serta adiknya bingung, Hinata baru keluar setelah makan malam, tragis bukan? Hinata hanya tersenyum miris mengingat hal tersebut, tapi kini ia bisa mengikuti festival ulang tahun sekolah, ia beralasan sebagai OSIS harus bertanggung jawab, ia akhirnya bisa berkelid sedikit dari beberapa lomba yang menunggu.
.
Akhirnya mereka sampai di depan kelas mereka, terdengar suara gaduh dari dalam kelas tersebut, dalam benak ketiganya : pasti tidak ada guru! . Hehe aku puny ide! Seru Inner Ino, ia menjulurkan tangannya ke knop pintu lalu membukanya dengan keras, seketika orang-orang di dalam kelas langsung terdiam, mereka terlihat dengan berbagai pose, Shion yang sedang memakai lipstick terbuka mulutnya –awas kemasukan lalat-, Tayuya yang sedang menyisir rambut menjatuhkan sisirnya, Couji yang sedang mengunyah kripik kentang terhenti, dan beberapa kegiatan tidak penting lainnya, sontak Ino mendapat tatapan tajam yang seolah berkata hei-kau-mengagetkanku- dari murid perempuan, dan ku-kira-Asuma-sensei. Ino hanya meringis dan jemari mungilnya membentuk huruf 'V' .
"Hei Ino, kau mengagetkan kami semua tahu! Ku kira tiba-tiba Asuma-sensei datang!" gerutu Shion, ia kemudian kembali melanjutkan kegiatannya yang sempat tertunda,
"Hehe, gomen Shion," balas Ino kemudian melanjutkan, "lalu kenapa Asuma-sensei belum datang? Bukankah jam mengajarnya sudah dimulai satu setengah jam yang lalu?"
"Asuma-sensei sedang ada urusan keluar katanya, enggak tahu bakal balik atau enggak" tambah Tayuya yang kini sibuk memberik cutex pada kuku panjangnya.
"Oo~h, pantesan" gumam Ino.
.
-:-
SKIP TIME
-:-
.
Bel pulang sekolah telah berbunyi beberapa saat yang lalu, setelah berpisah dengan Ino dan Hinata di pertigaan tadi, Sakura melanjutkan perjalanan-ciyeilah-pulang ke rumah, ia sesekali bersenandung kecil, rambut merah mudanya diterpa angin sore yang sejuk, ia tak memperdulikan beberapa tetes keringat yang membasahi pelipis putihnya, ia semakin dekat dengan rumah minimalis yang dibelikan ayahnya dua tahun yang lalu.
Sakura's POV
Huah, akhirnya sampai juga, penat sekali rasanya, lebih baik aku segera mandi dan mengerjakan PR, kemudian pergi belanja untuk kebutuhan minggu ini, pas sekali Okaa-sama dan Otou-sama mengirimkan uang padaku, huah, aku sangat menyukai rumah ini, simpel tapi tetap berkesan 'wah', Otou-sama pintar sekali memilih rumah, lihatlah rumah yang sudah ku tinggali 2 tahun ini, terlihat mungil dan minimalis, tapi cukup luas untuk 2 orang, Otou-sama memang seorang ayah yang pengertian batinku, aku kemudian mengambil handuk yang tersampir di belakang pintu kamarku dan bergegas mandi.
-Flashback-
"Sakura-chan, apa kamu yakin akan tetap tinggal di Konoha sayang?" tanya Otou-sama padaku yang saat itu baru kelas 3 junior high school, aku menjawabnya dengan anggukan mantap, lagipula di sini sudah ada Karin-nee yang akan selalu mengawasiku di Konoha,
"Hh, baiklah, rukun-rukun dengan Karin yah sayang, kami akan selalu mengirimkan mu uang setiap minggu sayang, jaga dirimu baik-baik yah, kami akan segera berangkat ke New York, jika ada apa-apa hubungi Okaa-sama yah?" ujar Okaa-sama padaku seraya memelukku erat, aku membalas pelukan Okaa-sama dan mencium kedua pipinya.
"Baik Okaa-sama, Otou-sama, hati-hati ya, jaga diri kalian juga, Sakura akan baik-baik saja bersama Karin-nee" jawabku sambil melepas pelukanku pada Okaa-sama kemudian beralih pada Otou-sama
"Otou-sama, jaga Okaa-sama ya? Jika tidak? Akan Sakura pukul nanti sampai babak belur! Heheh" ujarku setelah aku melepas pelukanku dan menunjukkan kepalan tanganku pada Otou-sama.
"Hahaha, tentu saja Sakura, Otou-sama pasti akan menjaga ibumu dengan baik, jadi hati-hati ya sayang, oh iya Otou-sama sudah membelikanmu rumah di dekat Amanogawa High School, Otou-sama mendengar dari ibumu jika kau ingin sekali masuk kesana bukan? Itu hadiah ulang tahunmu yang belum sempat Otou-sama berikan, gomen ne Sakura" Otou-sama kemudian memelukku lagi
"Tak apa Otou-sama, Otou-sama mengingat ulang tahunku saja itu sudah sangat mengembirakan" balasku seraya tersenyum lebar.
"Baiklah, kami harus segera berangkat, pesawat akan take-off 4 jam lagi, Jaa ne Sakura-chan"
.
-Flashback Off-
.
Aku menggosokkan handuk putih yang tadi kuambil ke rambut merah mudaku yang basah ini, setelah mengeringkannya aku segera berpakaian, aku hanya menggunakan hot pants putih dan longhand T-sirt merah muda dengan gambar babi kecil di tengahnya, aku mengambil buku tulis dan buku pelajaran, dengan serius aku mengerjakan PR-PR ku, tak terasa sudah jam 6 sore, PR-PR ku juga sudah selesai, waktunya belanja!
Sakura's POV End
.
-:-
.
Sakura mengganti hot pantsnya dengan celana pensil berwarna putih. Sakura kemudian memakai sandal knip putihnya, dan ia mengenakan syal berwarna putih yang diberikan Karin pada ulang tahun ke-enam belasnya tahun lalu. Ia berjalan keluar menuju supermarket yang tak jauh dari rumahnya sambil mengeratkan syalnya karena udara musim gugur, hanya sekitar 175 m dari rumahnya. Setelah sampai, ia mengambil kereta dorong dan segera mampir ke stand sayuran, ia memilah milih sayuran yang akan diolahnya nanti,
Aoi aoi ao Sora
Aoi aoi ao Sora
Tiba-tiba ponsel flip Sakura bergetar dengan nada dering kesukaannya, menandakan adanya seorang penelepon masuk, ia kemudian mengambil ponselnya dan meletakkannya di dekat telinga menggunakan tangan kiri, tangan kanannya tetap memilah milih sayuran.
"Moshi-moshi, ada apa Karin-nee?" sapa Sakura pada si penelepon yang ternyata kakaknya.
"ano Sakura, nanti malam aku tidak bisa datang, aku ada janji dengan Sosuke-kun, kau tidak perlu menungguku, gomen ne Sakura" terdengar suara Karin di seberang sana
"Tak apa Karin-nee, hehe, aku tahu nanti malam ulang tahun hubungan kalian yang pertama bukan? Hehe salam untuk Sosuke-nii ya, yang langgeng" Sakura tersenyum simpul, ia senang sekali kakaknya mulai serius dalam berhubungan, dulu ketika masih SMA, banyak sekali Karin memiliki pacar, Sakura sendiri dulu tidak tahan dengan kakaknya, tapi semuanya berubah ketika pemuda dengan spike merah-oranye itu datang.
"kau memang adik yang pengertian, ya sudah, jaa ne Sakura" terdengar nada telepon terputus, Sakura memasukkan ponsel flipnya ke dalam saku celananya. Matanya kemudian beralih ke stand sayuran lagi, tak sengaja ia berpapasan dengan Yuuki Nakamura, adik dari pacar kakaknya. Yuuki yang tampaknya mengenal baik Sakura kemudian menyapa gadis merah muda itu.
"Konbawa Sakura-chan," sapa Yuuki ramah, pacar dari Kiba Inuzuka ini sangat manis, walau terkadang sangat tomboy tapi ia juga sangat ramah,
"Konbawa Yuuki-chan" balas Sakura,
"Sendirian saja Sakura-chan?" Tanya Yuuki sambil berjalan beriringan menuju stand sayuran selanjutnya
"Ng, ya bisa dibilang begitu, kau sendiri Yuuki-chan? Wah belanjaanmu banyak sekali" balas Sakura sembari melihat sekilas kereta dorong Yuuki
"Ah iya, benar, ini untuk perayaan first anniv Nii-chan, aku bersama Kiba, ia menunggu di luar, aku duluan ya Sakura-chan, sepertinya belanjaanku sudah cukup banyak, jaa mata ashita Sakura-chan!" Yuuki melambaikan tangannya lalu berjalan menuju kasir.
Kini tinggalah Sakura sendirian, enggak juga sih, masih banyak pengunjung lain, Sakura kemudian berjalan menuju stand sayuran favoritnya, Tomat Ceri, terlihat hanya tersisa satu kantung di sana, Sakura mendorong keretanya lebih cepat agar tidak ada yang mendahuluinya mengambil tomat tersebut. Di sudut yang lain, seorang pemuda kini teralih perhatiannya oleh sekantung Tomat Ceri yang tersisa itu, persediaan tomat di apartemennya juga sudah habis, tak ada salahnya ia membeli tomat lagi, ia berjalan sedikit cepat menuju stand tersebut, ketika tangannya terulur untuk mengambil tomat itu, tangan lain juga terulur untuk mengambil kantung tomat yang tersisa, tapi tangan berukuran lebih kecil darinya, perlahan pandangannya mengarah pada seorang gadis bersurai merah muda dengan mata hijau virdiannya, mereka berdua sama-sama terbelalak kaget.
"Sasuke-kun!"
"Sakura"
.
Di pinggir pantai Konoha City
.
Hinata memejamkan kedua mutiara amethystnya, menikmati semilir angin pantai di sore hari, sungguh terasa sangat menyenangkan, apalagi ketika rambutmu terurai dan di terbangkan angin seperti ada yang mem- tunggu sebentar! Memang seperti ada yang membelai halus rambut cobalt blue miliknya, dengan gerakan patah-patah-ciyeilah- ia menoleh ke belakang, didapatinya seorang pemuda tengah memegangi rambutnya kemudian mencium rambutnya, matanya terpaku pada kedua iris pemuda itu, seakan ada rantai yang mengikat keduanya, pandangan Hinata maupun pemuda itu tak mau lepas.
.
Di Mall Konoha City
.
Ino sedang memilih-milih baju yang sedang trend saat ini, barang belanjaannya luar biasa banyak, ia sampai kerepotan membawanya, setelah membayar apa yang dibelinya, Ino kemudian mengeluarkan sapu tangan berwarna kuning cerah dengan garis-garis putih dipinggirnya untuk mengelap keringat yang sedikit bercucuran dipelipisnya, tak sengaja seorang ibu-ibu menyenggol tangan Ino yang memegangi sapu tangan, otomatis sapu tangan Ino terjatuh, sedikit terinjak oleh lalu lalang disana hingga tak nampak lagi sapu tangannya, Ino menggeram kesal, itu merupakan sapu tangan kesayangannya dan kini hilang tak tahu kemana, belanjaannya ia turunkan dan kemudian ia menurunkan pandangannya ke bawah, siapa tahu tersangkut di dekat sini ketika terinjak tadi, sial! kenapa bisa lepas dari pandangan sih? sial! sebaiknya ia pulang sebelum ia benar-benar kehilangan moodnya di Mall. Seorang pemuda dengan rambut ebony nya yang indah melihat sesuatu yang tersangkut di sepatunya, sebuah sapu tangan kuning cerah dengan inisial IY yang berwarna putih yang di tulis di pojok sapu tangan itu, ia kemudian mengantongi sapu tangan itu kemudian bergegas pergi.
.
.
.
-:-
To Be Continue
-:-
.
.
.
Next Chap :
Pertemuan tak terduga antara Sakura dan Sasuke di sebuah supermarket, bagaimana ceritanya yah? Oh dan juga siapa tuh yang membelai rambut Hinata ?
Siapa pemuda yang memungut sapu tangan Ino itu? Terlalu banyak hal yang harus diceritakan! Tunggu kelanjutannya ya !
.
.
.
Author's Note :
Special thanks for : Oceana Queen
hehehe ... arigatou ne senpai hehe, hehe untuk typo(s) nya maklum lahh saya masih baru tapi saya usahakan untuk tidak ada typo(s) sama sekali, ng, alurnya kecepetan? ano .. eto.. saya masih nubi jadi .. ya maaf kalo alurnya kecepetan, saya usahakan nextchapt akan lebih baik, dan saya usahakan juga agar lebih panjang. ini udah update
